Pilih Menu

Slider



KOTA


SULTENG





POLITIK

HUKUM

SULAWESI


EDUKASI

Palu, sultengaktual.com - Forum Peduli Pembangunan Daerah Sulteng (FPPD Sulteng) melalui Ketuanya, Eko Arianto menuturkan agar Aparat Penegak Hukum(APH) segera Mengusut dugaan adanya tanda tangan Palsu Pada paket preservasi Jalan Tinombo Sinei Ampibabo Toboli pada tahun 2021 lalu dengan nilai kontrak sebesar 9,3 Miliar.

Eko menjelaskan jika persoalan dugaan tanda tangan palsu itu merupakan suatu tindakan pelanggaran, apa lagi salah satu konsultannya sudah mengakui jika awalnya tanda tangan tersebut memang di tanda tangani oleh bukan yang semestinya dan kemudian dilakukan penanda tanganan kembali secara asli karena khawatir dengan Adanya pemeriksaan. 

Ini merupakan suatu pembuktian bahwa telah terjadi pelanggaran. olehnya hal ini bisa diusut dengan mengawali membongkar ada apa dibalik tanda tangan palsu itu,jelas Eko

Seingat saya, pernah ada suatu hal yang mirip dengan persoalan mendasar yang sama, yakni persoalan yang diawali mengenai tanda tangan juga, Sebut saja pada kasus Jembatan Torate, dan kasus itu sudah selesai dengan proses hukum yang putusannya telah inkra, jadi kenapa tidak persoalan ini harus dibongkar atas maksud dari dugaan tanda tangan palsu itu, Rincinya.

Mengingat pada penggunaan anggaran yang setiap tahunnya di ruas ini tidak pernah absen digelontorkan miliaran rupiah guna menangani Ruas Jalan 'Marka Kuning' Ini.

Tidak ada toleransi ataupun kebijakan pada persoalan dugaan tanda tangan palsu itu, Karena yang menandatangani adalah bukan yang semestinya, Apalagi hal tersebut sudah diakui oleh salah satu orang konsultan pada proyek tersebut, kalau tanda tangan itu dilakukan kembali oleh karena khawatir akan pemeriksaan, Tegas Eko.

Sekali lagi, Besar Harapan Kami Agar persoalan ini segera Diusut dan jika memang terpenuhi unsur pelanggaran agar segera di proses, Pintanya.

Beberapa Waktu sebelumnya, Ketika ditemui diruang kerjanya, Kasatker PJN II BPJN Sulteng, Rhismono ST MT menuturkan kalo persoalan tersebut sudah didengar juga oleh Dirinya (Rhismono - Red) "Hal tersebut saya sudah dengar juga, Dan saya Tekankan agar persoalan tersebut segera dituntaskan" Ujar Rhis Sapaan Akrabnya. 

Pada Pemberitaan sebelumnya mengenai hal ini, Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK. 2.2) Ir Penil Dicky MM dan juga Koordinator Lapangan Ruas 2.2  di PJN II BPJN Sulteng Nimrot, Kompak untuk 'Bungkam' Terkait Dugaan Tanda Tangan palsu pada dokumen laporan progres pekerjaan proyek preservasi jalan Tinombo Sinei Ampibabo Toboli Tahun Anggaran 2021 yang dikerjakan oleh PT Mandava Putra Utama Dengan nilai kontrak sebesar Rp 9,3 Miliar.

Bungkamnya 2 figur pentolan dalam perproyekan di ruas 2.2 PJN II BPJN Sulteng itu disaat konfirmasi ulang ulang mengenai adanya dugaan pemalsuan Tanda Tangan Pada Ranah konsultan yang di lakukan bersentuhan progress pekerjaan dilapangan pada waktu itu.

Meskipun, Aplikasi Whatsapp kedua figur itu dalam keadaan online, tetapi seakan ogah atau tidak sama sekali menggubris chat masuk yang melayangkan konfirmasi, menyangkut tanda tangan yang dilakukan di dokumen administrasi bobot progres pekerjaan untuk melakukan termin penagihan di tanda tangani oleh bukan yang bersangkutan.

Penanda tanganan yang bukan dilakukan oleh orang yang semestinya ini terjadi karena mengejar waktu masuknya dokumen penagihan yang dilakukan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Erlangga, selaku salah satu anggota konsultan pada pekerjaan Preservasi jalan tinombo sinei ampibabo toboli tahun anggaran 2021 ketika dihubungi melalui pesan whatsaap menjelaskan " Kalau tanda tangan yang di anggap palsu itu tidak ada masalah,karena sebelumnya kami sudah meminta izin kepada yang bersangkutan dan tidak  keberatan" Ujarnya

Hal itu dilakukan karena posisi yang bersangkutan masih diluar kota, hal itu aman pak dan tidak ada masalah,Tambah Erlangga.

Ketika disinggung kalau hal itu tetap salah dan masuk ke ranah tanda tangan palsu, Erlangga kembali berkata " tetap dilakukan ttd kembali oleh yang bersangkutan, karena khawatir mengenai pemeriksaan"jelasnya.

"Tetap dilakukan tanda tangan kembali Pak, dan itu asli" Tambah Erlangga.*RB






- - -

Ir.Ronny : Saya Tidak Hafal Le

Palu,www.sultengaktual.com - Proyek pemeliharaan jalan untuk wilayah Kabupaten Sigi dan Kabupaten poso yang dianggarkan miliaran rupiah yang melekat langsung di dinas Bina Marga Dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah Menuai Sorotan.

Pasalnya Penanganan pekerjaan dengan metode Swakelola itu menyisahkan beberapa pekerjaan yang fakta lapangannya masih saja terdapat beberapa lubang di tengah badan jalan pada ruas ruas yang ditangani.

Sebut saja, beberapa ruas jalan yang dianggarkan kurang lebih 10 miliar di tahun 2021 lalu masih saja terdapat lubang di tengah badan jalan, seperti di ruas kalukubula - Kalawara, terdapat lubang di badan jalan, apa lagi di simpang jalan jembatan Kasubi, dan badan jalan yang menuju ke arah kalawara.

Diketahui, bahwa ruas jalan yang ditangani pada proyek kegiatan pemeliharaan jalan wilayah kabupaten Sigi dan kabupaten Poso itu terdiri atas ruas jalan di wilayah kabupaten Sigi  yakni antara lain ruas Biromaru Palolo, Palolo Dongidongi, Kalukubula Kalawara,Kalawara Kulawi, SP Kulawi Gimpu, dan gimpu Tuare.

Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Poso, ruas yang ditangani antara lain Dongidongi Watumaeta, Watumaeta Sangginora, Sangginora Kasiguncu, Tentena Tonusu, Tonusu Gintu, SP Gintu Tuare, Jalan Yos Sudarso kabupaten Poso, jalan Pattimura kabupaten poso, jalan letjend Soeprapto kabupaten Poso, jalan U.Manasoli kabupaten Poso, jalan Lawanga - Toyado dan ruas Tonusu Pendolo.

Ir. Ronny Korompot selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan ( PPTK) untuk pemeliharaan Jalan wilayah Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso pada kesempatannya melakukan komunikasi Perhandphone via Aplikasi Whatsapp menuturkan bahwa kondisi lubang lubang yang ada di badan jalan sekarang itu belum bisa tertangani, hal itu disebabkan belum berjalannya kegiatan sekarang ini.

Dan juga untuk ruas yang dimaksud ( Kalukubula Kalawara - Red) belum tertangani karena anggaran yang tersedia di ruas itu hanya sekitar 100 jutaan, sambil tertawa menjelaskan sekali pakai anggaran itu langsung habis pada triwulan berjalan, jelasnya

Dan disinggung juga penggunaan anggaran tahun lalu kenapa tidak maksimal dalam penanganannya, Ronny mengatakan " Anggarannya minim, ditempel sini, sana yang berlubang, Sambil berujar, kita bersilahturahmi lebaranlah, saya tunggu senen di kantor". Rincinya

Ketika ditanyakan berapa panjang kilometer ruas yang ditangani oleh kegiatannya pada tahun anggaran 2021 lalu dan 2022 ini, Ronny hanya membalas dengan mengatakan" Saya Tidak Hapal Le" Ungkapnya berseloroh.

Sementara itu, Asbudianto selaku kepala Bidang Bina Marga  Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah dalam pesan singkatnya ketika ditanyakan masih banyaknya lubang yang ada dibadan jalan menuturkan hal berbeda dari pernyataan PPTK,  "belum ada juga penanganan perbaikan aspal tahun ini, masih mau dilakukan survey berapa banyak lubang yang harus ditangani harus dihitung dari Pagu yang Tersedia, Jelasnya. ***RB




- - -

Palu, sultengaktual.com - Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK. 2.2) Ir Penil Dicky MM dan juga Koordinator Lapangan Ruas 2.2  di PJN II BPJN Sulteng Nimrot, Kompak untuk 'Bungkam' Terkait Dugaan Tanda Tangan palsu pada dokumen laporan progres pekerjaan proyek preservasi jalan Tinombo Sinei Ampibabo Toboli Tahun Anggaran 2021 yang dikerjakan oleh PT Mandava Putra Utama Dengan nilai kontrak sebesar Rp 9,3 Miliar.

Bungkamnya 2 figur pentolan dalam perproyekan di ruas 2.2 PJN II BPJN Sulteng itu disaat konfirmasi ulang ulang mengenai adanya dugaan pemalsuan Tanda Tangan Pada Ranah konsultan yang di lakukan bersentuhan progress pekerjaan dilapangan pada waktu itu.

Meskipun, Aplikasi Whatsapp kedua figur itu dalam keadaan online, tetapi seakan ogah atau tidak sama sekali menggubris chat masuk yang melayangkan konfirmasi.

Konfirmasi itu menyangkut tanda tangan yang dilakukan di dokumen administrasi bobot progres pekerjaan untuk melakukan termin penagihan di tanda tangani oleh bukan yang bersangkutan.

Penanda tanganan yang bukan dilakukan oleh orang yang semestinya ini terjadi karena mengejar waktu masuknya dokumen penagihan yang dilakukan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Erlangga, selaku salah satu anggota konsultan pada pekerjaan Preservasi jalan tinombo sinei ampibabo toboli tahun anggaran 2021 ketika dihubungi melalui pesan whatsaap menjelaskan " Kalau tanda tangan yang di anggap palsu itu tidak ada masalah,karena sebelumnya kami sudah meminta izin kepada yang bersangkutan dan tidak  keberatan" Ujarnya

Hal itu dilakukan karena posisi yang bersangkutan masih diluar kota, hal itu aman pak dan tidak ada masalah,Tambah Erlangga.

Ketika disinggung kalau hal itu tetap salah dan masuk ke ranah tanda tangan palsu, Erlangga kembali berkata " tetap dilakukan ttd kembali oleh yang bersangkutan, karena khawatir mengenai pemeriksaan"jelasnya.

"Tetap dilakukan tanda tangan kembali Pak, dan itu asli" Tambah Erlangga.*RB





- -

Palu, sultengaktual.com - Dugaan Tanda Tangan palsu pada dokumen laporan progres pekerjaan proyek preservasi jalan Tinombo Sinei Ampibabo Toboli Tahun Anggaran 2021 Dengan nilai kontrak sebesar Rp 9,3 Miliar Terkuak.

Pasalnya, tanda tangan yang dilakukan di dokumen administrasi bobot progres pekerjaan untuk melakukan termin penagihan di tanda tangani oleh bukan yang bersangkutan.

Penanda tanganan yang bukan dilakukan oleh orang yang semestinya ini dilakukan karena mengejar waktu masuknya dokumen penagihan yang dilakukan.

Erlangga, selaku salah satu anggota konsultan pada pekerjaan Preservasi jalan tinombo sinei ampibabo toboli tahun anggaran 2021 ketika dihubungi melalui pesan whatsaap menjelaskan " Kalau tanda tangan yang di anggap palsu itu tidak ada masalah,karena sebelumnya kami sudah meminta izin kepada yang bersangkutan dan tidak  keberatan" Ujarnya

Hal itu dilakukan karena posisi yang bersangkutan masih diluar kota, hal itu aman pak dan tidak ada masalah,Tambah Erlangga.

Ketika disinggung kalau hal itu tetap salah dan masuk ke ranah tanda tangan palsu, Erlangga kembali berkata " tetap dilakukan ttd kembali oleh yang bersangkutan, karena khawatir mengenai pemeriksaan"jelasnya.

"Tetap dilakukan tanda tangan kembali Pak, dan itu asli" Tambah Erlangga.*RB




- -

Palu,Sultengaktual.com - Proses Lelang Pekerjaan Proyek Preservasi Jalan Ampana Balingara Bunta Pagimana Tahun Anggaran 2022 Nilai Pagu 29,4 Miliard Disoal.

Pasalnya, Proses lelang Yang di lakukan oleh Pihak Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Sulawesi Tengah Diduga terjadi suatu keputusan yang dianggap tidak sesuai dengan aturan sebagaimana mestinya.

Awalnya, proses lelang yang tayang di lpse.pu.go.id pada 29 Desember 2021 lalu itu sudah terlaksana dan berjalan dengan semestinya.

Terlaksananya tahapan tahapan yang ada dalam proses lelang pekerjaan tersebut pun sudah menghasilkan pemenang yang ditetapkan oleh pokja pada BP2JK Sulteng, Yakni PT Elim Jaya Pratama yang sebagai Pemenang Pertama Berbintang, di susul dengan PT Ramarfin Jaya Mandiri sebagai Urutan ke 2 dan PT Mari Bangun Nusantara sebagai urutan ke 3. pengumuman pemenang atas hal itu merupakan Pengumuman yang di tetapkan oleh pokja BP2JK sesuai yang di tayangkan pada lpse.pu.go.id.

Tahapan kemudian, pihak Pokja Di BP2JK sulteng Menyerahkan Hasil proses lelang tersebut ke ranah Pengguna untuk kemudian Melanjutkan tahapan Berikutnya.

Alhasil, pihak pengguna, dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) pada ruas jalan yang dilelangkan, mengembalikan dokumen Hasil Proses lelang yang dimaksud dengan meminta kepada pihak Pokja BP2JK sulteng agar melakukan Evaluasi ulang, sesuai dengan yang tayang pada Lpse.pu.go.id.

Acuan PPK meminta melakukan Proses evaluasi ulang itu dikarenakan ada bagian dokumen yang diragukan keabsahan kebenarannya, hal tersebut merupakan hal yang wajar dalam suatu proses pelelangan.

Pihak Pokja BP2JK sulteng pun melakukan evaluasi ulang atas hal itu, dengan kembali melakukan evaluasi atas apa yang dimaksudkan oleh pihak pengguna ( PPK- Red).

Disoalnya proses lelang pekerjaan itu diawali atas hasil evaluasi ulang  Dengan Hasil, kalau proyek ini dinyatakan tender gagal, sesuai yang ditayangkang pada lpse.pu.go.id Dengan alasan catatan dibatalkan paket proyek ini Dikarenakan Tidak Ada Peserta Yang Lulus Evaluasi Penawaran.

Kejanggalan Proses Lelang Paket pekerjaan itupun dipertanyakan atas konten yang ditayangkan Tender Gagal.

Mengenai proses lelang yang terjadi evaluasi ulang, Pihak Pokja BP2JK sulteng pada prinsipnya harus tetap melakukan hal itu, atas permintaan PPK yang bersangkutan dan diketahui oleh kasatkernya selaku pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran.

Seperti yang dilontarkan oleh Kepala BP2JK Sulteng Ronny Andriandi, ST. MT pada salah satu media Online Lokal, Yakni ' Kalau Pihak PPK menemukan dokumen yang diragukan, seharusnya tinggal memanggil kontraktor dan pemberi dukungan. Kalau benar tidak pernah memberi dukungan, maka PPK bisa menganulir dan pemenang cadangan kedua yang dipanggil berkontrak. ” Itulah sebabnya pokja membuat alternatif calon pemenang 1 hingga 2. Tapi adanya permintaan dari KPA untuk dilakukan evaluasii kembali, maka Pokja membongkar data lagi untuk dievaluasi' ujarnya ( Dikutip dari Media Logisnews.com - edisi tayang 8 maret 2022- Dengan Judul : Diragukan Dukungan…..)

Mengenai proses lelang paket pekerjaan Preservasi Jalan Ampana Balingara Bunta Pagimana tahun anggaran 2022 dengan Pagu 29,4 Miliard yang disoal Itu, Kepala BP2JK Sulteng, Ronny Andriandi, ST. MT yang didampingi langsung oleh Widyanto selaku KTU BP2JK Sulteng dan Yety W ketua Pokja 32 BP2JK sulteng Memaparkan jika proses lelang paket itu akhirnya dinyatakan gagal. Gagalnya juga sudah melewati beberapa tahapan, seperti melakukan evaluasi ulang sampai 2 kali karena permintaan dari pihak PPK.

Seyogyanya, ranah kerja di kami sudah selesai dan clear semuanya, tetapi ketika pihak PPK mengembalikan dokumen hasil lelang kepada kami dengan alasan adanya keraguan atas beberapa dokumen dari pemenang berbintang, maka tahapan itu kami lakoni. ungkap Ronny yang disahuti oleh Widyanto.

Kerja dengan maksimal, melakukan klarifikasi lagi atas apa yang menjadi catatan pihak PPK, bahkan klarifikasi itu benar adanya, lantas singkatnya, ada suatu hal yang mematahkan atas kinerja yang sudah pokja lakukan, yakni adanya surat pernyataan yang tidak benar atas apa yang sudah kami klarifikasi kebenarannya sampai dua kali.

Harusnya di tahap inilah, pihak PPK berhak mengundang para penyedia jasa yang menjadi pemenang berbintang dan pemenang cadangan 1 dan 2. 

Tahapan itu, PPK langsung melihat, jika penyedia yang berbintang bisa membuktikan secara langsung atas klarifikasi pembenaran atas apa yang dibutuhkan,maka hal itu tidak jadi masalah, tetapi jika hal tersebut tidak bisa dibuktikan kebenarannya, maka secara otomatis penyedia tersebut langsung gugur dan pemenang cadangan 1 dan cadangan 2 akan naik otomatis dengan sendirinya.

sampai itulah, pihak BP2JK dalam menetapkan pemenang yang berbintang, terdapat pemenang cadangan 1 dan 2, Ujar Ronny.

Prinsip kerjanya, masing masing sudah memiliki koridor rambu yang ditentukan, kami bekerja dengan domain aturan yang ada, memaksimalkan kinerja di tahapan kami. 

Dan mengenai proses lelang tersebut, kami sudah pada tahapan yang ada pada ranah kami, dan jika pada akhirnya penilaian terhadap kinerja kami sejauhmana, kiranya bisa dilihat dengan obyektif, kami sudah memberikan 2 pemenang cadangan, aturannya memang demikian, karena penetapan yang kami putuskan juga melalui tahapan SOP sesuai aturan dan domain kerja, Jelas Ronny.@RB






- - -

"Desa Dombu  sangat indah dan mengingatkan desa serupa saat saya menjabat kepala desa di pegunungan perbatasan Tanah Toraja, Sulawesi Selatan"

Sigi, sultengaktual.com - Desa Dombu kecamatan Marawola Barat Kabupaten Sigi yang berada di ketinggian 1.800 kaki di atas permukaan laut, merupakan desa indah dan potensial, namun tertinggal dari pembangunan khususnya infra struktur jalan. Demikian hal itu disampaikan Drs.H.Anwar Hafid, MSi, dihadapan  masyarakat desa Dombu saat reses, Kamis (10/3/2022). 
Kata anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah itu, desa Dombu  sangat indah dan mengingatkan desa serupa saat ia menjabat kepala desa di pegunungan perbatasan Tanah Toraja, Sulawesi Selatan. "Saya 6 tahun jadi kades di Bastem perbatasan Tator. 

Panorama pegunungannya juga seperti ini. Jadi saya enjoy saja saat perjalanan kesini walaupun harus menempuh perjalanan darat selama 2 jam,," kata mantan bupati Morowali 2 periode itu.
Dalam reses yang dilaksanakan di halaman sekolah Balai Keselamatan desa Dombu dan dihadiri sekitar 250 warga terungkap, warga sangat mengeluhkan lambannya pembangunan di desa Dombu dan Pinembani kabupaten Donggala. "Sejak dulu, jalan ke desa Dombu belum bagus.padahal di bawah sana ada destinasi internasional paralayang. Mohon bapak Anwar Hafid bisa meneruskan keluhan warga ini ke gubernur dan pemerintah pusat," kata salah seorang kepala desa di wilayah Pinembani.
Terungkap pula, ada permintaan salah seorang guru bahwa di dua wilayah Dombu dan Pinembani ada puluhan mahasiswa yang lagi menempuh pendidikan S1. "Mohon anak-anak kami para mahasiswa di perhatikan pemerintah dalam hal pemberian beasiswa" tutur warga Dombu.

Mendengar masukan dan keluhan warga Dombu dan Pinembani, Anwar Hafid berjanji untuk meneruskan ke Pemda Sulteng dan Pemkab Sigi agar memperhatikan infra struktur jalan kedua wilayah tersebut.

Sementara untuk beasiswa, Anwar Hafid lngsung meminta invetaris nama-nama mahasiswa asal Dombu dan Pinembani untuk diteruskan ke DPR RI untuk bisa diberikan beasiswa.

Setelah melakukan reses, Anwar Hafid langsung meninjau rumah produksi kopi Arabika Kamanuru yang sudah tembus di pasaran luar negeri. Anwar bahkan berjanji bersama partai Demokrat Sulteng dan petani kopi untuk melakukan kerjasama dalam hal pembangunan rumah produksi dan pemasaran kopi tersebut. @S14P
- - -

Palu,sultengaktual.com - Proyek Preservasi Jalan Tonggolobibi-Sabang-Tambu-Tompe Tahun Anggaran 2022 sudah On The Track pelaksanaannya dilapangan.

Pekerjaan Proyek yang dibiayai melalui APBN Murni ini dikerjakan oleh PT Karya Baru Makmur yang memenangkan proses lelang di Periode Desember 2021 Lalu.

Pekerjaan Yang dikontrakkan pada 31 Desember 2021 lalu atau tepatnya efektif Tanggal Mulai Kontrak 1 Januari 2022 ini menangani panjang jalan sepanjang kurang lebih 108 KM dengan durasi waktu pekerjaan selama 365 Hari, atau sampai pada 31 Desember 2022.

Item item Pekerjaan yang dilaksanakan oleh pelaksana dilapangan terdiri atas pekerjaan pasangan batu, pekerjaan rutin lainnya, karena pekerjaan ini kan Long Segment, ujar Sutarno.

Selain itu, pekerjaan penanganan badan jalan dengan melakukan pengaspalan Over Lay dikerjakan sepanjang 3,5 Km.

Adapun pekerjaan rehab rutin jembatan sebnyak 1 jembatan saja, dan 1 pekerjaan penggantian jembatan di daerah Ponggerang dengan panjang bentangan kurang lebih 9 Meter.

Sutarno Selaku PPK 1.5 di Satker PJN I BPJN Sulteng sangat optimis jika kontraktor pelaksana bisa menuntaskan pekerjaan dengan durasi waktu yang sudah ditentukan dalam dokumen kontrak.

Hal ini atas kinerja yang positif atas targetan progress dilapangan. Buktinya sampai sekarang, targetan pekerjaan progress dilapangang yang direncanakan sebesar 7,97 persen memberikan dampak positif. Karena realisasi atas target proggress yang direncanakan bisa menyentuh pada 15.93 persen, dan pekerjaan dilapangan kategori Deviasi plus sebesar 7,96 persen, Demikian Sutarno merincikan.

Semoga pekerjaan dilapangan akan lancar terus dan kondisi alam bersahabat, agar target pekerjaan selesai bisa sesuai dengan waktunya dan sesuai rencana PHO pada 31 Desember Nanti, Harapnya. Làà




- - -
Irfan : "Pekerjaan rekonstruksi jembatan ini akan dilakukan oleh kontraktor asal jepang yang saat ini dalam proses lelang, diperkirakan akan berkontrak di awal April 2022,"

Palu,sultengaktual.com -Pembangunan jembatan Ponulele atau  Palu IV segera dibangun kembali setelah porak-poranda akibat gempa bumi dan tsunami 28 September 2018 silam yang melanda kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala).
"Pembiayaan pembangunan kembali jembatan Palu IV itu sebesara Rp,320 miliyar yang merupakan Hibah dari Pemerintah Jepang yang diberikan sebagai respon positif atas bencana yang terjadi di Kota Palu, Sigi, dan Donggala,"demikian rilis yang dikirim ke media mitra Satuan Kerja (Satker) PJN 1 Balai Pelaksana jalan Nasional Palu Mohammad Syukur melai Kasatker PJN 1 Irfan Rifai Selasa malam (1/3-2022).

Menurutnya Jepang mempercayakan JICA untuk melakukan kerjasama dengan Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta Pemerintah Kota Palu. 
"Pekerjaan rekonstruksi jembatan ini akan dilakukan oleh kontraktor asal jepang yang saat ini dalam proses lelang, diperkirakan akan berkontrak di awal April 2022,"jelas Irfan.

Ia mengatakan Pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 24 bulan, sehingga akan tuntas pada akhir maret 2024. 

Irfan menjelaskan pemerintah Daerah telah turut serta dalam mewujudkan persiapan pekerjaan dengan menyediakan lahan, membebaskan seluruh utilitas, dan berbagai pendukung lainnya.

"Pada tanggal 25 Februari 2022, telah dilakukan peninjauan lapangan yang dihadiri oleh Konsultan dari Jepang, BPJN Sulawesi Tengah, dan Pemerintah Kota Palu,"jelas Irfan.

Ia menambahkan peninjauan tersebut merupakan bagian dari persiapan akhir menjelang pelaksanaan pekerjaan.***
- - -

"Awalnya saya tidak punya niat sama sekali untuk maju sebagai calon ketua PWI Sulteng, tapi karena dorongan dari teman – teman semua, utamanya generasi muda PWI, saya nyatakan siap demi kemajuan PWI Sulteng kedepan"

Palu,Sultengaktual.com - Siap maju sebagai calon ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Konferensi ke – 13 PWI Sulteng yang akan dilaksanakan di Hotel Paramasu pada 2 Maret 2022 mendatang Suatu sikap yang membuktikan Kalau Udin Salim, Pemred Harian Metro Sulawesi Turut ambil bagian sebagai kandidat Calon Ketua.

“Awalnya saya tidak punya niat sama sekali maju sebagai calon ketua PWI Sulteng, tapi karena dorongan dari teman – teman semua utamanya generasi muda PWI, ya saya nyatakan siap demi kemajuan PWI kedepan,” ujar Udin Salim saat berbincang santai dengan sejumlah wartawan di salah satu warkop di Kota Palu.

Udin Salim mengaku, sudah menyiapkan sejumlah langkah stategis untuk membawa PWI Sulteng lebih profesional dan bermartabat ditengah transformasi digital saat ini.

Untuk mewujudkan itu semua, tentu banyak hal yang harus dibenahi di PWI Sulteng baik urusan internal seperti penataan keanggotaan, meningkatkan kualitas dan kapasitas anggota, bantuan hukum kepada anggota yang tersangkut hukum, serta mengoptimalkan kode prilaku wartawan yang tergabung di PWI.

Sementara urusan eksternal, PWI Sulteng harus mampu tampil bersama organ pers lainnya memberikan masukkan dan kritikan yang membangun bagi penyelenggara pemerintahan baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan bermanfaat bagi masyararakat luas.

“PWI juga harus mampu membangun jejaring yang luas, baik kepada pemerintah maupun kepada lembaga – lembaga swasta lainnya, agar PWI makin maju dan berkembang,” tegas Udin Salim.

Wartawan senior yang pernah menjadi Pemimpin Redaksi Harian Radar Sulteng ini mengaku, sudah menyiapkan visi – misi jika kelak dipercaya menjadi ketua PWI Sulteng periode 2022 – 2027.

Visi: Membawa PWI Sulteng menjadi lebih Profesional dan bermartabat di tengah tranformasi digital.

Misi

1. Mengayomi dan melakukan penataan ulang keanggotaan PWI dan mendorong perekrutan anggota baru dengan tetap berpegang pada peraturan dasar dan peraturan rumah tangga PWI; Memaksimalkan peran PWI Sulteng dalam setiap momen dan kesempatan; Mengoptimalkan kode etik perilaku wartawan di internal keanggotaan PWI Sulteng;

2. Memaksimalkan bantuan atau perlindungan hukum terhadap wartawan anggota PWI; Mendorong pembentukan lembaga advokasi wartawan.

3. Meningkatkan kualitas sumber daya wartawan, melalui pendidikan, pelatihan-pelatihan, termasuk di antaranya menggiatkan pelaksanaan UKW untuk menciptakan lebih banyak lagi wartawan yang berkompeten.

4. Memaksimalkan pengelolaan aset untuk kesejahteraan wartawan. Selain itu, membuka kemungkinan untuk mendirikan koperasi bagi anggota PWI Sulteng.

5. Menerapkan sistem digitalisasi, salah satunya membuat web khusus untuk PWI Sulteng.--Bj_MLogis



- - -

Palu,sultengaktual.com - Kepala Satuan Kerja PJN II BPJN Sulteng Ir Rhismono, ST MT mengatakan bahwa ruas Jalan Tinombo molosipat akan segera tertangani.

     Ir. Rhismono, ST. MT

Hal ini diungkapkan oleh Rhismono  dikarenakan adanya keluhan pada titik jalan tepatnya di desa Biga kecamatan Tomini yang plat Deuckernya hanya dipasangi batang kelapa, Ungkap Rhis Sapaan Akrabnya melalui Aplikasi Whatsaap kamis(17 Februari).

Benar adanya, kalau terdapat plat deucker yang dipasangi batang kelapa, Tapi hal tersebut tidak menghambat pengguna jalan, karena masih masuk dalam ranah fungsional atau berfungsinya ruas jalan untuk dilalui, meskipun tonase beban kendaraan yang melintas, itu masih masuk kategori aman, jelasnya

Selain fungsional, ruas itu juga memiliki marka jalan serta tanda rambu rambu pengaman keamanan bagi pengguna jalan.

Tertanganinya ruas itu sesegera Mungkin, mengingat proses lelangnya sementara berlangsung dan dalam waktu dekat ini akan kontrak jika tuntas di proses lelang, jelasnya.

Kalaupun jika terjadi keterlambatan kontrak pada ruas molosipat-tinombo karena proses lelang yang sedang berlangsung, saat ini ada alokasi anggaran rutin transisisi yg bisa dimanfaatkan selama proses lelang sampai kontrak terjadi, dengan tujuan menjamin bahwa semua ruas di wilayah PJN 2 sulteng tetap fungsional, Jelas Rhismono.@RB








- - -

Kendari - Presiden RI Ir.H.Joko Widodo dijadwalkan hadiri peringatan hari ulang tahun (Ultah) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) ke-5 di Jakarta pada tanggal 7 Maret 2022 mendatang.

Hal itu terungkap dalam Rapat pimpinan nasional (Rapimnas) SMSI yang berlangsung di sela rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) Kendari 2022 di Hotel Horizon Selasa malam (8/2-2022).

Rapimnas ke 5 SMSI itu dihadiri perwakilan pengurus SMSI se Indonesia. Pada Rapimnas itu para perwakilan dari daerah diberika kesempatan memberikan pandangan umum terkait dengan tiga agenda yang disampaikan oleh Ketua Bidang Hukum SMSI Pusat Makali,SH.

Ketua Bidang Hukum SMSI Pusat Makali mengapreasiasi SMSI Sultra yang telah memfasilitasi terselenggaranya Rapimnas SMSI di Kendari.

Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf berkaitan dengan Ketua Umum SMSI Firdaus yang tidak bisa hadir langsung sehingga dirinya ditunjuk untuk mewakili Ketua Umum bersama dengan Sekjen SMSI.

Meski demikian, ada tiga hal penting yang diamanahkah dalam rapimnas tersebut yakni, pelaksanaan HUT SMSI yang akan berlangsung pada Maret 2022, kemudian komitmen iuran keanggotaan, dan terakhir masalah keterwakilan SMSI di Dewan Pers.

Menurut Makali, untuk HUT SMSI akan berlangsung di Jakarta, dengan tetap memperhatikan kondisi pandemi Covid-19.

“Jika pandemi tetap terjadi, kemungkinan ada pembatasan peserta serta dilakukan secara zoom. Selain itu, disampaikan pula kontribusi SMSI provinsi untuk membantu pelaksanaan kegiatan HUT SMSI,”ujarnya.

Ia menegaskan Presiden RI bapak Ir.H.Joko Widodo diagendakan hadir pada puncak HUT SMSI ke – 5 di Jakarta. Olehnya diharapkan pengurus daerah dapat hadir bersama-sama merayakan HUT SMSI itu.

“Kalaupun terjadi lonjakan pandemi Covid19, minimal ada perwakilan pengurus/anggota SMSI dari daerah,”harapnya.

Ia juga menyinggung soal iuran keanggotaan. Para peserta menyepakati iuran seberar Rp 50 ribu per anggota per bulan / Rp, 600 ribu pertahun dengan pembagian 60 persen untuk kasa pengurus SMSI di daerah dan 40 persen untuk kas SMSI Pusat.

Hal itu sudah menjadi kesepakatan pada Rakernas SMSI di Jakarta beberapa 7-8 November 2021.

Menariknya, dalam Rapimnas tersebut, forum rapat juga mendukung pernyataan sikap SMSI yang meminta Presiden Jokowi menunda pelantikan anggota Dewan Pers yang baru.

“Permintaan ini pada intinya,  untuk menjunjung azas keadilan,”tandasnya.

Makali menyebutkan sebagai konstituen dewan  pers yang tergolong baru SMSI masih dipandang sebelah mata, sehingga apa yang diperjuangkan SMSI hingga kini belum direspons oleh dewan pers.

Sebagaimana diketahui, dalam penjaringan anggota Dewan Pers yang baru SMSI mengirimkan satu nama yakni Sekjen SMSI M Nasir, mantan wartawan kompas yang sudah berkecimpung selama 30 tahun di dunia pers, tapi belum terakomodir pada penerimaan anggota Dewan Pers tahun lalu. @Doel_Deadline

- - -
Kendari,sultengaktual.xom - Ketum Komite Olahraga Nasional Provinsi Sulawesi Tengah M Nizar Rahmatu menerima penghargaan sebagai Inisiator Olahraga Nasional pada ajang Award Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Pusat di Hari Pers Nasional (HPN) di Hotel Plaza Inn Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa 8 Februari 2022.
Penghargaan tersebut diserahkan Sekretaris Umum PWI Pusat Suriansyah yang disaksikan langsung oleh Kemenpora Zainudin Amali dan Ketua Umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari
Selain Ketum KONI Sulteng, beberapa Ketum KONI lainnya serta satu Sekum  mendapatkan Award yang sama, yakni Ketum KONI Jawa Barat Ahmad Saefudin, Ketum KONI Kalimantan Barat Muhammad Nasir, Ketum KONI Medan Eddy Sibarani serta Sekum KONI Papua Kenius Koyoga. Selain itu, enam Gubernur serta enam Bupati dan Walikota juga menerima penghargaan sebagai Inisiator Olaharaga Nasional.

Dalam kesempatan itu, Menpora Zainuddin Amali mensosialisasikan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Dalam disain ini dipersiapkan SDM dari awal mulai sejak dini dengan program kesehatan, kebugaran,  olahraga masyarakat dan olahraga profesional.
Menpora berharap semua kepala daerah, baik gubernur, bupati walikota, serta pembina olahraga KONI Daerah, memberikan dukungan terhadap DBON. Penghargaan yang diberikan Siwo ini diharapkan menjadi semangat dan motivasi untuk sama-sama memberikan dukungan dan merealisasikan DBON.

Menurut Ketua Siwo PWI Sulteng Setiyo Utomo   penghargaan Inisiator Olahraga  diterima Ketum KONI Sulteng setelah melalui seleksi oleh tim seleksi dari Siwo PWI Pusat, sesuai dengan usulan  Siwo PWI Sulteng

Nizar Rahmatu dinilai telah memberikan bukti nyata atas kemajuan olahraga di Bumi Tadulako. Anggaran  pembinaan dan kemajuan olahraga mengalami peningkatan. " Ini karena hubungan yang harmonis  baik itu dengan pemerintah daerah, DPRD Provinsi maupun pihak swasta," tegasnya.

Setiyo mengatakan, indikator Nizar  menerima penghargaan diantaranya dukungan penuh terhadap atlet-atlet  Sulteng yang turun diberbagai iven Nasional.  Dengan pemberian bonus kepada atlet berprestasi, seperti atlet Taklwondo  asal Sulteng yang berhasil meraih medali emas pada di PON Papua. Selain menerima bonus juga diberikan satu unit rumah. 
" Siwo PWI Sulteng mencatat, Nizar  salah satu tokoh inspirator dan penggagas lahirnya desain besar olahraga Sulteng menuju Sulteng Emas 2024," tandasnya.

Usai menerima penghargaan Nizar Rahmatu yang didampingi Sekum Husin Alwi kepada sejumlah wartawan mengatakan, penghargaan ini bukan untuk saya sebagai pribadi atau KONI melainkan untuk masyarakat dan insan olahraga yang sangat peduli terhadap olahraga, bersatu padu dan punya tekad untuk meningkatkan prestasi olahraga di bumi Tadulako.

Apalagi tambah Nizar, sebelumnya juga Gubernur Rusdy Mastura menerima penghargaan anugerah dharmabakti olahraga dalam acara Golden Awrd IV dari Siwo PWI Pusat.

Hal ini, menurut Nizar , sejalan dengan keinginan Gubernur yang juga tokoh olahraga Sulteng H Rusdy Mastura,
harus mampu mencetak atlet berprestasi, baik untuk tingkat nasional maupun internasional. Dan untuk menerjemahkan keinginan gubernur tersebut KONI Sulteng  sudah punya program pembinaan yang terarah dan tepat sasaran. 
" Alhamadulillah program ini mulai berjalan melalui desain besar olahraga Sulteng menuju Sulteng Emas 2024," tandasnya. @Agus Manggona
- - -

Palu,sultengaktual.com - Tempat berkumpulnya Para Konsultan Ahli ahli teknik Dibawah lembaga INKINDO Sulawesi Tengah Akan Menggelar Musyawarah Provinsi Ke X Pada 10 Februari 2022 Nanti Dengan Tema Inkindo Berkarya untuk Sulteng Sejahtera dan Maju.

Tentunya, dalam Musprov yang akan dihelat puncaknya sekaligus penghitungan suara itu di hotel Best Western Palu.

Salah Satu Kandidat yang sudah tidak asing lagi dalam perkembangan profesi Konsultan di Sulawesi Tengah,Yakni Ady Bholan Atau IR. Zulfinardi, ST.

Adi Bholan, merupakan Kader anggota Inkindo Lama. Dengan Syarat pengalaman external bahkan internal dalam organisasi tersebut, Adi sudah menjadi pengurus dengan berbagai posisi.

Ditahun 2002 sampai 2006, jabatan sebagai wakil bendahara II , Tahun 2006 sampai 2010 Ady dipercayakan menjabat posisi sebagai wakil sekretaris II.

Kemudian pada tahun 2010 sampai 2014 Ady dipercayakn kembali menjabat sebagai wakil sekretaris I dan ditahun 2014 sampai 2018 Adi kembali menjabat posisi Sekretaris, dan untuk di tahun 2018 sampai 2022 ini, Ady Bholan menjabat posisi sebagai wakil ketua II.

Untuk Musprov periode 2022-2026 nanti, Ady bolan Siap Maju dalam kontestan selaku perebutan posisi Ketua Inkindo Sulteng.

Niatan maju sebagai Ketua dalam musprov ke X inkindo itu , diutarakan Langsung Oleh Ady Bholan Atau Zulfinardi pada Pers releasenya kemedia ini.

Sebagai Anggota yang rasanya sudah syarat pengalaman dan peduli dengan pembangunan sulteng, tidak ada salahnya jika helatan Musprov X Inkindo saya akan Maju, Jelas Ady

Dalam Kancah Organisasi, Ady bholan bisa dibilang kader yang Matang, bukan hanya dilembaga profesi Konsultan,kancah politik juga dilakoni oleh Ady bholan yang merupakan Kader Partai Hanura dan Mantan Ketua DPD Lasmura.

Olehnya itu, selaku Kader Politik Hanura, sebelum Helatan Musprov X Inkindo Sulteng Yang Akan digelar Nanti, Ady Bholan menyempatkan Diri Sowan Ke Walikota Palu, Hadianto Rasyid yang merupakan Sesama Kader Hanura.

Sowannya Ady sekaligus Direstui untuk maju sebagai calon ketua dimusprov tersebut.

Alhamdulillah, sebagai kader dan profesi saya, utamanya agenda pertemuan dan sowan saya dengan Pak Walikota Palu, diberi restu pada helatan nanti di musprov X pada 10 Februari 2022 Nanti. Ungkap Ady Menambahkan. RB

- - -

Iwan : Ruas MA Turungku atau Kali - Kulango Hanya tercover 20 Juta, Tidak Mungkin Maksimal

Palu,sultengaktual.com -Pemeliharaan jalan wilayah kabupaten Buol yang masuk sebagai ruas jalan provinsi tepatnya di ruas MA Turungku atau yang disebut ruas kali kulango oleh masyarakat setempat, menjadi sorotan, pasalnya ruas itu dikerjakan secara tidak maksimal.

Pekerjaan dengan panjang penanganan 1,6 KM itu dikerjakan tidak maksimal, seperti yang diharapkan oleh masyarakat sekitar.

Beberapa waktu lalu,ruas MA Turungku sempat menjadi fokus viral atas tindakan masyarakat yang secara inisiatif sendiri lakukan timbunan yang berlubang, tepatnya di depan SMA 2 Kali, Buol.

Menyikapi hal itu, Iwan Kaloan, ST selaku PPTK untuk pemeliharaan Jalan Wilayah Kabupaten Buol, yang melekat pada Dinas Bina Marga Dan Penataan Ruang Sulawesi Tengah Menjawab sorotan yang ada pada ruas yang ditanganinya, Hal Itu merupakan inisiatif atas masyarakat sekitar.

Kalau kami dari pihak proyek yang menangani kondisi jalan tersebut, belum bisa maksimal, karena panjang ruas yang dimaksud sekitar 1,6 KM yang kami pelihara itu, secara back up anggaran sangatlah tidak mencukupi, untuk Ruas itu kami hanya memplot anggaran kurang lebih 20 juta, jika mau diukur dengan penggunaan kebutuhan anggaran mencover, sangat lah tidak mencukupi, jelas Iwan.

Mengenai Pekerjaan pemeliharaan pada ruas MA Turungku atau Kali Kulango Dengan pemanganan sepanjan 1,6 KM itu, sudah beberapa wartawan yang lakukan konfirmasi, kalau tidak salah sekitar 4 wartawan, komiu ini wartawan yang ke lima, ujar Iwan yang ditemui diruang kerjanya.

Ditahun anggaran 2021 lalu, ruas ruas yang ditangani oleh iwan dalam kegiatan pemeliharaan jalan wilayah kabupaten Buol, yakni ruas Muliasari (batas tolitoli) - Kokobuka, Kokobuka - Air Terang, Air Terang - Momunu, Momunu - Kali, dan Ruas Jln MA.Turungku (Buol).

Dari Kelima ruas itu, yang tidak tercover penanganannya yakni pada ruas Muliasari - Kokobuka. Hal ini disebabkan anggaran 800 juta dalam menangani ruas pemeliharaan Jalan wilayah kabupaten Buol.

Sangat bedalah dengan dengan kegiatan pemeliharaan jalan lainnya, semakin banyak ruas jalannya, semakin banyak anggaran yang mengcover ruas tersebut, Ungkap Iwan. RB




- - -

Percepatan pembangunan serta penanganan sarana dan prasarana pemerintah merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memulihkan kembali fasilitas perkantoran melalui pembangunan infrastruktur gedung.

Tahun Anggaran 2021 proyek pembangunan Gedung Kantor Dinas CIKASDA Sulteng Tahap II dengan No. Kontrak : 01/SP FISIK/PLBG/V/2021 yang dilaksanakan oleh PT Nawa Perdana Sembilan dengan nilai kontrak sebesar Rp 12.987.397.000 dan Konsultan pengawas  CV STB 64 sudah tuntas.

Renovasi dan rehabilitasi gedung CIKASDA Sulteng tahap II itu dalam pelaksanaannya  ditetapkan durasi waktu kontraknya selama 210 hari kalender sejak tanggal 24 Mei 2021 sampai dengan 20 Desember 2021. Saat ini telah masuk masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.

Kepala Dinas CIKASDA Sulteng, Ir ABD Razak MT melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bagian Gedung (PLBG-CIKA SDA) Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Yasser, ST.,M.Eng mengutarakan jika saat ini progres kegiatan sudah mencapai 100 persen. Meskipun demikian, para pekerja masih disiagakan selama proses masa retensi berakhir.

“Dalam pelaksanaan  Pekerjaan Alhamdulillah sudah selesai 100%. Saat ini kami masih menugaskan tenaga untuk stanby dilokasi mengingat telah masuk masa pemeliharaan selama 180 Hari kalender ungkap Yasser.

Kegiatan Pekerjaan renovasi dan rehabilitasi gedung CIKASDA Sulteng tahap II tahun 2021 terdiri pada pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal, dan elektrikal, Karena pekerjaan atas proyek ini, pada Tahap II saja akan dirampungkan, Rinci Yasser.

Dengan Diselesaikannya proyek Gedung Kantor Dinas CIKASDA Sulteng Tahap II, maka dalam beberapa saat lagi gedung tersebut akan difungsikan kembali, setelah rusak yang diakibatkan dampak gempa bumi tiga tahun lalu ( 2018 - Lalu )

Sebelumnya pada tahun anggaran 2020 lalu Dinas CIKASDA Sulteng, mengalokasikan anggaran untuk pelaksana tahap I digedung tersebut meliputi pembongkaran struktur dan perkuatan struktur beton.

“Alhamdulillah, setelah 3 Tahun pasca bencana, gedung Kantor Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah telah selesai dilaksanakan Dalam Pekerjaannya. Dan berharap segera langsung berfungsi, dan sekarang ini, tengah melakukan penataan ruangan ruangan yang ada untuk segera ditempati, ujar Yasser melalui penjelasan via Whatsapp. -- RB __MultySumber


- - -

Palu, Sultengaktual.com - Proyek Preservasi Jalan Tompe - Tambu - Sabang Tonggolobibi yang sebelumnya Terancam Putus Kontrak di bulan september 2021 lalu, Akhirnya diputus kontrak oleh pihak PJN I Sulteng Pada 31 Desember 2021 baru baru.

Pekerjaan yang progres pada 27 Desember 2021 pencapaian fisik progressnya sebesar 35.34 Persen, sangat jauh dari realisasi target seharusnya, terpaksa diputus kontrak, meskipun pada sebelumnya ada pendapat dari Direktur Preservasi yang memberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan terhadap pelaksana di periode november 2021 baru baru.

Seperti yang diberitakan Sebelumnya, Proyek Dengan Bandroll Nilai Kontrak sebesar 12 Miliard lebih itu sudah masuk pada tahapan Show Cost Meeting 3 ( SCM 3 ). Paket pekerjaan proyek yang dikerjakan Oleh PT Insan Cita Karya Asal Tenggarong, Kalimantan Timur itu seakan Jalan Ditempat saja tanpa memberikan kemajuan bobot progres pekerjaan yang signifikan sejak penandatanganan Kontrak di awal April 2021 Lalu.

Tidak naiknya progress bobot volume pekerjaan itu sampai diawal September 2021 baru menyentuh di posisi 12,521 Persen dari realisasi target yang seharusnya pada posisi 70,277 persen.

Sutarno, ST selaku Pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang menangani Ruas pekerjaan Proyek Tersebut Yang ditemui di ruangan Kerjanya beberapa waktu lalu di seputar Jalan Zebra Kota Palu, Menjelaskan, " Pekerjaan itu sangat  sangat lambat dalam kemajuan progress kenaikan bobot volume, sehingga Upaya yang kami lakukan selaku pengguna menjalankan SOP yang ada, dan ini upaya terakhir kami, Yakni memberikan/Melayangkan surat ke pelaksana, bahwa pekerjaan itu masuk ranah SCM 3 " Ungkapnya.

Surat Pemberitahuan SCM 3 ke Pelaksana,  oleh tingkatan Pihak BPJN XIV Sulteng itu kami Layangkan di awal awal September, kalau tidak salah diatas tgl 6 september 2021,ujar Tarno.

Dalam Surat itu, kami rincikan juga beberapa pokok pokok pikiran dalam solusi memberikan kesempatan kepada pihak pelaksana untuk mengejar ketertinggalan bobot pekerjaan, sehingga pelaksana bisa keluar dari ranah SCM 3 itu, Ujar Tarno sapaan Akrabnya.

Dalam ranah SCM 3 tersebut, kami secara pelaksanaan teknis dan juga selaku pengguna menerapkan Test Case pada pekerjaan sebesar 18,00 Persen, agar pelaksana bisa menaikkan bobot volume sebesar angka pada test case tersebut.

Langkah ini dilakukan agar pelaksana bisa melanjutkan pekerjaan sampai batas waktu kontrak jika memang mampu memberikan ketambahan bobot volume pada periode test case itu.

Test Case ini Kami Harap bisa tercapai, karena harapan kami pihak pelaksana bisa menuntaskan Pekerjaan ini sehingga proses pembangunan yang ada tidak tertunda dengan adanya suatu aturan Yang sudah diatur. seperti masa denda yang sudah menjadi resiko pelaksana sampai terjadinya pemutusan kontrak.

Mengenai pemutusan kontraknpun sangat kita hindari jika memang masih ada kesempatan bekerja. Hemat pikir kami yakni, daerah yang dirugikan dan konsekuensi atas hal itu, perusahaan pasti di blacklist. Jelas Sutarno.

Seperti Informasi yang didapatkan oleh Media ini, Pada Pelaksanaan Pekerjaan Proyek ini, Pihak Pelaksana dalam item pekerjaannya tidak ada sama sekali melakukan penanganan pekerjaan Rehab Rekon, serta pekerjaan perbaikan Jalan juga tidak ada. Tetapi pelaksana memiliki volume terbesar dalam penanganan pekerjaan di item penanganan longsoran tepatnya di daerah wilayan Gunung Bosa serta pekerjaan pemasangan bronjong dan juga Pasangan Batu.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Sutarno selaku PPK yang mengatakan "Volume pekerjaan yang besar pihak pelaksana adalah pekerjaan penanganan longsoran di gunung Bsa dan pekerjaan pemasangan bronjong, serta Pasangan Batu Ungkap Sutarno.

Ketika ditanyakan secara detail mengenai volume pekerjaan bronjong serta volume pasangan batu, Sutarno menekankan, itu sangatlah spesifik sekali dan terlalu jauh jika harus menjadi konsumsi publish.

Perlu diketahui, sesuai data informasi pekerjaan yang di dapatkan, terdapat beberapa titik pekerjaan bronjong yang volumenya secara keseluruhan sekitar Ribuan Meter Kubik belum selesai dikerjakan, bahkan faktanya dilapangan belum menyentuh setengah dari kubikasi penyelasian pekerjaan bronjong, juga pekerjaan Pasangan Batu.

Selain pekerjaan bronjong, sama halnya dengan pekerjaan pasangan batu dibeberapa Jembatan yang sesuai kontrak yang belum terkerjakan.

Sama Halnya dengan  beberapa titik pekerjaan Galian Daerah Aliran Sungai ( DAS) plus pekerjaan bronjongnya yang sama sekali belum tersentuh.

Sementara itu, Guntur selaku pelaksana yang memakai perusahaan Pinjaman Dari kota Tenggarong, waktu ditemui pertama kali, seakan mengelak ketika ditanyakan berapa bobot pekerjaan dilapangan. "Berapa yaaa...Saya Tidak begitu tau besaran bobot pekerjaan dilapangan"Ungkapnya.

Begitu juga Upaya konfirmasi yang kembali dilakukan "Saya Lagi Sakit, Tensi Darah saya Naik" Ujar Guntur ketika dihubungi via telepon selularnya.

Ketika Disambangi di Kantor Cabang PT Insan Cita Karya, pada seputaran Maleo Kota Palu, Guntur Pun Engan Menjelaskan secara rinci soal langkah langkah yang ditempuh dilapangan dalam penyelesaian Test Case di Ranah SCM 3 tersebut.

Dr. Andri Irfan Rifai, ST.MT selaku Kepala Satuan Kerja PJN I BPJN XIV Sulteng, sebelum berita ini dilayangkan, Membenarkan Kalau Pelaksana Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Tompe - Tambu - Sabang - Tonggolobibi yang dilaksanan oleh PT Insan Cita Karya sedang Melaksanakan Tes Case dalam menambahkan bobot Pekerjaan 18 Persen karena sudah memasuki Ranah SCM 3 Ini," Iya, Test Case Itu Sampai pada Akhir September Ini" Kata Irfan.

Dikesempatan Itu juga, Irfan Mengatakan "Jika Pekerjaan ini Harus Putus kontrak, Yaa Harus Diputus, Seperti Tahun Anggaran 2019 Lalu, Kami Bisa putuskan Kontrak Terhadap 3 rekanan Kami, Ungkap Irfan saat memberikan flash back atas beberapa pekerjaan di ruasnya saat tahun anggaran 2019 lalu.

Kita liat saja, apakah pelaksana bisa menyelesaikan ketentuan yang ada pada test Case sebesar 18 persen itu, atau tidak, ya minimal bisa memberikan proggres positiflah pada grafik perkembangan pekerjaan, setidaknya bisa masuk 13 persen atas ketentuan test case, karena ada aturan mainnya juga jika pelaksana hanya bisa 13 persen, Jelasnya.

Sambil menambahkan kalau pada test case yang diberikan pada pelaksana,terletak pada peningkatan bobot pekerjaan Bore Pile dan Bronjong, Tutup Irfan.

Namun, seiring waktu berlalu, pekerjaan ruas tonggolobi tompe itu tak memperlihatkan kemajuan proggres apapun dilapangan.

Sampai sampai test case yang diberikan tidak juga bisa terpenuhi olehnya itu pihak pengguna dalam hal ini Saker PJN I BPJN XIV sulteng menunggu hasil pendapat akhir dari pihak pusat, atas langkah apa yang akan diberikan oleh pelaksana pada pekerjaan proyek dimaksud, papar irvan dalam balasan konfirmasi melalui Pesan Singkat Aplikasi Whatsapp.

Di akhir November, ketika Irfan dikonfirmasi atas kelanjutan pekerjaan tersebut, irfan mengatakan bahwa pihak pelaksana pekerjaan tersebut diberikan kesempatan untuk tetap menjalankan pekerjaan dilapangan

Eko Arianto, Dari Tegak Sulteng dan Juga Forum Peduli Pembangunan Daerah (FPPD) Salah satu Penggiat Pemerhati Pembangunan Daerah Yang menggunakan Keuangan Negara menuturkan" Jika Layak Diputus kontrak, Lakukan Hal Itu, Mengingat Proggres pekerjaan Yang terjadi seakan Stagnan saja, bayangkan dalam durasi waktu kontrak berjalan yang sudah 5 bulan, hanya bisa menyentuh pekerjaan sebesar 12 persen, Jauh sekali selisihnya atas realisasi target yang semestinya, sebesar 70 an persen. Hal ini perlu disikapi, Ada apa dibalik ini, Kami menduga pelaksana seperti ' Dianak Emaskan' ujarnya.

Melihat Item pekerjaan yang nilai volumenya besar yakni  pekerjaan bronjong dan Pasangan Batu, juga bore pile belum secara keseluruhan dikerjakan.

keseriusan dalam memacu kemajuan pekerjaan dilapangan merupakan Tanggung jawab pelaksana dan dikontrol penuh oleh pengguna melalui pengawas lapangan serta koordinasi dengan pihak konsultan agar pemenuhan kenaikan bobot sesuai dengan jadwal pelaksanaan dan bisa dengan jelas terhitung dan segera lakukan Opname volume, biaya anggarannya yang terserap jika pada akhirnya pekerjaan ini terjadi pemutusan Kontrak.

Kalo memang Putus kontrak merupakan solusi akhir atas penyelesaian akhir kegiatan pekerjaan proyek ini, Maka Tindakan itu Harus dilakukan, agar tidak terbentuk suatu andai andai bahkan opini yang menyudutkan Pihak Pengguna Ujar Eko.

Apalagi ada paket yang sama dengan bobot volumenya lebih tinggi dari progress pekerjaan yang di tanganj oleh PT Insan Cita Karya ini. malah diputus kontrak, hal ini bisa saja menjadi suatu pembanding atas apa yang bisa menjadi acuan penilaian dari plus minusnya, Jelas Eko.

Sebelum tahun anggaran berakhir dan batasan waktu kontrak yang ada, Irfan selaku Kasatker PJN I membagikan rata rata progress kemajuan fisik  pekerjaan yang ada diruasnya, salah satunya yakni pekerjaan ruas tonggolobibi Tompe yang pertanggal 27 Desember 2021 pencapaian fisik progressnya sebesar 35.34 Persen. 

Sesuai Catatan Redaksi sebelumnya, atas konfirmasi yang dilakukan terhadap Kasatker PJN I per 24 November 2021 lalu, di katakan kalau progress pekerjaan yang ditangani oleh PT Insan Cita Karya itu berada pada 32 an Persen, Itupun progress Minggu Lalu ( Irfan Berkata, 24 November - Red) Maka dalam waktu sebulan pihak pelaksana hanya memberikan kemajuan bobot kurang lebih 3 persen saja, sesuai Hasil progress pekerjaan pertanggal 27 Desember 2021.

____________________

Story Highlight

  1. Kontrak Awal April 2021

  1. 5 bulan Kontrak, bobot pekerjaan hanya 12% lebih

  1. September Awal, Melalui BPJN XIV melayangkan surat SCM 3, dengan Harus menyelesaikan test case 18 perse.

  1. Test case tidak terpenuhi, Menunggu Pendapat Akhir dari Pusat, apakah Putus kontrak Atau Tidak.

  1. Pelaksana diberikan kesempatan untuk melanjutkan pekerjaan dengan posisi bobot pekerjaan diatas 20 persen

  1. November 2021,bobot pekerjaan 32 persen

  1. Pertanggal 27 Desember 2021,bobot pekerjaan 35,34 persen

  1. Akhir Kontrak, 31 Desember 2021, Tidak Ada tanda tanda komunikasi untuk terjadinya perpanjangan, Potensi Putus kontrak.

@RB






- - -

Palu,sultengaktual.com - Kepala Satuan Kerja PJN III Sulteng, Endry Z Djamal, ST. MT Memilih Bungkam atau No Comment. Hal ini terlihat jelas ketika dikonfirmasi berulang mengenai pekerjaan proyek yang ditangani oleh satuan Kerja yang dipimpinya dengan Nilai sebesar Rp 263 Miliard lebih.

Paket pekerjaan dengan nilai ratusan miliar yang ada itu, merupakan sebaran pekerjaan yang ditangani Satker PJN III Dengan metode kontrak yang berbeda serta sumber dana yang berbeda juga.

Data Informasi yang dihimpun oleh www.sultengaktual.com yakni 11 paket kontrak regular dengan pola kontrak 1 tahun anggaran bersumber dari APBN Murni, 1 paket kontrak dengan sistem kontrak Multy Years Contract  

(MYC) bersumber dari APBN Murni Juga, dan 1 kontrak penanganan Rehab Rekon dengan sistem kontrak Tahun Jamak dengan sumber dana Loan JiCA.

Untuk 11 pekerjaan paket kontrak reguler kesemuanya berakhir di tahun anggaran 2021 lalu, karena sesuai data kontrak yang ada, semuanya berakhir pada Desember 2021.

Paket Kontrak 11 pekerjaan Reguler yang dibiayai APBN Murni anggaran tahun 2021 itu sebagai berikut; 

  1. Pekerjaan Preservasi Rutin Jalan Ampana - Balingara-Bunta- Pangimana  dengan nilai kontrak sebesar 7.853.126.000,

  2. Pekerjaan Preservasi Jalan Ampana - Balingara-Bunta- Pangimana dengan nilai kontrak 13.405.318.000

  3. Pekerjaan Preservasi Jalan Batui -Toili - Rata - Baturube dengan nilai kontrak 14.043.006.000

  4. Pekerjaan Penanganan Longsoran Ruas Tomata - Beteleme dengan nilai kontrak 5.946.991.000

  5. Pekerjaan Penanganan Longsoran Ruas Taripa - Pape dengan Nilai Kontrak 10.242.540.800

  6. Preservasi Jalan Taripa - Tindantana - Taripa - Tomata - Beteleme dengan nilai Kontrak 5.995.139.000

  7. Pekerjaan Penggantian Jembatan Laroue I dan Duplikasi Jembatan Bahomoahi II Dengan Nilai Kontrak 16.185.005.000

  8. Pekerjaan Preservasi Jalan Tagolu - Malei - Uekuli - Marowo - Ampana dengan nilai kontrak 15.328.475.000

  9. Pekerjaan Preservasi Jalan Pangimana - Biak - Dalam Kota Luwuk - Batui dengan nilai kontrak 10.109.514.000

  10. Pekerjaan Preservasi Jalan Beteleme - Tompira - Kolonodale - Tompira - Bahonsuai - Bungku dengan nilai Kontrak 13.056.878.000

  11. Preservasi Jalan Bungku - Bahodopi - Batas Sultra Dengan Nilai Kontrak 8.894.914.000

Sedangkan Paket pekerjaan MYC yg juga dibiayai oleh APBN Murni untuk pekerjaan pelebaran Jalan Bahodopi - Batas Sultra dikontrakkan dengan Nilai 69.966.352.000.

Pihak Satuan Kerja PJN III juga melaksanan Paket pekerjaan Rehab Rekon akibat bencana Alam yang terjadi pada september 2018 silam, yakni Pembangunan Jembatan Akses Utama Huntap Tondo - Talise yang pembiayaannya dari Loan - JiCA dengan nilai kontrak sebesar 72.415.806.000.

Endry Z Djamal, ST MT selaku kasatker yang dikonfirmasi Media ini atas pekerjaan yang dimaksud diatas mulai dari seluruh paket kontrak yang ada, apakah ada pekerjaan yang terjadi putus kontrak, jika pekerjaan yang diputus itu ada, berapakah posisi volume pekerjaan yang diputus. Selain itu, apakah ada pekerjaan yang mendapatkan penambahan waktu pelaksanaan hingga menyeberang tahun yang acuannya mengacu pada PMK 184, jika ada maka pekerjaan itu yang mana saja, dan masing masing pekerjaan yang mendapatkan penambahan waktu pelaksanaan kapan memasukan dana jaminan kembali, dan nilai besarannya masing masing berapa. Namun Hasil konfirmasi atas hal diatas yang dilakukan  tidak berhasil, karena sampai berita ini diUpdate, Endry bungkam saja tanpa menjawab konfirmasi.

Ditempat terpisah, Kepala BPJN XIV Sulteng, Muhammad Syukur, ST. MM yang dikonfirmasi atas Hal tersebut, sampai berita ini dinaikkan belum juga memberikan jawaban atas Hal tersebut. Rb---








- - -

Palu,Sultengaktual.com - Poyek Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Tompe pantoloan surumana yang dikerjakan Oleh kontraktor pelaksana PT Qirelis Mandiri Jaya setelah menjadi pemenang lelang pada proses tender/lelang Pekerjaan Di februari 2021 lalu, telah tuntas dikerjakan, dan sementaramenunggu jadwal waktu untuk dilakukan PHO.

sebagai pemenang lelang pekerjaan Ruas Tompe pantoloan surumana, melakukan tanda tangan Kontrak pekerjaan dibulan februari 2021 lalu harus menyelesaikan penanganan pekerjaan sebagai berikut, preservasi pemeliharaan jalan 152,37 KM , preservasi rutin jembatan sepanjang 2.360,60 KM serta pekerjaan preservasi jembatan sepanjang 128,00 Meter. dengan Hasil Akhir Pekerjaan badan Jalan Hot Mix sampai melakukan pekerjaan Marka Jalan.

Rezky Ananda S ST. M.Eng selaku PPK 2.4 PJN II Sulteng, Merincikan bahwa Selain mengerjakan pekerjaan pengaspalan Jalan, pihak pelaksana juga melakukan pekerjaan pekerjaan pemeliharaan secara rutin di masa kontrak terhadap jembatan jembatan yang ada pada ruas yang dikontrakkan dan juga melakukan pemeliharaan atau perbaikan perbaikan saluran air/ Drainase di sepanjang Ruas yang dikontrakkan.

bukan hanya itu saja, pekerjaan pekerjaan pemarasan dilapangan dilakukan juga, selain itu, pelaksana juga melakukan pekerjaan pemasangan batu dan mortar. Dan ada beberapa titik spot yang dibuatkan pemasangan bronjong.

Dalam pelaksanaannya pasti, pasti ada beberapa kendala dilapangan, tetapi kendala yang ada bisa kita antisipasi dengan mencari solusi bersama pihak pelaksana, baik secara teknis pekerjaannya atau faktor lain yang mempengaruhi kinerja lapangan.

semuanya bisa teratasi, pekerjaan normal saja dalam masa pelaksanaanya hingga selesai.

Diruas ini, ada juga pekerjaan pekerjaan yang dilakukan secara padat karya, dan padat karya tunai sesuai dengan program nasional.

Pelaksanaan pekerjaan diruas Tompe pantoloan surumana, dalam masa pandemi Covid19 ini tetap mengacu pada protokoler kesehatan.RB



- - -

Palu, Sultengaktual.com - Proyek Preservasi Jalan Tompe - Tambu - Sabang Tonggolobibi yang sebelumnya Terancam Putus Kontrak di bulan september 2021 lalu, akan jelas potensi putus kontrak itu di penghujung akhir 2021 ini.

Sebelumnya, Proyek Dengan Bandroll Nilai Kontrak sebesar 12 Miliard lebih itu sudah masuk pada tahapan Show Cost Meeting 3 ( SCM 3 ). Paket pekerjaan proyek yang dikerjakan Oleh PT Insan Cita Karya Asal Tenggarong, Kalimantan Timur itu seakan Jalan Ditempat saja tanpa memberikan kemajuan bobot progres pekerjaan yang signifikan sejak penandatanganan Kontrak di awal April 2021 Lalu.

Tidak naiknya progress bobot volume pekerjaan itu sampai diawal September 2021 baru menyentuh di posisi 12,521 Persen dari realisasi target yang seharusnya pada posisi 70,277 persen.

Sutarno, ST selaku Pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang menangani Ruas pekerjaan Proyek Tersebut Yang ditemui di ruangan Kerjanya beberapa waktu lalu di seputar Jalan Zebra Kota Palu, Menjelaskan, " Pekerjaan itu sangat  sangat lambat dalam kemajuan progress kenaikan bobot volume, sehingga Upaya yang kami lakukan selaku pengguna menjalankan SOP yang ada, dan ini upaya terakhir kami, Yakni memberikan/Melayangkan surat ke pelaksana, bahwa pekerjaan itu masuk ranah SCM 3 " Ungkapnya.

Surat Pemberitahuan SCM 3 ke Pelaksana,  oleh tingkatan Pihak BPJN XIV Sulteng itu kami Layangkan di awal awal September, kalau tidak salah diatas tgl 6 september 2021,ujar Tarno.

Dalam Surat itu, kami rincikan juga beberapa pokok pokok pikiran dalam solusi memberikan kesempatan kepada pihak pelaksana untuk mengejar ketertinggalan bobot pekerjaan, sehingga pelaksana bisa keluar dari ranah SCM 3 itu, Ujar Tarno sapaan Akrabnya.

Dalam ranah SCM 3 tersebut, kami secara pelaksanaan teknis dan juga selaku pengguna menerapkan Test Case pada pekerjaan sebesar 18,00 Persen, agar pelaksana bisa menaikkan bobot volume sebesar angka pada test case tersebut.

Langkah ini dilakukan agar pelaksana bisa melanjutkan pekerjaan sampai batas waktu kontrak jika memang mampu memberikan ketambahan bobot volume pada periode test case itu.

Test Case ini Kami Harap bisa tercapai, karena harapan kami pihak pelaksana bisa menuntaskan Pekerjaan ini sehingga proses pembangunan yang ada tidak tertunda dengan adanya suatu aturan Yang sudah diatur. seperti masa denda yang sudah menjadi resiko pelaksana sampai terjadinya pemutusan kontrak.

Mengenai pemutusan kontraknpun sangat kita hindari jika memang masih ada kesempatan bekerja. Hemat pikir kami yakni, daerah yang dirugikan dan konsekuensi atas hal itu, perusahaan pasti di blacklist. Jelas Sutarno.

Seperti Informasi yang didapatkan oleh Media ini, Pada Pelaksanaan Pekerjaan Proyek ini, Pihak Pelaksana dalam item pekerjaannya tidak ada sama sekali melakukan penanganan pekerjaan Rehab Rekon, serta pekerjaan perbaikan Jalan juga tidak ada. Tetapi pelaksana memiliki volume terbesar dalam penanganan pekerjaan di item penanganan longsoran tepatnya di daerah wilayan Gunung Bosa serta pekerjaan pemasangan bronjong dan juga Pasangan Batu.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Sutarno selaku PPK yang mengatakan "Volume pekerjaan yang besar pihak pelaksana adalah pekerjaan penanganan longsoran di gunung Bsa dan pekerjaan pemasangan bronjong, serta Pasangan Batu Ungkap Sutarno.

Ketika ditanyakan secara detail mengenai volume pekerjaan bronjong serta volume pasangan batu, Sutarno menekankan, itu sangatlah spesifik sekali dan terlalu jauh jika harus menjadi konsumsi publish.

Perlu diketahui, sesuai data informasi pekerjaan yang di dapatkan, terdapat beberapa titik pekerjaan bronjong yang volumenya secara keseluruhan sekitar Ribuan Meter Kubik belum selesai dikerjakan, bahkan faktanya dilapangan belum menyentuh setengah dari kubikasi penyelasian pekerjaan bronjong, juga pekerjaan Pasangan Batu.

Selain pekerjaan bronjong, sama halnya dengan pekerjaan pasangan batu dibeberapa Jembatan yang sesuai kontrak yang belum terkerjakan.

Sama Halnya dengan  beberapa titik pekerjaan Galian Daerah Aliran Sungai ( DAS) plus pekerjaan bronjongnya yang sama sekali belum tersentuh.

Sementara itu, Guntur selaku pelaksana yang memakai perusahaan Pinjaman Dari kota Tenggarong, waktu ditemui pertama kali, seakan mengelak ketika ditanyakan berapa bobot pekerjaan dilapangan. "Berapa yaaa...Saya Tidak begitu tau besaran bobot pekerjaan dilapangan"Ungkapnya.

Begitu juga Upaya konfirmasi yang kembali dilakukan "Saya Lagi Sakit, Tensi Darah saya Naik" Ujar Guntur ketika dihubungi via telepon selularnya.

Ketika Disambangi di Kantor Cabang PT Insan Cita Karya, pada seputaran Maleo Kota Palu, Guntur Pun Engan Menjelaskan secara rinci soal langkah langkah yang ditempuh dilapangan dalam penyelesaian Test Case di Ranah SCM 3 tersebut.

Sebelumnya, Dr. Andri Irfan Rifai, ST.MT selaku Kepala Satuan Kerja PJN I BPJN XIV Sulteng, sebelum berita ini dilayangkan, Membenarkan Kalau Pelaksana Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Tompe - Tambu - Sabang - Tonggolobibi yang dilaksanan oleh PT Insan Cita Karya sedang Melaksanakan Tes Case dalam menambahkan bobot Pekerjaan 18 Persen karena sudah memasuki Ranah SCM 3 Ini," Iya, Test Case Itu Sampai pada Akhir September Ini" Kata Irfan.

Dikesempatan Itu juga, Irfan Mengatakan "Jika Pekerjaan ini Harus Putus kontrak, Yaa Harus Diputus, Seperti Tahun Anggaran 2019 Lalu, Kami Bisa putuskan Kontrak Terhadap 3 rekanan Kami, Ungkap Irfan saat memberikan flash back atas beberapa pekerjaan di ruasnya saat tahun anggaran 2019 lalu.

Kita liat saja, apakah pelaksana bisa menyelesaikan ketentuan yang ada pada test Case sebesar 18 persen itu, atau tidak, ya minimal bisa memberikan proggres positiflah pada grafik perkembangan pekerjaan, setidaknya bisa masuk 13 persen atas ketentuan test case, karena ada aturan mainnya juga jika pelaksana hanya bisa 13 persen, Jelasnya.

Sambil menambahkan kalau pada test case yang diberikan pada pelaksana,terletak pada peningkatan bobot pekerjaan Bore Pile dan Bronjong, Tutup Irfan.

Namun, seiring waktu berlalu, pekerjaan ruas tonggolobi tompe itu tak memperlihatkan kemajuan proggres apapun dilapangan.

Sampai sampai test case yang diberikan tidak juga bisa terpenuhi olehnya itu pihak pengguna dalam hal ini Saker PJN I BPJN XIV sulteng menunggu hasil pendapat akhir dari pihak pusat, atas langkah apa yang akan diberikan oleh pelaksana pada pekerjaan proyek dimaksud, papar irvan dalam balasan konfirmasi melalui Pesan Singkat Aplikasi Whatsapp.

Di akhir November, ketika Irfan dikonfirmasi atas kelanjutan pekerjaan tersebut, irfan mengatakan bahwa pihak pelaksana pekerjaan tersebut diberikan kesempatan untuk tetap menjalankan pekerjaan dilapangan

Eko Arianto, Dari Tegak Sulteng dan Juga Forum Peduli Pembangunan Daerah (FPPD) Salah satu Penggiat Pemerhati Pembangunan Daerah Yang menggunakan Keuangan Negara menuturkan" Jika Layak Diputus kontrak, Lakukan Hal Itu, Mengingat Proggres pekerjaan Yang terjadi seakan Stagnan saja, bayangkan dalam durasi waktu kontrak berjalan yang sudah 5 bulan, hanya bisa menyentuh pekerjaan sebesar 12 persen, Jauh sekali selisihnya atas realisasi target yang semestinya, sebesar 70 an persen. Hal ini perlu disikapi, Ada apa dibalik ini, Kami menduga pelaksana seperti ' Dianak Emaskan' ujarnya.

Melihat Item pekerjaan yang nilai volumenya besar yakni  pekerjaan bronjong dan Pasangan Batu, juga bore pile belum secara keseluruhan dikerjakan.

keseriusan dalam memacu kemajuan pekerjaan dilapangan merupakan Tanggung jawab pelaksana dan dikontrol penuh oleh pengguna melalui pengawas lapangan serta koordinasi dengan pihak konsultan agar pemenuhan kenaikan bobot sesuai dengan jadwal pelaksanaan dan bisa dengan jelas terhitung dan segera lakukan Opname volume, biaya anggarannya yang terserap jika pada akhirnya pekerjaan ini terjadi pemutusan Kontrak.

Kalo memang Putus kontrak merupakan solusi akhir atas penyelesaian akhir kegiatan pekerjaan proyek ini, Maka Tindakan itu Harus dilakukan, agar tidak terbentuk suatu andai andai bahkan opini yang menyudutkan Pihak Pengguna Ujar Eko.

Apalagi ada paket yang sama dengan bobot volumenya lebih tinggi dari progress pekerjaan yang di tanganj oleh PT Insan Cita Karya ini. malah diputus kontrak, hal ini bisa saja menjadi suatu pembanding atas apa yang bisa menjadi acuan penilaian dari plus minusnya, Jelas Eko.

Sebelum tahun anggaran berakhir dan batasan waktu kontrak yang ada, Irfan selaku Kasatker PJN I membagikan rata rata progress kemajuan fisik  pekerjaan yang ada diruasnya, salah satunya yakni pekerjaan ruas tonggolobibi Tompe yang pertanggal 27 Desember 2021 pencapaian fisik progressnya sebesar 35.34 Persen. 

Sesuai Catatan Redaksi sebelumnya, atas konfirmasi yang dilakukan terhadap Kasatker PJN I per 24 November 2021 lalu, di katakan kalau progress pekerjaan yang ditangani oleh PT Insan Cita Karya itu berada pada 32 an Persen, Itupun progress Minggu Lalu ( Irfan Berkata, 24 November - Red) Maka dalam waktu sebulan pihak pelaksana hanya memberikan kemajuan bobot kurang lebih 3 persen saja, sesuai Hasil progress pekerjaan pertanggal 27 Desember 2021.____________________

Story Highlight

  1. Kontrak Awal April 2021

  1. 5 bulan Kontrak, bobot pekerjaan hanya 12% lebih

  1. September Awal, Melalui BPJN XIV melayangkan surat SCM 3, dengan Harus menyelesaikan test case 18 perse.

  1. Test case tidak terpenuhi, Menunggu Pendapat Akhir dari Pusat, apakah Putus kontrak Atau Tidak.

  1. Pelaksana diberikan kesempatan untuk melanjutkan pekerjaan dengan posisi bobot pekerjaan diatas 20 persen

  1. November 2021,bobot pekerjaan 32 persen

  1. Pertanggal 27 Desember 2021,bobot pekerjaan 35,34 persen

  1. Akhir Kontrak, 31 Desember 2021, Tidak Ada tanda tanda komunikasi untuk terjadinya perpanjangan, Potensi Putus kontrak PASTI TERJADI.@RB




- - - -

Pekerjaan sarana prasarana Infrastruktur, baik yang ditingkatkan, ataupun sementara masa pemeliharaan ataupun di rehabilitasi terus digencarkan oleh pemerintah Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

Seperti kegiatan kegiatan yang sudah menjadi agenda program kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Donggala, pada bidang Kerja Bina Marga.

Sebut saja Pekerjaan itu adalah Proyek Peningkatan Jalan Kabonga - Salubomba Tahun Anggaran 2021 yang bersumber dari APBD Kabupaten Donggala.

Dalam Proyek Peningkatan Jalan Kabonga Salubomba, salah satu item pekerjaanya yakni, Pekerjaan saluran Susunan Batu dan mortar.

Out come atas pekerjaan ini agar. meningkatkan fungsi saluran / Drainase dalam mengairi debit volume air, baik di waktu hari biasa ataupun disaat musim penghujan, agar posisi badan jalan yang ada tidak tergenangi dan kondisi jalan tetap berfungsi dan layak Fungsi.

Proyek yang dikerjakan Oleh perusahaan Rekanan asal Kota Makassar, Yakni CV Rezky Jaya sudah menuntaskan pekerjaan dilapangan, sesuai dengan batasan Waktu yang ditetapkan pada Nomenklatur Kontrak Pelaksanaan, Ungkap Daestambu S. ST, M.Eng selaku Kepala Bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataang Ruang Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

Untuk saat ini, pihak pelaksana sudah memasuki masa pemeliharaan pekerjaan dengan waktu 120 hari. jadi mengenai administrasi kontrak pada pelaksana sudah pada tahap masa pemeliharaan, Jelas Daes Tambu.

Dan pada pekerjaan Saluran mortar dan Susunan batu di pekerjaan ini,terjadi kerusakan lantai saluran. Ini dikarenakan adanya spot titik pekerjaan yang memang terjadi gerusan air atas lantai saluran. Hal ini disebabkan karena spot dimaksud itu pada titik jalur yang dilalui ada rembesan titik mata air, sehingga pekerjaan itu juga kami perbaiki kembali dengan metode teknis agar tidak lagi tergerus atas titik mata air yang ada.

Pekerjaan peningkatan Jalan Kabonga - Salubomba tuntas pada waktunya, dan mengenai kerusakan kerusakan yang terjadi disaat pelaksanaanpun sudah diperbaiki, dan selebihnya pihak pelaksana melakukan pemeliharaan dengan waktu yang sudah ditentukan.

Pekerjaan saluran mortar dan pekerjaan susunan batu kami fokuskan agar hasilnya maksimal dan meminimalisir kerusakan,karena pekerjaan ini kami pantau terus, apalagi saat hujan datang, Tambah Kabid Bina Marga yang treck pengalaman kerjanya di bidang Laboratorium Aspal terbilang lama, yakni kurang lebih 14 tahunan.

Item Pekerjaan Saluran mortar dan pekerjaan susunan batu itu, besar volumenya, yakni sekitar 2800 kubik, sehingga secara teknis, apa yang diharapkan atas Out put bahkan out come dari pelaksanaan pekerjaan itu sangat sangat memberikan hasil yang sesuai dan maksimal, Rinci Daestambu. @RB  -  Advertorial

- - -