Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

Palu, sultengaktual.com - Proyek Penggantian Jembatan Provinsi Sulawesi Tengah Yang Melekat pada Satuan Kerja PJN III BPJN XIV Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2020 Menuai Sorotan. Pasalnya Proyek Penggantian Jembatan Yang salah satunya Adalah jembatan Talise di Jalan Yos Sudarso sampai Sekarang Ini Belum Secara Nyata memberikan Naiknya progress bobot pekerjaan, hal ini dikarenakan dengan melihat durasi kontrak pelaksanaannya yang akan berakhir di penghujung desember 2020 nanti.

Pelaksana Proyek Penggantian Jembatan Yakni PT Siltro Putra Mandiri yang memenangkan proses lelang atas proyek tersebut dengan Nilai Kontrak kurang Lebih Rp 16 Miliar. Adapun Pekerjaan yang ditangani oleh pelaksana proyek ini sebanyak 4 buah Jembatan.
 Nampak Pekerjaan Cor DiLokasi

Sorotan Atas pekerjaan di Jembatan Talise, merupakan bukti nyata atas faktanya Yakni progress bobot pekerjaan yang terjadi, yang keliatan dari pekerjaan itu adalah pengecoran yang terdapat di bawah posisi jembatan (Sesuai Foto lapangan 16 November 2020 - Red).

Eko Arianto Dari TEGAK Sulteng Salah satu NGO pemerhati pembangunan Infrastruktur di Sulawesi Tengah mengatakan, jika dilihat dari posisi pekerjaan yang nampak sekarang, maka akan menimbulkan pertanyaan apakah pekerjaan ini akan bisa rampung dikerjakan pada akhir desember nanti, mengingat sisa waktu pelaksanaan sudah sangat mepet, ungkap Eko.

Bukan itu saja, meskipun kita ketahui bersama, secara nyata, pelaksana pekerjaan baru mulai action dilapangan pada lokasi jembatan talise ini di bulan agustus akhir, Dengan durasi waktu kerja itu apakah mampu menuntaskan pekerjaan tersebut, kan kontraknya bukan di bulan agustus, kalau tidak salah proses kontraknya itu di bulan Februari 2020, sesuai dengan tahapan tahapan lelang yang termaktub di lpse.pu.go.Id Urai Eko.
  Lokasi Proyek Jembatan Talise

Sementara itu, PPK 3.8 di Satuan Kerja PJN 3 Sulteng, Andrea yang di Hubungi Via Telepon Selular Aplikasi WhatsApp menguraikan Bahwa proyek Pekerjaan jembatan Talise memang jika dilihat mengenai progress bobotnya sekilas pasti memberikan asumsi kok bagian atasnya belum dikerjakan, ujarnya.

Untuk pekerjaan ini, proyek jembatan talise ini yang memakan waktu diawal kerjanya yakni ketika dilakukan pekerjaan pemancangan cerucuk sebagai pondasi jembatan. di proses pekerjaan ini, curah hujan yang terjadi saat itu sangat intens, jelasnya.

Dengan pekerjaan pemancangan itu, pekerjaan lanjutannya juga sangatlah penuh dengan hitungan teknis yang akurat, karena membuat Box culvert dengan panjang kurang lebih 10 meter, memang untuk melihat bobot volume atas progres pekerjaan itu, di pekerjaan jembatan jika mau dikatakan, terbesar bobotnya itu ada pada pekerjaan dasarnya, kita optimis jika pelaksana bisa menuntaskan pekerjaan ini sesuai dengan batas waktunya, kita berharap cuaca bisa bersahabat dengan kami dilapangan serta dukungan dari semua pihak hingga pekerjaan ini bisa terselesaikan di batas waktu yg sudah ditentukan, Kata Andrea penuh Harap.

Ketika disinggung mengenai pekerjaan Jembatan Talise apakah kategorinya pada tatanan minus atau plus dari realisasi target pekerjaan yang Di rencanakan, Andrea mengatakan bahwa pekerjaan Penggantian jembatan talise pada tatanan Deviasi Minus dari realisasi target yang ada, tetapi tidak terlalu signifikan, insyaallah hal itu bisa teratasi dan berjalan lancar sesuai dengan tahapan kerja dilapangan, Jelasnya.

Sementara itu, Sampai berita ini Dinaikkan, pihak pelaksana lapangan pada proyek pekerjaan Penggantian Jembatan Talise, Marten yang dimintai keterangannya atas sorotan mengenai pekerjaan tersebut belum berhasil. RB






- -

Palu, sultengaktual.com  - Bagi rakyat, politik tak sebatas urusan koalisi. Yang terpenting, bagaimana kebijakan publik mengubah hidup sehari-hari. Ada komitmen dan tanggungjawab yang menyertainya. Mari berpolitik secara santun.” 
Kutipan Kalimat itu merupakan Ungkapan Pribadi Dari sosok Wanita Di Timur Sulawesi Tengah, Yakni Kota Luwuk, Kabupaten Banggai.

Sebut Saja, Hj Sulianti Murad SH MM merupakan Anak pengusaha Terkenal di Luwuk Kabupaten Banggai, Yakni  Anak perempuan Bapak Murad Husein. Berbekal Niatan Mengabdi pada Rakyat, bekerja untuk kesejateraan rakyat, merupakan titisan prilaku Murad Husein yang tetap saja melekat di perawakan Ibu Anti sapaan akrab Calon Bupati Kabupaten Banggai itu.

sebagai calon bupati Banggai, dan mendapat dukungan besar masyarakat, Namun, langkah putri daerah ini semakin yakin akan arah perjuangannya itu.

Bermodalkan Kekuatan Basis kerakyatan yang sejak awalnya merupakan gawean Sang Ayah ' king Of Sawit' merupakan inti dari segala kekuatan untuk memuluskan niatan menjadi number one di Kota Air itu.

Selain kekuatan basis kerakyatan, kekuatan finansial atau modal merupakan faktor utamanya. tak diragukan lagi, perimbangan atas kekuatan yang dimiliki, pemilik Tag line membangun dengan HATIMU ini sudah tertanam pada akar rumput pendukung Sulianti Murad untuk memenangkan dirinya di 9 Desember 2020 nanti.

Bagaikan Tanda alam, pemilik Nomor urut 1 di pilkada nanti, tak hanya mencerminkan sisi kewanitaan yang kalangan banyak menilai ada kemanjaan. Alhasil penilaian itu sebatas kacamata penilaian saja, ternyata sosok Ibu Anti Murad ini juga, sudah mengabdikan diri lebih awalnya dengan menggerakkan perusahaan kontraktor dalam menjadi mitra pemerintah melakukan atau bahkan menggenjot laju pembangunan sesuai dengan berkompetitif di Masa lelang atau tender pekerjaan.

Fakta Nyatanya, Melalui tangan dingin ibu hajjah Anti Murad berhasil membawa gerbong kontraktor itu dalam menjalankan tugas sesuai dengan aturan main yang berlaku.

Sebut saja, dengan adanya pertemuan secreat berdua yang dilakukan adalah eksisnya perusahaan PT Mentawa Karyatama sejati yang tetap saja mendapatkan kontrak pekerjaan. seperti pada pekerjaan proyek jalan di wilayah Morowali utara.

Bukti ini yang semakin meyakinkan masyarakat pendukung Sulianti Murad ini memenangman hajatan pesta demokrasi kelak.

Di daerah lain saja seperti kabupaten morowali utara, Ibu Calon bupati kita, Sulianti Murad, melakukan pembangunan melalui profesi kerjanya di luar kotanya berdomisili.
Walhasil pandangan positif atau ajakan yang nilainya merupakan suatu nal inklud atas apa yang semestinya dilakukan. Hasil pekerjaan itu sangatlah memuaskan serta mempermudah tujuan atas output pekerjaan itu dilaksanakan.

Sekarang saja, PT Mentawa Karyatama sejati milik Ibu Anti, mengerjakan proyek preservasi Jalan di wilayah Beteleme tompira kolonedale bahonsuai wosu di kabupaten morowali dengan anggaran pembiayaan APBN murni.

pekerjaan ini tetap dilaksanakan sesuai dengan SOP protokoler kesehatan diperhatikan dilapangan dan mengacu pada aturan menteri keuangan dalam proses penggunaannya sudah memiliki aturan main disaat pandemi covid 19.

Membangun Dengan Hati bukanlah suatu tageline mudah atau makna yang dibaca saja, melainkan suatu ungkapan sakral disaat makna itu terucap bahkan dijadikan yel yel kemenangan atas Anti murad pada pelaksanaan tahapan kampanye.

Jangankan kota luwuk dan wilayah lainnya di kabupaten banggai, kota lain saja beliau bangun infrastrukturnya melalui profesi Hj Sulianti Murad, disitu saja bisa terlintas atas suatu prilaku komitmen, Berjuanglah bersama HATI untuk kemenangan Rakyat di pilkada kabupaten Banggai 2020. RB

- - -

Palu, Sultengaktual.com - Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat pada Direktorat Jendral Bina Marga (Ditjen Bina Marga) melalui Balai
Pelaksana Jalan Nasional XIV Sulawesi Tengah ( BPJN XIV Sulteng) di Satuan Kerja PJN Wilayah I Meningkatkan Ruas Jalan Tompe - Tambu - Sabang - Tonggolobibi dengan nama proyek pekerjaan Preservasi Ruas Jalan Tompe Tambu Sabang Tonggolobibi Dengan pembiayaan murni dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2020.
Proyek Pekerjaan Yang Dikerjakan oleh PT Pilar Sejati, KSO PT Salsabilah Praya Indotama itu setelah Kontrak pekerjaan dimulai Pada Februari 2020 dan Akan Berakhir di Desember 2020 Nanti, serta proyek ini dalam pelaksanaannya serta anggaran yang membiayai pekerjaan ini tidak terdampak atas Refocusing, hal ini dikarenakan sewaktu pekerjaan ini dikontrakkan, belum adanya pandemi covid19.
          DR. Andri Irfan Rifai ST. MT

Ruas Jalan Yang dikontrakkan dalam penanganan Preservasi ini sepanjang 110,26 Kilometer dengan
peksanaan dilapangan meliputi preservasi rehab rekon jalan sepanjang 14,457 Km Kemudian preservasi preventif jalan sepanjang 17,650 Km, preservasi pemeliharan rutin jalan sepanjang 78,153 Km, penanganan preservasi jembatan sepanjang 28,48 meter dan untuk preservasi rutin jembatan sepanjang 665,18 meter.

Dalam penanganan pekerjaan preservasi diruas ini, pihak pelaksana dalam melakukan pekerjaan pengaspalan sepanjang 14,457 Km sesuai dengan apa yang ada dalam kontrak. Dan juga diruas ini untuk pelebaran jalan tidaik ada.

Disepanjang lokasi penanganan yang dilakukan oleh PT Pilar Sejati, KSO PT Salsabilah Praya Indotama, tampak masih terlihat aktifitas para pekerja yang tengah melakukan penanganan untuk merekontruksi titik titik pekerjaan yang sudah ditentukan dalam dokumen kontrak.

pekerjaan pekerjaan lainnya yang dilakukan pelaksana yakni melakukan pemarasan, melakukan pemasangan bronjong di beberapa titik yang sudah dilakukan, semua itu merupakan bagian item pekerjaan yang harus dilaksanakan, ujar Sutarno.

Dengan progres pekerjaan yang maksimal dan bisa dikatakan baik, kiranya dengan sisa waktu kontrak pelaksanaan yang bisa dikatakan tiga bulan lagi, kami sangat berkeinginan agar pelaksana dalam menyelesaikan sisa volume pekerjaan di akhir akhir ini bisa tetap fokus dan terarah, sehingga secara grafik pencapaian kinerja dan kemajuan bobot pekerjaan tetap terjaga sesuai dengan Mutu hasil dan jadwalnya, Tambah Sutarno yang selalu standby siap sedia dilapangan melakukan monitoring.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN I Sulteng DR.Andri Irfan Rifai ST, MT saat ditemui Dikantornya yang Juga didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 1.5) Sutarno, ST merinci bahwa penanganan pekerjaan diruas ini sangat menjaga progres kemajuan pekerjaannya. Buktinya saja sampai saat ini, pekerjaan tersebut memiliki kemajuan progres realisasi fisik sebesar 87,586 persen dari rencana target sebesar 88,875 persen (Hingga berita Ini Tayang - Red) sehingga kami selaku pengguna sangat optimis dan berkeyakinan jika pekerjaan diruas ini bisa tuntas sebelum berakhirnya waktu kontrak pada Desember nanti.

Olehnya itu, Dengan melihat kinerja yang dibuktikan oleh Pelaksana, Kami sangat berharap agar teman teman pelaksana lainnya yang memiliki kontrak pekerjaan di wilayah I (Satker PJN I Sulteng) lebih termotivasi dalam memacu serta menaikkan progres pekerjaannya, Harap Irfan Dengan Semangat.

Selain menaikkan progres kerjaan dilapangan, kami selaku pengguna tetap selalu menjaga serta mengingatkan pelaksana, agar mutu pekerjaan tetap dan wajib diperhatikan, dan juga pelaksanaan pekerjaan kali ini yang di masa pandemi mewabahnya covid19 kami tetap menekankan agar dilapangan tetap menerapkan protokoler kesehatan, sambung Sutarno dengan Tegas.

Untuk wilayah di Area Pegunungan Bosa, kerap kali terjadi longsoran. kejadian ini diduga kuat dengan hadirnya oknum penambang penambang pasir yang melakukan aktivitas di areal tersebut. Olehnya itu, jika hal itu benar terjadi, maka diharapkan pihak terkait yang berwenang dapat mengendalikan serta mengambil sikap tegas, pinta Irfan sapaan akrab Kasatker PJN I Sulteng yang diamini oleh Sutarno. RB
- - -
Poso, sultengaktual.com – Perdana berkantor Pjs. Bupati Poso Drs. Arfan, M.Si langsung gelar pertemuan/rapat internal bersama seluruh OPD diruang Pogombo Setdakab Poso, Senin (28/9/2020). rapat awal itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Yan Edward Guluda, SH., MH memperkenalkan kepala-kepala OPD kepada Pjs. Bupati Poso selaku rekan kerja dalam pemerintahan di Kabupaten Poso. Ucapan terima kasih atas sambutan yang hangat dinyatakan Pjs. Bupati Poso pada pertemuan perdana ini, “Saya berterima kasih sudah diterima, ini suatu kehormatan dan suatu kebanggaan tersendiri buat saya pribadi bersama keluarga sudah diterima secara adat”, ungkapnya.
                       Drs. Arfan MSi
 
Sejumlah arahan penting yang disampaikan Pjs. Bupati Poso seperti yang dilansir Humas Kabupaten Poso adalah terkait penekanan Gubernur Provinsi Tengah pada saat pengukuhan Pjs Bupati sabtu lalu, mengenai penanggulangan covid-19 (protokol kesehatan) dan netralitas ASN dalam Pilkada. Terkait wewenang Pjs. Bupati poso, beliau mengatakan bahwa tugasnya ialah meneruskan tugas dari Bupati definitif Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu yang saat ini sedang dalam masa cuti kampanye pilkada.

Dalam kesempatan tersebut Alumni Purna Praja STPDN ini yang juga Kepala Biro Administrasi Wilayah Daerah dan Pemerintahan di Provinsi Sulawesi Tengah, Memohon dukungan dari seluruh Kepala OPD  untuk bersama sama serius menanggapi perihal wabah Covid-19 yang tergolong mematikan tanpa mengenal strata atau status jabatan ini. “Dampak dari covid-19 dipastikan akan berimplikasi dan sangat rentan pada pilkada, dengan semakin banyaknya kasus yang terjadi akan mengurangi angka partisipasi dalam pilkada”, jelasnya.  

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Poso dr. Taufan Karwur diberi kesempatan untuk memaparkan perkembangan terkait covid-19 yang ada di Kabupaten Poso. Data terkini yang dilaporkan per hari minggu 27 september 2020 kasus konfirmasi covid-19 total positif (+) 23 orang, sembuh 20 orang, meninggal 0, saat ini positif terkonfirmasi tersisa 3 orang (1 Kayamanya, 1 Tagolu dan 1 Olumokunde), suspek 30 orang dan probable 0. Terkait Pilkada pemeriksaan Rapid test covid-19 telah dilakukan pada instansi KPU (PPS, Sek PPS, PPK, PPDP) jumlah yang diperiksa 1110 orang, BAWASLU 238 orang, BPS 216 orang, dengan jumlah keseluruhan 1564 orang. Demikian pemaparan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Poso.

Diakhir pertemuan Pjs. Bupati Poso, Drs. Arfan MS.i mengajak seluruh Kepala OPD untuk bekerja sama dan bergandengan tangan dalam melaksanakan tugas yang telah diprogramkan, tutupnya. #humaskabposo

- - -
Palu, sultengaktual.com - Pekerjaan proyek Paket preservasi ruas jalan beteleme - tompira - bahonsuai - bungku terus melakukan action dilapangan dalam menuntaskan pekerjaan yang melekat di kementerian PUPERA bagian bina marga yang dibawahi oleh BPJN XIV Sulteng.

paket pekerjaan yang berbandrol anggarann APBN Murni dengan nilai Rp 49.130.936.000 berada pada satuan kerja PJN III sulawesi tengah dibawah tanggung jawab Pejabat pembuat komitmen ( PPK 3.6) dilaksanakan oleh PT Mentawa Karyatama Sejati sebagai pemenang lelang atas paket pekerjaan tersebut.

Perusahaan Yang syarat akan pengalaman dari timur sulawesi tengah itu berkeyakinan bahwa pekerjaan diruas yang ditangani sepanjang 20 KM itu akan tetap dituntaskan pekerjaannya sesuai dengan batasan waktu kontrak yang ada.

Meski saat sekarang ini, pandemi atas wabah sebaran covid19 pelaksana dilapangan tetap saja melakukan pekerjaan, yang sudah pasti mengacu pada protokoler kesehatan yang berlaku, jelas Haris selaku General superintendent pada pekerjaan yang dinahkodai putri dari pengusaha sukses Murad Husein.

Haris merincikan juga, bahwa pada tahap sekarang ini, penanganan jalan yang dikontrakkan spanjang 20 KM itu, sampai saat ini terealisasi dalam pengaspalan sepanjang 4.5 KM.

Dan untuk pekerjaan rehabilitasi jembatan sudah akan tuntas karena sisa menunggu cukupnya umur beton yang kemudian akan dilakukan pengaspalan, tambah Haris Ketika dihub via Telepon seluler.

Sambil menunggu pengaspalan, pekerjaan yang dilakukan adalah pengecetan dan pekerjaan rabbat beton sedang dilakukan, hal kni selain menaikkan progress pekerjaan dilapangan, sembari menunggu item pekerjaan selanjutnya, tambahnya.

Pemeliharaan rutin jembatan sudah dilakukan pembersihan dan pengecetan jembatan, hal ini merupakan ketentuan falam konttak yang harus dikerjakan. sementara pekerjaan pemeliharaan rutin jalansampai sekarang ini sufah mencapai progress pekerjaan sekitar 70 persen.

Sesuai arahan dan aturan yang ada, pekerjaan pekerjaan yang ada dan terdampak langsung akibat pandemi covid19 akan terjadi refocusing anggaran.
refocusing dimaksud yakni pemotongan anggaran nilai kontrak pada pekerjaan yang berlangsung dengan nilai yang dibayarkan ditahun berjalan dan pada tahun mata anggaran berikutnya. contohnya seperti nilai kontrak kami sebesar 49 miliard lebih baru akan diselesaikan di anggaran tahun ini kurang lebih 12 miliard dan sisanya atas anggaran tersebut akan diselesaikan tahun depan, ungkap Haris. RDY B
- - -
Palu, sultengaktual.com - Proyek peningkatan Tata Air Tambak Rakyat tahun anggaran 2020 yang ada di Kecamatan Sojol dan di Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah, melalui Dana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bidang Sumber Daya Air pada Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III Sulteng/barat) telah menjawab permasalahan dan kendala yang selama ini masih dirasakan oleh petani tambak diwilayah tersebut.

Proyek yang dibiayai melalui APBN murni itu merupakan proyek lanjutan dari proyek yang sama dalam melakukan peningkatan tata air tambak rakyat di kabupaten Donggala.

Proyek ini dilaksanakan oleh PT Pinar Jaya perkasa pada proses lelang lalu yang ditetapkan sebagai pemenang.

Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Sulteng/Barat, sangat peka dengan kondisi tersebut. Terbukti, hampir setiap tahun anggaran selalu memprioritaskan program proyek peningkatan jaringan tata air tambak, bukan hanya yang ada di daerah Kecamatan Banawa selatan dan kecamatan Sojol, akan tetapi di seluruh wilayah Sulawesi Tengah pada umumnya.

Kebijakan strategis ini, sebagai langkah antisipatif yang tak lain tujuannya adalah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menjadikan warga sebagai petani tambak yang produktif dan profesional.

Proyek Lanjutan peningkatan tata air tambak rakyat tahun 2020 ini, dalam pengerjannya dilengkapi beberapa sarana penunjang seperti perluasan saluran aliran air (tersiar) menuju tambak-tambak milik masyarakat, pembuatan jembatan kayu yang menghubungkan tambak yang satu dengan tambak lainnya.

Dalam Melaksanakan pekerjaan dilapangan, pihak pelaksana dalam penyelesaiannya tidak semata mata mengerjakannya dengan peralatan dan pekerjanya. Tetapi dalam hal ini, pihak pelaksana juga melibatkan unsur masyarakat setempat atau sekitarnya dalam mengerjakannya. Hal ini disebut sebagai Padat Karya. dilibatkannya unsur pekerja dari masyarakat sekitarnya mengacu pada aturan yang sudah ditetapkan.

Proyek pekerjaan dengan konsultan pengawas CV Geometric itu dikontrakkan pada Februari 2020 lalu memiliki peningkatan progress realisasi kerja yang positif, Hingga Berita ini tayang, realisasi pekerjaan dilapangan kurang lebih 60%. ini memberikan bukti bahkan signal positif atas pelaksanaan pekerjaan itu bisa tuntas pada waktu yang sudah ditetapkan.

Pihak Pelaksana PT Pinar Jaya Perkasa yang mengerjakan proyek di satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Pemamfaatan Air (PJPA), kepada media ini mewakili Kepala Satuan Kerja PJPA di BWSS III Sulteng, R.Zulfikar Dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa II, Rangga, menjelaskan bahwa dalam nilai kontrak pekerjaan ini telah dilakukan pengurangan juga, hal ini disebabkan dengan adanya wabah pandemi covid 19 sehingga pihak kementerian melakukan atau menerapkan aturan yang sesuai dengan landasan hukum yang berlaku, hal ini disebut Refocusing.

Pihak Pengguna atas pekerjaan ini, BWSS III pada satuan kerja PJPA berharap agar masyarakat sekitar, pemilik atau kelompok tani tambak dapat menjaga dan memelihara fasilitas-fasilitas yang sudah dibangun, sehingga fungsi serta manfaatnya dapat dirasakan oleh warga, dan juga jikalau bantuan anggaran seperti ini, bukan kebijakan pihak kami, melainkan kebijakan sepenuhnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pihak BWSS III Sulteng hanya menjalankan tugas sebagai perpanjangan tangan dari pusat, semoga semuanya bermanfaat.

Dan Juga, Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, Pihak Pelaksana dalam kesehariannya melakukan aktivitas dilingkup areal proyek, tetap menjalankan Disiplin atas Protokoler kesehatan yang sudah disesuaikan untuk tetap bersama saling mengingatkan bahwa pandemi covid 19 ini diantisipasi dengan memperhatikan aturan dari protokoler kesehatan.

Pihak pelaksana dengan langkah awal melakukan tes ukuran suhu tubuh atas siapa saja yang masuk ke areal lokasi proyek, hal ini dilakukan untuk kepentingan bersama dalam menekan penularan covid 19.

Report_ _ _Christine Mandagie
- -



Palu, sultengaktual.com - proyek Pekerjaan Preservasi Jalan Ampana - Balingara - Bunta - Pangimana yang dikerjakan Oleh kontraktor pelaksana PT Elim Jaya Pratama setelah menjadi pemenang pada proses tender/lelang Pekerjaan ini dan penandatanganan kontrak di Maret 2020 Lalu.

PT EJP selaku pemenang lelang pekerjaan Tersebut setelah tanda tangan Kontrak pekerjaan harus menyelesaikan penanganan pekerjaan dengan panjang Target sepanjang kurang lebih 20,40 KM sampai batas akhir di desember nanti dengan Hasil Akhir Pekerjaan Jalan Hot Mix.

Pekerjaan pekerjan di ruas ini mulai dari pengaspalan, pembersihan saluran, pemeliharaan secara rutin untuk jalan dan jembatan dan pemarasan.

Tetapi dari semuanya itu menurut Kasatker PJN wilayah III Sulteng pada BPJN XIV Palu Agustinus Junianto,ST MT melalui Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK 3.2 ) Ibrahim Tjane, ST kepada media ini bahwa pekerjaan utama yang ditangani dalam ruas ini adalah Rutin Jalan, penanganan Rutin pada Jembatan, pemeliharaan Jembatan, pemarasan, pembersihan saluran dan pengaspalan badan jalan yang sudah ditetapkan dalam kontrak, urai Ibrahim diruang kerjanya.

Dalam penanganan ruas ini, pihak pelaksana dalam menjalankan kontraknya selain melakukan pengaspalan terdapat juga pekerjaan rutin jembatan sepanjang 1667,1 Meter dan pekerjaan Rutin Jalan sepanjang 141,12 Km,rincinya.

Ditambahkan bahwa pekerjaan pengaspalan akan mulai dilakukan sesuai dengan design dengan panjang Target penanganan efektif kurang lebih 20,40 KM mulai dari titik ruas penanganan dengan titik titik pengaspalan yang tersebar.

Dan juga pekerjaan yang dibiayai Murni atas APBN dari Kementerian PU PERA ini (sampai berita Dinaikkan- Red) memiliki nilai Deviasi plus sekitar 5,40 % atas target pekerjaan progres rencana realisasi di 9,88% dan realisasi progresnya pada 15,27%, dan nilai progres itu akan bertambah lagi jika pengaspalan sudah dilaksanakan oleh kontraktornya, jelas Ibrahim.

Sigapnya pihak PPK dan kontraktor pelaksana terlihat pada putusnya jembatan Tobelombang pekan lalu (26 Juni - Red) di jalur Trans sulawesi Palu - Luwuk tepatnya di Kilometer 436+070 Akibat Gerusan Air yang mengakibatkan Oprit Jembatan Putus langsung ditangani oleh Kontrakttor pelaksana Kami, sehingga masyarakat pengguna jalan tetap terlayani, karena penanganan langsung dilakukan segera. ujar Ibrahim.

Untuk pelaksanaan pekerjaan di tahun ini, sesuai aturan yang diturunkan melalui Kementerian PU PERA bahwa di pandemi wabah vuris Covid-19 ini terjadi Refocusing yakni adanya pemotongan anggaran yang mana pemotongan itu dialihkan untuk penanganan Covid19.

Otomatis dengan adanya aturan Refocusing pasti berdampak atas pekerjaan yang terjadi dilapangan dan pastinya tidak menutup kemungkinan sebagian target penyelesaian pekerjaan bisa menyeberang tahun.

Penulis : Randhy Budiman,S.Sos




- -