Pilih Menu

Slider










KOTA

SULTENG


POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

Palu,Sultengaktual.com- Pekerjaan Pembangunan Infrastruktur Pemukiman Kawasan Talise dikota Palu segera dilaksanakan Pada Senin 26 September 2022 Nanti.

Lahan Pengembangan Infrastruktur Pemukiman Kawasan Talise. Foto : Croop SN__Ful

Segera dilaksanakan pekerjaan itu ditandai dengan kegiatan GroundBreaking yang akan dilakukan dilokasi tersebut yang sempat terkatung katung pelaksanaannya dikarenakan mengenai Kepastian Lahan.

Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) Pengembangan Kawasan Pemukiman pada Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sulawesi  Tengah, Subaedy, ST MT melalui pesan Singkat mengatakan kalau hal ini terlambat dikarenakan persoalan Lahan disaat itu, Alhamdulillah, semuanya  bisa teratasi dan sekarang ini tinggal melaksanakan apa yang sudah dikontrakkan.

Proyek tersebut merupakan suatu giat pembangunan infrastruktur yang akan diperuntukkan oleh  para penyintas akibat korban dampak bencana alam Gempa bumi, Tsunami dan Liquifaksi pada 2018 silam.

Proses pengerjaan itu akan dilaksanakan oleh perusahaan PT Aphasko - PT Karaga KSO dalam menuntaskan Pemukiman kawasan Talise yang merupakan salah satu lokasi pembangunan Hunian Tetap ( Huntap) Dikota Palu.

Rencana Kegiatan Ground Breaking tersebut akan dimulai sekitar pukul 09.30 Pagi dengan dihadiri para tamu undangan yang terkait serta dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah dan Walikota Palu.**Rb







- - -

Pengurus JMSI Sulteng saat melakukan audiens dengan Gubernur Sulteng H. Rusdy Mastura bertempat di VIP Room Bandara Mutiara Sis-Aljufri Palu, Rabu (21/9/2022). FOTO : DOK. JMSI SULTENG

Palu,Sultengaktual.com – Pengurus Jaringan Media Siber (JMSI) Sulawesi Tengah (Sulteng), melakukan audiens dengan Gubernur Sulteng H. Rusdy Mastura bertempat di VIP Room Bandara Mutiara Sis-Aljufri Palu, Rabu (21/9/2022). 
Pengurus JMSI Sulteng yang hadir melakukan audiens yakni Wakil Ketua Sahrul, Sekretaris Mahful Haruna dan Dewan Pembina Yusrin L. Banna. 

Dalam kesempatan itu Sekretaris JMSI Sulteng, Mahful Haruna melaporkan keberadaan JMSI di Sulteng yang telah di deklarasikan secara resmi pada 27 Agustus 2022 di salah satu kafe di Kota Palu.

“JMSI ini adalah salah satu konstituen Dewan Pers, sehingga merupakan asosiasi resmi media Siber,” ujar Mahful Haruna kepada Gubernur Rusdy Mastura. 
Selain melaporkan keberadaan JMSI di Sulteng, Mahful juga menyampaikan rencana pelantikan Pengurus JMSI Sulteng yang direncanakan pada Oktober 2022 mendatang, serta meminta kesediaan Gubernur Rusdy Mastura menghadiri kegiatan pelantikan tersebut. 
Sementara Wakil Ketua JMSI Sulteng, Sahrul dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa keberadaan JMSI di Sulteng dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng untuk mengawal pembangunan dengan memberikan informasi yang baik kepada masyarakat.

“JMSI siap bermitra dengan Pemerintah Provinis dan Kabupaten/Kota dalam mengawal pembangunan di Sulteng ini, karena JMSI merupakan Lembaga resmi yang telah menjadi konstituen Dewan Pers,” ujar Sahrul.
Sahrul juga meminta kepada Gubernur Rusdy Mastura, agar dapat membantu berbagai program yang akan dilakukan Pengurus JMSI Sulteng kedepan. 
“Kami berharap pak gubernur dapat membantu kegiatan – kegiatan JMSI kedepan, agar dapat terlaksana dengan baik salah satunya yang terdepat adalah pelantikan Pengurus JMSI Sulteng,” harap Sahrul.

Menanggapi pernyataan dan permintaan Pengurus JMSI Sulteng itu, Gubernur Rusdy Mastura pertama – tama memberikan apresiasi atas keberadaan JMSI Sulteng yang telah dideklarasikan. 
“Secara pribadi dan sebagai Gubernur Sulteng, saya sangat mengapresiasi hadirnya JMSI di Sulawesi Tengah. Semoga dapat menjadi mitra yang baik dalam mengawal pembangunan,” ujar Gubernur Rusdy Mastura.

Gubernur juga menyatakan bersedia menjadi salah satu dewan pembinan JMSI Sulteng serta memberikan saran dan masukkan jika diminta oleh Pengurus JMSI Sulteng. 

“Saya siap kalau diminta jadi Dewan Pembina, karena itu sangat baik agar bisa saling berdiskusi,” kata Gubernur Rusdy Mastura.
Gubernur juga bersedia menghadiri pelantikan Pengurus JMSI Sulteng, asalkan tidak bertabrakan waktunya dengan jadwal kegaitan lain yang sudah ditetapkan waktunya oleh bagian protokoler.
“Nanti saya upayakan bisa hadir ya (pelantikan),” tandas Gubernur Rusdy Mastura. ***
- - -

Intensitas durasi Hujan yang turun di sebagian besar wilayah yang ada di Sulawesi Tengah memberikan dampak Banjir.

Kota Palu sebagai ibukota Provinsi tak luput  juga dari dampaknya banjir, bahkan Jalur Transportasi satu arah tepatnya jembatan 3 pun ditutup untuk digunakan para pengendara.

Tidak tanggung tanggung, Dampak curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir dibeberapa titik sampai memutuskan jalur infrastruktur Jalan maupun jembatan.

Dampak putusnya jalur transportasi pun tidak bisa dihindari akibat luapan air di badan jalan hingga memutuskan jembatan.

Luapan sungai Palu juga memberikan dampak Banjir di sebagian besar area wilayah Kelurahan Baru, Kota Palu.

Masyarakat terdampak yang ada disekitar bantaran sungai Palu tak bisa berbuat banyak. 

Kejadian banjir akibat luapan sungai Palu itu terjadi disaat intensitas hujan yang tinggi juga, sampai sampai, ketua DPRD Kota Palu meminta agar Dinas Sosial segera membuat Dapur Umum di wilayah yang terdampak banjir itu.

Bukan Hanya Banjir saja, Posisi Jembatan 3 yang membentang di wilayah itu pun terdampak akibat luapan air sungai Palu.

Dengan durasi volume debit luapan air, Awalnya kendaraan yang melintas di jembatan itu normal saja, tetapi tiba tiba ada instruksi agar yang melintas di jembatan tersebut hanya diperuntukkan pada kendaraan roda dua. Dan selang tidak lama kemudian, Jalur transportasi di jembatan 3 itu ditutup untuk kendaraan umum.

ini dikarenakan Alasan Teknis demi menjaga hal hal yang tidak diinginkan, Hal ini juga viral di Medsos.

Ternyata, sarana infrastruktur, yakni Jembatan Gumbasa yang ada di Desa Pakuli Putus akibat hantaman Banjir, Sehingga sementara waktu, jalur transportasi Palu kulawi dan sebaliknya terputus.

Bukan hanya itu saja, di wilayah timur Sulteng, tepatnya di Daerah Bunta Kabupaten Banggai, terjadi juga luapan air d badan jalan nasional, sehingga arus transportasi sempat terganggu, dan pihak instansi terkait langsung aksi cepat, dan jalur itupun sudah fungsional.

Bukan hanya luapan banjir sampai dibadan jalan, terjadi juga beberapa titik longsoran, tetapi sudah langsung teratasi dan tetap fungsional.

Dampak banjir juga terasa di beberapa titik Kabupaten Donggala. Yakni di Desa Tibo Saloya, di desa ini sampai mengakibatkan putusnya 1 jembatan.

Selain Di desa Tibo Saloya, banjir juga terjadi di desa Kumbasa Kecamatan Sindue dan Desa Wambumamara kecamatan Banawa Selatan. 

Langganan Longsor,

Kebun Kopi Aman

Curah hujan tinggi, banjir dimana mana, Titik lokasi yang bisa dibilang langganan kejadian longsor, yakni ruas Kebun Kopi, Nupabomba sampai Toboli Aman Aman saja.

Meskipun terbilang sering terjadi longsor, Tetapi melalui penanganan yang rutin dan metode metode penanganan longsoran serta penanganan tebingan lereng, terantisipasi otomatis tujuan dari itu semua Agar fungsi jalan pada infrastruktur jalan tetap fungsional. **Mr.Lambose





- - -

Palu,sultengaktual.com - Untuk mengisi Kekosongan Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Secara Definitif, Pihak Panitia seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi  (JPT) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Tengah yang telah melakukan proses seleksi dari awal, akhirnya mengumumkan 3 nama calon Sekdaprov Sulteng, Selasa, 6 September 2022.

Hasil kerja panitia dalam seleksi tersebut, tiga nama calon Sekdaprov Sulteng ini tertuang dalam surat Pengumuman Nomor 017/PNASEL-JPT/2022 yang dikeluarkan Pansel hari ini dan ditandatangani Ketua Pansel, Prof. Dr. Zainal Abidin, M.Ag.

Dalam pengumuman disebutkan, berdasarkan hasil seleksi administrasi dan rekam jejak, uji kompetensi manajerial, uji penulisan makalah, presentasi dan wawancara pada 5 September 2022 oleh Pansel.

Maka Pansel mengumumkan 3 nama peserta yang dinyatakan layak sebagai Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah yakni;

  1. Fahrudin, S.Sos.,M.Si

  2. M Sadly Lesnusa, S.Sos.,M.Si

  3. Novalina.,MM

Tiga nama yang telah diumumkan tersebut akan diserahkan oleh Pansel kepada Gubernur Sulteng, H. Rusdy Mastura untuk kemudian diteruskan ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk ditetapkan satu orang sebagai Sekdaprov Sulteng. *RB- MH


- - -

Palu,sultengaktual.com - Pekerjaan proyek peningkatan Jalan Soeprapto di kota palu dikerjakan oleh CV Erynas Perdana, optimis pelaksanaannya akan tuntas sesuai dengan waktu pelaksanaan dalam kontrak.

Selain optimis selesai sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan, pihak pelaksana pekerjaan itu juga bertekad kalau ruas pekerjaan tersebut akan menjadi pilot project dalam pelaksanaannya.

Proyek Yang dianggarkan oleh Dinas PU Kota Palu itu dikontrakkan pada Juli 2022 lalu dan akan berakhir pada Desember 2022 nanti.

Pada pelaksanaannya, proyek peningkatan jalan Soeprapto itu akan mengerjakan beberapa item pekerjaan, yakni pekerjaan saluran air/ Sistem Drainase dengan menggunakan pracetak Uditch, pekerjaan trotoar dan pekerjaan badan Jalan dengan metode overlay.

Sekarang ini, pihak pelaksana merampungkan dulu pekerjaan pemasangan pracetak uditch, dengan melakukan penggalian dan langsung mendudukan pracetak uditch, dan pekerjaan ini sedang berlangsung.

setelah itu, pihak pelaksana segera menutup bagian atas pracetak uditch itu dengan tetap memperhatikan posisi posisi bak kontrol di setiap beberapa  meter saluran yang ditutup.

Jika item pekerjaan pemasangan saluran uditch selesai, kami akan melanjutkan pada pekerjaan trotoar, hal ini di ungkapkan Haris selaku pelaksana dilapangan yang diamini oleh Iskandar pihak dari PU Kota Palu yang di aminkan pula oleh Teguh yang ada di lapangan saat media ini menyaksikan penggalian serta pemasangan saluran uditch dilokasi pekerjaan.

setelah pekerjaan kedua item itu selesai ( Pekerjaan saluran dan Trotoar - Red) kami langsung mengerjakan pengaspalan badan jalan, itu semata kami targetkan agar pekerjaan di kontrak ruas ini bisa segera rampung sesuai dengan batasan waktu yang sudah ditentukan dalam kontrak, karena kami sebagai pelaksana yakin jika semuanya bisa selesai sesuai waktu yang ditentukan, ujar Haris.***RB



- - -

Palu,sultengaktual.com - Pekerjaan Proyek Preservasi Jalan Malala Ogotua Ogoamas Tonggolobibi pada Kementerian PUPR Dirjen Bina Marga yang melekat pada satuan kerja PJN I BPJN Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2022 Dipastikan akan tuntas pelaksanaannya sesuai dengan jadwal waktu dalam Kontrak.

Pekerjaan Yang dilaksanakan Oleh PT Macini Raya Pratama selaku penyedia Jasa/ Kontraktor Pelaksana sangat Optimis akan selesainya pekerjaan yang dibiayai oleh APBN Murni itu.

Dengan Posisi progres bobot pekerjaan sampai hari ini (Berita Naik - Red) presentasi kemajuan pekerjaan sudah menyentuh 73 Persen.

Yang membuat optimis bisa selesai dengan waktu yang ditentukan, karena kedepan pekerjaan pekerjaan yang akan dilakukan tidak terlalu berat, karena pekerjaan struktur sudah selesai dikerjakan, Ujar Nanang, ST selaku GS Pada PT Macini Raya Pratama.

Pekerjaan pekerjaan yang sudah terlaksana seperti, pekerjaan saluran, pekerjaan Box Culvert, pekerjaan efektif pengaspalan yang tersebar sesuai dgn STA dengan panjang sekitar 2,3 KM, pemeliharaan rutin jembatan, pemarasan dan juga pekerjaan patching atas kondisi lubangnya badan jalan yang tersebar dan disesuaikan dengan volume yang ada pada kontrak.

Pekerjaan pekerjaan yang dilaksanakan tidak lepas atas klausul yang ada didokumen kontrak dan pelaksanaan dilapangan disesuaikan pada situasi kondisi yang ada, dikarenakan durasi hujan sangat tinggi di ruas ini, ungkap Nanang.

Hal hal yang bisa dikatakan sebagai pekerjaan tapi tidak tercover dalam kontrak juga kami tetap lakukan. Seperti jika ada gundukan tanah di badan jalan atau bahu jalan diakibatkan longsoran, kami wajib membersihkan, agar ruas jalan tidak terganggu dan tetap berfungsi.

Ada juga beberapa titik yang mungkin terlihat atau tidak tersentuh, selain tidak masuk dalam penanganan kontrak, ha tersebut akan masuk dalam penanganan anggaran selanjutnya.

Hj Salmah, yang juga mantan Ketua Gapensi Kota Palu selaku pemilik PT Macini Raya Pratama menuturkan jika pelaksanaan yang dilakukan sudah sesuai dengan apa yang diatur dalam dokumen kontrak. 

Atas dasar itu juga, kami selaku pelaksana tidak main main dalam pelaksanaan dilapangan, karena ini merupakan tanggung jawab dan kami harus tuntaskan sesuai aturan pelaksanaan yang tidak lepas pada acuan Teknis, Tambah Pimpinan Gapensi Sulteng yang Baru terpilih secara aklamasi itu.

Tak dipungkiri, dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan banyak lika likunya, mulai jarak, loading material dan mensiasati teknik dilapangan disaat bekerja karena terjadi hujan, tapi itu semua bisa dilalui dan kami berharap disisa waktu kontrak dalam pelaksanaan merampungkan pekerjaan kondisi alam bisa bersahabat, harap Hj Salmah yang diamini oleh Nanang ST.  ***Rb



- - -

Palu, sultengaktual.com - Program pembangunan Infrastruktur berkelanjutan  Kementerian PUPR Melalui Direktorat Jendral Bina Marga Terus Terealisasi dan terlaksana di daerah, khususnya pada provinsi Sulawesi Tengah melalui BPJN Sulteng.

ini terlihat dengan jelas dan faktanya pada penanganan pekerjaan secara reguler maupun pekerjaan yang terkoneksitas atas anggaran bantuan bank dunia, yang dikarenakan bencana alam, untuk melakukan pekerjaan rekonstruksi maupun rehabilitasi.

Seperti pekerjaan yang tercakup pada penanganan infrastruktur yang dibangun atau di lakukan Rekon Rehab akibat kejadian bencana alam gempa bumi, tsunami dan Likuifaksi di september 2018 silam.

Wujud dari itu yakni Pembangunan infrastruktur yang dibangun seperti jalan Akses ke huntap Talise-Tondo Kota Palu yang Selesai dikerjakan oleh Perusahaan Asal Pulau Borneo, PT Marinda Utama Karya Subur Dengan Dukungan Anggaran bersumber dari JiCa.

Tentu saja, pembangunan ini memberikan dampak positif untuk sisi sosial maupun ekonomi. Mengingat Dampak atas bencana 2018 silam lalu yang meluluhlantakan areal daerah yang ada di Pasigala (Palu, Sigi dan Donggala).

Dibangun oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementrian PUPR, melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, dengan pembiayaan dari Japan International Corporation Agency (JICA) Adalah suatu komitmen Pemerintah melalui bidang kerja terkait.

PT. Marinda Utama Karya Subur  selaku penyedia jasa/kontraktor pelaksana melalui Onny Marunduh selaku GM pada perusahaan pelaksana menuturkan kalau kebutuhan pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari penanganan jalan pasca bencana Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) 2018 silam

“Hal ini, pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam pengembangan ekonomi daerah kota Palu melalui jalur transportasi yang bisa dikatakan Jalur Distribusi guna kelancaran para pengguna jalan,serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) itu sendiri . Sambil menggambarkan pada waktu pelaksanaan, sebagai penyedia jasa dalam mengerjakan item pekerjaan dalam kontrak kerja dengan pihak PPK 3.8 pada satuan kerja PJN III BPJN Sulteng mengacu pada klausul kontrak dengan ketentuan aturan dan ketentuan teknis yang sesuai dengan Aturannya, sehingga dalam output atas pekerjaan itu sesuai dengan Tujuannya.

Bukan hanya itu saja, terlepas upaya melakukan percepatan pada pekerjaan infrastruktur yang dibangun terkhusus 2 tahun kedepan akan menjadi pijakan atas kualitas dari awal perencanaan, pelaksanaan pembangunan, sampai pada melakukan pemeliharaan tetap dibarengi dengan Tanggung jawab yang terkoneksi dengan tujuan terwujudnya suatu Nilai Anggaran itu sendiri atas suatu proses infrastruktur itu sampai ditahap penyelesaian, Jelas Onny 

Secara pelaksanaan pekerjaan infrastruktur, pihak penyedia jasa, bukan hanya melakukan pekerjaan Jalan Akses Huntap Tondo Talise yang Dalam perkembangannya menjadi Rute jalan lingkar luar (Outer Ringroad) Kota Palu yang membentang sejauh 42 kilometer yang akan langsung terintegrasi di tiga lokasi Hunian Tetap (Huntap) Tondo, Pombewe dan Duyu, tetapi mengerjakan juga Pembangunan Jembatan Pada Akses yang sama dan juga penyelesaian item pekerjaan saluran di huntap Duyu.

Utamanya, hasil pekerjaan pada titik lokasi di belakang Areal Perkantoran Polda sulteng dengan bentangan ruas yang panjang dalam penyelesaiannya  pada ruas akses huntap tondo talise masih masuk ranah waktu pemeliharaan hasil pekerjaan yang menjadi tanggung jawab pelaksana.

Melakukan pembenahan atas kerusakan di sepanjang areal penanganan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh pihak penyedia selama batas waktu yang sudah ditentukan dan hal ini juga tertuang pada syarat syarat umum kontrak, ungkap Dian Maulana, ST. MT selaku Kasatker PJN III BPJN Sulteng yang diamini oleh Onny Marunduh selaku GM perusahaan Penyedia Jasa.

"Membenahi merupakan kewajiban penyedia, dan jika ada halnyang urgent sekalipun dalam membenahi atas kerusakan, itu harus cepat dan kami tetap proaktif menginformasikan dan menyuruh sesegera mungkin pada penyedia untuk ditangani, Tambah Dian Maulana.

Hal itu juga disahuti langsung oleh GM Kontraktor Pelaksana, faktanya dilapangan jika kerusakan yang ada segera ditangani, karena masih merupakan Tanggung Jawab kami sebagai Pelaksana, Tambah Onny Marunduh. ***Multy— RB


- - -

Palu,sultengaktual.com - Proyek Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Simpang Jalan Provinsi - Kalemago - Tamadue yang ada dikabupaten Poso akan segera tuntas dalam waktu dekat.

Pekerjaan yang melekat di dinas Bina Marga Dan Penataan Ruang Sulawesi Tengah itu masih sementara On The Track sejak dikontrakkan pelaksanaannya oleh CV Kandean.

Pihak penyedia jasa/kontraktor pelaksana sejak kontrak pada akhir Maret 2022 lalu terus action lapangan menuntaskan item item pekerjaan yang ada dalam klausul kontrak pelaksanaan.

Pantauan Media ini melihat beberapa item pekerjaan yang sudah dilakukan ada lah pekerjaan susunan batu penahan Oprit dan pekerjaan pembuatan saluran.

Pada pembuatan saluran yang dilakukan oleh pelaksana, mulai dari melakukan galian, susunan batu dan mortar, pekerjaan saluran, melakukan plesteran serta melantai saluran yang dikerjakan sesuai dengan acuan teknis yang sudah ditentukan.

Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, pihak pelaksana dilapangan dengan pola step by step menuntaskan item item pekerjaan yang wajib dikerjakan dengan pemenuhan presentase bobot dan pastinya sesuai kualitas teknis.

Sementara ini, dalam kurun beberapa hari terakhir ( Sebelum berita ini dinaikkan) pihak pelaksana konsentrasi dan fokus pada pekerjaan pengaspalan di ruas tersebut.

Pekerjaan pengaspalan sedikit ada hambatan sebelumnya, hal tersebut dikarenakan adanya error atau kerusakan pada peralatan kami dilapangan, dan semua sudah bisa terkendalikan dan peralatan sudah siap untuk bekerja, ungkap Gultom selaku pelaksana dalam pekerjaan tersebut.

Semua aspek dalam melakukan pekerjaan pengaspalan itu sudah siap On, dengan adanya hambatan itu, kami sedikit kelimpungan, dan sekarang kami akan lanjut bekerja.

Fokus utama pada pekerjaan ini karena mengingat akhir akhir ini cuaca yang curah hujannya sudah mulai masuk musimnya, semoga dalam pelaksanaan pengaspalan beberapa hari kedepan, cuaca bisa bersahabat dilapangan, Harap Gultom, pelaksana  yang standbye terus dilokasi pekerjaan.

Tak bisa dipungkiri, bobot terbesar dalam kontrak ini ada pada pekerjaan badan jalan, yakni pada pengaspalannya.

tentu bukan hanya pengaspalan, karena metode pekerjaan yang dilakukan bukan over lay tetapi melakukan pengaspalan baru, yang otomatis pola pengerjaannya dimulai dari dasar badan jalan sampai pada pembenahan bahu jalan tentunya.

Jika mau dikatakan setengah dari presentasi pekerjaan ini adalah pekerjaan pada badan jalan, sekitar 49 persen pekerjaan badan jalan harus dilaksanakan, tambah Gultom.

Sementara itu, PPTK proyek Rekonstruksi ini, Amiruddin Randa, ST MT menuturkan " Pada prinsipnya apa yang dikerjakan oleh pelaksana sudah pada acuan teknis yang ada, katanya.

Dan juga, kami selaku pihak pengguna sangat berharap pada sisa pekerjaan yang ada yakni pekerjaan pengaspalan bisa segera terlaksana dan selesai, mengingat musim hujan sudah mulai mesra mesranya di saar sekarang. 

Dan disaat ini, pihak pelaksana dalam beberapa hari kedepan akan melakukan pengaspalan dan semuanya sudah siap dilapangan, meskioun ada hambatan yang barusan terjadi, Alhamdulillah semua bisa teratasi dan pengaspalan siap untuk dilakukan.

Proyek Rekonstruksi di ruas ini sebagai tujuan program pembangunan penyediaan sarana prasarana infrastruktur yang sudah di gariskan untuk kepentingan masyarakat dan output atas hasil pekerjaan ini pastinya pada kepentingan masyarakat atas terpenuhinya jalur transportasi dan terciptanya juga jalur distribusi ekonomi masyarakat pada umumnya.*RB




- - -