Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Penderita HIV AIDS di Sulteng Masuk Zona Bahaya
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

ilustrasi. foto : kaltim.tribunnews.com
Parimo - Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai masuk zona bahaya terhadap penyebaran penyakit HIV AIDS. Hal tersebut diutarakan Wakil Gubernur Sulteng Sudarto di salah satu tempat di lokasi Sail Tomini saat menyampaikan arahanya pada acara konferensi pers Sail Tomini peduli AIDS 2015.
"Sulteng sebetulnya sudah mulai berbahaya dengan penularan  HIV AIDS," ucap Sudarto, Kamis 17 September 2015.
Dia mengatakan salah satu faktor  mempercepat penyebaran HIV AIDS, karena tertutupnya pengidap. Sehingga hal tersebut  mempersulitsulit untuk melakukan pencegahan dini. "Yang menjadi sulit, orang terkenah HIV AIDS biasanya tertutup.
Sehingga sangat susah untuk mencari di mana orang-orang mengidap HIV AIDS. Karena sangat jarang penderita HIV AIDS terbuka denga penyakit dideritanya," kata Sudarto.
Olehnya menurut dia, lantaran sulitnya mendeteksi penderita HIV AIDS, maka kondisi tersebut menjadi tanggung jawab semua komponen, bukan hanya pemerintah tapi juga tanggung jawab bersama termasuk media.
"Walaupun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah baik pusat hingga daerah namun penyebaran HIV AIDS tetap saja masih sulit untuk dicegah," ucapnya.
Sementara berdasarkan siaran pers Komisi Penaggulangan Aids Nasional (KPAN) dari laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulteng, sejak tahun 2002-2015 terdata sebanyak 616 kasus HIV dan 362 kasus AIDS yang tersebar di 12 kabupaten dan 1 kota di Sulteng. Berdasarkan data tersebut jumlah tertinggi berada di kota Palu dengan jumlah 574 kasus,berdasarkan persentase kasus HIV sebesar 37 persen menimpa kalangan remaja usia 15-24 tahun.
Sementara Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) berdasarkan data pada Agustus 2015 terdapat 19 kasus baru HIV, dengan jumlah kumulatif sejak tahun 2002-2015 sebanyak 56 kasus.
Sekretaris KPA Nasional, Kemal mengatakan, khusus untuk kabupaten Parimo meningkatnya penderita HIV AIDS disebabkan daerah tersebut merupakan daerah transit.
"Daerah ini sangat rawan karena merupakan daerah transit," ujarnya.
Ia menekankan, untuk mengantisipasi penyebaran virus HIV AIDS harus melibatkan masyarakat dengan terus berupaya memberi pemahan terhadap bahayanya virus HIV AIDS tersebut.
"Memang masyarakat harus diajak bersama-sama untuk menanggulangi penyebaran HIV AIDS," sebutnya.
Terkait penularan HIV AIDS tersebut, kata Kemal, tidak memandang usia. Saat  ini, anak-anak dari nol usia pun sudah ada yang terinfeksi. Penularan itu menurutnya melalui ibu yang melahirkan bayi sedang mengidap HIV AIDS.
Untuk di kalangan pelajar, lanjut Kemal, memang sudah ada ditemukan. Namun belum diketahui apakah penularannya saat anak tersebut masih duduk di bangku sekolah atau memang dari lahir.
Sementara Plt Asisten Deputi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menko PMK, Nurbaiti Yuliana mengatakan, saat ini pemerintah pusat sangat serius dalam penanggulangan peyebaran HIV AIDS.
"Adanya kelembagaan penanggulangan HIV AIDS dari pusat hingga daerah menunjukan keseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah ini," urainya. dd

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama