Pilih Menu

Slider










KOTA

SULTENG


POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » 'Asal Kerja' Perbaikan Dimasa Pemeliharaan Pada Proyek Ratusan Milyar
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Story On The Light :

1. Pelaksana PT Nindya Karya - PT Passokorang KSO

2. Kontrak 25 Oktober 2019

3. Nomor Kontrak 09-52/01-WINRIP-RR/RB/A/8043/10-19

4. PHO Mei 2021

5. FHO Mei 2023

6. Satuan Kerja PJN II BPJN Sulteng

Palu,Sultengaktual.com - Pekerjaan perbaikan dimasa pemeliharaan yang dilakukan oleh PT Nindya Karya - PT Passokorang KSO pada paket pekerjaan  Pemeliharaan Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Ruas jalan Tompe - Dalam kota Palu – Surumana (RR-1) Akibat Bencana Alam Gempa, Tsunami dan Likuifaqsi  2018 silam dari anggaran Bank Dunia (world Bank) – WINRIP IBRD Loan No 8043 - ID Yang sudah dilakukan Provisi Hand Over (PHO) atau penyerahan Tahap pertama dari penyedia jasa ke Pengguna pada Mei 2021 silam Diduga 

Baca juga : Manajer Proyek

Dugaan itu terlihat langsung di lapangan, sesuai Gambar Hasil perbaikan pekerjaan (25 Juli 2022), di seputaran Jalan Diponegoro Kota Palu.

Pekerjaan perbaikan perbaikan di masa pemeliharaan ini terbilang baru kali ini dilakukan oleh penyedia, padahal dalam aturannya sejak di PHO pada Mei 2021 lalu, penyedia harus tetap menjaga kondisi yang ada disaat PHO sampai batas waktunya untuk FHO, Eko Arianto dari FPPD Sulteng.

Apa yang menjadi kewajiban Penyedia sudah tertuang dalam syarat syarat umum kontrak, itu harus dijalankan. Dan sebisanya secara maksimal sama seperti kondisi itu waktu di PHO kan. Ini malahan kualitas hasil kerja itu seperti Asal asalan saja, Tambahnya.

Pihak PPK 2.5 Satker PJN II, Rezky Ananda S. ST. M.Eng yang menjabat di kegiatan ini setelah pekerjaan sudah PHO, ketika ditanyakan mengenai Asal kerja perbaikan pekerjaan di masa pemeliharaan yang dilakukan penyedia menjawab kalo pihaknya sudah melayangkan surat terkait hal itu.

Baca Juga : Waktu FHO Molor

Sementara itu, Kasatker PJN II BPJN Sulteng, Yang juga mantan PPK 2.5 sewaktu pekerjaan itu dikontrakkan, dilaksanakan bahkan di PHO lalu,Rhismono ST.MT yang di kirimkan gambar via aplikasi Whatapp atas asal kerja pada pekerjaan perbaikan yang dilakukan oleh penyedia Jasa, sampai berita ini naik tidak menggubris sama sekali.

Seperti diberitakan sebelumnya mengenai Pemeliharaan Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Ruas jalan Tompe - Dalam kota Palu – Surumana (RR-1) Akibat Bencana Alam Gempa, Tsunami dan Likuifaqsi  2018 silam dari anggaran Bank Dunia (world Bank) – WINRIP IBRD Loan No 8043 - ID Yang sudah dilakukan Provisi Hand Over (PHO) atau penyerahan Tahap pertama dari penyedia jasa ke Pengguna pada Mei 2021 silam seakan Terabaikan.

Baca Juga : Usut Tanda Tangan Palsu

Pasalnya, beberapa titik pekerjaan sudah terdapat beberapa kerusakan, baik itu dibadan jalan yang berlubang, kondisi trotoar yang rusak bahkan ada badan jalan yang asphaltnya terangkat pada Pekerjaan yang dikontrakkan pada 25 Oktober 2019 dengan nomor kontrak 09-52/01-WINRIP-RR/RB/A/8043/10-19  itu seakan tidak dilakukan perbaikan atau pemeliharaannya.

Gawean Mega Proyek Rehab Rekon Jalan Ruas Tompe – Dalam kota Palu – Surumana itu dilaksanakan oleh PT Nindya Karya – PT Passokorang (Jo)  yang melekat pada PPK 2.5 Satuan Kerja PJN II BPJN Sulteng menangani ruas jalan dengan panjang 55,11 Km yang terbagi atas dua penanganan, yakni penanganan efektif sepanjang 48,39 Km serta penanganan rutin jalan sepanjang 6,72 Km.

Dalam penanganan efektifnya terdiri atas beberapa ruas jalan antara lain; ruas kebun sari talise tawaeli, ruas kebun sari jln tanah runtuh, ruas jalan Yos sudarso, ruas jalan Basuki Rahmat, Ruas jalan Abdul Rahman Saleh, Ruas jalan Watusampu (Bts. Kota Palu/kab. Donggala – Ampera, Ruas jalan Diponegoro, Ruas jalan Malonda dan Ruas Jalan Ampera – Surumana (Bts ProvinsiSulbar) serta ruas penanganan rutinnya terdiri atas;ruas jalan Sam Ratulangi, Ruas jalan Sudirman, Ruas Jalan Wolter Monginsidi, Ruas jalan Emy Saelan, Ruas Hasanuddin I dan Hasanuddin II, Ruas Jalan Gajah Mada dan Ruas jalan Imam Bonjol.

Dari ruas ruas yang ditangani tersebut, beberapa jalan yang berlubang (Badan jalan) belum dilakukan perbaikan, belum lagi mengenai trotoar yang rusak, apa lagi disaat penghujan datang, beberapa kondisi ruas jalan yang ditangani terjadi genangan air ( Seperti Genangan Air di Ruas Jln Ponegoro Setelah terjadinya Hujan  pada 12 Maret 2022 lalu – Red).

Beberapa Titik kerusakan yang ada pada Jalan Ponegoro Kota Palu, Nampak kerusakan Asphalt dibadan jalan hanya terlihat di Cutter.

Forum Peduli Pembangunan Daerah Sulteng (FPPD Sulteng) Eko Arianto Menuturkan, Pihak penyedia jasa setelah melakukan Provisi Hand Over (PHO) atau penyerahan pekerjaan tahap pertama kepada pengguna, seharusnya wajib memperhatikan kondisi pekerjaan yang ada. Kan hal tersebut sudah tertuang pada suatu legal standing Adminitrasi, yakni pada Syarat Syarat Umum Kontrak, bahwa penyedia jasa wajib menjaga kondisi pekerjaan (memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan) seperti disaat melakukan PHO sampai batas waktu terjadinya FHO. Dan jika hal ini tidak bisa dilakukan oleh penyedia, maka pihak pengguna atau PPK berhak melakukan pemutusan kontrak dimasa pemeliharaan akibat kelalaian/kesalahan penyedia jasa. Dan Juga PPK berhak untuk tidak membayar Retensi atau Jaminan pemeliharaan dicairkan untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan dan pihak penyedia jasa dikenakan Sanksi Daftar Hitam Atau Black List, papar Eko.

Sementara itu, Pihak Penyedia jasa/Kontraktor Pelaksana pekerjaan RR-1 itu Yakni PT Nindya Karya – PT Passokorang (Jo), Johanes ST selaku Manager Proyek yang dikonfirmasi Via Aplikasi pesan WhatsAap mengenai kewajiban atas pelaksana dalam melakukan perbaikan pekerjaan atau pemeliharaan pekerjaan dimaksud, mengingat waktu pemeliharaan yang akan berakhir di Mei 2023 itu sudah berjalan sekitar satu tahun lebih itu belum sama sekali dilakukan perbaikan atas kewajiban penyedia melakukan pemeliharaan,atas kewajiban serta hal hal administrasi yang tertuang pada syarat syarat Umum kontrak seakan dibiarkan begitu saja seperti diabaikan.  Manajer Proyek itu tidak merespon sama sekali, meskipun pesan itu terbaca. 

Rhismono, ST.MT, selaku Kasatker PJN II BPJN Sulteng dan juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 sewaktu mega proyek Rehab Rekon tersebut mulai dikontrakkan, dilaksanakan hingga PHO (Digantikan Sebagai PPK 2.5 Periode Desember 2021 Lalu – Red) yang dihubungi via WhatsAap terkait hal tersebut diatas dengan irit jawaban “Tanyakan Ke Pejabat Pembuat Komitmennya (PPK), Setahu Saya Tetap Ada Peringatan”.

Sementara itu, Rezky Ananda S. ST. M.Eng selaku Pejabat Pembuat komitmen (PPK) 2.5 PJN II Sulteng yang Baru (Menduduki sebagai PPK 2.5 di bulan Desember 2021 lalu setelah pekerjaan dimaksud sudah Di PHO – Red) mengatakan kalo pihaknya sudah memberikan beberapa kali surat peringatan terhadap penyedia jasa tersebut untuk melaksanakan kewajibannya melakukan perbaikan pemelihraan pekerjaan, dan hari ini juga (Jumat 8 Juli 2022 – Red) kami akan melayangkan lagi surat peringatan yang ketiga kalinya. ***RB





Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama