Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » IUP Logam Direkomendasikan Ke Dirjend Minerba
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Sulawesi tengah (Sulteng) yang belum memiliki sertifikat Clean and Clear (CnC) akan direkomendasikan kembali ke Direktorat jendral Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Hingga kini ada sekitar 47 IUP jenis logam di wilayah Sulteng belum memiliki sertifikat clean and clear dari Dirjen Minerba, sehingga kami akan rekomendasikan kembali kedirjen tersebut,” kata Kepala Bidang Pertambangan DESDM Sulteng, Aris Bulo Pasaru, Kamis, (8/12).
Dikenukakannya, dari data yang dimiliki pihaknya, saat ini tercatat 47 IUP non CnC itu berasal dari, Kabupaten Buol 4 IUP, Tolitoli 1 IUP, Morowali Utara 12 IUP, Morowali 11 IUP, kemudian Banggai 15 IUP, dan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sulteng sebanyak 4 IUP.
“Catatan itu dari hasil evaluasi kami paska penyerahan pengelolaan tambang di Kabupaten/ Kota ke Pemerintah Provinsi Sulawesi tengah,” jelasnya. 
Menurutnya, saat ini ESDM Sulteng telah menyelesaikan evaluasi terhadap 20 IUP yang belum CnC untuk direkomendasikan kembali, berarti ada sekitar 27 IUP lagi yang harus diselesaikan.
“Sisa 27 IUP yang belum CnC ini kami masih lakukan evaluasi, pengecekan secara detail kelengkapan semua dokumen administrasinya,” papar dia.
“Dari hasil rekapitulasi penyerahan dokumen, jumlah total IUP jenis logam di wilayah Sulteng tercatat sebanyak 275 IUP yang tersebar di seluruh kabupaten kota. IUP itu terdiri dari 162 tahap eksplorasi dan 114 IUP tahap operasi produksi,” tambah Aris.
Dia memaparkan, dari total IUP tersebut, saat ini baru 193 diantaranya yang memiliki sertifikat CnC dari Dirjen Minerba Kementerian ESDM. 
Semebtara, terdapat 15 IUP yang berakhir masa berlaku per November 2016. Dimana, masing-masing Morowali Utara sebanyak 9 IUP dan Donggala 6 IUP.
“CnC dilakukan dalam rangka tertib administrasi dokumen IUP untuk mencegah terjadinya tumpang tindih lahan. CnC juga merupakan penguatan administrasi bagi perusahaan pertambangan untuk melakukan kepentingan eksportir,” tutu Aris. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama