Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » GERTAKSARA Berhasil Pada Donggala Kanamavali
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Melalui Desa Cerdas dan gerakan penuntasan Buta Aksara untuk kabupaten Donggala dimasukan pada program Donggala KANAMAVALI Dikuatkan melalui Melalui Peraturan Bupati Donggala provinsi Sulawesi Tengah No 70 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Pendidikan Dalam program Donggala KANAMAVALI, merupakan turunan implementasi atas program kerja pemerintah pusat menuju Indonesia Pintar.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Donggala untuk meraih predikat Donggala cerdas bukanlah impian belaka atau sebatas wacana. Program Donggala Kanamavali akan menjadi entry point dalam  mewujudkan kebijakan program Ngapaku Kanamavali Untuk Donggala Cerdas  dan   Mencerdaskan Desa untuk Indonesia. Donggala Kanamavali atau  dalam bahasa kaili Kanamavali  yang artinya cerdas, merupakan implementasi dari Program Indonesia Pintar (PIP) Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. 
Gerakan Penuntasan Buta Aksara merupakan program yang bertujuan untuk mempercepat penuntasan buta aksara atau menaikkan AMH pada taraf yang signifikan. Diharapkan, dengan adanya GERTAKSARA masyarakat kabupaten Donggala bebas buta aksara atau dengan kata lain AMH kabupaten Donggala sebesar 100,00 %.

Program GERTAKSARA bertujuan untuk percepatan penuntasan buta aksara atau menaikkan AMH dari 94,75 % menjadi 97,31%, dengan sasaran masyarakat umur 15 – 59 tahun (kriteria UNDP) yang mengalami buta aksara sebanyak 6.734 orang.
Program GERTAKSARA merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari program penuntasan buta aksara yang dilakukan dinas pendidikan kabupaten Donggala yang dianggap kurang efektif dan efisien dalam penuntasan buta aksara.
Karena sara baru dalam program GERTAKSARA adalah melibatkan pejabat tingkat kabupaten baik pejabat eksekutif maupun legeslatif yang terlibat langsung (ikut mengajar) dalam penuntasan buta aksara. Keterlibatan pejabat tingkat kabupaten membangkitkan motivasi pejabat di tingkat kecamatan dan desa untuk terlibat secara aktif dalam penuntasan buta aksara. Keterlibatan pejabat tingkat kabupaten juga memberikan motivasi kepada kelompok sasaran (masyarakat yang buta aksara) untuk belajar.
GERTAKSARA dapat menaikkan AMH secara signifikan sefektif dan efisien  karena melibatkan semua pemangku kepentingan (stake holder). Kemudian memiliki  landasan yurides formal berupa keputusan Bupati Donggala Nomor Nomor: 188.45/0127/DISDIK/2015 tentang Penuntasan Buta Aksara. Lalu dibentuk tim percepatan penuntasan buta aksara yang diketuai oleh Kepala Dinas pendidikan Donggala dengan anggota  pejabat struktural  tingkat kabupaten, kecamatan dan desa.Adanya keterlibatan langsung pejabat tingkat kabupaten yaitu mengajar warga belajar, melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala pelaksanaan penuntasan buta aksara. Masing-masing camat bertanggung jawab terhadap pelaksanaan GERTAKSARA di wilayahnya, sehingga program percepatan penuntasan buta aksara bukan saja tanggung jawab dinas pendidikan, melainkan semua unsur pemerintahan. Dilakukan uji kompetensi terhadap peserta yang dilakukan oleh Bupati, Ketua DPRD kabupaten Donggala, Dinas pendidikan provinsi Sulawesi Tengah dan Kementerian Pendidikan Nasional Direktur PAUD dan PNF serta menggunakan pola guru bina SAGULIO (satu guru lima orang).
Personil yang terlibat langsung dalam program inovasi percepatan penuntasan buta aksara GERTAKSARA adalah Bupati Donggala selaku ketua tim pengarah dan motivator,  Kepala Kejaksaan Negeri kabupaten Donggala selaku anggota tim pengarah dan motivator,  Kepala Pengadilan Negeri kabupaten Donggala selaku anggota , Kapolres selaku anggota, Komandan Kodim selaku anggota, serta Sekretaris Daerah kabupaten Donggala selaku Ketua Tim Pembina dan motivator. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala sebagai penanggung jawab.
Sumber daya yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan program percepatan penuntasan buta aksara GERTAKSARA meliputi 
Sumber Daya Manusia (SDM)  pejabat struktural dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa, kepala sekolah, guru, dan pengelola PKBM yang memiliki kesamaan pandangan dan motivasi tinggi.
Kemudian gedung sekolah (ruang kelas) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan kelengkapannya (moblier) sebagai tempat pelaksanaan pembelajaran. Program   GERTAKSARA   dibiayai   melalui   Anggaran Pendapatan dan Belanja   Daerah  (APBD) kabupaten Donggala tahun anggaran 2015 sebesar Rp 800.000.000.
Hasil yang telah dicapai dari program GERTAKSARA, dalam jangka waktu 1 (satu) tahun jumlah masyarakat yang mengalami buta aksara turun sebanyak 2007 orang atau dengan kata lain AMH kabupaten Donggala naik 3,25 % ( dari 94,75 % menjadi 98,00 %).
“ Tidak heran jika Pemerintah kabupaten Donggala menerima Anugerah Keaksaraan Pratama tingkat Nasional tahun 2015 pada Hari Aksara Internasional (HAI) yang dilaksanakan di Karawang Jawa Barat, dan anugerah tersebut diterima langsung oleh Bupati Donggala,” tandas Rustam.
Untuk memantau kemajuan  Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala selaku instansi teknis melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, dan hasil moneva dilaporkan ke Bupati. Monitoring dan Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui tingkat capaian kinerja,kendala yang timbul, dan solusi yang diperlukan. Camat dimintakan membuat laporan tertulis tentang pelaksanaan program GERTAKSARA dan melaporkannya kepada Bupati melalui Dinas Pendidikan.
Menurutnya saat ini sebanyak 2007 orang yang tersebar di tujuh kecamatan,  yang buta aksara telah dapat membaca, menulis serta  berhitung atau telah melek huruf. Kemudian meningkatnya motivasi membaca di masyarakat. Naiknya posisi kabupaten Donggala dalam pencapaian AMH dari urutan ke – 13 menjadi urutan ke-2 kabupaten/Kota di provinsi Sulawesi Tengah serta meningkatnya kebanggaan masyarakat Donggala terhadap daerahnya karena telah memperoleh anugerah keaksaraan pratama tingkat nasional.
“ Meski demikian inovasi sangat tepat diaplikasikan tidak hanya di Donggala tetapi di seluruh kabupaten/kota  agar AMH Sulteng dapat meningkat secara signifikan,”pungkasnya. ***  


Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama