Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » Kontraktor Belum Bersihkan Sisa Material
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


Sisa material pembangunan median dan trotoar jalan dalam Kota Parigi yang belum dibersihkan kontraktor. Foto : Dadank


Pembangunan Median dan Trotoar Jalan
Parimo- Sebagian besar kontraktor yang mengerjakan pembangunan median dan trotoar pada sejumlah titik jalan di Kota Parigi hingga saat ini masih belum membersihkan sisa material pekerjaannya.
Padahal pembersihan sisa material tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak rekanan selaku pelaksana pembangunan, karena selain menjadi salah satu item dalam pekerjaan, pembersihan sisa material atau yang lebih dikenal dengan istilah finishing itu masuk dalam RAB pekerjaan konstruksi.
Sorotan terkait pembersihan material tersebut sebenarnya sudah berlangsung lama dan dilakukan sejumlah pihak, bahkan bupati Parimo pun sampai ikut mengeluarkan ultimatum kepada pihak terkait untuk segera membersihkan sisa material tersebut.
Pantauan di lapangan, sisa-sisa material tersebut terlihat masih menutupi sebagian badan jalan, bahkan beberapa material seperti pasir tersebut menutupi badan jalan hingga mencapai empat meter pada dua sisi jalan.
Kondisi ini dapat dilihat pada pekerjaan trotoar dan median pada jalan perkantoran instansi vertikal, sebagian jalan lingkar Kota Parigi mulai dari jembatan Bambalemo hingga depan kantor BPDB Parimo maupun sepanjang jalan Kampali.
Bukan hanya material pasir yang berhamburan saja, pada titik-titik jalan tersebut juga terdapat bekas hasil galian campuran material, itu diperkirakan terjadi pada saat pihak rekananan tengah melaksanakan kegiatan.
Bukan hanya susah hilang karena sudah mengeras, keberadaan sisa material campuran tersebut juga  menyebabkan menurunnya nilai estetika maupun ketahanan aspal badan jalan.
Kepala Dinas PU Kabupaten Parimo, Irfannur Lamalindu yang dikonfirmasi seputar masalah ini mengaku akan menjadikannya prioritas. Menurutnya sejumlah langkah telah dilakukan sesuai dengan mekanisme pengadaan barang dan jasa.
Mulai dari pemberian surat teguran bahkan pemberlakuan denda pada pekerjaan tersebut, karena telah melewati batas kontrak yang ditentukan.
“Tetap kami tegasi, makanya ada pemberian sanksi surat teguran maupun pemberitahuan secara lisan. Karena pembersihan sisa material ini tanggung jawab mereka sebagai penyedia. Seraya menyelesaikan sisa pekerjaan, pihak kontraktor juga dimintakan untuk segera membersihkannya,” kata Irfannur kepada wartawan, kemarin.
Hingga sisa material tersebut belum juga dibersihkan, pihaknya kata Irfannur belum akan mengeluarkan hasil serah terima pertama atau provisional hand over (PHO), meskipun sebelumnya beberapa pekerjaan tersebut sudah dilakukan pemeriksaan. dd



Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama