Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Ramai Bincang Tentang Wagub Sulteng
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


‘Antara Amanah dan Hasrat Politik’

Pencarian sosok pengisi kekosongan kursi Wakil Gubernur Sulawesi Tengah masih jauh dari garis finish. Di level elite, justru menjadikan ‘sayembara’ pengganti almarhum Sudarto sebagai tranding topic. Tidak hanya di dunia nyata, ‘wabahnya’ pun hingga ‘menjangkiti heaters’ dunia maya. Ya, Medsos kan sebagai ‘dalang’ penyebaran kabar.

Catatan: Andi Sadam

Dalam amanah Kemendagri melalui Dirjen Otda telah melayangkan surat ke ketua DPRD Provinsi Sulteng perihal pengisian Wagub Sulteng. Salah satu poin dalam surat tertanggal 9 November 2018 itu menyebutkan bahwa keberadaan Wagub mendukung optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan, khusus upaya pemulihan kondisi pasca bencana.


Syamsu Nadjamudin dan Anwar Hafid
Ada respon dari kemunculan surat bernomor 122.72/8992/OTDA. Bahkan berdampak seru yang hingga memancing argumen Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Kok bisa ya?!

Ya, bukan tanpa sebab, pernyataan Pemkab Parimo itu muncul lantaran nama bupatinya, Samsurizal Tombolotutu terseret dalam spekulasi nama bursa calon Wagub. Pada Minggu 16 Desember, Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Parimo, Syamsu Nadjamudin memposting status melalui akun facebooknya. “Agar informasi terkait pengisian Wakil Gubernur Sulawesi Tengah tidak liar di masyarakat. Disampaikan dengan hormat.. bahwa Bapak Samsurizal Tombolotutu mash fokus sebagai Bupati Parigi Moutong dan Mash konsent membantu pemprov untuk pemulihan pasca bencana,” posting pejabat yang jarang absen dari aktifitas bupatinya itu (protokoler).

Di kolom komentarnya, Syamsu Najamudin menyebut bahwa status tersebut bersifat resmi sebagai pernyataan Pemkab melalui bagian Humas.

Pasca status Kabag Humas Setda Parimo, muncul pemberitaan media bahwa Bupati Parimo masih fokus mengurus daerahnya.

Riak selanjutnya, tim advance, ‘besutan’ partai koalisi itu kemudian mendapat serangan dari salah satu pemilik nama calon Wagub usulan. Adalah Anwar Hafid yang menyorot tim tersebut. Pernyataan Bupati Morowali dua periode itu terlansir di terbitan salah satu media cetak. Pria yang dulu santer disebut mempersunting pedangdut Angel Lelga ini meminta tim advance jangan membuat ‘gerakan tambahan’.

Bermuara dari pernyataan Anwar Hafid menambah semerbak bincang-bincang tentang Cawagub Sulteng. Baik diskusi nyata maupun maya. Di facebook, ter-update ragam komentar yang bahkan berbuntut lahirnya kesan trias politik, hingga paham ‘remeh’ terhadap jabatan Wagub, dan bla-bla-bla.

Selanjutnya, juga sebagai bentuk tindak lanjut dari pesan Kemendagri tersebut, tim advance yang dibentuk segera kembali menjaring nama-nama usulan partai koalisi untuk selanjutnya menerbitkan dua nama kemudian diserahkan ke Panlih DPRD Provinsi Sulteng. Disusul dengan aksi memilih oleh legislator.

Kesan hasrat politiknya adalah kepentingan kontestasi pemilihan gubernur-wakil gubernur 2020 mendatang. Opini ini juga sudah terlontar dari ‘nyanyian’ Gubernur Longki Djanggola di terbitan salah satu media masa beberapa waktu lalu (3 Calon Wagub Sulteng Sudah Ditetapkan, Longki Tuding ada Yang Bermain).

Seperti diketahui bahwa tim advance telah mengeluarkan surat hasil keputusan tertanggal 6 Agustus 2018. Dalam surat bernomor khusus tujuan ketua koalisi partai pengusung gubernur dan wakil gubernur Sulteng itu merilis dua dari tiga nama untuk ditindaklanjuti pada pleno tingkat pimpinan koalisi partai pengusung. Dua nama direkomendasikan adalah Faisal Mang dan Anwar Hafid. Sedangkan Nophan Saleh Abubakar tercatat gugur lantaran undur diri disebabkan terdaftar sebagai Bacaleg partai Golkar.

Belakangan Faisal Mang dikabarkan ‘ikut-ikutan’ gaya Nophan Saleh Abubakar, yaitu mengundurkan diri. Tersisah satu nama yakni Anwar Hafid. Sejak itu tahap pancarian sosok Wagub Sulteng, macet.*


Dilansir sebelumnya, pasca ditinggalkan almarhum Sudarto (meninggal dunia pada 1 Oktober 2016), posisi Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng kosong. Telah lebih dari dua tahun kursi orang nomor dua di Sulteng itu tidak ditempati. Kini akan dilakukan lagi prosesi pencarian pengganti Sudarto. Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng, Longki Djanggola menyampaikan bahwa dalam waktu dekat segera digelar rapat antara partai pengusung.

Pada tahun 2017 lalu Panitia Pemilihan (Panlih) melalui DPRD Povinsi Sulteng sudah dibentuk. Gubernur Sulteng Longki Djanggola menyorong dua nama calon yakni Faisal Mang dan dr Ansyhari. Namum proses pemilihan Wagub itu kandas dipicu kesepakatan yang tidak seragam dari partai koalisi yang mengusung Longki's (Longki-Sudarto di Pilkada 2015).


Berlalunya kegagalan pemilihan Wagub, kini kembali mencuat isu kalau lahir nama baru dalam pencarian pengganti almarhum Sudarto. Adalah Samsurizal Tombolotutu yang digosipkan menjadi salah satu bakal calon pendamping gubernur Longki.

Belum terungkap apakah lantaran beredarnya kabar tentang akan ikutnya Samsurizal Tombolotutu dalam kontestasi Pilgub 2020 mendatang atau tidak. Pastinya nama Bupati Parigi Moutong (Parimo) ini sudah semakin ‘mewabah’.

Samsurizal Tombolotutu sudah disebut-sebut sebagai salah satu figur bakal calon pengisi kekosongan bangku Wagub Sulteng sejak pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati Parimo periode 2018-2023, di awal hingga pertengahan tahun ini. Ditahap kampanye Pilkada Parimo adalah sebagai pemicu penyebaran nama Samsurizal jadi bakal calon Wagub Sulteng. Media sosial (Medsos) yang kemudian jadi sarana percepatan penyebaran desas-desus tersebut.

Kini menghangat kembali isu Samsurizal dalam tema pencarian Wagub Sulteng pasca salah satu media terbitan Sulteng, Kaili Post, merilisnya tanggal 7 Desember pekan kemarin. Bahkan nama bekas Bupati Morowali ikut terseret dalam lansiran pemberitaan yang juga melibatkan tokoh pers turut melepas spekulasi dalam ulasannya.

Satu alasan lahirnya prediksi kalau Samsurizal bisa jadi salah satu pilihan Longki atas dasar tracking politiknya. Sebagaimana dalam karir politiknya Longki dianggap nyaman berduet dengan figur bekas TNI.

Sebagai bupati Parimo di periode kedua 2008-2011 Longki Djanggola mengangkat Samsurizal Tombolotutu sebagai wakilnya. Selanjutnya ketika dijabatan gubernur Sulteng Longki memilih Sudarto sebagai ‘orang keduanya’.

Samsurizal adalah bekas prajurit TNI Angkatan Darat aktif yang kemudian melepas karir militernya ketika menjadi orang pilihan mendampingi Longki sebagai Bupati Parimo masa kerja 2008-2011. Pun Sudarto adalah mantan TNI Angkatan Darat.

Hingga menjadi gubernur diperiode kedua (2015-2020), Longki masih setia ditemani Sudarto sebagai wakilnya. Sampai pada 1 Oktober 2016 Sudarto tutup usia (masih dalam jabatan Wagub Sulteng).

Menyaksikan karir dengan pendamping dari kalangan TNI itu yang kemudian muncul opini kalau Longki ‘bahagia’ bersama sosok dari jebolan tentara. Sehingga tidak menutup kemungkinan kalau Samsurizal dinilai kuat masuk dalam daftar calon Wagub Sulteng untuk membantu Longki menyelesaikan masa jabatan hingga 2020.

Pun sebagai penguat gosip kalau kesempatan Samsurizal bisa jadi Wagup berkat pernyataan Longki Djanggola ketika dikonfirmasi Sultengaktual.com, tadi malam, Selasa 11 Desember 2018.

Longki yang ditanya lewat Short Message Service (SMS) terkait nama Samsurizal, diplomatis dia menjawab. Katanya proses ‘perburuan’ Wagub masih tetap jalan. Prosesnya pun adalah yang keempat kalinya. Longki menyebut bahwa dalam waktu dekat akan melakukan rapat. Termasuk menyaring nama calon melalui usulan partai pengusung. Nama-nama dari partai itu kemudian dikerucutkan menjadi dua nama.

“Proses masih tetap jalan, untuk proses yang ke empat kalinya. Beberapa hari kedepan akan dirapatkan dan disaring nama-nama Cawagub usulan partai pengusung, paling banyak dua orang,” jawabnya.

Dalam pesan singkat itu, Longki mengarahkan ke partai pengusung soal pengajuan nama. “Untuk siapa itu silahkan tanya ke masing-masing partai pengusung,” tulisnya.

Disinggung terkait nama yang akan diajukan Partai Gerindra, Longki enggan membocorkan. “Yang pasti diusulkan kader partai Gerindra. Soal namanya akan diplenokan di pengurus harian,” sebut Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng itu.

Sebagaimana diketahui bahwa Samsurizal Tombolotutu adalah kader partai besutan Prabowo Subianto itu.

Seperti diketahui bahwa Longki’s diusung empat Parpol pada Pilgub 2015 lalu, yakni Gerindra, PBB, PKB dan PAN. Penyebab tersendatnya perjalanan pencarian Wagub diantaranya lantaran kata sepakat yang tak kunjung lahir ‘dilingkungan’ partai koalisi tersebut.

Namun demikian, dari spekulasi-spekulasi yang ada, kesepakatan partai pengusung hingga legislator Provinsi Sulteng lah yang nantinya sebagai penentu lahirnya Wagup Sulteng pengganti almarhum Sudarto.***


Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama