Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » Honorer Pemkot Tak Akan Dirumahkan
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menegaskan, bahwa pegawai honorer maupun Pegawai Harian Lepas (PHL) dijajaran pemerintahan tersebut tidak ada yang dirumahkan atau pun putus kontrak.


Hal itu disampaikan Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, Asri, saat menyampaikan arahannya dihadapan ratusan pegawai honorer, Selasa sore (24/1) .
Kata dia, keresahan yang terjadi dikalangan honorer atau saat ini disebut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) berdasarkan aturan Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), sudah terjawab.
“Isu isu yang berkembang tidak benar. Perlu kami tegaskan tidak ada pegawai honorer di lingkup pemeritah Kota Palu yang dirumahkan atau diputus kontraknya,” beber Asri.
Dari data yang dimiliki Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKDSDM) Kota Palu, mencatat ada sekitar 1.900 pegawai honorer dijajaran Pemkot.
Sehingga, dengan terbentuknya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru yang merujuk pada amanah Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, maka pegawai honorer berjumlah kurang lebih 1.900 orang itu tetap bekerja di instansi sebelumnya.
Terkecuali, ada OPD mengalami kelebihan personil, maka pegawai honorer bersangkutan dipindah tugaskan ke OPD lowong. Dinama, saat ini Pemkot memiliki sekitar 38 OPD, yang sebelumnya hanya berjumlah 31 instansi.
“Kalau ada OPD yang lowong atau personilnya kurang, maka sebagian pegawai honorer mengisi OPD tersebut, dengan sistem pembayaran gaji masih melalui OPD sebelumnya. Sistem ini akan disesuaikan pada tahun anggaran 2018 mendatang,” jelas Asri.WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama