Pilih Menu

Slider










KOTA

SULTENG


POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

Palu,sultengaktual.com - Pekerjaan Preservasi Jalan Molosipat Lambunu Mepanga Tinombo yang dikerjakan oleh PT Widya Rahmat Karya, merupakan Kontraktor pelaksana yang memenangkan proses lelang dan melakukan kontrak pekerjaan dengan pihak PPK 2.1 BPJN Sulteng pada Akhir Maret 2022 lalu.

Pihak penyedia atau kontraktor pelaksana menerapkan pola kontrak longsegmen dalam menangani pekerjaan dilapangan.

Dengan menerapkan pola kontrak longsegmen, pihak penyedia melakukan pekerjaan. sesuai dengan schedule yang ada dalam kaidah kontrak.

Pekerjaan pekerjaan yang dilakukan penyedia meliputi pekerjaan pekerjaan rutin yang ada serta melakukan pekerjaan pekerjaan pembuatan struktur yang sudah di tentukan dalam kontrak.

Pihak PT Widya Rahmat Karya, dalam menangani ruas ini bisa dikatakan sudah mengacu pada aturan kontrak. seperti mengerjakan pekerjaan rutin pemeliharaan pembersihan saluran, melakukan pemeliharaan jembatan bahkan melakukan pemarasan rumput.

Seperti pada pekerjaan pemarasan rumput, itu dilakukan bukan setiap saat, ada waktunya, satu tahun anggaran berjalan itu dilakukan sekitar 3 bulan sekali, dengan range 4 kali setahun. jadi jika faktanya dilapangan ada yang sudah tinggi, maka itu akan di paras sesuai dengan jadwal waktunya.

begitupun mengenai pekerjaan struktur yang ada. semua metode pekerjaannya itu mengacu pada kajian teknis yang ada, mulai dari material serta pengerjaannya, dilapangan semua unsur dilibatkan, jadi mengerjakan itu tidak macam macam, karena tetap mengacu ke aturan yang ada, jelas Haji Akbar selaku penyedia jasa.

Prinsipnya, pelaksanaan dilapangan mengacu pada aturan dan pedoman klausul kontrak, jadi kami selaku penyedia menghindari hal hal yang akibatnya fatal, tambah Haji Akbar.

Disisi lain, pekerjaan pekerjaan rutin tetap terlalsana dilapangan, begitu juga pekerjaan efektif lainnya, seperti pekerjaan box culvert, pekerjaan jembatan bahkan pekerjaan struktur lainnya, ini masih dalam masa pelaksanaan, kami yakin semuanya akan berjalan seiring masih panjangnya waktu pelaksanaan, dan berkeyakinan pekerjaan akan tuntas sesuai dengan batas waktu yang sudah ditentukan.

Apa lagi ruas ini merupakan ruas pilot project yang ada di wilayah  kerja PJN II BPJN Sulteng, ungkap Haji Akbar yang diamini oleh Reza Maulana Selaku pejabat Pembuat Komitmen ( PPK 2.1). *RB



- - -

Jakarta,Sultengaktual.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi Annisa Larasati Pohan mengikuti Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi secara virtual, Rabu (17/8) pagi. Mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir dari kediaman, tahun ini AHY dan Annisa mengenakan pakaian adat Bali kombinasi warna Hitam, Putih & Merah yang melambangkan warna Tridatu. 

Busana ini sengaja dipilih AHY sebagai simbol semangat optimisme untuk kita bangkit bersama menjemput sukses di masa depan. Serta menggambarkan seorang pemimpin hendaknya mampu memberi semangat kepada rakyatnya di tengah suasana suka ataupun duka. Pemimpin seharusnya memilki sikap semangat, penuh kasih, bertanggung jawab, berpengetahuan luas, berwibawa, adil, melindungi rakyat dan Pemimpin hendaknya juga bermurah hati (melayani) rakyatnya untuk tidak mengecewakan kepercayaan rakyatnya.

Bukan hanya itu, pilihan kombinasi warna yang dipilih juga memiliki arti. Warna hitam 

adalah warna yang  memberi kesan elegan yang melambangkan keanggunan, keberanian, ketenangan, kemakmuran dan warnanya generasi milenial. Sementara warna putih dan merah memberi kesan kebebasan dan keterbukaan, warna yang murni, suci dan bersih, simbol keberanian, kekuatan dan energi, juga gairah untuk melakukan tindakan (action), serta melambangkan kegembiraan.

AHY memaknai peringatan 77 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum untuk merawat persatuan, demokrasi, dan kebangkitan ekonomi. 

AHY menegaskan, Indonesia adalah negara besar. Negara ini, lanjutnya, bukan lahir dari pemberian kolonial.  Negara ini dibangun di atas pemikiran-pemikiran besar dan langkah-langkah besar. 

“Negara ini juga telah melalui sejarah panjang. Meski diguncang oleh berbagai macam pergolakan hingga benturan ideologi, baik yang kanan maupun kiri, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Indonesia tetap tak tergoyahkan. Indonesia lahir dan tetap mampu berdiri tegak karena komitmen kita untuk merawat persatuan bangsa,” kata alumni Kennedy School of Government, Harvard University tersebut. 

Untuk itu, lanjut AHY, peringatan 77 tahun kemerdekaan ini harus menjadi momentum kita sebagai bangsa untuk kembali meneguhkan komitmen merawat persatuan bangsa. “Komitmen persatuan perlu kita wujudkan dalam ikhtiar dengan terus mengokohkan persatuan, melawan pandemi, merawat demokrasi, dan mengoptimalkan momentum kebangkitan ekonomi”, tegas AHY. 

Pria kelahiran Bandung itu juga menekankan, setiap peringatan Kemerdekaan Indonesia harus menjadi mmomentum bagi kita sebagai bangsa untuk mensyukuri apa yang telah dicapai dan diwujudkan, meneguhkan komitmen perjuangan dan pengabdian kita untuk mewujudkan Indonesia yang semakin aman dan damai, semakin adil dan sejahtera, serta semakin maju dan mendunia. 

“Itulah visi besar kebangsaan kita. Perbedaan tidak menjadi halangan bagi kita untuk mewujudkan visi besar ini. Kita harus bersatu. Dengan persatuan, energi kita akan dilipatgandakan, untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa,” pungkas AHY. (dna/csa)

- - -
Palu,sultengaktual.com- Momentum Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang Ke 77 Dengan Jargon Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat Sangatlah sesuai dengan kegiatan Proyek Penanganan Bencana Prasarana Sekolah Untuk Pekerjaan Pembangunan sejumlah sekolah dan prasarananya yang melekat pada Balai Prasarana dan Pemukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tengah Yang Dianggarkan Melalui APBN Murni Sementara berjalan. 
Pekerjaan yang dikontrakkan pada Akhir Desember 2021 itu dikerjakan oleh PT Karya Bangun Mandiri Perkasa dan PT Karya Putra mandiri Adiprasarana (Jo - Joint Operasional) Dengan Nomor Kontrak HK.02.01/Kontrak/cb 28.4/PS.II/01/2021 dengan waktu Pelaksanaan 300 hari kerja merupakan kegiatan proyek yang memberikan suatu bukti, bahwa pemerintah sangatlah peduli dan sudah menjadi program pembangunan di bidang pendidikan, apalagi proyek ini untuk menyempurnakan atau mengatasi dampak bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang menimpa Pasigala ( Parigi, Sigi, Donggala serta kota palu) Di september 2018 silam. 
Paket Proyek Pekerjaan yang tersebar di 31 titik Daerah lokasi itu sedang terlaksana pekerjaannya dilapangan guna menaikkan progress bobot penyelesaian pekerjaan dengan aturan teknis yang sesuai dan design yang sudah diatur pada nomenklatur kontrak.

Pekerjaan dilapangan dalam penggunaan Material disesuaikan dengan petunjuk kontrak yang ada dan semuanya telah melalui sortir pemeriksaan oleh konsultan, begitupun atas metode kerja yang dilakukan, ungkap Hotman Sihotang selaku kontraktor pelaksana yang terbilang senior di kalangan penyedia jasa di Sulteng. 
Pihak PPK kegiatan pekerjaan ini, Rachman Dg Tinri juga menekankan agar semua material harus mengacu pada spek teknis dan acuan sesuai dengan metode aturan yang ada dalam kontrak. Pihak kepala BP2W Sulteng pun , Sahabuddin ST, dalam kesempatan Saat itu menuturkan Bahwa semua kegiatan yang ada pada lingkup kerjanya dipastikan menggunakan material yang sesuai dengan aturan dan kajian teknis sesuai dengan apa yang tertuang dalam aturan kontrak. 

Meskipun dalam pelaksanaannya dilapangan, ada hal hal yang memang dalam hasil mutu ataupun kualitasnya disangsikan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Sarana dan Prasarana Pendidikan,Olahraga dan Pasar II Wilayah Sulawesi Tengah, Rachman Dg,Tinri ST menyatakan pihaknya mengambil langkah langkah dengan memerintahkan kontraktor untuk memperbaiki kualitas pekerjaan karena ini masih dalam tahap pengerjaan, jadi bisa dilakukan perbaikan perbaikan serta memberikan progres bobot yang sesuai hitungannya. 

Proyek dengan sumber dana APBN Murni ini sebaran lokasinya berada di Kota Palu, Kabupaten Donggala , Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong. Diantaranya ada 8 Lokal di Kecamatan Pinembani, 4 Lokal dikecamatan Riopakava , 5 lokal di Balaesang tanjung, 3 lokal dikabupaten sigi diantaranya di Dusun Raranggonao Desa Pombewe dan Dusun Tompu Desa Ngatabaru Kecamatan sigi ,di Kecamatan Sirenja, sindue Tobata dan SDN 14 Tambusabora dan satu lokal di desa Posona Kecamatan Kasimbar Parigi Moutong. 

Untuk Pekerjaan sekolah yang ada dikota Palu diantaranya SD 4 dan SDN 9 Bamba, SDN Watusampu, SDN Inpres Silae ,SDN 3 Lambara, SMP 4 Palu serta TK Negeri Model terpadu. kepala Balai Prasarana dan Pemukiman Wilayah (BPPW) Sulteng berpesan agar sinergitas dalam proses bekerja terus dibangun , tujuannya agar dapat meningkatkan kualitas pekerjaan menjadi tanggungjawabnya.

Pekerjaan Kementerian PUPR yang melekat di Balai Prasarana dan Pemukiman Wilayah Sulawesi Tengah (BP2W - Sulteng) untuk pelaksanaan pembangunan infrastruktruk prasarana sekolah telah berjalan pelaksanaannya hampir 8 bulan waktu pekerjaannya dan waktu kontraknya masih panjang, sampai pada akhir 2022 nanti. Kucuran dana yang digelontorkan untuk pembangunan serta rehabilitasi sarana dan prasarana pada masing masing sekolah dari sebaran 31 titik itu dengan tingkat kerusakan yang bervariatif. Disekolah Satap 7 Sigi yakni di dusun Tompu, Desa Ngatabaru, Kecamatan Sigibiromaru, Kabupaten Sigi, pekerjaan pondasi sekolah yang dibangun dengan metode penggunaan footplat atau cakar ayam dikerjakan sesuai dengan acuan teknis serta design yang ada pada kontrak. 

Tingkat kerusakan pekerjaan yang akan ditangani dilapangan bervariatif. ada yang ringan ada yang berat, sehingga secara kajian teknis dan justifikasi teknis kami mengarah pada acuan itu. dan juga ada pekerjaan yang dilakukan bangun baru, itupun sesuai dengan arah kontrak yang diadendum tentunya, dan semuanya mengacu pada aturan yang sesuai dengan kontrak. ***RB
- - -

Palu,Sultengaktual.com - DPC Partai Demokrat Kota Palu, Minggu Besok (14 Agustus 2022) Akan Menggelar Konsolidasi Akbar, Penyerahan SK Pengurus DPC Kota Palu sekaligus dirangkaikan Pelantikan segenap pengurus DPAC Partai Demokrat Sekota Palu yang akan dilaksanakan di Sriti Convention Hall , jalan Durian Kota Palu.

Kegiatan Konsolidasi dan silahturahmi Akbar yang sekaligus agenda pelantikan yang akan dihelat minggu besok, merupakan Rangkaian Road show Agenda kerja Dari DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tengah yang sudah berkeliling ke kabupaten yang ada di sulawesi Tengah dengan Agenda yang sama,dan agenda itu berakhir dikota palu.
Hal itu diutarakan oleh ketua panitia Pelaksana, Yang Juga Anggota Legislatif DPRD Kota Palu, Rezki Hardianti Ramadhani Pakamundi, S.Ak Melalui telepon ke awak redaksi di sela sela kesibukan Srikandi Demokrat itu melakukan Final Check lokasi kegiatan.

Alhamdulillah, Persiapan kegiatan besok fix semuanya, dan ini berkat kekompakan kerjasama tim panitia dan seluruh Anggota pengurus DPC Kota Palu. 
Moment kegiatan besok langsung dihadiri Oleh Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah, Bapak H Anwar Hafid beserta semua unsur pengurus DPD, Ujar Kiki Sapaan akrab dari Anggota Legislatif Daerah Pemilihan Palu Selatan itu.

Selain Agenda Pelantikan dan penyerahan SK, Ketua DPD H Anwar Hafid Akan Didaulat Melakukan Orasi Politiknya, Karena ini merupakan agenda Konsolidasi, silahturahmi dan Moment Pelantikan.

Disela kegiatan itu juga, hiburan dengan menampilkan Artis Ibu Kota juga akan mengisi kegiatan tersebut, seperti salah satunya Yaitu Babby Z dan beberapa artis lainnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palu, Abdurahim Nasar Al Amri, SE yang juga sebagai Anggota Legislatif DPRD Kota Palu, Daerah Pemilihan Palu Barat mengatakan Jika Momen kegiatan besok terlaksana atas kerjasama semua unsur, mulai dari panitia,seluruh anggota DPC kota Palu dan kader kader yang ada, Apa lagi kader muda yang mendominasi, karena bagi kami, Muda Adalah Kekuatan, Jelas Wim sapaan Akrabnya.

Ditambahkannya, agenda Konsolidasi juga Silaturahmi ini akan dihadiri langsung Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng, Anwar Hafid dan sejumlah petinggi partai Demokrat diantaranya Mardiman Sane dan Hidayat Pakamundi. Oleh karena itu, kami akan persiapkan sebaik mungkin guna kelancaran acara tersebut.

Selain pelantikan, ada penyampaian orasi politik dari Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng dan kader partai. Setelah penyampaian orasi politik hingga pelantikan, acara dilanjutkan dengan hiburan yang dimeriahkan oleh para artis Ibu Kota. *** Rb
- - -
Palu,Sultengaktual.com - Kasus Korupsi Pada Proyek Stadion Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah kembali dilakukan penahanan oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sulteng, melalui Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng, Jacob Hendrik Pattipeilohy yang menerbitkan surat perintah penahanan terhadap tersangka inisial BM Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banggai Laut selaku Pengguna Anggaran (PA) juga merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam perkara dugaan korupsi pembangunan stadion Banggai Laut dengan anggaran Rp.2,9 Milyard bersumber dari APBD Kabupaten Banggai Laut pada Kamis (11/8/2022).
BM diperiksa sejak pukul 09:00 sampai dengan pukul 14:45 wita oleh tim jaksa penyidik Kejati Sulteng, usai dilakukan gelar perkara,berdasarkan surat perintah penahanan NOMOR : Print- 05/P.2.5/Fd.1/08/2022 BM langsung digelandang menuju rutan kelas IIA Palu.
Baca Juga : Kasus Korupsi Stadion
“BM ditahan untuk 20 hari ke depan,”Kata Kasi Penkum Reza Hidayat singkat ditemui usai penahanan BM.

Sebelumnya Tim Penyidik Kejati Sulteng telah menahan tiga tersangka lainnya dalam kasus menimpa Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Balut tersebut,masing-masing perempuan inisial SM selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan laki-laki YL selaku Direktur PT. BBP,perempuan HN selaku Konsultan Pengawas dari CV. SS.

Reza Hidayat selaku Kasie Penkum Kejati Sulteng ketika ditanya soal masih akan ada tersangka lain mengatakan kita tunggu saja hasil pengembangan dan penyidikan.

“Tidak menutup kemungkinan masih akan ada tersangka lain,kita tunggu saja hasil pemeriksaan selanjutnya,”Jawabnya.
@RB

- - -

Palu,Sultengaktual.com - Banyaknya Titik spot spot lokasi hasil pekerjaan  Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Ruas jalan Tompe - Dalam kota Palu – Surumana (RR-1) Akibat Bencana Alam Gempa, Tsunami dan Likuifaqsi  2018 silam dari anggaran Bank Dunia (world Bank) – WINRIP IBRD Loan No 8043 - ID Yang sudah mulai rusak meskipun adanya dugaan dipaksanya proses PHOnya, atau serah terima pertama pekerjaan dari penyedia ke pengguna baru saja di lakukan dan sekarang ini masih dalam masa pemeliharaan pekerjaan oleh Penyedia Jasa.

Rusaknya kondisi hasil pekerjaan yang terbilang prematur itu bisa di duga pada proses PHO yang dipaksakan, Pasalnya dalam Data Administrasi atas kontrak pekerjaan tersebut, rencana waktu atas pelaksanaan PHO yang semula pada bulan Januari 2021 undur sampai bulan Mei 2021,


ini dikarenakan saat Adendum Kontrak paket ratusan miliar itu mendapatkan ketambahan waktu pelaksanaan.

Dugaan atas Dipaksanya Waktu PHO itu dilatari kerusakan atas faktualnya kondisi hasil pekerjaan yang dalam catatan administrasi proyek sudah selesai tuntas baik dalam pelaksanaan maupun secara tahapan PHO seakan laksana hasil pekerjaan yang terbilang masih Prematur itu Terjadi kerusakan.

Atas hal itu, latar belakang  hasil pekerjaan yang rusak mulai dari pekerjaan Trotoar, dan adanya spek material yang digunakan tidak sesuai dengan ketentuan yang ada dan juga fungsi atas hasil pekerjaan saluran dengan metode pemasangan Uditch yang hasilnya bisa dilihat pada musim penghujan. Sepeti meluapnya air di badan jalan Ponegoro yang disebabkan tidak berfungsinya saluran ( Luapan air saat 12 Maret 2022 - Red).

Praktisi Hukum dan juga Pemerhati Pembangunan Daerah, Abd. Razak SH menyikapi hal itu, bahwa makna atas pekerjaan yang di PHO itu adalah Pekerjaan yang semua sisi aspeknya mulai dari pekerjaan dilaksanakan sampai tuntas disaat waktu kontrak sudah dianggap selesai dan sesuai dengan apa yang tertuang dalam Kontrak.

"Serah Terima Tahap pertama Atas Pekerjaan (Provisional Hand Over-PHO) adalah suatu kegiatan serah terima seluruh pekerjaan yang dilakukan secara resmi dari penyedia jasa kepada Pengguna pekerjaan atau PPK Atau Satuan Kerja setelah diteliti terlebih dahulu oleh Panitia Penilai Hasil Pekerjaan. Artinya bahwa secara keseluruhan pekerjaan dianggap telah selesai baik teknis maupun administratif" Ungkap Razak

Dan faktanya dilapangan, kerusakan kerusakan atas hasil pekerjaan yang ada memberikan bukti bahwa waktu dilaksanakan pekerjaan ini apakah mutu kualitasnya sudah sesuai atau tidak. Kan bisa diliat secara fakta, waktu PHO nya masih terbilang baru meskipun itu pada Mei 2021 lalu tetapi sudah terjadi kerusakan bahkan ada saluran air yang tidak sesuai dengan fungsinya sehingga terjadi luapan Air saat penghujan, ungkap Razak.

Bukan itu saja, Meskipun Waktu Masa pemeliharaan masih ada sampai Mei 2023 Nanti,


Pihak penyedia bisa kita lihat atas keseriusan menangani kerusakan yang ada, seperti informasi sebelumnya yang terdapat juga foto beritanya, Melakukan perbaikan atas kerusakan yang ada juga seakan asal asalan.

Tetapi dari semuanya itu, sesuai Makna dari PHO, ini yang harus menjadi Acuan, jika kondisi hasil pekerjaan yang bagai premature, dasar apa dalam melakukan penilaian yang diambil oleh pihak Panitia Penilai Hasil Pekerjaan ( PPHP) atau panitia PHO sehingga memutuskan Pekerjaan itu sudah tuntas dan siap diserah terimakan tahap pertama atau PHO, Jelasnya

Jika penilaian itu hanya berdasarkan atas selesainya penyedia mengerjakan dan melihat batasan waktu kontrak penyedia, tentunya ini keliru. karena sesuai aturan seperti yang dijelaskan diatas mengenai Makna PHO itu, Sambungnya.

Dengan kondisi fakta yang ada, patut diduga kalau PHO itu seakan dipaksakan, karena semua pekerjaan itu memiliki umur perencanaan atas hasil pekerjaan yang dilaksanakan, Urai Razak.

Eko Arianto dari FPPD Sulteng menuturkan kalau dalam pelaksanaan suatu pekerjaan itu memiliki Umur perencanaan, jadi bisa dilihat bagaimana hasil kualitas atas pekerjaan yang dilaksanakan, otomatis dari umur perencanaan itu, di desain sedemikian rupa mengenai hal hal teknis maupun pembiayaannya supaya apa yang direncanakan bisa sesuai dengan tujuan dan output dari pekerjaan itu.

Sedangkan sekarang ini, kondisi yang terjadi dilapangan atas kerusakan kerusakan hasil pekerjaan yang menurut catatan masa PHO nya belum terlalu lama, patut di pertanyakan apakah dalam pelaksanaannya sudah sesuaikah dengan apa yang direncanakan sebelumnya, Ujar Eko.

Sementara Itu, Rhismono ST.MT, Kasatker PJN II BPJN Sulawesi Tengah yang menjadi PPK 2.5 sejak pekerjaan tersebut dikontrakkan, dilaksanakan sampai proses PHO (Mantan PPK 2.5) ketika dikonfirmasi terkait hal diatas Tidak memberikan tanggapan sama sekali.

Konfirmasi yang dilakukan media ini terkait pekerjaan yang sama sudah dilakukan dua kali, dan sebagai Kasatker dan juga mantan PPK sewaktu pekerjaan itu On The Track, Rhismono Bungkam saja dengan tidak mengomentari atas pengelolaan Anggaran Publik yang dirinya Kelola.

Rezky Ananda S. ST. M.Eng Selaku PPK 2.5 yang sekarang (Karena baru menjadi PPK 2.5 setelah pekerjaan tersebut dikontrakkan, dilaksanakan dan di PHO - Red) menjelaskan  "kalo terkait PHO NK -  Passokorang sdh sesuai dgn SOP DJBM dan SSUK. bahkan sblum PHO panitianya melakukan pengecekan sebanyak 2 kali dilapangan, dan kmrn klo tidak salah penyedianya sdh memperbaiki apa yg diminta panitia PHO . Nnt bisa tanyakan kembali ke pak rhis ya" Ujarnya

"Kalo terkait dgn kondisi sekarang bnyak yg rusak, mungkin karena arus lalu lintas yg padat dan bnyak dilalui kendaraan2 berat bisa saja ada bbrpa titik yg cepat rusaknya. Apapun itu sdh kewajibnya penyedia melakukan perbaikan dimasa warranty dan pihak kami sdh menyurat kembali ditgl 03 agustus kmrin. Selagi msh ad masa pemeliharaanya pnyedia wajib memperbaikinya dan nnt saat FHO ada panitia lagi yg akan mengeceknya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pekerjaan perbaikan dimasa pemeliharaan yang dilakukan oleh PT Nindya Karya - PT Passokorang KSO pada paket pekerjaan  Pemeliharaan Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Ruas jalan Tompe - Dalam kota Palu – Surumana (RR-1) Akibat Bencana Alam Gempa, Tsunami dan Likuifaqsi  2018 silam dari anggaran Bank Dunia (world Bank) – WINRIP IBRD Loan No 8043 - ID Yang sudah dilakukan Provisi Hand Over (PHO) atau penyerahan Tahap pertama dari penyedia jasa ke Pengguna pada Mei 2021 silam Diduga dikerjakan asal asalan.

Dugaan itu terlihat langsung di lapangan, sesuai Gambar Hasil perbaikan pekerjaan (25 Juli 2022), di seputaran Jalan Diponegoro Kota Palu

Pekerjaan perbaikan perbaikan di masa pemeliharaan ini terbilang baru kali ini dilakukan oleh penyedia, padahal dalam aturannya sejak di PHO pada Mei 2021 lalu, penyedia harus tetap menjaga kondisi yang ada disaat PHO sampai batas waktunya untuk FHO, Eko Arianto dari FPPD Sulteng

Apa yang menjadi kewajiban Penyedia sudah tertuang dalam syarat syarat umum kontrak, itu harus dijalankan. Dan sebisanya secara maksimal sama seperti kondisi itu waktu di PHO kan. Ini malahan kualitas hasil kerja itu seperti Asal asalan saja, Tambahnya.

Pihak PPK 2.5 Satker PJN II, Rezky Ananda S. ST. M.Eng yang menjabat di kegiatan ini setelah pekerjaan sudah PHO, ketika ditanyakan mengenai Asal kerja perbaikan pekerjaan di masa pemeliharaan yang dilakukan penyedia menjawab kalo pihaknya sudah melayangkan surat terkait hal itu.

Sementara itu, Kasatker PJN II BPJN Sulteng, Yang juga mantan PPK 2.5 sewaktu pekerjaan itu dikontrakkan, dilaksanakan bahkan di PHO lalu,Rhismono ST.MT yang di kirimkan gambar via aplikasi Whatapp atas asal kerja pada pekerjaan perbaikan yang dilakukan oleh penyedia Jasa, sampai berita ini naik tidak menggubris sama sekali.

Dipemberitaan sebelumnya juga  mengenai Pemeliharaan Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Ruas jalan Tompe - Dalam kota Palu – Surumana (RR-1) Akibat Bencana Alam Gempa, Tsunami dan Likuifaqsi  2018 silam dari anggaran Bank Dunia (world Bank) – WINRIP IBRD Loan No 8043 - ID Yang sudah dilakukan Provisi Hand Over (PHO) atau penyerahan Tahap pertama dari penyedia jasa ke Pengguna pada Mei 2021 silam seakan Terabaikan.

Pasalnya, beberapa titik pekerjaan sudah terdapat beberapa kerusakan, baik itu dibadan jalan yang berlubang, kondisi trotoar yang rusak bahkan ada badan jalan yang asphaltnya terangkat pada Pekerjaan yang dikontrakkan pada 25 Oktober 2019 dengan nomor kontrak 09-52/01-WINRIP-RR/RB/A/8043/10-19  itu seakan tidak dilakukan perbaikan atau pemeliharaannya.

Gawean Mega Proyek Rehab Rekon Jalan Ruas Tompe – Dalam kota Palu – Surumana itu dilaksanakan oleh PT Nindya Karya – PT Passokorang (Jo)  yang melekat pada PPK 2.5 Satuan Kerja PJN II BPJN Sulteng menangani ruas jalan dengan panjang 55,11 Km yang terbagi atas dua penanganan, yakni penanganan efektif sepanjang 48,39 Km serta penanganan rutin jalan sepanjang 6,72 Km.

Dalam penanganan efektifnya terdiri atas beberapa ruas jalan antara lain; ruas kebun sari talise tawaeli, ruas kebun sari jln tanah runtuh, ruas jalan Yos sudarso, ruas jalan Basuki Rahmat, Ruas jalan Abdul Rahman Saleh, Ruas jalan Watusampu (Bts. Kota Palu/kab. Donggala – Ampera, Ruas jalan Diponegoro, Ruas jalan Malonda dan Ruas Jalan Ampera – Surumana (Bts ProvinsiSulbar) serta ruas penanganan rutinnya terdiri atas;ruas jalan Sam Ratulangi, Ruas jalan Sudirman, Ruas Jalan Wolter Monginsidi, Ruas jalan Emy Saelan, Ruas Hasanuddin I dan Hasanuddin II, Ruas Jalan Gajah Mada dan Ruas jalan Imam Bonjol.

Dari ruas ruas yang ditangani tersebut, beberapa jalan yang berlubang (Badan jalan) belum dilakukan perbaikan, belum lagi mengenai trotoar yang rusak, apa lagi disaat penghujan datang, beberapa kondisi ruas jalan yang ditangani terjadi genangan air ( Seperti Genangan Air di Ruas Jln Ponegoro Setelah terjadinya Hujan  pada 12 Maret 2022 lalu – Red).

Beberapa Titik kerusakan yang ada pada Jalan Ponegoro Kota Palu, Nampak kerusakan Asphalt dibadan jalan hanya terlihat di Cutter.

Forum Peduli Pembangunan Daerah Sulteng (FPPD Sulteng) Eko Arianto Menuturkan, Pihak penyedia jasa setelah melakukan Provisi Hand Over (PHO) atau penyerahan pekerjaan tahap pertama kepada pengguna, seharusnya wajib memperhatikan kondisi pekerjaan yang ada. Kan hal tersebut sudah tertuang pada suatu legal standing Adminitrasi, yakni pada Syarat Syarat Umum Kontrak, bahwa penyedia jasa wajib menjaga kondisi pekerjaan (memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan) seperti disaat melakukan PHO sampai batas waktu terjadinya FHO. Dan jika hal ini tidak bisa dilakukan oleh penyedia, maka pihak pengguna atau PPK berhak melakukan pemutusan kontrak dimasa pemeliharaan akibat kelalaian/kesalahan penyedia jasa. Dan Juga PPK berhak untuk tidak membayar Retensi atau Jaminan pemeliharaan dicairkan untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan dan pihak penyedia jasa dikenakan Sanksi Daftar Hitam Atau Black List, papar Eko.

Sementara itu, Pihak Penyedia jasa/Kontraktor Pelaksana pekerjaan RR-1 itu Yakni PT Nindya Karya – PT Passokorang (Jo), Johanes ST selaku Manager Proyek yang dikonfirmasi Via Aplikasi pesan WhatsAap mengenai kewajiban atas pelaksana dalam melakukan perbaikan pekerjaan atau pemeliharaan pekerjaan dimaksud, mengingat waktu pemeliharaan yang akan berakhir di Mei 2023 itu sudah berjalan sekitar satu tahun lebih itu belum sama sekali dilakukan perbaikan atas kewajiban penyedia melakukan pemeliharaan,atas kewajiban serta hal hal administrasi yang tertuang pada syarat syarat Umum kontrak seakan dibiarkan begitu saja seperti diabaikan.  Manajer Proyek itu tidak merespon sama sekali, meskipun pesan itu terbaca. 

Rhismono, ST.MT, selaku Kasatker PJN II BPJN Sulteng dan juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 sewaktu mega proyek Rehab Rekon tersebut mulai dikontrakkan, dilaksanakan hingga PHO (Digantikan Sebagai PPK 2.5 Periode Desember 2021 Lalu – Red) yang dihubungi via WhatsAap terkait hal tersebut diatas dengan irit jawaban “Tanyakan Ke Pejabat Pembuat Komitmennya (PPK), Setahu Saya Tetap Ada Peringatan”.

Sementara itu, Rezky Ananda S. ST. M.Eng selaku Pejabat Pembuat komitmen (PPK) 2.5 PJN II Sulteng yang Baru (Menduduki sebagai PPK 2.5 di bulan Desember 2021 lalu setelah pekerjaan dimaksud sudah Di PHO – Red) mengatakan kalo pihaknya sudah memberikan beberapa kali surat peringatan terhadap penyedia jasa tersebut untuk melaksanakan kewajibannya melakukan perbaikan pemelihraan pekerjaan, dan hari ini juga (Jumat 8 Juli 2022 – Red) kami akan melayangkan lagi surat peringatan yang ketiga kalinya. ***RB

- - -

Poso,sultengaktual.com – Setelah melayangkan gugatan di Pengadilan Negeri Kelas 1B Poso, Zurnanian Kadili, warga Poso yang lahannya diduga diserobot PT. Poso Energy (PE) kini telah menjalani 4 kali agenda sidang. 

Zurnanian Kadili memiliki lahan kurang lebih seluas 6000 meter persegi yang terletak di Kelurahan Sawidago, kecamatan Pamona Utara, kabupaten Poso. Namun sejak tahun 2000, ia tidak lagi melihat lahan perkebunan yang ditanami pohon cengkeh karena situasi konflik komunal yang melanda Poso pada saat itu. Belakangan, Zurnanian kaget karena saat ketika ia berkesempatan melihat lahan perkebunannya telah berdiri tower Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (Sutet) milik PE di atasnya. Sejak itu, Zurnanian telah melakukan protes pada pihak PE secara langsung dengan cara mendatangi kantor perusahaan di desa Sulewana maupun menyurat ke beberapa instansi terkait untuk mengadukan hal tersebut. Bahkan, pada tahun 2020, atas permasalahan tersebut, pemerintah daerah lewat pemerintah Kecamatan Pamona Utara dan Lurah Sawidago sempat melakukan mediasi kedua belah pihak namun tidak juga berhasil menemui jalan keluar. 

Dalam sidang perdana tanggal 4 Juli 2022, Majelis Hakim yang dipimpin Bakhruddin Tomajahu, SH., MH memberikan kesempatan pada pihak Penggugat yang diwakili kuasa hukumnya Mohamad Natsir Said dan Azriadi Bahry Malewa serta pihak PE yang diwakili kuasa hukumnya Eka Rahendra untuk menyelesaikan perkara dalam proses mediasi. Namun setelah melewati dua kali proses mediasi tidak menemui kesepakatan sehingga diagendakan masuk pada pokok perkara pada Rabu (3/8) Kemarin. 

Pada agenda ke 5 sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum yang mestinya diagendakan siang tadi, pihak PT. Poso Energy mangkir. Hingga pukul 14.00 WITA tidak satupun dari pihak PE maupun kuasa hukumnya sebagai Tergugat hadir di PN. Poso. Oleh Ketua Majelis selajutnya menggelar sidang tunda dan mengagendakan kembali untuk sidang berikutnya pada Rabu (10/8) pekan depan.

“Tidak masalah mereka akan hadir atau tidak karena mekanisme sidang akan berjalan terus. Bagi kami ini adalah tuntutan atas hak-hak keperdataan klien yang menurut kami diduga dirampas dengan cara-cara zholim,” tegas Natsir Said saat ditemui di PN Poso tadi siang.(***)Rb_Ful---Release.

- - -

Palu, sultengaktual.com - Di Ruangan Senat  Fakultas Teknik Universitas Tadulako,  menyelenggarakan kegiatan diskusi terbatas tentang banjir yang melanda beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Tengah dengan mengahadirkan Narasumber,  Guru Besar  Teknik Sipil dan Pengamat Banjir Prof.Dr.Ir.H.M.Galib Ishak, M.S, Guru Besar Teknik Sipil Prof.Dr.Ir.I.Wayan Sutapa, M Eng, Dekan Fakultas Teknik Universitas Tadulako Dr.Eng.ir.Andi Rusdin, ST, MT,M.Sc,  Ketua KDK Keairan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Untad Dr.rer.nat. Sance Lipu, ST, M.Eng dan Kepala Laboratorium Hidrolika Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako Dr.Alifi Yunar, ST,MT.

Sance lipu sebagai pembuka dalam diskusi terbatas tersebut menjelaskan tentang fenomena banjir yang melanda kecamatan Lampasio di Kabupten Tolitoli, kecamatan Torue di Kabupaten Parigi Moutong, Huntap Tondo di Kota Palu dan beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Tengah di akibatkan oleh intensitas hujan yang tinggi, kemiringan lereng,  struktur tanah yang jenuh dengan air pelimpasan  dan perubahan tata guna lahan.

Andi Rusdin sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Tadulako mengungkapkan Universitas Tadulako siap  memberikan masukan sesuai Tridarma Perguruan tinggi, termasuk masalah banjir, beberapa akademisi sesuai keahlianya siap memberikan konstribui bidang Hidrologi dan Hidrolika dengan  leading sektor adalah pemda, untuk   membantu mencari solusi,  Fakultas Teknik siap Kerja sama dengan Pemda baik Provinsi, Kabupaten dan Kota Palu.

Dalam pemaparan selanjutnya Prof.Galib yang konsen penelitian  tentang banjir di Sulawesi Tengah, dari sisi aturan semua sudah terwadahi di Rencana Tata Ruang Baik RTURK Kota Palu dan RTRW Provinsi Sulawesi Tengah, Master Plan Drainase Kota Palu, dan Perda tentang Sempadan Sungai, maka perlu di cari benang merahnya tentang perubahan tata guna lahan,  kewenangan perlu selektif tentang ijin penggunaan lahan dengan kewenangan termasuk penanganan sempadan sungai, dan bangunan baru harus di kendalian dan pemerintah lehih mengedukasi masyarakat berupa sosialisai tentang bangunan di sempadan sungai

Galib Ishak yang juga Koordinator Program Studi Doktoral Teknik Sipil, menjelaskan bahwa karakteristik sungai yang berada di kota Palu adalah sungai tadah hujan dengan ifiltrasi agak besar dengan lebar di hulu dan kecil di hilir ini perlu penanganan dan rekayasa,  karena ketika tiba waktu hujan dengan intensitas tinggi dan debit besar maka mengakibatkan banjir seperti yang terjadi sekarang ini, Galib juga menyarankan kepada pemerintah untuk segera membuat Satgas Banjir untuk mengantisipasi bencana banjir kedepannya dengan menintegrasikan kewenangan antara pemerintah Provinsi, Kabupaten/kota dan Balai Wilayah Sungai Sulawesi Tengah, Karena DAS Kota Palu  meliputi Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong.

Dalam presfektif lain Guru Besar Teknik Sipil Wayan Sutapa menjelaskan fenomena banjir ini terjadi bukanya hanya di Sulawesi Tengah tapi terjadi di Seluruh dunia terutama di Sulawesi Tengah Pemanasan global atau global warming  adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Kondisi sekarang tidak ada batas musim kemarau dan musi hujan, perubahan iklim menjadi tantangan akademisi di Fakultas Teknik untuk memberi solusi kepada pemerintah, Solosi menurukan emiisi karbon  sangat sederhana  masyarakat harus gemar  menanam dengan memanfaaatkan lahan yang tersedia.

Alifi Yunar selaku kepala Laboratorium Hidrolika menyahuti beberapa pemikiran narasumber sebelumnya dengan mengajak dan memanfaatkan sumber daya  manusia yang ada terlibat langsung sebagai problem solving didalam kegiatan riset dan berharap Fakultas Teknik menjadi rujukan dan solusi menghadapi banjir di Sulawesi tengah.

Khusus banjir di Huntap Tondo akademisi  Fakultas Teknik untad siap menyiasati dengan dua  bidang  kegiatan penelitian  tekonologi yang paling tepat dengan topografi yang berada di Hutan Tondo yang cukup curam, riset-riset yang bisa di Implementasikan oleh stakholder dan  mengkaji kembali   road map tentang pencegahan banjir di Sulawesi Tengah dan Kegiatan Pengabdian dengan kolaborasi dengan pemerintah daerah sebagai leading  sektor yang menangani huntap Tondo, demi kenyamanan masyarakat di Sulawesi Tengah. (TeeMka)

- - -