Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » Paket Proyek Di Periksa, Hidayat Bungkam
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


Jalan Di Busak
Palu - Diperiksanya Dua paket proyek pelebaran Jalan Yang ada Dikabupaten Buol,Sulawesi Tengah dari penggunaan anggaran APBN 2015 Silam membuat Hidayat,ST selaku Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK)  menjadi alergi untuk ditemui bahkan memberikan keterangan atas terperiksanya pekerjaan yang ditanganinya.

Bagaimana tidak, Hidayat selaku PPK sangat sulit untuk ditemui dimintai keterangannya atas persoalan pekerjaan yang diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah.

Harusnya Hidayat sportif saja ke teman teman Wartawan untuk memberikan keterangan atas pekerjaan yang sudah diperiksa oleh jaksa.

"Hidayat selaku PPK harus bisa mendahulukan kepentingan publik dalam memberikan keterangan atas terperiksanya dua paket pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya selalu Pejabat pembuat komitmen. Bukannya harus menghindar seakan alergi atau bungkam dengan pesolan yang sudah menjadi Rahasia Umum itu.

Publik harus mengetahui pesoalan itu, karena anggaran itu adalah anggaran Publik melalui APBN, jelas Eko Arianto.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, melalui Andi Rio,SH  selaku Kasi Penkum Dan Humas Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Yang ditemui diruangannya menjelaskan bahwa
Proses Penyelidikan yang dilakukan Oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah atas Dua Kasus paket pekerjaan Pelebaran Jalan yang ada di Kabupaten Buol dengan menggunakan APBN 2015 masih tetap berlanjut.

"Untuk Pemeriksaan Atas dua pekerjaan pelebaran Jalan yang ada di Kabupaten Buol tetap berlanjut. Dan proses sekarang masih dalam tahap penyelidikan, dan jika sampai pada proses selanjutnya maka kami akan menyampaikan ke teman teman wartawan, sejauhmana kasus ini tetap kami informasikan" Jelas Andi Rio.

Dua Paket Pekerjaan pelebaran Jalan Yang Ada di kabupaten Buol itu diduga telah terjadi kerugian Negara  sehingga dampaknya masuk ke ranah Hukum, kita tunggu dan hargai proses hukumnya, jelas Eko Arianto salah satu pemerhati pembangunan infrastruktur di sulawesi tengah lewat wadahnya Tegak Sulteng.

Eko merinci bahwa 2 pekerjaan itu sangat sangat memenuhi syarat atas dugaan penyimpangan yang terjadi atas penggunaan Uang Negara. Buktinya pekerjaan yang baru saja dikerjakan 2015 silam sudah banyak berlubang serta saluran air yang tidak berfungsi, atas dasar inilah salah satu unsur penilaian itu terjadi, bisa dikatakan bahwa kualitas pekerjaan itu patut dipertanyakan.

proyek pelebaran jalan Bodi-Buol yang dikerjakan oleh PT Andyna Putri Pratama dengan menggunakan APBN Tahun 2015.

Kemudian berikutnya adalah proyek pelebaran jalan Buol-Lakuan yang dikerjakan oleh PT Sinar Intan Papua Permai, juga memakai APBN Tahun 2015.

Dari 2 kontrak pekerjaan atas pelebaran jalan itu dinahkodai Hidayat ST selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sedangkan Kepala satuan Kerja PJN wilayah I sulawesi Tengah Waktu Itu adalah Nasrun Nasioe,MSi.

Yang Janggal pada pekerjaan itu sejak dimulainya kontrak atas pekerjaan tersebut, telah terjadi beberapa kali perpanjangan Kontrak (Adendum) dan sampai batas waktunya juga pekerjaan itu tidak selesai sesuai dengan apa yang di tuangkan dalam Kontrak. Hal tersebut harus ditelusuri lebih jauh, kami (Eko- Red) yakin bahwa para aparat Hukum yang sudah melakukan proses ini akan memberikan hasil yang maksimal atas dugaan tersebut, jelas Eko.

Hidayat ST selaku PPK pada pekerjaan tersebut yang hendak dimintai keterangnnya tidak Berhasil. Di hubungi Berkali kali lewat Telepon selularnya tidak diangkat meskipun terdengar menyambungkan (aktif) begitupun SMS tidak direspon, dan Pesan Whatsapp juga tidak dibalas meski terlihat pesan yang dikirimkan masuk dan diterima. RB

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama