Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » PELAKU BEGAL BUKAN WARGA PETOBO
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


PALU - Akhir akhir ini nama Kelurahan Petobo sering di sebut sebut sebagai wilayah sarang begal, banyaknya komentar netizen di mesia sosial (Medsos) terkait pembunuhan salah seorang pemuda di Jalan Tuwa 1 baru baru ini yang katanya warga Petobo. Menanggapi komentar itu, Kepala Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan Nur Hasan mengaku bahwa pelaku pembunuhan tersebut bukan 'warga asli Petobo'.

"Iya, pelaku penikaman yang terjadi di Jalan Touwa 1 itu bukan orang asli Petobo. dia hanya menumpang tinggal di petobo dan KPT pelakuk bukan KTP Palu melainkan KTP Poso, Jelas Hasan Minggu (14/8) di Palu.

Dari komentar komentar di medsos, yang katanya pelaku bernama Aldi itu sempat tinggal dan bersekolah di Kelurahan Petobo, Hasan membenarkan. Tetapi, Aldi  (Pelaku) hanaya menumpang tinggal beberapa waktu saja, setelah itu mereka berpindah tempat kewilayah lain.

"Dulu memang pernah tinggal di Petobo tapi mereka hanya pendatang dan bukan warga asli, dan setelah itu mereka pindah," tegasnya.

Olehnya, tingginya animo komentar komentar netizen di medaos, Hasan menghimbau warganya agar tidak terpancing dengan situasi ini.

Selain itu, di himbaunya juga, agar warga khususnya pemuda yang ada di Kelurahan Petobo sediannya bisa membatasi diri keluyuran di malam hari jika tidak ada seuatu yang penting.

Bukan hanya pemuda, lanjut dia, bahkan orang tua juga di minta agar mengawasi anak anaknya khususnya yang baru tumbuh dewasa. Sebab, usia remaja rentan dengan hal hal bersifat negatif.

"Saya akan turun langsung memberikan sosialisasi kepada warga, khususnya pemuda usia remaja dan orang tua, sehingga anak anak kita tidak ikut terlibat dalam aksi aksi kejahatan seperti itu," tuturnya. WN

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama