Pilih Menu

Slider


KOTA

SULTENG





POLITIK





HUKUM


SULAWESI


EDUKASI

Percepatan pembangunan serta penanganan sarana dan prasarana pemerintah merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memulihkan kembali fasilitas perkantoran melalui pembangunan infrastruktur gedung.

Tahun Anggaran 2021 proyek pembangunan Gedung Kantor Dinas CIKASDA Sulteng Tahap II dengan No. Kontrak : 01/SP FISIK/PLBG/V/2021 yang dilaksanakan oleh PT Nawa Perdana Sembilan dengan nilai kontrak sebesar Rp 12.987.397.000 dan Konsultan pengawas  CV STB 64 sudah tuntas.

Renovasi dan rehabilitasi gedung CIKASDA Sulteng tahap II itu dalam pelaksanaannya  ditetapkan durasi waktu kontraknya selama 210 hari kalender sejak tanggal 24 Mei 2021 sampai dengan 20 Desember 2021. Saat ini telah masuk masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.

Kepala Dinas CIKASDA Sulteng, Ir ABD Razak MT melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bagian Gedung (PLBG-CIKA SDA) Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Yasser, ST.,M.Eng mengutarakan jika saat ini progres kegiatan sudah mencapai 100 persen. Meskipun demikian, para pekerja masih disiagakan selama proses masa retensi berakhir.

“Dalam pelaksanaan  Pekerjaan Alhamdulillah sudah selesai 100%. Saat ini kami masih menugaskan tenaga untuk stanby dilokasi mengingat telah masuk masa pemeliharaan selama 180 Hari kalender ungkap Yasser.

Kegiatan Pekerjaan renovasi dan rehabilitasi gedung CIKASDA Sulteng tahap II tahun 2021 terdiri pada pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal, dan elektrikal, Karena pekerjaan atas proyek ini, pada Tahap II saja akan dirampungkan, Rinci Yasser.

Dengan Diselesaikannya proyek Gedung Kantor Dinas CIKASDA Sulteng Tahap II, maka dalam beberapa saat lagi gedung tersebut akan difungsikan kembali, setelah rusak yang diakibatkan dampak gempa bumi tiga tahun lalu ( 2018 - Lalu )

Sebelumnya pada tahun anggaran 2020 lalu Dinas CIKASDA Sulteng, mengalokasikan anggaran untuk pelaksana tahap I digedung tersebut meliputi pembongkaran struktur dan perkuatan struktur beton.

“Alhamdulillah, setelah 3 Tahun pasca bencana, gedung Kantor Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah telah selesai dilaksanakan Dalam Pekerjaannya. Dan berharap segera langsung berfungsi, dan sekarang ini, tengah melakukan penataan ruangan ruangan yang ada untuk segera ditempati, ujar Yasser melalui penjelasan via Whatsapp. -- RB __MultySumber


- - -

Palu, Sultengaktual.com - Proyek Preservasi Jalan Tompe - Tambu - Sabang Tonggolobibi yang sebelumnya Terancam Putus Kontrak di bulan september 2021 lalu, Akhirnya diputus kontrak oleh pihak PJN I Sulteng Pada 31 Desember 2021 baru baru.

Pekerjaan yang progres pada 27 Desember 2021 pencapaian fisik progressnya sebesar 35.34 Persen, sangat jauh dari realisasi target seharusnya, terpaksa diputus kontrak, meskipun pada sebelumnya ada pendapat dari Direktur Preservasi yang memberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan terhadap pelaksana di periode november 2021 baru baru.

Seperti yang diberitakan Sebelumnya, Proyek Dengan Bandroll Nilai Kontrak sebesar 12 Miliard lebih itu sudah masuk pada tahapan Show Cost Meeting 3 ( SCM 3 ). Paket pekerjaan proyek yang dikerjakan Oleh PT Insan Cita Karya Asal Tenggarong, Kalimantan Timur itu seakan Jalan Ditempat saja tanpa memberikan kemajuan bobot progres pekerjaan yang signifikan sejak penandatanganan Kontrak di awal April 2021 Lalu.

Tidak naiknya progress bobot volume pekerjaan itu sampai diawal September 2021 baru menyentuh di posisi 12,521 Persen dari realisasi target yang seharusnya pada posisi 70,277 persen.

Sutarno, ST selaku Pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang menangani Ruas pekerjaan Proyek Tersebut Yang ditemui di ruangan Kerjanya beberapa waktu lalu di seputar Jalan Zebra Kota Palu, Menjelaskan, " Pekerjaan itu sangat  sangat lambat dalam kemajuan progress kenaikan bobot volume, sehingga Upaya yang kami lakukan selaku pengguna menjalankan SOP yang ada, dan ini upaya terakhir kami, Yakni memberikan/Melayangkan surat ke pelaksana, bahwa pekerjaan itu masuk ranah SCM 3 " Ungkapnya.

Surat Pemberitahuan SCM 3 ke Pelaksana,  oleh tingkatan Pihak BPJN XIV Sulteng itu kami Layangkan di awal awal September, kalau tidak salah diatas tgl 6 september 2021,ujar Tarno.

Dalam Surat itu, kami rincikan juga beberapa pokok pokok pikiran dalam solusi memberikan kesempatan kepada pihak pelaksana untuk mengejar ketertinggalan bobot pekerjaan, sehingga pelaksana bisa keluar dari ranah SCM 3 itu, Ujar Tarno sapaan Akrabnya.

Dalam ranah SCM 3 tersebut, kami secara pelaksanaan teknis dan juga selaku pengguna menerapkan Test Case pada pekerjaan sebesar 18,00 Persen, agar pelaksana bisa menaikkan bobot volume sebesar angka pada test case tersebut.

Langkah ini dilakukan agar pelaksana bisa melanjutkan pekerjaan sampai batas waktu kontrak jika memang mampu memberikan ketambahan bobot volume pada periode test case itu.

Test Case ini Kami Harap bisa tercapai, karena harapan kami pihak pelaksana bisa menuntaskan Pekerjaan ini sehingga proses pembangunan yang ada tidak tertunda dengan adanya suatu aturan Yang sudah diatur. seperti masa denda yang sudah menjadi resiko pelaksana sampai terjadinya pemutusan kontrak.

Mengenai pemutusan kontraknpun sangat kita hindari jika memang masih ada kesempatan bekerja. Hemat pikir kami yakni, daerah yang dirugikan dan konsekuensi atas hal itu, perusahaan pasti di blacklist. Jelas Sutarno.

Seperti Informasi yang didapatkan oleh Media ini, Pada Pelaksanaan Pekerjaan Proyek ini, Pihak Pelaksana dalam item pekerjaannya tidak ada sama sekali melakukan penanganan pekerjaan Rehab Rekon, serta pekerjaan perbaikan Jalan juga tidak ada. Tetapi pelaksana memiliki volume terbesar dalam penanganan pekerjaan di item penanganan longsoran tepatnya di daerah wilayan Gunung Bosa serta pekerjaan pemasangan bronjong dan juga Pasangan Batu.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Sutarno selaku PPK yang mengatakan "Volume pekerjaan yang besar pihak pelaksana adalah pekerjaan penanganan longsoran di gunung Bsa dan pekerjaan pemasangan bronjong, serta Pasangan Batu Ungkap Sutarno.

Ketika ditanyakan secara detail mengenai volume pekerjaan bronjong serta volume pasangan batu, Sutarno menekankan, itu sangatlah spesifik sekali dan terlalu jauh jika harus menjadi konsumsi publish.

Perlu diketahui, sesuai data informasi pekerjaan yang di dapatkan, terdapat beberapa titik pekerjaan bronjong yang volumenya secara keseluruhan sekitar Ribuan Meter Kubik belum selesai dikerjakan, bahkan faktanya dilapangan belum menyentuh setengah dari kubikasi penyelasian pekerjaan bronjong, juga pekerjaan Pasangan Batu.

Selain pekerjaan bronjong, sama halnya dengan pekerjaan pasangan batu dibeberapa Jembatan yang sesuai kontrak yang belum terkerjakan.

Sama Halnya dengan  beberapa titik pekerjaan Galian Daerah Aliran Sungai ( DAS) plus pekerjaan bronjongnya yang sama sekali belum tersentuh.

Sementara itu, Guntur selaku pelaksana yang memakai perusahaan Pinjaman Dari kota Tenggarong, waktu ditemui pertama kali, seakan mengelak ketika ditanyakan berapa bobot pekerjaan dilapangan. "Berapa yaaa...Saya Tidak begitu tau besaran bobot pekerjaan dilapangan"Ungkapnya.

Begitu juga Upaya konfirmasi yang kembali dilakukan "Saya Lagi Sakit, Tensi Darah saya Naik" Ujar Guntur ketika dihubungi via telepon selularnya.

Ketika Disambangi di Kantor Cabang PT Insan Cita Karya, pada seputaran Maleo Kota Palu, Guntur Pun Engan Menjelaskan secara rinci soal langkah langkah yang ditempuh dilapangan dalam penyelesaian Test Case di Ranah SCM 3 tersebut.

Dr. Andri Irfan Rifai, ST.MT selaku Kepala Satuan Kerja PJN I BPJN XIV Sulteng, sebelum berita ini dilayangkan, Membenarkan Kalau Pelaksana Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Tompe - Tambu - Sabang - Tonggolobibi yang dilaksanan oleh PT Insan Cita Karya sedang Melaksanakan Tes Case dalam menambahkan bobot Pekerjaan 18 Persen karena sudah memasuki Ranah SCM 3 Ini," Iya, Test Case Itu Sampai pada Akhir September Ini" Kata Irfan.

Dikesempatan Itu juga, Irfan Mengatakan "Jika Pekerjaan ini Harus Putus kontrak, Yaa Harus Diputus, Seperti Tahun Anggaran 2019 Lalu, Kami Bisa putuskan Kontrak Terhadap 3 rekanan Kami, Ungkap Irfan saat memberikan flash back atas beberapa pekerjaan di ruasnya saat tahun anggaran 2019 lalu.

Kita liat saja, apakah pelaksana bisa menyelesaikan ketentuan yang ada pada test Case sebesar 18 persen itu, atau tidak, ya minimal bisa memberikan proggres positiflah pada grafik perkembangan pekerjaan, setidaknya bisa masuk 13 persen atas ketentuan test case, karena ada aturan mainnya juga jika pelaksana hanya bisa 13 persen, Jelasnya.

Sambil menambahkan kalau pada test case yang diberikan pada pelaksana,terletak pada peningkatan bobot pekerjaan Bore Pile dan Bronjong, Tutup Irfan.

Namun, seiring waktu berlalu, pekerjaan ruas tonggolobi tompe itu tak memperlihatkan kemajuan proggres apapun dilapangan.

Sampai sampai test case yang diberikan tidak juga bisa terpenuhi olehnya itu pihak pengguna dalam hal ini Saker PJN I BPJN XIV sulteng menunggu hasil pendapat akhir dari pihak pusat, atas langkah apa yang akan diberikan oleh pelaksana pada pekerjaan proyek dimaksud, papar irvan dalam balasan konfirmasi melalui Pesan Singkat Aplikasi Whatsapp.

Di akhir November, ketika Irfan dikonfirmasi atas kelanjutan pekerjaan tersebut, irfan mengatakan bahwa pihak pelaksana pekerjaan tersebut diberikan kesempatan untuk tetap menjalankan pekerjaan dilapangan

Eko Arianto, Dari Tegak Sulteng dan Juga Forum Peduli Pembangunan Daerah (FPPD) Salah satu Penggiat Pemerhati Pembangunan Daerah Yang menggunakan Keuangan Negara menuturkan" Jika Layak Diputus kontrak, Lakukan Hal Itu, Mengingat Proggres pekerjaan Yang terjadi seakan Stagnan saja, bayangkan dalam durasi waktu kontrak berjalan yang sudah 5 bulan, hanya bisa menyentuh pekerjaan sebesar 12 persen, Jauh sekali selisihnya atas realisasi target yang semestinya, sebesar 70 an persen. Hal ini perlu disikapi, Ada apa dibalik ini, Kami menduga pelaksana seperti ' Dianak Emaskan' ujarnya.

Melihat Item pekerjaan yang nilai volumenya besar yakni  pekerjaan bronjong dan Pasangan Batu, juga bore pile belum secara keseluruhan dikerjakan.

keseriusan dalam memacu kemajuan pekerjaan dilapangan merupakan Tanggung jawab pelaksana dan dikontrol penuh oleh pengguna melalui pengawas lapangan serta koordinasi dengan pihak konsultan agar pemenuhan kenaikan bobot sesuai dengan jadwal pelaksanaan dan bisa dengan jelas terhitung dan segera lakukan Opname volume, biaya anggarannya yang terserap jika pada akhirnya pekerjaan ini terjadi pemutusan Kontrak.

Kalo memang Putus kontrak merupakan solusi akhir atas penyelesaian akhir kegiatan pekerjaan proyek ini, Maka Tindakan itu Harus dilakukan, agar tidak terbentuk suatu andai andai bahkan opini yang menyudutkan Pihak Pengguna Ujar Eko.

Apalagi ada paket yang sama dengan bobot volumenya lebih tinggi dari progress pekerjaan yang di tanganj oleh PT Insan Cita Karya ini. malah diputus kontrak, hal ini bisa saja menjadi suatu pembanding atas apa yang bisa menjadi acuan penilaian dari plus minusnya, Jelas Eko.

Sebelum tahun anggaran berakhir dan batasan waktu kontrak yang ada, Irfan selaku Kasatker PJN I membagikan rata rata progress kemajuan fisik  pekerjaan yang ada diruasnya, salah satunya yakni pekerjaan ruas tonggolobibi Tompe yang pertanggal 27 Desember 2021 pencapaian fisik progressnya sebesar 35.34 Persen. 

Sesuai Catatan Redaksi sebelumnya, atas konfirmasi yang dilakukan terhadap Kasatker PJN I per 24 November 2021 lalu, di katakan kalau progress pekerjaan yang ditangani oleh PT Insan Cita Karya itu berada pada 32 an Persen, Itupun progress Minggu Lalu ( Irfan Berkata, 24 November - Red) Maka dalam waktu sebulan pihak pelaksana hanya memberikan kemajuan bobot kurang lebih 3 persen saja, sesuai Hasil progress pekerjaan pertanggal 27 Desember 2021.

____________________

Story Highlight

  1. Kontrak Awal April 2021

  1. 5 bulan Kontrak, bobot pekerjaan hanya 12% lebih

  1. September Awal, Melalui BPJN XIV melayangkan surat SCM 3, dengan Harus menyelesaikan test case 18 perse.

  1. Test case tidak terpenuhi, Menunggu Pendapat Akhir dari Pusat, apakah Putus kontrak Atau Tidak.

  1. Pelaksana diberikan kesempatan untuk melanjutkan pekerjaan dengan posisi bobot pekerjaan diatas 20 persen

  1. November 2021,bobot pekerjaan 32 persen

  1. Pertanggal 27 Desember 2021,bobot pekerjaan 35,34 persen

  1. Akhir Kontrak, 31 Desember 2021, Tidak Ada tanda tanda komunikasi untuk terjadinya perpanjangan, Potensi Putus kontrak.

@RB






- - -

Palu,sultengaktual.com - Kepala Satuan Kerja PJN III Sulteng, Endry Z Djamal, ST. MT Memilih Bungkam atau No Comment. Hal ini terlihat jelas ketika dikonfirmasi berulang mengenai pekerjaan proyek yang ditangani oleh satuan Kerja yang dipimpinya dengan Nilai sebesar Rp 263 Miliard lebih.

Paket pekerjaan dengan nilai ratusan miliar yang ada itu, merupakan sebaran pekerjaan yang ditangani Satker PJN III Dengan metode kontrak yang berbeda serta sumber dana yang berbeda juga.

Data Informasi yang dihimpun oleh www.sultengaktual.com yakni 11 paket kontrak regular dengan pola kontrak 1 tahun anggaran bersumber dari APBN Murni, 1 paket kontrak dengan sistem kontrak Multy Years Contract  

(MYC) bersumber dari APBN Murni Juga, dan 1 kontrak penanganan Rehab Rekon dengan sistem kontrak Tahun Jamak dengan sumber dana Loan JiCA.

Untuk 11 pekerjaan paket kontrak reguler kesemuanya berakhir di tahun anggaran 2021 lalu, karena sesuai data kontrak yang ada, semuanya berakhir pada Desember 2021.

Paket Kontrak 11 pekerjaan Reguler yang dibiayai APBN Murni anggaran tahun 2021 itu sebagai berikut; 

  1. Pekerjaan Preservasi Rutin Jalan Ampana - Balingara-Bunta- Pangimana  dengan nilai kontrak sebesar 7.853.126.000,

  2. Pekerjaan Preservasi Jalan Ampana - Balingara-Bunta- Pangimana dengan nilai kontrak 13.405.318.000

  3. Pekerjaan Preservasi Jalan Batui -Toili - Rata - Baturube dengan nilai kontrak 14.043.006.000

  4. Pekerjaan Penanganan Longsoran Ruas Tomata - Beteleme dengan nilai kontrak 5.946.991.000

  5. Pekerjaan Penanganan Longsoran Ruas Taripa - Pape dengan Nilai Kontrak 10.242.540.800

  6. Preservasi Jalan Taripa - Tindantana - Taripa - Tomata - Beteleme dengan nilai Kontrak 5.995.139.000

  7. Pekerjaan Penggantian Jembatan Laroue I dan Duplikasi Jembatan Bahomoahi II Dengan Nilai Kontrak 16.185.005.000

  8. Pekerjaan Preservasi Jalan Tagolu - Malei - Uekuli - Marowo - Ampana dengan nilai kontrak 15.328.475.000

  9. Pekerjaan Preservasi Jalan Pangimana - Biak - Dalam Kota Luwuk - Batui dengan nilai kontrak 10.109.514.000

  10. Pekerjaan Preservasi Jalan Beteleme - Tompira - Kolonodale - Tompira - Bahonsuai - Bungku dengan nilai Kontrak 13.056.878.000

  11. Preservasi Jalan Bungku - Bahodopi - Batas Sultra Dengan Nilai Kontrak 8.894.914.000

Sedangkan Paket pekerjaan MYC yg juga dibiayai oleh APBN Murni untuk pekerjaan pelebaran Jalan Bahodopi - Batas Sultra dikontrakkan dengan Nilai 69.966.352.000.

Pihak Satuan Kerja PJN III juga melaksanan Paket pekerjaan Rehab Rekon akibat bencana Alam yang terjadi pada september 2018 silam, yakni Pembangunan Jembatan Akses Utama Huntap Tondo - Talise yang pembiayaannya dari Loan - JiCA dengan nilai kontrak sebesar 72.415.806.000.

Endry Z Djamal, ST MT selaku kasatker yang dikonfirmasi Media ini atas pekerjaan yang dimaksud diatas mulai dari seluruh paket kontrak yang ada, apakah ada pekerjaan yang terjadi putus kontrak, jika pekerjaan yang diputus itu ada, berapakah posisi volume pekerjaan yang diputus. Selain itu, apakah ada pekerjaan yang mendapatkan penambahan waktu pelaksanaan hingga menyeberang tahun yang acuannya mengacu pada PMK 184, jika ada maka pekerjaan itu yang mana saja, dan masing masing pekerjaan yang mendapatkan penambahan waktu pelaksanaan kapan memasukan dana jaminan kembali, dan nilai besarannya masing masing berapa. Namun Hasil konfirmasi atas hal diatas yang dilakukan  tidak berhasil, karena sampai berita ini diUpdate, Endry bungkam saja tanpa menjawab konfirmasi.

Ditempat terpisah, Kepala BPJN XIV Sulteng, Muhammad Syukur, ST. MM yang dikonfirmasi atas Hal tersebut, sampai berita ini dinaikkan belum juga memberikan jawaban atas Hal tersebut. Rb---








- - -

Palu,Sultengaktual.com - Poyek Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Tompe pantoloan surumana yang dikerjakan Oleh kontraktor pelaksana PT Qirelis Mandiri Jaya setelah menjadi pemenang lelang pada proses tender/lelang Pekerjaan Di februari 2021 lalu, telah tuntas dikerjakan, dan sementaramenunggu jadwal waktu untuk dilakukan PHO.

sebagai pemenang lelang pekerjaan Ruas Tompe pantoloan surumana, melakukan tanda tangan Kontrak pekerjaan dibulan februari 2021 lalu harus menyelesaikan penanganan pekerjaan sebagai berikut, preservasi pemeliharaan jalan 152,37 KM , preservasi rutin jembatan sepanjang 2.360,60 KM serta pekerjaan preservasi jembatan sepanjang 128,00 Meter. dengan Hasil Akhir Pekerjaan badan Jalan Hot Mix sampai melakukan pekerjaan Marka Jalan.

Rezky Ananda S ST. M.Eng selaku PPK 2.4 PJN II Sulteng, Merincikan bahwa Selain mengerjakan pekerjaan pengaspalan Jalan, pihak pelaksana juga melakukan pekerjaan pekerjaan pemeliharaan secara rutin di masa kontrak terhadap jembatan jembatan yang ada pada ruas yang dikontrakkan dan juga melakukan pemeliharaan atau perbaikan perbaikan saluran air/ Drainase di sepanjang Ruas yang dikontrakkan.

bukan hanya itu saja, pekerjaan pekerjaan pemarasan dilapangan dilakukan juga, selain itu, pelaksana juga melakukan pekerjaan pemasangan batu dan mortar. Dan ada beberapa titik spot yang dibuatkan pemasangan bronjong.

Dalam pelaksanaannya pasti, pasti ada beberapa kendala dilapangan, tetapi kendala yang ada bisa kita antisipasi dengan mencari solusi bersama pihak pelaksana, baik secara teknis pekerjaannya atau faktor lain yang mempengaruhi kinerja lapangan.

semuanya bisa teratasi, pekerjaan normal saja dalam masa pelaksanaanya hingga selesai.

Diruas ini, ada juga pekerjaan pekerjaan yang dilakukan secara padat karya, dan padat karya tunai sesuai dengan program nasional.

Pelaksanaan pekerjaan diruas Tompe pantoloan surumana, dalam masa pandemi Covid19 ini tetap mengacu pada protokoler kesehatan.RB



- - -

Palu, Sultengaktual.com - Proyek Preservasi Jalan Tompe - Tambu - Sabang Tonggolobibi yang sebelumnya Terancam Putus Kontrak di bulan september 2021 lalu, akan jelas potensi putus kontrak itu di penghujung akhir 2021 ini.

Sebelumnya, Proyek Dengan Bandroll Nilai Kontrak sebesar 12 Miliard lebih itu sudah masuk pada tahapan Show Cost Meeting 3 ( SCM 3 ). Paket pekerjaan proyek yang dikerjakan Oleh PT Insan Cita Karya Asal Tenggarong, Kalimantan Timur itu seakan Jalan Ditempat saja tanpa memberikan kemajuan bobot progres pekerjaan yang signifikan sejak penandatanganan Kontrak di awal April 2021 Lalu.

Tidak naiknya progress bobot volume pekerjaan itu sampai diawal September 2021 baru menyentuh di posisi 12,521 Persen dari realisasi target yang seharusnya pada posisi 70,277 persen.

Sutarno, ST selaku Pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang menangani Ruas pekerjaan Proyek Tersebut Yang ditemui di ruangan Kerjanya beberapa waktu lalu di seputar Jalan Zebra Kota Palu, Menjelaskan, " Pekerjaan itu sangat  sangat lambat dalam kemajuan progress kenaikan bobot volume, sehingga Upaya yang kami lakukan selaku pengguna menjalankan SOP yang ada, dan ini upaya terakhir kami, Yakni memberikan/Melayangkan surat ke pelaksana, bahwa pekerjaan itu masuk ranah SCM 3 " Ungkapnya.

Surat Pemberitahuan SCM 3 ke Pelaksana,  oleh tingkatan Pihak BPJN XIV Sulteng itu kami Layangkan di awal awal September, kalau tidak salah diatas tgl 6 september 2021,ujar Tarno.

Dalam Surat itu, kami rincikan juga beberapa pokok pokok pikiran dalam solusi memberikan kesempatan kepada pihak pelaksana untuk mengejar ketertinggalan bobot pekerjaan, sehingga pelaksana bisa keluar dari ranah SCM 3 itu, Ujar Tarno sapaan Akrabnya.

Dalam ranah SCM 3 tersebut, kami secara pelaksanaan teknis dan juga selaku pengguna menerapkan Test Case pada pekerjaan sebesar 18,00 Persen, agar pelaksana bisa menaikkan bobot volume sebesar angka pada test case tersebut.

Langkah ini dilakukan agar pelaksana bisa melanjutkan pekerjaan sampai batas waktu kontrak jika memang mampu memberikan ketambahan bobot volume pada periode test case itu.

Test Case ini Kami Harap bisa tercapai, karena harapan kami pihak pelaksana bisa menuntaskan Pekerjaan ini sehingga proses pembangunan yang ada tidak tertunda dengan adanya suatu aturan Yang sudah diatur. seperti masa denda yang sudah menjadi resiko pelaksana sampai terjadinya pemutusan kontrak.

Mengenai pemutusan kontraknpun sangat kita hindari jika memang masih ada kesempatan bekerja. Hemat pikir kami yakni, daerah yang dirugikan dan konsekuensi atas hal itu, perusahaan pasti di blacklist. Jelas Sutarno.

Seperti Informasi yang didapatkan oleh Media ini, Pada Pelaksanaan Pekerjaan Proyek ini, Pihak Pelaksana dalam item pekerjaannya tidak ada sama sekali melakukan penanganan pekerjaan Rehab Rekon, serta pekerjaan perbaikan Jalan juga tidak ada. Tetapi pelaksana memiliki volume terbesar dalam penanganan pekerjaan di item penanganan longsoran tepatnya di daerah wilayan Gunung Bosa serta pekerjaan pemasangan bronjong dan juga Pasangan Batu.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Sutarno selaku PPK yang mengatakan "Volume pekerjaan yang besar pihak pelaksana adalah pekerjaan penanganan longsoran di gunung Bsa dan pekerjaan pemasangan bronjong, serta Pasangan Batu Ungkap Sutarno.

Ketika ditanyakan secara detail mengenai volume pekerjaan bronjong serta volume pasangan batu, Sutarno menekankan, itu sangatlah spesifik sekali dan terlalu jauh jika harus menjadi konsumsi publish.

Perlu diketahui, sesuai data informasi pekerjaan yang di dapatkan, terdapat beberapa titik pekerjaan bronjong yang volumenya secara keseluruhan sekitar Ribuan Meter Kubik belum selesai dikerjakan, bahkan faktanya dilapangan belum menyentuh setengah dari kubikasi penyelasian pekerjaan bronjong, juga pekerjaan Pasangan Batu.

Selain pekerjaan bronjong, sama halnya dengan pekerjaan pasangan batu dibeberapa Jembatan yang sesuai kontrak yang belum terkerjakan.

Sama Halnya dengan  beberapa titik pekerjaan Galian Daerah Aliran Sungai ( DAS) plus pekerjaan bronjongnya yang sama sekali belum tersentuh.

Sementara itu, Guntur selaku pelaksana yang memakai perusahaan Pinjaman Dari kota Tenggarong, waktu ditemui pertama kali, seakan mengelak ketika ditanyakan berapa bobot pekerjaan dilapangan. "Berapa yaaa...Saya Tidak begitu tau besaran bobot pekerjaan dilapangan"Ungkapnya.

Begitu juga Upaya konfirmasi yang kembali dilakukan "Saya Lagi Sakit, Tensi Darah saya Naik" Ujar Guntur ketika dihubungi via telepon selularnya.

Ketika Disambangi di Kantor Cabang PT Insan Cita Karya, pada seputaran Maleo Kota Palu, Guntur Pun Engan Menjelaskan secara rinci soal langkah langkah yang ditempuh dilapangan dalam penyelesaian Test Case di Ranah SCM 3 tersebut.

Sebelumnya, Dr. Andri Irfan Rifai, ST.MT selaku Kepala Satuan Kerja PJN I BPJN XIV Sulteng, sebelum berita ini dilayangkan, Membenarkan Kalau Pelaksana Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Tompe - Tambu - Sabang - Tonggolobibi yang dilaksanan oleh PT Insan Cita Karya sedang Melaksanakan Tes Case dalam menambahkan bobot Pekerjaan 18 Persen karena sudah memasuki Ranah SCM 3 Ini," Iya, Test Case Itu Sampai pada Akhir September Ini" Kata Irfan.

Dikesempatan Itu juga, Irfan Mengatakan "Jika Pekerjaan ini Harus Putus kontrak, Yaa Harus Diputus, Seperti Tahun Anggaran 2019 Lalu, Kami Bisa putuskan Kontrak Terhadap 3 rekanan Kami, Ungkap Irfan saat memberikan flash back atas beberapa pekerjaan di ruasnya saat tahun anggaran 2019 lalu.

Kita liat saja, apakah pelaksana bisa menyelesaikan ketentuan yang ada pada test Case sebesar 18 persen itu, atau tidak, ya minimal bisa memberikan proggres positiflah pada grafik perkembangan pekerjaan, setidaknya bisa masuk 13 persen atas ketentuan test case, karena ada aturan mainnya juga jika pelaksana hanya bisa 13 persen, Jelasnya.

Sambil menambahkan kalau pada test case yang diberikan pada pelaksana,terletak pada peningkatan bobot pekerjaan Bore Pile dan Bronjong, Tutup Irfan.

Namun, seiring waktu berlalu, pekerjaan ruas tonggolobi tompe itu tak memperlihatkan kemajuan proggres apapun dilapangan.

Sampai sampai test case yang diberikan tidak juga bisa terpenuhi olehnya itu pihak pengguna dalam hal ini Saker PJN I BPJN XIV sulteng menunggu hasil pendapat akhir dari pihak pusat, atas langkah apa yang akan diberikan oleh pelaksana pada pekerjaan proyek dimaksud, papar irvan dalam balasan konfirmasi melalui Pesan Singkat Aplikasi Whatsapp.

Di akhir November, ketika Irfan dikonfirmasi atas kelanjutan pekerjaan tersebut, irfan mengatakan bahwa pihak pelaksana pekerjaan tersebut diberikan kesempatan untuk tetap menjalankan pekerjaan dilapangan

Eko Arianto, Dari Tegak Sulteng dan Juga Forum Peduli Pembangunan Daerah (FPPD) Salah satu Penggiat Pemerhati Pembangunan Daerah Yang menggunakan Keuangan Negara menuturkan" Jika Layak Diputus kontrak, Lakukan Hal Itu, Mengingat Proggres pekerjaan Yang terjadi seakan Stagnan saja, bayangkan dalam durasi waktu kontrak berjalan yang sudah 5 bulan, hanya bisa menyentuh pekerjaan sebesar 12 persen, Jauh sekali selisihnya atas realisasi target yang semestinya, sebesar 70 an persen. Hal ini perlu disikapi, Ada apa dibalik ini, Kami menduga pelaksana seperti ' Dianak Emaskan' ujarnya.

Melihat Item pekerjaan yang nilai volumenya besar yakni  pekerjaan bronjong dan Pasangan Batu, juga bore pile belum secara keseluruhan dikerjakan.

keseriusan dalam memacu kemajuan pekerjaan dilapangan merupakan Tanggung jawab pelaksana dan dikontrol penuh oleh pengguna melalui pengawas lapangan serta koordinasi dengan pihak konsultan agar pemenuhan kenaikan bobot sesuai dengan jadwal pelaksanaan dan bisa dengan jelas terhitung dan segera lakukan Opname volume, biaya anggarannya yang terserap jika pada akhirnya pekerjaan ini terjadi pemutusan Kontrak.

Kalo memang Putus kontrak merupakan solusi akhir atas penyelesaian akhir kegiatan pekerjaan proyek ini, Maka Tindakan itu Harus dilakukan, agar tidak terbentuk suatu andai andai bahkan opini yang menyudutkan Pihak Pengguna Ujar Eko.

Apalagi ada paket yang sama dengan bobot volumenya lebih tinggi dari progress pekerjaan yang di tanganj oleh PT Insan Cita Karya ini. malah diputus kontrak, hal ini bisa saja menjadi suatu pembanding atas apa yang bisa menjadi acuan penilaian dari plus minusnya, Jelas Eko.

Sebelum tahun anggaran berakhir dan batasan waktu kontrak yang ada, Irfan selaku Kasatker PJN I membagikan rata rata progress kemajuan fisik  pekerjaan yang ada diruasnya, salah satunya yakni pekerjaan ruas tonggolobibi Tompe yang pertanggal 27 Desember 2021 pencapaian fisik progressnya sebesar 35.34 Persen. 

Sesuai Catatan Redaksi sebelumnya, atas konfirmasi yang dilakukan terhadap Kasatker PJN I per 24 November 2021 lalu, di katakan kalau progress pekerjaan yang ditangani oleh PT Insan Cita Karya itu berada pada 32 an Persen, Itupun progress Minggu Lalu ( Irfan Berkata, 24 November - Red) Maka dalam waktu sebulan pihak pelaksana hanya memberikan kemajuan bobot kurang lebih 3 persen saja, sesuai Hasil progress pekerjaan pertanggal 27 Desember 2021.____________________

Story Highlight

  1. Kontrak Awal April 2021

  1. 5 bulan Kontrak, bobot pekerjaan hanya 12% lebih

  1. September Awal, Melalui BPJN XIV melayangkan surat SCM 3, dengan Harus menyelesaikan test case 18 perse.

  1. Test case tidak terpenuhi, Menunggu Pendapat Akhir dari Pusat, apakah Putus kontrak Atau Tidak.

  1. Pelaksana diberikan kesempatan untuk melanjutkan pekerjaan dengan posisi bobot pekerjaan diatas 20 persen

  1. November 2021,bobot pekerjaan 32 persen

  1. Pertanggal 27 Desember 2021,bobot pekerjaan 35,34 persen

  1. Akhir Kontrak, 31 Desember 2021, Tidak Ada tanda tanda komunikasi untuk terjadinya perpanjangan, Potensi Putus kontrak PASTI TERJADI.@RB




- - - -

Pekerjaan sarana prasarana Infrastruktur, baik yang ditingkatkan, ataupun sementara masa pemeliharaan ataupun di rehabilitasi terus digencarkan oleh pemerintah Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

Seperti kegiatan kegiatan yang sudah menjadi agenda program kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Donggala, pada bidang Kerja Bina Marga.

Sebut saja Pekerjaan itu adalah Proyek Peningkatan Jalan Kabonga - Salubomba Tahun Anggaran 2021 yang bersumber dari APBD Kabupaten Donggala.

Dalam Proyek Peningkatan Jalan Kabonga Salubomba, salah satu item pekerjaanya yakni, Pekerjaan saluran Susunan Batu dan mortar.

Out come atas pekerjaan ini agar. meningkatkan fungsi saluran / Drainase dalam mengairi debit volume air, baik di waktu hari biasa ataupun disaat musim penghujan, agar posisi badan jalan yang ada tidak tergenangi dan kondisi jalan tetap berfungsi dan layak Fungsi.

Proyek yang dikerjakan Oleh perusahaan Rekanan asal Kota Makassar, Yakni CV Rezky Jaya sudah menuntaskan pekerjaan dilapangan, sesuai dengan batasan Waktu yang ditetapkan pada Nomenklatur Kontrak Pelaksanaan, Ungkap Daestambu S. ST, M.Eng selaku Kepala Bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataang Ruang Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

Untuk saat ini, pihak pelaksana sudah memasuki masa pemeliharaan pekerjaan dengan waktu 120 hari. jadi mengenai administrasi kontrak pada pelaksana sudah pada tahap masa pemeliharaan, Jelas Daes Tambu.

Dan pada pekerjaan Saluran mortar dan Susunan batu di pekerjaan ini,terjadi kerusakan lantai saluran. Ini dikarenakan adanya spot titik pekerjaan yang memang terjadi gerusan air atas lantai saluran. Hal ini disebabkan karena spot dimaksud itu pada titik jalur yang dilalui ada rembesan titik mata air, sehingga pekerjaan itu juga kami perbaiki kembali dengan metode teknis agar tidak lagi tergerus atas titik mata air yang ada.

Pekerjaan peningkatan Jalan Kabonga - Salubomba tuntas pada waktunya, dan mengenai kerusakan kerusakan yang terjadi disaat pelaksanaanpun sudah diperbaiki, dan selebihnya pihak pelaksana melakukan pemeliharaan dengan waktu yang sudah ditentukan.

Pekerjaan saluran mortar dan pekerjaan susunan batu kami fokuskan agar hasilnya maksimal dan meminimalisir kerusakan,karena pekerjaan ini kami pantau terus, apalagi saat hujan datang, Tambah Kabid Bina Marga yang treck pengalaman kerjanya di bidang Laboratorium Aspal terbilang lama, yakni kurang lebih 14 tahunan.

Item Pekerjaan Saluran mortar dan pekerjaan susunan batu itu, besar volumenya, yakni sekitar 2800 kubik, sehingga secara teknis, apa yang diharapkan atas Out put bahkan out come dari pelaksanaan pekerjaan itu sangat sangat memberikan hasil yang sesuai dan maksimal, Rinci Daestambu. @RB  -  Advertorial

- - -

Palu, sultengaktual.com- Perusahaan Kontraktor penyedia jasa dari kota Air Luwuk, kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah, PT Elim Jaya Pratama menuntaskan kontrak pekerjaan proyek preservasi jalan tahun anggaran 2021 yang melekat di Satuan Kerja  PJN III Sulawesi Tengah, BPJN XIV Sulteng.

Proyek pekerjaan preservasi jalan yang ditangani terdapat 2 kontrak yang dimenangkan dan berkontrak setelah proses lelang dan penandatanganan kontrak di awal 2021 lalu.

Adapun dua pekerjaan itu yakni, pekerjaan preservasi jalan Ampana Balingara Bunta Pangimana dan pekerjaan preservasi jalan Beteleme Tompira Kolonodale Tompira Bahonsuai Bungku.

Dua kontrak yang menjadi tanggung jawab PT Elim Jaya Pratama terus dipacu pelaksanaannya dilapangan. Seperti ungkapan  yang juga sebagai motivasi, Viktor Hongkiriwang selaku pemilik Perusahaan " Menuntaskan pekerjaan dilapangan sesuai waktunya adalah tanggung jawab serta harapan Kami tentunya, Meski kendala yang ada, kami tetap fokus dalam pelaksanaan dengan berbagai macam cara strategi dilapangan, maklum, musim penghujan menjadi kendala yang tidak terhindarkan, tapi kami yakin dan hasilnya bisa juga terlaksana dan selesai".

Bukan Hanya mengenai metode pelaksanaan dilapangan yang menjadi fokus acuan kami dalam pelaksanaan, suasana kerja juga kami ciptakan senyaman mungkin, agar hal tersebut bisa menjadi penyemangat serta fokusnya pekerja terhadap kerjaannya, seperti pada hari sabtu dan minggu, pekerja kami liburkan supaya pekerja di sekitar lokasi bisa kumpul juga bersama keluarga, tambah viktor.

Pada Paket Pekerjaan  Preservasi Jalan Beteleme Tompira Kolonodale Tompira Bahonsuai Bungku Yang dikontrakkan Pada Februari 2021 lalu ini selain menangani rutin jalan dan rekon jalan serta rutin lainnya yang tertera dalam kontrak, terdapat juga pekerjaan penggantian jembatan di ruas tersebut. Dan juga melibatkan para pekerja padat Karya dalam penanganan pekerjaan pekerjaan rutin yang ada.

Adapun pekerjaan yang dilaksanakan dilapangan pada ruas ini antara lain pekerjaan rehabilitasi rutin jembatan dan juga penggantian beberapa jembatan, pengaspalan, pengecetan jembatan dan pekerjaan rabbat beton. fokus pada item item pekerjaan dilapangan bisa menaikkan progress pekerjaan dilapangan, sembari menunggu item pekerjaan selanjutnya, semuanya dilakukan berdasarkan jadwal kerja perdivisi yang ada dalam managemen perusahaan kami dalam mengerjakan paket pekerjaan, Ujar Pengusaha Muda Dari Kota Air, Luwuk kabupaten Banggai

Pada Pemeliharaan rutin jembatan, item pekerjaan yang dilakukan merupakan pembersihan dan pengecetan jembatan, hal ini merupakan ketentuan dalam kontrak yang harus dikerjakan. sementara pekerjaan pemeliharaan rutin jalan sampai sekarang ini sudah tuntas juga, sehingga progres bobot volume pekerjaan yang kami lakukan tetap terjaga sesuai dengan rencana jadwal kerja.

Dalam melaksanakan pekerjaan yang dikontrakkan pada ruas tersebut yang dibawahi langsung oleh PPK 3.6 PJN III BPJN XIV Sulteng, sedang berjalan dilapangan, sambil merampungkan sisa sisa pekerjaan, ibarat kata finishing lah, tambahnya.

Berjalannya pekerjaan dilapangan tak terlepas juga dari ketersediaan Material atas kinerja divisi kami, sehingga sangat optimis bagi kami, karena diruas pekerjaan ini, ketersediaan material tetap ada. Dan bentuk administrasi dalam penanganan pemenuhan Material kami memiliki dokumen yang lengkap, alhasil pekerjaan dilapangan bisa tuntas.

Dengan Menjaga ritme kerjaan di lapangan dan fokus pada kenaikan bobot volume, kami selaku pihak pelaksana merasa optimis jika pekerjaan yang dikontrakkan pada kami bisa terjaga dan terselesaikan sesuai dengan batas waktu yang sudah ditetapkan dalam dokumen kontrak atas paket pekerjaan tersebut.

Cara serta metode kerja kami dalam mengerjakan paket Pekerjaan Proyek preservasi Jalan Ampana-Balingara-Bunta-Pangimana yang melekat di Satuan Kerja PJN III BPJN XIV Sulteng, tetap kami terapkan hal yang sama, karena menurut kami pekerjaan tersebut mirip dan yang membedakan hanya pada lokasi serta beberapa item pekerjaan saja, managemennya serta prinsipnya ada harus tuntas dikerjakan. Dengan Terus memacu pelaksanaan pekerjaan dilapangan meski terbilang cuaca akhir akhir ini sangat ekstrim dengan tingginya intensitas curah hujan.

Kontraktor Pelaksana PT Elim Jaya Pratama, tetap konsisten dan komitmen dalam melaksanakan pekerjaan untuk dituntaskan.

Meskipun terjadi kendala pada beberapa bulan lalu, ketika banjir menghantam lokasi pekerjaan, kami tetap melanjutkan pekerjaan saat itu, karena itu merupakan komitmen dan sudah menjadi tanggung jawab sebagai pelaksana penyedia jasa.

Pelaksanaan Pekerjaan dilapangan Terus dilakukan oleh PT Elim Jaya Pratama, yang rata rata progres terbesarnya berada pada pekerjaan struktur.

Kondisi Cuaca yang intensitas hujan tinggi ini, tidak mengkendurkan tanggung jawab dilapangan, meskipun hujan, para pekerja dilapangan selalu siap dengan mengerjakan pekerjaan lainnya selain mengerjakan struktur box culvert.

Pengerjaan struktur yang rata rata berada pada titik titik saluran air, tentu saja terhambat dikarenakan faktor cuaca, jadi menunggu cuaca cerah baru dilakukan pengecoran" jadi memag harus ada cara strategi menyesuaikan jadwalnya dalam menyelesaikan item item pekerjaan.

Pekerjaan pengecoran berbeda dengan pengaspalan, jika pekerjaan pengaspalan bisa dilakukan setelah hujan turun, kalau pengerjaan pengecoran harus benar benar cuaca cerah", jadi dilapangan memang berjibaku menyesuaikan dengan kondisi cuaca atas beberapa item pekerjaan utamanya.

Redaksi Mencatat, Beberapa waktu lalu saja, ketika pelaksana akan bersiap melakukan pengecoran, tiba tiba terhambat dikarenakan adanya banjir akibat hujan deras di sekitar sungai Tobelombang, tetapi struktur pekerjaan yang terhambat waktu itu sudah selesai di lakukan pengecoran.

Viktor selaku pelaksana pada pekerjaan di dua ruas ini mengungkapkan bahwa Sebagai pelaksana harus bertanggung jawab dalam menuntaskan pekerjaan, sehingga aktivitas dilapangan terus berlangsung sambil melihat kondisi cuaca yang terjadi, Intinya kami tetap action untuk menuntaskan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab, Hasilnya Bisa Tuntas. RB (Advetorial - Refleksi Akhir Tahun)--Foto:Dokumen SA



- - - -

Palu,sultengaktual.com -Ruas Jalan Kebun Kopi yang merupakan ruas jalan Nasional langsung dibawah kendali PJN II BPJN XIV Sulteng terus dilakukan pembenahan, mulai dari terciptanya pekerjaan dengan kontrak reguler tahun anggaran berjalan, pemeliharaan serta antisipasi tanggap darurat jika terjadi longsoran di musim penghujan.

Seperti akhir akhir ini, dalam beberapa kejadian  longsoran yang terjadi di ruas kebun kopi di sebabkan karena kondisi cuaca musim penghujan yang sangat tinggi dan bisa dikatakan ekstrimnya cuaca di musim penghujan.

Sigapnya Pihak instansi terkait dalam hal ini PJN II  BPJN XIV sulteng langsung membersihkan puing puing longsoran di badan jalan. "Dengan menggunakan alat berat yang selalu standbye di ruas jalan tersebut sehingga tidak memerlukan waktu yang lama, masyarakat pengendara langsung melintas dengan normal seperti biasanya", Ujar Erwin salah satu anggota Masyarakat yang sempat tertahan perjalanannya akibat longsor yang terjadi beberapa waktu lalu

Koridor Tawaeli Toboli Tolai Tumora batas poso yang berada pada ruas Kewenangan PJN II Sulteng  terus membenahi ruas ruas penanganan Rutin diluar paket kontrak yang ada di koridor itu. Penanganan Ruas Jalan Nasional Koridor Tawaeli-Toboli-Tumora (Bts. Poso) Menangani ruas Jalan dari Km. 19+000 Plu s.d Km. 157+000 Plu. (138,00 Km.) dengan sumber pembiayaannya berasal dari Dana APBN.

Selain penanganan secara pemeliharaan rutin, Penanganan Paket Rekontruksi ruas ini mengerjakan juga pekerjaan rutin berkala dengan sistem kerja sekarang yakni long segmen.

Penanganan pekerjaan rutin di ruas kebun kopi sampai batas poso itu terdiri atas beberapa perbaikan perbaikan yang wajib dilakukan agar fungsi jalan tetap pada tempatnya dan sarana penghubung semakin berjalan normal.

Pekerjaan rutin itu dilakukan dengan membuat beton non struktur, pekerjaan bronjong, melakukan laburan asphalt, serta melakukan pekerjaan lapen ( lapisan penetrasi) pada badan jalan sesuai kondisi lapangan yang ada.

Selain itu, pihak PJN II Sulteng juga selalu sigap di areal ruas kebun kopi yang sewaktu waktu bisa terjadi longsoran, sehingga kami selalu menyiapkan alat standbye di lokasi lokasi titik rawan longsor, sehingga kami langsung membersihkan sisa sisa longsoran yang terjadi.

Selain itu juga pekerjaan rutin dilakukan pada pembersihan saluran di bahu bahu jalan dan melakukan pasangan batu sehingga terjaga aliran aliran air yang melewati drainase yang ada dan melakukan pemotongan rumput/pemarasan rumput yang tumbuh dibahu jalan.

Dalam penanganan jembatan di pemeliharaan rutin ini, kami melakukan pengecetan serta melihat besi besi jembatan jika sdh hilang maka akan diganti sesuai ketersediaan anggaran.

Pekerjaan pekerjaan Rutin yang dilakukan juga melibatkan para pekerja dengan pola Padat Karya, hal ini dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada sekarang.

selain hal diatas, Pihak kami juga melakukan pekerjaan rutin pada struktur teding ataupun struktur jalan dalam melakukan pemerataan dan kemiringannya. Sedangkan pada badan jalan yang ada, pekerjaan itu di sesuaikan pada tingkat kondisi badan jalan yang ada, selain melakukan Lapen, kami juga melakukan pekerjaan sandsheet dalam menangani badan jalan yang berlubang atau tingkat keretakan yang tinggi.

Selain badan jalan ataupun saluran air, menimbun bahu jalan sehingga posisinya bisa melakukan sinergitas atas badan jalan yang ada, pekerjaan ini kami melakukan dengan menimbun bahu jalan serta meratakan dengan memakai urugan pilihan.

Pekerjaan pekerjaan penanganan rutin ini merupakan pekerjaan yang standbye dan sigap agar funsi jalan tetap pada fungsi sebenarnya.

Informasi yang dikumpulkan, Kejadian Longsoran di sekitar wilayah kebun kopi dan sekitarnya merupakan kejadian bencana yang sering terjadi bahkan bisa dikatakan sudah menjadi 'Langganan' di ruas ini, hanya saja titik titik yang terjadi longsoran tidak pasti adanya.

Kejadian kejadian longsor yang ada di pastikan akibat suatu dampak yang berawal dari tingginya intensitas hujan yang terjadi, sehingga gesekan gesekan erosi atas permukaan tanah memberikan suatu gerakan yang mengakibatkan longsor.

Bukan hanya itu saja, menurut salah satu sumber menuturkan "kalau kejadian longsor di titik titik ruas yang ada di sekitar kebun kopi pada umumnya terjadi dikarenakan Intensitas hujan yang tinggi atau faktor cuaca musim penghujan dan ada juga hasil uji mengenai kondisi kontur tanah yang bisa dikatakan labil diakibatkan struktur area wilayah, yang mana tanahnya jika ada getaran sedikit saja, atau dampak getaran bisa memberikan pergerakan kondisi tanah".

"Karena perlu diketahui, wilayah tersebut atau kota Palu dan beberapa wilayah lainnya biasa terjadi gempa. Dampak atas getaran itu, jika getaran gempa yang terjadi bisa sampai pada titik titik potensi longsor diatas, maka secara otomatis bisa memberikan dampak yang berakibat terjadinya pergerakan atas kondisi serta kontur tanah yang ada".

Seperti saat ini, selain siap ready standbye peralatan diatas, beberapa titik juga sedang dilakukan penanganan pekerjaan yang dikontrakkan dengan menerapkan metode pekerjaan yang sudah digariskan dalam awal perencanaannya.

Di ruas kebun kopi ini juga terdapat beberapa titik ruas yang masih masuk dalam masa pemeliharaan kontrak pekerjaan sebelumnya, sehingga penanganan pada ruas kebun kopi tidak pernah terputus. 

Penanganan pekerjaan yang dikontrakkan di tahun ini ada 2 kontrak. Pekerjaan penanganan kali ini, lebih pada penanganan tebingan lereng bawah, bagaimana menguatkan pondasi bawah dalam menahan tanah.

Prinsipnya, pekerjaan yang dilakukan di lapangan oleh pelaksana yang mengerjakan pekerjaan dengan metode Bore Pile, Ungkap Aji Giri Luhur Pribadi,ST. MT selaku PPK yang mewakili Kasatker PJN II, Rismono, ST. MT.

---RB











- - -

Palu, sultengaktual.com - Rahmudin Loulembah Mantan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) SKPD-TP Dinas Kimpraswil Provinsi Sulawesi Tengah, bersama kontraktor pelaksana, Cristian Andi Pelang dituntut hukuman pidana penjara pada perkara korupsi proyek jembatan Torate Cs senilai Rp14,9 Miliar.

Keduanya dituntut penjara sesuai dengan peran masing-masing yang terungkap dipersidangan sebelumnya.

Dimana Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulteng, menuntut terdakwa Rahmudin Loulembah dengan kurungan pidana 4,6 tahun penjara, sedangkan Cristian Andi Pelang, dituntut pidana 8 tahun penjara.

Jaksa menilai terdakwa Rahmudin Loulembah melakukan tindakan korupsi proyek Jembatan Torate Cs, secara sah dan terbukti melanggar Undang-undang (UU) tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tuntutan dibacakan JPU Salma Deu, secara terpisah di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Palu yang diketuai oleh Zaufi Amri, Bonifasius Nadya, dan Panji Prahistoriawan Prasetya, Selasa 7 Desember 2021.

“Hal yang memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi” ungkap JPU dalam persidangan.

Dalam persidangan itu terungkap selain dituntut kurungan penjara, terdakwa Rahmudin Loulembah yang juga atasan dari Alirman M Nubi yang menjabat sebagai PPK- S02 pada Satker SKPD TP Dinas Kimpraswil Sulteng itu, harus membayar denda Rp100 juta, subsider 3 bulan kurungan dan membayar uang pengganti sebesar Rp50 juta subsider 2,3 Tahun penjara.

Sementara terdakwa Cristian Andi Pelang selain dituntut pidana 8 Tahun penjara, juga membayar denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan badan. Terdakwa Cristian Andi Pelang yang diwakili oleh penasehat hukumnya (PH) Nofri Patonde mengajukan pembelaan secara tertulis kepada majelis hakim pada persidangan berikutnya yang diagendakan pada 14 Desember mendatang. Rb_trlg



- - - -

Palu,Sultengaktual.com - Kegiatan Pemeliharaan Jalan secara Rutin yang ada pada Dinas Bina Marga Dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah adalah suatu program kerja dalam menjaga serta memelihara sarana infrastruktur bidang ruas jalan yang sudah ada.

Ruas jalan yang masuk cakupan kewenangan pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dibawah komando Dinas bina Marga bidang Jalan memiliki perencanaan kerja yang diaplikasikan dilapangan dalam menjaga fungsi jalan itu agar tetap berfungsi dan infrastruktur jalan itu tetap berguna berfungsi secara baik.

Oleh karena itu, untuk tetap berfungsinya jalan yang ada, pihak Dinas Bina Marga Sulteng melakukan pemeliharaan melalui kegiatan rutin pemeliharaan jalan yang terbagi pada ruas ruas jalan tersebar di kabupaten kabupaten yang merupakan kewenangan tanggung jawab atas penanganan ruas jalan provinsi.

Sebut saja, kegiatan pemeliharaan rutin jalan untuk 2 wilayah kabupaten di Timur Sulawesi Tengah yakni pemeliharaan Rutin jalan wilayah Kabupaten Tojo Unauna dan Kabupaten Banggai.

Kegiatan Pemeliharaan rutin Jalan pada 2 wilayah kabupaten itu diback up penuh pembiayaannya melalui APBD provinsi sulawesi tengah.

Pembiayaan yang diturunkan dalam menangani kegiatan pemeliharaan jalan tersebut disesuaikan dengan kondisi lapangan yang sebelumnya sudah melalui tahapan perencanaan yang ada.

Kegiatan pemeliharaan yang ada di 2 wilayah kabupaten itu pada prinsipnya ditangani secara swakelola yang mengacu pada aturan aturan pekerjaan swakelola yang ada.

Sebaran ruas ruas jalan yang ditangani di wilayah kabupaten Tojo Unauna itu antara lain ruas Tayawa, Ruas Longge Atas sampai Ruas Dataran Bulan. selain itu ada juga ruas lingkar Una una, yakni ruas wakai dan ruas kulingkinari. bahkan ruas lingkar togean yang merupakan Ruas penanganan adalah Ruas Lebiti dan ruas Bangkagi.

Sedangkan ruas ruas yang ditangani di wilayah Kabupaten Banggai meliputi Ruas Balinggara ruas longge Atas, Ruas dataran bulan, ruas Uwemea, Ruas Sp.Toili, ruas Jalan Martadinata dalam kota luwuk, ruas Siuna, Ruas Boalemo, ruas pangkalaseang, ruas balantak, ruas bonebobakal dan ruas bunga.

Kepala Dinas Bina Marga Dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. H. Syaifullah Djafar, M.Si melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pemeliharaan Rutin Jalan Wilayah Kabupaten TojoUnauna dan Kabupaten Banggai, Rusly Bahay ST, mengatakan bahwa Penanganan pekerjaan yang dilakukan pada ruas ruas jalan yang ada di 2 wilayah kabupaten itu menindaklanjuti atas apa yang sudah direncanakan serta melihat juga kondisi terkini yang ada dilapangan dengan acuan terhadap ketersediaan anggaran yang ada.

Dengan Acuan pekerjaan pemeliharaan rutin di 2 wilayah itu, pekerjaan pekerjaan yang dilakukan dilapangan mulai dari pemarasan dan pembersihan saluran air( Drainase).

Selain itu, pekerjaan pemeliharaan lainnya yakni pekerjaan pemasangan bronjong, pekerjaan bronjong ini juga melihat titik kondisi dilapangan mana yang harus dipasangkan bronjong.

Selain pekerjaan pekerjaan yang dilakukan diatas, pemeliharaan badan jalan juga dilakukan dengan metode kerja secara Ac-Wc, Patching, Lapen dan sand sheet. Untuk pekerjaan pemeliharaan  badan jalan tersebut merupakan inti dari tujuan fungsi jalan yang layak dengan tanpa hambatan serta jalan yang bebas dari lubang. 

Pekerjaan pemeliharaan Rutin Jalan ini bertujuan  menangani kendala kendala dilapangan untuk tetap mempertahankan fungsi jalan yang diinginkan agar jalan bebas hambatan dan tidak berlubang.

Penanganan ruas jalan Provinsi merupakan keharusan yang telah menjadi agenda kerja Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulawesi Tengah, Hal ini menjadikan bahwa ruas jalan provinsi merupakan sarana prasarana yang fungsinya menghubungkan masyarakat lintas lokasi bisa menikmati perjalanan dengan nyaman. Rb

- -

Palu,Sultengaktual.com - Untuk Memastikan Kemajuan progres pekerjaan pembangunan gedung baru kantor Kejaksaan Tinggi Sulteng, Jacob Hendrik Pattipeolhy, SH, MH selaku Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng, Langsung meninjau pekerjaan proyek pembangunan gedung baru Kejaksaan Tinggi Sulteng, Jumat 12 November 2021.

Kunjungan Kajati Sulteng ini disambut langsung oleh Direktur Prasarana strategis Direktorat Kementrian PUPR, Ir.Iwan Suprijanto MT, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulteng, Sahabudin SE, MT, para PPK BPPW Sulteng dan unsur manager direksi PT Waskita Karya selaku kontraktor pelaksana.

Dalam paparan kepada Kajati Sulteng dan rombongan, PT Waskita Karya menyampaikan, sesuai data update progres per tanggal 12 November 2021, bahwa pekerjaaan atas rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan gedung kantor Kejati Sulteng, saat ini realisasi progresnya adalah 62, 217 persen (%).

Progress pekerjaan itu meliputi  Pekerjaan struktural Ski 11,26% (saat ini pekerjaan struktur sudah dilantai 7 (topp floor) capaian 99,87%, Pekerjaan struktural SKa 11,50% ( saat ini pekerjaan sudah dilantai 7, capaian 99,75%, Pekerjaan struktural ST, 12,03% ( saat ini pekerjaaan sudah dilantai 7, capaian 96,93%, Perkerjaan Arsitektural, 9,57%.( saat ini pekerjaan pasangan dinding sudah dilantai 6 dengan capaian 31,69%, Pekerjaan mekanikal, 7,99% ( saat ini pekerjaan mekanikal sudah dilantai 5 capaian 62,37%, Pekerjaan Elektrikal, 5,10%. (saat ini pekerjaan instalasi elektrikal sudah dilantai 5 capaian 62,37%, Pekerjaan pos jaga, tiang bendera, jalan landscape dan pagar,  0,13%. ( saat ini yang dikerjakan sisi kanan dengan pencapaian 2.91%.

"Demikian realisasi progres ini kami sampaikan kepada bapak Kajati Sulteng, Direktur prasanarana strategis Direktorat PUPR, Kepala BPPW Sulteng," ujar Konsultan Pelaksana saat menyampaikan presentasi progres realisasi gedung Kejati Sulteng.

Mendengar capain yang cukup signifikan itu, Jacob hendrik Pattipeiloy menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pembangunan kembali gedung baru Kejati Sulteng.

"Tentunya kita sangat bersyukur atas capaian ini, semoga dengan waktu yang direncanakan dapat diresmikan secepatnya, tetap semangat kerjanya untuk semua, salam sehat untuk semuanya," ungkap Kajati Sulteng.

Kajati Sulteng juga menjelaskan, pihaknya terus meningkatkan etos kerja dan pelayanan prima, khususnya dalam kegiatan pengamanan pembangunan proyek-proyek strategis di lingkungan Pemerintah maupun BUMN/BUMD sesuai dengan arah kebijakan Pemerintah.

"Meskipun diketahui, saat ini masih menggunakan pinjaman gedung dari Pemprov Sulteng, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat dan daya juang kami dalam menjalankan tugas. Pelayanan kejaksaan tetap berjalan sebagaimana mestinya," imbuhnya.

Sesudah itu, Jacob Hendrik Pattipeilohy bersama Ir.iwan Suprijanto menuliskan catatan sarimony, dan rombongan pun beranjak melakukan peninjauan di beberapa lantai dilokasi pelaksanaan pekerjaan.

Ditempat yang sama, Direktur Strategis Prasarana strategis Direktorat Kementrian PUPR, Ir.Iwan Suprijanto MT, menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan Kajati Sulteng dan rombongan. Ia pun berharap pada Januari 2022 , Gedung baru Kejati Sulteng ini sudah dapat diresmikan

"Ada harapan kita di tanggal 20 Januari 2022, bisa diresmikan, tadi saya targetkan atas progres saat ini kemungkinan besar diakhir tahun, Insya allah mencapai 96,7% dan dalam waktu 2 minggu termasuk komisioning akan bisa kita tuntaskan,"ungkap Iwan Suprijanto didampingi Kepala BPPW Sulteng Sahabudin, saat ditemui dilokasi pembangunan.

Kedatangannya di Palu saat ini, kata Iwan Suprijanto, guna memastikan beberapa proyek rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana gempa bumi, tsunami di Sulteng tahun 2018 lalu.

"Ini soal respon cepat kita, dan hari ini salah satu project yang saya lihat adalah pembangunan kembali gedung Kejati Sulteng," tandas Iwan Suprijanto. __ibl

- - -
Palu, sultengaktual.com -  Jika tidak ada halangan, pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak Kabupaten/ Kota Partai Demokrat Sulawesi Tengah (PD Sulteng) akan dilaksanakan pada Minggu pertama bulan Desember 2021. Demikian ditegaskan Ikbal Basir Khan selaku ketua Panpel Muscab serentak PD Sulteng
"Sebelumnya kita jadwalkan pada 12 - 14 November 2021, Namun karena padatnya jadwal DPP, Insya Allah bergeser pada awal Desember bulan depan," jelas Ikbal khan saat ditemui dikantor PD Sulteng, Jumat 5 November 2021.

Meskipun waktunya bergeser, kata Ikbal Khan, pihaknya tetap optimis untuk  mendukung keputusan DPP dalam kesiapan menghadiri pelaksanaan Muscab serentak di Kota Palu Sulteng.

"Tadi saya baru selesai rapat bersama panitia, pada intinya, kami tetap siaplah dan setia selalu, menyesuaikan waktu yang tepat dari DPP, Alhamdulillah tim Panpel telah berkerja dengan baik dalam persiapan Muscab ini," ujarnya.
Bahkan, kata dia, kesiapan DPC/DPAC 13 Kabupaten/Kota menghadiri Muscab saat ini sudah sangat siap.

"Dari laporan LO kepada kami, tidak ada kendala, maka sangat dipastikan mereka (DPAC) pasti akan hadir sesuai jadwal yang ditentukan," tandas mantan Ketua DPC Demokrat Kota Palu itu. 
@ Tim
- -

Palu, sultengaktual.com -  Sorotan Tajam tertuju pada kinerja Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Sulteng, Pasalnya hal itu mencuat dengan adanya dugaan 'Setoran Upeti' Atau setoran Dana Dalam akhir proses lelang dilaksanakan pada saat menentukan siapa yang akan dimenangkan dalam paket pekerjaan yang dilelangkan. 

Bahkan pola kerja Wadah Lelang Paket Pekerjaan Proyek di lingkup Kementerian PUPR itu diduga kuat mengesampingkan Asas pembuktian Tahapan proses lelang, Yakni keabsahan pada tahapan  klarifikasi lapangan.

Hembusan informasi Aroma kurang sedap yang kembali berhembus dilingkungan kerja Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Sulteng, yang sempat dilakukan Demo Aksi di bulan Juni 2021 lalu yang menyorot kinerja Institusi Tersebut. Dimana tudingan para rekanan (Kontraktor-red) jika ingin memperoleh/menang  dalam setiap proses lelang yang dilakukan Pokja BP2JK harus menyetor memberikan  Upeti sejumlah/segepok uang. Dugaan itu dikuatkan ada benarnya, karena sejumlah kontraktor yang menjadi sumber media ini pernah mengalaminya.

Alih-alih menang, malah tanda bintang satu ikut lenyap karena diduga tidak memenuhi keinginan/permintaan oknum dilingkup BP2JK.

Kepala Balai Pelaksanaan Pemilihan Jasa Konstruksi Sulawesi Tengah (BP2JK), Ronny Andriandi ST MT yang diwakili oleh Kasubag TU BP2JK, Widyanto SE, ST ketika dikonfirmasi media ini membantah dengan tegas, kalau persoalan mengenai informasi adanya penyetoran Dana atau Upeti atas penentuan menang dalam proses lelang pekerjaan Proyek, " Info itu tidak benar, sama sekali tidak benar, karena kami sangat tegas dalam menjalankan aturan, bahkan kami pun tidak melakukan intervensi atas kerja kerja Tim Pokja yang Ada", Ujarnya dengan Tegas.

Sumber Media ini mengatakan, kalau cara cara melakukan penyetoran sejumlah dana yang dimintakan itu benar adanya, bahkan ada teman sesama kontraktor mengeluh, seakan sudah jatuh tertimpa tangga, hal itu dikarenakan sampai melakukan upaya pinjam dana dengan berbunga, Ungkap Sumber sambil meminta agar jati dirinya dirahasiakan.

Bukan itu saja, Segala macam cara mereka lakukan( Pihak BP2JK-Red) sampai sampai ada proses lelang yang diulang, dan saat proses itu diulang, ada beberapa persyaratan yang kemudian di tambahkan, seperti menambahkan kebutuhan tenaga ahli, jelas sumber sambil berharap agar cara cara kerja yang demikian harus di tentang, karena tidak lagi berjalan diatas rel yang semestinya.

Jujur saja, kami mau tidak mau mengikuti aturan main tersebut, hal ini dikarenakan guna mendapatkan/memenangkan proses lelang pada paket pekerjaan yang kami ikuti. Sambil memberikan satu contoh juga terhadap salah satu proses lelang yang memiliki kesamaan proses transaksional Setoran Upeti 

Proses lelang yang kami lakukan semua mengacu pada aturan yang ada,sambil mengatakan kalau Kabalai ( Rony - Red) tidak ditempat karena sibuk mengantar Tamu, Tambah Widyanto.

Siapa yang katakan hal itu, jika mau menang harus setorkan sejumlah uang, Tidak benar itu. karena itu sudah sangat bertentangan, kami punya rambu aturan, jadi sekali lagi hal itu tidak benar, sambil mengulang pasti ada yang berkhianat dalam tim pokja bekerja, karena itu tidak dibenarkan,papar Widy.

Sedangkan proses lelang memiliki tahapan tahapan yang sudah memiliki aturan, bahkan untuk pembuktian atas apa yang dibutuhkan dalam prose lelang, seperti peralatan atau sejenisnya, kami pihak pokja hanya memeriksa legal administrasinya saja, tanpa turun lapangan melakukan recheck atas hal administrasi itu, jelas widy yang langsung diamini oleh Herman Labalado anggota tim Pokja BP2JK yang mendampingi Widyanto, SE, ST. 

@RB



- - -

Kapolda Sulteng Meminta Maaf, Atas Kasus Asusila Anggotanya

Palu,sultengaktual.com - Eks Kapolsek di Parimo, akhirnya diputus bersalah dalam sidang kode etik profesi Polri dan direkomendasikan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH)

Persidangan Komisi Kode Etik Profesi Polri yang memeriksa dan mengadili Iptu IDGN yang saat ini bertugas di yanma Polda Sulteng digelar di ruang sidang Kode Etik Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sulteng, Sabtu (23/10) pagi.

Atas nama Kepolisian Republik Indonesia khususnya Polda Sulteng kami mengucapkan permohonan maaf kepada elemen masyarakat Sulteng atas dugaan kasus Asusila yang dilakukan oleh terduga pelanggar Iptu IDGN, Jelas Kapolda Sulteng Irjen Polisi Rudy Sjufahriadi dalam konferensi pers di Mapolda Sulteng (23/10)

Kapolda juga mengatakan, Polda Sulteng telah melakukan sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri dipimpin Kabid Propam Polda Sulteng Komisaris Besar Polisi Ian Rizkian Milyardin, S.I.K dengan putusan berupa rekomendasi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH), 

Ditempat yang sama Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Supranoto menerangkan Iptu IDGN telah terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 dan pasal 14 ayat (1) huruf b Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.1 tahun 2003 tentang Pemberhentian anggota Polri dan pasal 7 ayat (1) huruf b dan pasal 11 huruf c Peraturan Kapolri No.14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri, 

Terhadap putusan rekomendasi PTDH tersebut Iptu IDGN menyatakan banding, terang Didik.

Kasus asusila yang dilakukan Iptu IDGN terhadap S selama kurang lebih sepekan ramai menjadi pemberitaan di media, berawal dari adanya screnshot chat whatsapp mesra itulah terkuak prilaku asusila eks Kapolsek di Parimo itu terhadap anak tersangka pencurian sapi yang sedang ditahan di Polsek Parigi Polres Parigi Moutong. @Humas Polda Sulteng

- - -

Palu,sultengaktual.com - PT Widya Rahmat Karya, Kontraktor pelaksana untuk pekerjaan Penanganan Longsoran pada Ruas Jalan Mepanga - Tinombo Pada PJN II Sulteng Balai Pembangunan Jalan Nasional Sulawesi Tengah ( BPJN XIV SULTENG) Terus memacu pekerjaan di Ruasnya agar selesai pada waktu yang sudah di tentukan.

Pekerjaan yang dikontrakkan pada akhir Desember 2020 lalu ini akan berakhir pada Desember 2021 ini, yang mestinya selesai pada oktober ini.

Hal tersebut Dikarenakan ada ketambahan pekerjaan, maka waktunya diberi ketambahan juga sampai pada Desember 2021, sesuai dengan Dokumen Adendum kontrak yang ada.

Kontraktor Pelaksana yang menangani paket kontrak tersebut, dalam klausul kontraknya mengerjakan tiga item pekerjaan utama yakni, bangunan revetment ( Susunan Conblock kubus dengan ukuran 80 x 80), Pembuatan Box culvert tiga (3) buah serta pelebaran jalan dengan panjang 300 meter.

Pembuatan Bangunan Revetment itu, merupakan suatu metode pekerjaan yang hasilnya nanti bisa melindungi badan jalan dari air laut.

Tujuannya yakni untuk mencegah terjadinya kerusakan pada jalan nasional trans sulawesi yang dikarenakan oleh Arus dan Gelombang Air Laut.

Pola pengerjaan Bangunan revetment ini juga dengan menyusun conblock yang dimaksud dengan pertama pada lapisan dasarnya atau permukaan bawahnya digunakan Geotextile.

Bangunan Revetment ini di bangun sepanjang 680 meter dengan penggunaan ribuan conblock sesuai dengan yang termaktub pada Dokumen Kontrak.

Sedangkan pada pekerjaan pelebaran jalan, pihak pelaksana melakukan pelebaran jalan sepanjang 300 meter.

Mengenai progress dilapangan, pelaksana sisa sedikit lagi menyelesaikan pekerjaannya, dan waktu pelaksanaan juga jika dibilang masih ada. 

Meskipun ada ketambahan pekerjaan dan volumenya, pihak pelaksana PT WRK dan pihak PPK 2.1 optimis pekerjaan akan tuntas sesuai dengan waktunya.@RB







- - -

PERS mempunyai peranan penting dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mengembangkan pendapat umum, dengan menyampaikan informasi yang tepat, akurat dan benar. Penegasan UU Nomor 40 Tahun 1999, tentang tugas pers tersebut, belum dipahami secara baik oleh para pihak.

Jaminan terhadap kebebasan pers memiliki hubungan sebab akibat (kausalitas) dengan perlindungan wartawan. Tak ada gunanya ada kemerdekaan pers, tapi wartawan tidak merdeka dalam melakukan pekerjaan dan kegiatan jurnalistik sesuai tuntutan profesinya.

Selain itu, kemerdekaan pers hadir dalam rangka agar wartawan dalam menjalankan pekerjaannya adalah untuk memenuhi hak atas informasi (right to information) dan hak untuk tahu (right to know), kepada masyarakat.

Pers berperan penting untuk memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. Sebagai konsekuensinya, melalui pers, rakyat berhak mengetahui informasi yang berkaitan dengan publik. Berdasarkan hal ini, melalui pers, masyarakat berhak tahu, apa yang dilakukan para pejabat publik dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Saat ini mulai muncul sikap pejabat yang hanya melayani wawancara dari wartawan bersertifikat kompetensi dan media terverifikasi dari Dewan Pers. Beberapa wartawan juga mengalami penolakan karena medianya belum terverifikasi oleh Dewan Pers.  

Sikap para pejabat yang menolak melayani permintaan wawancara dengan dua alasan tersebut, bertentangan dengan UU 40 1999 tentang pers, bahwa pers mempunyai peranan penting dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mengembangkan pendapat umum, dengan menyampaikan informasi yang tepat, akurat dan benar. 

Sikap para pejabat ini juga bertentangan dengan semangat kemerdekaan pers, yang hadir dalam rangka menjalankan pekerjaannya untuk memenuhi hak atas informasi (right to information) dan hak untuk tahu (right to know), kepada masyarakat.

Sikap pejabat yang menolak melayani wawancara, hanya karena wartawan tidak bersertifikat kompetensi dan medianya tidak terverifikasi Dewan Pers, adalah sikap dan tindakan yang membungkam kemerdekaan pers. 

  1. Tidak ada peraturan Dewan Pers, yang menyatakan hanya wartawan bersertifikat dan media terverfikasi Dewan Pers yang boleh menjalankan wawancara kepada pejabat, karena itu para pejabat di daerah tidak boleh membuat aturan yang bertentangan dengan semangat kebebasan pers.  

  2. Pernyataan dan sikap pejabat yang hanya menerima wartawan bersertifkat dari media terverifikasi Dewan Pers adalah sikap yang bias industri.  Sikap ini memasung kebebasan pers dan mengabaikan keberadaan citizen journalism pers mahasiswa dll, sebagai wadah menyalurkan pendapat yang dijamin undang-undang

  3. Media yang tidak tersertifikasi bukan berarti secara konten bermasalah. Banyak yang media yang tidak terferivikasi Dewan Pers, karya jurnalistiknya  lebih berkualitas.  Sebaliknya, media yang sudah bersertifikasi belum tentu secara konten berkualitas. Atau sudah professional dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya. 

  4. Jurnalis bersertifikat kompetensi bukan jaminan yang bersangkutan bersikap professional dan mampu melahirkan karya jurnalistik yang baik. Banyak contoh, jurnalis bersertifikat namun karya jurnalistiknya tidak lebih baik dari jurnalis yang tidak mengantongi sertifikasi dari Dewan Pers.

  5. Saya  meminta pejabat untuk tidak menjadikan dua hal tersebut sebagai alasan menolak permintaan wawancara dari wartawan

  6. Para pihak yang terlibat dalam sengketa pemberitaan, harus menempuh mekanisme jurnalistik, seperti hak jawab, hak koreksi dan lain-lain, termasuk membawa kasusnya ke Dewan Pers.

  7. Kepada media-media untuk memperbaiki kualitas jurnalistiknya. Menyajikan berita dengan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik dan kode prilaku. 


Rilis, 

Palu, 10 Oktober 2021

Yardin Hasan

Ketua AJI Palu

- - -