Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » Arboretum Buat Penelitian Dan Edukasi
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU -  Pemerintah Kota (Pemkot) Palu berencana akan menanam tanaman endemik Sulawesi Tengah (Sulteng) di kawasan arboretum untuk kepentingan penelitian maupun edukasi. Rencana itu menyusul, lahan yang terletak di Kelurahan Talise itu akan di sulap menjadi hutan Kota.

“Saya mau ketika arboretum ini nanti sudah jaid ada keterwakilan tanaman endemik Sulawesi Tengah didalammnya. Hal ini guna untuk penelitian maupun edukasi bagi masyarakat Kota Palu,” Kata Walikota Palu, Hidayat, baru-baru ini.
Dirinya menyatakan, Pemkot Palu telah selesai menyusun master plan arboretum atau hutan Kota, sehingga tahun ini pihaknya terlebih dulu membuat bak penampung air berukuran besar dengan diameter 50x40 meter. Pembuatan bak penampung air itu terang Hidayat, untuk kepentingan pematangan lahan, sehingga pada penanaman bibit pohon, lahan tersebut sudah bisa produktif.
Disamping itu juga, kawasan arboretum tersebut akan dibangun sarana dan prasarana infrastruktur, mulai dari akses jalan, taman, hingga fasilitas olahraga maupun seni. 
Papar dia, pembangunan hutan Kota yang dikerjasamakan dengan pemerintah Boras Swedia  diperuntukan sebagai ruang publik, selain untuk tempat rekreasi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi.
“karena master plannya sudah jadi, kawasan arboretum didalamnya nanti ada sarana fasilitas olahraga, terkecuali lapangan sepak bola,” ungkapnya.
Disisi lain, pembangunan arboretum atau hutan Kota yang dilakukan Pemkot Palu untuk pemenuhan kecukupan Ruang Terbuka Hijau (RTH), sebagai mana dimanatkan dalam Undang-Undang (UU) nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang mensyaratkan ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 persen dari luas wilayah Kota tersebut.
Dalam UU tersebut, menyatakan idealnya minimal 70 persen digunakan untuk bangunan sarana infrastruktur dan 30 persen untuk lahan hijau. Olehnya, saat ini Pemkot Palu tengah berupaya untuk memenuhi 30 persen ruang hijau.
Lebih lanjut Hidayat menjelaskan, setelah dirinya menemui Gubernur Sulteng, Longki Djanggola mengusulkan pemanfaatan lahan tersebut, akhirnya pihak Pemprov Sulteng memberikan rekomendasi, namu Pemkot Palu hanya diberi kewenangan pengelolaan lahan. 
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sudah memberikan izin kepada pemerintah Kota untuk mengelola serta memanfaatkan lahan tersebut, dimana luas lahan arboretum mencapai 98, 6 hektar. Saya memperkirakan kurang lebih 30 ribu pohon bisa terampung dalam kawasan arboretum,” tutur Hidayat.
“Untuk menyediakan bibit pohon kami akan bekerja sama dengan pihak swasta atau perusaan agar dapat berkontribusi memberikan sumbangsi bibit pohon endemik Sulawesi tengah,´tutupnya.WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama