Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » Penyelesaian Tambang Poboya, Serahkan KLH
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Walikota Palu, Hidayat menyatakan, penyelesaian polemik tambang emas yang berada di kelurahan Poboya kecamatan mantikulore telah diserahkannya kepada pihak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Pasalnya, pasca ditutup paksa aktivitas tambang ilegal dan ditemukan sejumlah galian untuk perendaman material menggunakan bahan kimia potasium atau sianida beberapa bulan lalu oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palu bersama pihak Polres palu, disinya kawasan itu telah terjadi pencemaran lingkungan.


Sehingga, Pemkot Palu mengambil langkah tegas meberhentikan dan melarang melanjutkan aktivitas tersebut. Melihat kondisi itu, sejumlah Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemkot Palu diperintahkan melakukan lajian termasuk Balai Lingkungan Hidup (BLH) terhadap pencmaran lingkungan di kelurahan poboya dan sekitarnya.
BLH Kota Palu, beberapa bulan yang lalu telah melakukan penelusuran Pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) untuk dilakukan penelitian dilaboratotium.
Selain Pulbaket, saat ini kata Hidayat, tim penegakan hukum telah diturunkan menindak lanjuti  aktivitas yang berada di tambang Poboya.
“Persoalan tambang Poboya saya sudah serahkan pedada pihak Kementerian Lungkungan Hidup meneylesaikannya,” terang Hidayat baru-baru ini.
Menurutnya, persoalan tambang Poboya erat kaitanya dengan pemerintah pusat. Sebab, dilokasi tersebut berdiri lahan Kontrak karya yang dikelolah oleh PT. Citara Palu Mineral (CPM), meskipun urusan pertambangan di daerah telah dialihkan ke Pemerintah Provinsi.
“Sehingga ini ada daikanya dengan pemerintah pusat,” bebernya.
Lanjut Hidayat, kepentingan Pemkot Palu meneyelsaikan polemik tambang Poboya yakni semata-mata ingin melindungi masyarakat yang berada disekitar kawasan tersebut dari dampak pencemaran lingkunagan akibat aktivitas tambang.
“Yang saya jaga ini warga saya di enam Kelurahan  yang jaraknya tidak jauh dari kawasan tambang, mereka yang menerima dampak pencemaran dari aktivitas itu,” tutur Walikota. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama