Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » Supriady : Jika Prosesnya Salah, Akan saya Putus Kontrak
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama



Tender Bandara Tolitoli Diduga Konspirasi

Tolitoli -  Lelang Pekerjaan pembuatan dan pemasangan Kubus beton penahan abrasi pantai pada run-way di bandar udara Sultan Bantilan Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah, menuai Sorotan. Pasalnya, proses tender anggaran kubus beton dengan nilai penawaran Rp 4,9 Miliar itu kuat dugaan sengaja diarahkan ke perusahan yang sama sekali tidak memiliki kemampuan dasar (KD) alias non pengalaman, yakni PT Graha Nusantara Group.
ilustrasi
Kemampuan Dasar (KD) dipersyaratkan sebagai persyaratan kualifikasi penyedia barang dan jasa yang diatur dalam perpres 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa yaitu pasal 19 dan bila tidak memenuhi kemampuan dasarnya, maka penyedia yang mengikuti pengadaan barang dan jasa bisa digugurkan dalam tahap evaluasi kualifikasi dari penyedia. Hal ini sangat jelas, bahwa perusahaan yang dimenangkan tidak memiliki KD yang dipersyaratkan, tetapi pihak panitia memenangkan perusahaan tersebut, ujar sumber belum lama ini.
 Dan juga ini sangat jelas seakan pekerjaan ini diarahkan terhadap pemenang yang ditetapkan oleh pokja dalam proses tender, bukti administrasi pun sangat menguatkan dugaan itu. paket yang memiliki nilai pagu sebesar RP 6.737.400.000 dan nilai HPS Paket RP 5.194.900.000 sudah memberikan isyarat bahwa peserta yang harus merasa telah memiliki KD yang ada, faktanya pemenang sama sekali tidak memiliki KD, tambah sumber
Akhmad Teguh Prihandoyo selaku ketua Pokja Bandara Sultan Bantilan Tolitoli yang dikonfirmasi via telepon selularnya 082188065xxx tidak berhasil, karena ulang ulang di telepon terdengar aktif tetapi tidak mau mengangkat.
Sementara itu, Kepala Bandara Sultan Bantilan Tolitoli, Akhmad Saefuddin juga selaku Kasatker dan KPA yang dikonfirmasi terkait polemik persoalan tender pengadaan pemasangan Kubus Beton di ujung Run-way membantah keras jika proses lelang itu berpolemik apa lagi sampai diarahkan terhadap PT Graha Nusantara Group sebagai pemenangnya.
“tudingan bapak tidak benar atas proses lelang tersebut, apa lagi sampai adanya arahan terhadap pemenang pada paket itu”,  Apakah salah jika perusahaan baru dimenangkan dalam suatu pelelangan paket, kan tidak ada yang mengatur hal itu, jelasnya.
Dan juga perusahaan itu sama sekali tidak saya kenal, semua ini terbuka dan saya rasa teman teman di Pokja sudah maksimal dalam bekerja, dan tidak ada konspirasi untuk memenangkan perusahaan tertentu. “saya lagi dijakarta, baiknya bapak tunggu saja, kita ketemu dulu atau bagusnya bapak diskusi dulu sama pihak ULP IX yang ada di kantor bandara Mutiara Sis Aljufri Palu”, pinta Saefuddin.
Supriady selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di bandara Sultan Bantilan Tolitoli yang dimintai tanggapannya soal tender tersebut menjelaskan, bahwa persoalan tender itu memang terdengar polemik, tetapi apa yang dipolemikkan. Semua proses administrasi yang saya ketahui sudah dijalankan oleh pihak pokja. Sanggahan dari salah satu peserta sudah dibalas dan sekarang paket tersebut sudah dikontrakkan serta pihak pemenang sudah melakukan penarikan uang muka sesuai dengan ketentuan.
Hanya saja, meski sudah kontrak, pihak panitia atau pokja sampai berita acara kontrak ditanda tangani belum mendapatkan jawaban atas surat yang di kirimkan ke APIP dan LKPP guna menanyakan polemik atas KD yang menjadi dasar sanggahan dari salah satu peserta lelang.
Dan jika akhirnya balasan itu mengacu atas adanya kejanggalan proses tender yang terjadi, saya selaku PPK akan mengambil sikap, yakni melakukan pemutusan Kontrak jika hal itu menyalahi prosedur tender, Jelas Supriady. RB

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama