Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » Warga mengeluh, Bantuan Korban Banjir Pilih Kasih
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


TOLITOLI- Pemerinta Kabupaten Tolitoli diminta serius dan benar-benar memperhatikan korban banjir utamanya di Keluraham Tuweley Kecamatan Baolan.



Pasalnya, masih ada beberapa warga yang mengeluh karena belum mendapatkan perhatian. Bahkan ada warga menilai penyaluran bantuan ganti rugi rumah  pilih kasih.
Seperti yang menimpa Abdurrachman, warga jalan Cendrawasih lingkungan IV Kelurahan Tuweley. Ia dan kelurganya salah satu korban banjir banjir  yang terjadi pada Sabtu 3 Juni 2017 lalu. Dimana akibat musibah  tersebut, seluruh rumah dan isinya luluhlantah akibat diterjang banjir.

Ironisnya, ketika kepedulian pemerintah datang yang diawali dengan melakukan pendataan, namanya tercatat/ terdaftar sebagai salah satu korban dan berhak menerima bantuan ganti rugi rumah. Ini pun  dikuatkan dengan data yang dimiliki Ketua Lingkungan IV. Anehnya, sampai saat ini bantuan tersebut belum juga di salurkan. Konon khabarnya, terjadi perubahan daftar nama saat masuk ke Kelurahan. Terbukti ketika Tim investigasi dari Kelurahan dan Dinas Sosial melakukan pendataan dan pencocokan nama, yang awalnya nama Abdurrahman ada, namun begitu di cros cek, ternyata  telah  berubah dengan nama orang lain dan tidak layak mendapatkan bantuan.

"Bantuan yang diberikan tidak merata, buktinya kami, sampai saat ini tidak tersentuh bantuan apapun," sergah Abdurrahman.

Mestinya  yang mendapat prioritas bantuan adalah warga di tempatnya porakporanda.
"Tapi nyatanya, kami tidak pernah sama sekali mendapatkan bantuan. Padahal yang paling menderita adalah kita. Tapi yang diberikan bantuan justru rumah yang tidak ditinggali penghuninya," tegasnya.

 Apalagi menurutnya rumah yang menerima bantuan adalah warga yang sebelumnya telah mendapat bantuan bedah rumah dari Dinas Sosial, meski sampai saat ini tidak dihuni oleh pemiliknya.

" Inikan lucu, rumah yang tidak ada penghuninya di kase bantuan ganti rugi, sementara kami yang sampai saat ini masih tinggal di tenda pengungsian tidak di perhatikan," tandas Abdurrahman dengan nada kesal.
Olehnya ia meminta kepada pemerintah, kiranya bijak dalam mengambil keputusan agar tidak menimbulkan kecemburuan  di masyaraka yang tertimpa musibah.

Menyikapi hal tersebut Kepala Kelurahan Tuweley, Wira Bandung yang dihubungi tidak berhasil di mintai keterangan. Menurut pengakuan  sang istria saat di hubungi via ponsel,  pak Lurah lagi istirahat karena kurang enak badan. " Mohon maaf,  bapak lagi kurang enak badan sehingga harus istirahat," cetusnya.

Lain halnya dengan  Fadly salah seorang  anggota tim investigasi.
Menurutnya, pihaknya akan segera turun ke  lapangan untuk kembali melakukan ferivikasi. " Tenang saja kita ini sudah mau turun dan lakukan ferivikasi," tandasnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli Usman yang  dihubungi  via ponsel menuturkan pihaknya   membuka Posko,  agar bisa menerima pengaduan masyarakat.  Namun terkait dengan persoalan penyaluran bantuan rumah korban banjir yang nilainya mencapai Rp 20 juta per rumah, itu menjadi tanggungjawab Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli."  Jadi kalau persoalan  penyaluran bantuan, itu kewenangan Dinas Sosial," pungkasnya. AGS/RB

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama