Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Samsurizal Cs Tidak Ajukan Dokumen Pembelaan, Hakim Tunda Sidang
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Gugatan Hutang Pilkada dari Pengusaha Ternama. 

Parigi Moutong, Sultengaktual.com- Hakim Pengadilan Negeri (PN) Parigi menunda sidang perkara yang menyeret nama Bupati Parigi Moutong yang digelar pada Senin 16 Desember 2019. Tiadanya dokumen alias bukti untuk menjawab gugatan Hantje Yohanes jadi sebab penundaan sidang tersebut.

Tidak masuknya berkas pendukung untuk disidangkan, dibenarkan kuasa hukum Samsurizal Tombolotutu cs, Syahrudin Ariestal, ketika ditanya wartawan.

ilustrasi
Kata Etal—panggilan keseharian Syahrudin Ariestal, dokumen untuk menjawab gugatan Hantje Yohanes, lambat masuk. Katanya, ia baru menerima dokumen dari kliennya sekitar dua jam sebelum sidang digelar. Harusnya, kata Etal lagi, paling tidak seminggu sebelum sidang ia sudah memegang dokumen dari klien. Sebab banyak proses yang harus dilakukan, katanya, termasuk meregistrasi serta membuat daftar bukti yang akan diajukan ke pengadilan.

“Tadi saya baru diberikan ada beberapa bukti. Namun, nanti jam 10 siang ini baru saya terima. Sebenarnya alat bukti sudah ada hanya baru saya terima saja," katanya.

Walau demikian, Etal tidak berlalu menyalahkan kliennya. Jauhnya jarak dengan klien hal yang katanya ia disadari.

Walau begitu, menyangkut gugatan pengusaha ternama Hantje Yohanes, yang di persidangan sebelumnya sudah menghadirkan keterangan saksi-saksi, menurut Etal tiada masalah. Sebab menurut Yurisprudensi Mahkamah Agung, perjanjian secara lisan harus ditindaklanjuti dalam bentuk tertulis.

"Itu paten, dan seorang kontraktor buat perjanjian dengan orang lain, masa tidak ada didasari satu perjanjian," ujar Etal.

Ia menjelaskan bahwa persoalan Hantje Yohanes yang menggugat Samsurizal Tombolotutu bersama delapan orang lainnya di PN Parigi, terkait pinjaman dana untuk digunakan di Pilkada tahun 2017 silam, dianggap keliru. Sebab, gugatan tersebut tak ada urusannya dengan Pilkada dan pinjam-meminjam.

"Sehingga sekuat apapun dalilnya, jika tidak didasari suatu perjanjian secara tertulis, saya meyakini hakim akan berpihak pada kami," ucap Etal.


Sebelumnya, Hantje Yohanes menghadirkan empat orang saksi untuk pembuktian dari gugatannya. Empat saksi dihadirkan dalam persidangan di PN Parigi pada Senin 9 Desember 2019 lalu, menceritrakan rentetan kronologis sehingga tercipta hutang-piutang antara Samsurizal dan Hantje Yohanes. 

Tak tanggung-tanggung, dalam perkara hutang tersebut, Hantje Yohanes menghadirkan Fransiska, yang disebut sebagai Komisaris PT TMJ. Dalam kesaksiannya, perempuan tersebut mengaku banyak tahu tentang proses meminjam uang oleh Samsurizal Tombolotutu kepada Hantje Tohanes. Bahkan dalam kesaksiannya, Fransiska mengungkap bahwa Samsurizal Tombolotutu akan memulangkan pinjaman setelah Pilkada di Parigi Moutong.

Tidak sampai disitu, Fransiska juga membeberkan persoalan variasi transferan dana ke beberapa rekening pribadi yang diketahui sebagai orang dekat Samsurizal di Parigi Moutong.

Selain Fransiska, satu saksi lain juga memberi keterangan yang makin menguatkan gugatan Hantje Yohanes. Lukman nama saksi yang satu ini. Ia memang popular dekat dengan penggugat.

Dikesaksiannya, Lukman mengungkap pertemuan antara penggugat dan tergugat berawal di salah satu rumah makan di Biromaru, sekira bulan Agustus 2017. Dari pertemuan itu, menurut Lukman, Samsurizal dikabarkan akan maju Pilkada di Parigi Moutong.

Terkait pembicaraan meminta bantuan kepada penggugat, kata Lukman, itu dimediasi oleh salah seorang tim pemenang Samsurizal atas nama Niko Rantung. Dari keterangannya, Niko membutuhkan dana dari penggugat untuk kebutuhan Samsurizal di Pilakda Parigi Moutong, untuk pembayaran partai karena pihak tergugat dalam keadaan kepepet.

"Jadi, Hantje tanya berapa, jawab Niko Rp4 milyar lebih. Terus pertanggung jawabannya seperti apa, kata Niko jika Samsurizal tidak komitmen, Niko pasang badan," tutur Lukman.

Andi Sadam

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama