Pilih Menu

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

Palu,sultengaktual.com - PT Widya Rahmat Karya, Kontraktor pelaksana untuk pekerjaan Penanganan Longsoran pada Ruas Jalan Mepanga - Tinombo Pada PJN II Sulteng Balai Pembangunan Jalan Nasional Sulawesi Tengah ( BPJN XIV SULTENG) Terus memacu pekerjaan di Ruasnya agar selesai pada waktu yang sudah di tentukan.

Pekerjaan yang dikontrakkan pada akhir Desember 2020 lalu ini akan berakhir pada Desember 2021 ini, yang mestinya selesai pada oktober ini.

Hal tersebut Dikarenakan ada ketambahan pekerjaan, maka waktunya diberi ketambahan juga sampai pada Desember 2021, sesuai dengan Dokumen Adendum kontrak yang ada.

Kontraktor Pelaksana yang menangani paket kontrak tersebut, dalam klausul kontraknya mengerjakan tiga item pekerjaan utama yakni, bangunan revetment ( Susunan Conblock kubus dengan ukuran 80 x 80), Pembuatan Box culvert tiga (3) buah serta pelebaran jalan dengan panjang 300 meter.

Pembuatan Bangunan Revetment itu, merupakan suatu metode pekerjaan yang hasilnya nanti bisa melindungi badan jalan dari air laut.

Tujuannya yakni untuk mencegah terjadinya kerusakan pada jalan nasional trans sulawesi yang dikarenakan oleh Arus dan Gelombang Air Laut.

Pola pengerjaan Bangunan revetment ini juga dengan menyusun conblock yang dimaksud dengan pertama pada lapisan dasarnya atau permukaan bawahnya digunakan Geotextile.

Bangunan Revetment ini di bangun sepanjang 680 meter dengan penggunaan ribuan conblock sesuai dengan yang termaktub pada Dokumen Kontrak.

Sedangkan pada pekerjaan pelebaran jalan, pihak pelaksana melakukan pelebaran jalan sepanjang 300 meter.

Mengenai progress dilapangan, pelaksana sisa sedikit lagi menyelesaikan pekerjaannya, dan waktu pelaksanaan juga jika dibilang masih ada. 

Meskipun ada ketambahan pekerjaan dan volumenya, pihak pelaksana PT WRK dan pihak PPK 2.1 optimis pekerjaan akan tuntas sesuai dengan waktunya.@RB







- - -

PERS mempunyai peranan penting dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mengembangkan pendapat umum, dengan menyampaikan informasi yang tepat, akurat dan benar. Penegasan UU Nomor 40 Tahun 1999, tentang tugas pers tersebut, belum dipahami secara baik oleh para pihak.

Jaminan terhadap kebebasan pers memiliki hubungan sebab akibat (kausalitas) dengan perlindungan wartawan. Tak ada gunanya ada kemerdekaan pers, tapi wartawan tidak merdeka dalam melakukan pekerjaan dan kegiatan jurnalistik sesuai tuntutan profesinya.

Selain itu, kemerdekaan pers hadir dalam rangka agar wartawan dalam menjalankan pekerjaannya adalah untuk memenuhi hak atas informasi (right to information) dan hak untuk tahu (right to know), kepada masyarakat.

Pers berperan penting untuk memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. Sebagai konsekuensinya, melalui pers, rakyat berhak mengetahui informasi yang berkaitan dengan publik. Berdasarkan hal ini, melalui pers, masyarakat berhak tahu, apa yang dilakukan para pejabat publik dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Saat ini mulai muncul sikap pejabat yang hanya melayani wawancara dari wartawan bersertifikat kompetensi dan media terverifikasi dari Dewan Pers. Beberapa wartawan juga mengalami penolakan karena medianya belum terverifikasi oleh Dewan Pers.  

Sikap para pejabat yang menolak melayani permintaan wawancara dengan dua alasan tersebut, bertentangan dengan UU 40 1999 tentang pers, bahwa pers mempunyai peranan penting dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mengembangkan pendapat umum, dengan menyampaikan informasi yang tepat, akurat dan benar. 

Sikap para pejabat ini juga bertentangan dengan semangat kemerdekaan pers, yang hadir dalam rangka menjalankan pekerjaannya untuk memenuhi hak atas informasi (right to information) dan hak untuk tahu (right to know), kepada masyarakat.

Sikap pejabat yang menolak melayani wawancara, hanya karena wartawan tidak bersertifikat kompetensi dan medianya tidak terverifikasi Dewan Pers, adalah sikap dan tindakan yang membungkam kemerdekaan pers. 

  1. Tidak ada peraturan Dewan Pers, yang menyatakan hanya wartawan bersertifikat dan media terverfikasi Dewan Pers yang boleh menjalankan wawancara kepada pejabat, karena itu para pejabat di daerah tidak boleh membuat aturan yang bertentangan dengan semangat kebebasan pers.  

  2. Pernyataan dan sikap pejabat yang hanya menerima wartawan bersertifkat dari media terverifikasi Dewan Pers adalah sikap yang bias industri.  Sikap ini memasung kebebasan pers dan mengabaikan keberadaan citizen journalism pers mahasiswa dll, sebagai wadah menyalurkan pendapat yang dijamin undang-undang

  3. Media yang tidak tersertifikasi bukan berarti secara konten bermasalah. Banyak yang media yang tidak terferivikasi Dewan Pers, karya jurnalistiknya  lebih berkualitas.  Sebaliknya, media yang sudah bersertifikasi belum tentu secara konten berkualitas. Atau sudah professional dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya. 

  4. Jurnalis bersertifikat kompetensi bukan jaminan yang bersangkutan bersikap professional dan mampu melahirkan karya jurnalistik yang baik. Banyak contoh, jurnalis bersertifikat namun karya jurnalistiknya tidak lebih baik dari jurnalis yang tidak mengantongi sertifikasi dari Dewan Pers.

  5. Saya  meminta pejabat untuk tidak menjadikan dua hal tersebut sebagai alasan menolak permintaan wawancara dari wartawan

  6. Para pihak yang terlibat dalam sengketa pemberitaan, harus menempuh mekanisme jurnalistik, seperti hak jawab, hak koreksi dan lain-lain, termasuk membawa kasusnya ke Dewan Pers.

  7. Kepada media-media untuk memperbaiki kualitas jurnalistiknya. Menyajikan berita dengan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik dan kode prilaku. 


Rilis, 

Palu, 10 Oktober 2021

Yardin Hasan

Ketua AJI Palu

- - -

Palu, Sultengaktual.com - Balai Pelaksana Permukiman Wilayah (BP2W) Sulawesi Tengah, menuntaskan program Sanitasi Perdesaan Padat Karya Tahun 2021 di sulawesi tengah.

Program Sanitasi Perdesaan padat karya  dijalankan oleh pihak BP2W sulteng yang langsung pengelolaannya sepenuhnya dilakukan pihak masyarakat, karena program ini merupakan program padat karya yang secara langsung dikelola oleh masyakat.

Program yang langsung dikelola masyarakat ini merupakan suatu program kerja Kementerian PU PERA dalam mengantisipasi tingkat kesejahteraan langsung masyarakat yang berdampak dikarenakan wabah pandemi Covid 19.

PPK Sanitasi di BP2W Sulteng, Ishak C., ST MT mewakili Kabalai BP2W sulteng, menguraikan, Bahwa Secara umum, program sanitasi perdesaan padat karya 2021 ini berfikus pada penyediaan sarana air limbah domestik dan persampahan permukiman khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di lingkungan area desa tertinggal.

Dijelaskan juga Bahwa kegiatan ini  termasuk kegiatan program guna

pemberdayaan masyarakat marginal miskin yang bersifat produktif berdasarkan pemanfaatan sumber daya alam, tenaga kerja dan teknologi lokal dalam rangka mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendapatan dan menurunkan angka Stunting, jelas Ishak.

Untuk disulawesi tengah, yang kami tangani melalui pemberdayaan langsung ke masyarakat pada program ini dilaksanakan pada 2 kabupaten di sulawesi tengah, yakni 24 lokasi di kabupaten morowali yang tersebar di 20 desa, dan 24 lokasi di kabupaten sigi juga tersebar pada 20 desa.

Secara umum, program sanitasi perdesaan padat karya 2021 ini, untuk perluasan akses sanitasi dengan menyediakan sarana prasarana sanitasi yang berkualitas dan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan untuk meningkatkan sumber daya air dan lingkungan. 

Dan juga,dari tujuan diatas agar bisa meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan sanitasi dan promosi prilaku hidup bersih dan sehat( PHBS) bagi masyarakat.

Bukan itu saja, Ishak menguraikan bahwa program ini juga menciptakan lapangan pekerjaan sementara yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi warga setempat.

Tentu saja program ini diciptakan dengan sasaran yang sesuai, yakni pada desa yang angka stunting tinggi, desa yang memiliki BABS tinggi serta desa yang memiliki masyarakat berpenghasilan rendah(MBR), terutama pada desa desa tertinggal dan desa berkembang.

Sedangkan untuk ruang lingkup pada program ini pada pengelolaan air limbah domestik dengan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat ( SPALD-S)

Dari hal hal diatas itu, Ishak juga menguraikan bahwa pendekatan pendekatan yang dilakukan pada tercapainya tujuan program ini adalah mendorong keberpihakan pada masyarakat berpenghasilan rendah(MBR), mendorong keterlibatan masyarakat, mendorong inisiatif masyarakat dengan iklim terbuka, meningkatkan keswadayaan masyarakat serta menguatkan kapasitas masyarakat.

Didalam pelaksanaannya, program sanitasi ini membuat sarana prasarana yang sudah digariskan dalam kerangka pencapaian maksud atas out come dari hal tersebut, yakni berupa Toilet individu, yang termasuk dalam pembuatannya yakni, bangunan ruang toilet, Toilet leher angsa, tangki septik dan bidang resapan atas Toilet itu, papar Ishak. @RB



- -

Palu, sultengaktual.com - Keysha, Gadis Cilik Dengan Usia 6 tahun mendapatkan suatu kesempatan emas untuk mencetak Prestasi secara Tingkat Nasional dengan menjadi Duta Wakil Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Dalam Ajang Grand Model Indonesia 2021 di Jakarta dalam waktu dekat ini.

Prestasi yang didapatkan oleh gadis cilik yang merupakan pelajar siswi kelas 1 SD ini terbilang sangat memukau.

sejak masih berusia 4 tahun, dirinya sudah mengikuti berbagai event kegiatan modeling show dikota palu dan sekitarnya.

Gadis cilik imut itu merupakan Putri pertama dari pasangan Moh. Rio Riolo, S.KOM dan Tiara Yulianti Putri, S.KOM, MM mengawali karir modeling show pada Lomba Contest Dancow IA.

Tiara, sapaan Lengkap Ibu dari Gadis Cilik yang bernama Lengkap Keysha Hestia Azzalea merincikan event event contest yang diikuti gadis cilik imut cantiknya.

Setelah contest Dancow IA, Keysha kembali mengikuti Family Gathering Bank Mandiri, lomba Mayoret Pandu Music, Palu Fashion Contest Himokami Production, Rinci Tiara.

Berawal dari kontes kontes yang diikuti itu, kami sebagai posisi orang tua sangat sangat mensupport atas talenta serra bakat yang ada pada anak kami. Jelasnya.

Dengan support dukungan, kami pun mengikutkan Keysha ke lomba lomba contes yang ada guna memberikan ruang atas dirinya dalam mengembangkan talenta bakat dan hobby Anak kami.

Keberhasilan Keysha sebagai Duta wakil Sulteng dalam Acara Grand model Indonesia 2021 ini, bermula dari event sebelumnya yang pernah keysha ikuti. 

ketika pendaftaran dibuka, kami mendaftarkan dirinya. beberapa tahapan pun diikuti keysha, sampai pada puncaknya, Kesha terpilih dan dinobatkan sebagai duta wakil sulteng pada ajang acara tingkat nasional itu, pada kategori mini miss umur 5 sampai 7 tahun, jelas Tiara dengan Bangga.

Dikesempatan lainnya pada sela sela acara puncak penobatan siapakah wakil sulteng dari gadis cilik di kategori mini miss usia 5 Tahun sampai 7 tahun, beberapa penonton, sebut saja Jihan sudah memastikan kalau Kesha bisa maksimal dalam penampilannya dan bisa menjadi pemenang untuk mewakili sulteng di kelas kategorinya pada Grand model indonesia, ungkap Jihan di sela kegiatan berlangsung.

Presiksi yang sama juga terlontar dari Yayu salah satu pengunjung yang menyaksikan kegiatan tersebut. " Bisa dipastikan Keysha bisa mendapatkan hasil yang maksimal, karena sejak awal recruitment di ajang ini, Keysha sudah memberikan tanda maksimal hasil yang akan diraihnya, walhasil, Keysha bisa melenggang menjadi wakil atas predikat yang diraih pada kategori umurnya untuk meraih impian dirinya pada ajang Nasional nanti, jelas Yayu.

Untuk kegiatan kegiatan contest yang diikuti oleh Keysha Anak Kami, sebisa mungkin kami memberikan arahan saja dalam konsentrasi atas dirinya sendiri, Alhamdulillah dirinya paham serta mengerti apa yang harus dilakukan di catwalk/Panggung saat show atau bertanding. 

Selain itu konsentrasi atas diri Keysha yang  baru menjadi siswi kelas 1 SD membuat dirinya juga tidak lupa atas tanggung jawabnya sebagai murid. Dengan proses belajar Daring, kami selaku orang tua setiap saat mendampingi dirinya dalam segala proses kegiatan. Tambah Tiara.

Dan semoga di Ajang Grand Model Indonesia Nantinya, Kesyha bisa memberikan hasil maksimal dan meraih prestasinya, Sudah menjadi kewajiban sebagai orang tua untuk selalu memberikan dukungan, Tutup Tiara.@Rb






- - -

Palu, sultengaktual.com - Dua hari pasca pelantikan, ketua  umum DPD partai Demokrat provinsi Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama beberapa jajarannya,  langsung mengunjungi warga  untuk membagikan ratusan paket sembako di beberap titik di kota Palu.

Sasaran titik pembagian sembako diawali di wilayah

 Kamonji tepatnya di halaman mesjid Agung, minggu (10/10/2021). Puluhan warga yang tergabung dalam padat karya mendapat bingkisan dari Anwar Hafid. Kata mantan bupati Morowali itu, sembako ini titipan dari ketum AHY sebagai bentuk tali asih. "Salam dari pak AHY untuk warga kota Palu. Beliau minta didoakan agar bisa terus bersama rakyat," ujar Anwar Hafid.

Rombongan kemudian bergerak ke kelurahan Donggala Kodi. Di sana warga menyuguhkan makanan tradisional untuk dicicipi. 

Dalam sambutan, Anwar Hafid menitipkan pesan AHY untuk menyerahkan paket sembako secara simbolis ke pada warga Donggala Kodi. "Sebagai partai yang berkoalisi dengan rakyat, saya menitipkan pesan pak AHY untuk menyerahkan sedikit sembako. Semoga ini bermanfaat," ucap Anwar Hafid  juga anggota DPR RI dapil Sulteng itu.

Di titik terakhir, rombongan mengunjungi base camp pemadam kebakaran (Damkar) di kelurahan Layana. 

Wakil ketua 1 Rasyid Pusadan menyerahkan secara simbolis 50 paket sembako kepada salah seorang anggota damkar kota Palu.  

Risna, salah seorang warga kota Palu yang menerima paket sembako merasa bersyukur dengan tali asih yang dibagikan partai Demokrat Sulteng.

"Sembako ini sangat berguna di masa pandemi," tutup Risna. 

(Bakomstra- da Sulteng)- ibl

- -
Palu, sultengaktual.com - Resmi dilantik, Badan Komunikasi Stategis Daerah ( Bakomstra - Da) DPD Partai Demokrat (PD) Sulteng nyatakan siap setia bergerak menjaga marwah dan roh Demokrat Sulteng dalam bentuk  informasi ke khayalak umum  baik di media sosial, cetak dan online. "Kami sadari, bakomstra-da PD Sulteng menjadi garda penting untuk menyampaikan informasi aktual dan faktual atas kerja-kerja pengurus," ujar Hanafi Saro selaku kepala Bakomstra-da PD Sulteng.
Selain itu kata Hanafi, Saro ,pihaknya akan terus memasifkan gerakan edukasi dan publikasi Partai Demokrat melalui sarana medsos, Facebook, instagram, Whatsaap dan alat medsos laiinnya.

'Setelah resmi dilantik, tentunya tim kami harus siap bergerak melakukan kerja - kerja edukasi membesarkan partai Demokrat, dengan menggunakan sarana medsos yang telah ada," ujar Hanafi Saro didampingi Ikbal borman sebagai Waka 1 Bakomstra-da PD Sulteng, Sabtu 9 Oktober 2021.

Ikbal borman menambahkan, untuk mewujudkan harapan ketua DPD PD Sulteng, H.Anwar Hafid, saat ini pihak bakomstrada telah menyiapkan link konten Youtube dan website khusus DPD PD Sulteng, guna memudahkan publik sulteng mengenal jauh kegiatan Partai Demokrat, yang saat ini terus berkoalisi dengan rakyat guna mewujudkan harapan rakyat.
"Kami berharap, semoga sarana itu nantinya, menjadi wadah yang tepat bagi publik sulteng, untuk up date informasi segala kegiatan politik, sosial para kader Demokrat Sulteng, baik tingkat DPD dan juga DPC, istilahnya tak kenal tak sayanglah," Imbuhnya.***ibl
- - -

Palu,sultengaktual.com - Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara spontan meminta ketua DPD partai Demokrat Sulteng, Anwar Hafid untuk memimpin jajaran pengurus PD Sulteng melantukan yel- yel partai Demokrat.

“Saya minta kepada Pak Anwar Hafid, untuk memimpin para pengurus DPD Sulteng untuk melantunkan yel-yel partai Demokrat,” ucap AHY, saat memberikan sambutan pelantikan pengurus DPD PD Sulteng, Jumat 8 Oktober 2021.

“Demokrat——,Demokrat—–Demokrat—seru berturut Anwar Hafid, dijawab sorak sorentak kader PD Sulteng, “Siap, Setia, Jaya—jaya.

“Yel yel itu, saat kita semua menghadapi ancaman eksternal yang merongrong kedaulatan eksistensi dan kehormatan partai Demokrat.

Dan bahkan sampai hari ini kita masih berjuang untuk mempertahankan apa yang kita miliki,” tegas Ketum Demokrat melanjutkan sambutanya.

Tiga elemen ini kata AHY, di gelorakan bukan tanpa alasan, Siap, Setia dan Jaya. Mengapa harus siap? Siap ini mengandung arti yang luas, kita harus menyiapkan diri, Fisik, dan mental kita.

Dunia politik adalah dunia yang keras, sehingga harus siap fisik dan mental, ujar Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI) itu.

AHY juga mengingatkan, untuk membangun kapasitas sumber daya manusia, para kader harus memiliki kapasitas dan integritas, loyalitas sehingga memiliki semangat untuk menjalankan roda organisasi.

“Kita ingin kader – kader kita militan, itu semua membutuhkan kerja keras termasuk pendidikan, pelatihan, kaderisasi dan juga senantiasa membangun semangat kebersamaan.

“Kita harus semakin siap, bukan hanya SDM, tapi termasuk faktor yang lain, logistik dan aset lainnya. Menghadapi kompetisi kedepan yang tidak sederhana,” ujar AHY.

AHY menegaskan, kepada seluruh kader Demokrat untuk membangun kesiapan dalam kesatuan yang utuh dan solid.

“2024 didepan mata, sekarang sudah menjelang akhir 2021, praktis kita hanya punya waktu 2 tahun, sebelum kita masuk dalam tahun politik dan kompetisi yang sebenarnya, Imbuhnya.

Selanjutnya, Setia, kata AHY, adalah kesetian terhadap tujuan perjuangan partai harus dijaga dengan baik dan kokoh. Setia kepada partai, kepada perjuangan, kepada kepemimpinan yang SAH sesuai AD - ART

Dan memiliki loyalitas dan solidalitas itu adalah elemen besar kepada partai.

“Saya berharap betul kepada pak Anwar Hafid untuk membangun solidalitas dan menjaga kesetian seluruh kader di sulteng sehingga dapat memenangkan perjuangan 2024,” sambung AHY.

Ketiga lanjutnya adalah Jaya, bukan sesuatu yang berlebihan, dengan pengalaman Demokrat tahun 2009 mendudukan putra terbaik bangsa bapak SBY menjadi Presiden RI.

“Kita partai demokrat menjadi the ruling party, mengapa kita berharap dan bercita- cita berihtiar berjaya kembali, karena dengan semakin besar raihan suara kita secara nasional diseluruh tingkat daerah, semakin banyak jumlah anleg kita, kepala daerah dari partai demokrat, maka Insya Allah dapat mengembalikan sejarah kejayaan Demokrat,” jelas AHY

Sementara itu, Anwar Hafid (AH) dalam sambutannya sebagai Ketua DPD Demokrat Sulteng, menaruh apresiasi yang besar atas kebersamaan Ketum AHY dalam pelantikan meski hanya lewat virtual.

Kepada para pengurus dilantik, Anwar Hafid menegaskan, untuk terus menjaga kebersamaan, ia juga memberikan warning jangan pernah selingkuhi partai”.

“Saya paling cemburu, jika ada pengurus yang mencoba membangun perselingkuhan dengan kubu disebelah, jadi jangan coba – coba.

“Saya berharap jaga kesetian, boleh tidak suka dengan saya, tapi jangan dengan ketum AHY,” tegas anggota fraksi Demokrat DPR RI ini.

Kepada ketum AHY, Anwar Hafid melaporkan, Ia meyakini bersama pengurus baru dilantik akan memberikan kejayaan PD Sulteng kedepan.

“Dijajaran pengurus kali ini, saya punya optimisme yang sangat besar kedepan bahwa partai Demorat Sulteng akan menjadi partai yang diperhitungkan, ujar mantan Bupati Morowali 2 periode ini.

Ia juga menaruh apresiasi besar kepada para kader lama Demokrat, yang hingga saat ini masih terus bersama mendampinginya meski mendapat goncancangan kuat atas peristiwa yang menerpa Demokrat.

‘Tidak kalah pentingnya, Terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya pada kader lama, yang terus berjuang bersama penuh kesetian. Meskipun ditengah goncangan beberapa waktu lalu.

Namun, hingga hari ini masih berdiri kokoh bersama saya membangun Demokrat, meskipun banyak juga sahabat lama meninggalkan saya,” ujar AH yang disambut tepuk aplos para kader demokrat yang mengikuti prosesi pelantikan.

“Boleh berbeda pendapat, namun kesetian adalah hal penting bagi kita,” tandasnya. @Rb__BahanaIndonesia

- -

Palu, Sultengaktual.com-Putusnya Arus Lalulintas Akibat Ambruknya Jembatan Popanga pada 2 tahun silam yang menghubungkan daerah Balingara ke Desa Longge, di ruas Balingara - Longge Dataran Bulan Kabupaten Tojo Unauna Provinsi Sulawesi Tengah, dalam waktu dekat akan segera teratasi. Hal Ini segera terwujud dalam waktu dekat atas Action lapangan Dinas Bina Marga Dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah yang sekarang ini sementara berjalan.

Jembatan Dengan Bentangan sepanjang 100 meter yang ambruk 2 tahun lalu itu dikarenakan kendaraan yang melintas memiliki beban berat over load (Kelebihan Beban) sekarang ini dalam tahap pengerjaan. Hal ini di sampaikan Oleh Ir. H.Syaifullah Djafar,M.Si Kepala Dinas Bina Marga Dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, melalui Amirudin,ST selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Jembatan, ketika ditemui Diruang Kerjanya, Jumat (1/10).

Tidak fungsional jembatan Popanga akibat ambruk terputus itu memberikan dampak yang luar biasa terhadap masyarakat pengguna akses jalur ini, sampai sampai masyarakat yang hendak melintasi sungai di areal jembatan Popanga yang putus itu, terpaksa harus menggunakan Jasa alat penyeberangan tradisional, yakni menaiki/menumpangi Rakit, Ungkap Amir.

Atas Hal itu, Pihak Kami, melakukan action lapangan, dengan sebelumnya mematangkan perencanaannya lebih dahulu kemudian action lapangan." Alhamdulillah, sekarang pekerjaan dilapangan dalam Tahap melakukan perakitan Jembatan Bailley" ujar Amir Selaku PPTK Jembatan.

sekarang ini, kemajuan pekerjaan melakukan perakitan dilapangan sudah menyentuh sekitar 80 an persen. Dan prinsipnya jembatan setelah di rakit langsung kami dudukan ke titiknya untuk segera difungsionalkan,Tambahnya.

Saat perakitan jembatan Bailley yang akan di gunakan menggantikan Jembatan yang ambruk sepanjang 100 meter dengan lebar 3 meter, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulteng, Ir. H. Syaifullah Djafar, M.Si Didampingi Kepala Bidang Bintek Ir. Basir Tanase, ST.M.Si mengunjungi Lokasi proyek dengan melihat langsung perakitan serta titik lokasi yang akan didudukkannya Jembatan Bailley Tersebut, Rincinya.

Bahkan Kepala Bidang Jalan Dan Jembatan Ir. Asbudianto, ST, MT bersama Ir.Syaiful Anwar, ST. MT selaku kepal seksi Jembatan belum lama ini Menyempatkan diri juga meninjau lokasi perakitan sampai lokasi jembatan.

Dengan posisi 80 an persen dalam perakitan jembatan Bailley itu, kami yakin Dalam 10 hari kedepan, perakitan akan rampung, dan kami akan ke item pekerjaan lainnya untuk persiapan pemasangan atau mendudukkan jembatan tersebut di titiknya.

Mendudukkan Jembatan itu ke titiknya dengan metode menarik rangkaian Bailley itu ke titik yang sudah ditentukan. Jika semuanya dilancarkan, kami targetkan akhir Oktober atau awal November nanti, jembatan Popanga sudah bisa di fungsionalkan, Jelasnya.

Dengan Targetan diatas, Berfungsinya jembatan Popanga nantinya, akan melancarkan arus transportasi di ruas Balingara - Longge (Dataran Bulan) secara funsional maksimal, masyarakat tidak akan lagi menggunakan Rakit seperti sebelumnya.

Jika fungsional jembatan itu, kami juga sangat berharap agar kendaraan yang akan melintasi jembatan bisa memperhatikan beban berat kapasitasnya, sehingga kita semua bisa menjaga aset jembatan tersebut, sambil meminta agar pihak terkait, dalam hal ini seperti Pos Pos Perhubungan yang jika ada bisa memberikan arahan bahkan melakukan pengecekan atas beban kendaraan yang melintas, Pintanya. *RB













- -

Papua, Sultengaktual.com Tim Sepak Takraw Putri Sulteng nomor beregu berhasil lolos ke babak semifnal usai mengalahkan Bandar Lampung dalam babak penyisihan Group B di GOR Trikora Uncen Papua, Jum'at 1 Oktober 2021. Berhadapan dengan Tim Lampung, anak asuhan Sandrina Kaliey ini menang melalui rubbet set.
Dalam laga yang disaksikan langsung  Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura, Ibu  Vera Rompas Mastura serta Ketum KONI Moh Nizar Rahmatu,  Tim Sulteng menurunkan Nur Ismi Chikita, Widya Angrini, Filda Feronika dan Mauren, mulus di set pertama dengan skor 20- 10. Namun di set kedua, Chikita Cs harus mengakui Tim Lampung yang di arsiteki Sofyan dengan torehan angka 18 -21. Di set kedua ini, memang terjadi kejar mengejar point. Bahkan sempat membuat ketegangan bagi beberap tim official Sulteng. Walhasil, di set ketiga yang penuh dramtis, Chikita Cs mampu menguasai permainan dan menang langsung 21-16. Dalam laga ini Widya Anggrini sebagai Match Star Woman.

Seperti perannya sebagai penembak, Widya benar-benar menunjukan pembunuh di game ketiga. Berulang kali, point Sulteng, diraih dari smass kedeng yang dihempaskan dan tak mampu diantisipasi Tim Lampung.
Hasil ini memantapkan langkah Tim Sulteng ke Semifinal. Sebelumnya Chikita Cs mengalahkan Sumatera Barat dan kalah dari Jawa Tengah.

Masuk ke Semifinal, Tim Sepak Takraw Putri Sulteng sudah dipastikan meraih medali. Minimal mereka mendapatkan medali Perunggu.
Dibabak Semifinal yang akan berlangsung pada Minggu 3 Oktober nanti, Tim Sulteng akan berhadapan dengan juara Poll A Jawa Barat pemegang medali emas di PON XIX Tahun 2016.

Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura yang ditemui usai pertandingan mengaku bangga atas permainan Tim Sulteng. Menurut Rusdy, semangat juang dan tanding mereka  tak kendor meski di set kedua mengalami kekalahan. Jadi ini yang membuat mereka bisa menang. 
" Ini juga membuktikan jika mereka telah mempertaruhkan harga diri "kata Cudy sapaan akrab Gubernur.
Dibabak Semifinal mendatang, Cudy yakin dan optimis Chikita Cs akan menampilkan permainan terbaiknya.
Sementara Sandrina sebagai pelatih mengaku akan terus melakukan pembenahan atas kekurangan-kekurangan anak-anak asuhnya.  Ia juga berharap  Chikita dan kawan-kawan bermain lepas dan tidak merasa terbebani. 
" Dengan kemenangan ini kami sudah pasti lolos ke Semifinal. Sekarang kami mempersiapkan diri untuk melawan Jawa Barat dibabak Semifinal," pungkasnya.

Penulis : Agus Manggona
- -


Palu,sultengaktual.com -Proyek Preservasi Jalan Tompe - Tambu - Sabang Tonggolobibi Terancam Putus Kontrak, Pasalnya Proyek Dengan Bandroll Nilai Kontrak sebesar 12 Miliard lebih itu sudah pada tahapan Show Cost Meeting 3 ( SCM 3 ).

Paket pekerjaan proyek yang dikerjakan Oleh PT Insan Cita Karya Asal Tenggarong, Kalimantan Timur itu seakan Jalan Ditempat saja tanpa memberikan kemajuan bobot progres pekerjaan yang signifikan sejak penandatanganan Kontrak di awal April 2021 Lalu.

Tidak naiknya progress bobot volume pekerjaan itu karena sampai diawal September 2021 baru menyentuh di posisi 12,521 Persen dari realisasi target yang seharusnya pada posisi 70,277 persen.

Sutarno, ST selaku Pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang menangani Ruas pekerjaan Proyek Tersebut Yang ditemui di ruangan Kerjanya di seputar Jalan Zebra Kota Palu, Menjelaskan, " Pekerjaan itu sangat  sangat lambat dalam kemajuan progress kenaikan bobot volume, sehingga Upaya yang kami lakukan selaku pengguna menjalankan SOP yang ada, dan ini upaya terakhir kami, Yakni memberikan/Melayangkan surat ke pelaksana, bahwa pekerjaan itu masuk ranah SCM 3 " Ungkapnya.

Surat Pemberitahuan SCM 3 ke Pelaksana,  oleh tingkatan Pihak BPJN XIV Sulteng itu kami Layangkan di awal awal September, kalau tidak salah diatas tgl 6 september 2021,ujar Tarno.

Dalam Surat itu, kami rincikan juga beberapa pokok pokok pikiran dalam solusi memberikan kesempatan kepada pihak pelaksana untuk mengejar ketertinggalan bobot pekerjaan, sehingga pelaksana bisa keluar dari ranah SCM 3 itu, Ujar Tarno sapaan Akrabnya.

Dalam ranah SCM 3 tersebut, kami secara pelaksanaan teknis dan juga selaku pengguna menerapkan Test Case pada pekerjaan sebesar 18,00 Persen, agar pelaksana bisa menaikkan bobot volume sebesar angka pada test case tersebut.

Langkah ini dilakukan agar pelaksana bisa melanjutkan pekerjaan sampai batas waktu kontrak jika memang mampu memberikan ketambahan bobot volume pada periode test case itu.

Test Case ini Kami Harap bisa tercapai, karena harapan kami pihak pelaksana bisa menuntaskan Pekerjaan ini sehingga proses pembangunan yang ada tidak tertunda dengan adanya suatu aturan Yang sudah diatur. seperti masa denda yang sudah menjadi resiko pelaksana sampai terjadinya pemutusan kontrak.

Mengenai pemutusan kontraknpun sangat kita hindari jika memang masih ada kesempatan bekerja. Hemat pikir kami yakni, daerah yang dirugikan dan konsekuensi atas hal itu, perusahaan pasti di blacklist. Jelas Sutarno.

Seperti Informasi yang didapatkan oleh Media ini, Pada Pelaksanaan Pekerjaan Proyek ini, Pihak Pelaksana dalam item pekerjaannya tidak ada sama sekali melakukan penanganan pekerjaan Rehab Rekon, serta pekerjaan perbaikan Jalan juga tidak ada. Tetapi pelaksana memiliki volume terbesar dalam penanganan pekerjaan di item penanganan longsoran tepatnya di daerah wilayan Gunung Bosa serta pekerjaan pemasangan bronjong dan juga Pasangan Batu.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Sutarno selaku PPK yang mengatakan "Volume pekerjaan yang besar pihak pelaksana adalah pekerjaan penanganan longsoran di gunung Bsa dan pekerjaan pemasangan bronjong, serta Pasangan Batu Ungkap Sutarno.

Ketika ditanyakan secara detail mengenai volume pekerjaan bronjong serta volume pasangan batu, Sutarno menekankan, itu sangatlah spesifik sekali dan terlalu jauh jika harus menjadi konsumsi publish.

Perlu diketahui, sesuai data informasi pekerjaan yang di dapatkan, terdapat beberapa titik pekerjaan bronjong yang volumenya secara keseluruhan sekitar Ribuan Meter Kubik belum selesai dikerjakan, bahkan faktanya dilapangan belum menyentuh setengah dari kubikasi penyelasian pekerjaan bronjong, juga pekerjaan Pasangan Batu.

Selain pekerjaan bronjong, sama halnya dengan pekerjaan pasangan batu dibeberapa Jembatan yang sesuai kontrak yang belum terkerjakan.

Sama Halnya dengan  beberapa titik pekerjaan Galian Daerah Aliran Sungai ( DAS) plus pekerjaan bronjongnya yang sama sekali belum tersentuh.

Sementara itu, Guntur selaku pelaksana yang memakai perusahaan Pinjaman Dari kota Tenggarong, waktu ditemui pertama kali, seakan mengelak ketika ditanyakan berapa bobot pekerjaan dilapangan. "Berapa yaaa...Saya Tidak begitu tau besaran bobot pekerjaan dilapangan"Ungkapnya.

Begitu juga Upaya konfirmasi yang kembali dilakukan "Saya Lagi Sakit, Tensi Darah saya Naik" Ujar Guntur ketika dihubungi via telepon selularnya.

Ketika Disambangi di Kantor Cabang PT Insan Cita Karya, pada seputaran Maleo Kota Palu, Guntur Pun Engan Menjelaskan secara rinci soal langkah langkah yang ditempuh dilapangan dalam penyelesaian Test Case di Ranah SCM 3 tersebut.

Dr. Andri Irfan Rifai, ST.MT selaku Kepala Satuan Kerja PJN I BPJN XIV Sulteng, Membenarkan Kalau Pelaksana Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Tompe - Tambu - Sabang - Tonggolobibi yang dilaksanan oleh PT Insan Cita Karya sedang Melaksanakan Tes Case dalam menambahkan bobot Pekerjaan 18 Persen karena sudah memasuki Ranah SCM 3 Ini," Iya, Test Case Itu Sampai pada Akhir September Ini" Kata Irfan.

Dikesempatan Itu juga, Irfan Mengatakan "Jika Pekerjaan ini Harus Putus kontrak, Yaa Harus Diputus, Seperti Tahun Anggaran 2019 Lalu, Kami Bisa putuskan Kontrak Terhadap 3 rekanan Kami, Ungkap Irfan.

Kita liat saja, apakah pelaksana bisa menyelesaikan ketentuan yang ada pada test Case sebesar 18 persen itu, atau tidak, ya minimal bisa memberikan proggres positiflah pada grafik perkembangan pekerjaan, setidaknya bisa masuk 13 persen atas ketentuan test case, karena ada aturan mainnya juga jika pelaksana hanya bisa 13 persen, Jelasnya.

Sambil menambahkan kalau pada test case yang diberikan pada pelaksana,terletak pada peningkatan bobot pekerjaan Bore Pile dan Bronjong, Tutup Irfan.

Eko Arianto, Dari Tegak Sulteng dan Juga Forum Peduli Pembangunan Daerah (FPPD) Salah satu Penggiat Pemerhati Pembangunan Daerah Yang menggunakan Keuangan Negara menuturkan" Jika Layak Diputus kontrak, Lakukan Hal Itu, Mengingat Proggres pekerjaan Yang terjadi seakan Stagnan saja, bayangkan dalam durasi waktu kontrak berjalan yang sudah 5 bulan, hanya bisa menyentuh pekerjaan sebesar 12 persen, Jauh sekali selisihnya atas realisasi target yang semestinya, sebesar 70 an persen. Hal ini perlu disikapi, Ada apa dibalik ini, Kami menduga pelaksana seperti ' Dianak Emaskan' ujarnya.

Melihat Item pekerjaan yang nilai volumenya besar yakni  pekerjaan bronjong dan Pasangan Batu, belum secara keseluruhan dikerjakan.

selain itu ada juga pekerjaan yang belum tersentuh, seperti Timbunan kelas S untuk bahu jalan, ( Lapisan Pondasi Atas), beberapa Pekerjaan Galian DAS sekalian pemasangan bronjong. Rinci Eko

keseriusan dalam memacu kemajuan pekerjaan dilapangan merupakan Tanggung jawab pelaksana dan dikontrol penuh oleh pengguna melalui pengawas lapangan serta koordinasi dengan pihak konsultan agar pemenuhan kenaikan bobot sesuai dengan jadwal pelaksanaan dan bisa dengan jelas terhitung dan segera lakukan Opname volume, biaya anggarannya yang terserap jika pada akhirnya pekerjaan ini terjadi pemutusan Kontrak.

Kalo memang Putus kontrak merupakan solusi akhir atas penyelesaian akhir kegiatan pekerjaan proyek ini, Maka Tindakan itu Harus dilakukan, agar tidak terbentuk suatu andai andai bahkan opini yang menyudutkan Pihak Pengguna Ujar Eko. *@Rb












- -

Parigi, Sultengaktual.com Puluhan wartawan membuat dan menyerahkan petisi kepada Sekretaris Daerah Parigi Moutong. Petisi tersebut terkait somasi yang dilayangkan salah seorang oknum pejabat di lingkup Pemerintahan Daerah setempat.

Petisi yang memuat pernyataan sikap, itu sedikitnya ditandatangani 25 jurnalis yang berkarir di Parigi Moutong. Petisi itu diserahkan perwakilan jurnalis, Bambang, kepada Sekda Parigi Moutong, Zulfinasran. 

Dalam pernyataan terbuka itu, para wartawan menyatakan, tindakan yang ditunjukan oknum pejabat dengan melakukan somasi terhadap produk jurnalistik berupa artikel pemberitaan, menunjukan ketidaksiapannya terhadap fungsi kontrol atas tugas, kewenangan dan kewajibannya dari seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat Negara. 
Bambang, Perwakilan    Jurnalis Parigi Moutong Yang menyerahkan Petisi
Kepada Sekda Parigi Moutong, Zulfinasran, S.STP ( Foto : Istimewa )

"Terlebih dilakukan kepada wartawan yang menjalankan tugasnya berdasarkan Undang-Undang yang berlaku," kata Bambang mengutip isi petisi. 
Menurutnya, kebebasan Pers di Indonesia lahir setelah orde baru tumbang pada 1998 dan munculnya pasal 28 F UUD 1945, melalui amandemen kedua, yang menyebutkan 'Setiap orang berhak berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan mengungkapkan segala jenis saluran yang tersedia.

"Kebebasan Pers ini kemudian ditegaskan lagi melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers," ujar Bambang. 

Bambang berkata, sesama profesi dari berbagai perusahaan Pers, mereka terpanggil dan bersimpati atas persoalan yang dihadapi Abd. Latif Noho, jurnalis yang disomasi Sekretaris Badan Kesbangpol Parigi Moutong Syamsu Nadjamudin. "Sehingga, kami meminta kepada Bupati Parigi Moutong supaya bertindak dan memberikan keadilan kepada teman kami," ucap Bambang. 

Sekda Parigi Moutong, Zulfinasran yang menerima petisi berjanji akan secepatnya menyampaikan petisi tersebut kepada bupati. Katanya, untuk memberi tanggapan dia tidak memiliki kapasitas. 

"Petisi sudah saya terima, dan akan saya sampaikan secepatnya kepada bupati dan wakil bupati. Untuk memberi tanggapan, mohon maaf, saya tidak berkapasitas," ungkap Zulfinasran. 

Petisi itu tidak hanya ditujukan ke bupati parigi moutong, tapi juga ditembuskan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Parigi Moutong, Kejaksaan Negeri Parigi Moutong, dan Polres Parigi Moutong.*** Pers Release___Dadank
- -


Palu, sultengaktual.com -Pekerjaan Proyek preservasi Jalan Ampana-Balingara-Bunta-Pangimana yang melekat di Satuan Kerja PJN III BPJN XIV Sulteng Terus memacu pelaksanaan pekerjaan dilapangan meski terbilang cuaca akhir akhir ini sangat ekstrim dengan tingginya intensitas curah hujan.

Kontraktor Pelaksana PT Elim Jaya Pratama asal Kota Air Luwuk, Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah itu tetap konsisten dan komitmen dalam melaksanakan kelanjutan pekerjaan untuk dituntaskan.

Meskipun pada beberapa bulan lalu, ketika banjir menghantam lokasi pekerjaan, sebagian besar material yang siap digunakan di lapangan hanyut terbawa. Dan adanya kerusakan kerusakan sedikit tetapi sudah dilakukan perbaikan.

Pelaksanaan Pekerjaan dilapangan Terus dilakukan oleh PT Elim Jaya Pratama, yang rata rata progres terbesarnya berada pada pekerjaan struktur.

Kondisi Cuaca yang intensitas hujan tinggi ini, tidak mengkendurkan tanggung jawab dilapangan, meskipun hujan, para pekerja dilapangan selalu siap dengan mengerjakan pekerjaan lainnya selain mengerjakan struktur box culvert.

"Pengerjaan struktur yang rata rata berada pada titik titik saluran air, tentu saja terhambat dikarenakan faktor cuaca, jadi menunggu cuaca cerah baru dilakukan pengecoran" Ungkap Iim Tjane selaku PPK saat ditemui diruangannya.

Ditambahkannya juga bahwa " pekerjaan pengecoran berbeda dengan pengaspalan, jika pekerjaan pengaspalan bisa dilakukan setelah hujan turun, kalau pengerjaan pengecoran harus benar benar cuaca cerah", Tambahnya.

Beberapa waktu lalu saja, ketika pelaksana akan bersiap melakukan pengecoran, tiba tiba terhambat dikarenakan adanya banjir akibat hujan deras di sekitar sungai Tobelombang, tetapi struktur pekerjaan yang terhambat waktu itu sudah selesai di lakukan pengecoran, Tambah Iim Tjane.

Di kesempatan Lainnya, Viktor selaku pelaksana pada pekerjaan di ruas ini menuturkan bahwa Sebagai pelaksana harus bertanggung jawab dalam menuntaskan pekerjaan, sehingga aktivitas dilapangan terus berlangsung sambil melihat kondisi cuaca yang terjadi, Intinya kami tetap action untuk menuntaskan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab. RB





- - -

Palu, sultengaktual.com
Tingginya Intensitas hujan akhir akhir ini yang mengguyur Provinsi Sulawesi Tengah memberikan Dampak Bencana Banjir dan longsor dibeberapa wilayah.

Olehnya Itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika stasiun Meterologi Palu, memberikan warning bahwa dengan tingginya curah hujan bisa memberikan potensi dampak bencana alam yang diakibatkan cuaca.

Terbukti, dengan intensitas hujan yang tinggi tersebut, pada hari Jumat 10 september 2021 kemarin, dalam sehari itu, ruas daerah kebun kopi terjadi 3 titik longsoran dengan waktu yang berbeda.

Di kilometer 42 dan kilometer 44 ruas kebun kopi Palu, di wilayah Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah terjadi longsoran pada jam 08.00 Wit, Dimana lonsoran ini terjadi sehingga menutup badan jalan, sehingga aktivitas kendaraan lalu lintas sempat terhenti sekitar dua jam.

Sigapnya Pihak instansi terkait dalam hal ini Balai Jalan BPJN XIV sulteng langsung membersihkan puing puing longsoran di badan jalan. "Dengan menggunakan alat berat yang selalu standbye di ruas jalan tersebut sehingga tidak memerlukan waktu yang lama, masyarakat pengendara langsung melintas dengan normal seperti biasanya", Ujar Erwin salah Masyarakat yang sempat tertahan perjalanannya akibat longsor yang terjadi.

Selang beberapa jam kemudian, setelah arus lalulintas kembali lancar, tiba tiba longsor terjadi lagi di ruas yang sama pada kilometer 23 sekitar jam 12.00 Wit.

Longsoran yang terjadi di titik ini juga sempat memberikan dampak arus lalulintas terhenti beberapa jam.
"Longsor yang terjadi ini mengakibatkan perjalanan kami terhambat, karena tujuan kami ke kota Palu hendak melakukan Sedikit aktivitas, Tetapi apa mau dikata, namanya juga bencana, tidak ada yang ketahui dan tidak bisa dihindari" Ujar Rasyid di tengah antrian kendaraan yang sedang menunggu aktivitas alat berat yang membersihkan puing longsoran.

Setelah kejadian Longsoran di kilometer 23 bisa tertangani, aktivitas lalulintas normal kembali.

Tetapi, di sore Hari, sekitar Pukul 18.00 Wit tepatnya dikilometer 35 longsor terjadi kembali, seperti longsor sebelumnya, longsor kali ini tidak memerlukan waktu yang lama melumpuhkan arus lalulintas, Setelah Dikerjakan oleh Pihak terkait membersihkan puing longsoran, lalulintas kembali normal seperti biasanya.

"Alhamdulillah, Kejadian longsor di tiga titik tersebut bisa tertangani dengan cepat dan kejadiqn longsir itu tidak memakan korban jiwa" Ujar salah Satu Staff Balai Jalan BPJN XIV Sulteng.

Menurut informasi yang dikumpulkan, Kejadian Longsoran di sekitar wilayah kebun kopi dan sekitarnya merupakan kejadian bencana yang sering terjadi bahkan bisa dikatakan sudah menjadi 'Langganan' di ruas ini, hanya saja titik titik yang terjadi longsoran tidak pasti adanya.

Kejadian kejadian longsor yang ada di pastikan akibat suatu dampak yang berawal dari tingginya intensitas hujan yang terjadi, sehingga gesekan gesekan erosi atas permukaan tanah memberikan suatu gerakan yang mengakibatkan longsor.

Bukan hanya itu saja, menurut salah satu sumber menuturkan "kalau kejadian longsor di titik titik ruas yang ada di sekitar kebun kopi pada umumnya terjadi dikarenakan Intensitas hujan yang tinggi atau faktor cuaca musim penghujan dan ada juga hasil uji mengenai kondisi kontur tanah yang bisa dikatakan labil diakibatkan struktur area wilayah, yang mana tanahnya jika ada getaran sedikit saja, atau dampak getaran bisa memberikan pergerakan kondisi tanah".

"Karena perlu diketahui, wilayah tersebut atau kota Palu dan beberapa wilayah lainnya biasa terjadi gempa. Dampak atas getaran itu, jika getaran gempa yang terjadi bisa sampai pada titik titik potensi longsor diatas, maka secara otomatis bisa memberikan dampak yang berakibat terjadinya pergerakan atas kondisi serta kontur tanah yang ada", Urainya sambil meminta untuk tidak menyebutkan identitasnya.

Jika kita menilik kejadian beberapa hari terakhir ini diakibatkan tingginya Intensitas hujan yang mengguyur beberapa wilayah di Sulawesi Tengah, terdapat beberapa titik wilayah yang terjadi banjir serta longsor.

Seperti Banjir Bandang yang terjadi di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah pada Akhir Agustus Lalu.

Selang Beberapa Hari Kemudian, Karena intensitas hujan yang masih tinggi, wilayah Tersebut (Desa Rogo - Red) Kembali diterjang banjir, tepatnya pada Hari minggu 5 September 2021 Lalu.

Dengan Kejadian faktor Cuaca dan kejadian Alam, Pada tahun Lalu juga tepatnya 14 september 2020, dengan intensitas hujan yang tinggi, Desa Rogo pernah diterjang banjir bandang juga.

Karena banjir itu, ratusan hektar areal persawahan dan perkebunan warga mengalami kerusakan.

Selain Peristiwa bencana alam diatas yang diakibatkan tingginya Curah hujan, Ruas jalan Trans Palu - Palolo tepatnya di Desa Sigimpu Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah pada jumat pekan lalu (3 september 2021) terjadi longsor yang mengakibatkan arus lalulintas sempat lumpuh sekitar 13 jam.

