Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

Palu, sultengaktual.com - Pekerjaan proyek Paket preservasi ruas jalan beteleme - tompira - bahonsuai - bungku terus melakukan action dilapangan dalam menuntaskan pekerjaan yang melekat di kementerian PUPERA bagian bina marga yang dibawahi oleh BPJN XIV Sulteng.

paket pekerjaan yang berbandrol anggarann APBN Murni dengan nilai Rp 49.130.936.000 berada pada satuan kerja PJN III sulawesi tengah dibawah tanggung jawab Pejabat pembuat komitmen ( PPK 3.6) dilaksanakan oleh PT Mentawa Karyatama Sejati sebagai pemenang lelang atas paket pekerjaan tersebut.

Perusahaan Yang syarat akan pengalaman dari timur sulawesi tengah itu berkeyakinan bahwa pekerjaan diruas yang ditangani sepanjang 20 KM itu akan tetap dituntaskan pekerjaannya sesuai dengan batasan waktu kontrak yang ada.

Meski saat sekarang ini, pandemi atas wabah sebaran covid19 pelaksana dilapangan tetap saja melakukan pekerjaan, yang sudah pasti mengacu pada protokoler kesehatan yang berlaku, jelas Haris selaku General superintendent pada pekerjaan yang dinahkodai putri dari pengusaha sukses Murad Husein.

Haris merincikan juga, bahwa pada tahap sekarang ini, penanganan jalan yang dikontrakkan spanjang 20 KM itu, sampai saat ini terealisasi dalam pengaspalan sepanjang 4.5 KM.

Dan untuk pekerjaan rehabilitasi jembatan sudah akan tuntas karena sisa menunggu cukupnya umur beton yang kemudian akan dilakukan pengaspalan, tambah Haris Ketika dihub via Telepon seluler.

Sambil menunggu pengaspalan, pekerjaan yang dilakukan adalah pengecetan dan pekerjaan rabbat beton sedang dilakukan, hal kni selain menaikkan progress pekerjaan dilapangan, sembari menunggu item pekerjaan selanjutnya, tambahnya.

Pemeliharaan rutin jembatan sudah dilakukan pembersihan dan pengecetan jembatan, hal ini merupakan ketentuan falam konttak yang harus dikerjakan. sementara pekerjaan pemeliharaan rutin jalansampai sekarang ini sufah mencapai progress pekerjaan sekitar 70 persen.

Sesuai arahan dan aturan yang ada, pekerjaan pekerjaan yang ada dan terdampak langsung akibat pandemi covid19 akan terjadi refocusing anggaran.
refocusing dimaksud yakni pemotongan anggaran nilai kontrak pada pekerjaan yang berlangsung dengan nilai yang dibayarkan ditahun berjalan dan pada tahun mata anggaran berikutnya. contohnya seperti nilai kontrak kami sebesar 49 miliard lebih baru akan diselesaikan di anggaran tahun ini kurang lebih 12 miliard dan sisanya atas anggaran tersebut akan diselesaikan tahun depan, ungkap Haris. RDY B
- - -
Palu, sultengaktual.com - Proyek peningkatan Tata Air Tambak Rakyat tahun anggaran 2020 yang ada di Kecamatan Sojol dan di Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah, melalui Dana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bidang Sumber Daya Air pada Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III Sulteng/barat) telah menjawab permasalahan dan kendala yang selama ini masih dirasakan oleh petani tambak diwilayah tersebut.

Proyek yang dibiayai melalui APBN murni itu merupakan proyek lanjutan dari proyek yang sama dalam melakukan peningkatan tata air tambak rakyat di kabupaten Donggala.

Proyek ini dilaksanakan oleh PT Pinar Jaya perkasa pada proses lelang lalu yang ditetapkan sebagai pemenang.

Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Sulteng/Barat, sangat peka dengan kondisi tersebut. Terbukti, hampir setiap tahun anggaran selalu memprioritaskan program proyek peningkatan jaringan tata air tambak, bukan hanya yang ada di daerah Kecamatan Banawa selatan dan kecamatan Sojol, akan tetapi di seluruh wilayah Sulawesi Tengah pada umumnya.

Kebijakan strategis ini, sebagai langkah antisipatif yang tak lain tujuannya adalah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menjadikan warga sebagai petani tambak yang produktif dan profesional.

Proyek Lanjutan peningkatan tata air tambak rakyat tahun 2020 ini, dalam pengerjannya dilengkapi beberapa sarana penunjang seperti perluasan saluran aliran air (tersiar) menuju tambak-tambak milik masyarakat, pembuatan jembatan kayu yang menghubungkan tambak yang satu dengan tambak lainnya.

Dalam Melaksanakan pekerjaan dilapangan, pihak pelaksana dalam penyelesaiannya tidak semata mata mengerjakannya dengan peralatan dan pekerjanya. Tetapi dalam hal ini, pihak pelaksana juga melibatkan unsur masyarakat setempat atau sekitarnya dalam mengerjakannya. Hal ini disebut sebagai Padat Karya. dilibatkannya unsur pekerja dari masyarakat sekitarnya mengacu pada aturan yang sudah ditetapkan.

Proyek pekerjaan dengan konsultan pengawas CV Geometric itu dikontrakkan pada Februari 2020 lalu memiliki peningkatan progress realisasi kerja yang positif, Hingga Berita ini tayang, realisasi pekerjaan dilapangan kurang lebih 60%. ini memberikan bukti bahkan signal positif atas pelaksanaan pekerjaan itu bisa tuntas pada waktu yang sudah ditetapkan.

Pihak Pelaksana PT Pinar Jaya Perkasa yang mengerjakan proyek di satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Pemamfaatan Air (PJPA), kepada media ini mewakili Kepala Satuan Kerja PJPA di BWSS III Sulteng, R.Zulfikar Dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa II, Rangga, menjelaskan bahwa dalam nilai kontrak pekerjaan ini telah dilakukan pengurangan juga, hal ini disebabkan dengan adanya wabah pandemi covid 19 sehingga pihak kementerian melakukan atau menerapkan aturan yang sesuai dengan landasan hukum yang berlaku, hal ini disebut Refocusing.

Pihak Pengguna atas pekerjaan ini, BWSS III pada satuan kerja PJPA berharap agar masyarakat sekitar, pemilik atau kelompok tani tambak dapat menjaga dan memelihara fasilitas-fasilitas yang sudah dibangun, sehingga fungsi serta manfaatnya dapat dirasakan oleh warga, dan juga jikalau bantuan anggaran seperti ini, bukan kebijakan pihak kami, melainkan kebijakan sepenuhnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pihak BWSS III Sulteng hanya menjalankan tugas sebagai perpanjangan tangan dari pusat, semoga semuanya bermanfaat.

Dan Juga, Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, Pihak Pelaksana dalam kesehariannya melakukan aktivitas dilingkup areal proyek, tetap menjalankan Disiplin atas Protokoler kesehatan yang sudah disesuaikan untuk tetap bersama saling mengingatkan bahwa pandemi covid 19 ini diantisipasi dengan memperhatikan aturan dari protokoler kesehatan.

Pihak pelaksana dengan langkah awal melakukan tes ukuran suhu tubuh atas siapa saja yang masuk ke areal lokasi proyek, hal ini dilakukan untuk kepentingan bersama dalam menekan penularan covid 19.

Report_ _ _Christine Mandagie
- -



Palu, sultengaktual.com - proyek Pekerjaan Preservasi Jalan Ampana - Balingara - Bunta - Pangimana yang dikerjakan Oleh kontraktor pelaksana PT Elim Jaya Pratama setelah menjadi pemenang pada proses tender/lelang Pekerjaan ini dan penandatanganan kontrak di Maret 2020 Lalu.

PT EJP selaku pemenang lelang pekerjaan Tersebut setelah tanda tangan Kontrak pekerjaan harus menyelesaikan penanganan pekerjaan dengan panjang Target sepanjang kurang lebih 20,40 KM sampai batas akhir di desember nanti dengan Hasil Akhir Pekerjaan Jalan Hot Mix.

Pekerjaan pekerjan di ruas ini mulai dari pengaspalan, pembersihan saluran, pemeliharaan secara rutin untuk jalan dan jembatan dan pemarasan.

Tetapi dari semuanya itu menurut Kasatker PJN wilayah III Sulteng pada BPJN XIV Palu Agustinus Junianto,ST MT melalui Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK 3.2 ) Ibrahim Tjane, ST kepada media ini bahwa pekerjaan utama yang ditangani dalam ruas ini adalah Rutin Jalan, penanganan Rutin pada Jembatan, pemeliharaan Jembatan, pemarasan, pembersihan saluran dan pengaspalan badan jalan yang sudah ditetapkan dalam kontrak, urai Ibrahim diruang kerjanya.

Dalam penanganan ruas ini, pihak pelaksana dalam menjalankan kontraknya selain melakukan pengaspalan terdapat juga pekerjaan rutin jembatan sepanjang 1667,1 Meter dan pekerjaan Rutin Jalan sepanjang 141,12 Km,rincinya.

Ditambahkan bahwa pekerjaan pengaspalan akan mulai dilakukan sesuai dengan design dengan panjang Target penanganan efektif kurang lebih 20,40 KM mulai dari titik ruas penanganan dengan titik titik pengaspalan yang tersebar.

Dan juga pekerjaan yang dibiayai Murni atas APBN dari Kementerian PU PERA ini (sampai berita Dinaikkan- Red) memiliki nilai Deviasi plus sekitar 5,40 % atas target pekerjaan progres rencana realisasi di 9,88% dan realisasi progresnya pada 15,27%, dan nilai progres itu akan bertambah lagi jika pengaspalan sudah dilaksanakan oleh kontraktornya, jelas Ibrahim.

Sigapnya pihak PPK dan kontraktor pelaksana terlihat pada putusnya jembatan Tobelombang pekan lalu (26 Juni - Red) di jalur Trans sulawesi Palu - Luwuk tepatnya di Kilometer 436+070 Akibat Gerusan Air yang mengakibatkan Oprit Jembatan Putus langsung ditangani oleh Kontrakttor pelaksana Kami, sehingga masyarakat pengguna jalan tetap terlayani, karena penanganan langsung dilakukan segera. ujar Ibrahim.

Untuk pelaksanaan pekerjaan di tahun ini, sesuai aturan yang diturunkan melalui Kementerian PU PERA bahwa di pandemi wabah vuris Covid-19 ini terjadi Refocusing yakni adanya pemotongan anggaran yang mana pemotongan itu dialihkan untuk penanganan Covid19.

Otomatis dengan adanya aturan Refocusing pasti berdampak atas pekerjaan yang terjadi dilapangan dan pastinya tidak menutup kemungkinan sebagian target penyelesaian pekerjaan bisa menyeberang tahun.

Penulis : Randhy Budiman,S.Sos




- -

Parigi Moutong,Sultengaktual.com-Tanggal 22 Juni, Kementerian Dalam Negeri menyerahkan penghargaan kepada 84 daerah di Indonesia yang terpilih sebagai pemenang Lomba Inovasi Daerah New Normal. Tidak tanggung-tanggung, kompetisi ini memporsikan total hadiah sebanyak Rp168 miliar.
Foto Dok Berita Sulteng
Dari ramainya daerah yang turut dalam Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru ‘Produktif dan Aman Covid-19’, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah tercatat ikut mengisi barisan peserta. Tapi, keikutsertaan daerah yang pertama kali dinahkodai Longki Djanggola—sebagai bupati definitif, gagal masuk nominasi.
Empat rekaman inovasi daerah ‘ramuan’ Pemkab Parimo yang diusulkan ke kementerian ternyata tidak ‘ampuh’ membawa nama kabupaten tersebut masuk dalam daftar 84 penerima bonus, hari Senin lalu.
Ajang tanding inovasi daerah oleh Kemendagri, menunjuk tujuh sektor yang dominan menyentuh bidang perdagangan dan jasa. Menyangkut ketentuan klaster dari Kemendagri, yaitu empat klaster, masing-masing provinsi, kabupaten dan kota serta kabupaten tertinggal.
Tersiar melalui publikasi, dua kabupaten di Sulteng berhasil menembus posisi juara. Kabupaten Sigi dapat juara 1 di Klaster Kabupaten Tertinggal, Sektor Tempat Wisata. Di Sektor Hotel, Klaster Kabupaten Tertinggal diduduki Kabupaten Tojo Una-una sebagai juara 3. Sedangkan untuk Provinsi Sulteng sukses mengisi podium 1, Klaster Provinsi, Sektor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Tidak munculnya nama Parimo lewat pengumuman pemenang dari Kemendagri, diakui Sekretaris Bappelitbangda Kabupaten Parimo, Irwan. Meski begitu, katanya, Pemkab setempat tetap merasa bangga walau tidak menduduki posisi nominasi.
Keberhasilan bisa ikut dan tercatat dalam deretan peserta lomba video inovasi tersebut, dianggap Irwan sebagai salah satu keberhasilan luar biasa. Sebab menurutnya, kemenangan apalagi ambisi meraih juara, bukan prioritas utama Pemkab Parimo—melalui Bappelitbangda.
Alhamdulillah Parimo sudah ikut dan memasukan empat kategori dalam lomba. Bukan tentang dapat juara atau tidak, tapi menyangkut berhasil atau tidaknya daerah menciptakan sebuah karya inovasi sebagaiaman tema dalam konsep dari Kemendagri,” katanya.
Salah satu hasil positif yang dianggap Irwan berdampak langsung bagi daerah, ketika dilakukan penayangan alias publikasi tentang Kabupaten Parimo. Dibilang pria penyandang gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat, itu setidaknya nama kabupaten yang berusia 18 tahun—saat ini, makin orang kenal.
Tidak hanya perihal mujarab mempopulerkan nama Kabupaten Parimo, keikutsertaan di ajang persaingan inovasi daerah rancangan kementerian ini menurut Irwan, juga sebagai ‘jurus’ agar terhindar dari teguran kementerian. “Kami menyaksikan banyak daerah yang tidak mengikuti lomba inovasi tersebut. Ada kemungkinan kalau kabupaten dan kota yang tidak ikut lomba, akan mendapat penaltI,” ungkapnya.
Menyinggung video inovasi daerah yang jadi jualan Pemkab Parimo dalam lomba, menampilkan spot pasar tradisional, rumah makan, perhotelan, dan transportasi. Meski empat kategori yang ‘diramu’ Pemkab tidak berhasil ‘mencuri’ perhatian tim penilai  untuk memposisikan Kabupaten Parimo di barisan nominasi, disebut Irwan juga sebagai bekal pengalaman dalam konsep inovatif selanjutnya.
Irwan bahkan menaruh asa, meski tidak mampu merebut nominasi di ajang baru-baru ini, kedepannya kabupaten yang dipimpin Samsurizal Tombolotutu sebagai bupati, diharap bisa jadi bagian untuk momen Inovasi Gampermen Awal (IGA) nanti.

84 Pemda Pemenang Lomba New Normal
Dikutip dari Kompas.com, Kemendagri memberikan penghargaan kepada 84 daerah pemenang Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru "Produktif dan Aman Covid-19" pada Senin, 22 Juni 2020. Penghargaan tersebut diserahkan Mendagri Tito Karnavian kepada para kepala daerah atau yang mewakili di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat.
"Kami bersama Kemenkeu, Kemenkes, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kemen PANRB, Kemendag dan BNPP berinisiatif untuk mengadakan lomba antar daerah untuk membuat protokol kesehatan Covid-19," ujar Tito dalam pidatonya pada Senin, sebagaimana dilansir Kompas.com.
Selain protokol kesehatan, daerah juga diminta melakukan simulasi protokol tersebut. Lomba dibagi menjadi tujuh kategori berdasarkan tujuh sektor kehidupan, yakni pasar tradisional, pasar modern, hotel, restoran, tempat wisata, transportasi publik, dan PTSP. "Agar adil, maka lomba diadakan dengan membagi empat kluster pemda, yakni lomba antarprovinsi, antarkota, antarkabupaten dan antarkabupaten perbatasan," ungkap Tito.
Dalam lomba ini, semua Pemda diminta untuk membuat video dengan durasi maksimal dua menit yang menggambarkan protokol kesehatan dan simulasi di sektor yang dipertandingkan. Seluruh Pemda bebas untuk ikut dalam lomba di sektor-sektor yang dipertandingkan bahkan boleh mengirim video di tujuh sektor tersebut.
"Untuk membuat video tentunya Pemda harus menyusun protokol kesehatan, dengan melibatkan ahli kesehatan dan bekerjasama dengan stakeholder yang digarapnya di daerah masing-masing," kata Tito.

Sumber: Berita Sulteng, Kompas.com

-

Parigi Moutong, sultengaktual.com - Apkikasi Lintas Organisasi perangkat Daerah (OPD) akan digunakan oleh Badan Perencanaan penelitian dan pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong untuk mengkoneksikan data lintas OPD. Agar nantinya OPD lebih cepat menyediakan data untuk menjadi data tunggal yang digunakan oleh pemerintah daerah dalam melakukan perencanaan Program.
             Zulfinasran, S.STP, M.Si
Apikasi yang dimaksud itu berkaitan dengan data yang akan kami koneksikan dengan data data yang berkaitan atas data Dukcapil, data dinas pendidikan, data dinas sosial, data PMD, termasuk data data soal profil desa, data kesehatan, prinsipnya konrksinya lintas data OPD akan disandingkan dan disinergiskan secara seksama antara program yang satu dengan program lainnya karena memiliki keakuratan atas data yang jelas, ungkap Zulfinasran, SSTP, M.Si kepala Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong beberapa waktu Lalu.

Secara Rinci, mantan kadis PU parigi Moutong itu menjelaskan seperti menyikapi program nasional seperti penanganan stunting maka dinas kesehatan tidak hanya membutuhkan data di setiap lokasi mengenai berapa jumlah anak stunting tetapi pihak terkait juga memerlukan data profil desa, data dukcapil dan data dinas pendidikan, jelas zulfinasran.

Lintas data itu sangat berguna, seperti untuk masalah anak stunting
Data profil desa dibutuhkan karena dari data tersebut bisa diketahui dengan jelas bagaimana kondisi desa itu. Seperti halnya bagaimana jumlah ketersediaan jamban, jumlah mengenai keberadaan ibu hamil. Dengan demikian dengan adanya data lintas OPD maka akan mudah medeteksi mengetahui berapa jumlah anak yang akan lahir dalam kurun beberapa bulan kedepan dan pihak dukcapilpun akan dengan mudah mempersiapkan dokumen dengan adanya data data yang akan masuk sesuai dengan acuan sebelumnya, urainya.
             Rb/ Sumber beritasulteng
- - -
Parigi Moutong, Sulteng Aktual- Pasca temuan pelanggaran yang dilakukan tiga oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo,  Dinas Sosial (Dinsos)  membuka layanan pengaduan. Aduan masyarakat akan langsung ditangani. 

Sejumlah pihak diminta bekerjasama mengawasi jalannya program tersebut, terutama jika menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung, bisa langsung diinformasikan ke Dinsos. 

Kadis Sosial Parimo, MS Tombolotutu sudah menegaskan ke Bidang Linjamsos yang menangani PKH untuk membetuk layanan pengaduan, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. Upaya tersebut menyikapi dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum pendamping yang mencoba-coba mengambil hak warga miskin penerima PKH

"Segera mungkin akan dibentuk pengaduan dari kecamatan sampai kabupaten," tandasnya. 

Menyangkut persoalan PKH, Dinsos juga mendapat warning dari DPRD. Utamanya menyangkut persoalan data. Anggota DPRD Parimo, Feri Budi Utomo, meminta agar dinsos transparan soal data. Selain itu, jangan sampai ada kepentingan politik. 

"Saya ingin ada keterbukaan informasi, sehingga kami tahu, ada identifikasi permasalahan. Sekarang bagaimana meminimalisir persoalan yang terjadi," kata dia. 

Menanggapi hal tersebut, Kadinsos Parimo, MS Tombolotutu mengatakan bahwa dinsos selalu terbuka untuk data. Hanya saja ada mekanisme, sesuai aturan kemensos. "Harus menyurat secara resmi sesuai mekanisme Kementrian Sosial, jangan sampai disalahgunakan,"ungkapnya. 


Sementara itu, Kabid Linjamsos, Aristo, mengaku sudah berupaya transparan soal data. Karena data warga miskin harus dipublis. "Memang data kemiskinan harus di publis. Bagaimana kita mau menurunkan angka kemiskinan kalau tidak ada datanya. Agar hak-hak warga miskin bisa sampai sesuai harapan," tegasnya. 
-
Parigi Moutong, Sulteng Aktual- Tahun ini, puluhan PAUD di wilayah lokus stunting Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, jadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat. Data tentang fokus dinas tersebut diperoleh Berita Sulteng dari Bidang PAUD dan Dikmas Disdikbud.
ilustrasi PAUD. ist

“Fasilitas PAUD di wilayah lokus stunting yang jadi perhatian Disdikbud di tahun 2020 ini sebanyak 64 titik,” kata Kabid PAUD dan Dikmas Disdikbud Parimo, Nurlina Sani pada Senin, 15 Juni 2020.
Dia bilang, demi memastikan kondisi pelayanan pendidikan, 64 PAUD itu sudah ditinjau. Sebagian banyak terletak di Kecamatan Maoutong.

Nurlina merinci, dari 47 desa yang jadi lokus stunting di Kabupaten Parimo, terdapat 24 PAUD di Kecamatan Moutong yang sudah tertinjau. Tapi, dari hasil check on the spot, hampir dipastikan seluruhnya belum memenuhi. Tidak sedikit fasilitas PAUD ditemukan belum dilengkapi air bersih.

Selain tiada dukungan ketersediaan air bersih, lembaga pendidikan pembinaan anak usia dini juga masih banyak belum ditunjang sarana dan prasarana bermain yang belum memenuhi ketentuan.

Atas kondisi tersebut, Nurlina berharap dukungan pihak-pihak desa lokus stunting untuk bersinergi dengan Disdikbud Parimo, demi pemenuhan pelayanan pendidikan.


Dalam realisasi program tersebut, Disdikbud sudah merencanakan survei selanjutnya terhadap PAUD lain. "Dalam waktu dekat kami akan melakukan peninjauan kondisi PAUD di kecamatan lainnya," pungkasnya.
Reporter: Aksa Y
-