Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » Apel Kesadaran Nasional, PNS Wajib Berikan Pelayanan Terbaik
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

H. Andi Mulhanan Tombolotutu, SH, Saat Membacakan Pidato (foto:Yusuf)
PALU -  Seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemerintah Kota Palu, dapat melakukan perubahan mind-set, cara berpikir atau pola pikir, pola sikap dan pola tindak, sehingga tidak terkesan dilayani oleh masyarakat, tetapi melayani masyarakat, serta bagaimana dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pelayanan, serta peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi pada masing – masing SKPD.
            Dengan demikian maka akan semakin tumbuh kepercayaan dari masyarakat terhadap saudara dan juga dapat terciptanya birokrasi pemerintah kota palu kedepan yang baik, dengan sumberdaya manusia yang memiliki moralitas, kreatif, serta bertanggung jawab tinggi. Gambaran ini disampaikan Walikota Palu, H Andi Mulhanan Tombolotutu SH di hadapan ratusan pejabat dan PNS dan pegawai K2 yang dinyatakan lulus seleksi se Kota Palu yang mengikuti Apel Kesadaran Nasional (AKN) di halaman kantor walikota Palu Kamis (17/9).
        "Saya memiliki harapan, agar rutinnya kita memperingati hari kesadaran nasional setiap bulan, dapat  berhubungan langsung dengan meningkatnya semangat kita untuk bekerja dan mengabdi lebih baik sebagai aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah kota palu, karena sudah seharusnya agenda bulanan ini dapat mengingatkan kita tentang sejauhmana kita berdisiplin atas segala peraturan yang  ada, dan juga mampu membuat kita untuk melihat lebih dalam tentang sejauhmana kepedulian kita atas masalah-masalah yang dihadapi oleh  pemerintah kota palu. atau pada akhirnya, akan melahirkan evaluasi pada diri kita masing-masing, tentang sejauhmana sebagai bagian dari birokrasi kita mampu mendorong lahirnya berbagai pelayanan publik yang lebih baik di tengah masyarakat.
       Lebih jauh walikota Palu mengatakan bahwa melalui evaluasi-evaluasi seperti itu, akan lahir sebuah kesadaran dalam diri kita masing-masing, bahwa sebagai aparatur sipil negara, kita tidak hanya bekerja untuk memenuhi hajat hidup diri kita sendiri dan keluarga, tetapi, ada tanggung jawab sosial yang maha berat yang harus kita pikul yakni tanggung jawab kepada masyarakat dan yang paling penting tanggungjawab kita kepada sang pencipta Alah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.
      “Untuk mencapa hal tersebut saya mengajak kita semua, mari kita bersama-sama, dengan hati dan niat ikhlas untuk membangun  Kota Palu dapat meraih prestasi yang lebih baik dari sebelumnya, kalau orang lain bisa, kenapa kita tidak bisa, semuanya kembali kepada kerja cerdas, kerja keras dan niat tulus dari saudara-saudara sekalian,”katanya.
       Tentunya papar walikota Palu, agar dalam pelaksanaan pengelolaan APBD tahun anggaran 2015 ini, agar benar-benar menempatkan kesejahteran masyarakat sebagai prioritas utama, baik dalam perencanaan dan pelaksanaannya maupun dalam pengelolaan keuangan daerah. khusus untuk belanja operasional pegawai sedapat mungkin dikurangi dan  terus dijaga efesiensinya. namun demikian, pemanfaatan anggaran daerah untuk meningkatkan porsi anggaran khususnya program zero poverty menjadi prioritas utama, guna mengurangi angka kemiskinan dikota palu yang hanya tinggal 7,24 persen, dengan berbagai pola pada setiap skpd sehingga target lebih meminimalisir angka kemiskinan di kota palu dapat kita wujudkan.
       Mengenai surat edaran walikota palu nomor 860/3252/bkd tanggal 8 desember 2014 tentang pengukuran/penilaian prestasi kerja dan penjatuhan hukuman disiplin pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah kota palu. diharapkan kepada seluruh pimpinan SKPD untuk membaca kembali surat edaran tersebut sebagai pedoman penilaian bagi aparatur sipil negara dilingkungan kerjanya masing-masing, kenapa hal ini sangat penting saya sampaikan, karena di tahun 2015 ini, mau tidak mau, suka tidak suka, tindaklanjut dari peraturan kepala bkn nomor 1 tahun 2013 tentang ketentuan pelaksanaan peraturan pemerintah nomor 46 tahun 2011, tentang penilaian prestasi kerja pegawai negeri sipil harus dilaksanakan, karena pencapaian sasaran kerja pegawai (SKP) pada tahun 2014 yang hanya mencapai antara 25  persen sampai dengan 50 persen dikenakan hukuman disiplin sedang, dan SKP-nya di bawah 25 persen, dikenakan hukuman disiplin berat berdasarkan peraturan pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil.   
       Oleh karena itu, marilah kita jadikan peringatan hari kesadaran nasional ini sebagai buah kesempatan yang sangat baik untuk melakukan paradigma baru, diikuti dengan  tekad dan keinginan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk dalam bekerja, sehingga menjadi peluang bagi terciptanya perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik guna terwujudnya pemerintahan yang baik di Kota Palu. Dalam kesempatan apel hari kesadaran nasional tersebut, juga dilaksanakan pengambilan sumpah PNS yang diikuti ribuan PNS di jajaran Pemkot Palu.(yusuf)

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama