Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Perokok Penyumbang Besar PAD Kota Palu
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU - Ternyata perokok merupakan salah satu penyumbang terbesar Pendapatan daerah (PAD) Kota Palu. Dimana, sumbangan rokok itu di tahun 2016 mencapai Rp 9,4 miliar.

Rp 9,4 miliar itu, merupakan Dana Bagi Hasil (DHB) yang berasal dari Pemerintah pusat yang dibagi melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hal itu, dibenarkan Kepala Bidang Pendapatan 1 Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Palu, Herman Farid. Menurutnya, setiap bungkus rokok yang dibeli oleh konsumen, ada sekian persen pajak yang diserap oleh perusahaan rokok.

"Pajak industri rokok itu selanjutnya disetor kepada pemerintah untuk selanjutnya dibagikan ke seluruh daerah termasuk Kota Palu. Dalam setiap bungkus yang dibeli perokok, ada sekian persen pajak yang diambil oleh perusahaan industri rokok," jelas Herman, baru baru ini.

Dikatakannya, nilai penerimaan DBH pajak rokok  bahkan lebih besar dari DBH  pajak sumber daya alam,tambang minyak dan gas bumi serta DBH dari pajak sumber daya perikanan. Dari DBH sumber daya alam, tambang, minyak dan gas bumi, Kota Palu hanya mendapat Rp7miliar, sedangkan DBH sektor sumber daya perikanan hanya sebesar Rp1miliar.

"Itu artinya, perokok memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah maupun nasional," terangnya.

Dalam dana bagi hasil pajak rokok, secara aturan 50 persen digunakan untuk upaya peningkatan pembangunan infrastruktur kesehatan sebagai langkah pencegahan dari dampak rokok itu sendiri, termasuk pembangunan Tempat Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan penegakan hukum KTR itu sendiri. Semwntara, 50 persen lainnya, dibagi habis keseluruh perangkat daerah.

"Anggaran untuk peningkatan infrastruktur kesehatan dan penegakan KTR diberikan pada dinas kesehatan dan satuan polisi pamong praja maupun Dinas Perdagangan dan perindustrian. Dinas kesehatan akan membiayai program-program terkait pencegahan dampak rokok bagi masyarakat. Sisahnya dibagi ke seluruh SKPD untuk program-program yang tidak berkaitan dengan rokok," papar Herman.

"Selain dari DBH pajak rokok, penerimaan daerah Kota Palu juga berasal dari cukai rokok. Tahun 2016, Kota Palu lanjut Herman mendapat DBH cukai rokok sebesar Rp2,3miliar," Pungkasnya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama