Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Samsurizal dan "Anak Buahnya" Dihukum Mengganti Rp4,9 Miliar
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Pinjaman dari Pengusaha untuk Keperluan Pilkada.

Parigi Moutong, Sultengaktual.com- Hakim Pengadilan Negeri (PN) Parigi menghukum Samsurizal Tombolotutu bersama tujuh tergugat lain, mengembalikan uang sebanyak 4,9 miliar rupiah kepada pengusaha ternama, Hantje Yohanes. Putusan majelis hakim itu ditetapkan lewat sidang pada Rabu, 5 Februari 2020.

Sidang putusan gugatan perdata Hantje Yohanes terhadap Samsurizal
beserta "anak buahnya" di PN Parigi 5 Februari 2020.
Foto: Muh Aksa
Selain disuru pulangkan ambilan yang hampir 5 miliar rupiah, tergugat Samsurizal bersama "anak buahnya" dibebankan kerugian inmaterial sebesar 3 persen, atau senilai Rp24 juta lebih per bulan. Penambahan beban kepada para tergugat ini terhitung sejak 25 Agustus 2019. "Bunga" 3 persen itu akan terus berjalan bila pokok belum dianggap lunas.

Sebagaiman diketahui, berdasarkan petitum PN Parigi, mengabulkan gugatan penggugat Hantje Yohanes untuk seluruhnya, serta menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang dimohonkan. Kemudian, menyatakan sebagai hukum perjanjian lisan antara penggugat dan tergugat dan turut tergugat, sah menurut hukum serta telah melakukan perbuatan wanprestasi.


Fakta persidangan, majelis punya persangkaan umum adanya perjanjian lisan antara Hantje dan Samsurizal dengan menimbang adanya bukti komunikasi dengan kode Babe serta adanya bukti transferan kepada turut tergugat.

Istilah Babe adalah sebutan kepada Samsurizal Tombolotutu, yang sekarang ini menjabat Bupati Parigi Moutong periode 2018-2023.

Dalam fakta persidangan juga, tergugat dan turut tergugat tidak berhasil memberi bukti sanggahan atas sejumlah saksi yang dihadirkan penggugat.

Tersanderanya tergugat Samsurizal bersama turut tergugat terbongkar lewat saksi penggugat. Dimana pinjaman dana dari penggugat, menurut saksi, untuk digunakan tergugat dalam keperluan Pilkada lalu. Dan itu tidak terbantahkan oleh tergugat.


Seperti diketahui, tujuh nama turut tergugat adalah Niko Rantung, Teguh Arifianto, Hendra Bangsawan, Irfan Sukri, Charisan Natalia Nelwan, Deny dan Nurfajri. Mereka disebut sebagai penerima transferan dana dari penggugat.

Perkara antara Hance versus Samsurizal dan “anak buah” ini sudah bergulir sejak Jumat 30 Agustus tahun 2019. Bahkan hingga agenda pembacaan putusan nomor perkara 28/Pdt.G/2019/PN Prg, sebelumnya telah melewati beberapa kali mediasi. Namun agenda yang telah dijadwalkan tersebut kedua prinsipal tak hadir sehingga mediasi dianggap gagal serta tak membuahkan hasil.


Sementara, penasehat hukum penggugat Hartono Taharudin, usai dilaksanakannya agenda sidang putusan mengatakan, meski gugatan kliennya dikabulkan sebagian oleh PN setempat, pihaknya masih menunggu 14 hari upaya hukum lain.

"Apakah penggugat maupun tergugat melakukan upaya hukum lain, nanti kita liat di 14 hari kedepan. Kami tidak tahu upaya hukum yang akan diambil, namun kemungkinan besar mereka akan banding," kata Hartono.

Sedangkan penasehat tergugat dan turut tergugat usai pelaksanaan sidang tersebut, tak dapat dimintai keterangan, karena langsung bergeser dari PN Parigi. 

Penulis: Muh Aksa
Editor: Andi Sadam



Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama