Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » » Koruptor Dana Zakat Di Rutankan
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU– Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi memang sedang bertaring. Setelah menjerat dua pejabat Badan Pengelola lingkungan Hidup (BPLH) Parigi Moutong (Parimo), yaitu Muhammad Idrus-Abdul Wahid terkait kasus korupsi Taman Hijau, kini jaksa kembali menahan satu pejabat BPLH lainnya, yaitu Tamsul Soda. Tamsul diduga mainkan uang zakat dengan cara menjadikan dana tersebut sebagai uang pinjaman berbunga.

Tamsul Soda diketahui sebagai sekretaris BPLH Parimo menjabat saat ini. Namun, berbeda dengan Muhammad Idrus-Abdul Wahid, Tamsul Soda digelandang jaksa terkait dugaan korupsi anggaran Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Parimo bernilai ratusan juta.

Dari amatan, pada Kamis (8/12), pukul 12.00 Wita, Tamsul Soda resmi ditahan oleh jaksa, untuk kemudian digiring ke Rumah Tahanan (Rutan) Maesa, Kota Palu.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Parigi, Reza Hidayat mengatakan, sebelum dibawa ke Rutan Maesa, Tamsul Soda akan menjalani rangkaian pemeriksaan di Kejari Palu terlebih dahulu. Lalu, kata Reza, Tamsul juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Polda Sulteng.

“Tamsul Soda ditahan di Rutan Maesa. Tapi sebelum ditahan kita lakukan cek kesehatan dulu di Polda (RS Bhayangkara)”, kata Reza.

Dikatakannya, dalam kasus itu, Tamsul disangka selewengkan dana Bazda hingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp375 juta. Perhitungan kerugian negara itu, kata Reza, merupakan hasil audit pihak inspektorat.

“Pada saat itu tersangka menjabat sebagai bendahara Bazda, yaitu dari 2011 hingga 2015”, katanya.

Menurut Reza, hasil pemeriksaan sementara, fulus Bazda tersebut mengalir kemana-mana, dengan dalih peminjaman.

“Kalau alasannya pinjam-meminjam, kan dana Bazda bukan uang pribadi”, kata Reza.

Untuk diketahui, aroma busuk korupsi uang zakat mulai mencuat, ketika pihak Bazda Parimo melapor ke jaksa bahwa Rp409 juta uang kas Bazda sisa dari Rp1,2 miliar zakat terkumpul dari pemotongan dari gaji PNS menguap, dan tidak jelas peruntukkannya.

Setelah jaksa mulai melakukan pemanggilan beberapa pihak, maka ditemukanlah fakta, bahwa uang milik kaum papah itu telah dipinjamkan oleh tersangka Tamsul Soda ke beberapa pihak, dengan ketentuan fulus tersebut berbunga.

Bahkan, pejabat sekelas Bada­n Penanggulangan Bencana Daerah (BP­BD) Parimo­ dan seoran­g oknum Anggota DPRD ­Parimo, disebut ikut memakai uang milik orang miskin itu, dengan alasan, meminjam. Smart/Gwd

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama