Pilih Menu

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

Palu, sultengaktual.com - Proyek Penggantian Jembatan Provinsi Sulawesi Tengah Yang Melekat pada Satuan Kerja PJN III BPJN XIV Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2020 Menuai Sorotan. Pasalnya Proyek Penggantian Jembatan Yang salah satunya Adalah jembatan Talise di Jalan Yos Sudarso sampai Sekarang Ini Belum Secara Nyata memberikan Naiknya progress bobot pekerjaan, hal ini dikarenakan dengan melihat durasi kontrak pelaksanaannya yang akan berakhir di penghujung desember 2020 nanti.

Pelaksana Proyek Penggantian Jembatan Yakni PT Siltro Putra Mandiri yang memenangkan proses lelang atas proyek tersebut dengan Nilai Kontrak kurang Lebih Rp 16 Miliar. Adapun Pekerjaan yang ditangani oleh pelaksana proyek ini sebanyak 4 buah Jembatan.
 Nampak Pekerjaan Cor DiLokasi

Sorotan Atas pekerjaan di Jembatan Talise, merupakan bukti nyata atas faktanya Yakni progress bobot pekerjaan yang terjadi, yang keliatan dari pekerjaan itu adalah pengecoran yang terdapat di bawah posisi jembatan (Sesuai Foto lapangan 16 November 2020 - Red).

Eko Arianto Dari TEGAK Sulteng Salah satu NGO pemerhati pembangunan Infrastruktur di Sulawesi Tengah mengatakan, jika dilihat dari posisi pekerjaan yang nampak sekarang, maka akan menimbulkan pertanyaan apakah pekerjaan ini akan bisa rampung dikerjakan pada akhir desember nanti, mengingat sisa waktu pelaksanaan sudah sangat mepet, ungkap Eko.

Bukan itu saja, meskipun kita ketahui bersama, secara nyata, pelaksana pekerjaan baru mulai action dilapangan pada lokasi jembatan talise ini di bulan agustus akhir, Dengan durasi waktu kerja itu apakah mampu menuntaskan pekerjaan tersebut, kan kontraknya bukan di bulan agustus, kalau tidak salah proses kontraknya itu di bulan Februari 2020, sesuai dengan tahapan tahapan lelang yang termaktub di lpse.pu.go.Id Urai Eko.
  Lokasi Proyek Jembatan Talise

Sementara itu, PPK 3.8 di Satuan Kerja PJN 3 Sulteng, Andrea yang di Hubungi Via Telepon Selular Aplikasi WhatsApp menguraikan Bahwa proyek Pekerjaan jembatan Talise memang jika dilihat mengenai progress bobotnya sekilas pasti memberikan asumsi kok bagian atasnya belum dikerjakan, ujarnya.

Untuk pekerjaan ini, proyek jembatan talise ini yang memakan waktu diawal kerjanya yakni ketika dilakukan pekerjaan pemancangan cerucuk sebagai pondasi jembatan. di proses pekerjaan ini, curah hujan yang terjadi saat itu sangat intens, jelasnya.

Dengan pekerjaan pemancangan itu, pekerjaan lanjutannya juga sangatlah penuh dengan hitungan teknis yang akurat, karena membuat Box culvert dengan panjang kurang lebih 10 meter, memang untuk melihat bobot volume atas progres pekerjaan itu, di pekerjaan jembatan jika mau dikatakan, terbesar bobotnya itu ada pada pekerjaan dasarnya, kita optimis jika pelaksana bisa menuntaskan pekerjaan ini sesuai dengan batas waktunya, kita berharap cuaca bisa bersahabat dengan kami dilapangan serta dukungan dari semua pihak hingga pekerjaan ini bisa terselesaikan di batas waktu yg sudah ditentukan, Kata Andrea penuh Harap.

Ketika disinggung mengenai pekerjaan Jembatan Talise apakah kategorinya pada tatanan minus atau plus dari realisasi target pekerjaan yang Di rencanakan, Andrea mengatakan bahwa pekerjaan Penggantian jembatan talise pada tatanan Deviasi Minus dari realisasi target yang ada, tetapi tidak terlalu signifikan, insyaallah hal itu bisa teratasi dan berjalan lancar sesuai dengan tahapan kerja dilapangan, Jelasnya.

Sementara itu, Sampai berita ini Dinaikkan, pihak pelaksana lapangan pada proyek pekerjaan Penggantian Jembatan Talise, Marten yang dimintai keterangannya atas sorotan mengenai pekerjaan tersebut belum berhasil. RB






- -

Palu, sultengaktual.com  - Bagi rakyat, politik tak sebatas urusan koalisi. Yang terpenting, bagaimana kebijakan publik mengubah hidup sehari-hari. Ada komitmen dan tanggungjawab yang menyertainya. Mari berpolitik secara santun.” 
Kutipan Kalimat itu merupakan Ungkapan Pribadi Dari sosok Wanita Di Timur Sulawesi Tengah, Yakni Kota Luwuk, Kabupaten Banggai.

Sebut Saja, Hj Sulianti Murad SH MM merupakan Anak pengusaha Terkenal di Luwuk Kabupaten Banggai, Yakni  Anak perempuan Bapak Murad Husein. Berbekal Niatan Mengabdi pada Rakyat, bekerja untuk kesejateraan rakyat, merupakan titisan prilaku Murad Husein yang tetap saja melekat di perawakan Ibu Anti sapaan akrab Calon Bupati Kabupaten Banggai itu.

sebagai calon bupati Banggai, dan mendapat dukungan besar masyarakat, Namun, langkah putri daerah ini semakin yakin akan arah perjuangannya itu.

Bermodalkan Kekuatan Basis kerakyatan yang sejak awalnya merupakan gawean Sang Ayah ' king Of Sawit' merupakan inti dari segala kekuatan untuk memuluskan niatan menjadi number one di Kota Air itu.

Selain kekuatan basis kerakyatan, kekuatan finansial atau modal merupakan faktor utamanya. tak diragukan lagi, perimbangan atas kekuatan yang dimiliki, pemilik Tag line membangun dengan HATIMU ini sudah tertanam pada akar rumput pendukung Sulianti Murad untuk memenangkan dirinya di 9 Desember 2020 nanti.

Bagaikan Tanda alam, pemilik Nomor urut 1 di pilkada nanti, tak hanya mencerminkan sisi kewanitaan yang kalangan banyak menilai ada kemanjaan. Alhasil penilaian itu sebatas kacamata penilaian saja, ternyata sosok Ibu Anti Murad ini juga, sudah mengabdikan diri lebih awalnya dengan menggerakkan perusahaan kontraktor dalam menjadi mitra pemerintah melakukan atau bahkan menggenjot laju pembangunan sesuai dengan berkompetitif di Masa lelang atau tender pekerjaan.

Fakta Nyatanya, Melalui tangan dingin ibu hajjah Anti Murad berhasil membawa gerbong kontraktor itu dalam menjalankan tugas sesuai dengan aturan main yang berlaku.

Sebut saja, dengan adanya pertemuan secreat berdua yang dilakukan adalah eksisnya perusahaan PT Mentawa Karyatama sejati yang tetap saja mendapatkan kontrak pekerjaan. seperti pada pekerjaan proyek jalan di wilayah Morowali utara.

Bukti ini yang semakin meyakinkan masyarakat pendukung Sulianti Murad ini memenangman hajatan pesta demokrasi kelak.

Di daerah lain saja seperti kabupaten morowali utara, Ibu Calon bupati kita, Sulianti Murad, melakukan pembangunan melalui profesi kerjanya di luar kotanya berdomisili.
Walhasil pandangan positif atau ajakan yang nilainya merupakan suatu nal inklud atas apa yang semestinya dilakukan. Hasil pekerjaan itu sangatlah memuaskan serta mempermudah tujuan atas output pekerjaan itu dilaksanakan.

Sekarang saja, PT Mentawa Karyatama sejati milik Ibu Anti, mengerjakan proyek preservasi Jalan di wilayah Beteleme tompira kolonedale bahonsuai wosu di kabupaten morowali dengan anggaran pembiayaan APBN murni.

pekerjaan ini tetap dilaksanakan sesuai dengan SOP protokoler kesehatan diperhatikan dilapangan dan mengacu pada aturan menteri keuangan dalam proses penggunaannya sudah memiliki aturan main disaat pandemi covid 19.

Membangun Dengan Hati bukanlah suatu tageline mudah atau makna yang dibaca saja, melainkan suatu ungkapan sakral disaat makna itu terucap bahkan dijadikan yel yel kemenangan atas Anti murad pada pelaksanaan tahapan kampanye.

Jangankan kota luwuk dan wilayah lainnya di kabupaten banggai, kota lain saja beliau bangun infrastrukturnya melalui profesi Hj Sulianti Murad, disitu saja bisa terlintas atas suatu prilaku komitmen, Berjuanglah bersama HATI untuk kemenangan Rakyat di pilkada kabupaten Banggai 2020. RB

- - -
Palu, sultengaktual.com - Pekerjaan proyek Paket preservasi ruas jalan beteleme - tompira - bahonsuai - bungku terus melakukan action dilapangan dalam menuntaskan pekerjaan yang melekat di kementerian PUPERA bagian bina marga yang dibawahi oleh BPJN XIV Sulteng.

paket pekerjaan yang berbandrol anggarann APBN Murni dengan nilai Rp 49.130.936.000 berada pada satuan kerja PJN III sulawesi tengah dibawah tanggung jawab Pejabat pembuat komitmen ( PPK 3.6) dilaksanakan oleh PT Mentawa Karyatama Sejati sebagai pemenang lelang atas paket pekerjaan tersebut.

Perusahaan Yang syarat akan pengalaman dari timur sulawesi tengah itu berkeyakinan bahwa pekerjaan diruas yang ditangani sepanjang 20 KM itu akan tetap dituntaskan pekerjaannya sesuai dengan batasan waktu kontrak yang ada.

Meski saat sekarang ini, pandemi atas wabah sebaran covid19 pelaksana dilapangan tetap saja melakukan pekerjaan, yang sudah pasti mengacu pada protokoler kesehatan yang berlaku, jelas Haris selaku General superintendent pada pekerjaan yang dinahkodai putri dari pengusaha sukses Murad Husein.

Haris merincikan juga, bahwa pada tahap sekarang ini, penanganan jalan yang dikontrakkan spanjang 20 KM itu, sampai saat ini terealisasi dalam pengaspalan sepanjang 4.5 KM.

Dan untuk pekerjaan rehabilitasi jembatan sudah akan tuntas karena sisa menunggu cukupnya umur beton yang kemudian akan dilakukan pengaspalan, tambah Haris Ketika dihub via Telepon seluler.

Sambil menunggu pengaspalan, pekerjaan yang dilakukan adalah pengecetan dan pekerjaan rabbat beton sedang dilakukan, hal kni selain menaikkan progress pekerjaan dilapangan, sembari menunggu item pekerjaan selanjutnya, tambahnya.

Pemeliharaan rutin jembatan sudah dilakukan pembersihan dan pengecetan jembatan, hal ini merupakan ketentuan falam konttak yang harus dikerjakan. sementara pekerjaan pemeliharaan rutin jalansampai sekarang ini sufah mencapai progress pekerjaan sekitar 70 persen.

Sesuai arahan dan aturan yang ada, pekerjaan pekerjaan yang ada dan terdampak langsung akibat pandemi covid19 akan terjadi refocusing anggaran.
refocusing dimaksud yakni pemotongan anggaran nilai kontrak pada pekerjaan yang berlangsung dengan nilai yang dibayarkan ditahun berjalan dan pada tahun mata anggaran berikutnya. contohnya seperti nilai kontrak kami sebesar 49 miliard lebih baru akan diselesaikan di anggaran tahun ini kurang lebih 12 miliard dan sisanya atas anggaran tersebut akan diselesaikan tahun depan, ungkap Haris. RDY B
- - -

Parigi Moutong, sultengaktual.com - Apkikasi Lintas Organisasi perangkat Daerah (OPD) akan digunakan oleh Badan Perencanaan penelitian dan pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong untuk mengkoneksikan data lintas OPD. Agar nantinya OPD lebih cepat menyediakan data untuk menjadi data tunggal yang digunakan oleh pemerintah daerah dalam melakukan perencanaan Program.
             Zulfinasran, S.STP, M.Si
Apikasi yang dimaksud itu berkaitan dengan data yang akan kami koneksikan dengan data data yang berkaitan atas data Dukcapil, data dinas pendidikan, data dinas sosial, data PMD, termasuk data data soal profil desa, data kesehatan, prinsipnya konrksinya lintas data OPD akan disandingkan dan disinergiskan secara seksama antara program yang satu dengan program lainnya karena memiliki keakuratan atas data yang jelas, ungkap Zulfinasran, SSTP, M.Si kepala Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong beberapa waktu Lalu.

Secara Rinci, mantan kadis PU parigi Moutong itu menjelaskan seperti menyikapi program nasional seperti penanganan stunting maka dinas kesehatan tidak hanya membutuhkan data di setiap lokasi mengenai berapa jumlah anak stunting tetapi pihak terkait juga memerlukan data profil desa, data dukcapil dan data dinas pendidikan, jelas zulfinasran.

Lintas data itu sangat berguna, seperti untuk masalah anak stunting
Data profil desa dibutuhkan karena dari data tersebut bisa diketahui dengan jelas bagaimana kondisi desa itu. Seperti halnya bagaimana jumlah ketersediaan jamban, jumlah mengenai keberadaan ibu hamil. Dengan demikian dengan adanya data lintas OPD maka akan mudah medeteksi mengetahui berapa jumlah anak yang akan lahir dalam kurun beberapa bulan kedepan dan pihak dukcapilpun akan dengan mudah mempersiapkan dokumen dengan adanya data data yang akan masuk sesuai dengan acuan sebelumnya, urainya.
             Rb/ Sumber beritasulteng
- - -


Palu, sultengaktual.com - proyek Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Molosipat - Lambunu - Mepanga - Tinombo yang dikerjakan Oleh kontraktor pelaksana PT Tunggal Maju Jaya ( TMJ) setelah menjadi pemenang lelang pada proses tender/lelang Pekerjaan ini dan penandatanganan kontrak di Februari 2020 Lalu.

PT TMJ selaku pemenang lelang pekerjaan Ruas Molosipat - Lambunu - Mepanga - Tinombo setelah tanda tangan Kontrak pekerjaan dibulan Februari 2020 lalu harus menyelesaikan penanganan pekerjaan dengan panjang Target sepanjang kurang lebih 15 KM sampai batas akhir di desember nanti dengan Hasil Akhir Pekerjaan Jalan Hot Mix.

Pekerjaan pekerjan di ruas ini mulai dari pengaspalan, galian longsoran, saluran, pemeliharaan secara rutin untuk jalan dan jembatan, susunan batu dan ada juga pekerjaan pembuatan Box Culvert.

Tetapi dari semuanya itu menurut Kasatker PJN wilayah II pada BPJN XIV Palu Amin Hamid melalui Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK 2.1 ) Wisnu Herlambang, ST kepada media ini bahwa pekerjaan utama yang ditangani dalam ruas ini adalah Rutin Jalan, Rekon Rehab dalam penanganan longsoran juga, penanganan Rutin pada Jembatan, preservasi Jembatan dan juga pelebaran Jalan atas pekerjaan yang nilai kontraknya sebesar RP 42,4 Milyard.

Ditambahkan Wisnu sapaan Akrabnya yang juga pernah Jadi PPK di Wilayah Gorontalo bahwa pekerjaan pengaspalan sementara dilakukan sesuai dengan design dengan panjang Target kurang lebih 15 KM mulai dari tinombo sampai molosipat dengan titik titik pengaspalan yang tersebar.

Dan juga pekerjaan yang dibiayai Murni atas APBN dari Kementerian PU PERA ini (sampai berita Dinaikkan- Red) memiliki nilai Deviasi plus sekitar 12,166% atas pekerjaan progres rencana di 14,197% dan realisasi progressnya pada 22,854%, urai Wisnu Di Ruang Kerjanya.

Salah satu pemerhati pembangunan Infrastruktur Jalan, Rahman mengungkapkan jika bisa diamini soal penganggarannya ke tahun berikut, ruas jalan yang ada di sulteng dan dibiayai lewat APBN perlu mendapatkan prioritas, mulai dari lebarnya Lajur serta lebarnya badan jalan dannjuga bahu jalan, karena hal itu juga memiliki aturan, yakni lajur jalan itu kalo tidak salah sekitar 3,5 meter dan idealnya badan jalan itu memiliki lebar sekitar 7 meter dengan lebar masing masing bahu jalan kiri kanannya masing masing sepanjang 2 meter. Apa lagi beberapa ruas yang ada di sulteng itu dikategorikan Jalan Arteri, seperti halnya Ruas jalan yang terdapat di wilayah Pantai Timur Sulteng, jelas Rahman Dengan Penuh Harap.

Untuk pelaksanaan pekerjaan di tahun ini, sesuai aturan yang diturunkan melalui Kementerian PU PERA bahwa di pandemi wabah vuris Covid-19 ini terjadi Refocusing yakni adanya pemotongan anggaran yang mana pemotongan itu dialihkan untuk penanganan Covid19.

Otomatis dengan adanya aturan Refocusing pasti berdampak atas pekerjaan yang terjadi dilapangan dan pastinya tidak menutup kemungkinan sebagian target penyelesaian pekerjaan bisa menyeberang tahun.

Wisnu juga menambahkan bahwa dengan Adanya Refocusing yang terjadi maka pelebaran jalan yang termaktub dalam kontrak pekerjaan sepanjang yang sedianya 4,9 KM menjadi 1,6 KM saja penangananya di sekarang ini.

Meski pandemi wabah virus corona (Covid-19) mewabah dan terus meningkat dengan bertambahnya pasien yang positif, pihak Kementerian Pekerjaan Umun Dan Perumahan Rakyat melalui Satuan Kerja PJN II Sulawesi Tengah dibawah Naungan Balai Pembangunan Jalan Nasional Wilayah XIV Palu (BPJN XIV PALU) tetap memacu kelanjutan Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Molosipat - Lambunu - Mepanga - Tinombo dengan standar prkerjaan hang sydah ditentukan dan tetap melakukan protokoler kesehatan demi menjaga dan menekan serta menghindari penyebaran Virus Corona, Seperti menggunakan Masker dan pengukuran suhu tubuh pada unsur unsur yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, seperti halnya Kunjungan pihak Kasatker PJN II dilapangan Menerapkan protokoler kesehatan yang ada.
        Penulis : Randhy Budiman,S.Sos




- - -

Palu,Sultengaktual.com - Meski pandemi wabah virus corona (Covid-19) mewabah dan terus meningkat dengan bertambahnya pasien yang positif, pihak Kementerian Pekerjaan Umun Dan Perumahan Rakyat melalui Satuan Kerja PJN II Sulawesi Tengah dibawah Naungan Balai Pembangunan Jalan Nasional Wilayah XIV Palu (BPJN XIV PALU) tetap memacu kelanjutan Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Pantoloan Tompe.

Poyek Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Pantoloan -Tompe yang dikerjakan Oleh kontraktor pelaksana PT Anugerah Jaya Konstruksi (AJK) setelah menjadi pemenang lelang pada proses tender/lelang Pekerjaan Di februari 2020 Baru baru ini.

PT AJK selaku pemenang lelang pekerjaan Ruas Pantoloan Tompe melakukan tanda tangan Kontrak pekerjaan dibulan April 2020 lalu harus menyelesaikan penanganan pekerjaan penanganan Jalan sepanjang 19,2 KM dengan Hasil Akhir Pekerjaan Jalan Hot Mix.

Endy Hermawan, SE selaku Kontraktor pelaksana PT Anugerah Jaya Konstruksi Merincikan bahwa Selain mengerjakan pekerjaan pengaspalan Jalan, pihak AJK juga melakukan pekerjaan pekerjaan pemeliharaan secara rutin di masa kontrak terhadap jembatan jembatan yang ada pada ruas Pantoloan Tompe dan juga melakukan pemeliharaan atau perbaikan perbaikan saluran air/ Drainase di sepanjang Ruas yang dikontrakkan, Ujar Endy sapaan Akrabnya yang juga Mantan Ketua HIPMI Sulteng serta Mantan Sekretaris AABI Sulteng.

Dengan melihat waktu kontrak pelaksanaan yang masih panjang, Kami dari AJK sebagai kontraktor pelaksana merasa optimis dan yakin bahwa apa yang menjadi tanggung jawab kami dengan melihat progress bobot pekerjaan saat ini (Sampai Berita Ditayangkan - Red) sekitar kurang lebih 20% akan bisa selesai dan tuntas jika tak ada hambatan dan Atas Ijin Tuhan pelaksanaan pekerjaan bisaTepat waktu, Tambah Endy yang syarat Pengalaman Dalam pekerjaan Kebinamargaan Di Sulteng.

Kepala Satuan Kerja PJN II Sulteng BPJN XIV Palu, Amin Hamid, Melalui Pejabat Pembuat Komitmen - PPK 2.4 Kadimin, ST MT mengatakan Bahwa Ruas Pekerjaan Pantoloan Tompe Yang Di kerjakan Oleh PT AJK saat ini bobot progress pelaksanaannya Baik dan sehari dua Kedepan Akan kembali melakukan pengaspalan Lagi, dengan Begitu bobot progressnya akan bertambah Lagi, Ujar Kadimin yang Juga pernah Menjadi PPK di Provinsi Banten.

Diruas yang dikerjakan oleh PT AJK terdapat jembatan yang ada di tompe turut diperbaiki juga. Jembatan dengan panjang 120 Meter itu terjadi pergeseran konstruksi bahkan terjadi penurunan di posisi tengah jembatan diakibatkan bencana gempa yang terjadi di september 2018 lalu, jelas Kadimin.

Bukan itu saja, diruas ini juga ada pekerjaan paket jembatan yang dulunya dianggarkan sempat mandeg dan bermasalah dalam pekerjaannya di anggaran tahun 2018 lalu yakni penggantian Jembatan Torate CS ditangani kembali di anggaran 2020 ini dengan nama pekerjaan penggantian jembatan Toale 1 CS dengan kontraktor pelaksana yang berbeda, urai Kadimin diruang Kerjanya.

Untuk pekerjaan yang dilaksanakan PT AJK pada preservasi Jalan Pantoloan Tompe kami sangat optimis Bisa tuntas tepat waktu dengan melihat kinerja yang ada sambung Kadimin, yang juga disahuti Endy Hermawan ditempat terpisah mengenai optimisnya pekerjaan yang ditangani oleh Mantan Ketua HIPMI Sulteng itu bisa tuntas.
                            Penulis : Ona CHM
















- - -

Ferdinand Kana Lo : Cukup UKL - UPL Saja

Palu, sultengaktual.com
- Bencana Gempa Bumi berkekuatan 7,4 SR dan Gelombang Tsunami serta kejadian pergerakan Tanah (liquifaksi) yang terjadi di kota Palu pada 28 September 2018 lalu meninggalkan beban psikologis trauma terhadap masyarakat kota palu pada khususnya dan daerah sekitarnya pada umumnya (kabupaten Sigi , parigi moutong dan donggala).

Kejadian Bencana itu tak sedikit memakan korban mulai dari hilangnya korban yang meninggal baik itu didapatkan atau tidak dan hilangnya tempat tinggal masyarakat secara umumnya.

Pemerintah Indonesia menyikapi atas kejadian bencana yang memiliki kekuatan dashyat itu dengan bukti nyata atas program rekonstfuksi rehabilitasi atas dampak bencana tersebut.

Bukti nyata atas kinerja pemerintah pada Kementerian PUPR pada Direktorat Jenderal Bidang Cipta karya melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tengah melakukan pembangunan sarana knfrasttuktur dilingkungan Hunian Tetap (Huntap) bagi keluarga korban dampak bencana tersebut yang kehilangan tempat tinggal.

Hunian Tetap itu didirikan/dibangun pada lebih dari satu titik lokasi yang sudah disiapkan, yakni lokasi Duyu kota palu, Balaroa dan pombewe dikabupaten Sigi.

Proyek rekonstruksi rehabilitasi itu merupakan pembiayaan anggaran dari Pinjaman world Bank

Progres juga ditunjukkan oleh rencana pembangunan huntap di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga. Proyek Kementerian PUPR, pada tahap pertama, telah melalui tahap verifikasi dan validasi warga yang bakal direlokasi.

Sementara itu, hunian tetap di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, ditargetkan sudah bisa ditempati dalam waktu dekat. Pembangunan tahap pertama tersebut diharapkan terealisasi tepat waktu. Huntap tersebut dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Kota Palu.

Demikian pula huntap di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat dengan target 204 unit. "127 unit dibangun Pemkot Palu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), sedangkan 70 unit lainnya akan dikerjakan Kementerian PUPR.

di Duyu sebanyak 450 unit, di Tondo–Talise 4.878 unit, di Pombewe sebanyak 3.000 unit, serta huntap satelit sebanyak 3.460 unit.

Pada tahap I, sebanyak 630 unit huntap di bangun di Sulawesi Tengah. Pembangunan huntap di dilakukan di dua wilayah yakni Kelurahan Duyu, Kota Palu dan Desa Pombewe, Kabupaten Sigi. Di Kelurahan Duyu dibangun 230 unit huntap dan di Desa Pombewe sebanyak 400 unit huntap.

Pada saat sekarang ini ketika wabah virus corona melanda, Pembangunan huntap tetap mengacu dan memperhatikan protokol keamanan terkait COVID-19 yakni physical dan social distancing .

 Penanganan dan antisipasi penyebaran virus Corona Covid-19 yang tengah menjadi perhatian pemerintah diperkirakan akan mempengaruhi kondisi capaian pembangunan Hunian tetap (Huntap) bagi penyintas bencana gempa di Sulawesi Tengah.

Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tengah sedang menyiapkan langkah-langkah agar pembangunan huntap yang menjadi hak penyintas bencana gempa di Palu, Sigi, dan Donggala tetap berjalan di tengah pembatasan aktifitas untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulteng, Ferdinand Kana Lo, melalui PPK PKP 2 Zubaedy.ST mengatakan bahwa penyediaan fasilitas dan tenaga kesehatan untuk pemeriksaan para pekerja konstruksi di semua lokasi pembangunan huntap, di Sigi, Palu, dan Donggala. Langkah itu sebagai salah satu bentuk jaminan kesehatan untuk pekerja.

Kerja sama dengan rumah sakit-rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 juga dilakukan sebagai langkah lanjutan jika terjadi kasus gangguan kesehatan pekerja.

Huntap dibangun menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), karena merupakan rumah tahan gempa dan proses pembangunannya yang lebih cepat dengan menggunakan sistem modular

Cukup UKL - UPL Saja
Kepala Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah (BP2W) Sulawesi Tengah, Ferdinand Kana Lo, menegaskan, pembangunan Huntap di kawasan relokasi Kelurahana Tondo, Talise maupun Kelurahan Duyu, tidak memerlukan dokumen izin lingkungan Amdal, namun cukup dengan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL).
                Kepala BP2W Sulteng
                  Ferdinand Kana Lo

Beberapa pertimbangannya, kata Ferdinand, proses Rehab-Rekon khususnya pembangunan Huntap menggunakan dana pinjaman dari World Bank atau Bank Dunia. Bank Dunia selaku pihak yang memberi pinjaman enggan membiayai kegiatan yang membutuhkan izin lingkungan sekelas Amdal.

Pasalnya, Amdal dinilai memiliki dampak lingkungan yang cukup besar, sehingga pemberi pinjaman menolak untuk memberikan pinjaman jika kegiatan rehab-rekon, termasuk pembangunan Huntap harus membutuhkan Amdal.

Diakuinya, dalam rangka kebencanaan tanggap darurat, terdapat aturan tentang izin lingkungan, namun ada penyaringan. Khusus di bencana di daerah, kewenangan menentukan jenis izin lingkungan berada pada kepala daerah tingkat kabupaten dan kota.

“Untuk Kota Palu, saat ini telah UPL-UKL disusun. Sesuai surat dari menteri yang menerangkan bahwa wali kota dapat menetukan hal itu (jenis izin lingkungan), sehingga dibuatlah penandatanganan berita acara yang menegaskan bahwa pelaksaan kegiatan itu cukup dengan menggunakan UPL-UKL,” kata Ferdinand. Ona

- -

Jakarta, sultengaktual.com - Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa sebagai bagian dari jaring pengaman sosial bagi masyarakat lapisan bawah untuk mengantisipasi dampak Covid-19, pemerintah menggratiskan biaya pemakaian listrik dengan daya 450 VA selama tiga bulan ke depan.
               Presiden Joko Widodo
Hal itu berarti sebanyak kurang lebih 24 juta pelanggan listrik dalam golongan daya tersebut akan mendapat stimulus tersebut mulai bulan April hingga Juni 2020 mendatang.
Perlu saya sampaikan bahwa untuk pelanggan listrik 450 VA, yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan, akan digratiskan selama tiga bulan ke depan yaitu untuk bulan April, Mei, dan bulan Juni 2020,” ujarnya dalam keterangan melalui telekonferensi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (31/3/2020).
Sementara bagi pelanggan listrik dengan daya 900 VA, pemerintah memberikan keringanan biaya pemakaian berupa potongan tarif sebesar 50 persen selama tiga bulan ke depan.
“Untuk pelanggan 900 VA yang jumlahnya sekitar tujuh juta pelanggan akan didiskon 50 persen, artinya hanya membayar separuh saja untuk bulan April, Mei, dan bulan Juni 2020,” tandasnya.
Untuk diketahui, anggaran bagi kebijakan pembebasan biaya listrik selama tiga bulan untuk pelanggan daya 450 VA dan diskon 50 persen untuk pelanggan daya 900 VA tersebut berasal dari tambahan belanja dan pembiayaan APBN Tahun 2020 untuk penanganan Covid-19 yang secara keseluruhan mencapai Rp405,1 triliun. Dari jumlah tersebut sebanyak Rp110 triliun dialokasikan bagi program perlindungan sosial di mana kebijakan bagi pelanggan listrik dari masyarakat lapisan bawah tersebut merupakan salah satunya.
Demikian dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden. [***]


- - -