Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Pemkot Palu 'Kecolongan' Poboya beraktifias kembali
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Palu - Instruksi Walikota Palu Hidayat MSi setelah Wakil Walikota Palu Sigit Purnama Said melakukan Sidak di lokasi tambang Poboya tiga bulan lalu mulai diuji khasiatnya.
Faktanya, pelarangan aktifitas tambang di areal yang sejak dulunya adalah areal kebun bawang masyarakat mulai tak diindahkan. 
aktifitas Tambang (ilustrasi)
Sejumlah sumber kepada redaksi menyebut aktifitas tambang emas Poboya sejak dua bulan terakhir ini mulai marak kembali. ''Bulan lalu perusahan M panen tiga kilo,'' tandas sumber ke redaksi.
Lalu kalau begitu bisnis Sianida masih jalan?  ''Iyalah. Kalau anda naik mereka akan berkelit menggunakan bahan kimia ramah lingkungan. Tapi bohong itu. Mereka menggunakan Sianida ilegal. Itu bisnis ilegal itu banyak yang terlibat. Saya buka saja ada 10 perendaman disana. Bohong kalau itu sisa-sisa,'' jelasnya dan mohon identitasnya tidak dibuka demi keamanan.
Sumber juga menyebutkan, ada beberapa perusahaan yang masih melakukan bisnis ilegal perendaman material tambang di Poboya. Namun sumber mengaku takut menyebutkanya hanya memberi inisial perusahaan tersebut yakni, M, PL, PT.
Seperti diketahui sebelumnya yang sering dilansir media bahwa setiap perendaman material membutuhkan sampai 300 san kaleng Sianida. Tiap kaleng isinya 50 kilogram. Harga ilegal Sianida di Poboya sekarang perkaleng Rp3,5 juta. ''Bayangkan kalau satu perendaman butuh sekian banyak kaleng Sianida. Berapa kontainer dibutuhkan di sana sekarang,'' tandas sumber serius.
Seperti diketahui setiap kontainer mampu memuat 375 kaleng Sianida. Bila dikalikan Rp3,5 juta perkaleng, maka omset pengedar Sianida ilegal sejumlah Rp1,312 miliar. Bila satu kaleng keuntungannya Rp500 ribu saja maka raupan barang haram dan perusak lingkungan Rp187 juta lebih. Wuihhhh... Siapa yang tidak tergiur bisnis tersebut.
Dugaan yang beredar ada orang perusahaan yang selama ini bermain dengan oknum aparat. "Jangan sampai nama Walikota dan Gubernur dicatut nama orang itu. Karena orang ini katanya banyak dan kenal pejabat daerah,'' sumber lagi. Ia juga sudah menyurat ke Walikota untuk meminta kembali Tim Pendampingnya turun ke lapangan. ''Yang mana Tim Investigasi? Saya akan memberikan data soal Poboya sekarang,'' tantang sumber lagi.
TIM INVESTIGASI 
Walikota Palu sebelumnya telah mengeluarkan Surat Perintah pembentukan Tim Investigasi dan Advokasi terkait isu-isu strategis yang segera diselesaikan di Kota Palu.
Tim Investigasi dimandatir selama enam bulan dan akan berakhir September 2016 akan datang. Tim Investigasi dibagi empat Pokja. Yaitu Pokja Ekonomi, Pokja Asset dan Pokja Lingkungan dan Pokja Kelistrikan. Salah satu isu lingkungan adalah Tambang emas Poboya dan Reklamasi Teluk Palu. 
Nemo mo Ngei Ngei ri Poboya karena hai nambela doyata kita (lingkungan). Dasi center

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama