Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » Eks Lokasi Sail Tomini Terlantar
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Kondisi Puncak PMK yang kini menjadi semak-belukar. Sepanjang jalan menuju puncak bahkan taman-taman yang dibangun tidak terawat, seperti diterlantarkan. Foto : Dadank
Banyak Aset Pemda Terpantau Tak Terawat
Parimo- Dibangun dengan anggaran puluhan miliar, bekas lokasi sail tomini kini terlantar. Pantauan media ini, lokasi yang katanya bertujuan menjual wisata Parigi Moutong (Parimo) itu saat ini ditumbuhi rumput yang tingginya mencapai paha orang dewasa. Bahkan sejumlah talud yang dibangun di lokasi tersebut juga mulai rusak.
Tidak jauh berbeda dengan lokasi eks sail tomini yang tidak terawat, area tugu PMK yang berada di puncak Kayubura juga terlihat memprihatinkan. Sejumlah fasilitasnya mulai hancur, seperti paving dan jalan.
Alamsyah, Salah seorang warga setempat kepada media ini menyayangkan kondisi lokasi tersebut. Menurut Alamsyah, harusnya Pemda Parimo dalam hal ini Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) memporsikan anggaran perawatan untuk eks lokasi sail tomini.
Apalagi menurut Alamsyah, sesuai rencana pemerintah, lokasi tersebut dijadikan tempat menjual objek wisata Parimo. “Bagaimana objek wisata mau tersohor kalau tempat yang dibangga-banggakan saja sudah tidak terawat,” kata Alamsyah.
Sementara itu Ketua Divisi Hukum dan HAM pada Lembaga Riset Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (LRD-HAM), Ayyub mengatakan, harusnya Pemda Parimo memberikan dukungan dana pemeliharaan karena eks lokasi sail tomini itu adalah aset daerah.
“Mampu membangun dengan anggaran puluhan miliar masa tidak mampu menyisihkan anggaran untuk pemeliharaannya,” kritik Ayyub.
Menurutnya, kondisi itu membuktikan ketidak pedulian Pemda terhadap aset yang ada di Parimo, artinya besar kemungkinan sejumlah aset lainnya juga dalam kondisi yang sama tidak memiliki anggaran pemiliharaan.
Ayyub mencontohkan, taman hijau di depan kantor bupati yang juga terlihat tidak terawatt, padahal sudah menjadi tempat berkunjungnya warga setempat.
“Pemda lebih suka membangun baru daripada merawat aset yang sudah ada, ini menjadi kebiasaan buruk, mungkin keuntungan yang didapatkan dari perawatan lebih sedikit dibanding bangun baru,” sindirnya.
Instansi terkait dalam hal ini Disporabudpar harusnya peka dengan persoalan tersebut karena eks lokasi sail tomini adalah aset puluhan miliar yang harusnya tetap dalam kondisi terawat.
Kalau kemudian kata dia, Pemda Parimo tidak mampu menyiapkan anggaran pemeliharaan maka seharusnya bisa menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengelolanya.
Sementara itu, Kadisporabudpar Parimo, Hamka Lagala yang dikofirmasi via phonselnya Minggu 10 Juli 2016 mengatakan, kedepannya pihaknya akan berusaha untuk memberikan perhatian lebih kepada sejumlah aset wisata yang ada di Parimo.
“Saya masih baru menjabat Kadis, dan baru akan beradaptasi. Kedepan nanti kami upayakan untuk bisa memberikan perhatian lebih terhadap sejumlah aset Pemda yang memiliki keterkaitan dengan pariwisata,” katanya.
Hamka mengaku, kritikan tersebut akan menjadi masukan tersendiri bagi dirinya selaku pejabat baru agar bisa lebih baik lagi kedepannya membenahi sektor pariwisata di Parimo. dd

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama