Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » Partisipasi Masyarakat Menentukan Penurunan AKI
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

PARIMO- Faktor kesehatan memegang peranan penting terhadap penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan. Kerena itu, ibu yang tengah mengandung harus mendapat perhatian khusus termasuk bayinya. Demikian ditegaskan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Parimo, Aman Salufo ketika membuka rapat peningkatan peran tenaga kesehatan dan masyarakat dalam upaya kepedulian terhadap resiko tinggi pada kehamilan tingkat Kupaten Parimo di aula kantor bupati Parimo, Rabu (12/8).
Menurutnya, upaya menurunkan AKI dapat dilakukan salah satunya dengan melibatkan partisipasi masyarakat. “Keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dalam upaya kepedulian terhadap resiko tinggi pada kehamilan," ujarnya.
Aman meminta pemerintah kecamatan dapat membantu penurunan AKI dengan cara mengembangkan norma sosial, bahwa cara yang aman untuk menyelamatkan ibu hamil, bersalin dan nifas dengan cara memeriksakan kehamilan secara rutin ke bidan dan meningkatkan kepedulian terhadap ibu-ibu hamil yang tergolong beresiko tinggi.
“Semoga hasil dari kesepakatan kita dalam kegiatan ini dapat melahirkan rekomendasi yang tepat dalam upaya kita menurunkan angka kematian ibu melahirkan," harapnya.
Sementara, Noorwachida Prihartini S Tombolotutu yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu meminta Dinas Kesehatan memberikan apresiasi kepada daerah yang sudah terbebas dari angka kematian ibu dan bayi, termasuk keaktifan Posyandu, keberhasilan keluarga berencana dan keaktifan kegiatan yang menyangkut dengan kesehatan ibu mulai sejak hamil sampi dengan penimbangan.
“Ini harusnya ada apresiasi yang dilakukan dinas  kesehatan dan kami dari PKK juga akan mendukung agar menjadi motifasi bagi para kader dan para koordinator juga bidan bidan yang ada di kecamatan karena mereka ini adalah unjuk tombak dari dinas kesehatan," pintanya.
Selaku ketua PKK dan Bunda PAUD Kabupaten Parimo Noorwachida juga menyampaikan kepada para Camat agar kader dan koordinator di desa sampai Kecamatan dapat membrikan informasi kepada ibu untuk melengkapi buku KIA, sejak ibu tersebut dalam keadaan hamil sampai melahirkan, karena buku KIA merupakan persyaratan anak masuk ke PAUD.
“Sesuai hasil seminar di Makkasar yang saya ikuti, ibu camat, para kader dan koordinator di desa sampai Kecamatan dimintamenyampaikan kepada masyarakat bahwa syarat masuk Ke PAUD tidak hanya Akte kelahiran tetapi juga harus ada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) agar tidak ada kendala pada waktu  anaknya tersebut di daftarkan ke PAUD,” kata Noorwachida.
Ia juga menginformasikan peran suami juga sangat membantu persalinan karena mereka siap antar jaga (SIAGA) termasuk peran tetangga untuk mengantarkan Ibu hamil tersebut ke pusat kesehatan terdekat.
“Ini bukan hanya anjuran saya tetapi juga anjuran Pemerintah bahwa peran Suami dan tetangga juga dibutuhkan dalam persalinan untuk mengantar ke Puskesmas bahkan sampai ke Rumah Sakit pada saat ibu sudah melahirkan yang sudah ada bendera khusus di rumah tersebut," tandasnya. dd

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama