Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Waktu Pekerjaan Mepet, Proyek Jembatan Talise DISOROT
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Palu, sultengaktual.com - Proyek Penggantian Jembatan Provinsi Sulawesi Tengah Yang Melekat pada Satuan Kerja PJN III BPJN XIV Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2020 Menuai Sorotan. Pasalnya Proyek Penggantian Jembatan Yang salah satunya Adalah jembatan Talise di Jalan Yos Sudarso sampai Sekarang Ini Belum Secara Nyata memberikan Naiknya progress bobot pekerjaan, hal ini dikarenakan dengan melihat durasi kontrak pelaksanaannya yang akan berakhir di penghujung desember 2020 nanti.

Pelaksana Proyek Penggantian Jembatan Yakni PT Siltro Putra Mandiri yang memenangkan proses lelang atas proyek tersebut dengan Nilai Kontrak kurang Lebih Rp 16 Miliar. Adapun Pekerjaan yang ditangani oleh pelaksana proyek ini sebanyak 4 buah Jembatan.
 Nampak Pekerjaan Cor DiLokasi

Sorotan Atas pekerjaan di Jembatan Talise, merupakan bukti nyata atas faktanya Yakni progress bobot pekerjaan yang terjadi, yang keliatan dari pekerjaan itu adalah pengecoran yang terdapat di bawah posisi jembatan (Sesuai Foto lapangan 16 November 2020 - Red).

Eko Arianto Dari TEGAK Sulteng Salah satu NGO pemerhati pembangunan Infrastruktur di Sulawesi Tengah mengatakan, jika dilihat dari posisi pekerjaan yang nampak sekarang, maka akan menimbulkan pertanyaan apakah pekerjaan ini akan bisa rampung dikerjakan pada akhir desember nanti, mengingat sisa waktu pelaksanaan sudah sangat mepet, ungkap Eko.

Bukan itu saja, meskipun kita ketahui bersama, secara nyata, pelaksana pekerjaan baru mulai action dilapangan pada lokasi jembatan talise ini di bulan agustus akhir, Dengan durasi waktu kerja itu apakah mampu menuntaskan pekerjaan tersebut, kan kontraknya bukan di bulan agustus, kalau tidak salah proses kontraknya itu di bulan Februari 2020, sesuai dengan tahapan tahapan lelang yang termaktub di lpse.pu.go.Id Urai Eko.
  Lokasi Proyek Jembatan Talise

Sementara itu, PPK 3.8 di Satuan Kerja PJN 3 Sulteng, Andrea yang di Hubungi Via Telepon Selular Aplikasi WhatsApp menguraikan Bahwa proyek Pekerjaan jembatan Talise memang jika dilihat mengenai progress bobotnya sekilas pasti memberikan asumsi kok bagian atasnya belum dikerjakan, ujarnya.

Untuk pekerjaan ini, proyek jembatan talise ini yang memakan waktu diawal kerjanya yakni ketika dilakukan pekerjaan pemancangan cerucuk sebagai pondasi jembatan. di proses pekerjaan ini, curah hujan yang terjadi saat itu sangat intens, jelasnya.

Dengan pekerjaan pemancangan itu, pekerjaan lanjutannya juga sangatlah penuh dengan hitungan teknis yang akurat, karena membuat Box culvert dengan panjang kurang lebih 10 meter, memang untuk melihat bobot volume atas progres pekerjaan itu, di pekerjaan jembatan jika mau dikatakan, terbesar bobotnya itu ada pada pekerjaan dasarnya, kita optimis jika pelaksana bisa menuntaskan pekerjaan ini sesuai dengan batas waktunya, kita berharap cuaca bisa bersahabat dengan kami dilapangan serta dukungan dari semua pihak hingga pekerjaan ini bisa terselesaikan di batas waktu yg sudah ditentukan, Kata Andrea penuh Harap.

Ketika disinggung mengenai pekerjaan Jembatan Talise apakah kategorinya pada tatanan minus atau plus dari realisasi target pekerjaan yang Di rencanakan, Andrea mengatakan bahwa pekerjaan Penggantian jembatan talise pada tatanan Deviasi Minus dari realisasi target yang ada, tetapi tidak terlalu signifikan, insyaallah hal itu bisa teratasi dan berjalan lancar sesuai dengan tahapan kerja dilapangan, Jelasnya.

Sementara itu, Sampai berita ini Dinaikkan, pihak pelaksana lapangan pada proyek pekerjaan Penggantian Jembatan Talise, Marten yang dimintai keterangannya atas sorotan mengenai pekerjaan tersebut belum berhasil. RB






Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama