Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

TAMPIL DEMI NAMA PARIGI MOUTONG DI GORONTALO.

Parigi, Sultengaktual.com- Belasan musisi di Kota Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, sore tadi Selasa 17 September, mengamen di depan SPBU Kampal. Aksi mengamen tersebut bertujuan menggalang dana untuk dipakai ikut festival musik Pesona Danau Limboto di Gorontalo.

Aksi penggalangan dana di jalanan depan SPBU Kampal, Parigi
Dalam aksinya, gabungan musisi musik modern itu stay di tepian jalan membawa alat musik modern yang dilengkapi sound sistem.

Terpantau hampir dua jam para musisi muda itu menyalurkan aksi dari bakat mereka di tepi jalan trans sulawesi. 

"Tujuan utamanya adalah menggalang dana. Selain itu juga kami juga ingin menunjukan kesiapan kami kepada publik bahwa kami siap turut tampil membawa nama Parigi Moutong di Festival berskala nasional itu," ujar koordinator Ngamen Donasi untuk Musisi, Arki Arianggara kepada pewarta di sela kegiatan mengamen.

Menurutnya, sumbangan dari pengguna jalan kepada mereka sebagai dukungan nyata serta motivasi luar biasa. "Dengan adanya pemberian dari para donatur semakin membakar semangat para musisi untuk tampil di panggung festival Danau Limboto. Terima kasih yang sebesar besarnya kepada yang sudah menyumbang serta mendukung, baik dalam bentuk materi maupun doa," ucap Arki.

Gabungan musisi saat mengamen donasi
Arki menambahkan, tindakan mengumpul rupiah ini tidak hanya sampai di aksi mengamen. Rencananya, Rabu malam tanggal 18 September pekan ini gabungan musisi itu menggelar bazar di warung Kopi Paste di Kelurahan Kampal.

Seperti diketahui, sebelumnya terlansir kalau gabungan musisi di Kota Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, ambil ancang-ancang turun ke jalan. Rencana hadirnya para musisi musik modern mau menyasar jalan raya untuk mengamen demi mendapat bantuan dana.

Belasan musisi itu bergegas mengumpul rupiah untuk dipakai membawa nama Kabupaten Parigi Moutong pada festival musik di Provinsi Gorontalo pada 22-25 September.

Arki menjelaskan, besarnya hasrat untuk tampil di Festival Pesona Danau Limboto karena tidak ada yang membawa nama Parigi Moutong di iven tersebut. Tujuan lain untuk tampil nanti kata Arki, juga berorientasi mengasa skill serta memantapkan mental.

Katanya, dalam perjalanan beberapa tahun belakangan sudah tidak ada lagi kabar bahkan prestasi dibidang musik modern di Kabupaten Parigi Moutong. Tidak menutup kemungkinan kata Arki, Kabupaten Parigi Moutong bisa kehilangan generasi di bidang musik modern.

"Berdasar pada pemikiran itu sehingga kami menyimpulkan untuk menyiapkan diri tampil membawa nama Parigi Moutong pada festival di Gorontalo nanti. Dan yang paling bikin tertarik, festival di Gorontalo itu berskala nasional. Lewat moment itu kita bisa menampilkan bakat musisi asal Parigi, sekaligus menyampaikan ke publik kalau kabupaten yang berusia 17 tahun ini masih menyimpan generasi potensial di bidang musik modern.

Reporter/Editor: Andi Sadam
-
DEMI TAMPIL MEMBAWA NAMA PARIGI MOUTONG DI GORONTALO.

Parigi Moutong, Sultengaktual.com- Gabungan musisi di Kota Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, susun rencana turun ke jalan. Ancang-ancang untuk hadir di jalanan itu untuk mengamen demi mendapat bantuan dana.

Bukan tanpa alasan, belasan musisi itu bergegas mengumpul rupiah untuk dipakai membawa nama Kabupaten Parigi Moutong pada festival musik di Provinsi Gorontalo pada 22-26 September tahun ini.

"Kalau tiada kendala, hari Selasa sore, tanggal 17 pekan depan kami tampil mengamen di jalanan," kata Arki Anggara, koordinator kegiatan yang diberi judul "Ngamen Donasi untuk Musisi".

Kepada sejumlah pewarta pada Jumat 13 September, Arki menyebutkan, pilihan tindakan untuk mengais dana di jalanan lantaran tiada pilihan lain. Alasan tak ada wadah serta tiada bantuan dan porsi anggaran dari pemerintah jadi alternatif para musisi di Parigi untuk "mengemis" rupiah di jalan raya.

Arki menjelaskan, karena tiada yang membawa nama Parigi Moutong di iven tersebut menjadi pemicu hasrat untuk tampil di Festival Pesona Danau Limboto. Tujuan lain untuk tampil nanti kata Arki, juga berorientasi mengasa skill serta memantapkan mental.

Katanya, dalam perjalanan beberapa tahun belakangan sudah tidak ada lagi kabar bahkan prestasi dibidang musik modern di Kabupaten Parigi Moutong. Tidak menutup kemungkinan kata Arki, Kabupaten Parigi Moutong bisa kehilangan generasi di bidang musik modern.

Arki Anggara
"Berdasar pada pemikiran itu sehingga kami menyimpulkan untuk menyiapkan diri tampil membawa nama Parigi Moutong pada festival di Gorontalo nanti. Dan yang paling bikin tertarik, festival di Gorontalo itu berskala nasional. Lewat moment itu kita bisa menampilkan bakat musisi asal Parigi, sekaligus menyampaikan ke publik kalau kabupaten yang berusia 17 tahun ini masih menyimpan generasi potensial di bidang musik modern.

Paling membanggakan, kata Arki lagi, adalah kemampuan pemusik di Parigi Moutong yang bisa memenuhi persyaratan pihak panitia Festival Pesona Danau Limboto. "Di acara itu peserta diwajibkan menampilkan satu lagu ciptaan dan satu lagu pilihan yang dicover sesuai genre yang ditawari panitia kegiatan. Dan Alhamdulillah dua band yang sudah mendaftar ikut festival itu berhasil menciptakan dan mencover lagu-lagu yang nanti ditampilkan. Itu sebuah kelebihan serta bakat yang patut dihargai, bahkan membanggakan, menurut saya," ucap lelaki yang menekuni bidang fotografi itu.

Dalam rencana, gabungan musisi dari kota Parigi itu akan menampilkan dua grup band. Lintang Project dan Twenty Four band.

Dalam persiapannya, dua kelompok band tersebut sudah mulai mematangkan konsepnya sejak dua pekan terakhir. Kini dua grup tersebut menyatakan siap tarung di panggung Festival Pesona Danau Limboto, Provinsi Gorontalo.

Arki mengungkap, keterbatasan anggaran yang masih jadi kendala saat ini. "Itu sebabnya kami berinisiatif menggalang dana lewat kegiatan mengamen di jalanan serta menggelar bazar kopi. Mudah-mudahan kegiatan ngamen dan bazar nanti tidak menuai kendala," ujarnya.

Dalam rencana, papar Arki, giat Ngamen Donasi untuk Musisi akan dilakukan di samping SPBU Kampal, jalan trans sulawesi. Sedangkan untuk acara bazar dilaksanakan di Waroenk Kopi Paste Kelurahan Kampal, Kota Parigi. "Acara bazar diselenggaran pada Rabu malam tanggal 18 bulan ini. Untuk menambah hidupnya suasana, acara bazar itu akan diisi live music oleh gabungan musisi musik modern terkait.

"Semoga lewat kegiatan ngamen dan bazar serta sedikit rupiah dari para dermawan, mampu memberangkatkan kami untuk tampil manggung di Provinsi Gorontalo," harap Arki. "Juara bukan tujuan utama dalam rencana ini. Bisa tampil di festival berskala besar itu merupakan misi utama kami," sambung ayah satu anak itu.


Reporter/Editor: Andi Sadam
-
Parigi Moutong, Sultengaktual.com- Keceakaan Lalulintas di ruas Palu-Parigi kembali menelan korban jiwa. Kali ini dua nyawa melayang akibat peristiwa di kilometer 8 arah Toboli itu.

Olah TKP Lakalantas di KM 8 Desa Toboli Barat
yang mengakibatkan korban meninggal 2 orang.
Foto Satlantas Polres Parigi Moutong
Dua korban meninggal dunia adalah Agustinus Petomu (44 tahun) yang mengemudi, dan Romi Petomu (13 tahun) sebagai penumpang. Sementara Arnolius Mojeje (40 tahun) penumpang lainnya kini berhadapan dengan penanganan medis akibat luka robek pada mulut dan dahi serta patah tulang paha.

Dikutip dari akun facebook Satuan Lalulintas Polres Parigi Moutong, kejadian nahas itu dipicu rem blong truk tangki pengangkut aspal berwarna hitam merah.

Dalam rilis Satlantas Polres Parigi Moutong, kronologi kejadian bermula dari mobil truk tengki merk Nissan DN 8903 VU yang dikemudikan Muhammad Hasbah (40 tahun) dan penumpangnya Fandi Ahmad (37 tahun), yang bergerak dari arah Palu menuju Parigi mengalami masalah pada sistem rem (rem blong) sehingga mobil hilang kendalai kemudian pengemudi mobil dan penumpang mobil tersebut melombat dari mobil. Akibatnya, truk itu bergerak ke lajur sebelah kanan sehingga menyeruduk mobil Toyota jenis Avanza DN 331 BD yang di kemudikan oleh Agustinus Petomu.

Sebab tidak bisa menghindar, Avanza hitam yang bergerak dari arah Parigi menuju Palu itu baku tabrak. Akibatnya, minibus tersebut terseret sejauh 20 meter dan rusak parah.

Kecelakaan itu menyebabkan seluruh pengemudi dan penumpang kedua kendaraan yang baku hantam mengalami luka-luka. Pengemudi Avanza Agustinus Petomu meninggal dunia di tempat kejadian sedangkan penumpangnya Arnolius Mojeje dan Romi Petomu dibawa ke RSUD Anuntaloko Parigi. Namun Romi Petomu meninggal dunia di rumah sakit tersebut.

Selain korban jiwa, taksasi kerugian meterial sebab tabrakan itu mencapai serartusan juta rupiah.

Sumber: Akun Facebook Satlantas Polres Parigi Moutong
Editor: Andi Sadam

-
Palu, Sultengaktual.com - Dua proyek peningkatan jalan yang ada dibawah naungan Dinas Bina Marga Dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, yakni peningkatan Jalan Pasir Putih (Bts. Kabupaten Parigi Moutong) - Basi Tolitoli dan peningkatan jalan Bilo - Tambun (Bts. Kota Tolitoli) diyakini bisa selesai dan tuntas pekerjaannya serta hasil pekerjaan yang kualitasnya terjaga akan rampung sesuai dengan jadwal waktunya sesuai kontrak.

ilustrasi
Hal ini dikatakan oleh Unan.S.ST selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan untuk dua paket proyek peningkatan itu saat ditemui diruangan kerjanya, di jalan Towua Palu, Sulawesi Tengah.

Kali ini pekerjaan yang ada diruas pintu masuk kabupaten Tolitoli yakni Pasir putih dan bilo - tambun akan dirampungkan pekerjaannya sesuai dengan waktunya, karena sampai sekarang saja rata rata progress kemajuan realisasi fisik pekerjaan dilapangan sangat baik dan terjaga sesuai dengan schedule perencanaan pada kalender pekerjaan, optimis itulah yang ada dibenak kami, jelas Unan.

Untuk Pekerjaan peningkatan Jalan Pasir putih yang biaya penganggarannya dari Dana Alokasi Umum (DAU 2019) Dengan Kontrak sebesar Rp 5 Miliard Lebih itu akan merealisasikan hasil akhir pekerjaan dengan hasil produk hot mix Ac Wc dengan panjang penanganan pekerjaan sepanjang 4 Kilometer.

Sementara itu, Unan juga menjelaskan secara rinci memgenai pekerjaan proyek peningkatan jalan Bilo - Tambun (bts Kota tolitoli) yang sumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus Penugasan ( DAK PENUGASAN) 2019 dengan anggaran pekerjaan yang dikontrak sebesar Rp. 26 Miliard lebih dengan hasil akhir pekerjaan hotmix Ac Wc, Urainya.

Dan Juga untuk pekerjaan peningkatan jalan bilo - tambun dikerjakan oleh perusahaan yang kami ketahui memiliki peralatan yang menunjang serta sarana fasilitas penunjang lainnya sehingga kami juga tetap yakin dan optimis untuk paket pekerjaan ini bisa terselesaikan sesuai dengan waktunya yang tertera dalam kontrak pekerjaan dan untuk kualitasnya kami jamin sesuai dengan apa yang tertera dalam dokumen kontrak, jelas Unan dengan senyum Optimis. CM
-

Parigi Moutong – Terpublisnya informasi laporan Amrullah Almahdali terhadap Abdul Chair ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Palu, masih ditanggapi “dingin” oleh terlapor yang kini menduduki bangku Ketua KPUD Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Abdul Chair
foto ilustrasi
Kepada Sultengaktual.com, Abdul Chair mengaku kalau ia belum mengetahui pasti soal substansi laporan Amrullah Almahdali.

“Sampai dengan saat ini saya belum mengetahui apa delik laporan beliau (Amrullah Almahdali),” jawab Abdul Chair menjawab pertanyaan Sultengaktual.com lewat chating whatsApp-nya, Rabu 7 Agustus 2019.

Abdul Chair pun berkomentar kalau belum pula memahami apa yang dimaksudkan dalam laporan yang menyebut foto-foto maupun rekonstruksi yang diajukan pelapor.

“Menyangkut foto-foto rekonstruksi, foto rekonstruksi apa saya belum mengetahuinya,” tulis Abul Chair via WA.

Seperti diketahui, pada Senin 5 Agustus 2019, tim dari Amrullah Almahdali mengantar laporan ke DKPP yang diterima staf Tim Pemeriksa Daerah (TPD) di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tengah.

Menurut staf TPD, Abdul Salim, berkas laporan yang dimasukkan ke Bawaslu itu dibawa oleh kurir dari Parigi, tanpa didampigi pelapor maupun kuasa hukum pelapor.

"Berkasnya saat kami terima, semuaya diperiksa terlebih dahulu oleh staf TDP Bawaslu. Adapun isi dari berkasnya yakni form laporan ke DKPP, print bukti percakapan via WhatApp (WA), print foto-foto rekonstruksi dan kronologis kejadian serta print KTP pelapor atas nama Amrullah Almahdali dan tiga saksi," urai Salim di kantor Bawaslu Sulteng.

Kata Salim, selain dalam bentuk print out, berkas tersebut juga ada dalam bentuk copy-an compact disc. Seluruh berkas ini akan diserahkan ke koordinator devisi Bawaslu Sulteng, yang kemudian diverivikasi dan diserahkan ke DKPP.

Reporter/Editor: Andi Sadam
- -

Parigi Moutong – I Putu Eddi Tangkas, adalah mantan Kepala Desa Purwosari menanggapi soal dugaan penyelwengan bantuan alat pertanian yang diperuntukan kelompok tani setempat.

I Putu Eddi Tangkas
foto istimewah
Kepada Sultengaktual.com bekas Kades tersebut membenarkan terjadinya proses sewa menyewa alat bantuan yang dianggarkan dari APBN itu. Dalihnya, keterbatasan dalam pengelolaan dijadikan dasar kelompok tani Sinar Harapan menyewakan alat pemotong padi pengadaan tahun 2015 tersebut.

“Karena setahun setelah pengadaan (2016), alat itu tidak mampu dioperasikan karena tidak ada mobil pengangkut. Itu sebabnya sehingga kelompok menyewakan ke pihak lain,” tulis Eddi Tangkas menjawab pertanyaan Sultengaktual.com via WhatsApp, Rabu 7 Agustus 2019.

Eddi Tangkas turut membenarkan adanya perjanjian tertanggal 6 Mei 2016 yang ia ketahui dan tandatangani disaat dirinya menjabat Kades Purwosari, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong.

Dalam lampiran surat perjanjian tersebut tertulis nama I Gede Pasek Sandiana sebagai pihak pertama. Tujuh orang pihak kedua, tiga saksi dan dibubuhi tanda tangan serta stempel desa. Pihak pertama sebagai yang menyerahkan dan pihak kedua sebagai penerima.

Menurut Eddi Tangkas, alat bantuan yang disewakan itu sudah kembali ke kelompok taninya.

Disinggung soal adanya bantuan susulan yang diduga ke sasaran yang sama, Eddi Tangkas menjawab kalau bantun itu berupa Unit Pengelolaan Jasa Alsintan (UPJA) tahun 2018.

“Kalau yang 2018 itu brigade dari dinas langsung ke UPJA,” tulis Eddi Tangkas dari WhatsApp-nya.

Adanya informasi soal sewa-menyewakan alat bantuan tersebut kata Eddi Tangkas diduga sebagai manuver politik yang difokuskan kepadanya.

Seperti diketahui bahwa dugaan “merentalkan” bantuan pemerintah itu kini sedang dalam penanganan Aparat Penegak Hukum (APH). Baca: Banyak Kasus Dilidik Jaksa di Parigi Moutong. Dalam penanganannya kasus dugaan penyelewengan bantuan alat pertanian dari pemerintah.

Reporter/Editor: Andi Sadam
-
Parigi Moutong-  Meski berada dalam Rumah Tahanan (Rutan) Olaya, Kabupaten Parigi Moutong, Amrullah Almahdali tatap 'mengejar' Abdul Chair yang kini sebagai ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Parigi Moutong.

Abdul Salim ketika menerima berkas laporan
Amrullah Almahdali di kantor Bawaslu Sulteng,
Senin 5 Agustus 2019. Foto: Istimewah 
Dari dalam sel, Amrullah dikabarkan melaporkan Abdul Chair ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Palu.

Laporan Amrullah itu diterima staf Tim Pemeriksa Daerah (TPD), Abdul Salim di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin 5 Agustus 2019.

Menurut Salim, berkas laporan yang dimasukkan ke Bawaslu itu dibawa oleh kurir dari Parigi, tanpa didampigi pelapor maupun kuasa hukum pelapor.

"Berkasnya saat kami terima, semuaya diperiksa terlebih dahulu oleh staf TDP Bawaslu. Adapun isi dari berkasnya yakni form laporan ke DKPP, print bukti percakapan via WhatApp (WA), print foto-foto rekonstruksi dan kronologis kejadian serta print KTP pelapor atas nama Amrullah Almahdali dan tiga saksi," urai Salim di kantor Bawaslu Sulteng.

Kata Salim, selain dalam bentuk print out, berkas tersebut juga ada dalam bentuk copy-an compact disc. Seluruh berkas ini akan diserahkan ke koordinator devisi Bawaslu Sulteng, yang kemudian diverivikasi dan diserahkan ke DKPP.

Pantauan media ini, pelapor juga membawa satu paket berkas ke Ketua KPU Sulteng,  yang juga diterim oleh staf,  dan diperiksa secara teliti oleh staf di KPU.  

Reporter/Editor: Andi Sadam
- -