Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » Pembangunan JUT Desa Olaya Terbengkalai
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


JUT di Desa Olaya, Kecamatan Parigi yang menurut pemerintah desa pekerjaannya tidak selesai sesuai volume. Nampak salah satu plat deker yang berada jauh dari batas badan jalan. Foto: Dadank

Parimo- Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) tahun anggaran 2015, saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Urugan badan jalan atau material pasir batu (Sirtu) yang harusnya mencapai 751 meter kubik, terlihat tidak tercapai.
Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Olaya, Amir, kepada wartawan pada Kamis 19 Mei 2016 mengatakan, kondisi JUT yang dikerjakan CV Parsela Sejati, sampai saat ini tidak bermanfaat bagi petani. Pasalnya, urugan badan jalan tersebut hanya dikerjakan dikisaran 130 meter kubik. Dimana seharusnya, menurut Amir, timbunan material sesuai RAB sebanyak 751 meter kubik lebih.
Pada paket yang menelan anggaran Rp200 juta itu, kata Amir, juga tecatat pembuatan dua plat deker atau dengan jumlah delapan gorong-gorong.
“Pada pekerjaan itu pihak CV Parsela Sejati telah membuat dua plat deker. Tapi lucunya, hanya satu plat deker yang bisa dilalui. Sedangkan plat deker satunya tidak ada gunanya sama sekali,” ungkap Amir.
Dijelaskannya, satu plat deker yang saat ini tidak bermanfaat itu berada di tengah sawah, tanpa disertai urugan badan jalan. “Sangat lucu kondisi pekerjaan JUT itu. Satu buah plat deker yang dibangun, berjarak sekitar 30 meter dari batas pembangunan JUT. Plat deker yang harusnya dilalui badan jalan, tapi justru berada jauh di ujung badan jalan. Dan plat deker itu sama sekali tidak ada gunanya,” ujar Amir.
Ia berharap dinas terkait segera menyikapi kondisi tersebut, agar jalan yang dubangun dan telah mengorbankan sawah warga itu, bisa kembali dikerjakan, serta bermanfaat bagi petani.
“Kalau SDKP terkait tidak mau menyikapi, saya meminta penegak hukum untuk turun memeriksa hasil pekerjaan CV Parsela Sejati itu di Desa Olaya,” ungkap Amir.
Dihubungi terpisah, pihak CV Indorekon Konsultan yang sebagai konsultan pengawas, Idam, kepada wartawan mengakui kalu pekerjaan tersebut tidak selesai sesuai volume. Menurut Idam, terkait hal itu ia telah melakukan koordinasi dengan Suriyanti Day sebagai pemilik CV Parsela Sejati. Namun sampai saat ini, Haji Yanti—sapaan akrab Suriyanti Day, tidak pernah mengidahkan perintah pihak konsultan pengawas. Menurut Idam, Haji Yanti terkesan lari dari tanggungjawab.
Terkait hal itu, Haji Yanti, ketika dikonfirmasi membantah kalu pekerjaannya selesai tidak sesuai volume. Katanya, ia justru merugi pada paket JUT di Desa Olaya tersebut.
“Bukan belum selesai. Memang ukuran pekerjaannya sudah sampai di situ. Malahan itu pekerjaan lebih. Saya justru mengembalikan uang ke pihak dinas,” ujar Haji Yanti ketika dihubungi via phonselnya pada Rabu 18 Mei. dd

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama