Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Pemkot Gelontorkan 3 miliar Buat PALU KANAMAPANDE
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menggelontorkan anggaran Pendidikan 2017 sebesar Rp 3 Miliar, untuk implementasi program Palu ‘Kana Mapande’ atau Palu harus pintar di semua jenjang Sekolah Dasar (SD).
Palu kana mapende juga merupakan program prioritas Pemkot untuk mencerdaskan generasi bangsa, dan mebuka akses selaus-luasnya kepada masyarakat kurang mampu untuk mengenyam dunia pendidikan.
Walikota Palu, Hidayat menyatakan, program Palu Kana Mapande lebih diprioritaskan kepada siswa SD, utamanya sisw/siswi yang telah duduk di bangku kelas empat. Program itu juga papar dia bermuara pada peningkatan kualistas pengetahuan tentang Agama, baik Islam, Kiristen, Hindu Maupun Budha.
“Tahun ini kita mulai terapkan program Palu kana mapande dijenjang Sekolah Dasar. Program ini lebih mengarah pada peningkatan pengetahuan tentang agama kepada siswa dan siswi,” terang Hidayat, baru-baru ini.
Dirinya menjelaskan, Palu kana mapande dilaksanakan pada sore hari, sehingga tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar mulai pagi hari hingga siang yang telah ditetapkan oleh sekolah secara nasional.
Lanjut dia, penambahan jamb belajar bagi siswa/siswi itu serentak dilaksanakan di 165 SD di Kota Palu. Dimana, Guru yang nantinya mengajar pada pelajaran tamabahan yaitu bukan guru yang telah mengajar mengajar disekolah tersebut, melainkan Pemkot merekrut guru baru untuk mengajar tentang baca tulis al-quran, pendidikan akhlak, tentang shalat dan sebagainya, untuk Agama Islam.
“Siswa-siswi di semua jenjang pendidikan tingkat sekolah dasar, nantinya akan mendapat penambahan belajar pendidikan agama, setelah mengikuti proses belajar mengajar yang telah ditetapkan oleh sekolah dengan kurikulumnya,” beber Hidayat. 
Selain itu, siswa/siswi yang mengikuti pelajaran tamabahan Agama ini akan medapatkan sertifikat. Urai dia, sertifikat tersebut kedepan menjadi persyaratan mutlak untuk mendaftar masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Iya, piagam mata pelajaran Agama ini kedepan sebagai salah satu persyaratan siswa mendaftara masuk SMP,” urainya.
Penambahan jam belajar pendidikan Agama, tambah Hidayat, bertujuan untuk memaksimalkan pembentukan moral dan karakter siswa/siswi. Selain itu, lewat program Palu kana mapande memberikan dampak terhadap pengurangan pengangguran, dimana Pemkot Palu membutuhkan ketersediaan tenaga pengajar dibidang pendidikan Agama.
“Setidaknya ini bisa mengurangi jumlah pengangguran Kota Palu. Tenaga pengajar kita akan rekrut dari alumni perguruan tinggi Agama yang telah menyelesaikan studi Stara satu,” pungkasnya.WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama