Pilih Menu

Slider





KOTA




SULTENG


POLITIK


HUKUM




SULAWESI


EDUKASI


Parigi, Sultengaktual.com Puluhan wartawan membuat dan menyerahkan petisi kepada Sekretaris Daerah Parigi Moutong. Petisi tersebut terkait somasi yang dilayangkan salah seorang oknum pejabat di lingkup Pemerintahan Daerah setempat.

Petisi yang memuat pernyataan sikap, itu sedikitnya ditandatangani 25 jurnalis yang berkarir di Parigi Moutong. Petisi itu diserahkan perwakilan jurnalis, Bambang, kepada Sekda Parigi Moutong, Zulfinasran. 

Dalam pernyataan terbuka itu, para wartawan menyatakan, tindakan yang ditunjukan oknum pejabat dengan melakukan somasi terhadap produk jurnalistik berupa artikel pemberitaan, menunjukan ketidaksiapannya terhadap fungsi kontrol atas tugas, kewenangan dan kewajibannya dari seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat Negara. 
Bambang, Perwakilan    Jurnalis Parigi Moutong Yang menyerahkan Petisi
Kepada Sekda Parigi Moutong, Zulfinasran, S.STP ( Foto : Istimewa )

"Terlebih dilakukan kepada wartawan yang menjalankan tugasnya berdasarkan Undang-Undang yang berlaku," kata Bambang mengutip isi petisi. 
Menurutnya, kebebasan Pers di Indonesia lahir setelah orde baru tumbang pada 1998 dan munculnya pasal 28 F UUD 1945, melalui amandemen kedua, yang menyebutkan 'Setiap orang berhak berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan mengungkapkan segala jenis saluran yang tersedia.

"Kebebasan Pers ini kemudian ditegaskan lagi melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers," ujar Bambang. 

Bambang berkata, sesama profesi dari berbagai perusahaan Pers, mereka terpanggil dan bersimpati atas persoalan yang dihadapi Abd. Latif Noho, jurnalis yang disomasi Sekretaris Badan Kesbangpol Parigi Moutong Syamsu Nadjamudin. "Sehingga, kami meminta kepada Bupati Parigi Moutong supaya bertindak dan memberikan keadilan kepada teman kami," ucap Bambang. 

Sekda Parigi Moutong, Zulfinasran yang menerima petisi berjanji akan secepatnya menyampaikan petisi tersebut kepada bupati. Katanya, untuk memberi tanggapan dia tidak memiliki kapasitas. 

"Petisi sudah saya terima, dan akan saya sampaikan secepatnya kepada bupati dan wakil bupati. Untuk memberi tanggapan, mohon maaf, saya tidak berkapasitas," ungkap Zulfinasran. 

Petisi itu tidak hanya ditujukan ke bupati parigi moutong, tapi juga ditembuskan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Parigi Moutong, Kejaksaan Negeri Parigi Moutong, dan Polres Parigi Moutong.*** Pers Release___Dadank
- -


Palu, sultengaktual.com -Pekerjaan Proyek preservasi Jalan Ampana-Balingara-Bunta-Pangimana yang melekat di Satuan Kerja PJN III BPJN XIV Sulteng Terus memacu pelaksanaan pekerjaan dilapangan meski terbilang cuaca akhir akhir ini sangat ekstrim dengan tingginya intensitas curah hujan.

Kontraktor Pelaksana PT Elim Jaya Pratama asal Kota Air Luwuk, Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah itu tetap konsisten dan komitmen dalam melaksanakan kelanjutan pekerjaan untuk dituntaskan.

Meskipun pada beberapa bulan lalu, ketika banjir menghantam lokasi pekerjaan, sebagian besar material yang siap digunakan di lapangan hanyut terbawa. Dan adanya kerusakan kerusakan sedikit tetapi sudah dilakukan perbaikan.

Pelaksanaan Pekerjaan dilapangan Terus dilakukan oleh PT Elim Jaya Pratama, yang rata rata progres terbesarnya berada pada pekerjaan struktur.

Kondisi Cuaca yang intensitas hujan tinggi ini, tidak mengkendurkan tanggung jawab dilapangan, meskipun hujan, para pekerja dilapangan selalu siap dengan mengerjakan pekerjaan lainnya selain mengerjakan struktur box culvert.

"Pengerjaan struktur yang rata rata berada pada titik titik saluran air, tentu saja terhambat dikarenakan faktor cuaca, jadi menunggu cuaca cerah baru dilakukan pengecoran" Ungkap Iim Tjane selaku PPK saat ditemui diruangannya.

Ditambahkannya juga bahwa " pekerjaan pengecoran berbeda dengan pengaspalan, jika pekerjaan pengaspalan bisa dilakukan setelah hujan turun, kalau pengerjaan pengecoran harus benar benar cuaca cerah", Tambahnya.

Beberapa waktu lalu saja, ketika pelaksana akan bersiap melakukan pengecoran, tiba tiba terhambat dikarenakan adanya banjir akibat hujan deras di sekitar sungai Tobelombang, tetapi struktur pekerjaan yang terhambat waktu itu sudah selesai di lakukan pengecoran, Tambah Iim Tjane.

Di kesempatan Lainnya, Viktor selaku pelaksana pada pekerjaan di ruas ini menuturkan bahwa Sebagai pelaksana harus bertanggung jawab dalam menuntaskan pekerjaan, sehingga aktivitas dilapangan terus berlangsung sambil melihat kondisi cuaca yang terjadi, Intinya kami tetap action untuk menuntaskan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab. RB





- - -

Palu, sultengaktual.com
Tingginya Intensitas hujan akhir akhir ini yang mengguyur Provinsi Sulawesi Tengah memberikan Dampak Bencana Banjir dan longsor dibeberapa wilayah.

Olehnya Itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika stasiun Meterologi Palu, memberikan warning bahwa dengan tingginya curah hujan bisa memberikan potensi dampak bencana alam yang diakibatkan cuaca.

Terbukti, dengan intensitas hujan yang tinggi tersebut, pada hari Jumat 10 september 2021 kemarin, dalam sehari itu, ruas daerah kebun kopi terjadi 3 titik longsoran dengan waktu yang berbeda.

Di kilometer 42 dan kilometer 44 ruas kebun kopi Palu, di wilayah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah terjadi longsoran pada jam 08.00 Wit, Dimana lonsoran ini terjadi sehingga menutup badan jalan, sehingga aktivitas kendaraan lalu lintas sempat terhenti sekitar dua jam.

Sigapnya Pihak instansi terkait dalam hal ini Balai Jalan BPJN XIV sulteng langsung membersihkan puing puing longsoran di badan jalan. "Dengan menggunakan alat berat yang selalu standbye di ruas jalan tersebut sehingga tidak memerlukan waktu yang lama, masyarakat pengendara langsung melintas dengan normal seperti biasanya", Ujar Erwin salah Masyarakat yang sempat tertahan perjalanannya akibat longsor yang terjadi.

Selang beberapa jam kemudian, setelah arus lalulintas kembali lancar, tiba tiba longsor terjadi lagi di ruas yang sama pada kilometer 23 sekitar jam 12.00 Wit.

Longsoran yang terjadi di titik ini juga sempat memberikan dampak arus lalulintas terhenti beberapa jam.
"Longsor yang terjadi ini mengakibatkan perjalanan kami terhambat, karena tujuan kami ke kota Palu hendak melakukan Sedikit aktivitas, Tetapi apa mau dikata, namanya juga bencana, tidak ada yang ketahui dan tidak bisa dihindari" Ujar Rasyid di tengah antrian kendaraan yang sedang menunggu aktivitas alat berat yang membersihkan puing longsoran.

Setelah kejadian Longsoran di kilometer 23 bisa tertangani, aktivitas lalulintas normal kembali.

Tetapi, di sore Hari, sekitar Pukul 18.00 Wit tepatnya dikilometer 35 longsor terjadi kembali, seperti longsor sebelumnya, longsor kali ini tidak memerlukan waktu yang lama melumpuhkan arus lalulintas, Setelah Dikerjakan oleh Pihak terkait membersihkan puing longsoran, lalulintas kembali normal seperti biasanya.

"Alhamdulillah, Kejadian longsor di tiga titik tersebut bisa tertangani dengan cepat dan kejadiqn longsir itu tidak memakan korban jiwa" Ujar salah Satu Staff Balai Jalan BPJN XIV Sulteng.

Menurut informasi yang dikumpulkan, Kejadian Longsoran di sekitar wilayah kebun kopi dan sekitarnya merupakan kejadian bencana yang sering terjadi bahkan bisa dikatakan sudah menjadi 'Langganan' di ruas ini, hanya saja titik titik yang terjadi longsoran tidak pasti adanya.

Kejadian kejadian longsor yang ada di pastikan akibat suatu dampak yang berawal dari tingginya intensitas hujan yang terjadi, sehingga gesekan gesekan erosi atas permukaan tanah memberikan suatu gerakan yang mengakibatkan longsor.

Bukan hanya itu saja, menurut salah satu sumber menuturkan "kalau kejadian longsor di titik titik ruas yang ada di sekitar kebun kopi pada umumnya terjadi dikarenakan Intensitas hujan yang tinggi atau faktor cuaca musim penghujan dan ada juga hasil uji mengenai kondisi kontur tanah yang bisa dikatakan labil diakibatkan struktur area wilayah, yang mana tanahnya jika ada getaran sedikit saja, atau dampak getaran bisa memberikan pergerakan kondisi tanah".

"Karena perlu diketahui, wilayah tersebut atau kota Palu dan beberapa wilayah lainnya biasa terjadi gempa. Dampak atas getaran itu, jika getaran gempa yang terjadi bisa sampai pada titik titik potensi longsor diatas, maka secara otomatis bisa memberikan dampak yang berakibat terjadinya pergerakan atas kondisi serta kontur tanah yang ada", Urainya sambil meminta untuk tidak menyebutkan identitasnya.

Jika kita menilik kejadian beberapa hari terakhir ini diakibatkan tingginya Intensitas hujan yang mengguyur beberapa wilayah di Sulawesi Tengah, terdapat beberapa titik wilayah yang terjadi banjir serta longsor.

Seperti Banjir Bandang yang terjadi di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah pada Akhir Agustus Lalu.

Selang Beberapa Hari Kemudian, Karena intensitas hujan yang masih tinggi, wilayah Tersebut (Desa Rogo - Red) Kembali diterjang banjir, tepatnya pada Hari minggu 5 September 2021 Lalu.

Dengan Kejadian faktor Cuaca dan kejadian Alam, Pada tahun Lalu juga tepatnya 14 september 2020, dengan intensitas hujan yang tinggi, Desa Rogo pernah diterjang banjir bandang juga.

Karena banjir itu, ratusan hektar areal persawahan dan perkebunan warga mengalami kerusakan.

Selain Peristiwa bencana alam diatas yang diakibatkan tingginya Curah hujan, Ruas jalan Trans Palu - Palolo tepatnya di Desa Sigimpu Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah pada jumat pekan lalu (3 september 2021) terjadi longsor yang mengakibatkan arus lalulintas sempat lumpuh sekitar 13 jam.

Alhasil, Sigapnya Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Tengah yang mengerahkan 2 alat beratnya untuk melakukan pembersihan puing longsoran dengan dibantu Pihak pihak lainnya, maka jalan yang lumpuh total saat itu kembali normal di hari sabtu 4 september 2021, Seperti yang Diungkapkan Oleh Ir. Ronny Korompot selaku PPTK pemeliharaan Rutin Jalan Untuk Wilayah Kabupaten Sigi, Pada Dinas Bina Marga Sulawesi Tengah.

Bukan Itu Saja, Tingginya curah hujan yang terjadi, memberikan dampak juga pada Ruas Jalan Nasional Yang menghubungkan Kabupaten Poso Dan Kabupaten Tojo Unauna Provinsi Sulawesi Tengah sempat terputus hingga berjam jam yang mengakibatkan lumpunya Arus lalulintas di titik ruas tersebut.

Lumpuhnya Arus Lalulintas tersebut dikarenakan Putusnya Badan Jalan Di Posisi Sungai Podi Kabupaten Tojo Unauna.

Arus lalulintas ini kembali normal setelah Pihak BPJN XIV sulteng menangani dengan cepat atas kondisi terputusnya ruas jalan Tersebut.
___RB

- - -


Palu, sultengaktual.com-PT Cahaya Mitra Nusantara merupakan perusahaan penyedia jasa yang ditahun anggaran 2021 ini menangani pekerjaan pada Proyek Paket preservasi ruas jalan Pangimana - Biak- Dalam Kota Luwuk - Batui diarea PJN III Sulteng yang melekat di kementerian PUPERA bagian Bina Marga yang dibawahi oleh BPJN XIV Sulteng.

Pekerjaan Yang dikontrakkan Pada Januari 2021 lalu ini selain menangani rutin jalan dan penunjang holding serta rutin lainnya yang tertera dalam kontrak, terdapat juga pekerjaan pembuatan Box Culvert

Dengan panjang jalan yang dikontrakkan pada kegiatan preservasi Rutin sepanjang 126,9 KM sampai saat ini masih dalam tahap dikerjakan.

Adapun pekerjaan itu antara lain pekerjaan preservasi pemeliharaan rutin jalan dengan panjang 126,9 KM, Pekerjaan penunjang Holding dengan panjang penanganan 2,8 KM, pekerjaan preservasi rutin jembatan sepanjang 651 Meter, Pekerjaan Preservasi Jembatan dengan panjang 35,40 Meter serta pekerjaan penanganan Drainase, trotoar dan juga fasilitas keselamatan Jalan.

Selain pekerjaan pekerjaan diatas yang dikontrakkan, terdapat juga pekerjaan pembuatan 1 buah Box Culvert dengan panjang bentangan 6 meter.

PPK 3.3 PJN III BPJN XIV SULTENG Dian Krisna Aditya ST. MT Ketika Ditemui di ruang Kerjanya Menjelaskan Bahwa selain pekerjaan pekerjaan yang sudah disebutkan diatas, Pihak rekanan juga melakukan pemeliharaan rutin jalan dengan Patching menggunakan CPHMA.

Pekerjaan Drainase serta Susunan Batu Mortar dilapangan berjalan terus, mengingat cuaca yang sekarang ini kurang bersahabat, olehnya kita selaku pengguna bersama rekan penyedia jasa terus memacu kenaikan progress bobot pekerjaan dilapangan, Ujarnya.

Meskipun secara Grafik kenaikan bobot volume dan pencapaian target realisasi belum tersentuh secara maksimal dari perencanaan kemajuan pekerjaan, kami yakin hal tersebut bisa teratasi, kita optimis, bisa keluar dari hal tersebut, guna mencapai presentase yang sudah ditargetkan, ujar Aditya.

Jikapun pada nantinya terdapat kendala ataupun hambatan dalam pekerjaan sehingga untuk mencapai realisasi target belum tercapai sehingga mengakibatkan deviasi minus atas hasil dilapangan, maka SOP dalam aturan main yang ada di perproyekan pun tetap berjalan, seperti melakukan Tahapan SCM ( Show Coast Meeting) atas pekerjaan tersebut. Jelasnya.

Hal itu dilakukan jika memang pada faktanya proses pekerjaan dilapangan mengharuskan langkah tersebut harus diberlakukan, sehingga pencapaian atas kekurangan progress bobot pekerjaan akan meningkat dan bisa terkendali pelaksanaannya baik dari segi mutu kualitas pekerjaan dan sesuai dengan batasan waktu kontrak, Urai Aditya.

Meskipun sisa waktu pelaksanaan masih terbilang sekitar 5 bulan lagi sampai akhir Desember, tetapi kami selaku pengguna tetap memacu penyedia agar melakukan pekerjaan sesuai dengan rencana rencana atas program yang sudah ditentukan, karena banyaknya pertimbangan yang kita pikirkan sehingga bobot progres tercapai dan ritme pekerjaan dilapangan terjaga step by step hingga tuntasnya pekerjaan, Jelasnya.

"Optimis pekerjaan Bisa Tuntas dengan sisa waktu yang Ada" Sampai sampai saya selaku PPK standbye terus dilapangan memantau langsung proses pengerjaan, Kata Aditya.

Di ruas ini Juga, terdapat pekerjaan Padat Karya Tunai yang wajib melibatkan Masyarakat sekitar, yang merupakan program Nasional dari kementerian PUPERA dalam melakukan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), disaat wabah Covid19 Melanda.

Dalam melaksanakan pekerjaan yang sedang berjalan ini, Untuk ketersediaan Material, sangat optimis bagi kami, karena diruas pekerjaan ini, ketersediaan material tetap ada. Dan bentuk administrasi dalam penanganan pemenuhan Material kami memiliki dokumen yang lengkap.

Dengan Menjaga ritme kerjaan di lapangan dan fokus pada kenaikan bobot volume, Aditya kembali mengulangi pernyataannya, ' Bahwa kami selaku pihak Pengguna merasa optimis jika pekerjaan yang dikontrakkan bisa terselesaikan sesuai dengan batas waktu yang sudah ditetapkan dalam dokumen kontrak atas paket pekerjaan tersebut Dengan Tetap Menerapkan Prokes yang dianjurkan karena adanya wabah pandemi Covid19. @RB
- -
Viktor H : "Menuntaskan Pekerjaan Sesuai waktunya Merupakan Harapan Kami, semoga Cuaca Dilapangan Terus Bersahabat. Bahkan Para Pekerja di proyek, kami Berikan Ruang Atas Hak Privat Mereka, dengan Memberikan Libur Kerja Di Sabtu Dan Minggu untuk Keluarganya"

Palu, Sultengaktual.com - PT Elim Jaya Pratama ( EJP) merupakan perusahaan penyedia jasa yang ditahun anggaran 2021 ini menangani pekerjaan pada Proyek Paket preservasi ruas jalan Beteleme - Tompira - Kolonodale - Bahonsuai - Bungku diarea PJN III Sulteng yang melekat di kementerian PUPERA bagian Bina Marga yang dibawahi oleh BPJN XIV Sulteng.

Pekerjaan Yang dikontrakkan Pada Februari 2021 lalu ini selain menangani rutin jalan dan rekon jalan serta rutin lainnya yang tertera dalam kontrak, terdapat juga pekerjaan penggantian jembatan di ruas tersebut.

Dengan panjang jalan yang dikontrakkan sampai saat ini masih dalam tahap dikerjakan. Adapun pekerjaan itu antara lain pekerjaan rehabilitasi rutin jembatan dan juga penggantian beberapa jembatan pengaspalan, pengecetan jembatan dan pekerjaan rabbat beton, hal ini bisa menaikkan progress pekerjaan dilapangan, sembari menunggu item pekerjaan selanjutnya, Ujar Pengusaha Muda Dari Kota Air, Luwuk kabupaten Banggai

Pada Pemeliharaan rutin jembatan, item pekerjaan yang dilakukan merupakan pembersihan dan pengecetan jembatan, hal ini merupakan ketentuan falam kontrak yang harus dikerjakan. sementara pekerjaan pemeliharaan rutin jalan sampai sekarang ini sudah action juga, sehingga progres bobot volume pekerjaan yang kami lakukan tetap terjaga sesuai dengan rencana jadwal kerja.

Dalam melaksanakan pekerjaan yang dikontrakkan pada ruas tersebut yang dibawahi langsung oleh PPK 3.6 PJN III BPJN XIV Sulteng, sedang berjalan dilapangan. Untuk ketersediaan Material, sangat optimis bagi kami, karena diruas pekerjaan ini, ketersediaan material tetap ada. Dan bentuk administrasi dalam penanganan pemenuhan Material kami memiliki dokumen yang lengkap.

Dengan Menjaga ritme kerjaan di lapangan dan fokus pada kenaikan bobot volume, kami selaku pihak pelaksana merasa optimis jika pekerjaan yang dikontrakkan pada kami bisa terjaga dan terselesaikan sesuai dengan batas waktu yang sudah ditetapkan dalam dokumen kontrak atas paket pekerjaan tersebut.
( Foto2 Diatas Ilustrasi----  @Rb
- -


Palu, sultengaktual.com Puluhan orang Massa Aksi yang mengatasnamakan dari Forum Masyarakat Penyelamat Uang Negara (Formatur), mendatangi kantor Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Sulawesi Tengah, untuk berunjuk rasa, pada Kamis 3 Juni 2021.

Aksi unjuk rasa itu dilakukan lantaran dalam satu tahun terakhir telah meresahkan dunia jasa konstruksi di Sulteng. Sinyalemen kuat dan aroma busuk dan diduga telah terjadi kongkalikong dalam pelaksanaan tender konstruksi yang mengakibatkan terjadi pelanggaran persaingan usaha.

Modus kongkalikong itu dengan penawaran terendah hingga 40 persen oleh pihak pelaksana atau kontraktor selaku penawar yang mengakibatkan menurunnya kualitas pekerjaan jasa konstruksi.
Maka indikasi puluhan bahkan ratusan miliar paket proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara teknis dikerjakan secara amburadul. Terindikasi tidak sesuai besaran teknis dan jauh dari pagu anggaran yang seharusnya.

“Mekanisme dibangun diduga atas dasar kongkalikong ini telah mematikan kemampuan daya saing pengusaha lokal,” tegas koordinator lapangan (Korlap), Mudin usai orasi.
Persekongkolan dalam tender tersebut diduga kuat melalui praktik – praktik kesepakatan jahat, baik tertulis maupun tidak tertulis. Di mana praktik ini mencakup jangkauan perilaku yang luas, antara lain usaha produksi dan atau distribusi. Kegiatan asosiasi perdagangan, penetapan harga, dan manipulasi lelang atau kolusi dalam tender. Indikasi ini terjadi melalui kesepakatan antar pelaku usaha, antar pemilik pekerjaan dengan BP2JK.

Dugaan praktik atau persekongkolan jahat dalam tender tersebut, bertujuan untuk membatasi pesaing lain yang potensial untuk berusaha dalam pasar bersangkutan dengan cara menentukan pemenang tender.

“Kami menduga persekongkolan tersebut terjadi di setiap tahapan proses tender, mulai dari perencanaan hingga penetapan pemenang tender,” tandas Imam Safaat, salah seorang massa aksi.
Ia menegaskan, kondisi ini sangat memperihatinkan. Di tengah negara sedang mengalami krisis dan melemahnya ekonomi pasca pandemi, anggaran negara dipermainkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di lingkaran pejabat tekhnis BP2JK Sulteng.

Akibatnya, banyak pekerjaan yang tidak terlaksana sesuai jadwal dan kualitas. Banyak sekali pekerjaan daerah mangkrak yang berakibat pada kerugian negara dan rendahnya kualitas pembangunan daerah di Sulteng.

