Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Wah... Ongkos Jalan DPRD Parimo Capai Rp 9 M
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Santo
Hal menarik diajukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) untuk dianggarkan pada 2016. Tak tanggung tanggung-tanggung, wakil rakyat di kabupaten lumbung padi itu mengajukan ongkos jalan mencapai Rp9 miliar. Wahhh.
Angka tersebut terbilang biaya perjalanan dinas tertinggi sejak kabupaten Parimo dimekarkan. Pengajuan biaya jalan untuk 40 legislator di Parimo untuk tahun depan, tercatat bertambah sekitar Rp1 miliar dari tahun 2015.
Katanya, dana miliaran rupiah itu untuk ongkos jalan wakil rakyat terhormat, baik perjalanan dalam daerah maupun luar daerah.
Terkait hal itu, ketua DPRD Parimo, Santo yang ditemui sejumlah kuli tinta di ruang kerjanya, membenarkan kenaikan biaya perjalanan dinas tersebut. Alasanya, kenaikan itu disebabkan Peraturan Bupati (Perbub) yang menaikan anggaran setiap kali perjalanan dinas.
“Totalnya mencapai sekitar Rp9 miliar, karena ada kenaikan khususnya di bagian operasional perjalanan,” katanya.
Santo menyebutkan, anggaran perjalanan pada tahun ini mengalami kenaikan, juga karena ada aturan baru terkait kenaikan lumpsum (pembayaran tunggal besar) dan ada biaya transportasi serta ketambahan hari pada perjalanan dinas tersebut.
Dia mencontohkan, jika sebelumnya hanya empat hari kini bertambah menjadi lima hari.
Menurutnya, karena adanya ketambahan anggaran perjalanan dinas itu sejumlah kegiatan rutin, seperti pemeliharaan rumah jabatan, pengadaan air minum dan anggaran lainya  dihapuskan. “Perjalanan dinas itu paten yang harus dilakukan,” ujarnya.
Untuk tahun ini kata Santo laig, jumlah perjalanan dinas setiap anggota DPRD Parimo mencapai 10 kali perjalanan dinas, baik itu bimbingan teknis (Bimtek) maupun konsultasi.
“Ya kalau dihitung sekitar 10 kali, malah ada yang dikurangi,” ujarnya.
Terkait dugaan adanya oknum angota DPRD yang tidak berangkat dalam perjalanan namun menitipkan perjalanan dinasnya, Santo membenarkan. Hanya saja Santo ogah merinci siapa saja oknum legislator yang melakukanya.
“Mungkin juga ada yang begitu, dan itu tidak dipungkiri. Hanya saja saya tidak bisa bilang siapa saja, karena di sini (di gedung DPRD) orang banyak,” ucapnya.   
Sementara itu, Ani, salah seorang staf bagian perencanaan di sekretariat DPRD Parimo menjelaskan bahwa jumlah anggaran di sekretariat dewan Parimo sebanyak Rp22 miliar lebih. Dari julah  tersebut kata Ani, Rp2 miliar lebih dialokasikan untuk gaji. Selebihnya untuk belanja lainya termasuk perjalanan dinas yang mencapai Rp9 miliar.
Sekedar diketahui pada pembahasan APBD tahun 2016 untuk Kabupaten Parimo sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Penambahan ataupun pengurangan anggaran pada  SKPD tidak dilakukan secara transparan, seperti melakukan presentase .
Bahkan, hal itu sempat mendapat sorotan beberapa anggota DPRD Parimo yang tidak masuk dalam Badan Anggaran (Banggar). Dalam pelaporan Banggar tidak dibacakan jumlah kenaikan anggaran per SKPD, sehingga banyak yang menilai pembahasan APBD Parimo  tidak transparan, bahkan diduga sarat konspirasi.***

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama