Pilih Menu

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI


'Masyarakat yang berdomisili diseputar areal proyek begitu antusias dan Puas Dengan Pola Padat Karya'

Palu,sultengaktual.com -  Bentuk kerja Redimensi Parsial badan Sungai akan dipastikan terbukti untuk dapat menormalkan aliran Sungai saat banjir datang dan mencegah kerugian penduduk akibat kerusakan harta benda.
melalui Proyek River Improvment And Sediment Control In Paneki River di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Pekerjaan di  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS), Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) telah mengalami kemajuan serta peningkatan bobot progress pekerjaan yang signifikan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Iwan, selaku Project Manager PT Karya Pembangunan Rezky selaku Rekanan pelaksana atas proyek tersebut sekaligus mewakili pihak PPK Sungai dan Pantai II, dan Kasatker PJSA WS. Palu – Lariang, WS. Parigi – Poso, WS. Kaluku -Karama Provinsi Sulawesi Tengah,

Iwan menguraikan bahwa perbaikan dan pengendali sedimen badan Sungai Paneki, dengan output pekerjaan meliputi pekerjaan saluran dengan panjang 3.380 meter, dan 1 bangunan Consolidation Dam serta normalisasi dengan melakukan pengerukan material sedimen pada dasar sungai akibat adanya limpasan sedimen dari hulu Sungai Paneki saat terjadinya bencana banjir pada dua tahun lalu.

“Jadi pembangunan badan sungai itu di desain dengan lebar bawah 10 meter, lebar atas 14 meter dan kedalaman 4 meter. Untuk Revetment atau dinding sungai akan menggunakan campuran beton K -175, sambil menambahkan bahwa pelaksanaan proyek yang melintasi Desa Langaleso dan desa Kabobona, Kecamatan Sigi Biromaru akan dirampungkan pada mei 2021 ini sesuai rencana.

Salah satu teknik metode kerja dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas sungai dari debit banjir sebelumnya. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan meninggikan tanggul sungai di kedua sisi.

Sementara pada setiap dinding sungai itu, nantinya akan dipasangkan pipa suling sebagi jalur untuk ketika ada air tanah yang naik, maka air tersebut akan keluar melalui pipa suling dan dibuang ke sungai. Selain itu juga padapelaksanaan normalisasi sungai tersebut, turut dibangun jalan inspeksi sejauh 2.520 meter pada sisi kiri dan kanan sungai dengan lebar jalan 3 meter dengan kontruksi perkerasan batuan kerikil.

kegiatan pekerjaan ini merupakan proyek yang dibiayai dari pinjaman atau Hibah luar Negeri (PHLN) LOAN JICA dengan kontrak tahun jamak atau Multi Year Contract (MYC) tahun anggaran 2020-2021.

Salah satu program dari kementerian, yakni Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN) Maka Pada kegiatan proyek River Improvement and Sediment Control in Paneki River , di Kabupaten Sigi, turut serta melibatkan sejumlah warga setempat melalui program padat karya Non-Rutin, melalui Hari orang Kerja (HOK) atau dengan kata lain masyarakat sekitar lokasi pekerjaan dilibatkan langsung dengan pola pemberian upah diberikan setiap minggu.

Masyarakat sekitar lokasi pekerjaan proyek yang masuk bekerja dalam kegiatan padat karya berjumlah sekitar 60 orang lebih. Dengan cara kerja yang dilakukan melakukan pengumpulan batu, serta melakukan Bekisting yakni melakukan pengecoran lewat Mal yang juga dibantu oleh peralatan yang ada.

melibatkan secara langsung warga masyarakat setempat pada proyek itu agar membuka lapangan kerja bagi masyarakat, terutama mereka yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan tetap akibat bencana alam dan pandemi Covid-19. Dan tak ketinggalan juga, dilapangan, protokoler kesehatan tetap dijalankan, wabah pandemi covid 19 belum berlalu, sehingga protokoler kesehatan tetap dijalankan, ujar iwan.

“Program Padat Karya ini melibatkan sekitar 60 puluhan orang warga lokal di dua desa, termasuk tenaga kerja terampil tukang. Diharapkan manfaatnya dapat langsung memberikan kontribusi pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Disamping itu juga, pihak pelaksana dalam penyediaan Material dilapangan didukung penuh oleh Nusa Jaya Grup. Bukan itu saja, masyarakat sekitar lokasi proyek juga sangat bersyukur dengan dilibatkan langsung dalam pelaksanaannya melalui Program Padat Karya. @RB-Multysumber

- -

Palu, Sultengaktual.com - Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Abadi Talise melalui Kepanitian yang dibentuk, melaksanakan pemungutan suara untuk memilih ketua LPM Abadi Talise periode 2021 - 2024.

Helatan Berdemokrasi di lingkup Kelurahan Talise kecamatan Mantikulore itu dilaksanakan pada sabtu 10 April 2021 bertempat di Baruga Kantor Kelurahan Talise.

Di pemungutan suara pada pemilihan ketua LPM ini, menurut Ketua Penyelenggara Pemungutan Suara, Abd Rasyid, M.Pd yang di wakili oleh sekretarisnya, Suparman, M.Kom menguraikan Bahwa proses pemilihan ini merupakan suatu agenda atas kerja kerja LPM Abadi Talise, Olehnya itu kepanitian dibentuk dan segera merumuskan Hal Hal Mengenai kesiapan dan kelengkapan terlaksananya Helatan Demokrasi ini.

Selain merumuskan serta menjalankan tahapan tahapan kerja panitia dan penyelenggara, sinergitas unit kerja pun rampung sampai skema administrasi penerimaan calon,menetapkan calon tertuang dalam berita acara kegiatan ini, Ujar Aco sapaan akrab Suparman.

Adapun, Hak pilih pada prosesi ini adalah semua masyarakat di kelurahan Talise dengan bukti diri membawa serta memperlihatkan KTP Asli masyarakat yang bertempat tinggal di kelurahan Talise.

Rapi Mekanisme Kerja dan Alur cross check data penduduk yang menjadi pemilih dilakukan secara seksama dengan penuh tanggung jawab, tambah Aco.

Masyarakat talise yang memilih kandidat calon ketua ini juga menerapkan pola pola tata pemihan secara umum yang sering digunakan oleh Lembaga KPU.

Dengan Hasil Administrasi calon ketua yang Maju berhasil di putuskan 5 kandidat calon ketua, sesuai dengan nomor urut masing masing Kandidat.

Kandidat yang terdiri dari 5 calon itu adalah, Mantan Ketua LPM yang juga pernah menjadi Anggota Legislatif kota palu periode 2014 - 2019 berada pada nomor urut 1 atas Nama Moh. Rum, SH., MH. kemudian Kandidat calon ketua nomor urut 2 yakni DR.Ubay Harun, S.Ag., MSi , lalu kandidat nomor urut 3 Ada Muh. Iqbal SH., MH, kemudian Di nomor urut 4 ada Gufran dan di posisi nomor urut 5 ada Agus Salim, SE.

Seiring proses tahapan pemungutan suara ini, Gufran sebagai salah satu kandidat calon ketua ternyata di pertengahan proses ini,mengambil sikap untuk mundur dari pencalonan. Dengan mundurnya kandidat nomor 4, sama sekali tidak mempengaruhi tahapan pelaksanaan pemungutan suara dan proses kerja kerja kepanitiaan yang ada, Jelas Aco.

bukan itu saja, Pantauan Langsung sultengaktual.com dilokasi pemungutan suara, Antusiasnya Para Pemilih yang merupakan anggota masyarakat setempat begitu besar. Hal ini dibuktikan dengan Padatnya Meja Panitia Yang bertugas di pendataan akurat berdasarkan Areal lokasi dengan pembagian Administrasi per RW.

Dari pendataan itulah para pemilih dianggap lengkap adminitrasi, yang kemudian mendapatkan kertas suara untuk di coblos di bilik suara.

Anggota masyarakat yang datang menggunakan hak pilih sesuai pengelompokkan area Per RW itupun diberikan batas waktu sampai pukul 13.00, lewat dari waktu yang sudah ditentukan , maka pihak panitia tidak melayaninya lagi.

Sesuai Rekapitulasi data administrasi oleh panitia pemungutan suara, pengelompokkan jumlah masyarakat yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 1.419 orang, dengan rincian, Masyarakat dari area RW 1 sebanyak 106 orang, RW 2 sebanyak 490 orang, RW 3 sebanyak 362 orang, RW 4 sebanyak 327 orang, RW 5 sebanyak 97 orang dan RW 6 sebanyak 36 orang.

Setelah Proses pencoblosan dilakukan, pihak panitia melakukan Break Ishoma selama kurang lebih satu jam, setelah itu melanjutkan agenda penghitungan hasil suara.

Diperhitungan hasil perolehan suara sangat alot, Muh Rum, SH.MH dengan nomor urut 1 yang juga pernah menjabat sebagai Ketua LPM Harus mengakui Keunggulan Agus Salim, SE dengan perolehan selisih 54 suara.

Agus Salim, sosok muda yang akan konsisten dan komit atas program kerja yang sesuai dengan visi misinya meraih 485 suara, sedangkan Muh Rum harus puas dengan 431 suara.

Ubay Harun nomor urut 2 dengan 193 suara, disusul oleh Muh. Iqbal nomor urut 3 memperoleh 136 suara.

meskipun sudah mundur dari pencalonan, Gufran nomor urut 4 memperoleh 3 suara dan, Lubis 19 suara.

Dari keseluruhan jumlah suara sah itu, masih ada juga suara batal sebanyak 160 suara. Hitungan ini sah dan sudah di berita acarakan dengan disaksikan masing masing saksi dari para kandidat peserta pemilihan Ketua LPM Abadi Talise, tambah Suparman, M.Kom.

Disela sela Perhitungan Total perolehan Suara, Risdianto Bachmid, SH yang juga Mantan Lurah Talise, sangat mengapresiasi atas helatan yang dilakukan oleh LPM Abadi Talise.
"Sangat sangat Demokratis prosesnya, ini tidak lepas dari kerja kerja penyelenggara yang sangat sarat pengalaman serta mampu memberikan edukasi politik di lingkungan areal kita sendiri, secara pribadi saya bangga dengan hasil penyelengaraan yang baru saja kita saksikan bersama, disitulah demokratisnya, nilainya sangat mulia dan kita pertahankan Ritme yang sudah ada" Ungkapnya.

Dan untuk Kandidat yang terpilih, untuk segera melakukan langkah langkah maksimal dalam menjalankan Lembaga tersebut, Raih dan buktikan apa keinginan masyarakat atas cita cita bersama. Segera lakukan sinergitas kemitraan dan seluruh unsur terkait atas cara cara kerja dalam mewujudkan Visi Misi dengan mengkombinasikan apa yang harus lebih dahulu diperbuat, Sukses Buat Ketua Terpilih, Ujar Risdianto.  @RB






- -
Arfan : Kualitas Pekerjaan Yang Utama, Ini Komitmen Dalam Menjaga Mutu Hasil Proyek

Buol, sultengaktual.com - Pemerintah Kabupaten Buol, melalui Instansi terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) terus memacu dalam meningkatkan infrastruktur pelayanan publik dengan menata kondisi ruas ruas jalan yang ada di daerah ujung utara provinsi sulawesi tengah itu.

Ditahun anggaran 2021 ini, pihak PU Buol tetap berkomitmen melanjutkan program atas pembangunan Daerah Buol. Ditahun ini, meski Wabah pandemi covid19 masih melanda, komitmen melanjutkan pembangunan tetap saja terlaksana.
          Arfan Arifin, ST MT
Dengan pos anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang diperuntukan kelanjutan program penanganan masalah jalan, sudah mulai terlaksana.

Dinas PU Kabupaten Buol, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Arfan Arifin, ST MT menguraikan bahwa, program pembangunan dalam bidang kebinamargaan tetap berlanjut dengan beban anggaran dari pos DAK dan DBH ditahun 2021 sudah mulai berjalan, dan sekarang ini, yang sudah action adalah pekerjaan yang beban pos anggaran Dari DAK.

Dengan Anggaran sebesar 25 Miliar lebih sudah mulai berjalan setelah melewati proses lelang dan sudah berkontrak dengan output pekerjaan melakukan peningkatan serta pemeliharaan kondisi jalan dengan tujuan utama fungsi jalan menjadi layak sebagai sarana fasilitas yang diperuntukkan oleh masyarakat pengguna.

Dengan Mayor Item pekerjaan yang dilaksanakan semuanya AC-WC dan Lapisan Penetrasi (Lapen), karena pekerjaan ini bersifat peningkatan serta pemeliharaan, Kata Arfan.

Dalam pelaksanaannya, Kami selaku pengguna sangat yakin jika kualitas pekerjaan itu bisa terjaga pada akhirnya, karena rata rata pihak rekanan yang mengerjakan disaat proses lelangnya juga menorehkan penawaran yang rata rata masih tahapan kewajaran dengan menurunkan harga penawaran tidak lebih dari 15 persen atas HPS yang ada.

Bagaimanapun juga, kualitas pekerjaan akan kami kedepankan dalam pengelolaan anggaran tersebut, dan sebaran sebaran titik pekerjaan itu smentara untuk beberapa daerah yakni peningkatan kondisi jalan di jalan Desa Tayadun - Desa Poongan, Desa Bokat - Desa Kodolagon serta proses pengerjaan Lapen di ruas lainnya.

Diproses lelang baru baru ini juga, pantauan yang kami lihat, rekanan rekanan pesertanya ada yang dari luar wilayah buol dan rekanan lokal juga, tapi itu bukan suatu alasan rekanan dari mana, karena proses lelang adalah proses lelang yang terbuka buat siapa saja yang memenuhi syarat sesuai aturan dan di proses oleh Pokja yang ada tanpa campur tangan dari pihak manapun, termasuk pihak instansi terkait, jelas Arfan.

Dalam pelaksanaannya dilapangan, saat pandemi covid19 sekarang ini yang masih mewabah, menjalankan protokoler kesehatan tetap ditekankan untuk selalu dijalankan di lapangan, karena ini merupakan suatu keharusan di era New Normal dan juga untuk memutus mata rantai penyebarannya. RB




- - -

Jakarta, Sultengaktual.com – Ridwan Kamil Yang juga Gubernur provinsi Jawa Barat mengunjungi Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) Artha Graha Peduli (AGP) di kawasan Ancol Jakarta, Awal pekan baru baru ini.

Kang Emil sapaan akrabnya, mengapresiasi atas pendirian Rumkitlap untuk merawat pasien Covid-19 yang hingga kini menjadi tempat vaksinasi warga.

“Ini contoh yang bagus yang akan saya copy paste untuk di daerah Bandung,,” puji Kang Emil.

Kang Emil menyebutkan, keterlibatan para pihak pihak pengusaha bisa dipastikan akan mempercepat program pemberian vaksinasi dengan memfasilitasi vaksinasi ini adalah kegiatan yang akan dilakukan di Jawa barat.

Pemerintah juga menyadari bahwa tanpa keterlibatan pihak swasta akan sulit atau tidak bisa maksimal memacu jumlah yang divaksin. Maka perlu semua sektor untuk berpartisipasi menangani Covidp-19 hingga mendukung vaksinasi kepada warga.

“Pihak swasta lainnya seperti kelompok kelompok pengusaha, bisa mencontohi atas langkah yang dilakukan oleh Pak Tomy Winata melalui salah satu program kerjanya dengan terlibat aktif mendukung penanganan Covid-19 hingga melaksanakan vaksinasi kepada warga,” pintanya.

Kang Emil disambut oleh pendiri AGP Tomy Winata yang menjelaskan sejarah Rumkitlap yang pertama di kawasan SCBD Jakarta lalu pindah ke Ancol.

Pada awalnya Rumkitlap ini dipersiapkan untuk kesiapan bencana alam lengkap dengan pelatihan kepada tenaga medis sebelum wabah Corona terjadi. Namun tiba-tiba terjadi wabah Corona yang kemudian menjadi Rumkitlap untuk pasien Covid-19.

“Di ruang ini, sudah lebih 70 ribu pasien Covid ditangani,” kata Tomy Winata kepada Kang Emil di bawah tenda raksasa.

beberapa kejadian kejadian Bencana alam yang terjadi di Indonesia, perusahaan dari pengusaha TW panggilan Khas Tommy Winata mengambil posisi dengan keterlibatan langsung dilapangan area kejadian bencana alam, mulai dari bencana Tsunami Aceh lalu, Gempa bumi Lombok, Gempa Di Sulawesi Barat dan Bencana bumi yang karakter kejadiannya lengkap di Sulawesi Tengah, dengan pusat Kota Palu sampai berdampak ke kabupaten Parigi Moutong, serta Kabupaten Donggala.

Karakter lengkapnya kejadian bencana alam yang terjadi di kota palu 2018 silam yakni gempa bumi dengan kekuatan 7.4 SR, Terpaan Tsunami serta pergerakan tanah dengan istilah Likuifaqsi.

Di kejadian bencana alam 2018 silam, pihak AGP tidak tanggung tanggung memobilisasi bantuan untuk para pengungsi serta korban dampak atas bencana alam.

Dengan sebaran posko posko kecil sebagai media informasi guna disampaikan langsung ke posko besar yang saat itu memakai gedung instansi di bilangan seputar jalur dua kota palu. Walhasil, masyarakat sangat mengenal dekat dengan nama ARTHA GRAHA PEDULI, dikarenakan masyarakat sangat tersentuh atas langkah nyata yang dilakukan oleh AGP.  @RB(Rilis by Spyanto)
- -
Haris : 'Merampungkan Pekerjaan Merupakan Tanggung Jawab'


Palu, sultengaktual.com - Proyek Paket preservasi ruas jalan Beteleme - Tompira - Bahonsuai - Bungku terus melakukan action dilapangan dalam merampungkan pekerjaan yang melekat di kementerian PUPERA bagian Binna Marga yang dibawahi oleh BPJN XIV Sulteng.

Paket pekerjaan yang berbandrol anggarann APBN Murni dengan nilai Kontrak 49.130.936.000 Ini berada pada satuan kerja PJN III sulawesi tengah dibawah tanggung jawab Pejabat pembuat komitmen ( PPK 3.6) dilaksanakan oleh PT Mentawa Karyatama Sejati sebagai pemenang lelang atas paket pekerjaan tersebut.

Perusahaan Yang syarat akan pengalaman dari Timur Sulawesi Tengah itu berkeyakinan bahwa pekerjaan diruas yang ditangani sepanjang 20 KM itu akan tetap dituntaskan pekerjaannya sesuai dengan batasan waktu kontrak yang ada, Meskipun kami mendapatkan Perpanjangan waktu hingga 21 April nanti.

Meski saat sekarang ini, pandemi atas wabah sebaran covid19 masih saja terjadi, tetapi pelaksanaan dilapangan tetap saja dilakukukan pekerjaan, yang sudah pasti mengacu pada protokoler kesehatan yang berlaku, jelas Haris selaku General superintendent pada pekerjaan yang dinahkodai putri dari pengusaha sukses Murad Husein.

Haris merincikan juga, bahwa pada pekerjaan penanganan jalan yang dikontrakkan sepanjang 20 KM itu, sampai saat ini sudah terealisasi hingga tuntas, tinggal menyelesaikan Marka Jalan serta Bahu jalan.

" Pekerjaan Dilapangan sudah tuntas semuanya, sisa penyelesaian marka jalan dan bahu jalan saja sedikit lagi, Alhamdulillah kami bisa tuntaskan pekerjaan ini, karena sudah Tanggung jawab kami menyelesaikan hingga tuntas, Ujar Haris, selalu General Superintendent/ Kepala proyek dari pelaksana PT Mentawa Karyatama Sejati, melalui Telepon Selular.
Selain pekerjaan pengaspalan yang sudah selesai dikerjakan, pekerjaan Pemeliharaan rutin jembatan sudah juga dilakukan pembersihan dan pengecetan jembatan serta pekerjan lainnya, hal ini merupakan ketentuan dalam kontrak yang harus dikerjakan. sementara pekerjaan pemeliharaan rutin jalan juga selesai dikerjakan, Tambah Haris, sambil menambahkan hal ini tidak bisa dipungkiri semua atas dukungan masyarakat setempat.

Sesuai arahan dan aturan yang ada, pekerjaan pekerjaan yang ada dan terdampak langsung akibat pandemi covid19 telah terjadi refocusing anggaran.
refocusing dimaksud yakni pemotongan anggaran nilai kontrak pada pekerjaan yang berlangsung dengan nilai yang dibayarkan ditahun berjalan Pada 2020 lalu pas waktu kontrak dan pada tahun mata anggaran berikutnya di tahun 2021 ini, contohnya seperti nilai kontrak kami sebesar 49 miliard lebih baru akan diselesaikan di anggaran tahun 2020 kurang lebih 12 miliard dan sisanya atas anggaran tersebut telah rampung diselesaikan tahun ini jelas Haris. RB
- -


Melakoni Dengan Tanggung Jawab Serta Posisi Cashflows Terjaga Membuat Suatu Hal Itu Bisa Bertahan

sultengaktual.com -Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat ( PU PERA ) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XIV Sulteng ( BPJN XIV Sulteng) Tetap melanjutkan pembangunan sarana prasarana infrastruktur dibidang kebinamargaan.

Komitmen dalam melanjutkan program pembangunan nasional meskipun dalam keadaan situasi pandemi wabah Covid 19 yang menerpa keseluruhan negara didunia, pihak kementerian PU PERA secara aktif menuntaskan proses pekerjaan pekerjaan sesuai dengan Tahapan Proses yang sesuai dengan aturan yang ada.

Beberapa pekerjaan Yang dibiayai pada tahun Anggaran 2020 lalu, Pihak Kementerian tetap memberikan kelongaran yang memberikan perimbangan pada penyedia jasa dalam melaksanakan penyelesaian pekerjaan yang sudah dikontrakkan dengan pola Relaksasi Refocusing atas pembiayaan serta batasan waktu dalam penyelesaian pekerjaan.

PT. Elim Jaya Pratama ( EJP ) salah satu Rekanan Penyedia Jasa Asal Dari Wilayah Timur Sulawesi Tengah, Luwuk Kabupaten Banggai merupakan Kontraktor pelaksana Yang syarat Pengalaman dalam proses pelaksanaan penyelesaian pekerjaan yang dikontrakkan.
 
Dengan Trade Merk atas Posisi Sebagai Kontraktor, PT EJP dalam pelaksanaan dilapangan jika dirunut atas pengalaman kerja kita menoleh ke riwayat kontraknya, Seakan tidak sekalipun ada minusnya bahkan persoalan dalam proses penyelesaian Kontrak pekerjaan yang didapatkan.

Penelusuran media Grup sultengaktual.com atas kinerja kontraktor asal Kota Air Kabupaten Banggai ini sangatlah memiliki komitmen atas kontrak kerja yang dijalankan. Hal ini tidak lepas dari kinerja Managemen perusahaan itu sendiri.

Flash Back kebelakang, Sosok leader yang sudah membesarkan perusahaan tersebut sering disebut 'Tangan Dingin ', Yakni Almarhun Ko' Ince. Betapa Tidak, Dimasa hidupnya, merintis sampai membesarkan perusahaan perusahaan miliknya, hanya dilakukan dengan 2 cara/metode saja, yakni Menjaga Cash Flows dan Bertanggung Jawab. Ungkapan Ini tertutur saat waktu itu, Alm Ko' Ince Menjamu makan malam di salah satu Restaurant di bilangan Kilo 5 kota Luwuk.

Seiring Waktu, perusahaan Milik Alm Ko' Ince masih tetap eksis di bidangnya sebagai penyedia Jasa, Jika Berbicara EJP, Nama Beliau Pasti Terucap, karena Karakter dan pembawaan yang begitu supel serta keramahan kepada Siapa saja.

Eksisnya perusahaan peninggalan Alm Ko' Ince, salah satunya EJP terbukti masih dipercaya oleh pengguna anggaran baik yang dibiayai APBD Kabupaten Banggai, APBD Provinsi Sulawesi Tengah serta APBN sebagai Penyedia Jasa dalam melaksanakan Pekerjaan pekerjaan yang dikontrakkan melalui tahapan tahapan yang sesuai dengan peraturan yang Ada (Proses Lelang/Tender).

EJP pada Tahun 2020 mendapatkan proyek Pekerjaan Preservasi Jalan Ampana - Balingara - Bunta - Pangimana setelah Perusahaan Yang Dinahkodai Oleh Viktor Hongkiriwang menjadi pemenang pada proses tender/lelang Pekerjaan ini.

PT EJP selaku pemenang lelang pekerjaan Tersebut setelah tanda tangan Kontrak pekerjaan harus menyelesaikan penanganan pekerjaan dengan panjang Target sepanjang kurang lebih 20,40 KM sampai batas akhir di desember nanti dengan Hasil Akhir Pekerjaan Jalan Hot Mix.

Pekerjaan pekerjan di ruas ini mulai dari pengaspalan, pembersihan saluran, pemeliharaan secara rutin untuk jalan dan jembatan dan pemarasan. Selain itu terdapat pekerjaan Rutin Jalan, penanganan Rutin pada Jembatan, pemeliharaan Jembatan, pemarasan, pembersihan saluran dan pengaspalan badan jalan yang sudah ditetapkan dalam kontrak.

Sigapnya EJP selaku mitra kerja Dengan Pihak BPJN XIV terlihat pada putusnya jembatan Tobelombang di jalur Trans sulawesi Palu - Luwuk tepatnya di Kilometer 436+070 Akibat Gerusan Air yang mengakibatkan Oprit Jembatan Putus langsung ditangani oleh EJP sehingga masyarakat pengguna jalan tetap terlayani, karena penanganan langsung dilakukan segera. Dan untuk Pekerjaan pekerjaan yang dilakoni EJP ditahun anggaran 2020, semua tuntas dilaksanakan.

Sigap serta bertanggung jawab memberikan Poin plus keberadaan Perusahan ini. Sehingga TEGAK Sulteng salah satu NGO pemerhati pembangunan sarana prasarana di Sulawesi Tengah memberikan Apresiasinya dan Berharap kiranya EJP bisa mempertahankan Pandangan pandangan plus atas posisi yang ada sekarang ini.

Dengan berkelanjutannya program pembangunan Nasional, di tahun anggaran 2021 ini EJP masih tetap eksis mengikuti proses proses lelang yang sementara berlangsung dan juga sudah memilik kontrak Pekerjaan di Ruas ruas jalan yang ada di wilayah timur provinsi Sulawesi Tengah.

Oleh : Randhy Budiman
- -
Palu, Sultengaktual.com - Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat ( PUPR ) Direktorat jenderal cipta karya mempunyai peran strategis mengenjot program Kota tanpa kumuh ( Kotaku ) pada tahun 2020 di Kota Palu. 

Program Kota Tanpa Kumuh ( Kotaku ) merupakan satu dari sekian program Padat Karya Tunai ( PKT ) cash for work yang di laksanakan Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat ( PUPR ) melalui Dirjen Cipta Karya serentak di seluruh Indonesia mencakup 34 Provinsi termasuk Sulawesi Tengah yang melekat pada Balai Prasarana Permukiman Wilayah ( BPPW ) Sulteng. Ujar Zubaidi di ruang kerjanya
Program ini terangnya, bersinergi dengan Pemerintah Daerah serta melibatkan langsung Kelompok Masyarakat. ini merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan tujuan melakukan pemberdayaan secara langsung kepada masyarakat dalam penanganan permukiman kumuh di perkotaan termasuk infrastruktur yang rusak akibat bencana alam gempa bumi beberapa tahun lalu masuk dalam agenda kerja program Kotaku pada tahun 2020 lalu di Kota Palu
" Di Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu, program Kotaku menyasar 45 Kelurahan dengan konsep pemberdayaan langsung ke masyarakat. Program ini berhasil terlaksana dan menyerap tenaga kerja 2.500 orang untuk padat karya tunai program Kotaku di Kota Palu. " Jelas Zubaidi ST 
Meski di tengah pandemik Kata dia, kegiatan ini tetap berjalan dan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Akunya

Program Kotaku yang di laksanakan di Kota Palu 
Program ini merupakan komitmen pemerintah terutama pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah ( BPPW ) Sulteng untuk mendukung gerakan 100-0-100 yakni 100 persen akses air minum layak, 0 persen permukiman kumuh serta 100 persen akses sanitasi layak.

Keberhasilan program Kotaku di Kota Palu tentu tidak lepas dari peran Kepala BPPW Sulteng, Satker dan juga PPK yang membawahinya.

Atas kerja keras ini, lingkungan permukiman yang dulunya kotor dan kumuh saat ini telah berubah menjadi layak huni, asri dan nyaman.

PPK Kotaku Zubaidi. ST mampu memberi warna baru bagi keberadaan permukiman kumuh di perkotaan. Saat ini, hasil upaya dan kerjanya bisa memberi arti terhadap permukiman kumuh di Kota Palu
 
Program Kotaku adalah kegiatan yang di lakukan melalui pembangunan infrastruktur skala lingkungan reguler dengan konsep kolaborasi antar pemerintah pusat, daerah yang melibatkan langsung Kelompok masyarakat. tim
- -
Palu,Sultengaktual.com - Kementeria PUPR melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BP2W) Provinsi Sulawesi Tengah Yang Dikepalai Oleh Ferdinan Kana’ lo, menyatakan bahwa pihaknya tetap melanjutkan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana alam 28 September 2018 silam.

Pihaknya ditugaskan oleh Wakil Presiden melalui Dirjen Perumahan Kementerian PUPR ketika itu, untuk membangun huntap sesegera mungkin bisa terbangun dengan data yang benar.

Diakuinya pembangunan huntap dibeberapa lokasi memang mengalami sedikit perseoalan sehingga memberikan dampak untuk percepatan pembangunan huntap itu sendiri. Namun hal ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait agar persoalan itu bisa terselesaikan.

“data yang diberikan pemerintah daerah sering berubah-rubah. Kadang besar dan kadang turun lagi, belum lagi persoalan lahan. Kami disarankan oleh KPK agar membangun Huntap sesuai data ril dan diatas lahan yang tidak menimbulkan masalah,” Jelas Ferdinan dihadapan sejumlah jurnalis dalam Konfrensi Pers Di Ruang Rapat Kantor BP2W.

Dia mengatakan pemerintah Kota Palu, Sigi dan Donggala masing-masing memberikan data gelondongan, sehingga butuh verifikasi data yang lebih ril agar pembangunannya tidak mubazir.

“Coba kalau kita bangun tidak sesui data ril, misalnya lebih banyak dibangun ketimbang data kebutuhan yang sebenarnya terus tidak ada yang huni, maka akan menimbulkan masalah dikita yang membangunnya, bukan yang menghuninya,”tegas Ferdinan.

Misalnya data gelondongan dari BPBD Kota Palu sebanyak 8.168, setelah diverifikasi BP2W hanya 1.206 kemudian berdasarkan SK walikota Palu datanya sebanyak 5.758, dan hasil verifikasi hanya 5.051. Sehingga terjadi selisih 707.

“Sedangkan kapasitas Huntap yang akan di bangun di Kota Palu sebanya 4.083 unit dan kita masih kekurangan lahan,”jelas Ferdinan.

Ferdinan yang didampingi Kasatker baru Sahabuddin dan sejumlah PPK menjelaskan bahwa proyek rehab rekon pasca bencana Pasigala termasuk pembangunan Huntap berasal dari dana pinjaman di Bank Dunia.

“Karena ini dana pinjaman di Bank Dunia oleh pemerintah Indonesia, maka kita harus hati-hati betul mempergunakannya sesuai kebutuhan dan tidak boleh ada masalah, termasuk masalah sengketa lahan.

Sebab Bank Dunia tidak mau membiayai jika ada masalah. Oleh sebab itu masalah rehab rekon terkhusus pembangunan Huntap bagi masyarakat korban bencana alam Pasigala adalah tanggungjawab kita bersama, termasuk kawan-kawan pers. Mari kita bersinergi demi membangun daerah ini, terkhusus membangun huntap untuk saudara-saudara kita yang kehilangan tempat tinggalnya,” Pintanya. @tlgi_rb

- -
Palu, sultengaktual.com - Proyek Penggantian Jembatan Provinsi Sulawesi Tengah Yang Melekat pada Satuan Kerja PJN III BPJN XIV Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2020 Belum Selesai sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan dalam kontrak pelaksanaan.
  
Terlambatnya pekerjaan ini ( Nampak foto, sesuai Kondisi lokasi proyek terkini 6 Januari 2021) menuai berbagai sorotan, pasalnya proyek Yang kontrak di akhir februari 2020 lalu ini belum tuntas dalam menyelesaikan beberapa item pekerjaan, sehingga Kontraktor pelaksana diberikan ketambahan waktu atau perpanjangan waktu pelaksanaan Yang sesuai dengan Aturan.
  
Sorotan atas Proyek Penggantian Jembatan Talise di Jalan Yos Sudarso sampai Sekarang Ini Belum Secara Nyata memberikan Naiknya progress bobot pekerjaan dalam penyelesaiannya. hal ini dikarenakan dengan melihat durasi kontrak pelaksanaannya yang telah berakhir di 31 Desember 2020 lalu belum juga Tuntas.

Seperti diketahui, Pekerjaan penggantian Jembatan Talise merupakan satu dari empat jembatan yang dikontrakkan oleh pelaksana yang penandatanganan kontraknya jika tidak salah pada akhir februari 2020 Lalu, Ungkap Eko Arianto Dari Tegak Sulteng salah satu Komunitas NGO yang memperhatikan Pembangunan infrastruktur Di sulawesi tengah.

Menurut Kami, Terlambatnya kontraktor dalam menyelesaikan pekerjaan ini hingga waktu pelaksanaan yang sudah ditentukan kami kelompokkan dalam 2 pokok pikiran, yang pertama adalah pihak pelaksana tidak menggunakan durasi waktu kontrak yang menurut hemat kami sangatlah panjang. Karena sepengetahuan kami, pekerjaan tersebut dikontrakkan di akhir Februari 2021, dan sangat disayangan, kontraktor pelaksana baru melakukan action lapangan nanti pada akhir agustus 2020 (24 Agustus 2020 - Red), jelas Eko.

Sikap kontraktor pelaksana kami anggap sangatlah membuang buang durasi waktu pelaksanaan yang menurut hemat kami adalah suatu langkah mengulur waktu dengan alasan yang tidak jelas, tambahnya.

Sedangkan yang kedua adalah, pihak Satker atau Satuan Kerja PJN III BPJN XIV Sulteng serta PPK 3.8 seakan memberikan suatu kelonggaran alias diam saja atas kinerja yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana. Seharusnya ada teguran Keras dan tegas dalam penyelesaian pekerjaan yang wajib dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana, Rincinya.

Terkait Atas belum selesainya proyek pekerjaan penggantian jembatan Talise, Kepala Satuan Kerja ( Kasatker ) PJN III BPJN XIV Sulteng, Agustinus Junianto ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pekerjaan itu tetap dilanjutkan penyelesaian pekerjaannya.

"Pekerjaan akan diselesaikan, olehnya kami selaku pengguna memberikan tambahan waktu pekerjaan selama 45 hari kedepan tanpa adanya Denda kepada pihak pelaksana" Ujar Agus.

Dengan waktu 45 hari yang akan selesai pada februari nanti, merupakan hasil keputusan Tim teknis yang melakukan Analisa teknis terhadap pekerjaan tersebut, tambahnya.

Sampai posisi di 31 Desember 2020, progres fisik yang sudah dikerjakan oleh pihak pelaksana sudah mencapai pada 87,84 persen, dan oleh itu, pihak kami menilai dan menyimpulkan kalau pihak pelaksana mampu untuk bisa menyelesaikan sisa pekerjaan itu, sehingga ada ketambahan waktu tersebut yang sudah melalui analisa tim teknis, Jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Andria selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.8 pada pekerjaan proyek jembatan talise,Kalau pihak pelaksana diyakini bisa menyelesaikan pekerjaan sampai pada bulan februari 2021.

" Pekerjaan itu tetap berlanjut dan akan bisa selesai sampai pada februari nanti" Kata Andria dengan singkat melalui pesan via Whatsap.

Sementara ini, pihak pelaksana masih menungg usia hasil pengecoran beton, yang kemudian akan melakukan pengaspalan, serta Raiiling dan pekerjaan kecil lainnya, Jelas Andria.

Ketika ditanyakan apakah dengan perpanjangan waktu yang diberikan, pihak pelaksana di berikan denda juga, Andria menjawab, tidak ada denda yang terjadi.
"Untuk Denda, pihak pelaksana tidak didenda dalam melanjutkan pekerjaan itu", ujarnya.

Dugaan Kejanggalan Atas tidak berlakunya Denda terhadap kontraktor pelaksana proyek penggantian jembatan Talise, Ditepis oleh Andria.
pekerjaan tersebut memang belum selesai, dan kami selaku pengguna berkesimpulan kalau pelaksana mampu menyelesaikan pekerjaan itu, tim teknis juga melakukan analisa dan kamipun memberikan perpanjangan waktu selama 45 Hari kerja.
jadi bisa dipahami perbedannya, kami memberikan perpanjangan waktu dengan istilah memberikan perpanjangan biasa, bukan memberikan perpanjangan waktu atau memberikan kesempatan, jadi persoalan mengenai denda itu tidak terjadi, jelas Andria.

Pihak pelaksana pekerjaan proyek penggantian jembatan ini mengerjakan 4 jembatan termasuk jembatan talise. Ketika ditanyakan apakah jembatan lainnya mengalami persoalan penyelesaian pekerjaan yang sama juga seperti jembatan talise, Andria hanya Diam saja dengan tidak membalas apa yang ditanyakan.

Perlu diketahui juga, seperti yang sudah diberitakan sebelumnya,
Pelaksana Proyek Penggantian Jembatan Yakni PT Siltro Putra Mandiri yang memenangkan proses lelang atas proyek tersebut dengan Nilai Kontrak kurang Lebih Rp 16 Miliar. Adapun Pekerjaan yang ditangani oleh pelaksana proyek ini sebanyak 4 buah Jembatan.

Bukan itu saja, meskipun kita ketahui bersama, secara nyata, pelaksana pekerjaan baru mulai action dilapangan pada lokasi jembatan talise ini di bulan agustus akhir ( 24 Agustus 2020 - Red ), Dengan durasi waktu kerja itu apakah mampu menuntaskan pekerjaan tersebut ( Sampai Akhir Desember 2020 ) kan kontraknya bukan di bulan agustus, kalau tidak salah proses kontraknya itu di bulan Februari 2020, sesuai dengan tahapan tahapan lelang yang termaktub di lpse.pu.go.Id Urai Eko.

Ditambahkan Lagi, kami berharap pihak PPK bahkan Pihak Satuan Kerja pada proyek pekerjaan ini harus lebih tegas lagi dilapangan, agar pelaksana bisa memanfaatkan sisa waktu pelaksanaan yang sudah semakin dekat batas waktunya. Jangan sampai ada pemikiran kalau batas waktu kontrak selesai bisa mendapatkan waktu perpanjangan meskipun proses denda berjalan, ini sangatlah tidak mendidik terhadap kedisiplinan serta tanggungjawab yang sebenarnya terhadap pelaksana. ini seakan memanjakan pihak pelaksana, meskipun tahapan dalam pelaksanaan perpanjangan waktu bisa terjadi. Seharusnya bisa dilihat serta menjadi pijakan bahwa, berapa banyak waktu yang sudah dibuang oleh pelaksana sejak penandatanganan kontrak sampai dengan action MC 0 dilapangan. Intinya Harapan kami agar perpanjangan waktu pelaksana janganlah terjadi, pelaksana harus benar benar memacu kerjanya untuk bisa selesai dengan waktu yang sudah ditentukan, Harap Eko.

Sementara itu, PPK 3.8 di Satuan Kerja PJN 3 Sulteng, Andrea yang sebelumnya di Hubungi Via Telepon Selular Aplikasi WhatsApp menguraikan Bahwa proyek Pekerjaan jembatan Talise memang jika dilihat mengenai progress bobotnya sekilas pasti memberikan asumsi, kok bagian atasnya belum dikerjakan, ujarnya.

Untuk pekerjaan ini, proyek jembatan talise ini yang memakan waktu diawal kerjanya yakni ketika dilakukan pekerjaan pemancangan cerucuk sebagai pondasi jembatan. di proses pekerjaan ini, curah hujan yang terjadi saat itu sangat intens, jelasnya.

Dengan pekerjaan pemancangan itu, pekerjaan lanjutannya juga sangatlah penuh dengan hitungan teknis yang akurat, karena membuat Box culvert dengan panjang kurang lebih 10 meter, memang untuk melihat bobot volume atas progres pekerjaan itu, di pekerjaan jembatan jika mau dikatakan, terbesar bobotnya itu ada pada pekerjaan dasarnya, kita optimis jika pelaksana bisa menuntaskan pekerjaan ini sesuai dengan batas waktunya, kita berharap cuaca bisa bersahabat dengan kami dilapangan serta dukungan dari semua pihak hingga pekerjaan ini bisa terselesaikan di batas waktu yg sudah ditentukan, Kata Andria penuh Harap.

Ketika disinggung mengenai pekerjaan Jembatan Talise apakah kategorinya padap tatanan minus atau plus dari realisasi target pekerjaan yang Di rencanakan, Andrea mengatakan bahwa pekerjaan Penggantian jembatan talise pada tatanan Deviasi Minus dari realisasi target yang ada, tetapi tidak terlalu signifikan, insyaallah hal itu bisa teratasi dan berjalan lancar sesuai dengan tahapan kerja dilapangan, Jelasnya.

Guna kelengkapan Berita, Andrea Yang Dihubungi Kembali untuk dikonfirmasi atas pekerjaan proyek jembatan Talise apakah bisa selesai diakhir desember nanti, Andrea Hanya Membalas dengan Berkata " Insyaallah Pekerjaan Bisa Selesai sesuai Kontrak" Tanpa merinci Selesainya itu Kapan. Dan ketika Ditanyakan Soal Realisasi Atas target bobot volume progres pekerjaan dilapangan Apakah menyentuh deviasi minus atau deviasi plus, Andrea Enggan Memberikan Jawaban.

Sementara itu, Iwan salah satu anggota Masyarakat di sekitar lokasi Proyek Menuturkan " Dengan Adanya Proyek ini sangatlah kami Apresiasi, karena bisa lakukan pergantian jembatan yang dulunya seakan rubuh akibat gempa bumi di dua tahun lalu, Ujarnya.

Akan tetapi, kami berharap pihak pelaksana bisa dengan segera menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan batas waktu, karena setahu kami, pekerjaan itu akan berakhir diujung desember 2020 ini, tambah iwan.

Harapan kami sangatlah besar jika pekerjaan bisa cepat selesai, " Jujur saja, perputaran ekonomi sejak adanya pekerjaan jembatan itu sangatlah mempengaruhi atas pelaku pelaku usaha disekitar sini, tambah iwan yang juga memiliki usaha warung atau kios kecil di sekitar lokasi proyek.

Bisa kita perhatikan saja, bagaimana suasana ramainya warung warung yang ada disekitar sini sebelum proyek ini dikerjakan, dibandingkan sejak proyek ini berlangsung, seakan sepi saja pengunjung atau pembeli, oleh karena itu kami sangat berharap agar pekerjaan itu bisa selesai tepat waktu sesuai jadwal kontraknya, tambah Iwan Penuh Harap.

Bukan Hanya Iwan, Ridwan juga yang merupakan masyarakat sekitar lokasi proyek sanģat berharap agar proyek ini bisa selesai di akhir desember ini sesuai waktu yang sudah ditentukan dalam kontrak, jangan terlambatlah penyelesaiannya, supaya kemacetan sudah tidak terjadi lagi dan perputaran ekonomi pada kios kios dan warung warung makan yang ada kembali normal seperti biasanya lagi, Jelasnya.

Sementara itu, Pihak pelaksana PT. Siltro Putra Mandiri, yang dihubungi melalui Pak Marten, mengatakan kalau pekerjaan akan diselesaikan pada tahun ini, hal itu dikarenakan adanya perpanjangang waktu pekerjaan yang diberikan oleh Pihak PU dalam Hal ini Satker PJN III Sulteng. sambil meminta agar lebih jelasnya tanyakan saja ke pihak Balai ( BPJN XIV SULTENG -Red ) RB










- - -

Bahodopi,sultengaktual.com - Dipenghujung Tahun 2020 Polsek Bahodopi Kembali melakukan Penangkapan Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu.

Polsek Bahodopi Polres Morowali, menangkap Pengedar Narkoba Jenis Sabu DP 32 Tahun bersama rekannya MT 23 Tahun, di kamar Kos yg disewa, di Desa Bahodopi Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (29/12/2020) Pukul 23.30 Wita.

Berdasarkan Release Kapolsek Bahodopi Iptu Zulfan,SH, bahwa pada hari Selasa tanggal 29 Desember 2020, sekitar Pukul 23.30 Wita, berdasarkan informasi dari Masyarakat perihal adanya Transaksi Narkoba di Salah Satu Kos-kosan yg terletak di Desa Bahodopi Kec. Bahodopi.

Berdasarkan informasi itu, Kapolsek Bahodopi Iptu Zulfan, SH bersama Kanit Reskrim Ipda Sumarlin serta 4 Personil Polsek Bahodopi, langsung menuju ke Kos-kosan yang dimaksud.

Pada saat dilakukan pemeriksaan di dalam Kamar Kos yg disewa/ditempati oleh DP, saat itu Petugas langsung melakukan Penggeledahan dan dari tangan Pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa 2 (Dua) Paket Besar Sabu-sabu dengan berat bruto 8,57 Gram, serta uang tunai Rp. 5.047.000,-

Dalam penggeledahan tersebut, petugas juga mengamankan 1 Buah timbangan digital, 3 Set alat hisap sabu/bong lengkap, 1 buah pirek, 3 buah korek api gas, 1 Pak Plastik Klip serta 2 buah Handphone.

”Petugas juga mengamankan 2 buah dompet, 1 Dompet warna Coklat milik DP yg berisikan 1 buah KTP, dan 3 Buah ATM, 1 Dompet wrna Hitam milik MT yg berisikan 1 buah KTP dan 1 Buah ATM .

"Selain itu, Petugas juga mengamankan 2 buah buku catatan yg diduga rekapan hasil penjualan sabu dari para pelanggan DP” terang Iptu Zulfan,SH.

" Pemuda dengan inisial DP dan rekannya MT berasal dari daeeah Palopo, Sulawesi Selatan.
Saat diamankan Petugas,
kedua Pelaku sedang mengkonsumsi sabu, dan kedua Pelaku berusaha untuk menghilangkan barang bukti sabu dengan cara membuang plastik berisi sabu kedalam saluran air kamar mandi, namun berkat kesigapan Petugas, Petugas masih berhasil menemukan 2 Bungkus Plastik yg berisi Sabu seberat bruto 8,57 Gram dari tangan DP.

Saat ini Kami Polsek Bahodopi telah berkoordinasi dengan Sat Narkoba Polres Morowali, untuk selanjutnya kasus Narkoba ini kami limpahkan penanganannya ke Sat Narkoba Polres Morowali untuk diproses lebih lanjut.

“Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 112 Ayat 2 Subsider 127 Ancaman 5 Tahun maksimal 20 tahun,” ungkapnya. Zf
- - -
Bahodopi, sultengaktual.com - Polsek Bahodopi melaksanakan kegiatan KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) pada hari kamis 24 Desember 2020 dalam Rangka Ops Tinombala 2020 pada malam Natal 2020 dan menyambut Tahun Baru 2021. 
Kegiatan dengan sasaran Pengendara Bermotor Roda Dua yang menggunakan Knalpot Bogar (Racing), Sajam dan Narkoba di wilayah Hukum Polsek Bahodopi serta melakukan Sosialisasi Wajib Menggunakan Masker ketika keluar rumah dan Sosialisasi Maklumat Kapolri, yg dipimpin langsung oleh Kapolsek Bahodopi Iptu Zulfan, SH bersama 6 Personil Polsek Bahodopi.
Pelaksanaan KRYD tersebut dilaksanakan di Jalan Trans Bahomakmur Blok G tepatnya di Depan Gereja Katolik Desa Bahomakmur Kec. Bahodopi Kabupaten Morowali.

Selain melaksanakan Razia terhadap Pengendara yg menggunakan Knalpot Bogar/Racing, Razak dan Narkoba, petugas juga memberikan Edukasi kepada Pengendara agar tertib berlalu lintas, bersama-sama menjaga Kamtibmas. Petugas juga mengajak para pengendara agar mematuhi Protokol Kesehatan Covid19 salah satunya wajib memakai Masker ketika keluar rumah.

Selain itu, Personil Polsek Bahodopi membagikan serta mensosialisasikan kepada Masyarakat Perihal Maklumat Kapolri Nomor : Mak/4/XII/2020, Tgl 23 Desember 2020. Tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan dalam Pelaksanaan Libur Natal thn 2020 dan Tahun Baru 2021.
Isi Maklumat Kapolri tersebut menyatakan agar Masyarakat dilarang menyelenggarakan Pertemuan atau Kegiatan yang mengundang kerumunan orang banyak ditempat umum, berupa :
a. Perayaan Natal dan Kegiatan Keagamaan diluar tempat Ibadah;
b. Pesta atau Perayaan malam Pergantian Tahun;
c. Arak-arakan, pawai dan karnaval;
d. Pesta penyalaan kembang api.
Adapun hasil KRYD malam ini kami berhasil menjaring sebanyak 34 Unit Kendaraan Bermotor R2 yg menggunakan Knalpot Bogar/Racing dalam berbagai Type dan Merek. Selanjutnya Kendaraan tersebut kami bawa dan kami amankan di Mako Polsek Bahodopi, ujar Zulfan.

Kapolsek Bahodopi berharap dan mengajak masyarakat se Kecamatan Bahodopi khususnya pemilik kendaraan R2 agar tidak lagi menggunakan Knalpot Bogar (Racing) karena selain melanggar peraturan lalu lintas juga membahayakan pengendara dan pengguna jalan yg lain karena kebisingan suara knalpot tersebut serta mengganggu ketertiban umum dimasyarakat.
Disamping itu Pula Kapolsek Bahodopi mengajak masyarakat, Agar sama-sama disiplin dalam mematuhi Protokol Kesehatan Covid19 dengan Wajib memakai Masker pada saat keluar rumah, Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak dgn orang lain.

Selain itu Kapolsek Bahodopi juga mensosialisasikan Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan dalam Pelaksanaan Libur Natal thn 2020 dan Tahun Baru 2021, yang mana diharapkan kepada Masyarakat agar mematuhi Maklumat tersebut demi kebaikan dan keamanan kita bersama.

Beberapa hari kedepan kegiatan ini akan terus kami lakukan dan kami tingkatkan lagi demi menjaga ketertiban masyarakat di Wilayah Kec. Bahodopi dalam rangka menyambut malam Tahun Baru 2021 nanti.

Ini salah satu upaya kami untuk Menjaga Kamtibmas di Wilayah Hukum Polsek Bahodopi agar tetap aman dan kondusif serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat umat Kristiani dalam merayakan Natal tahun ini. Zfn
- -

Bahodopi, sultengaktual.com -Jajaran Polsek Bahodopi Di Kabupaten Morowali provinsi Sulawesi Tengah menangkap Pengedar Narkoba Jenis Sabu atas nama Tersangka Julman, di kamar Kost miliknya, di Desa Keurea Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, pada Jum'at (18/12/2020) sekitar Pukul 02.00 Wita dini hari.

Berdasarkan Release Kapolsek Bahodopi Iptu Zulfan,SH, bahwa pada hari Jumat tanggal 18 Desember 2020, sekitar Pukul 02.00 Wita. berdasarkan informasi dari Masyarakat perihal adanya Transaksi Narkoba di Salah Satu Kos-kosan yg terletak di Desa Keurea Kec. Bahodopi, selanjutnya Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Bahodopi yang di Pimpin Kanit Reskrim Ipda Sumarlin langsung menuju ke Kos-kosan tersebut.

kronologisnya pada saat dilakukan pemeriksaan di dalam Kamar Kos yg disewa/ditempati oleh terduga Pelaku, saat itu Petugas langsung melakukan Penggeledahan dan dari tangan Pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa 10 (Sepuluh) Paket Sabu-sabu dengan berat bruto 8,16 Gram, serta uang tunai Rp. 1.375.000,-

Selain itu petugas juga mengamankan 1 Buah timbangan digital, 1 Set alat hisap sabu/ bong 1 botol lengkap, 1 buah pirek, 1 buah korek api gas.

”Petugas juga mengamankan 1 buah dompet berisi 1 buah KTP an. Lk. Julman, 1 Buah ATM BRI, 1 Buah SIM C, 1 Buah HP merk Relmi warna Biru, 1 Buah HP merk Nokia warna Biru ,” terang Iptu Zulfan,SH.

"Pelaku yang berasal dari Pinrang Kab. Wajo Sulawesi Selatan", Saat diamankan sedang bersama dengan Pacarnya, Tambah Zulfan.

Saat ini Kami Polsek Bahodopi berkordinasi dengan Sat Narkoba Polres Morowali, untuk selanjutnya kasus Narkoba ini kami limpahkan penanganannya ke Sat Narkoba Polres Morowali untuk diproses lebih lanjut.

“Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika Pasal 112 Ayat 2 Subsider 127 dengan Ancaman 5 Tahun maksimal 20 tahun penjara,” ungkapnya. Zf.
- -
Johanes : "Kendala Dan Hambatan Bisa Teratasi, Optimis Pekerjaan Bisa Tuntas"

Proyek penanganan infrastruktur Jalan pasca gempa bumi disertai Kejadian Tsunami di kota Palu, dan kabupaten Parigi Moutong, kabupaten Sigi serta kabupaten Donggala di 28 September 2018 silam tidak lama lagi akan terselesaikan.

Melalui pekerjaan proyek Rekonstruksi dan Rehabilitasi ruas jalan Tompe - Dalam Kota Palu - Surumana yang dilaksanakan oleh PT Nindya Karya - PT Passokorang KSO tidak lama lagi akan terselesaikan.

Proyek yang menerapkan kontrak multy years ( MYC) yang dimulai penandatanganan kontrak pada Oktober 2019 dan akan berakhir di Januari 2021 dikontrakkan dengan Nilai kurang lebih RP 165 Miliard dengan sumber anggaran dari Bank Dunia (World Bank).

Penanganan pekerjaan dengan sebutan RR1 merupakan pekerjaan atas perbaikan infrastruktur akibat gempa bumi itu ditangani dengan panjang penanganan ruas jalan sepanjang kurang lebih 55 KM. Panjang penanganan itu pun diklasifikasikan atas dua penanganan, yakni penanganan rekonstruksi dan rehabilitasi jalan sepanjang 48,39 KM dan pekerjaan penanganan Rutinnya sepanjang 6,72 KM.

Dengan Durasi waktu pekerjaan yang terbilang sangat panjang bahkan melegakan pihak pelaksana, tak semudah atau segampang dengan yang sudah terbayangkan, apalagi di periode awal 2020 di mana dunia dilanda atas wabah virus corona ( covid19) termasuk negara indonesia sendiri, sehingga atas dampak wabah virus tersebut, perencanaan schedule kerja benar benar terjadi perubahan serta pergeseran yang luar biasa dampaknya atas kenaikan progres bobot volume kerja kami dilapangan, Ujar Rismono ST selaku Pejabat Pembuat Komitmen untuk Paket pekerjaan ini yang didampingi Wakil dari kontraktor Pelaksana KSO, Johanes ST saat bincang santai Di Kantor proyek PPK di jalan Haryono kota Palu.

Paket pekerjaan yang dibawah naungan BPJN Sulteng dan melekat di satuan Kerja PJN II Sulawesi Tengah itu harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah tercantum dalàm nomenklatur Kontrak pekerjaan yakni; item pekerjaan Drainasse, trotoar, bahu jalan, dan badan jalan dengan metode kerja melakukan overlay badan jalan dengan ketebalan rata rata 4 CM.

Kontraktor pelaksana dalam pekerjaan paket ini, akan melakukan pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi sepanjang ruas yang ditangani dengan spot spot lokasi pekerjaan yang tersebar dalam ruas penanganan paket pekerjaan tersebut. adapun spot spot lokasi pekerjaan itu antara lain, area ruas watusampu, area ruas Ampera, area ruas surumana Donggala dan kemudian diArea ruas kebun sari, area ruas Tawaeli serta area ruas tersebar dalam kota Palu, urai Rismono Datar.

Overlay Aspal, Pembuatan Saluran Drainase, Pemeliharaan Rutin Jalan, Pemeliharaan Jembatan dan Penggantian Jembatan Rogo, merupakan uraian item pekerjaan kami selaku pelaksana dalam paket proyek tersebut, ujar Johanes ST.


Konsep pada pekerjaan ini sangat sangat ketat pelaksanaannya. mulai dari proses lelang saja yang masih berlangsung, pihak world bank dan tim konsultan CTC tetap saja melakukan peninjauan lapangan. Hal ini dikarenakan guna melihat kondisi dilapagan secara seksama agar sewaktu waktu jika ada ketambahan area lokasi yang layak untuk ditangani, bisa langsung di sesuaikan dilapangan oleh Pihak CTC, jelas Rismono ST.

Rismono juga memaparkan, jika Diawal kontrak saja, PT Nindya Karya - PT Passokorang KSO langsung melakukan action lapangan dengan melakukan survey survey lokasi kembali dilapangan dengan survey awal MC 0. Survey awal MC 0 ini bertujuan agar bisa kembali melakukan identifikasi kerusakan kerusakan pada permukaan Asphalt.

Dengan demikian, tahapan tahapan kerja yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana akan terarah sesuai dengan schedule pekerjaan, yang jika di telaah kembali, schedule pelaksanaan yang ada terjadi beberapa kali penyesuaian kondisi dilapangan atas hanbatan, kendala serta hal hal lainnya yang bisa mempengaruhi kinerja pelaksanaan dilapangan, jelas Rismono.

Gambaran sedikit dalam pelaksanaan, awalnya pekerjaan yang dilakukan Dua kontraktor joint operasional itu untuk item pekerjaan trotoar semaksimal mungkin akan dilakukan perbaikan perbaikan yang ada, bahkan jika memungkinkan dan sesuai dengan RAB yang ada, pihak kontraktor pelaksana akan membuat trotoar baru.

Secara Nyatanya, apa yang terjadi dilapangan, terjawab dengan sendirinya. dengan melakukan obsevasi serta survey kembali atas titik titik lokasi drainase yang ada, Maka kami selaku pengguna melengkapi administrasi pendukung, agar beberapa titik spot lokasi drainase dilakukan pembongkaran serta melancarkan kembali saluran saluran yang tersumbat dengan berbagai jenis material, serta tebalnya endapan pasir atau anah di areal saluran tersebut, karena perlu diketahui, di kota palu memiliki endapan sedimen yang sangat tinggi, urai Rismono.

Alhasil, dengan hasil melakukan pembongkaran serta menata kembali dasar daŕi beberapa spot titik drainase, bisa dilihat sementara hasil Drainase di seputaran jalan basuki rahmat, disitu juga sudah selesai dibuat trotoar, ini sangat fantastis, karena awalnya, konsep kerja tidak sampai ke arah sana,seiring waktu berjalan, dan hal tersebut merupakan rangkaian acuan teknis dalam menyempurnakan rangkaian kesinambungn pekerjaan fisik yang saling menunjang satu sama lainnya, papar Rismono dengan semangat.

Dititik spot lainnya, pembenahan Bahu jalan pun sudah dikerjakan oleh pelaksana, pembenahan atau mengerjakan areal bahu jalan dilakukan dengan cara cor Riggit beton dengan kemiringannya lansung ke arah drainase, sehingga kedepannya nanti dipastikan tidak akan ada lagi genangan air yang terjadi diatas badan jalan, karena kondisi badan jalan yang dikerjakan juga meski dengan pola overlay, dipastikan juga secara teknisnya mengenai kemiringannya bisa menghantar aliran air ke luar badan jalan, tambah Rismono.

Pada pekerjaan saluran/Drainase, pihak pelaksana melakukan galian pada spot spot area ruas yang sudah ditentukan, dengan pola pengerjaan pengecoran Uditch.

pekerjaan pengecoran itu mulai pada area ruas Surumana, Loli, watusampu, jalan ponegoro, jalan abdul rahman saleh, area ruas talise, area ruas tondo, area ruas kebun sari. dari titik titik spot pengerjaan pengecoran saluran itu, pihak pelaksana langsung juga menutup saluran itu dengan tutupannya sudah disiapkan dilokasi dengan hasil yang sudah tercor/pracetak.

saluran saluran yang bentangannya besar, tentu lebih besar pula pola pengerjaannya sehingga dari kedalaman galian pun serta penggunaan material pun pasti ada perbedaan. rata rata semua saluran digunakan pengecoran Uditch, kata Rismono.

Untuk pekerjaan pengaspalan, Rata rata dilakukan dengan Overlay, dengan rata rata ketebalannya bervariatif 4 Cm sampai 6 Cm, jika sekarang ini terlihat di area ruas Arah utara kota Palu tepatnya di tikungan Perikanan Mamboro, terdapat kondisi jalan yang belum teraspal, itu segera teraspal dalam waktu dekat ini, alat kami sementara menyelesaikan pengaspalan di area ruas lain, ujar Johanes ST selaku Manager Proyek dari pihak kontraktor pelaksana diruang kerjanya belum lama ini.__Ona...
- -

Proyek Pengaman Pantai Yang ada di Teluk Palu, adalah kegiatan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana pada september 2018 silam di wilayah kota palu, kabupaten sigi dan Kabupaten Donggala yang dianggarkan melalui World Bank /Loan Asian Development Bank (ADB).

PT Adhi Karya (Persero) Tbk Merupakan salah satu Perusahaan Berlabel BUMN Yang menjadi Kontraktor Pelaksana Untuk Pŕoyek kegiatan penanganan pasca bencana dengan Bandrol Anggaran sebesar kurang lebih Rp 248 Miliard ini dengan menangani beberapa item kegiatan pembangunan tanggul pantai laut di teluk palu sepanjang 7,2 km, saluran drainase sepanjang 7,2 km, dan tidak ketinggalan juga, tambatan perahu dibuat sebanyak 4 buah.

Dalam penanganan kegiatan kegiatan proyek rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana di kota palu, kabupaten sigi dan kabupaten Donggala akibat gempa bumi dengan kekuatan 7,4 SR di 2018 silam, kegiatan proyek pembuatan tanggul pantai di teluk palu dengan nama Tanggul pantai SILEBETA merupakan Salah satu pekerjaan yang dinilai urgen untuk ditangani secepatnya untuk menyelamatkan infrastruktur lain dari abrasi akibat rob. Rusaknya pengaman pantai dan turunnya permukaan tanah akibat gempa menjadikan wilayah garis pantai Talise hingga Silae menjadi langganan rendaman akibat rob.

Ditemui beberapa waktu lalu, di Kantor Direksi Kit, seputaran Jalan Gunung Tinombala Kota Palu, Project Manager PT. Adhi Karya (Persero), Tbk. Adi Sucipto  mengatakan, prinsip pembangunan pengaman pantai pada dasarnya berfungsi untuk mengamankan garis pantai. Dikarenakan Bangunan tanggul penahan pantai ini akan melindungi terjadinya kerusakan akibat abrasi pantai, sehingga fungsi atas menjaga jangan sampai rusak garis pantai, maka proyek ini memiliki perencanaan teknis yang matang, ini kan anggaran besar, jadi pada prinsipnya output atas pekerjaan ini berfungsi semaksimal mungkin, Jelas Adi.
                 ADI SUCIPTO
Kita bisa lihat secara bersama,
adanya genangan air akibat Rob, di beberapa titik sepanjang areal penanganan, semenjak hal itu dibuatkan tanggul seperti yang dimaksudkan pada pembangu an pelaksanaan kegiatan ini, maka genangan genangan air yang dimaksud tidak lagi terjadi, urainya.

Secara Tekhnis Dalam kegiatan pekerjaan proyek ini, PT Adhi Karya telah memenuhi unsur unsur tekhnisnya terhadap sisi pekerjaan struktur bangunan pengaman pantai (Coastal Protection) yang berdasarkan pada terjadinya pasang surut air, perhitungan terhadap kecepatan angin serta tinggi serta besaran gelombang dalam menentukan elevasi bangunan dan juga pada volume beratnya batu yang akan digunakan dilapangan sesuai dengan spesifikasi tekhnis yang sesuai, Rincinya.

Kami selaku pelaksana yang bergiat dilapangan tidak main main dalam melakukan pengerjaan hal ini. mulai dari sisi teknis, yang menyangkut material, dudukan material serta posisi idealnya pemasangan batu batu di areal lokasi harus megacu pada prosedur yang sudah sesuai dengan perencanaannya dan sudah sesuai dengan spesifikasi yang sesuai dengan apa yang tertuang dalam kontrak, tambah Adi.

Dalam pelaksanaan dilapangan, bisa dilihat bagaimana hasil yang sudah ada, karena dalam pelaksanaannya di lapangan, teman teman yang bekerja sebagai mitra kerja kami sebagai subkontraktor tetap saja terpantau oleh kami setiap saatnya, karena tim tekhnis dari kami melakukan monitoring bahkan mengawasi langsung atas tahapan tahapan kerja lapangan yang dilakukan, hal ini dilakukan karena suatu hal lumrah dalam menjaga kualitas pekerjaan, karena hasil pekerjaan yang memiliki mutu hasil yang baik atas kualitas maksimal merupakan suatu keberhasilan kerja dan sempurnanya masyarakat dalam merasakan bahkan menikmati atas apa hasil kegiatan yang output intinya adalah ternikmati.

Dalam pelaksanaan kegiatan proyek ini, kami selaku pelaksana tak sedikit menemui kendala di lapangan, seperti halnya yang berkaitan langsung atas kemauan masyarakat yang ada di sekitar lokasi pekerjan. Hal itu bagi kami bukanlah suatu hambatan yang urgent atau mempengaruhi kinerja kami, melaikan suatu motivasi dengan secara aktif terus mensosialisasikan mengenai apa sebenarnya kegiatan proyek ini dikerjakan, agar maksud serta manfaat bagi masyarakat dengan terlaksananya pekerjaan ini hingga berakhir serta tujuan atas output proyek ini bisa langsung di dimengerti serta dipahami, beber Adi, meskipun padatnya aktifitas tetap menyempatkan diri menjelaskan dan merinci atas proyek kegiatan yang ditangani._RB#MultySumber-
- -
Palu, sultengaktual.com - Proyek Penggantian Jembatan Provinsi Sulawesi Tengah Yang Melekat pada Satuan Kerja PJN III BPJN XIV Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2020 Menuai Sorotan. Pasalnya Proyek Penggantian Jembatan Yang salah satunya Adalah jembatan Talise di Jalan Yos Sudarso sampai Sekarang Ini Belum Secara Nyata memberikan Naiknya progress bobot pekerjaan, hal ini dikarenakan dengan melihat durasi kontrak pelaksanaannya yang akan berakhir di penghujung desember 2020 nanti.

Pelaksana Proyek Penggantian Jembatan Yakni PT Siltro Putra Mandiri yang memenangkan proses lelang atas proyek tersebut dengan Nilai Kontrak kurang Lebih Rp 16 Miliar. Adapun Pekerjaan yang ditangani oleh pelaksana proyek ini sebanyak 4 buah Jembatan.
 Nampak Pekerjaan Cor DiLokasi

Sorotan Atas pekerjaan di Jembatan Talise, merupakan bukti nyata atas faktanya Yakni progress bobot pekerjaan yang terjadi, yang keliatan dari pekerjaan itu adalah pengecoran yang terdapat di bawah posisi jembatan (Sesuai Foto lapangan 16 November 2020 - Red).

Eko Arianto Dari TEGAK Sulteng Salah satu NGO pemerhati pembangunan Infrastruktur di Sulawesi Tengah mengatakan, jika dilihat dari posisi pekerjaan yang nampak sekarang, maka akan menimbulkan pertanyaan apakah pekerjaan ini akan bisa rampung dikerjakan pada akhir desember nanti, mengingat sisa waktu pelaksanaan sudah sangat mepet, ungkap Eko.

Bukan itu saja, meskipun kita ketahui bersama, secara nyata, pelaksana pekerjaan baru mulai action dilapangan pada lokasi jembatan talise ini di bulan agustus akhir, Dengan durasi waktu kerja itu apakah mampu menuntaskan pekerjaan tersebut, kan kontraknya bukan di bulan agustus, kalau tidak salah proses kontraknya itu di bulan Februari 2020, sesuai dengan tahapan tahapan lelang yang termaktub di lpse.pu.go.Id Urai Eko.
  Lokasi Proyek Jembatan Talise

Sementara itu, PPK 3.8 di Satuan Kerja PJN 3 Sulteng, Andrea yang di Hubungi Via Telepon Selular Aplikasi WhatsApp menguraikan Bahwa proyek Pekerjaan jembatan Talise memang jika dilihat mengenai progress bobotnya sekilas pasti memberikan asumsi kok bagian atasnya belum dikerjakan, ujarnya.

Untuk pekerjaan ini, proyek jembatan talise ini yang memakan waktu diawal kerjanya yakni ketika dilakukan pekerjaan pemancangan cerucuk sebagai pondasi jembatan. di proses pekerjaan ini, curah hujan yang terjadi saat itu sangat intens, jelasnya.

Dengan pekerjaan pemancangan itu, pekerjaan lanjutannya juga sangatlah penuh dengan hitungan teknis yang akurat, karena membuat Box culvert dengan panjang kurang lebih 10 meter, memang untuk melihat bobot volume atas progres pekerjaan itu, di pekerjaan jembatan jika mau dikatakan, terbesar bobotnya itu ada pada pekerjaan dasarnya, kita optimis jika pelaksana bisa menuntaskan pekerjaan ini sesuai dengan batas waktunya, kita berharap cuaca bisa bersahabat dengan kami dilapangan serta dukungan dari semua pihak hingga pekerjaan ini bisa terselesaikan di batas waktu yg sudah ditentukan, Kata Andrea penuh Harap.

Ketika disinggung mengenai pekerjaan Jembatan Talise apakah kategorinya pada tatanan minus atau plus dari realisasi target pekerjaan yang Di rencanakan, Andrea mengatakan bahwa pekerjaan Penggantian jembatan talise pada tatanan Deviasi Minus dari realisasi target yang ada, tetapi tidak terlalu signifikan, insyaallah hal itu bisa teratasi dan berjalan lancar sesuai dengan tahapan kerja dilapangan, Jelasnya.

Sementara itu, Sampai berita ini Dinaikkan, pihak pelaksana lapangan pada proyek pekerjaan Penggantian Jembatan Talise, Marten yang dimintai keterangannya atas sorotan mengenai pekerjaan tersebut belum berhasil. RB






- -

Palu, sultengaktual.com  - Bagi rakyat, politik tak sebatas urusan koalisi. Yang terpenting, bagaimana kebijakan publik mengubah hidup sehari-hari. Ada komitmen dan tanggungjawab yang menyertainya. Mari berpolitik secara santun.” 
Kutipan Kalimat itu merupakan Ungkapan Pribadi Dari sosok Wanita Di Timur Sulawesi Tengah, Yakni Kota Luwuk, Kabupaten Banggai.

Sebut Saja, Hj Sulianti Murad SH MM merupakan Anak pengusaha Terkenal di Luwuk Kabupaten Banggai, Yakni  Anak perempuan Bapak Murad Husein. Berbekal Niatan Mengabdi pada Rakyat, bekerja untuk kesejateraan rakyat, merupakan titisan prilaku Murad Husein yang tetap saja melekat di perawakan Ibu Anti sapaan akrab Calon Bupati Kabupaten Banggai itu.

sebagai calon bupati Banggai, dan mendapat dukungan besar masyarakat, Namun, langkah putri daerah ini semakin yakin akan arah perjuangannya itu.

Bermodalkan Kekuatan Basis kerakyatan yang sejak awalnya merupakan gawean Sang Ayah ' king Of Sawit' merupakan inti dari segala kekuatan untuk memuluskan niatan menjadi number one di Kota Air itu.

Selain kekuatan basis kerakyatan, kekuatan finansial atau modal merupakan faktor utamanya. tak diragukan lagi, perimbangan atas kekuatan yang dimiliki, pemilik Tag line membangun dengan HATIMU ini sudah tertanam pada akar rumput pendukung Sulianti Murad untuk memenangkan dirinya di 9 Desember 2020 nanti.

Bagaikan Tanda alam, pemilik Nomor urut 1 di pilkada nanti, tak hanya mencerminkan sisi kewanitaan yang kalangan banyak menilai ada kemanjaan. Alhasil penilaian itu sebatas kacamata penilaian saja, ternyata sosok Ibu Anti Murad ini juga, sudah mengabdikan diri lebih awalnya dengan menggerakkan perusahaan kontraktor dalam menjadi mitra pemerintah melakukan atau bahkan menggenjot laju pembangunan sesuai dengan berkompetitif di Masa lelang atau tender pekerjaan.

Fakta Nyatanya, Melalui tangan dingin ibu hajjah Anti Murad berhasil membawa gerbong kontraktor itu dalam menjalankan tugas sesuai dengan aturan main yang berlaku.

Sebut saja, dengan adanya pertemuan secreat berdua yang dilakukan adalah eksisnya perusahaan PT Mentawa Karyatama sejati yang tetap saja mendapatkan kontrak pekerjaan. seperti pada pekerjaan proyek jalan di wilayah Morowali utara.

Bukti ini yang semakin meyakinkan masyarakat pendukung Sulianti Murad ini memenangman hajatan pesta demokrasi kelak.

Di daerah lain saja seperti kabupaten morowali utara, Ibu Calon bupati kita, Sulianti Murad, melakukan pembangunan melalui profesi kerjanya di luar kotanya berdomisili.
Walhasil pandangan positif atau ajakan yang nilainya merupakan suatu nal inklud atas apa yang semestinya dilakukan. Hasil pekerjaan itu sangatlah memuaskan serta mempermudah tujuan atas output pekerjaan itu dilaksanakan.

Sekarang saja, PT Mentawa Karyatama sejati milik Ibu Anti, mengerjakan proyek preservasi Jalan di wilayah Beteleme tompira kolonedale bahonsuai wosu di kabupaten morowali dengan anggaran pembiayaan APBN murni.

pekerjaan ini tetap dilaksanakan sesuai dengan SOP protokoler kesehatan diperhatikan dilapangan dan mengacu pada aturan menteri keuangan dalam proses penggunaannya sudah memiliki aturan main disaat pandemi covid 19.

Membangun Dengan Hati bukanlah suatu tageline mudah atau makna yang dibaca saja, melainkan suatu ungkapan sakral disaat makna itu terucap bahkan dijadikan yel yel kemenangan atas Anti murad pada pelaksanaan tahapan kampanye.

Jangankan kota luwuk dan wilayah lainnya di kabupaten banggai, kota lain saja beliau bangun infrastrukturnya melalui profesi Hj Sulianti Murad, disitu saja bisa terlintas atas suatu prilaku komitmen, Berjuanglah bersama HATI untuk kemenangan Rakyat di pilkada kabupaten Banggai 2020. RB

- - -
Palu, sultengaktual.com - Pekerjaan proyek Paket preservasi ruas jalan beteleme - tompira - bahonsuai - bungku terus melakukan action dilapangan dalam menuntaskan pekerjaan yang melekat di kementerian PUPERA bagian bina marga yang dibawahi oleh BPJN XIV Sulteng.

paket pekerjaan yang berbandrol anggarann APBN Murni dengan nilai Rp 49.130.936.000 berada pada satuan kerja PJN III sulawesi tengah dibawah tanggung jawab Pejabat pembuat komitmen ( PPK 3.6) dilaksanakan oleh PT Mentawa Karyatama Sejati sebagai pemenang lelang atas paket pekerjaan tersebut.

Perusahaan Yang syarat akan pengalaman dari timur sulawesi tengah itu berkeyakinan bahwa pekerjaan diruas yang ditangani sepanjang 20 KM itu akan tetap dituntaskan pekerjaannya sesuai dengan batasan waktu kontrak yang ada.

Meski saat sekarang ini, pandemi atas wabah sebaran covid19 pelaksana dilapangan tetap saja melakukan pekerjaan, yang sudah pasti mengacu pada protokoler kesehatan yang berlaku, jelas Haris selaku General superintendent pada pekerjaan yang dinahkodai putri dari pengusaha sukses Murad Husein.

Haris merincikan juga, bahwa pada tahap sekarang ini, penanganan jalan yang dikontrakkan spanjang 20 KM itu, sampai saat ini terealisasi dalam pengaspalan sepanjang 4.5 KM.

Dan untuk pekerjaan rehabilitasi jembatan sudah akan tuntas karena sisa menunggu cukupnya umur beton yang kemudian akan dilakukan pengaspalan, tambah Haris Ketika dihub via Telepon seluler.

Sambil menunggu pengaspalan, pekerjaan yang dilakukan adalah pengecetan dan pekerjaan rabbat beton sedang dilakukan, hal kni selain menaikkan progress pekerjaan dilapangan, sembari menunggu item pekerjaan selanjutnya, tambahnya.

Pemeliharaan rutin jembatan sudah dilakukan pembersihan dan pengecetan jembatan, hal ini merupakan ketentuan falam konttak yang harus dikerjakan. sementara pekerjaan pemeliharaan rutin jalansampai sekarang ini sufah mencapai progress pekerjaan sekitar 70 persen.

Sesuai arahan dan aturan yang ada, pekerjaan pekerjaan yang ada dan terdampak langsung akibat pandemi covid19 akan terjadi refocusing anggaran.
refocusing dimaksud yakni pemotongan anggaran nilai kontrak pada pekerjaan yang berlangsung dengan nilai yang dibayarkan ditahun berjalan dan pada tahun mata anggaran berikutnya. contohnya seperti nilai kontrak kami sebesar 49 miliard lebih baru akan diselesaikan di anggaran tahun ini kurang lebih 12 miliard dan sisanya atas anggaran tersebut akan diselesaikan tahun depan, ungkap Haris. RDY B
- - -