Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Cakupan Layanan Air Minum di Parimo Masih Dibawah 40 Persen
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

SOSIALISASI : Sosialisasi program Pamsimas II tingkat Kabupaten Parimo tahun 2015 di hotel Horison Parigi, Rabu (30/9). foto : dadank
 
Parimo- Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014, cakupan layanan air minum di Kabupaten Parimo masih sekitar 0,38-0,40 persen, sedangkan cakupan akses sanitasi berkisar 59-64 persen. Padahal sesuai RPJMD Kabupaten Parimo tahun 2013 - 2018, diharapkan cakupan ini dapat meningkat menjadi 0,44-0,46 persen untuk air minum dan 75 – 80 persen untuk sanitasi.
Terkait hal itu Wakil Bupati Parimo, H Badru Nggai SE ketika membuka Sosialisasi program Pamsimas II tingkat Kabupaten Parimo tahun 2015 di hotel Horison Parigi, Rabu (30/9) meminta Bappeda Kabupaten Parimo menyusun perencanaan program air minum dan sanitasi yang lebih tepat sasaran, sebab hal itu akan menjadi acuan seluruh pihak yang berkepentingan. "Rencana aksi daerah bidang air minum dan sanitasi yang disusun ini akan berguna sebagai acuan lebih lanjut dalam menyusun program Pamsimas di Parigi Moutong,"kata Wakil Bupati.
Lebih lanjut dikatakan, melalui program nasional pamsimas, pemerintah pusat bermaksud membantu pemerintah kabupaten dan kota untuk dapat meningkatkan kapasitasnya dalam peningkatan akses masyarakat miskin terhadap air minum dan sanitasi. Pada akhir program ini pemerintah kabupaten dan kota diharapkan dapat memiliki kebijakan dan strategi daerah mengenai pengembangan sistem air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL), baik yang berbasis lembaga maupun yang berbasis masyarakat dengan model pamsimas. Dalam rangka membantu pemerintah kabupaten dan kota dalam pengarusutamaan kebijakan air minum dan penyehatan lingkungan, termasuk yang berbasis masyarakat maka pamsimas mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk mengakomodasikan kebijakan pengembangan AMPL terutama yang berbasis masyarakat seperti model pamsimas, kedalam dua cara, yaitu penyusunan kebijakan dan program prioritas air minum dan penyehatan lingkungan daerah jangka menengah dalam bentuk rencana aksi daerah (RAD) bidang AMPL sebagai dokumen pendukung RPJMD dan menjadi substansi RPJMD bagi Kabupaten Parimo tahun 2013 - 2018 dalam pencapaian target RPJMN 2019 bidang air minum dan penyehatan lingkungan, yang implementasinya dilakukan melalui integrasi RAD AMPL ke dalam rencana kerja pemerintah daerah, renstra SKPD terkait dan rencana induk sistem penyediaan air minum (RISPAN) kabupaten dan kota, peningkatan kapasitas pengelolaan sistem penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat melalui peningkatan kapasitas organisasi non pemerintah, antara lain asosiasi pengelola Spam.
"Kita berharap setelah kegiatan ini terjadi peningkatan dukungan kebijakan anggaran daerah, antara lain penerapan pagu indikatif APBD untuk AMPL, pengembangan sistem informasi pengelolaan air minum dan sanitasi perdesaan berbasis masyarakat dan pengembangan regulasi yang mengatur penyelenggaraan AMPL, "ujarnya. dd

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama