Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » STIE PB Palu Tidak Cacat Hukum
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


Kampus STIE-Stisipol Palu. Foto Dok.

Palu - Segala aktivitas yang terjadi hingga saat ini dikampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Panca Bakti (STIE PB) Palu tidak cacar hukum meskipun Mahkama Agung (MA) yang telah menyatakan bahwa Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan pemohon Hj Andi Sikati Sultan, dkk terkait akta kepemilikan Yayasan STIE PB Palu, dinyatakan ditolak.
Kuasa Hukum Yayasan STIE PB Palu, Salmin Haedar, SH mengatakan masalah yang terjadi di STIE PB Palu sehingga dinyatakan dinonaktifkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) tidak ada kaitannya dengan sengketa yayasan yang terjadi selama ini.
Meurutnya, yang menjadi tergugat dalam kasus sengketa yayasan STIE PB Palu adalah Hj Andi Sikati Sultan dan Nasir. Sementara ketua STIE PB yakni Prof. Andi Matulada tidak ikut menjadi tergugat dalam persoalan itu, sehingga otomatis Surat Keputusan (SK) masih dianggap legal dan tidak bermasalah.
Dengan masih berlakunya SK ketua STIE PB, segala aktifitas yang terjadi di kampus tidak bertentangan atau cacat hukum, sebab masih memiliki memiliki legalitas hukum karena SK tersebut tidak ikut ditarik dalam perkara kepemilikan yayasan.
Ketua STIE PB lanjut Salmin, secara hukum juga masih berhak dan berwenang untuk melaksanakan wisudah dan menandatangani ijaza.
Penonaktifan STIE PB kata dia, disebabkan oleh ada peryaratan pelaporan akademik yang belum terpenuhi, tapi sangat disayangkan penonaktifan itu justru  dikait kaitkan dengan sengeta yayasan.
Salmin mengakui jika pihaknya sampai saat ini belum menerima salinan resmi putusan penolakan PK dari MA.
Salmin selaku kuasa Hukum Yayasan STIE PB Palu mengaku menginginkan masalah sengketa yayasan yang terjadi saat ini diselesaikan secara kekeluargaan, sebab banyak mahasiswa yang menjadi korban akibat sengketa itu.
Akibat sengketa yayasan lanjut Salmin, saat ini banyak orang tua yang telah memindahkan anak mereka untuk melanjutkan kuliah diperguruan tinggi lainnya karena khawatir akan legalitas kampus STIE.
“Kami berharap persoalan sengketa yayasan segera diselesaikan sehingga proses perkuliahan di STIE PB Palu bias berjalan dengan baiik dan lancer. Kami berharap pihak-pihak yang bersengketa segera islah,”Ujar Salmin. ATA

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama