Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Palu Tuan Rumah Hari Aksara Internasional
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PALU – Pihak Direktur jendral (Dirjen) Pembinaan pendidikan keaksaraan dan kesetaraan Kementerin Pendidikan dan kebudayaan memilih Sulawesi Tengah Kota Palu khususnya menjadi tuan rumah peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) 2016.

Direktur Pembinaan pendidikan keaksaraan dan kesetaraan Dr. Erman Syamsudin,  mengemukakan, karena Sulteng salah satu Provinsi yang antusias meningkatkan kemajuan lingkungan masyarakatnya  dari keterbelakangan termasuk kota Palu, maka pihak Direktorat pendidikan keaksaraan dan kesetaraan Kemendikbud menetapkan Provinsi ini sebagai tempat memperingati momen Hari Aksra Internasional.

Lanjut dia, dipilihnya Sulteng khususnya Palu sebagaiai daerah dalam rangka memperingati HAI 2016, merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Pusat terhadap Pemerintah daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang telah berupaya memajukan masyarakatnya dari keterbelakangan.

Olehnya,  dengan dibukanya pendidikan paket A,B,dan C binaan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dibawa naungan Dinas Pendidikan Kota Palu,diharapkan kemauan masyarakat mengenyam pendiikan non-formal semakin tinggi. Sebagai asyarakat, sadar akan pentingya pendidikan, program pengetasan buta aksara ini tidak mengenal latar belakang usia.

“Siapapun pasyarakat yang mau ingin meningkatkan dirinya dibolehkan tanpa melihat latar belakang usianya,” bebernya  saat membuka pelaksanaan pendidikan paket A,B, dan C di Kelurahan Petobo Palu Selatan, Selasa (18/10).

Erman juga sempat menyinggung jumlah penyandang tuna aksara di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Kata dia, jumlah itu cukup tinggi, di bandingg beberapa tahun sebelumnya.
Dalam kurun waktu yang singkat ungkap Erman, Sulteng yang tadinya masih dibawah rata rata Nasional, kini penyandang tunakasara di Provinsi ini naik secara drastis.

Dari data yang dimiliki Kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) RI melalui Direktorat keaksaraan dan kesetaraan mencatat jumlah rata rata nasional buta aksara kurang lebih 3,76 persen atau sekitar 6.007.486 orang yang telah berhasil dituntaskan pemerintah pusat pada akhir 2014.

“Dulunya Sulawesi Tengah itu berada dibawah rata rata nasional untuk penyandang tuna aksara, tetapi sekarang tidak lebih dari lima tahun Sulawesi Tengah mengalami lonjakan penyandang tuna aksara,” papar Erman

Ditempat yang sama, Plt Sekretaris Kota (Sekkot) Palu Dharma Gunawan Mochtar mengungkapkan, program pengetasan buta aksara yang digiatkan Pemerintah Pusat saat merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat di Negeri ini, tidak terkecuali Kota Palu.

Dia memaparkan, program pengetasan tuna aksara melalui SKB Kota Palu perdana dilakukan dengan sasaran Warga Palu Slatan yang di Pusatkan di Kleurahan Petobo. Dari data yang ada, terdapat untuk paket A sebanyak 54 orang, kemudian paket B 85 orang dan paket C sebanyak 102 orang, sehingga total peserta pendidkan melalui pendekatan paket itu kurang lebih 232 orang.

“Nah, saya kira masyarakat ini antusias mengikuti program tersebut. terbukti dengan jumlah 232 orang peserta ini sebagai representasi masyarakat yang ingin mau meajukan dirinya dari keterbelakangan,” jelas Dharma Gunawan.

Sehingga kata dia, tidak boleh ada warga Kota Palu yang tidak mengenyam pendidikan. Olehnya, Pemerintah terus melakukan upaya dengan berbagai pendekatan untuk mengeluarkan masyarakat dari belenggu keterbelakangan atau buta aksara. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama