Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » Banyak Kasus Dilidik Jaksa di Parigi Moutong
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Dugaan Penyelewengan Alat Pertanian Masuk Fokus APH. 

Parigi Moutong- Sampai pada Agustus tahun ini, Kejaksaan Negeri Parigi Moutong tuntas menangani dua kasus korupsi. Bahkan, kurun satu tahun terakhir jaksa sukses menyelamatkan Rp115 juta lebih kerugian negara. 

Meski demikian, bukan berarti jaksa sudah kehabisan tugas. Pasalnya, kini lembaga anti rasuah itu masih mengusut lebih banyak lagi kasus dugaan penyimpangan keuangan, administrasi hingga penyelewengan fasilitas yang diadakan dari uang negara. 

ilustrasi
Catatan Sultengaktual.com, Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten yang dinahkodai Samsurizal Tombolotutu itu sementara mengusut puluhan kasus yang masih di tahap penyelidikan (Lidik) dan penyidikan. 

"Di status penyidikan kami mengurus lima kasus, termasuk di dalamnya dugaan korupsi dana desa yang menyeret tiga Kepala Desa," kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Parigi Moutong, Mohammad Tang, Senin 5 Agustus 2019. 

Tang mengungkap kalau jaksa sudah menahan satu dari tiga Kades yang terlibat dugaan penyimpangan uang negara. 

"Pekan kemarin satu Kades, yakni Kades Ambesia Selatan sudah kami tahan. Untuk dua Kades lagi, yaitu Kades Kasimbar dan Kades Jononunu sementara kami panggil lewat kiriman surat," ungkap Tang saat ditemui di ruang kerjanya. 

Menyangkut kasus lain yang masih berstatus Lidik, selain ada beberapa desa, terdapat pula sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kasusnya masih terus didalami. 

Selain Kasi Pidsus, Kasi Intel Kejari Parigi Moutong, Moh Rifaizal, juga mengungkap hal senada. Disinggung masalah apa saja jadi fokus Kejari yang dilimpahkan di bidang intel, Rifaizal enggan membeberkan. 

Meski tidak menyebut nama OPD, tapi Rifaizal mengatakan salah satu kasus yang masuk daftar Lidik. 

Katanya, dugaan penyelewengan bantuan terhadap kelompok tani adalah salah satu fokus jaksa. 

Adalah bantuan berupa alat pertanian tahun anggaran 2016. Menurut data yang diperoleh jaksa, alat bantuan itu diduga tidak diserahkan ke kelompok penerima. Justru menurut laporan, alat pemotong padi itu disinyalir disewakan ke kelompok tani. 

Sumber dana pengadaan bantuan yang disinyalir diselewengkan itu, menurut Rifaizal, berupa bantuan kementerian sumber dana APBN. 

Penanganan kasusnya, kata Rifaizal, jadi salah satu fokus utama, sebab laporan yang diterima dianggap cukup untuk dijadikan dasar Lidik serta pengumpulan bahan keterangan dan data.

Hasil penelusuran Sultengaktual.com, bantuan alat panen padi itu diduga disewakan kepada kelompok tani oleh salah satu oknum. Menariknya, perjanjian sewa menyewa itu diketahui Kades setempat. Dalam kesepakatan sewa tertanggal 2 Mei 2016 serta ditandatangani sejumlah saksi. Dan untuk jangka waktu sewa disepakati selama enam kali panen dengan biaya Rp26 juta per panen.

Reporter/Editor: Andi Sadam

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama