Pilih Menu

Slider










KOTA

SULTENG


POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » Janggal 'Molor Waktu' FHO Di Proyek 22 Miliar
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Ir. Penil Dicky : “Jangan Melihat Sesuatu Itu Dari Kaca Mata Kuda, Tidak Ada Yang Sempurna Didunia ini !!! – Kami PPK Tinggal Menunggu Arahan Selanjutnya - Hal ini juga merupakan langkah kebijakan yang diambil pimpinan – Sekali Lagi saya ingatkan, Saya Tidak memiliki Kepentingan Di Proyek Ini. 


Palu, sultengaktual.com - Dugaan Janggalnya Final Hand Over (FHO) atau serah terima akhir pekerjaan adalah suatu kegiatan serah terima akhir pekerjaan yang dilakukan secara resmi dari penyedia jasa (Kontraktor pelaksana) kepada pihak pengguna, PPK pada satuan kerja, dalam hal ini satuan kerja PJN 2 BPJN Sulteng, Terkuak.

Pasalnya, Proyek berbandroll 22 Miliar pada Masa Pemeliharaan Proyek Preservasi jalan Tinombo Sinei Ampibabo Toboli yang terjadi atas Provisional Hand over (PHO) atau serah terima pertama atas pekerjaan yang dalam administrasi legalnya sudah mencapai 100 persen pekerjaan pelaksanaannya, dan Paket Kontrak ini terjadi pada tahun anggaran 2019, dan PHO dilakukan pada 31 Desember 2019 dengan masa pemeliharaan pekerjaan selama 2 tahun dengan Agenda FHO 31 Desember 2021 lalu, terselesaikan pekerjaan dilapangan pada periode februari 2022 baru baru ini. 

Dengan Waktu Pemeliharaan pekerjaan selama 2 tahun merupakan waktu yang sangat panjang dan bisa dipergunakan semaksimal mungkin oleh penyedia untuk wajib memelihara kondisi hasil pekerjaan yang di serah terima lalu dengan kondisi 100 persen, supaya tetap terjaga seperti pekerjaan itu diserah terima pertama, hal ini juga terdapat pada klausul pointer di syarat syarat Umum Kontrak.

History Lapangan yang ada, kondisi pemeliharaan yang semestinya dilakukan oleh penyedia jasa terhitung mulai tanggal 31 Desember 2019 sampai 31 Desember 2021, bisa dibilang tidak semulus yang dituangkan dalam suatu torehan kalimat dalam syarat syarat umum kontrak, yang mana penyedia jasa WAJIB memelihara kondisi pekerjaan sebagaimana pekerjaan itu dilakukan PHO atau 100 persen dalam serah terima pertama. 
Rekam kondisi atas hasil pekerjaan yang di PHO kan itu, menuai banyak kritikan dari media di periode pertengahan 2020, awal 2021 sampai pertengahan. Dan faktanya, di pertengahan 2021 lalu, pihak penyedia PT Vertikal Tiara Manunggal melakukan mobilisasi penanganan pekerjaan pemeliharaan di beberapa ruas yang rusak, seperti di daerah Desa Dongkas , dengan pekerjaan galian perkerasan berasphalt tanpa Coid Milling Machine – STA 283 + 300.
Eko Arianto Dari Forum Peduli pembangunan Daerah (FPPD) Menyahuti atas dugaan janggal pada FHO proyek 22 Miliar tersebut. “Jika proses pemeliharaan yang seharusnya dijaga dan sebagaimana mestinya disaat pekerjaan itu di PHO kan, Penyedia wajib menjaga kondisinya seperti semula disaat pekerjaan itu rampung 100 persen dan di PHO kan, hal ini jelas atas prinsip pemeliharaan dan itu juga tertuang pada syarat syarat Umum kontrak” ujar Eko. 

Bahkan dalam syarat syarat umum kontrak juga termaktub dengan jelas, jika memang penyedia jasa dikatakan tidak melakukan perbaikan perbaikan dimasa pemeliharaan, jelas juga sanksinya. Bisa saja terjadi dilakukan pemutusan kontrak pada masa pemeliharaan yang dikarenakan kesalahan / kelalaian Penyedia. Dalam hal ini PPK berhak untuk tidak membayar retensi atau jaminan pemeliharaan dicairkan untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan bahkan penyedia dikenakan sanksi daftar hitam, Sambungnya. 

Ini Harus ditelusuri kenapa dan ada apa, seakan akan pihak PPK mengamini molornya waktu pemeliharaan bahkan tidak maksimalnya pekerjaan pemeliharaan dilapangan sehingga terkesan Tutup mata dari pihak PPK yang seakan tidak bisa memberikan teguran sesuai SOP dan apa yang terkandung dalam syarat syarat Umum Kontrak, Tegas Eko. 

Ir.Penil Dicky Yang saat itu dikonfirmasi beberapa waktu lalu (Masih Selaku PPK 2.2 PJN II BPJN Sulteng) terkait Hal FHO atas PHO dari kontrak pekerjaan preservasi jalan Tinombo Sinei Ampibabo Toboli Senilai 22 Miliar tahun anggaran 2019 lalu, hanya berkelit dengan mengatakan “ Saya tidak Punya Kepentingan Atas pekerjaan Ini, Sekali lagi saya ingatkan kalau saya tidak punya Kepentingan” Ucap Ir Penil mengawali Perkataan ke Redaksi Sulteng Aktual. Kalau Mengenai Molornya pelaksanaan, kan masih ada jaminan pemeliharaan yang akan di klaim, dan waktunya juga sudah diminta untuk diperpanjang, jadi apanya yang keliru, Jangan suatu hal itu dilihat menggunakan kaca Mata kuda, tidak ada yang sempurna didunia ini!!! Ujar Penil sembari Menggurui dengan makna kiasan atas pemahamannya. 

Ketika dikejar Makna Kiasan ‘jangan mau Pakai kaca Mata Kuda’, berarti kaca mata Aturan yaaa Pak harus dikedepankan bukan kebijakan, Ir Penil mengarahkan langsung saja konfirmasi ke Kasatker, karena masalah ini sudah menjadi ranah beliau (Kasatker), kami selaku PPK tinggal menunggu arahan selanjutnya, karena banyaknya faktor yang menjadi pertimbangan beliau beliau, Jelas penil.

Mengenai masih adanya kegiatan setelah batas FHO tanggal 31 Desember 2021, berdasarkan salah satu klausul jaminan pemeliharaan masih ada ruang 14 hari kerja untuk persiapan klaim konsorsium penjamin, karena hal ini juga merupakan langkah kebijakan yang diambil pimpinan ( Kabalai dan Kasatker – Red) mengingat masih adanya itikad baik dari penyedia jasa untuk menyelesaikan perbaikan dimasa pemeliharaan.
Sementara itu, PT Vertikal Tiara Manunggal, melalui Direkturnya, Muhklis; selaku penyedia jasa pada pekerjaan 22 Miliard yang dikonfirmasi atas Dugaan kejanggalan FHO atas pekerjaan yang di PHO kan di 31 Desember 2019 lalu serta molor dalam penyelesaian FHO, serta diminta tanggapannya atas klausul administrasi legal yang ada dalam syarat syarat umum kontrak mengenai pelaksanaan pemeliharaan sampai ke ranah FHO, lebih memilih Bungkam. Meskipun dua centang biru dalam pesan aplikasi whatsapp tertoreh, tapi Mukhlis tidak membalas, Bahkan langsung memblokir nomor Awak redaksi yang melakukan konfirmasi. *** Tim

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama