Pilih Menu

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

Poso, sultengaktual.com – Perdana berkantor Pjs. Bupati Poso Drs. Arfan, M.Si langsung gelar pertemuan/rapat internal bersama seluruh OPD diruang Pogombo Setdakab Poso, Senin (28/9/2020). rapat awal itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Yan Edward Guluda, SH., MH memperkenalkan kepala-kepala OPD kepada Pjs. Bupati Poso selaku rekan kerja dalam pemerintahan di Kabupaten Poso. Ucapan terima kasih atas sambutan yang hangat dinyatakan Pjs. Bupati Poso pada pertemuan perdana ini, “Saya berterima kasih sudah diterima, ini suatu kehormatan dan suatu kebanggaan tersendiri buat saya pribadi bersama keluarga sudah diterima secara adat”, ungkapnya.
                       Drs. Arfan MSi
 
Sejumlah arahan penting yang disampaikan Pjs. Bupati Poso seperti yang dilansir Humas Kabupaten Poso adalah terkait penekanan Gubernur Provinsi Tengah pada saat pengukuhan Pjs Bupati sabtu lalu, mengenai penanggulangan covid-19 (protokol kesehatan) dan netralitas ASN dalam Pilkada. Terkait wewenang Pjs. Bupati poso, beliau mengatakan bahwa tugasnya ialah meneruskan tugas dari Bupati definitif Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu yang saat ini sedang dalam masa cuti kampanye pilkada.

Dalam kesempatan tersebut Alumni Purna Praja STPDN ini yang juga Kepala Biro Administrasi Wilayah Daerah dan Pemerintahan di Provinsi Sulawesi Tengah, Memohon dukungan dari seluruh Kepala OPD  untuk bersama sama serius menanggapi perihal wabah Covid-19 yang tergolong mematikan tanpa mengenal strata atau status jabatan ini. “Dampak dari covid-19 dipastikan akan berimplikasi dan sangat rentan pada pilkada, dengan semakin banyaknya kasus yang terjadi akan mengurangi angka partisipasi dalam pilkada”, jelasnya.  

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Poso dr. Taufan Karwur diberi kesempatan untuk memaparkan perkembangan terkait covid-19 yang ada di Kabupaten Poso. Data terkini yang dilaporkan per hari minggu 27 september 2020 kasus konfirmasi covid-19 total positif (+) 23 orang, sembuh 20 orang, meninggal 0, saat ini positif terkonfirmasi tersisa 3 orang (1 Kayamanya, 1 Tagolu dan 1 Olumokunde), suspek 30 orang dan probable 0. Terkait Pilkada pemeriksaan Rapid test covid-19 telah dilakukan pada instansi KPU (PPS, Sek PPS, PPK, PPDP) jumlah yang diperiksa 1110 orang, BAWASLU 238 orang, BPS 216 orang, dengan jumlah keseluruhan 1564 orang. Demikian pemaparan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Poso.

Diakhir pertemuan Pjs. Bupati Poso, Drs. Arfan MS.i mengajak seluruh Kepala OPD untuk bekerja sama dan bergandengan tangan dalam melaksanakan tugas yang telah diprogramkan, tutupnya. #humaskabposo

- - -
Palu, sultengaktual.com - Pekerjaan proyek Paket preservasi ruas jalan beteleme - tompira - bahonsuai - bungku terus melakukan action dilapangan dalam menuntaskan pekerjaan yang melekat di kementerian PUPERA bagian bina marga yang dibawahi oleh BPJN XIV Sulteng.

paket pekerjaan yang berbandrol anggarann APBN Murni dengan nilai Rp 49.130.936.000 berada pada satuan kerja PJN III sulawesi tengah dibawah tanggung jawab Pejabat pembuat komitmen ( PPK 3.6) dilaksanakan oleh PT Mentawa Karyatama Sejati sebagai pemenang lelang atas paket pekerjaan tersebut.

Perusahaan Yang syarat akan pengalaman dari timur sulawesi tengah itu berkeyakinan bahwa pekerjaan diruas yang ditangani sepanjang 20 KM itu akan tetap dituntaskan pekerjaannya sesuai dengan batasan waktu kontrak yang ada.

Meski saat sekarang ini, pandemi atas wabah sebaran covid19 pelaksana dilapangan tetap saja melakukan pekerjaan, yang sudah pasti mengacu pada protokoler kesehatan yang berlaku, jelas Haris selaku General superintendent pada pekerjaan yang dinahkodai putri dari pengusaha sukses Murad Husein.

Haris merincikan juga, bahwa pada tahap sekarang ini, penanganan jalan yang dikontrakkan spanjang 20 KM itu, sampai saat ini terealisasi dalam pengaspalan sepanjang 4.5 KM.

Dan untuk pekerjaan rehabilitasi jembatan sudah akan tuntas karena sisa menunggu cukupnya umur beton yang kemudian akan dilakukan pengaspalan, tambah Haris Ketika dihub via Telepon seluler.

Sambil menunggu pengaspalan, pekerjaan yang dilakukan adalah pengecetan dan pekerjaan rabbat beton sedang dilakukan, hal kni selain menaikkan progress pekerjaan dilapangan, sembari menunggu item pekerjaan selanjutnya, tambahnya.

Pemeliharaan rutin jembatan sudah dilakukan pembersihan dan pengecetan jembatan, hal ini merupakan ketentuan falam konttak yang harus dikerjakan. sementara pekerjaan pemeliharaan rutin jalansampai sekarang ini sufah mencapai progress pekerjaan sekitar 70 persen.

Sesuai arahan dan aturan yang ada, pekerjaan pekerjaan yang ada dan terdampak langsung akibat pandemi covid19 akan terjadi refocusing anggaran.
refocusing dimaksud yakni pemotongan anggaran nilai kontrak pada pekerjaan yang berlangsung dengan nilai yang dibayarkan ditahun berjalan dan pada tahun mata anggaran berikutnya. contohnya seperti nilai kontrak kami sebesar 49 miliard lebih baru akan diselesaikan di anggaran tahun ini kurang lebih 12 miliard dan sisanya atas anggaran tersebut akan diselesaikan tahun depan, ungkap Haris. RDY B
- - -
Palu, sultengaktual.com - Proyek peningkatan Tata Air Tambak Rakyat tahun anggaran 2020 yang ada di Kecamatan Sojol dan di Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah, melalui Dana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bidang Sumber Daya Air pada Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III Sulteng/barat) telah menjawab permasalahan dan kendala yang selama ini masih dirasakan oleh petani tambak diwilayah tersebut.

Proyek yang dibiayai melalui APBN murni itu merupakan proyek lanjutan dari proyek yang sama dalam melakukan peningkatan tata air tambak rakyat di kabupaten Donggala.

Proyek ini dilaksanakan oleh PT Pinar Jaya perkasa pada proses lelang lalu yang ditetapkan sebagai pemenang.

Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Sulteng/Barat, sangat peka dengan kondisi tersebut. Terbukti, hampir setiap tahun anggaran selalu memprioritaskan program proyek peningkatan jaringan tata air tambak, bukan hanya yang ada di daerah Kecamatan Banawa selatan dan kecamatan Sojol, akan tetapi di seluruh wilayah Sulawesi Tengah pada umumnya.

Kebijakan strategis ini, sebagai langkah antisipatif yang tak lain tujuannya adalah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menjadikan warga sebagai petani tambak yang produktif dan profesional.

Proyek Lanjutan peningkatan tata air tambak rakyat tahun 2020 ini, dalam pengerjannya dilengkapi beberapa sarana penunjang seperti perluasan saluran aliran air (tersiar) menuju tambak-tambak milik masyarakat, pembuatan jembatan kayu yang menghubungkan tambak yang satu dengan tambak lainnya.

Dalam Melaksanakan pekerjaan dilapangan, pihak pelaksana dalam penyelesaiannya tidak semata mata mengerjakannya dengan peralatan dan pekerjanya. Tetapi dalam hal ini, pihak pelaksana juga melibatkan unsur masyarakat setempat atau sekitarnya dalam mengerjakannya. Hal ini disebut sebagai Padat Karya. dilibatkannya unsur pekerja dari masyarakat sekitarnya mengacu pada aturan yang sudah ditetapkan.

Proyek pekerjaan dengan konsultan pengawas CV Geometric itu dikontrakkan pada Februari 2020 lalu memiliki peningkatan progress realisasi kerja yang positif, Hingga Berita ini tayang, realisasi pekerjaan dilapangan kurang lebih 60%. ini memberikan bukti bahkan signal positif atas pelaksanaan pekerjaan itu bisa tuntas pada waktu yang sudah ditetapkan.

Pihak Pelaksana PT Pinar Jaya Perkasa yang mengerjakan proyek di satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Pemamfaatan Air (PJPA), kepada media ini mewakili Kepala Satuan Kerja PJPA di BWSS III Sulteng, R.Zulfikar Dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa II, Rangga, menjelaskan bahwa dalam nilai kontrak pekerjaan ini telah dilakukan pengurangan juga, hal ini disebabkan dengan adanya wabah pandemi covid 19 sehingga pihak kementerian melakukan atau menerapkan aturan yang sesuai dengan landasan hukum yang berlaku, hal ini disebut Refocusing.

Pihak Pengguna atas pekerjaan ini, BWSS III pada satuan kerja PJPA berharap agar masyarakat sekitar, pemilik atau kelompok tani tambak dapat menjaga dan memelihara fasilitas-fasilitas yang sudah dibangun, sehingga fungsi serta manfaatnya dapat dirasakan oleh warga, dan juga jikalau bantuan anggaran seperti ini, bukan kebijakan pihak kami, melainkan kebijakan sepenuhnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pihak BWSS III Sulteng hanya menjalankan tugas sebagai perpanjangan tangan dari pusat, semoga semuanya bermanfaat.

Dan Juga, Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, Pihak Pelaksana dalam kesehariannya melakukan aktivitas dilingkup areal proyek, tetap menjalankan Disiplin atas Protokoler kesehatan yang sudah disesuaikan untuk tetap bersama saling mengingatkan bahwa pandemi covid 19 ini diantisipasi dengan memperhatikan aturan dari protokoler kesehatan.

Pihak pelaksana dengan langkah awal melakukan tes ukuran suhu tubuh atas siapa saja yang masuk ke areal lokasi proyek, hal ini dilakukan untuk kepentingan bersama dalam menekan penularan covid 19.

Report_ _ _Christine Mandagie
- -



Palu, sultengaktual.com - proyek Pekerjaan Preservasi Jalan Ampana - Balingara - Bunta - Pangimana yang dikerjakan Oleh kontraktor pelaksana PT Elim Jaya Pratama setelah menjadi pemenang pada proses tender/lelang Pekerjaan ini dan penandatanganan kontrak di Maret 2020 Lalu.

PT EJP selaku pemenang lelang pekerjaan Tersebut setelah tanda tangan Kontrak pekerjaan harus menyelesaikan penanganan pekerjaan dengan panjang Target sepanjang kurang lebih 20,40 KM sampai batas akhir di desember nanti dengan Hasil Akhir Pekerjaan Jalan Hot Mix.

Pekerjaan pekerjan di ruas ini mulai dari pengaspalan, pembersihan saluran, pemeliharaan secara rutin untuk jalan dan jembatan dan pemarasan.

Tetapi dari semuanya itu menurut Kasatker PJN wilayah III Sulteng pada BPJN XIV Palu Agustinus Junianto,ST MT melalui Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK 3.2 ) Ibrahim Tjane, ST kepada media ini bahwa pekerjaan utama yang ditangani dalam ruas ini adalah Rutin Jalan, penanganan Rutin pada Jembatan, pemeliharaan Jembatan, pemarasan, pembersihan saluran dan pengaspalan badan jalan yang sudah ditetapkan dalam kontrak, urai Ibrahim diruang kerjanya.

Dalam penanganan ruas ini, pihak pelaksana dalam menjalankan kontraknya selain melakukan pengaspalan terdapat juga pekerjaan rutin jembatan sepanjang 1667,1 Meter dan pekerjaan Rutin Jalan sepanjang 141,12 Km,rincinya.

Ditambahkan bahwa pekerjaan pengaspalan akan mulai dilakukan sesuai dengan design dengan panjang Target penanganan efektif kurang lebih 20,40 KM mulai dari titik ruas penanganan dengan titik titik pengaspalan yang tersebar.

Dan juga pekerjaan yang dibiayai Murni atas APBN dari Kementerian PU PERA ini (sampai berita Dinaikkan- Red) memiliki nilai Deviasi plus sekitar 5,40 % atas target pekerjaan progres rencana realisasi di 9,88% dan realisasi progresnya pada 15,27%, dan nilai progres itu akan bertambah lagi jika pengaspalan sudah dilaksanakan oleh kontraktornya, jelas Ibrahim.

Sigapnya pihak PPK dan kontraktor pelaksana terlihat pada putusnya jembatan Tobelombang pekan lalu (26 Juni - Red) di jalur Trans sulawesi Palu - Luwuk tepatnya di Kilometer 436+070 Akibat Gerusan Air yang mengakibatkan Oprit Jembatan Putus langsung ditangani oleh Kontrakttor pelaksana Kami, sehingga masyarakat pengguna jalan tetap terlayani, karena penanganan langsung dilakukan segera. ujar Ibrahim.

Untuk pelaksanaan pekerjaan di tahun ini, sesuai aturan yang diturunkan melalui Kementerian PU PERA bahwa di pandemi wabah vuris Covid-19 ini terjadi Refocusing yakni adanya pemotongan anggaran yang mana pemotongan itu dialihkan untuk penanganan Covid19.

Otomatis dengan adanya aturan Refocusing pasti berdampak atas pekerjaan yang terjadi dilapangan dan pastinya tidak menutup kemungkinan sebagian target penyelesaian pekerjaan bisa menyeberang tahun.

Penulis : Randhy Budiman,S.Sos




- -

Parigi Moutong, sultengaktual.com - Apkikasi Lintas Organisasi perangkat Daerah (OPD) akan digunakan oleh Badan Perencanaan penelitian dan pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong untuk mengkoneksikan data lintas OPD. Agar nantinya OPD lebih cepat menyediakan data untuk menjadi data tunggal yang digunakan oleh pemerintah daerah dalam melakukan perencanaan Program.
             Zulfinasran, S.STP, M.Si
Apikasi yang dimaksud itu berkaitan dengan data yang akan kami koneksikan dengan data data yang berkaitan atas data Dukcapil, data dinas pendidikan, data dinas sosial, data PMD, termasuk data data soal profil desa, data kesehatan, prinsipnya konrksinya lintas data OPD akan disandingkan dan disinergiskan secara seksama antara program yang satu dengan program lainnya karena memiliki keakuratan atas data yang jelas, ungkap Zulfinasran, SSTP, M.Si kepala Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong beberapa waktu Lalu.

Secara Rinci, mantan kadis PU parigi Moutong itu menjelaskan seperti menyikapi program nasional seperti penanganan stunting maka dinas kesehatan tidak hanya membutuhkan data di setiap lokasi mengenai berapa jumlah anak stunting tetapi pihak terkait juga memerlukan data profil desa, data dukcapil dan data dinas pendidikan, jelas zulfinasran.

Lintas data itu sangat berguna, seperti untuk masalah anak stunting
Data profil desa dibutuhkan karena dari data tersebut bisa diketahui dengan jelas bagaimana kondisi desa itu. Seperti halnya bagaimana jumlah ketersediaan jamban, jumlah mengenai keberadaan ibu hamil. Dengan demikian dengan adanya data lintas OPD maka akan mudah medeteksi mengetahui berapa jumlah anak yang akan lahir dalam kurun beberapa bulan kedepan dan pihak dukcapilpun akan dengan mudah mempersiapkan dokumen dengan adanya data data yang akan masuk sesuai dengan acuan sebelumnya, urainya.
             Rb/ Sumber beritasulteng
- - -
Parigi Moutong, Sulteng Aktual- Pasca temuan pelanggaran yang dilakukan tiga oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo,  Dinas Sosial (Dinsos)  membuka layanan pengaduan. Aduan masyarakat akan langsung ditangani. 

Sejumlah pihak diminta bekerjasama mengawasi jalannya program tersebut, terutama jika menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung, bisa langsung diinformasikan ke Dinsos. 

Kadis Sosial Parimo, MS Tombolotutu sudah menegaskan ke Bidang Linjamsos yang menangani PKH untuk membetuk layanan pengaduan, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. Upaya tersebut menyikapi dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum pendamping yang mencoba-coba mengambil hak warga miskin penerima PKH

"Segera mungkin akan dibentuk pengaduan dari kecamatan sampai kabupaten," tandasnya. 

Menyangkut persoalan PKH, Dinsos juga mendapat warning dari DPRD. Utamanya menyangkut persoalan data. Anggota DPRD Parimo, Feri Budi Utomo, meminta agar dinsos transparan soal data. Selain itu, jangan sampai ada kepentingan politik. 

"Saya ingin ada keterbukaan informasi, sehingga kami tahu, ada identifikasi permasalahan. Sekarang bagaimana meminimalisir persoalan yang terjadi," kata dia. 

Menanggapi hal tersebut, Kadinsos Parimo, MS Tombolotutu mengatakan bahwa dinsos selalu terbuka untuk data. Hanya saja ada mekanisme, sesuai aturan kemensos. "Harus menyurat secara resmi sesuai mekanisme Kementrian Sosial, jangan sampai disalahgunakan,"ungkapnya. 


Sementara itu, Kabid Linjamsos, Aristo, mengaku sudah berupaya transparan soal data. Karena data warga miskin harus dipublis. "Memang data kemiskinan harus di publis. Bagaimana kita mau menurunkan angka kemiskinan kalau tidak ada datanya. Agar hak-hak warga miskin bisa sampai sesuai harapan," tegasnya. 
-
Parigi Moutong, Sulteng Aktual- Amanat Negara yang lahir lewat kebijakan kementerian saat pandemi Covid-19, akhirnya tersampaikan oleh Pemdes Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2020. Tercatat 134 Kepala Keluarga di desa tersebut menerima ‘kiriman’ pemerintah Republik Indonesia.

Kades Kayuboko, Rahmad (kanan) dan Sekdesnya, Rifandy (kiri),
foto bersama warga penerima BLTDes, di sela penyaluran
yang diselenggarakan pada Selasa, 16 Juni 2020.
(Foto: Berita Sulteng)
134 KK di desa itu masing-masing mendapat uang tunai senilai 600 ribu rupiah. Sudah satu republik ini tau kalau dana itu merupakan santunan akibat dampak serangan virus corona yang kini masih jadi musuh bersama menurut pemerintah.

Uang hasil 'petik' dari kas Negara yang diporsikan ke ‘saku’ Dana Desa (DD), itu disalurkan melalui kemasan konsep yang disebut Bantuan Langsung Tunai Desa (BLTDes).

Pengantaran uang teruntuk penduduk yang diketegorikan miskin di Desa Kayuboko memang terbilang lambat. Bukan kesengajaan, keterlambatan pendistribusian dana BLTDes di desa yang dinahkodai Rahmad, akibat ‘benturan’ regulasi. Salah satu kendala tentang pembentukan Badan Permusyarawatan Desa (BPD).

Sebagaimana diketahui, ‘peristiwa’ pemilihan BPD setempat terjadi berulang kali. Sementara, kalau menurut ketentuan, peran BPD sangat dibutuh dalam memusyawarakan daftar nama penerima doi bantuan dari dampak corona.

“Ini lah yang dibilang proses. Tiada upaya tanpa tantangan. Semua kendala menyangkut aturan sudah terlewati bersama. Hari ini saya sangat bersyukur karena bantuan yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat sudah tersalurkan,” ujar Rahmad, Kades Kayuboko yang ditemui Berita Sulteng di rumahnya usai membagi-bagikan uang BLTDes ke warga.

Tuntasnya urusan pemilihan BPD dan tersalurkan sudah BLTDes tahap pertama, Rahmad berdoa semoga kendala tersebut menjadi ‘klimaks’ dari problem tentang pengurusan hingga penyaluran BLTDes. Sebab masih ada dua tahap penyaluran lagi.

“Insya Allah tiada kendala yang berarti untuk kedepan. Selain BPD sudah terbentuk, data penerima juga sudah riil,” ucap Rahmad sembari menyebutkan kalau administrasi penyaluran tahap dua sedang dipermantap. Upaya mempercepat penyerahan selanjutnya itu dianggap perlu dan penting, karena awalnya mengalami keterlambatan.

“Dan masyarakat juga sudah tau kalau akan ada penyerahan kedua. Sudah pasti itu masyarakat tunggu. Bahkan mereka harapkan. Karena sebagaimana tujuan bantuan ini agar membantu, walaupun nilainya mungkin sedikit, tapi setidaknya sangat diharapkan bisa sedikit meringankan beban kebutuhan masyarakat penerima,” ucapnya.

Menyinggung rencana realisasi tahap dua penyaluran BLTDes, Rahmad memprediksi kalau bukan pekan ini, pekan depan bisa terlaksana. “Pokoknya kami upayakan secepat mungkin,” jelasnya.

Penyerahan BLTDes berlangsung di balai Desa Kayuboko pada Selasa pagi, terpantau menerapkan protokol Covid-19. Selain aparat desa, Bhabinkamtibmas, dan Pendamping Desa turut menyaksikan prosesi bagi-bagi uang tunai di desa itu.

-


Palu, sultengaktual.com - proyek Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Molosipat - Lambunu - Mepanga - Tinombo yang dikerjakan Oleh kontraktor pelaksana PT Tunggal Maju Jaya ( TMJ) setelah menjadi pemenang lelang pada proses tender/lelang Pekerjaan ini dan penandatanganan kontrak di Februari 2020 Lalu.

PT TMJ selaku pemenang lelang pekerjaan Ruas Molosipat - Lambunu - Mepanga - Tinombo setelah tanda tangan Kontrak pekerjaan dibulan Februari 2020 lalu harus menyelesaikan penanganan pekerjaan dengan panjang Target sepanjang kurang lebih 15 KM sampai batas akhir di desember nanti dengan Hasil Akhir Pekerjaan Jalan Hot Mix.

Pekerjaan pekerjan di ruas ini mulai dari pengaspalan, galian longsoran, saluran, pemeliharaan secara rutin untuk jalan dan jembatan, susunan batu dan ada juga pekerjaan pembuatan Box Culvert.

Tetapi dari semuanya itu menurut Kasatker PJN wilayah II pada BPJN XIV Palu Amin Hamid melalui Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK 2.1 ) Wisnu Herlambang, ST kepada media ini bahwa pekerjaan utama yang ditangani dalam ruas ini adalah Rutin Jalan, Rekon Rehab dalam penanganan longsoran juga, penanganan Rutin pada Jembatan, preservasi Jembatan dan juga pelebaran Jalan atas pekerjaan yang nilai kontraknya sebesar RP 42,4 Milyard.

Ditambahkan Wisnu sapaan Akrabnya yang juga pernah Jadi PPK di Wilayah Gorontalo bahwa pekerjaan pengaspalan sementara dilakukan sesuai dengan design dengan panjang Target kurang lebih 15 KM mulai dari tinombo sampai molosipat dengan titik titik pengaspalan yang tersebar.

Dan juga pekerjaan yang dibiayai Murni atas APBN dari Kementerian PU PERA ini (sampai berita Dinaikkan- Red) memiliki nilai Deviasi plus sekitar 12,166% atas pekerjaan progres rencana di 14,197% dan realisasi progressnya pada 22,854%, urai Wisnu Di Ruang Kerjanya.

Salah satu pemerhati pembangunan Infrastruktur Jalan, Rahman mengungkapkan jika bisa diamini soal penganggarannya ke tahun berikut, ruas jalan yang ada di sulteng dan dibiayai lewat APBN perlu mendapatkan prioritas, mulai dari lebarnya Lajur serta lebarnya badan jalan dannjuga bahu jalan, karena hal itu juga memiliki aturan, yakni lajur jalan itu kalo tidak salah sekitar 3,5 meter dan idealnya badan jalan itu memiliki lebar sekitar 7 meter dengan lebar masing masing bahu jalan kiri kanannya masing masing sepanjang 2 meter. Apa lagi beberapa ruas yang ada di sulteng itu dikategorikan Jalan Arteri, seperti halnya Ruas jalan yang terdapat di wilayah Pantai Timur Sulteng, jelas Rahman Dengan Penuh Harap.

Untuk pelaksanaan pekerjaan di tahun ini, sesuai aturan yang diturunkan melalui Kementerian PU PERA bahwa di pandemi wabah vuris Covid-19 ini terjadi Refocusing yakni adanya pemotongan anggaran yang mana pemotongan itu dialihkan untuk penanganan Covid19.

Otomatis dengan adanya aturan Refocusing pasti berdampak atas pekerjaan yang terjadi dilapangan dan pastinya tidak menutup kemungkinan sebagian target penyelesaian pekerjaan bisa menyeberang tahun.

Wisnu juga menambahkan bahwa dengan Adanya Refocusing yang terjadi maka pelebaran jalan yang termaktub dalam kontrak pekerjaan sepanjang yang sedianya 4,9 KM menjadi 1,6 KM saja penangananya di sekarang ini.

Meski pandemi wabah virus corona (Covid-19) mewabah dan terus meningkat dengan bertambahnya pasien yang positif, pihak Kementerian Pekerjaan Umun Dan Perumahan Rakyat melalui Satuan Kerja PJN II Sulawesi Tengah dibawah Naungan Balai Pembangunan Jalan Nasional Wilayah XIV Palu (BPJN XIV PALU) tetap memacu kelanjutan Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Molosipat - Lambunu - Mepanga - Tinombo dengan standar prkerjaan hang sydah ditentukan dan tetap melakukan protokoler kesehatan demi menjaga dan menekan serta menghindari penyebaran Virus Corona, Seperti menggunakan Masker dan pengukuran suhu tubuh pada unsur unsur yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, seperti halnya Kunjungan pihak Kasatker PJN II dilapangan Menerapkan protokoler kesehatan yang ada.
        Penulis : Randhy Budiman,S.Sos




- - -