Pilih Menu

Slider


KOTA

SULTENG





POLITIK





HUKUM


SULAWESI


EDUKASI

Percepatan pembangunan serta penanganan sarana dan prasarana pemerintah merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memulihkan kembali fasilitas perkantoran melalui pembangunan infrastruktur gedung.

Tahun Anggaran 2021 proyek pembangunan Gedung Kantor Dinas CIKASDA Sulteng Tahap II dengan No. Kontrak : 01/SP FISIK/PLBG/V/2021 yang dilaksanakan oleh PT Nawa Perdana Sembilan dengan nilai kontrak sebesar Rp 12.987.397.000 dan Konsultan pengawas  CV STB 64 sudah tuntas.

Renovasi dan rehabilitasi gedung CIKASDA Sulteng tahap II itu dalam pelaksanaannya  ditetapkan durasi waktu kontraknya selama 210 hari kalender sejak tanggal 24 Mei 2021 sampai dengan 20 Desember 2021. Saat ini telah masuk masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.

Kepala Dinas CIKASDA Sulteng, Ir ABD Razak MT melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bagian Gedung (PLBG-CIKA SDA) Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Yasser, ST.,M.Eng mengutarakan jika saat ini progres kegiatan sudah mencapai 100 persen. Meskipun demikian, para pekerja masih disiagakan selama proses masa retensi berakhir.

“Dalam pelaksanaan  Pekerjaan Alhamdulillah sudah selesai 100%. Saat ini kami masih menugaskan tenaga untuk stanby dilokasi mengingat telah masuk masa pemeliharaan selama 180 Hari kalender ungkap Yasser.

Kegiatan Pekerjaan renovasi dan rehabilitasi gedung CIKASDA Sulteng tahap II tahun 2021 terdiri pada pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal, dan elektrikal, Karena pekerjaan atas proyek ini, pada Tahap II saja akan dirampungkan, Rinci Yasser.

Dengan Diselesaikannya proyek Gedung Kantor Dinas CIKASDA Sulteng Tahap II, maka dalam beberapa saat lagi gedung tersebut akan difungsikan kembali, setelah rusak yang diakibatkan dampak gempa bumi tiga tahun lalu ( 2018 - Lalu )

Sebelumnya pada tahun anggaran 2020 lalu Dinas CIKASDA Sulteng, mengalokasikan anggaran untuk pelaksana tahap I digedung tersebut meliputi pembongkaran struktur dan perkuatan struktur beton.

“Alhamdulillah, setelah 3 Tahun pasca bencana, gedung Kantor Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah telah selesai dilaksanakan Dalam Pekerjaannya. Dan berharap segera langsung berfungsi, dan sekarang ini, tengah melakukan penataan ruangan ruangan yang ada untuk segera ditempati, ujar Yasser melalui penjelasan via Whatsapp. -- RB __MultySumber


- - -

Palu, Sultengaktual.com - Proyek Preservasi Jalan Tompe - Tambu - Sabang Tonggolobibi yang sebelumnya Terancam Putus Kontrak di bulan september 2021 lalu, Akhirnya diputus kontrak oleh pihak PJN I Sulteng Pada 31 Desember 2021 baru baru.

Pekerjaan yang progres pada 27 Desember 2021 pencapaian fisik progressnya sebesar 35.34 Persen, sangat jauh dari realisasi target seharusnya, terpaksa diputus kontrak, meskipun pada sebelumnya ada pendapat dari Direktur Preservasi yang memberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan terhadap pelaksana di periode november 2021 baru baru.

Seperti yang diberitakan Sebelumnya, Proyek Dengan Bandroll Nilai Kontrak sebesar 12 Miliard lebih itu sudah masuk pada tahapan Show Cost Meeting 3 ( SCM 3 ). Paket pekerjaan proyek yang dikerjakan Oleh PT Insan Cita Karya Asal Tenggarong, Kalimantan Timur itu seakan Jalan Ditempat saja tanpa memberikan kemajuan bobot progres pekerjaan yang signifikan sejak penandatanganan Kontrak di awal April 2021 Lalu.

Tidak naiknya progress bobot volume pekerjaan itu sampai diawal September 2021 baru menyentuh di posisi 12,521 Persen dari realisasi target yang seharusnya pada posisi 70,277 persen.

Sutarno, ST selaku Pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang menangani Ruas pekerjaan Proyek Tersebut Yang ditemui di ruangan Kerjanya beberapa waktu lalu di seputar Jalan Zebra Kota Palu, Menjelaskan, " Pekerjaan itu sangat  sangat lambat dalam kemajuan progress kenaikan bobot volume, sehingga Upaya yang kami lakukan selaku pengguna menjalankan SOP yang ada, dan ini upaya terakhir kami, Yakni memberikan/Melayangkan surat ke pelaksana, bahwa pekerjaan itu masuk ranah SCM 3 " Ungkapnya.

Surat Pemberitahuan SCM 3 ke Pelaksana,  oleh tingkatan Pihak BPJN XIV Sulteng itu kami Layangkan di awal awal September, kalau tidak salah diatas tgl 6 september 2021,ujar Tarno.

Dalam Surat itu, kami rincikan juga beberapa pokok pokok pikiran dalam solusi memberikan kesempatan kepada pihak pelaksana untuk mengejar ketertinggalan bobot pekerjaan, sehingga pelaksana bisa keluar dari ranah SCM 3 itu, Ujar Tarno sapaan Akrabnya.

Dalam ranah SCM 3 tersebut, kami secara pelaksanaan teknis dan juga selaku pengguna menerapkan Test Case pada pekerjaan sebesar 18,00 Persen, agar pelaksana bisa menaikkan bobot volume sebesar angka pada test case tersebut.

Langkah ini dilakukan agar pelaksana bisa melanjutkan pekerjaan sampai batas waktu kontrak jika memang mampu memberikan ketambahan bobot volume pada periode test case itu.

Test Case ini Kami Harap bisa tercapai, karena harapan kami pihak pelaksana bisa menuntaskan Pekerjaan ini sehingga proses pembangunan yang ada tidak tertunda dengan adanya suatu aturan Yang sudah diatur. seperti masa denda yang sudah menjadi resiko pelaksana sampai terjadinya pemutusan kontrak.

Mengenai pemutusan kontraknpun sangat kita hindari jika memang masih ada kesempatan bekerja. Hemat pikir kami yakni, daerah yang dirugikan dan konsekuensi atas hal itu, perusahaan pasti di blacklist. Jelas Sutarno.

Seperti Informasi yang didapatkan oleh Media ini, Pada Pelaksanaan Pekerjaan Proyek ini, Pihak Pelaksana dalam item pekerjaannya tidak ada sama sekali melakukan penanganan pekerjaan Rehab Rekon, serta pekerjaan perbaikan Jalan juga tidak ada. Tetapi pelaksana memiliki volume terbesar dalam penanganan pekerjaan di item penanganan longsoran tepatnya di daerah wilayan Gunung Bosa serta pekerjaan pemasangan bronjong dan juga Pasangan Batu.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Sutarno selaku PPK yang mengatakan "Volume pekerjaan yang besar pihak pelaksana adalah pekerjaan penanganan longsoran di gunung Bsa dan pekerjaan pemasangan bronjong, serta Pasangan Batu Ungkap Sutarno.

Ketika ditanyakan secara detail mengenai volume pekerjaan bronjong serta volume pasangan batu, Sutarno menekankan, itu sangatlah spesifik sekali dan terlalu jauh jika harus menjadi konsumsi publish.

Perlu diketahui, sesuai data informasi pekerjaan yang di dapatkan, terdapat beberapa titik pekerjaan bronjong yang volumenya secara keseluruhan sekitar Ribuan Meter Kubik belum selesai dikerjakan, bahkan faktanya dilapangan belum menyentuh setengah dari kubikasi penyelasian pekerjaan bronjong, juga pekerjaan Pasangan Batu.

Selain pekerjaan bronjong, sama halnya dengan pekerjaan pasangan batu dibeberapa Jembatan yang sesuai kontrak yang belum terkerjakan.

Sama Halnya dengan  beberapa titik pekerjaan Galian Daerah Aliran Sungai ( DAS) plus pekerjaan bronjongnya yang sama sekali belum tersentuh.

Sementara itu, Guntur selaku pelaksana yang memakai perusahaan Pinjaman Dari kota Tenggarong, waktu ditemui pertama kali, seakan mengelak ketika ditanyakan berapa bobot pekerjaan dilapangan. "Berapa yaaa...Saya Tidak begitu tau besaran bobot pekerjaan dilapangan"Ungkapnya.

Begitu juga Upaya konfirmasi yang kembali dilakukan "Saya Lagi Sakit, Tensi Darah saya Naik" Ujar Guntur ketika dihubungi via telepon selularnya.

Ketika Disambangi di Kantor Cabang PT Insan Cita Karya, pada seputaran Maleo Kota Palu, Guntur Pun Engan Menjelaskan secara rinci soal langkah langkah yang ditempuh dilapangan dalam penyelesaian Test Case di Ranah SCM 3 tersebut.

Dr. Andri Irfan Rifai, ST.MT selaku Kepala Satuan Kerja PJN I BPJN XIV Sulteng, sebelum berita ini dilayangkan, Membenarkan Kalau Pelaksana Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Tompe - Tambu - Sabang - Tonggolobibi yang dilaksanan oleh PT Insan Cita Karya sedang Melaksanakan Tes Case dalam menambahkan bobot Pekerjaan 18 Persen karena sudah memasuki Ranah SCM 3 Ini," Iya, Test Case Itu Sampai pada Akhir September Ini" Kata Irfan.

Dikesempatan Itu juga, Irfan Mengatakan "Jika Pekerjaan ini Harus Putus kontrak, Yaa Harus Diputus, Seperti Tahun Anggaran 2019 Lalu, Kami Bisa putuskan Kontrak Terhadap 3 rekanan Kami, Ungkap Irfan saat memberikan flash back atas beberapa pekerjaan di ruasnya saat tahun anggaran 2019 lalu.

Kita liat saja, apakah pelaksana bisa menyelesaikan ketentuan yang ada pada test Case sebesar 18 persen itu, atau tidak, ya minimal bisa memberikan proggres positiflah pada grafik perkembangan pekerjaan, setidaknya bisa masuk 13 persen atas ketentuan test case, karena ada aturan mainnya juga jika pelaksana hanya bisa 13 persen, Jelasnya.

Sambil menambahkan kalau pada test case yang diberikan pada pelaksana,terletak pada peningkatan bobot pekerjaan Bore Pile dan Bronjong, Tutup Irfan.

Namun, seiring waktu berlalu, pekerjaan ruas tonggolobi tompe itu tak memperlihatkan kemajuan proggres apapun dilapangan.

Sampai sampai test case yang diberikan tidak juga bisa terpenuhi olehnya itu pihak pengguna dalam hal ini Saker PJN I BPJN XIV sulteng menunggu hasil pendapat akhir dari pihak pusat, atas langkah apa yang akan diberikan oleh pelaksana pada pekerjaan proyek dimaksud, papar irvan dalam balasan konfirmasi melalui Pesan Singkat Aplikasi Whatsapp.

Di akhir November, ketika Irfan dikonfirmasi atas kelanjutan pekerjaan tersebut, irfan mengatakan bahwa pihak pelaksana pekerjaan tersebut diberikan kesempatan untuk tetap menjalankan pekerjaan dilapangan

Eko Arianto, Dari Tegak Sulteng dan Juga Forum Peduli Pembangunan Daerah (FPPD) Salah satu Penggiat Pemerhati Pembangunan Daerah Yang menggunakan Keuangan Negara menuturkan" Jika Layak Diputus kontrak, Lakukan Hal Itu, Mengingat Proggres pekerjaan Yang terjadi seakan Stagnan saja, bayangkan dalam durasi waktu kontrak berjalan yang sudah 5 bulan, hanya bisa menyentuh pekerjaan sebesar 12 persen, Jauh sekali selisihnya atas realisasi target yang semestinya, sebesar 70 an persen. Hal ini perlu disikapi, Ada apa dibalik ini, Kami menduga pelaksana seperti ' Dianak Emaskan' ujarnya.

Melihat Item pekerjaan yang nilai volumenya besar yakni  pekerjaan bronjong dan Pasangan Batu, juga bore pile belum secara keseluruhan dikerjakan.

keseriusan dalam memacu kemajuan pekerjaan dilapangan merupakan Tanggung jawab pelaksana dan dikontrol penuh oleh pengguna melalui pengawas lapangan serta koordinasi dengan pihak konsultan agar pemenuhan kenaikan bobot sesuai dengan jadwal pelaksanaan dan bisa dengan jelas terhitung dan segera lakukan Opname volume, biaya anggarannya yang terserap jika pada akhirnya pekerjaan ini terjadi pemutusan Kontrak.

Kalo memang Putus kontrak merupakan solusi akhir atas penyelesaian akhir kegiatan pekerjaan proyek ini, Maka Tindakan itu Harus dilakukan, agar tidak terbentuk suatu andai andai bahkan opini yang menyudutkan Pihak Pengguna Ujar Eko.

Apalagi ada paket yang sama dengan bobot volumenya lebih tinggi dari progress pekerjaan yang di tanganj oleh PT Insan Cita Karya ini. malah diputus kontrak, hal ini bisa saja menjadi suatu pembanding atas apa yang bisa menjadi acuan penilaian dari plus minusnya, Jelas Eko.

Sebelum tahun anggaran berakhir dan batasan waktu kontrak yang ada, Irfan selaku Kasatker PJN I membagikan rata rata progress kemajuan fisik  pekerjaan yang ada diruasnya, salah satunya yakni pekerjaan ruas tonggolobibi Tompe yang pertanggal 27 Desember 2021 pencapaian fisik progressnya sebesar 35.34 Persen. 

Sesuai Catatan Redaksi sebelumnya, atas konfirmasi yang dilakukan terhadap Kasatker PJN I per 24 November 2021 lalu, di katakan kalau progress pekerjaan yang ditangani oleh PT Insan Cita Karya itu berada pada 32 an Persen, Itupun progress Minggu Lalu ( Irfan Berkata, 24 November - Red) Maka dalam waktu sebulan pihak pelaksana hanya memberikan kemajuan bobot kurang lebih 3 persen saja, sesuai Hasil progress pekerjaan pertanggal 27 Desember 2021.

____________________

Story Highlight

  1. Kontrak Awal April 2021

  1. 5 bulan Kontrak, bobot pekerjaan hanya 12% lebih

  1. September Awal, Melalui BPJN XIV melayangkan surat SCM 3, dengan Harus menyelesaikan test case 18 perse.

  1. Test case tidak terpenuhi, Menunggu Pendapat Akhir dari Pusat, apakah Putus kontrak Atau Tidak.

  1. Pelaksana diberikan kesempatan untuk melanjutkan pekerjaan dengan posisi bobot pekerjaan diatas 20 persen

  1. November 2021,bobot pekerjaan 32 persen

  1. Pertanggal 27 Desember 2021,bobot pekerjaan 35,34 persen

  1. Akhir Kontrak, 31 Desember 2021, Tidak Ada tanda tanda komunikasi untuk terjadinya perpanjangan, Potensi Putus kontrak.

@RB






- - -

Palu,sultengaktual.com - Kepala Satuan Kerja PJN III Sulteng, Endry Z Djamal, ST. MT Memilih Bungkam atau No Comment. Hal ini terlihat jelas ketika dikonfirmasi berulang mengenai pekerjaan proyek yang ditangani oleh satuan Kerja yang dipimpinya dengan Nilai sebesar Rp 263 Miliard lebih.

Paket pekerjaan dengan nilai ratusan miliar yang ada itu, merupakan sebaran pekerjaan yang ditangani Satker PJN III Dengan metode kontrak yang berbeda serta sumber dana yang berbeda juga.

Data Informasi yang dihimpun oleh www.sultengaktual.com yakni 11 paket kontrak regular dengan pola kontrak 1 tahun anggaran bersumber dari APBN Murni, 1 paket kontrak dengan sistem kontrak Multy Years Contract  

(MYC) bersumber dari APBN Murni Juga, dan 1 kontrak penanganan Rehab Rekon dengan sistem kontrak Tahun Jamak dengan sumber dana Loan JiCA.

Untuk 11 pekerjaan paket kontrak reguler kesemuanya berakhir di tahun anggaran 2021 lalu, karena sesuai data kontrak yang ada, semuanya berakhir pada Desember 2021.

Paket Kontrak 11 pekerjaan Reguler yang dibiayai APBN Murni anggaran tahun 2021 itu sebagai berikut; 

  1. Pekerjaan Preservasi Rutin Jalan Ampana - Balingara-Bunta- Pangimana  dengan nilai kontrak sebesar 7.853.126.000,

  2. Pekerjaan Preservasi Jalan Ampana - Balingara-Bunta- Pangimana dengan nilai kontrak 13.405.318.000

  3. Pekerjaan Preservasi Jalan Batui -Toili - Rata - Baturube dengan nilai kontrak 14.043.006.000

  4. Pekerjaan Penanganan Longsoran Ruas Tomata - Beteleme dengan nilai kontrak 5.946.991.000

  5. Pekerjaan Penanganan Longsoran Ruas Taripa - Pape dengan Nilai Kontrak 10.242.540.800

  6. Preservasi Jalan Taripa - Tindantana - Taripa - Tomata - Beteleme dengan nilai Kontrak 5.995.139.000

  7. Pekerjaan Penggantian Jembatan Laroue I dan Duplikasi Jembatan Bahomoahi II Dengan Nilai Kontrak 16.185.005.000

  8. Pekerjaan Preservasi Jalan Tagolu - Malei - Uekuli - Marowo - Ampana dengan nilai kontrak 15.328.475.000

  9. Pekerjaan Preservasi Jalan Pangimana - Biak - Dalam Kota Luwuk - Batui dengan nilai kontrak 10.109.514.000

  10. Pekerjaan Preservasi Jalan Beteleme - Tompira - Kolonodale - Tompira - Bahonsuai - Bungku dengan nilai Kontrak 13.056.878.000

  11. Preservasi Jalan Bungku - Bahodopi - Batas Sultra Dengan Nilai Kontrak 8.894.914.000

Sedangkan Paket pekerjaan MYC yg juga dibiayai oleh APBN Murni untuk pekerjaan pelebaran Jalan Bahodopi - Batas Sultra dikontrakkan dengan Nilai 69.966.352.000.

Pihak Satuan Kerja PJN III juga melaksanan Paket pekerjaan Rehab Rekon akibat bencana Alam yang terjadi pada september 2018 silam, yakni Pembangunan Jembatan Akses Utama Huntap Tondo - Talise yang pembiayaannya dari Loan - JiCA dengan nilai kontrak sebesar 72.415.806.000.

Endry Z Djamal, ST MT selaku kasatker yang dikonfirmasi Media ini atas pekerjaan yang dimaksud diatas mulai dari seluruh paket kontrak yang ada, apakah ada pekerjaan yang terjadi putus kontrak, jika pekerjaan yang diputus itu ada, berapakah posisi volume pekerjaan yang diputus. Selain itu, apakah ada pekerjaan yang mendapatkan penambahan waktu pelaksanaan hingga menyeberang tahun yang acuannya mengacu pada PMK 184, jika ada maka pekerjaan itu yang mana saja, dan masing masing pekerjaan yang mendapatkan penambahan waktu pelaksanaan kapan memasukan dana jaminan kembali, dan nilai besarannya masing masing berapa. Namun Hasil konfirmasi atas hal diatas yang dilakukan  tidak berhasil, karena sampai berita ini diUpdate, Endry bungkam saja tanpa menjawab konfirmasi.

Ditempat terpisah, Kepala BPJN XIV Sulteng, Muhammad Syukur, ST. MM yang dikonfirmasi atas Hal tersebut, sampai berita ini dinaikkan belum juga memberikan jawaban atas Hal tersebut. Rb---








- - -

Palu,Sultengaktual.com - Poyek Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Tompe pantoloan surumana yang dikerjakan Oleh kontraktor pelaksana PT Qirelis Mandiri Jaya setelah menjadi pemenang lelang pada proses tender/lelang Pekerjaan Di februari 2021 lalu, telah tuntas dikerjakan, dan sementaramenunggu jadwal waktu untuk dilakukan PHO.

sebagai pemenang lelang pekerjaan Ruas Tompe pantoloan surumana, melakukan tanda tangan Kontrak pekerjaan dibulan februari 2021 lalu harus menyelesaikan penanganan pekerjaan sebagai berikut, preservasi pemeliharaan jalan 152,37 KM , preservasi rutin jembatan sepanjang 2.360,60 KM serta pekerjaan preservasi jembatan sepanjang 128,00 Meter. dengan Hasil Akhir Pekerjaan badan Jalan Hot Mix sampai melakukan pekerjaan Marka Jalan.

Rezky Ananda S ST. M.Eng selaku PPK 2.4 PJN II Sulteng, Merincikan bahwa Selain mengerjakan pekerjaan pengaspalan Jalan, pihak pelaksana juga melakukan pekerjaan pekerjaan pemeliharaan secara rutin di masa kontrak terhadap jembatan jembatan yang ada pada ruas yang dikontrakkan dan juga melakukan pemeliharaan atau perbaikan perbaikan saluran air/ Drainase di sepanjang Ruas yang dikontrakkan.

bukan hanya itu saja, pekerjaan pekerjaan pemarasan dilapangan dilakukan juga, selain itu, pelaksana juga melakukan pekerjaan pemasangan batu dan mortar. Dan ada beberapa titik spot yang dibuatkan pemasangan bronjong.

Dalam pelaksanaannya pasti, pasti ada beberapa kendala dilapangan, tetapi kendala yang ada bisa kita antisipasi dengan mencari solusi bersama pihak pelaksana, baik secara teknis pekerjaannya atau faktor lain yang mempengaruhi kinerja lapangan.

semuanya bisa teratasi, pekerjaan normal saja dalam masa pelaksanaanya hingga selesai.

Diruas ini, ada juga pekerjaan pekerjaan yang dilakukan secara padat karya, dan padat karya tunai sesuai dengan program nasional.

Pelaksanaan pekerjaan diruas Tompe pantoloan surumana, dalam masa pandemi Covid19 ini tetap mengacu pada protokoler kesehatan.RB



- - -

Palu, Sultengaktual.com - Proyek Preservasi Jalan Tompe - Tambu - Sabang Tonggolobibi yang sebelumnya Terancam Putus Kontrak di bulan september 2021 lalu, akan jelas potensi putus kontrak itu di penghujung akhir 2021 ini.

Sebelumnya, Proyek Dengan Bandroll Nilai Kontrak sebesar 12 Miliard lebih itu sudah masuk pada tahapan Show Cost Meeting 3 ( SCM 3 ). Paket pekerjaan proyek yang dikerjakan Oleh PT Insan Cita Karya Asal Tenggarong, Kalimantan Timur itu seakan Jalan Ditempat saja tanpa memberikan kemajuan bobot progres pekerjaan yang signifikan sejak penandatanganan Kontrak di awal April 2021 Lalu.

Tidak naiknya progress bobot volume pekerjaan itu sampai diawal September 2021 baru menyentuh di posisi 12,521 Persen dari realisasi target yang seharusnya pada posisi 70,277 persen.

Sutarno, ST selaku Pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang menangani Ruas pekerjaan Proyek Tersebut Yang ditemui di ruangan Kerjanya beberapa waktu lalu di seputar Jalan Zebra Kota Palu, Menjelaskan, " Pekerjaan itu sangat  sangat lambat dalam kemajuan progress kenaikan bobot volume, sehingga Upaya yang kami lakukan selaku pengguna menjalankan SOP yang ada, dan ini upaya terakhir kami, Yakni memberikan/Melayangkan surat ke pelaksana, bahwa pekerjaan itu masuk ranah SCM 3 " Ungkapnya.

Surat Pemberitahuan SCM 3 ke Pelaksana,  oleh tingkatan Pihak BPJN XIV Sulteng itu kami Layangkan di awal awal September, kalau tidak salah diatas tgl 6 september 2021,ujar Tarno.

Dalam Surat itu, kami rincikan juga beberapa pokok pokok pikiran dalam solusi memberikan kesempatan kepada pihak pelaksana untuk mengejar ketertinggalan bobot pekerjaan, sehingga pelaksana bisa keluar dari ranah SCM 3 itu, Ujar Tarno sapaan Akrabnya.

Dalam ranah SCM 3 tersebut, kami secara pelaksanaan teknis dan juga selaku pengguna menerapkan Test Case pada pekerjaan sebesar 18,00 Persen, agar pelaksana bisa menaikkan bobot volume sebesar angka pada test case tersebut.

Langkah ini dilakukan agar pelaksana bisa melanjutkan pekerjaan sampai batas waktu kontrak jika memang mampu memberikan ketambahan bobot volume pada periode test case itu.

Test Case ini Kami Harap bisa tercapai, karena harapan kami pihak pelaksana bisa menuntaskan Pekerjaan ini sehingga proses pembangunan yang ada tidak tertunda dengan adanya suatu aturan Yang sudah diatur. seperti masa denda yang sudah menjadi resiko pelaksana sampai terjadinya pemutusan kontrak.

Mengenai pemutusan kontraknpun sangat kita hindari jika memang masih ada kesempatan bekerja. Hemat pikir kami yakni, daerah yang dirugikan dan konsekuensi atas hal itu, perusahaan pasti di blacklist. Jelas Sutarno.

Seperti Informasi yang didapatkan oleh Media ini, Pada Pelaksanaan Pekerjaan Proyek ini, Pihak Pelaksana dalam item pekerjaannya tidak ada sama sekali melakukan penanganan pekerjaan Rehab Rekon, serta pekerjaan perbaikan Jalan juga tidak ada. Tetapi pelaksana memiliki volume terbesar dalam penanganan pekerjaan di item penanganan longsoran tepatnya di daerah wilayan Gunung Bosa serta pekerjaan pemasangan bronjong dan juga Pasangan Batu.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Sutarno selaku PPK yang mengatakan "Volume pekerjaan yang besar pihak pelaksana adalah pekerjaan penanganan longsoran di gunung Bsa dan pekerjaan pemasangan bronjong, serta Pasangan Batu Ungkap Sutarno.

Ketika ditanyakan secara detail mengenai volume pekerjaan bronjong serta volume pasangan batu, Sutarno menekankan, itu sangatlah spesifik sekali dan terlalu jauh jika harus menjadi konsumsi publish.

Perlu diketahui, sesuai data informasi pekerjaan yang di dapatkan, terdapat beberapa titik pekerjaan bronjong yang volumenya secara keseluruhan sekitar Ribuan Meter Kubik belum selesai dikerjakan, bahkan faktanya dilapangan belum menyentuh setengah dari kubikasi penyelasian pekerjaan bronjong, juga pekerjaan Pasangan Batu.

Selain pekerjaan bronjong, sama halnya dengan pekerjaan pasangan batu dibeberapa Jembatan yang sesuai kontrak yang belum terkerjakan.

Sama Halnya dengan  beberapa titik pekerjaan Galian Daerah Aliran Sungai ( DAS) plus pekerjaan bronjongnya yang sama sekali belum tersentuh.

Sementara itu, Guntur selaku pelaksana yang memakai perusahaan Pinjaman Dari kota Tenggarong, waktu ditemui pertama kali, seakan mengelak ketika ditanyakan berapa bobot pekerjaan dilapangan. "Berapa yaaa...Saya Tidak begitu tau besaran bobot pekerjaan dilapangan"Ungkapnya.

Begitu juga Upaya konfirmasi yang kembali dilakukan "Saya Lagi Sakit, Tensi Darah saya Naik" Ujar Guntur ketika dihubungi via telepon selularnya.

Ketika Disambangi di Kantor Cabang PT Insan Cita Karya, pada seputaran Maleo Kota Palu, Guntur Pun Engan Menjelaskan secara rinci soal langkah langkah yang ditempuh dilapangan dalam penyelesaian Test Case di Ranah SCM 3 tersebut.

Sebelumnya, Dr. Andri Irfan Rifai, ST.MT selaku Kepala Satuan Kerja PJN I BPJN XIV Sulteng, sebelum berita ini dilayangkan, Membenarkan Kalau Pelaksana Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Tompe - Tambu - Sabang - Tonggolobibi yang dilaksanan oleh PT Insan Cita Karya sedang Melaksanakan Tes Case dalam menambahkan bobot Pekerjaan 18 Persen karena sudah memasuki Ranah SCM 3 Ini," Iya, Test Case Itu Sampai pada Akhir September Ini" Kata Irfan.

Dikesempatan Itu juga, Irfan Mengatakan "Jika Pekerjaan ini Harus Putus kontrak, Yaa Harus Diputus, Seperti Tahun Anggaran 2019 Lalu, Kami Bisa putuskan Kontrak Terhadap 3 rekanan Kami, Ungkap Irfan saat memberikan flash back atas beberapa pekerjaan di ruasnya saat tahun anggaran 2019 lalu.

Kita liat saja, apakah pelaksana bisa menyelesaikan ketentuan yang ada pada test Case sebesar 18 persen itu, atau tidak, ya minimal bisa memberikan proggres positiflah pada grafik perkembangan pekerjaan, setidaknya bisa masuk 13 persen atas ketentuan test case, karena ada aturan mainnya juga jika pelaksana hanya bisa 13 persen, Jelasnya.

Sambil menambahkan kalau pada test case yang diberikan pada pelaksana,terletak pada peningkatan bobot pekerjaan Bore Pile dan Bronjong, Tutup Irfan.

Namun, seiring waktu berlalu, pekerjaan ruas tonggolobi tompe itu tak memperlihatkan kemajuan proggres apapun dilapangan.

Sampai sampai test case yang diberikan tidak juga bisa terpenuhi olehnya itu pihak pengguna dalam hal ini Saker PJN I BPJN XIV sulteng menunggu hasil pendapat akhir dari pihak pusat, atas langkah apa yang akan diberikan oleh pelaksana pada pekerjaan proyek dimaksud, papar irvan dalam balasan konfirmasi melalui Pesan Singkat Aplikasi Whatsapp.

Di akhir November, ketika Irfan dikonfirmasi atas kelanjutan pekerjaan tersebut, irfan mengatakan bahwa pihak pelaksana pekerjaan tersebut diberikan kesempatan untuk tetap menjalankan pekerjaan dilapangan

Eko Arianto, Dari Tegak Sulteng dan Juga Forum Peduli Pembangunan Daerah (FPPD) Salah satu Penggiat Pemerhati Pembangunan Daerah Yang menggunakan Keuangan Negara menuturkan" Jika Layak Diputus kontrak, Lakukan Hal Itu, Mengingat Proggres pekerjaan Yang terjadi seakan Stagnan saja, bayangkan dalam durasi waktu kontrak berjalan yang sudah 5 bulan, hanya bisa menyentuh pekerjaan sebesar 12 persen, Jauh sekali selisihnya atas realisasi target yang semestinya, sebesar 70 an persen. Hal ini perlu disikapi, Ada apa dibalik ini, Kami menduga pelaksana seperti ' Dianak Emaskan' ujarnya.

Melihat Item pekerjaan yang nilai volumenya besar yakni  pekerjaan bronjong dan Pasangan Batu, juga bore pile belum secara keseluruhan dikerjakan.

keseriusan dalam memacu kemajuan pekerjaan dilapangan merupakan Tanggung jawab pelaksana dan dikontrol penuh oleh pengguna melalui pengawas lapangan serta koordinasi dengan pihak konsultan agar pemenuhan kenaikan bobot sesuai dengan jadwal pelaksanaan dan bisa dengan jelas terhitung dan segera lakukan Opname volume, biaya anggarannya yang terserap jika pada akhirnya pekerjaan ini terjadi pemutusan Kontrak.

Kalo memang Putus kontrak merupakan solusi akhir atas penyelesaian akhir kegiatan pekerjaan proyek ini, Maka Tindakan itu Harus dilakukan, agar tidak terbentuk suatu andai andai bahkan opini yang menyudutkan Pihak Pengguna Ujar Eko.

Apalagi ada paket yang sama dengan bobot volumenya lebih tinggi dari progress pekerjaan yang di tanganj oleh PT Insan Cita Karya ini. malah diputus kontrak, hal ini bisa saja menjadi suatu pembanding atas apa yang bisa menjadi acuan penilaian dari plus minusnya, Jelas Eko.

Sebelum tahun anggaran berakhir dan batasan waktu kontrak yang ada, Irfan selaku Kasatker PJN I membagikan rata rata progress kemajuan fisik  pekerjaan yang ada diruasnya, salah satunya yakni pekerjaan ruas tonggolobibi Tompe yang pertanggal 27 Desember 2021 pencapaian fisik progressnya sebesar 35.34 Persen. 

Sesuai Catatan Redaksi sebelumnya, atas konfirmasi yang dilakukan terhadap Kasatker PJN I per 24 November 2021 lalu, di katakan kalau progress pekerjaan yang ditangani oleh PT Insan Cita Karya itu berada pada 32 an Persen, Itupun progress Minggu Lalu ( Irfan Berkata, 24 November - Red) Maka dalam waktu sebulan pihak pelaksana hanya memberikan kemajuan bobot kurang lebih 3 persen saja, sesuai Hasil progress pekerjaan pertanggal 27 Desember 2021.____________________

Story Highlight

  1. Kontrak Awal April 2021

  1. 5 bulan Kontrak, bobot pekerjaan hanya 12% lebih

  1. September Awal, Melalui BPJN XIV melayangkan surat SCM 3, dengan Harus menyelesaikan test case 18 perse.

  1. Test case tidak terpenuhi, Menunggu Pendapat Akhir dari Pusat, apakah Putus kontrak Atau Tidak.

  1. Pelaksana diberikan kesempatan untuk melanjutkan pekerjaan dengan posisi bobot pekerjaan diatas 20 persen

  1. November 2021,bobot pekerjaan 32 persen

  1. Pertanggal 27 Desember 2021,bobot pekerjaan 35,34 persen

  1. Akhir Kontrak, 31 Desember 2021, Tidak Ada tanda tanda komunikasi untuk terjadinya perpanjangan, Potensi Putus kontrak PASTI TERJADI.@RB




- - - -

Palu, sultengaktual.com- Perusahaan Kontraktor penyedia jasa dari kota Air Luwuk, kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah, PT Elim Jaya Pratama menuntaskan kontrak pekerjaan proyek preservasi jalan tahun anggaran 2021 yang melekat di Satuan Kerja  PJN III Sulawesi Tengah, BPJN XIV Sulteng.

Proyek pekerjaan preservasi jalan yang ditangani terdapat 2 kontrak yang dimenangkan dan berkontrak setelah proses lelang dan penandatanganan kontrak di awal 2021 lalu.

Adapun dua pekerjaan itu yakni, pekerjaan preservasi jalan Ampana Balingara Bunta Pangimana dan pekerjaan preservasi jalan Beteleme Tompira Kolonodale Tompira Bahonsuai Bungku.

Dua kontrak yang menjadi tanggung jawab PT Elim Jaya Pratama terus dipacu pelaksanaannya dilapangan. Seperti ungkapan  yang juga sebagai motivasi, Viktor Hongkiriwang selaku pemilik Perusahaan " Menuntaskan pekerjaan dilapangan sesuai waktunya adalah tanggung jawab serta harapan Kami tentunya, Meski kendala yang ada, kami tetap fokus dalam pelaksanaan dengan berbagai macam cara strategi dilapangan, maklum, musim penghujan menjadi kendala yang tidak terhindarkan, tapi kami yakin dan hasilnya bisa juga terlaksana dan selesai".

Bukan Hanya mengenai metode pelaksanaan dilapangan yang menjadi fokus acuan kami dalam pelaksanaan, suasana kerja juga kami ciptakan senyaman mungkin, agar hal tersebut bisa menjadi penyemangat serta fokusnya pekerja terhadap kerjaannya, seperti pada hari sabtu dan minggu, pekerja kami liburkan supaya pekerja di sekitar lokasi bisa kumpul juga bersama keluarga, tambah viktor.

Pada Paket Pekerjaan  Preservasi Jalan Beteleme Tompira Kolonodale Tompira Bahonsuai Bungku Yang dikontrakkan Pada Februari 2021 lalu ini selain menangani rutin jalan dan rekon jalan serta rutin lainnya yang tertera dalam kontrak, terdapat juga pekerjaan penggantian jembatan di ruas tersebut. Dan juga melibatkan para pekerja padat Karya dalam penanganan pekerjaan pekerjaan rutin yang ada.

Adapun pekerjaan yang dilaksanakan dilapangan pada ruas ini antara lain pekerjaan rehabilitasi rutin jembatan dan juga penggantian beberapa jembatan, pengaspalan, pengecetan jembatan dan pekerjaan rabbat beton. fokus pada item item pekerjaan dilapangan bisa menaikkan progress pekerjaan dilapangan, sembari menunggu item pekerjaan selanjutnya, semuanya dilakukan berdasarkan jadwal kerja perdivisi yang ada dalam managemen perusahaan kami dalam mengerjakan paket pekerjaan, Ujar Pengusaha Muda Dari Kota Air, Luwuk kabupaten Banggai

Pada Pemeliharaan rutin jembatan, item pekerjaan yang dilakukan merupakan pembersihan dan pengecetan jembatan, hal ini merupakan ketentuan dalam kontrak yang harus dikerjakan. sementara pekerjaan pemeliharaan rutin jalan sampai sekarang ini sudah tuntas juga, sehingga progres bobot volume pekerjaan yang kami lakukan tetap terjaga sesuai dengan rencana jadwal kerja.

Dalam melaksanakan pekerjaan yang dikontrakkan pada ruas tersebut yang dibawahi langsung oleh PPK 3.6 PJN III BPJN XIV Sulteng, sedang berjalan dilapangan, sambil merampungkan sisa sisa pekerjaan, ibarat kata finishing lah, tambahnya.

Berjalannya pekerjaan dilapangan tak terlepas juga dari ketersediaan Material atas kinerja divisi kami, sehingga sangat optimis bagi kami, karena diruas pekerjaan ini, ketersediaan material tetap ada. Dan bentuk administrasi dalam penanganan pemenuhan Material kami memiliki dokumen yang lengkap, alhasil pekerjaan dilapangan bisa tuntas.

Dengan Menjaga ritme kerjaan di lapangan dan fokus pada kenaikan bobot volume, kami selaku pihak pelaksana merasa optimis jika pekerjaan yang dikontrakkan pada kami bisa terjaga dan terselesaikan sesuai dengan batas waktu yang sudah ditetapkan dalam dokumen kontrak atas paket pekerjaan tersebut.

Cara serta metode kerja kami dalam mengerjakan paket Pekerjaan Proyek preservasi Jalan Ampana-Balingara-Bunta-Pangimana yang melekat di Satuan Kerja PJN III BPJN XIV Sulteng, tetap kami terapkan hal yang sama, karena menurut kami pekerjaan tersebut mirip dan yang membedakan hanya pada lokasi serta beberapa item pekerjaan saja, managemennya serta prinsipnya ada harus tuntas dikerjakan. Dengan Terus memacu pelaksanaan pekerjaan dilapangan meski terbilang cuaca akhir akhir ini sangat ekstrim dengan tingginya intensitas curah hujan.

Kontraktor Pelaksana PT Elim Jaya Pratama, tetap konsisten dan komitmen dalam melaksanakan pekerjaan untuk dituntaskan.

Meskipun terjadi kendala pada beberapa bulan lalu, ketika banjir menghantam lokasi pekerjaan, kami tetap melanjutkan pekerjaan saat itu, karena itu merupakan komitmen dan sudah menjadi tanggung jawab sebagai pelaksana penyedia jasa.

Pelaksanaan Pekerjaan dilapangan Terus dilakukan oleh PT Elim Jaya Pratama, yang rata rata progres terbesarnya berada pada pekerjaan struktur.

Kondisi Cuaca yang intensitas hujan tinggi ini, tidak mengkendurkan tanggung jawab dilapangan, meskipun hujan, para pekerja dilapangan selalu siap dengan mengerjakan pekerjaan lainnya selain mengerjakan struktur box culvert.

Pengerjaan struktur yang rata rata berada pada titik titik saluran air, tentu saja terhambat dikarenakan faktor cuaca, jadi menunggu cuaca cerah baru dilakukan pengecoran" jadi memag harus ada cara strategi menyesuaikan jadwalnya dalam menyelesaikan item item pekerjaan.

Pekerjaan pengecoran berbeda dengan pengaspalan, jika pekerjaan pengaspalan bisa dilakukan setelah hujan turun, kalau pengerjaan pengecoran harus benar benar cuaca cerah", jadi dilapangan memang berjibaku menyesuaikan dengan kondisi cuaca atas beberapa item pekerjaan utamanya.

Redaksi Mencatat, Beberapa waktu lalu saja, ketika pelaksana akan bersiap melakukan pengecoran, tiba tiba terhambat dikarenakan adanya banjir akibat hujan deras di sekitar sungai Tobelombang, tetapi struktur pekerjaan yang terhambat waktu itu sudah selesai di lakukan pengecoran.

Viktor selaku pelaksana pada pekerjaan di dua ruas ini mengungkapkan bahwa Sebagai pelaksana harus bertanggung jawab dalam menuntaskan pekerjaan, sehingga aktivitas dilapangan terus berlangsung sambil melihat kondisi cuaca yang terjadi, Intinya kami tetap action untuk menuntaskan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab, Hasilnya Bisa Tuntas. RB (Advetorial - Refleksi Akhir Tahun)--Foto:Dokumen SA



- - - -

Palu, sultengaktual.com - Rahmudin Loulembah Mantan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) SKPD-TP Dinas Kimpraswil Provinsi Sulawesi Tengah, bersama kontraktor pelaksana, Cristian Andi Pelang dituntut hukuman pidana penjara pada perkara korupsi proyek jembatan Torate Cs senilai Rp14,9 Miliar.

Keduanya dituntut penjara sesuai dengan peran masing-masing yang terungkap dipersidangan sebelumnya.

Dimana Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulteng, menuntut terdakwa Rahmudin Loulembah dengan kurungan pidana 4,6 tahun penjara, sedangkan Cristian Andi Pelang, dituntut pidana 8 tahun penjara.

Jaksa menilai terdakwa Rahmudin Loulembah melakukan tindakan korupsi proyek Jembatan Torate Cs, secara sah dan terbukti melanggar Undang-undang (UU) tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tuntutan dibacakan JPU Salma Deu, secara terpisah di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Palu yang diketuai oleh Zaufi Amri, Bonifasius Nadya, dan Panji Prahistoriawan Prasetya, Selasa 7 Desember 2021.

“Hal yang memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi” ungkap JPU dalam persidangan.

Dalam persidangan itu terungkap selain dituntut kurungan penjara, terdakwa Rahmudin Loulembah yang juga atasan dari Alirman M Nubi yang menjabat sebagai PPK- S02 pada Satker SKPD TP Dinas Kimpraswil Sulteng itu, harus membayar denda Rp100 juta, subsider 3 bulan kurungan dan membayar uang pengganti sebesar Rp50 juta subsider 2,3 Tahun penjara.

Sementara terdakwa Cristian Andi Pelang selain dituntut pidana 8 Tahun penjara, juga membayar denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan badan. Terdakwa Cristian Andi Pelang yang diwakili oleh penasehat hukumnya (PH) Nofri Patonde mengajukan pembelaan secara tertulis kepada majelis hakim pada persidangan berikutnya yang diagendakan pada 14 Desember mendatang. Rb_trlg



- - - -

Palu,sultengaktual.com - Proses Lelang Pekerjaan Rekonstruksi ruas jalan kalawara kulawi dan Sirenja akan segera dimulai setelah Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV Sulawesi Tengah melakukan penandatanganan kontrak terintegrasi rancang dan bangun (Design And Build) di Akhir November 2021.

Proses lelang dengan Design And build ( Merancang dan bangun) itu merupakan pola lelang yang baru pertama dilakukan di sulawesi tengah, khususnya pada proses lelang di BPJN Sulteng.

Para peserta lelang yang mengikuti proses lelang ini, memasukan penawaran, dari pekerjaan konsultan,perencanaan dan pelaksanaan dilapangan, Ungkap Eko Prasetyo Galih, ST, PPK 1.6 mewakili Kasatker PJN I Sulteng.

Pekerjaan rekontruksi jalan Kalawara, Kulawi dan Sirenja di Kabupaten Sigi dan Donggala sepanjang 18,5 kilometer Dengan nilai kontrak sebesar Rp.156.6 Miliard segera action lapangan oleh pemenang lelang yakni PT. Wijaya Karya selaku kontraktor pelaksana dan yang menjadi konsultan manajemen konstruksi adalah PT Perentjana Djaya.

Eko memaparkan bahwa di ruas Jalan Kalawara – Kulawi memiliki kondisi geologis ketidakpastian akibat dipengaruhi oleh aliran sungai dan berada pada garis sesar Saluki 

Untuk itu skema rancang dan bangun ini diterapkan dari proses perencanaan hingga pelaksanaanya dilakukan oleh kontraktor pelaksana.

“Penyedia itu sendiri harus punya tim perencanaan yang kuat untuk melakukan design sesuai dgn kaidah-kaidah design yang di dukung juga dengan survey investigasi. Di tahun ini kami berupaya agar dapat menyerap uang muka,Papar Eko.

Konsentrasi pelaksanaan pekerjaan ini  pada titik titik ruas jalan yang diketahui terdampak pada bencana alam gempa bumi dan likuefaksi pada tiga tahun silam (2018-Red).

Menurut EKo, pelaksanaan sepanjang 18,5 kilometer pada paket rekontruksi jalan Kalawara, Kulawi dan Sirenja tersebut dibagi menjadi lima segmen penanganan, diantaranya ruas jalan Kalawara-kulawi sepanjang 12,6 Km yang dibagi menjadi 5 segmen yang terpisah.

Kemudian ruas Jalan Biromaru – Palolo sepanjang 3,5 kilometer yang di dalamnya juga pelaksanaanya dengan merekonstruksi pada badan jalan yangg terdampak likuefaksi, ruas Jalan Sibalaya sepanjang 1 kilometer yang juga terdampak likuefaksi dan ruas jalan Tompe – Tonggolobibi pada bagian (Rob Sirenja) dengan panjang penanganan sejauh 1,4 kilometer

Jadi memang daerah-daerah tersebut itu betul-betul rusak yang terdampak musibah. 

Jadi dengan hal itu, harapan kami, dengan adanya penanganan ini maka arus lalu lintas menjadi semakin lancar dan tentunya perekonomian warga meningkat. Namun kami juga membutuhkan dukungan dari masyarakat agar pekerjaan ini berjalan lancar, yang nantinya kemungkinan akan ada buka tutup jalan pada ruas jalan Kalawara-Kulawi” Urai Eko.

Anggaran pelaksanaan pekerjaan ini merupakan anggaran bantuan dana dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Coorporation Agency (JICA) yang merupakan dana Loan

Percepatan penanganan pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan pasca bencana alam di Sulawesi Tengah sejak tahun 2019 hingga saat ini dilaksanakan oleh BPJN Sulawesi Tengah, melalui tim satuan tugas khusus penanganan pasca bencana terus dilakukan penanganannya dan menargetkan rampungnya pekerjaan di 2023 nanti. *rb-multysumber










- -