Alhasil, Sigapnya Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Tengah yang mengerahkan 2 alat beratnya untuk melakukan pembersihan puing longsoran dengan dibantu Pihak pihak lainnya, maka jalan yang lumpuh total saat itu kembali normal di hari sabtu 4 september 2021, Seperti yang Diungkapkan Oleh Ir. Ronny Korompot selaku PPTK pemeliharaan Rutin Jalan Untuk Wilayah Kabupaten Sigi, Pada Dinas Bina Marga Sulawesi Tengah.

Bukan Itu Saja, Tingginya curah hujan yang terjadi, memberikan dampak juga pada Ruas Jalan Nasional Yang menghubungkan Kabupaten Poso Dan Kabupaten Tojo Unauna Provinsi Sulawesi Tengah sempat terputus hingga berjam jam yang mengakibatkan lumpunya Arus lalulintas di titik ruas tersebut.

Lumpuhnya Arus Lalulintas tersebut dikarenakan Putusnya Badan Jalan Di Posisi Sungai Podi Kabupaten Tojo Unauna.

Arus lalulintas ini kembali normal setelah Pihak BPJN XIV sulteng menangani dengan cepat atas kondisi terputusnya ruas jalan Tersebut.
___RB

- - -


Palu, sultengaktual.com-PT Cahaya Mitra Nusantara merupakan perusahaan penyedia jasa yang ditahun anggaran 2021 ini menangani pekerjaan pada Proyek Paket preservasi ruas jalan Pangimana - Biak- Dalam Kota Luwuk - Batui diarea PJN III Sulteng yang melekat di kementerian PUPERA bagian Bina Marga yang dibawahi oleh BPJN XIV Sulteng.

Pekerjaan Yang dikontrakkan Pada Januari 2021 lalu ini selain menangani rutin jalan dan penunjang holding serta rutin lainnya yang tertera dalam kontrak, terdapat juga pekerjaan pembuatan Box Culvert

Dengan panjang jalan yang dikontrakkan pada kegiatan preservasi Rutin sepanjang 126,9 KM sampai saat ini masih dalam tahap dikerjakan.

Adapun pekerjaan itu antara lain pekerjaan preservasi pemeliharaan rutin jalan dengan panjang 126,9 KM, Pekerjaan penunjang Holding dengan panjang penanganan 2,8 KM, pekerjaan preservasi rutin jembatan sepanjang 651 Meter, Pekerjaan Preservasi Jembatan dengan panjang 35,40 Meter serta pekerjaan penanganan Drainase, trotoar dan juga fasilitas keselamatan Jalan.

Selain pekerjaan pekerjaan diatas yang dikontrakkan, terdapat juga pekerjaan pembuatan 1 buah Box Culvert dengan panjang bentangan 6 meter.

PPK 3.3 PJN III BPJN XIV SULTENG Dian Krisna Aditya ST. MT Ketika Ditemui di ruang Kerjanya Menjelaskan Bahwa selain pekerjaan pekerjaan yang sudah disebutkan diatas, Pihak rekanan juga melakukan pemeliharaan rutin jalan dengan Patching menggunakan CPHMA.

Pekerjaan Drainase serta Susunan Batu Mortar dilapangan berjalan terus, mengingat cuaca yang sekarang ini kurang bersahabat, olehnya kita selaku pengguna bersama rekan penyedia jasa terus memacu kenaikan progress bobot pekerjaan dilapangan, Ujarnya.

Meskipun secara Grafik kenaikan bobot volume dan pencapaian target realisasi belum tersentuh secara maksimal dari perencanaan kemajuan pekerjaan, kami yakin hal tersebut bisa teratasi, kita optimis, bisa keluar dari hal tersebut, guna mencapai presentase yang sudah ditargetkan, ujar Aditya.

Jikapun pada nantinya terdapat kendala ataupun hambatan dalam pekerjaan sehingga untuk mencapai realisasi target belum tercapai sehingga mengakibatkan deviasi minus atas hasil dilapangan, maka SOP dalam aturan main yang ada di perproyekan pun tetap berjalan, seperti melakukan Tahapan SCM ( Show Coast Meeting) atas pekerjaan tersebut. Jelasnya.

Hal itu dilakukan jika memang pada faktanya proses pekerjaan dilapangan mengharuskan langkah tersebut harus diberlakukan, sehingga pencapaian atas kekurangan progress bobot pekerjaan akan meningkat dan bisa terkendali pelaksanaannya baik dari segi mutu kualitas pekerjaan dan sesuai dengan batasan waktu kontrak, Urai Aditya.

Meskipun sisa waktu pelaksanaan masih terbilang sekitar 5 bulan lagi sampai akhir Desember, tetapi kami selaku pengguna tetap memacu penyedia agar melakukan pekerjaan sesuai dengan rencana rencana atas program yang sudah ditentukan, karena banyaknya pertimbangan yang kita pikirkan sehingga bobot progres tercapai dan ritme pekerjaan dilapangan terjaga step by step hingga tuntasnya pekerjaan, Jelasnya.

"Optimis pekerjaan Bisa Tuntas dengan sisa waktu yang Ada" Sampai sampai saya selaku PPK standbye terus dilapangan memantau langsung proses pengerjaan, Kata Aditya.

Di ruas ini Juga, terdapat pekerjaan Padat Karya Tunai yang wajib melibatkan Masyarakat sekitar, yang merupakan program Nasional dari kementerian PUPERA dalam melakukan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), disaat wabah Covid19 Melanda.

Dalam melaksanakan pekerjaan yang sedang berjalan ini, Untuk ketersediaan Material, sangat optimis bagi kami, karena diruas pekerjaan ini, ketersediaan material tetap ada. Dan bentuk administrasi dalam penanganan pemenuhan Material kami memiliki dokumen yang lengkap.

Dengan Menjaga ritme kerjaan di lapangan dan fokus pada kenaikan bobot volume, Aditya kembali mengulangi pernyataannya, ' Bahwa kami selaku pihak Pengguna merasa optimis jika pekerjaan yang dikontrakkan bisa terselesaikan sesuai dengan batas waktu yang sudah ditetapkan dalam dokumen kontrak atas paket pekerjaan tersebut Dengan Tetap Menerapkan Prokes yang dianjurkan karena adanya wabah pandemi Covid19. @RB
- -
Viktor H : "Menuntaskan Pekerjaan Sesuai waktunya Merupakan Harapan Kami, semoga Cuaca Dilapangan Terus Bersahabat. Bahkan Para Pekerja di proyek, kami Berikan Ruang Atas Hak Privat Mereka, dengan Memberikan Libur Kerja Di Sabtu Dan Minggu untuk Keluarganya"

Palu, Sultengaktual.com - PT Elim Jaya Pratama ( EJP) merupakan perusahaan penyedia jasa yang ditahun anggaran 2021 ini menangani pekerjaan pada Proyek Paket preservasi ruas jalan Beteleme - Tompira - Kolonodale - Bahonsuai - Bungku diarea PJN III Sulteng yang melekat di kementerian PUPERA bagian Bina Marga yang dibawahi oleh BPJN XIV Sulteng.

Pekerjaan Yang dikontrakkan Pada Februari 2021 lalu ini selain menangani rutin jalan dan rekon jalan serta rutin lainnya yang tertera dalam kontrak, terdapat juga pekerjaan penggantian jembatan di ruas tersebut.

Dengan panjang jalan yang dikontrakkan sampai saat ini masih dalam tahap dikerjakan. Adapun pekerjaan itu antara lain pekerjaan rehabilitasi rutin jembatan dan juga penggantian beberapa jembatan pengaspalan, pengecetan jembatan dan pekerjaan rabbat beton, hal ini bisa menaikkan progress pekerjaan dilapangan, sembari menunggu item pekerjaan selanjutnya, Ujar Pengusaha Muda Dari Kota Air, Luwuk kabupaten Banggai

Pada Pemeliharaan rutin jembatan, item pekerjaan yang dilakukan merupakan pembersihan dan pengecetan jembatan, hal ini merupakan ketentuan falam kontrak yang harus dikerjakan. sementara pekerjaan pemeliharaan rutin jalan sampai sekarang ini sudah action juga, sehingga progres bobot volume pekerjaan yang kami lakukan tetap terjaga sesuai dengan rencana jadwal kerja.

Dalam melaksanakan pekerjaan yang dikontrakkan pada ruas tersebut yang dibawahi langsung oleh PPK 3.6 PJN III BPJN XIV Sulteng, sedang berjalan dilapangan. Untuk ketersediaan Material, sangat optimis bagi kami, karena diruas pekerjaan ini, ketersediaan material tetap ada. Dan bentuk administrasi dalam penanganan pemenuhan Material kami memiliki dokumen yang lengkap.

Dengan Menjaga ritme kerjaan di lapangan dan fokus pada kenaikan bobot volume, kami selaku pihak pelaksana merasa optimis jika pekerjaan yang dikontrakkan pada kami bisa terjaga dan terselesaikan sesuai dengan batas waktu yang sudah ditetapkan dalam dokumen kontrak atas paket pekerjaan tersebut.
( Foto2 Diatas Ilustrasi----  @Rb
- -


Palu, sultengaktual.com Puluhan orang Massa Aksi yang mengatasnamakan dari Forum Masyarakat Penyelamat Uang Negara (Formatur), mendatangi kantor Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Sulawesi Tengah, untuk berunjuk rasa, pada Kamis 3 Juni 2021.

Aksi unjuk rasa itu dilakukan lantaran dalam satu tahun terakhir telah meresahkan dunia jasa konstruksi di Sulteng. Sinyalemen kuat dan aroma busuk dan diduga telah terjadi kongkalikong dalam pelaksanaan tender konstruksi yang mengakibatkan terjadi pelanggaran persaingan usaha.

Modus kongkalikong itu dengan penawaran terendah hingga 40 persen oleh pihak pelaksana atau kontraktor selaku penawar yang mengakibatkan menurunnya kualitas pekerjaan jasa konstruksi.
Maka indikasi puluhan bahkan ratusan miliar paket proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara teknis dikerjakan secara amburadul. Terindikasi tidak sesuai besaran teknis dan jauh dari pagu anggaran yang seharusnya.

“Mekanisme dibangun diduga atas dasar kongkalikong ini telah mematikan kemampuan daya saing pengusaha lokal,” tegas koordinator lapangan (Korlap), Mudin usai orasi.
Persekongkolan dalam tender tersebut diduga kuat melalui praktik – praktik kesepakatan jahat, baik tertulis maupun tidak tertulis. Di mana praktik ini mencakup jangkauan perilaku yang luas, antara lain usaha produksi dan atau distribusi. Kegiatan asosiasi perdagangan, penetapan harga, dan manipulasi lelang atau kolusi dalam tender. Indikasi ini terjadi melalui kesepakatan antar pelaku usaha, antar pemilik pekerjaan dengan BP2JK.

Dugaan praktik atau persekongkolan jahat dalam tender tersebut, bertujuan untuk membatasi pesaing lain yang potensial untuk berusaha dalam pasar bersangkutan dengan cara menentukan pemenang tender.

“Kami menduga persekongkolan tersebut terjadi di setiap tahapan proses tender, mulai dari perencanaan hingga penetapan pemenang tender,” tandas Imam Safaat, salah seorang massa aksi.
Ia menegaskan, kondisi ini sangat memperihatinkan. Di tengah negara sedang mengalami krisis dan melemahnya ekonomi pasca pandemi, anggaran negara dipermainkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di lingkaran pejabat tekhnis BP2JK Sulteng.

Akibatnya, banyak pekerjaan yang tidak terlaksana sesuai jadwal dan kualitas. Banyak sekali pekerjaan daerah mangkrak yang berakibat pada kerugian negara dan rendahnya kualitas pembangunan daerah di Sulteng.

Hal itu pula berakibat pada lambannya proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Banyak sekali pembangunan yang seharusnya selesai menjadi tertunda. Sehingga dugaan permainan kotor BP2JK Sulteng ini berdampak luas pada pengungsi di Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala).

Imam meminta Aparat Penegak Hukum (APH), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng dan Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng mengusut tuntas dugaan – dugaan praktik dan aroma busuk di BP2JK Sulteng ini. Menyeret oknum – oknum di BP2JK dan oknum kontraktor yang terindikasi menyelewengkan uang negara.

Korlap Mudin kembali menandaskan bahwa patut diduga kongkalikong ini telah terindikasi merugikan keuangan negara dan sarat dengan praktik korupsi.
Oleh karena itu, tegas Mudin, mereka atas nama Formatur menyatakan tuntutan sikap, pertama segera bekukan sementara Kantor BP2JK Sulawesi Tengah. Dua usut tuntas dugaan kongkalikong dan Korupsi tender proyek di BP2JK.

Tiga mendesak aparat hukum memeriksa Kepala BP2JK atas dugaan pengurangan kualitas proyek melalui penawaran terendah 20 – 40 persen yang mengakibatkan banyak proyek mangkrak. Dan keempat mendesak BP2JK berkoordinasi aktif dengan Pemerintah Sulawesi Tengah.

Saat unjuk rasa berlangsung, sempat terjadi bentrok kecil antara massa pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian dan pegawai BP2JK lantaran massa aksi menyegel kantor tersebut dengan spanduk bertuliskan “Kantor ini Disegel Sementara”.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pijar Sulteng, Rully Hadju mengapresiasi aksi unjuk ras yang dilakukan puluhan massa dari Formatur. Menurutnya, aksi itu sangat wajar dilakukan dalam konteks sosial kontrol penggunaan uang rakyat dalam bentuk APBN.

Ia juga meminta, pihak BP2JK sebaiknya banyak berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawasi Tengah. Sebab, meskipun BP2JK lembaga vertikal Kementrian PUPR, wilayah kerjanya berada di Sulteng. Apalagi hal ini menyangkut pekerjaan konstruksi yang merupakan hajat hidup masyarakat di Sulteng.

“Harusnya mereka lebih banyak berkoordinasi dengan Gubernur Sulawesi Tengah terkait dengan wilayah – wilayah proyek yang ditender,” katanya.

Tujuannya, sebut Rully, azas manfaat dan kelayakan proyek konstruksi tersebut bagi masyarakat Sulteng. Sejauh ini ia melihat bahwa BP2JK dan lembaga – lembaga vertikal lainnya yang ada di Sulteng belum kelihatan koordinasi, komunikasi, dan kerja samanya dengan Pemprov dalam hal ini Gubernur Sulteng.

“Gubernur adalah kepala daerah, pemilik wilayah, maka beliau sangat mengetahui dan memahami kondisi wilayah dan masyarakatnya, terutama sumber daya pelaku usaha jasa konstruksi lokal,” tutur Rully. *Yud_Trlogi

- -
Palu, sultengaktual.com
Beberapa titik ruas pekerjaan jalan rusak yang dikerjakan oleh PT Vertikal Tiara Manunggal pada tahun anggaran 2019 lalu mulai dibenahi.
 
Pekerjaan yang bersumber dari APBN Murni itu merupakan pekerjaan kontrak reguler 2019 pada ruas Tinombo - Sinei - Ampibabo - Toboli provinsi Sulawesi Tengah yang melekat pada PJN II Sulteng BPJN XIV sulteng yang hasil pelaksanaannya sudah di PHO dan saat ini masih dalam rentang waktu pemeliharaan sampai dengan Desember 2021 nanti.

Masa Pemeliharaan itu sampai Desember 2021 nanti, dan Kontraktor Pelaksana berkewajiban memperbaiki kerusakan kerusakan yang terjadi selama pekerjaan itu dalam masa pemeliharaan, ujar Salah satu staf PPK.2.2 PJN II Sulteng ketika ditemui di kantornya seputaran Zebra Kota Palu.

Sementara Itu, Ir Penil Dicky PPK 2.2 PJN sulteng, Membenarkan Kalo ruas jalan rusak dibeberapa titik atas pekerjaan kontrak 2019 lalu yang dikerjakan oleh PT.VTM sedang dibenahi dan action dilapangan. mengingat kondisi cuaca yang ada, sehingga pelaksana mengerjakan pembenahan memperbaiki kerusakan dilapangan secara bertahap.

Ditambahkan juga, bahwa perbaikan atas pekerjaan yang rusak itu merupakan kewajiban dari kontraktor pelaksana disepanjang waktu pemeliharaan yang sudah ditentukan, sambil menambahkan bahwa pelaksana membenahi kerusakan dilapangan secara bertahap dan rencananya jika cuaca mendukung akan melakukan pengaspalan pada perbaikan tersebut di bulan Agustus nanti, Urai Ir.Penil Dicky.

Selain Itu, untuk menuntaskan kerjaan dilapangan, pihak pelaksana dalam melakukan perbaikan pekerjaan dimasa pemeliharaan ini, melakukan investigasi kembali atas titik titik mana saja yang harus ditangani sehingga semuanya tertangani dalam perbaikan, ujar salah satu pekerja dari pihak pelaksana. __RB
- -