Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

Parigi Moutong, Sultengaktual.com- Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Parigi Moutong tahun ini, dibanjiri pelamar. Tak tanggung-tanggung, jumlah peminat sekitar 70 persen diatas kuota Penerimaan. 

Ahmad Saiful Nento
Pada penerimaan CPNS tahun ini, pemerintah hanya merekrut 200 formasi. Kuota tersebut hanya sekitar 30 persen dari pelamar yang ada, yakni sebanyak 6.124 pelamar.

Diuraikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKD Diklat) Kabupaten Parigi Moutong, Ahmad Saiful Nento, jumlah pelamar CPNS terbagi berdasarkan formasi, yaitu tenaga guru 2.957 orang. Tenaga medis 1.421 orang. Tenaga teknis, 1.746 orang.

"Jumlah yang mencapai ribuan itu, berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dari 200 formasi yang akan diterima, terdiri dari formasi guru 139 orang. Tenaga kesehatan 38 orang dan tenaga teknis 23 orang,” urai Ahmad Saiful, dilansir Songulara.com tanggal 4 Desember 2019.

Menurutnya, saat ini panitia sementara melakukan fisik berkas pelamar, hingga tanggal 16 Desember 2019.

Mantan Kepala SMAN 1 Parigi ini menambahkan, kalau jumlah formasi yang "diperebutkan" sekarang, tidak sampai separu berdasarkan usulan kuota yang diajukan dari Parigi Moutong.

"Sebelumnya, 600 formasi yang kami usulkan, pemerintah pusat hanya mampu mengakomodir 200 formasi,” ungkap Saiful. 

Sumber: Songulara.com
Editor: Andi Sadam/Sultengaktual.com 

-
Dilingkupi Karakteristik Ekologi Sosial dan Ekonomi Layak Pengembangan. 

Foto bersama Wakil Bupati Parigi Moutong
Badrun Nggai dan tim seminar akhir kajian
tentang Danau Sau Bolano Barat.
Foto Humas Setda Parimo

Parigi Moutong, Sultengaktual.com- Danau Sau, yang secara adminstrasi masuk wilayah Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolano, baru-baru ini diseminarkan. Pemaparan Danau Sau berdasarkan kajian dan penelitian yang sudah lebih dulu dilakukan. 

Gerakan gali potensi dari danau yang terletak di wilayah utara Kabupaten Parigi Moutong,  Sulawesi Tengah,  melibatkan ahli dari Universitas Tadulako. 

Pasca diteliti dan dikaji, Danau tersebut, katanya, menyimpan kelebihan yang bisa menembus level pariwisata dunia. 

Keyakinan terhadap potensi danau itu dikemukakan salah seorang tim Akademisi Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako. 

Samliok Ndobe nama pria bergelar doctor (S3) Ilmu Perikanan dan Kelautan ini. Lewat seminar yang diselenggarakan di ruang rapat Wakil Bupati Parigi Moutong pada Rabu, 4 Desember 2019, Samliok mengatakan kalau hasil dari kajian dan penilitian, Danau Sau dilingkupi karakteristik ekologi sosial dan ekonomi yang layak dikembangkan menjadi kawasan pariwisata. 
"Lokasinya memiliki keindahan bentang alam, keanekaragaman hayati, keunikan ekosistem potensi perikanan serta kearifan lokal masyarakat Bolano," katanya.

Pengelolaan danau itu, menurut Samliok, harus dilaksanakan secara terpadu dan melibatkan berbagai elemen, terkoordinasi dan berkelanjutan. "Tujuan seminar ini untuk mengkaji kondisi biofisik dan potensi sumberdaya perikanan, tersediannya data biodivetditas, gambaran potensi dan pemanfaatan sumber daya perikanan danau tersebut. Hasilnya kemudian menunggu untuk dikembangkan," ujar Samliok dalam seminar yang dihadiri Wakil Bupati Parigi Moutong ini.

Dijelaskan Samliok lagi, observasi danau telah dilakukan sejak bulan Agustus hingga Oktober 2019. Sistem yang dipakai adalah analisis laboratorium Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan dan Budi Daya Perairan, dibawah Fakultas Peternakan dan perikanan Universitas Tadulako.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai lewat sambutannya berujar kalau potensi sumber daya alam dan keindahan alam yang dimiliki Danau Sau, bisa jadi kedepan nanti jadi salah satu icon Parigi Moutong.
Menurutnya, untuk mengembangkan segala potensi sumber daya alam yang dimiliki Danau Sau, perlu peningkatan infrastruktur jalan. Akses menuju lokasi Danau Sau.

"Pembangunan infrastruktur harus diperhatikan, utamanya peningkatan jalan menuju Danau Sau," ucap Badrun saat membuka Seminar Akhir Kajian Biodiversitas dan Potensi Sumber Daya Ikan Danau Sau.

Demi pengembangan dan kelanjutan dari seminar itu, Badrun berharap adanya upaya dan proses selanjutnya. Kata ia, jangan nanti hasil penelitian hingga kajian tentang Danau Sau hanya sebatas seremoni. "Kenalkan potensi yang ada di Danau Sau pada dunia," imbau Badrun. 

Seminar akhir kajian biodiversitas dan potensi sumber daya ikan di Danau Sau digagas Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Parigi Moutong, bekerjasama dengan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako. 

Naskah: Humas Setda Parigi Moutong. 
Editor: Andi Sadam/Sultengaktual.com
- -
Kalau sebelumnya terlansir bahwa makhluk misterius ini pernah dikonsumsi, walau mematikan. Nah, pada catatan bagian dua ini mengungkap kalau Kalomba bisa diternak. Berikut ulasannya

Catatan: Andi Sadam 

Menurut cerita rakyat, Kalomba dapat dipelihara. Hanya saja makhluk itu bisa diternak oleh orang-orang tertentu.

Ilustrasi
Tapi, katanya lagi, Kalomba dapat dipelihara oleh manusia yang siap menanggung resiko. Konsekwensi dari memelihara kalomba sangat berat. Jika Kalomba tidak diberi makan oleh majikan maka makhluk itu akan marah dan diyakini bisa menyantap majikannya sendiri. Waduhhh... Seram juga ya! 

Kepada sang majikan, Kalomba bersedia dan nurut jika diperintahkan. Mulai dari sebagai jimat kekayaan (pesugihan) hingga membunuh. Kalomba mampu melakukannya. Bisa dikata, konon, Kalomba merupakan makhluk multifungsi. 

Kalomba juga merupakan makhluk yang tidak bisa beralih majikan. Kemanapun majikannya pergi, Kalomba selalu ikut. Kecuali majikannya meninggal dunia.

Kabarnya, makhluk ini memiliki kemiripan dengan legenda di pulau Jawa, yaitu Babi Ngepet. Hanya saja sosok Kalomba menyerupai Kambing. Sedangkan babi ngepet mirip seekor Babi.

Semoga tidak ada yang berkeinginan memelihara makhluk menyeramkan ini. 


Sigbin

Menurut dongeng, di Philipina, terdapat kemiripan mengenai makhluk Kalomba. hanya saja warga negara Philipina menyebutnya dengan sebutan Sigbin.

Dilansir dari sebuah situs, Sigbin itu berbentuk Kambing, namun tidak bertanduk, mirip burung gagak reptile, atau sesuatu yang samar-samar yang mirip dengan makhluk legenda di Meksico yaitu Chupacabra.

Dimana sangat umum dengan semua gambaran bahwa kepalanya menggantung di antara kaki depannya yang lebih pendek dibandingkan kaki belakang.

Sigbin juga terkenal dengan cara berjalan mundur seperti Kepiting. Perbedaannya dengan Kalomba, Sigbin mempunyai ekor yang panjang seperti cambuk yang memancarkan bau busuk dan dua kaki seperti belalang di lehernya yang dapat membuatnya meloncat dengan jarak cukup jauh.

Mereka keluar pada malam hari untuk mencari anak-anak untuk dilahap, tetapi mereka menyimpan hati anak-anak itu untuk dijadikan jimat.

Kebanyakan cerita dan penampakan banyak berasal dari daerah Cebu, Philipina.

Pada tahun 2005 silam, seorang ilmuan dari Borneo (Kalimantan) menemukan seekor “Karnivora yang mirip dengan Kucing dan rubah” dengan kaki belakang lebih panjang daripada kaki depan yang memperlihatkan gaya berjalan yang aneh dan penampilan fisik yang cocok dengan beberapa penjelasan dari Sigbin (ekor yang panjang, kaki depan pendek, dapat melompat dengan jarak jauh, karnivora).

Sampai saat ini belum ditemukan bukti nyata yang menyatakan apakah Kalomba adalah makhluk halus atau makhluk hidup. Yang jelas, sosok Kalomba sudah tak asing di telinga kita. Apalagi yang berdomisili di Sulawesi Tengah. Pastinya, makhluk kalomba masih merupakan mitos dan legenda yang tetap hidup dan kerap menjadi selentingan cerita. (Tamat) 

dari berbagai sumber

---
Sejak 2013-2014, tulisan ini telah terbit disejumlah media di Sulawesi Tengah.
========note========
Cerita ini diangkat semata-mata untuk  menggali tentang kebenaran serta keberadaan makhluk misterius disebut Kalomba, yang kini masih diyakini sekelompok orang. 
Sesungguhnya keyakinan pada khurafat dan mitos ini pada hakehatnya adalah pemikiran musyrik jahiliyyah. "Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

========

- -
Dalam Pesimis Wabup Parimo Desak Kontraktor dan OPD.

Parigi Moutong, Sultengaktual.com- Desakan Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai terhadap rekanan dalam capaian progres pekerjaan, tidak hanya lantaran aturan acuan kontrak. Konsep mempertahankan status opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) turut jadi pertimbangannya. 

Badrun Nggai, Wakil Bupati Parigi Moutong
Ft. Dok. 
Betapa tak galau, predikat terbaik pemberian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu baru kali pertama untuk Kabupaten Parimo, Provinsi Sulawesi Tengah.

Badrun Nggai tak berharap Parimo akan diganjar dengan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) hanya karena tidak maksimalnya pembangunan sejumlah insfrastruktur. 


Menurut Badrun Nggai, raihan opini WTP dari BPK merupakan hasil dari kerjasama seluruh komponen sejak tahun lalu. 

Sebagaimana rilis Humas Setda Parimo, Wabup Badrun menjelaskan bahwa Bupati Parimo, pada penerimaan piagam opini WTP tanggal 16 Oktober 2018 lalu, menyatakan bahwa pencapaian opini WTP merupakan yang pertama kalinya dari tahun sebelumnya hanya meraih predikat WDP. Dan perlu diketahui kalau opini WTP tercapai berkat kerjasama semua unsur keuangan di OPD.

Katanya, lewat capaian itu, maka Kabupaten Parimo akan dilirik investor. Sebab dengan opini tersebut daerah bisa mendapat kepercayaan dari para calon investor untuk berinvestasi.

Konsep mempertahankan status WTP itu membuat Badrun Nggai berharap kepada semua kontraktor untuk memperhatikan pekerjaannya, agar  tidak ada lagi yang namanya keterlambatan pekerjaan. 

Sumber: Humas Seta Parimo
Editor: Andi Sadam/Sultengaktual.com
- -
Parigi Moutong, Sultengaktual.com- Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo), Badrun Nggai mengeluarkan peringatan kepada seluruh rekanan, pihak pengawas hingga OPD. Warning orang nomor dua di Parimo itu menyangkut pekerjaan fisik yang tidak lama lagi berakhir masa kontraknya. 

Wabup Parimo, Badrun Nggai tinjau salah satu pekerjaan. Foto Humas Setda Parimo. 
Penegasan Badrun Nggai terhadap percepatan progres pembangunan insfrastruktur dikeluarkan ketika melakukan check on the spot sejumlah titik proyek di Parimo, Sulawesi Tengah. 

Lewat rilis Humas Setda Parimo, tanggal 24 bulan ini Badrun Nggai meninjau pekerjaan di Kecamatan Moutong, Taopa, Bolano, Bolano Lambunu dan Ongka Malino. 

Terhadap pembangunan Puskesmas serta rumah jabatan di Ongka Malino, Badrun Nggai menemukan progres kerja masih dikisaran 65 persen terhadap pembangunan gedung Puskesmas. Sedangkan capain untuk fisik rumah jabatan sudah dilevel 90 persen. 

Melihat kondisi itu Badrun Nggai mengaku pesimis. Sebab waktu sisah sebulan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Demi mencapai target, Badrun menyarankan rekanan untuk menggenjot perjaan. Penambahan tenaga hingga waktu kerja perlu diberlakukan. 

"Untuk bisa mencapai 100 persen tanpa melewati kontrak, harus menambah tenaga kerja serta berlakukan lembur," ujar Badrun Nggai menanggapi proyek yang melekat di Dinas Kesehatan Kabupaten Parimo itu. 

Untuk paket yang melekat pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan, Badrun Nggai meninjau tiga titik proyek peningkatan jalan. Yakni peningkatan jalan di Dusun Beringin Jaya, peningkatan jalan Mensung-SP. Mensung dan Peningkatan Jalan Ongka-Tampo. 

Dari tiga titik pekerjaan, Badrun Nggai menilai dua titik pekerjaan yang bikin senang hati. Satu titik lainnya yaitu peningkatan jalan Ongka-Tampo mengisyaratkan keterlambatan. 

Dirilis yang dipost di grup WhatsApp Presroom Pemkab Parimo itu melansir bahwa pemberhentian tenaga kerja jadi salah satu penyebab ancaman keterlambatan. 

“Tolong dinas terkait bersama kontraktor dan pengawasnya cepat diselesaikan persoalan ini sebelum kontrak pekerjaan ini selesai," tegas Badrun Nggai. 

Tidak hanya itu, Wabup dua periode ini juga menjumpai pembangunan pagar kantor Camat Bolano dan pagar kantor Camat Taopa yang lelet pekerjaannya. Pada papan proyek tertulis tanggal 04 Desember 2019 deadline pembangunannya. Tapi dengan melihat progres, bangunan pagar yang melekat di Bagian Pemerintahan Umum Setda Parimo itu besar kemungkinan melewati kontrak. 

Sementara, paket yang dikelola lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tercatat tiga proyek rehabilitasi ruang kelas SD yang progres pengerjaannya lambat, yaitu SD Negeri 2 Moutong Kecamatan Moutong, SD Negeri 1 Ogotumubu Kecamatan Tomini dan SD GKST Terpencil Desa Bambasiang Kecamatan Palasa. 

Dari kondisi banyak pekerjaan yang diprediksi lambat, Badrun Nggai berharap kepada rekanan agar lebih maksimal menggenjot pekerjaan serta memanfaatkan sisa waktu

Teruntuk semua OPD yang memiliki proyek fisik di tahun 2019 dan merasa progres pekerjaan "dikase slow" Badrun Nggai menegaskan perketat pengawalan dan pengawasan.

Dalam kunjungan tinjau-tinjau proyek insfrastruktur ini, Badrun Nggai diikuti jajaran OPD terkait.

Sumber: Humas Setda Parimo
Editor: Andi Sadam/Sultengaktual.com
- -

Makhluk Astral Paling Ditakuti di Sulawesi.
Percaya atau tidak, menurut sejumlah penduduk, sosok makhluk menyeramkan yang disebut Kalomba memang ada. Banyak yang mengatakan bahwa Kalomba adalah makhluk halus. Tapi tak sedikit pula yang mengatakan bahwa Kalomba merupakan makhluk hidup yang bisa dipegang serta dilihat secara kasat mata. 

Bagaimana misteri sosok Kalomba itu? Apakah memang benar keberadaannya, atau hanya mitos belaka? Siapa pun yang berdomisili di pulau sulawesi, khususnya Sulawesi Tengah, pasti mendengar dan mengetahui legenda tentang keberadaan makhluk tersebut. Nahhh... Seperti apa sosok makhluk itu? Berikut ulasannya.

Catatan: Andi Sadam

Masyarakan yang percaya akan keberadaan Kalomba, mengatakan bahwa makhluk itu merupakan sosok menyeramkan. Bahkan, jika makhluk tersebut marah, bisa melenyapkan nyawa manusia hanya dalam sekejap. Hmmm... 

ilustrasi
Berdasar cerita rakyat, Kalomba memeng mempunyai rupa menyeramkan tapi tidak jahat. Kalomba adalah makhluk berkaki empat dengan posisi kaki yang pendek bagian depannya. Kalomba memiliki rupa yang mirip seekor kambing, berbulu tebal. Tapi tak bertanduk.

Anehnya lagi, makhluk itu berjalan dengan kepala di belakang. Ayunan langkah dari makhluk itu seperti seekor kambing yang berjalan mundur.

Bagi warga yang percaya akan keberadaannya, sangat takut jika mendengar nama makhluk tersebut. Sebab, meski katanya tak jahat, Kalomba divonis sebagai makhluk yang paling menakutkan.
Menurut kepercayaan warga, Kalomba sangat gemar memakan sisa perasan perutan daging kelapa (ampas kelapa).

Hingga saat ini, ada beberapa wilayah di pulau Sulawesi, tepatnya di Sulawesi Tengah, masih terdapat warga yang sangat tabu jika membuang sisa parutan kelapa di halaman rumah menjelang malam hari. Penduduk meyakini kalau ampas kelapa itu akan mengundang kedatangan sang Kalomba.

Konon, jika ada yang secara sengaja membuang ampas kelapa pada malam hari maka orang itu akan didatangi Kalomba, bahkan bisa sampai jatuh sakit. Bahkan lebih fatal lagi.

Sejak zaman dahulu hingga kini, kasak kusuk mengenai sosok Kalomba sangat beragam. Sehingga tak ada satu pun ditemukan orang yang berani menarik kesimpulan bagaimana sesungguhnya sosok Kalomba itu. Tentang wujudnya tak bertanduk pun masih kontroversi. Ada menyebutnya bertanduk, ada pula menyimpulkan tanpa tanduk. 

Bersarang Dalam Tanah
Menurut penuturan beberapa sumber, Kalomba menyerupai makhluk hidup yang mirip dengan seekor Kambing. Katanya, Kalomba tinggal di sebuah hutan yang jarang dijamah manusia dan bersarang dalam tanah--lubang, serta dapat dilihat secara kasat mata.

Sempat tersiar kabar, puluhan tahun silam, sejumlah warga di salah satu wilayah ditemukan tewas "berjamaah" lantaran mengonsumsi daging Kalomba. Benar atau tidak, puluhan warga yang meninggal serentak itu pasca memakan daging Kalomba, karena belum mengetahui tentang makhluk itu.

Kronologisnya, pada waktu itu puluhan warga sedang ingin menggarap lahan yang akan dijadikan lokasi pertanian. Tiba-tiba saja muncul gerombolan makhluk yang mirip dengan hewan ternak Kambing. Spontan saja mereka menangkap makhluk itu yang kemudian disembelih, dimasak dan disantap.

Mereka menyangka bahwa yang muncul adalah Kambing hutan yang bisa dimakan manusia.

Puluhan warga yang menikmati daging makhluk itu akhirnya tewas secara mendadak. Sementara lainnya yang tidak sempat ikut menyantap, hanya jatuh sakit.
Namun, hingga saat ini belum ada yang bisa memastikan warga dari wilayah mana yang dikabarkan "tewas berjamaah" tersebut.

Sejumlah sumber hanya mengetahui bahwa kejadian itu terjadi di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. ... (Bersambung)

---
Sejak 2013-2014, tulisan ini telah terbit disejumlah media di Sulawesi Tengah.
========note========
Cerita ini diangkat semata-mata untuk  menggali tentang kebenaran serta keberadaan makhluk misterius disebut Kalomba, yang kini masih diyakini sekelompok orang. 
Sesungguhnya keyakinan pada khurafat dan mitos ini pada hakehatnya adalah pemikiran musyrik jahiliyyah. "Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

========
- -
Amanat Bupati Parimo Lewat Sosialisasi Perpres Pengadaan Barang dan Jasa. 

Parigi Moutong, Sultengaktual.com-  Peraturan Presiden atau Perpres nomor 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, Senin 25 November dipaparkan di Parigi Moutong. 

Sasaran sosialisasi ketentuan pimpinan negara ini terkhusus Organisasi Perangkat Daerah (OPD). "Peningkatan pemahaman serta update informasi kepada pihak OPD sebagai dasar sosialisasi ini. Dengan maksimalnya paham tentang aturan ini akan menghasilkan proses pengadaan barang dan jasa di lingkup Pemkab Parimo berjalan efisien, efektif dan transparan," kata Kepala Bagian Layanan Pengadaan, I Gede Widhiadha, dalam kegiatan di ruang pertemuan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Parimo itu. 

Asisten Administrasi dan Umum
Setda Parimo, Arman Maulana,
Mewakili Bupati dalam sosialisasi
Perpres nomor 16 tahun 2018
Asisten Adminitrasi dan Umum Setda Parimo, Arman mengatakan, pengadaan barang dan jasa harus mengacu pada aturan yang disosialisasikan ini. Serta didukung pedoman yang dikeluarkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) melalui program dari masing-masing OPD. 

Dalam programnya, menurut Arman, tentu harus melalui tahapan-tahapan mulai dari perencanaan, penganggaran hingga pelaksanaaan kegiatan. 

"Saya berpesan kepada pejabat pembuat komitmen, pejabat pengadaan, auditor, tim perencanaan, keuangan dan aset daerah agar memahami peran penting perencanaan pengadaan barang dan jasa, yang diawali dengan melakukan persiapan, diantaranya membuat SK pengelola pelaksana kegiatan seperti SK PPK, tim teknis sampai dengan tim pejabat penerima hasil pekerjaan. Tak luput pula benar-benar memperhatikan rencana umum pengadaan yang akan ditetapkan dan diumumkan secara terbuka lewat sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP)," tegas Arman dalam kapasitas mewakili Bupati Parimo saat itu. 

Sosialisasi Perpres nomor 16 tahun 2018 itu digelar selama dua hari, melibatkan PPK, Pejabat Pengadaan Perencana Daerah, Auditor serta keuangan dan Asset. 

Naskah dan Foto: Humas Setda Parimo
Editor: Andi Sadam/Sultengaktual.com 


-