Hal itu pula berakibat pada lambannya proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Banyak sekali pembangunan yang seharusnya selesai menjadi tertunda. Sehingga dugaan permainan kotor BP2JK Sulteng ini berdampak luas pada pengungsi di Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala).

Imam meminta Aparat Penegak Hukum (APH), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng dan Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng mengusut tuntas dugaan – dugaan praktik dan aroma busuk di BP2JK Sulteng ini. Menyeret oknum – oknum di BP2JK dan oknum kontraktor yang terindikasi menyelewengkan uang negara.

Korlap Mudin kembali menandaskan bahwa patut diduga kongkalikong ini telah terindikasi merugikan keuangan negara dan sarat dengan praktik korupsi.
Oleh karena itu, tegas Mudin, mereka atas nama Formatur menyatakan tuntutan sikap, pertama segera bekukan sementara Kantor BP2JK Sulawesi Tengah. Dua usut tuntas dugaan kongkalikong dan Korupsi tender proyek di BP2JK.

Tiga mendesak aparat hukum memeriksa Kepala BP2JK atas dugaan pengurangan kualitas proyek melalui penawaran terendah 20 – 40 persen yang mengakibatkan banyak proyek mangkrak. Dan keempat mendesak BP2JK berkoordinasi aktif dengan Pemerintah Sulawesi Tengah.

Saat unjuk rasa berlangsung, sempat terjadi bentrok kecil antara massa pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian dan pegawai BP2JK lantaran massa aksi menyegel kantor tersebut dengan spanduk bertuliskan “Kantor ini Disegel Sementara”.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pijar Sulteng, Rully Hadju mengapresiasi aksi unjuk ras yang dilakukan puluhan massa dari Formatur. Menurutnya, aksi itu sangat wajar dilakukan dalam konteks sosial kontrol penggunaan uang rakyat dalam bentuk APBN.

Ia juga meminta, pihak BP2JK sebaiknya banyak berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawasi Tengah. Sebab, meskipun BP2JK lembaga vertikal Kementrian PUPR, wilayah kerjanya berada di Sulteng. Apalagi hal ini menyangkut pekerjaan konstruksi yang merupakan hajat hidup masyarakat di Sulteng.

“Harusnya mereka lebih banyak berkoordinasi dengan Gubernur Sulawesi Tengah terkait dengan wilayah – wilayah proyek yang ditender,” katanya.

Tujuannya, sebut Rully, azas manfaat dan kelayakan proyek konstruksi tersebut bagi masyarakat Sulteng. Sejauh ini ia melihat bahwa BP2JK dan lembaga – lembaga vertikal lainnya yang ada di Sulteng belum kelihatan koordinasi, komunikasi, dan kerja samanya dengan Pemprov dalam hal ini Gubernur Sulteng.

“Gubernur adalah kepala daerah, pemilik wilayah, maka beliau sangat mengetahui dan memahami kondisi wilayah dan masyarakatnya, terutama sumber daya pelaku usaha jasa konstruksi lokal,” tutur Rully. *Yud_Trlogi

- -
Palu, sultengaktual.com
Beberapa titik ruas pekerjaan jalan rusak yang dikerjakan oleh PT Vertikal Tiara Manunggal pada tahun anggaran 2019 lalu mulai dibenahi.
 
Pekerjaan yang bersumber dari APBN Murni itu merupakan pekerjaan kontrak reguler 2019 pada ruas Tinombo - Sinei - Ampibabo - Toboli provinsi Sulawesi Tengah yang melekat pada PJN II Sulteng BPJN XIV sulteng yang hasil pelaksanaannya sudah di PHO dan saat ini masih dalam rentang waktu pemeliharaan sampai dengan Desember 2021 nanti.

Masa Pemeliharaan itu sampai Desember 2021 nanti, dan Kontraktor Pelaksana berkewajiban memperbaiki kerusakan kerusakan yang terjadi selama pekerjaan itu dalam masa pemeliharaan, ujar Salah satu staf PPK.2.2 PJN II Sulteng ketika ditemui di kantornya seputaran Zebra Kota Palu.

Sementara Itu, Ir Penil Dicky PPK 2.2 PJN sulteng, Membenarkan Kalo ruas jalan rusak dibeberapa titik atas pekerjaan kontrak 2019 lalu yang dikerjakan oleh PT.VTM sedang dibenahi dan action dilapangan. mengingat kondisi cuaca yang ada, sehingga pelaksana mengerjakan pembenahan memperbaiki kerusakan dilapangan secara bertahap.

Ditambahkan juga, bahwa perbaikan atas pekerjaan yang rusak itu merupakan kewajiban dari kontraktor pelaksana disepanjang waktu pemeliharaan yang sudah ditentukan, sambil menambahkan bahwa pelaksana membenahi kerusakan dilapangan secara bertahap dan rencananya jika cuaca mendukung akan melakukan pengaspalan pada perbaikan tersebut di bulan Agustus nanti, Urai Ir.Penil Dicky.

Selain Itu, untuk menuntaskan kerjaan dilapangan, pihak pelaksana dalam melakukan perbaikan pekerjaan dimasa pemeliharaan ini, melakukan investigasi kembali atas titik titik mana saja yang harus ditangani sehingga semuanya tertangani dalam perbaikan, ujar salah satu pekerja dari pihak pelaksana. __RB
- -
Anwar Hafid : Raihlah Predikat Taqwa Pasca Ramadhan


"Bulan Suci Ramadhan, Tidak Saja sebagai Bulan Ampunan, Tetapi Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan yang menempa manusia menjadi mahluk Allah SWT yang berjiwa sosial dalam prilaku kesehariannya, dan juga taat pada ketentuanNYA,  Dan semua yang dilakoni merupakan tindakan ikhlas karena Allah SWT termasuk jika menjadi pemimpin harus Amanah dan tidak merugikan Rakyat yang dipimpinnya dalam bentuk apa saja,". 


Termasuk yang sekarang ini lagi trend soal Bansos dikarenakan kondisi dan situasi saat sekarang ini dengan kucuran kucuran bantuan akibat pandemi covid19 serta kucuran bantuan langsung akibat terdampak bencana alam, Demikian penggalan Khutbah Anwar Hafid ketika shalat Idul Fitri 1442 hijriyah di masjid Agung Baiturahim Lolu, Kota Palu, provinsi Sulawesi Tengah


Terdapat beberapa Ciri Ciri pemimpin yang lolos memperoleh predikat taqwa pasca Ramadhan Yaitu makin memperbaiki kualitas sumpah dan janjinya kepada Allah dan rakyatnya. ‘’Termasuk diri kita sendiri akan dimintai tanggung jawab selama ini memimpin diri sendiri,’’ ujar politisi Partai Demokrat itu yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Kabupaten Morowali dua Periode.


AH dalam Road Show Safari Ramadhan baru baru ini, menyempatkan berbuka puasa dengan kader kader konstituante yang terjadwalkan di Area Daerah pemilihan guna tetap menjaga jalinan silahturahmi dan secara langsung menjajaki keluhan yang ada juga hambatan apa yang terjadi ditengah kehidupan masyarakat langsung,yang tentunya sesuai dengan bidang kerja dari AH sendiri yakni Komisi II DPR RI dicarikan solusi dan format design dalam penyelesaiannya.


Dengan Bertindak memberikan Khutbah di shalat Idul Fitri 1442 H baru baru ini, merupakan suatu Kesempatan berharga yang Disyukuri, karena Hal itu adalah Rezeki dan juga Amanah dalam melakukan Dakwah, ungkap AH.


Seperti diketahui, Sebelumnya Juga, Ketua Umum Partai Demokrat AHY Menghadiri langsung Kegiatan Silaturahmi Ulama, temu kader media gathering dan buka puasa yang Diadakan Langsung Oleh DPD Partai Demokrat Sulteng.

Salah satu tujuan kegiatan ini, agar Para toko Agama dan para pemimpin harus dekat, harus bersatu dalam membangun dan menyelesaikan setiap masalah yang ada di Negeri ini. 

Pada kegiatan ini, Partai Demokrat menghadirkan para toko Agama dari 12 Kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tengah. Ini adalah salah satu gerakan kami dalam menjaga dan membangkitkan kembali budaya persatuan, kesatuan serta kebersamaan kita, tanpa ada perbedaan demi keadilan dan kesejahteraan Bangsa ini.

Pada kesempatan Hari Raya Lebaran Idul Fitri 1442 H ini, Melakukan kewajiban sebagai umat untuk saling memaafkan merupakan hal yang lazim dalam melakukan silahturahmi.

Merayakan Hari Raya Idul fitri Ditengah tengah lingkungan keluarga terdekat bahkan masyarakat sosial sekitarnya memberikan makna yang memiliki Arti tersendiri bagi AH.

Dengan melakukan silahturahmi bersama dengan teman teman waktu di bangku sekolah dulu semakin memberikan arti bahwa keakraban itu tidak akan pernah luntur seiring waktu dan bertambahnya usia. Canda tawa serta kisah suka duka seakan top trending pembicaraan di moment pertemuan itu meski terselip diskusi diskusi kecil yang memiliki makna besar dipertemuan silahturahmi itu.

Meluangkan waktu dengan mengendarai sepeda motor menghampiri kenalan dan juga masyarakat di perkebunan sawit membuktikan bahwa Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah itu adalah sosok figur yang Low Profile.


Road safari ramadhan hingga silahturahmi di Hari raya Idul Fitri yang dilakukan AH merupakan suatu agenda dalam menjalankan arti suatu Amanah sebagai Wakil Rakyat Sulawesi Tengah Di DPR RI Dan sebagai pemimpin Partai Politik yang melekat di AH sebagai ketua DPD Demokrat.

Demokrat berkoalisi dengan rakyat,
Harapan rakyat perjuangan demokrat.
Muda adalah kekuatan
. 'RB'
 *MultySumber
Foto: Dok. AH

- -
Palu, sultengaktual.com - Proyek Paket preservasi ruas jalan Beteleme - Tompira - Bahonsuai - Bungku Tuntas dikerjakan sesuai dengan Batasan Waktu yang diberikan Terhadap Pekerjaan yang melekat di kementerian PUPERA bagian Bina Marga yang dibawahi oleh BPJN XIV Sulteng.

Paket pekerjaan yang berbandrol anggarann APBN Murni dengan nilai Kontrak 49.130.936.000 Ini berada pada satuan kerja PJN III sulawesi tengah dibawah tanggung jawab Pejabat pembuat komitmen ( PPK 3.6) dilaksanakan oleh PT Mentawa Karyatama Sejati sebagai pemenang lelang atas paket pekerjaan tersebut.

Perusahaan Yang syarat akan pengalaman dari Timur Sulawesi Tengah itu berkeyakinan bahwa pekerjaan diruas yang ditangani sepanjang 20 KM  Tinggal menunggu pihak Dari PPK dan Satker Pada BPJN XIV Sulteng untuk melakukan Proses PHO,  Di pekerjaan tersebut yang penyelesaian pekerjaan sesuai dengan batasan waktu kontrak yang ada, Meskipun kami disaat pelaksanaan mengalami hambatan hambatan, tapi akhirnya pekerjaan itu bisa juga dituntaskan sesuai waktunya, Ungkap Haris selaku GS dari pihak pelaksana.

Meskipun Disaat awal awal pelaksanaan pekerjaan ini, dan diawal tahun 2020 lalu pandemi atas wabah sebaran covid19 terjadi, tetapi pelaksanaan dilapangan tetap saja dilaksanakan dan sudah pasti mengacu pada protokoler kesehatan yang berlaku, jelas Haris selaku General superintendent pada pekerjaan yang dinahkodai putri dari pengusaha sukses Murad Husein.

Haris merincikan juga, bahwa pada pekerjaan penanganan jalan yang dikontrakkan sepanjang 20 KM itu, sampai saat ini sudah terealisasi hingga tuntas, sampai penyelesaian Marka Jalan serta Bahu jalan.

" Pekerjaan Dilapangan sudah tuntas semuanya, termasuk penyelesaian marka jalan dan bahu jalan. Alhamdulillah kami bisa tuntaskan pekerjaan ini, karena sudah Tanggung jawab kami menyelesaikan hingga tuntas, Ujar Haris, selalu General Superintendent/ Kepala proyek dari pelaksana PT Mentawa Karyatama Sejati, melalui Telepon Selular.

Selain pekerjaan pengaspalan yang sudah selesai dikerjakan, pekerjaan Pemeliharaan rutin jembatan sudah juga dilakukan pembersihan dan pengecetan jembatan serta pekerjan lainnya, hal ini merupakan ketentuan dalam kontrak yang harus dikerjakan. sementara pekerjaan pemeliharaan rutin jalan juga selesai dikerjakan, Tambah Haris, sambil menambahkan hal ini tidak bisa dipungkiri semua atas dukungan masyarakat setempat.

Sesuai arahan dan aturan yang ada, pekerjaan pekerjaan yang ada dan terdampak langsung akibat pandemi covid19 telah terjadi refocusing anggaran.
refocusing dimaksud yakni pemotongan anggaran nilai kontrak pada pekerjaan yang berlangsung dengan nilai yang dibayarkan ditahun berjalan Pada 2020 lalu pas waktu kontrak dan pada tahun mata anggaran berikutnya di tahun 2021 ini, contohnya seperti nilai kontrak kami sebesar 49 miliard lebih baru akan diselesaikan di anggaran tahun 2020 kurang lebih 12 miliard dan sisanya atas anggaran tersebut telah rampung diselesaikan tahun ini jelas Haris.

Seperti diketahui di ruas ini, pihak pelaksana PT Mentawa tersebut merupakan pelaksana proyek yang di anggaran 2019 lalu juga menjadi pelaksana setelah memenangkan proses lelang atas pekerjan anggaran 2019 lalu. RB
- - -
Eko Prasetyo: "Alhamdulillah, Pelaksanaan Dilapangan Tuntas, Meski Kendala Sering saja Terjadi, Tetapi bisa Terlewati serta Teratasi"

 
Palu, Sultengaktual.com  -
Tuntasnya pelaksanaan Proyek pekerjaan Rehabilitasi dan Rekontruksi infrastruktur jalan dan jembatan yang dikerjakan oleh PT Wasco – Sarana KSO, merupakan paket pekerjaan untuk penanganan kondisi jalan yang rusak akibat gempa bumi di kota palu dan sekitarnya pada september 2018 silam, Suatu Hasil Nilai Plus Atas penanganan perbaikan, pemeliharan serta peningkatan pada Sarana infrastruktur yang mengalami dampak.

Paket pekerjaan yang melekat pada satuan kerja PJN I BPJN XIV Palu itu dibiayai langsung melalui Dana WINRIP IBRD Loan dengan kontrak pelaksanaan waktu pekerjaan selama 390 hari kalender yang di sahkan lewat kontrak no 02-52/02-WINRIP-RR/RB/A/8043/11-19.

Secara umum, Paket pekerjaan Proyek ini melakukan penanganan dilapangan sepanjang 29,43 kilometer yang meliputi Palupi – Bangga – Simoro sepanjang 18,88 kilometer, Akses huntap Pombewe 4,09 kilometer. meliputi rekontruksi jalan yang rusak dengan tipikal bervariasi sepanjang 200 – 600 meter per titik, kontruksi saluran drainase, dan lintas saluran air/cros, serta pembuatan Box Culvert di beberapa titik yang semuanya Bermuara pada Design yang ada.

Proses pekerjaan dilapangan yang dilakukan oleh pihak penyedia terdiri atas scope scope pekerjaan sebagai berikut. Palupi – Bangga scope pekerjaan Major Rehabilitation, Bangga – Simoro scope pekerjaan Major Rehabilitation, Kalukubula – Kalawara scope pekerjaan Recontruction, Biromaru – Palolo scope pekerjaan Recontruction, Jalan Akses Huntap scope pekerjaan Recontruction, Jembatan Akses Huntap scope pekerjaan Recontruction.

Dalam pelaksanaannya, ada beberapa ruas jalan kabupaten yg ditangani langsung. Seperti ruas jalan yang dekat pasar arah lokasi Huntap, untuk pekerjaan jalan ini dikatakan jalan akses Huntap, proses pekerjaan untuk itu tidak ada masalah karena jalan ini terdampak atas kejadian bencana gempa yang lalu, sedangkan yang lain seperti  Palu – Kulawi, Palupi – Bangga dan Simoro itu tidak menerus, karena hanya spot – spot saja berdasarkan titik titik yang sudah direncanakan penanganannya.

Hingga sekarang ini, proses pekerjaan yang sudah tuntas itu. Pada pelaksanaannya di masing masing ruas terus dilakukan seperti pada ruas biromaru - palolo pada akhir maret 2020 diawal awal pelaksanaannya dilakukan LPA untuk kemudian dilanjutkan pekerjaan pengaspalan, ujar Eko Prasetyo selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada paket Penanganan Pekerjaan Pasca Bencana itu.

Dalam Pelaksanaannya, Pada proyek ini terjadi penambahan anggaran dalam pemenuhan hasil audit world bank sebagai founding yang memberikan Anggaran, Tambah Eko, Sambil merincikan ada beberapa item pekerjaan yang juga ditambahkan.

Disaat waktu pelaksanaan, jika yang namanya kendala pastilah ada. Utamanya kendala yang benar benar memberikan pengaruh besar yakni dengan terjadinya Wabah Pandemi Atas Dampak covid19 yang menyebabkan tingkat kesulitan dalam pemenuhan jumlah tenaga kerja dengan jumlah besar dalan rangka mengikuti protokol covid19. Tambah Eko.

Dan Bukan hanya pada persoalan Dampak atas Covid19 saja yang utama, pada Ruas ini saja, sering ditimpa bencana alam. Saat awal dilaksanakan kontrak pelaksanaan pekerjaan ini, di areal titik titik lokasi, kurang lebih telah terjadi 8 kali kejadian bencana, seperti bencana banjir bandang yang menyebabkan akses terputus, sehingga proses pelaksanaan dilapangan jug mengalami kendala dalam penanganan pekerjaan.

Hal yang luar biasa atas wabah pandemi Dampak covid19 menyebabkan keterlambatan pengiriman tenaga dan juga material yang memang hal itu diadakan dari luar sulawesi, dalam hal ini Kota Palu, Rincinya.

Seiring waktu pelaksanaan serta melihat tuntasnya pekerjaan di lapangan secara langsung memberikan dampak yang begitu jelas dngan keterkaitannya terhadap kelancaran arus lalulintas pengguna jalan. secara aktivitasnya pada penggunaan hasil pekerjaan tersebut baik dalam keuangan dan barang, yang sangat di harapkan bisa memberikan implikasi terhadap arus peningkatan ekonomi masyarakat, Papar Eko.

Prinsipnya dalam hal tersebut, Kami bekerja secara maksimal yang merupakan tanggung jawab, dengan tujuan, kalau kami bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan diruas ruas jalan tersebut merupakan suatu agenda pelaksanaan dalam memperbaiki kondisi Badan Jalan serta lainnya dan juga untuk memberikan kelancaran arus lalu lintas , dengan fokus pada titik titik yg rusak parah pada daerah itu yang sangat besar atas dampak musibah Gempa Bumi 7,4 SR saat 28 september 2018 silam.
Atas Hal tersebut, salah satu Outcome ekonomi masyarakat dapat kembali membaik dan berangsur normal sedia kalanya, Jelas Eko Prasetyo.

Langkah langka proaktif yang dilakukan saat pelaksanaan di lapangan, meskipun wabah Pandemi Virus Corona atau Covid 19 melanda sebagian besar negara negara di dunia termasuk Indonesia, pihak penyedia masih saja tetap melakukan action dengan menerapkan protokoler Kesehatan, dan juga menjaga sterilnya area kerja.

Pihak penyedia juga tetap peduli akan lingkungan sekitarnya, apalagi dengan pandemi Covid 19 yang sangat mengancam kesehatan. Tidak tanggung tanggung dan sebagai bentuk peduli terhadap lingkungan dan menjaga kesehatan bersama, pihak penyedia melakukab penyemprotan Disinfektan untuk mematikan virus corona di Base Camp penyedia serta melakukan savety Area lokasi. RB
- - -

'Masyarakat yang berdomisili diseputar areal proyek begitu antusias dan Puas Dengan Pola Padat Karya'

Palu,sultengaktual.com -  Bentuk kerja Redimensi Parsial badan Sungai akan dipastikan terbukti untuk dapat menormalkan aliran Sungai saat banjir datang dan mencegah kerugian penduduk akibat kerusakan harta benda.
melalui Proyek River Improvment And Sediment Control In Paneki River di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Pekerjaan di  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS), Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) telah mengalami kemajuan serta peningkatan bobot progress pekerjaan yang signifikan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Iwan, selaku Project Manager PT Karya Pembangunan Rezky selaku Rekanan pelaksana atas proyek tersebut sekaligus mewakili pihak PPK Sungai dan Pantai II, dan Kasatker PJSA WS. Palu – Lariang, WS. Parigi – Poso, WS. Kaluku -Karama Provinsi Sulawesi Tengah,

Iwan menguraikan bahwa perbaikan dan pengendali sedimen badan Sungai Paneki, dengan output pekerjaan meliputi pekerjaan saluran dengan panjang 3.380 meter, dan 1 bangunan Consolidation Dam serta normalisasi dengan melakukan pengerukan material sedimen pada dasar sungai akibat adanya limpasan sedimen dari hulu Sungai Paneki saat terjadinya bencana banjir pada dua tahun lalu.

“Jadi pembangunan badan sungai itu di desain dengan lebar bawah 10 meter, lebar atas 14 meter dan kedalaman 4 meter. Untuk Revetment atau dinding sungai akan menggunakan campuran beton K -175, sambil menambahkan bahwa pelaksanaan proyek yang melintasi Desa Langaleso dan desa Kabobona, Kecamatan Sigi Biromaru akan dirampungkan pada mei 2021 ini sesuai rencana.

Salah satu teknik metode kerja dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas sungai dari debit banjir sebelumnya. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan meninggikan tanggul sungai di kedua sisi.

Sementara pada setiap dinding sungai itu, nantinya akan dipasangkan pipa suling sebagi jalur untuk ketika ada air tanah yang naik, maka air tersebut akan keluar melalui pipa suling dan dibuang ke sungai. Selain itu juga padapelaksanaan normalisasi sungai tersebut, turut dibangun jalan inspeksi sejauh 2.520 meter pada sisi kiri dan kanan sungai dengan lebar jalan 3 meter dengan kontruksi perkerasan batuan kerikil.

kegiatan pekerjaan ini merupakan proyek yang dibiayai dari pinjaman atau Hibah luar Negeri (PHLN) LOAN JICA dengan kontrak tahun jamak atau Multi Year Contract (MYC) tahun anggaran 2020-2021.

Salah satu program dari kementerian, yakni Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN) Maka Pada kegiatan proyek River Improvement and Sediment Control in Paneki River , di Kabupaten Sigi, turut serta melibatkan sejumlah warga setempat melalui program padat karya Non-Rutin, melalui Hari orang Kerja (HOK) atau dengan kata lain masyarakat sekitar lokasi pekerjaan dilibatkan langsung dengan pola pemberian upah diberikan setiap minggu.

Masyarakat sekitar lokasi pekerjaan proyek yang masuk bekerja dalam kegiatan padat karya berjumlah sekitar 60 orang lebih. Dengan cara kerja yang dilakukan melakukan pengumpulan batu, serta melakukan Bekisting yakni melakukan pengecoran lewat Mal yang juga dibantu oleh peralatan yang ada.

melibatkan secara langsung warga masyarakat setempat pada proyek itu agar membuka lapangan kerja bagi masyarakat, terutama mereka yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan tetap akibat bencana alam dan pandemi Covid-19. Dan tak ketinggalan juga, dilapangan, protokoler kesehatan tetap dijalankan, wabah pandemi covid 19 belum berlalu, sehingga protokoler kesehatan tetap dijalankan, ujar iwan.

“Program Padat Karya ini melibatkan sekitar 60 puluhan orang warga lokal di dua desa, termasuk tenaga kerja terampil tukang. Diharapkan manfaatnya dapat langsung memberikan kontribusi pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Disamping itu juga, pihak pelaksana dalam penyediaan Material dilapangan didukung penuh oleh Nusa Jaya Grup. Bukan itu saja, masyarakat sekitar lokasi proyek juga sangat bersyukur dengan dilibatkan langsung dalam pelaksanaannya melalui Program Padat Karya. @RB-Multysumber

- -

Palu, Sultengaktual.com - Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Abadi Talise melalui Kepanitian yang dibentuk, melaksanakan pemungutan suara untuk memilih ketua LPM Abadi Talise periode 2021 - 2024.

Helatan Berdemokrasi di lingkup Kelurahan Talise kecamatan Mantikulore itu dilaksanakan pada sabtu 10 April 2021 bertempat di Baruga Kantor Kelurahan Talise.

Di pemungutan suara pada pemilihan ketua LPM ini, menurut Ketua Penyelenggara Pemungutan Suara, Abd Rasyid, M.Pd yang di wakili oleh sekretarisnya, Suparman, M.Kom menguraikan Bahwa proses pemilihan ini merupakan suatu agenda atas kerja kerja LPM Abadi Talise, Olehnya itu kepanitian dibentuk dan segera merumuskan Hal Hal Mengenai kesiapan dan kelengkapan terlaksananya Helatan Demokrasi ini.

Selain merumuskan serta menjalankan tahapan tahapan kerja panitia dan penyelenggara, sinergitas unit kerja pun rampung sampai skema administrasi penerimaan calon,menetapkan calon tertuang dalam berita acara kegiatan ini, Ujar Aco sapaan akrab Suparman.

Adapun, Hak pilih pada prosesi ini adalah semua masyarakat di kelurahan Talise dengan bukti diri membawa serta memperlihatkan KTP Asli masyarakat yang bertempat tinggal di kelurahan Talise.

Rapi Mekanisme Kerja dan Alur cross check data penduduk yang menjadi pemilih dilakukan secara seksama dengan penuh tanggung jawab, tambah Aco.

Masyarakat talise yang memilih kandidat calon ketua ini juga menerapkan pola pola tata pemihan secara umum yang sering digunakan oleh Lembaga KPU.

Dengan Hasil Administrasi calon ketua yang Maju berhasil di putuskan 5 kandidat calon ketua, sesuai dengan nomor urut masing masing Kandidat.

Kandidat yang terdiri dari 5 calon itu adalah, Mantan Ketua LPM yang juga pernah menjadi Anggota Legislatif kota palu periode 2014 - 2019 berada pada nomor urut 1 atas Nama Moh. Rum, SH., MH. kemudian Kandidat calon ketua nomor urut 2 yakni DR.Ubay Harun, S.Ag., MSi , lalu kandidat nomor urut 3 Ada Muh. Iqbal SH., MH, kemudian Di nomor urut 4 ada Gufran dan di posisi nomor urut 5 ada Agus Salim, SE.

Seiring proses tahapan pemungutan suara ini, Gufran sebagai salah satu kandidat calon ketua ternyata di pertengahan proses ini,mengambil sikap untuk mundur dari pencalonan. Dengan mundurnya kandidat nomor 4, sama sekali tidak mempengaruhi tahapan pelaksanaan pemungutan suara dan proses kerja kerja kepanitiaan yang ada, Jelas Aco.

bukan itu saja, Pantauan Langsung sultengaktual.com dilokasi pemungutan suara, Antusiasnya Para Pemilih yang merupakan anggota masyarakat setempat begitu besar. Hal ini dibuktikan dengan Padatnya Meja Panitia Yang bertugas di pendataan akurat berdasarkan Areal lokasi dengan pembagian Administrasi per RW.

Dari pendataan itulah para pemilih dianggap lengkap adminitrasi, yang kemudian mendapatkan kertas suara untuk di coblos di bilik suara.

Anggota masyarakat yang datang menggunakan hak pilih sesuai pengelompokkan area Per RW itupun diberikan batas waktu sampai pukul 13.00, lewat dari waktu yang sudah ditentukan , maka pihak panitia tidak melayaninya lagi.

Sesuai Rekapitulasi data administrasi oleh panitia pemungutan suara, pengelompokkan jumlah masyarakat yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 1.419 orang, dengan rincian, Masyarakat dari area RW 1 sebanyak 106 orang, RW 2 sebanyak 490 orang, RW 3 sebanyak 362 orang, RW 4 sebanyak 327 orang, RW 5 sebanyak 97 orang dan RW 6 sebanyak 36 orang.

Setelah Proses pencoblosan dilakukan, pihak panitia melakukan Break Ishoma selama kurang lebih satu jam, setelah itu melanjutkan agenda penghitungan hasil suara.

Diperhitungan hasil perolehan suara sangat alot, Muh Rum, SH.MH dengan nomor urut 1 yang juga pernah menjabat sebagai Ketua LPM Harus mengakui Keunggulan Agus Salim, SE dengan perolehan selisih 54 suara.

Agus Salim, sosok muda yang akan konsisten dan komit atas program kerja yang sesuai dengan visi misinya meraih 485 suara, sedangkan Muh Rum harus puas dengan 431 suara.

Ubay Harun nomor urut 2 dengan 193 suara, disusul oleh Muh. Iqbal nomor urut 3 memperoleh 136 suara.

meskipun sudah mundur dari pencalonan, Gufran nomor urut 4 memperoleh 3 suara dan, Lubis 19 suara.

Dari keseluruhan jumlah suara sah itu, masih ada juga suara batal sebanyak 160 suara. Hitungan ini sah dan sudah di berita acarakan dengan disaksikan masing masing saksi dari para kandidat peserta pemilihan Ketua LPM Abadi Talise, tambah Suparman, M.Kom.

Disela sela Perhitungan Total perolehan Suara, Risdianto Bachmid, SH yang juga Mantan Lurah Talise, sangat mengapresiasi atas helatan yang dilakukan oleh LPM Abadi Talise.
"Sangat sangat Demokratis prosesnya, ini tidak lepas dari kerja kerja penyelenggara yang sangat sarat pengalaman serta mampu memberikan edukasi politik di lingkungan areal kita sendiri, secara pribadi saya bangga dengan hasil penyelengaraan yang baru saja kita saksikan bersama, disitulah demokratisnya, nilainya sangat mulia dan kita pertahankan Ritme yang sudah ada" Ungkapnya.

Dan untuk Kandidat yang terpilih, untuk segera melakukan langkah langkah maksimal dalam menjalankan Lembaga tersebut, Raih dan buktikan apa keinginan masyarakat atas cita cita bersama. Segera lakukan sinergitas kemitraan dan seluruh unsur terkait atas cara cara kerja dalam mewujudkan Visi Misi dengan mengkombinasikan apa yang harus lebih dahulu diperbuat, Sukses Buat Ketua Terpilih, Ujar Risdianto.  @RB






- -
Arfan : Kualitas Pekerjaan Yang Utama, Ini Komitmen Dalam Menjaga Mutu Hasil Proyek

Buol, sultengaktual.com - Pemerintah Kabupaten Buol, melalui Instansi terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) terus memacu dalam meningkatkan infrastruktur pelayanan publik dengan menata kondisi ruas ruas jalan yang ada di daerah ujung utara provinsi sulawesi tengah itu.

Ditahun anggaran 2021 ini, pihak PU Buol tetap berkomitmen melanjutkan program atas pembangunan Daerah Buol. Ditahun ini, meski Wabah pandemi covid19 masih melanda, komitmen melanjutkan pembangunan tetap saja terlaksana.
          Arfan Arifin, ST MT
Dengan pos anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang diperuntukan kelanjutan program penanganan masalah jalan, sudah mulai terlaksana.

Dinas PU Kabupaten Buol, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Arfan Arifin, ST MT menguraikan bahwa, program pembangunan dalam bidang kebinamargaan tetap berlanjut dengan beban anggaran dari pos DAK dan DBH ditahun 2021 sudah mulai berjalan, dan sekarang ini, yang sudah action adalah pekerjaan yang beban pos anggaran Dari DAK.

Dengan Anggaran sebesar 25 Miliar lebih sudah mulai berjalan setelah melewati proses lelang dan sudah berkontrak dengan output pekerjaan melakukan peningkatan serta pemeliharaan kondisi jalan dengan tujuan utama fungsi jalan menjadi layak sebagai sarana fasilitas yang diperuntukkan oleh masyarakat pengguna.

Dengan Mayor Item pekerjaan yang dilaksanakan semuanya AC-WC dan Lapisan Penetrasi (Lapen), karena pekerjaan ini bersifat peningkatan serta pemeliharaan, Kata Arfan.

Dalam pelaksanaannya, Kami selaku pengguna sangat yakin jika kualitas pekerjaan itu bisa terjaga pada akhirnya, karena rata rata pihak rekanan yang mengerjakan disaat proses lelangnya juga menorehkan penawaran yang rata rata masih tahapan kewajaran dengan menurunkan harga penawaran tidak lebih dari 15 persen atas HPS yang ada.

Bagaimanapun juga, kualitas pekerjaan akan kami kedepankan dalam pengelolaan anggaran tersebut, dan sebaran sebaran titik pekerjaan itu smentara untuk beberapa daerah yakni peningkatan kondisi jalan di jalan Desa Tayadun - Desa Poongan, Desa Bokat - Desa Kodolagon serta proses pengerjaan Lapen di ruas lainnya.

Diproses lelang baru baru ini juga, pantauan yang kami lihat, rekanan rekanan pesertanya ada yang dari luar wilayah buol dan rekanan lokal juga, tapi itu bukan suatu alasan rekanan dari mana, karena proses lelang adalah proses lelang yang terbuka buat siapa saja yang memenuhi syarat sesuai aturan dan di proses oleh Pokja yang ada tanpa campur tangan dari pihak manapun, termasuk pihak instansi terkait, jelas Arfan.

Dalam pelaksanaannya dilapangan, saat pandemi covid19 sekarang ini yang masih mewabah, menjalankan protokoler kesehatan tetap ditekankan untuk selalu dijalankan di lapangan, karena ini merupakan suatu keharusan di era New Normal dan juga untuk memutus mata rantai penyebarannya. RB




- - -

Jakarta, Sultengaktual.com – Ridwan Kamil Yang juga Gubernur provinsi Jawa Barat mengunjungi Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) Artha Graha Peduli (AGP) di kawasan Ancol Jakarta, Awal pekan baru baru ini.

Kang Emil sapaan akrabnya, mengapresiasi atas pendirian Rumkitlap untuk merawat pasien Covid-19 yang hingga kini menjadi tempat vaksinasi warga.

“Ini contoh yang bagus yang akan saya copy paste untuk di daerah Bandung,,” puji Kang Emil.

Kang Emil menyebutkan, keterlibatan para pihak pihak pengusaha bisa dipastikan akan mempercepat program pemberian vaksinasi dengan memfasilitasi vaksinasi ini adalah kegiatan yang akan dilakukan di Jawa barat.

Pemerintah juga menyadari bahwa tanpa keterlibatan pihak swasta akan sulit atau tidak bisa maksimal memacu jumlah yang divaksin. Maka perlu semua sektor untuk berpartisipasi menangani Covidp-19 hingga mendukung vaksinasi kepada warga.

“Pihak swasta lainnya seperti kelompok kelompok pengusaha, bisa mencontohi atas langkah yang dilakukan oleh Pak Tomy Winata melalui salah satu program kerjanya dengan terlibat aktif mendukung penanganan Covid-19 hingga melaksanakan vaksinasi kepada warga,” pintanya.

Kang Emil disambut oleh pendiri AGP Tomy Winata yang menjelaskan sejarah Rumkitlap yang pertama di kawasan SCBD Jakarta lalu pindah ke Ancol.

Pada awalnya Rumkitlap ini dipersiapkan untuk kesiapan bencana alam lengkap dengan pelatihan kepada tenaga medis sebelum wabah Corona terjadi. Namun tiba-tiba terjadi wabah Corona yang kemudian menjadi Rumkitlap untuk pasien Covid-19.

“Di ruang ini, sudah lebih 70 ribu pasien Covid ditangani,” kata Tomy Winata kepada Kang Emil di bawah tenda raksasa.

beberapa kejadian kejadian Bencana alam yang terjadi di Indonesia, perusahaan dari pengusaha TW panggilan Khas Tommy Winata mengambil posisi dengan keterlibatan langsung dilapangan area kejadian bencana alam, mulai dari bencana Tsunami Aceh lalu, Gempa bumi Lombok, Gempa Di Sulawesi Barat dan Bencana bumi yang karakter kejadiannya lengkap di Sulawesi Tengah, dengan pusat Kota Palu sampai berdampak ke kabupaten Parigi Moutong, serta Kabupaten Donggala.

Karakter lengkapnya kejadian bencana alam yang terjadi di kota palu 2018 silam yakni gempa bumi dengan kekuatan 7.4 SR, Terpaan Tsunami serta pergerakan tanah dengan istilah Likuifaqsi.

Di kejadian bencana alam 2018 silam, pihak AGP tidak tanggung tanggung memobilisasi bantuan untuk para pengungsi serta korban dampak atas bencana alam.

Dengan sebaran posko posko kecil sebagai media informasi guna disampaikan langsung ke posko besar yang saat itu memakai gedung instansi di bilangan seputar jalur dua kota palu. Walhasil, masyarakat sangat mengenal dekat dengan nama ARTHA GRAHA PEDULI, dikarenakan masyarakat sangat tersentuh atas langkah nyata yang dilakukan oleh AGP.  @RB(Rilis by Spyanto)
- -