Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » » Harus Ditutup, Tambang Ilegal Poboya Masih Beroperasi
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Hingga saat ini, aktivitas tambang ilegal di kawasan pegunungan Poboya Kecamatan Mantikulore masih terus beroperasi. Meskipun Walikota Palu, Hidayat beberapa waktu lalu melakukan peninjauan langsung kelokasi tersebut, namun permintaan Walikota untuk mengosongkan areal tersebut tidak di indahkan prusahaan ilegal tersebut.

Diketahui, terdapa kurang lebih 10 perusahaan ilegal beroperasi diwilayah Poboya. Parahnya, aktivitas penambangan ilegal dilakukan menggunakan sianida yang a pasti memberikan dampak buruk bagi lingkungan, terlebih masyarakat setempat. 
Meskipun pemerintah Kota berulang kali menghentikan aktivitas tambang liar dikawasan itu, namun tetap saja berlanjut. Sebelumnya, penertiban pertama kali dilakukan Pemkot Palu pada 2016 lalu yang dipimpin langsung wakil Walikota, Sigit Purnomo  menemukan sejumlah perusahaan melakukan perendaman menggunakan sianida.
Saat itu aktivitas tambang liar sempat terhenti beberapa waktu. Namun, seiring perjalannya tambang ilegal tersebut kembali beroperasi. Sehingga kuat dugaan, ada orang berpengaruh yang membentengi perusahaan-perusahaan tersebut.
Bagaimana tidak, perusahaan yang beroperasi,  diduga menyerobot lahan Citra Palu Mineral (CPM) itu dipastikan tidak mengantongoi izin resmi dari Pemerintah setempat. Menurutnya, pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) di kawasan Poboya yang resmi hanya CPM selaku pemilik kontrak karya yang diteken melalui pemerintah Pusat. 
Meski sudah kontrak lanjut dia, namun hingga kini pihak CPM belm melakukan ekspolitasi dikawasan tersebut.
“Masih banyak tambang ilegal beroperasi di Pobonya, terakhir saya pergi kesana bersama Walikota setelah event Palu Nomoni. Dan Walikota meminta agar perusahaan ilegal itu tidak lagi melakukan aktivitasnya,” terang Staf Ahli bidang Infrastruktur dan Lingkungan, Setda Kota Palu, Yusrini Susanty Ariani, baru-baru ini.
Menurutnya, aktivitas tambang ilegal Poboya harus segera di tutup, karena sudah terjadi kerusakan lingkungan cukup parah, bahkan dengan adanya aktivitas perencaman menggunakan potasium alias sianida dipastikan memperburuk lingkungan dan memberikan ancaman kepada Warga Kota Palu.
“Tambang Dongi-dongi bisa di tutup, kenapa Poboya tidak bisa. Apa lagi tambang ilegal poboya ini jaraknya sangat dekat dengan Kota Palu. Tidak ada kata lain tambang Poboya harus di tutup,” tegas mantan Kadis ESDM Kota Palu itu. 
Dia menyatakan, berbicara soal dampak buru dari aktivitas tambang ilegal, tidak perlu menunggu beberapa tahun kedepan. Saat ini, aktivitas perendaman materila terus terjadi, secara tak langsung bahan-bahan beracun itu terus mengalir, atau pun memuai keudara bahkan meresap ketanah, dan hal ini berimbas terhadap warga yang ada dilembah Palu.
“Ini sangat Beresiko terhadap masyarakat Kota Palu, olehnya tidak ada kata lain aktivitas tambang ilegal itu harus dihentikan,” bebernya menegaskan kembali.
Meski begitu, Yusrini mengaku saat ini Pemkot Palu tidk bisa mengintervensi terlalu jauh terhadap tambang Poboya. Sebab, kewenangan itu sudah dilimpahkan kepada pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Alhasil, Pemkot hanya memantau dampak lingkungan ditimbulkan dari tambang liar tersebut.WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama