Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » Lagi, Ayah Bejat Perkosa Anak Kandung
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

ilustrasi
Parimo- Peristiwa menggauli anak kandung di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kembali terjadi. Setelah beberapa waktu lalu dikabarkan seorang ayah tega menodai anaknya hingga hamil, kini peristiwa serupa kembali terjadi. Kali ini peristiwa miris itu terjadi di Desa Tinombala, Kecamatan Ongka Malino.
Sebut saja Melati (13 tahun). Anak Gadis dari pasangan RA (36 tahun) dan istrinya A (32 tahun) ini masih duduk di bangku sekolah dasar. Melati diketahui telah merelakan kesuciannya direbut ayah kandungnya semasih berusia 12 tahun, yakni pada 2015 lalu.
Berdasarkan informasi dari kerabat korban Melati di Desa Tinombala yang diterima redaksi semalam menyatakan, kasus pemerkosaan terhadap anak kandung yang terkuak kepermukaan baru-baru ini berawal dari laporan ibu korban inisial A, melapor ke aparat desa. Saat itu juga Kepala Desa (Kades) Tinombala langsung mengarahkan A untuk melaporkan peristiwa tersebut ke pihak berwajib.
“Ibu korban didampingi aparat desa melapor ke kepolisian setempat. Usai dilapor, pelaku RA langsung ditangkap,” ujar paman korban SA (34 tahun) via phonselnnya.
Terkait itu, Kasat Reskrim Polres Parimo AKP Dadi Rahma Putra kepada wartawan Jumat 24 Juni membenarkan peristiwa pemerkosaan anak kandung tersebut.
Menurut Dadi, kronologis kejadiannya berdasarkan hasil BAP pelaku yang sudah ditetapkan tersangka, berawal dari laporan ibu kandung korban ke polsek Ongka Malino, kemudian dilakukan  penangkapan kepada pelaku inisial RA tanpa perlawanan.
"Hasilnya sangat mengagetkan dimana dari penuturan korban bahwa dirinya diperkosa pada tahun 2015 ketika ibu korban pergi ke pasar. Kemungkinan karena ditakut-takuti pelaku sehingga kejadian itu tidak terungkap. Tapi setelah pemerkosaan berikutnya, rupanya melati memberanikan diri melapor kepada ibunya," ungkap Dadi.
Sementara, pengakuan pelaku RA didepan penyidik telah membenarkan laporan melati yaitu diperkosa sejak 2015 hingga 2016 sebanyak tiga kali. atas pengakuan itu penyidik langsung menetapkan sebagai tersangka.
"RA dijerat pasal 81 ayat (1) Junto 76 d ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 ancaman kurungan 15 tahun penjara," tutup Dadi. dd

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama