Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Warga Petobo Antusias Ikuti Diklat Mandikan Jenasah
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Warga Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan sangat begitu antusias mengikuti diklat pengurusan Jenazah yang diinisiasi  pemuda pemudi serta Pemerintah setempat bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu.

Kegiatan yang dihelat selama dua hari berturut turut itu dimulai pada Sabtu 29 hingga 30 Oktober 2016 di ikuti kurang lebih 36 peserta dari masing masing perwakilan masjid diwilayah itu. 36 peserta itu juga, diikuti Remaja Islam Masjid, Imam/pegawai sayara serta ibu ibu majelis ta'lim lingkup Petobo.

Pada Sabtu pukul 08.00 hingga 09.30 Wita kegiatan diawali dengan materi Konsepsi dan tata cara memandikan, mengkafani Jenazah berdasarkan pandangan Inslam oleh H Munif A Godal. Kemudian materi selanjutnya konsepsi Islam dan Hukum menshalatkan Jenazah dan menguburkan Jenazah pada pukul 09.30 hingga 11.00 Wita oleh  Sagir M Amin.

Kemudian, disesi berikutnya pukul 13.30 hingga 15.00 Wita pada materi konsep Islam tentang pelaksanaan tahlil oleh Fahmi Jawas. Dan disesi terakhir diisi oleh literasi pegadaian Syariah cabang Palu. Dari kesemua materi yang dipaparkan oleh pemateri berasal dari MUI Kota Palu terjalin diskusi yang alot.

Dihari kedua, pada minggu 30 Oktober, materi diisi dengan praktek memandikan dan mengkafani Jenazah okeh H Munif A Godal pada pukul 08.00 hingga 10.00 Wita. Dimana pada materi ini, peserta begitu antusias dan lebih mendalami pengetahuan proses memandikan serta mengkafani Jenazan.

Sementata, pada sesi materi praktek berikutnya yakni menshalatkan dan menguburkan Jenazah diambil alih oleh Imam masjid jami Al-Furqan sebagai masjid induk diwilayah Petobo. Usai pemamparan kesemua pemateri, paa pukul 11.45 Wita, kegiatan tersebut di tutup langsung Lirah Petobo Nurhasan.

Lurah Nurhasan mengaku, pada pelaksanaan diklat tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan warga mengenai pengurusan Jenazah sesuai anjuran Islam. Selain itu juga, bagi mereka yang telah mengikuti diklat, Pemerintah setempat mengupayakan akan memberdayakan pemuda untuk melakukan pengurusan Jenazah bila ada kedukaan di Kelurahan yersenut.

Bahkan, Nurhasan mengistruksikan melalui Imam/pegawai Syara agar melibatkan langsun para pemuda mengurus Jenazah dikedukaan.

"Jadi, yang telah mengikuti diklat ini khususnya para pemuda bila mendengar ada kedukaan, tanpa disuruh wajib mereka mendatangi rumah duka mengurus Jenazah, bilaperlu Imam melibatan lansung mereka," papar Nurhasan, Minggu (30/10).

Hal senada dikemukakan Sekretaris MUI Kota Palu H Munif A Godal, bahwa mereka yang sudah terlatih lewat diklat pengurusan Jenazah wajib mengurus jenazah minimal diwilayah Petobo. Bahkan, dirinya berpesan melalui diskusi yang dibangun bersama pihak Kelurahan, pemuda pemudi yang telah mengikuti diklat akan di SK-kan langsung oleh Lurah sebagai petugas pengurus Jenazah.

"Ini hasil diskusi kami bersama Lurah, sehingga nanti Lurah akan mengeluarkan maklumat kepada pemuda yang telah mengikuti diklat sebagai petugas pengurus Jenazah," terang Munif. WN



Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama