Pilih Menu

Slider



KOTA


SULTENG





POLITIK

HUKUM

SULAWESI


EDUKASI

Palu, sultengaktual.com - Forum Peduli Pembangunan Daerah Sulteng (FPPD Sulteng) melalui Ketuanya, Eko Arianto menuturkan agar Aparat Penegak Hukum(APH) segera Mengusut dugaan adanya tanda tangan Palsu Pada paket preservasi Jalan Tinombo Sinei Ampibabo Toboli pada tahun 2021 lalu dengan nilai kontrak sebesar 9,3 Miliar.

Eko menjelaskan jika persoalan dugaan tanda tangan palsu itu merupakan suatu tindakan pelanggaran, apa lagi salah satu konsultannya sudah mengakui jika awalnya tanda tangan tersebut memang di tanda tangani oleh bukan yang semestinya dan kemudian dilakukan penanda tanganan kembali secara asli karena khawatir dengan Adanya pemeriksaan. 

Ini merupakan suatu pembuktian bahwa telah terjadi pelanggaran. olehnya hal ini bisa diusut dengan mengawali membongkar ada apa dibalik tanda tangan palsu itu,jelas Eko

Seingat saya, pernah ada suatu hal yang mirip dengan persoalan mendasar yang sama, yakni persoalan yang diawali mengenai tanda tangan juga, Sebut saja pada kasus Jembatan Torate, dan kasus itu sudah selesai dengan proses hukum yang putusannya telah inkra, jadi kenapa tidak persoalan ini harus dibongkar atas maksud dari dugaan tanda tangan palsu itu, Rincinya.

Mengingat pada penggunaan anggaran yang setiap tahunnya di ruas ini tidak pernah absen digelontorkan miliaran rupiah guna menangani Ruas Jalan 'Marka Kuning' Ini.

Tidak ada toleransi ataupun kebijakan pada persoalan dugaan tanda tangan palsu itu, Karena yang menandatangani adalah bukan yang semestinya, Apalagi hal tersebut sudah diakui oleh salah satu orang konsultan pada proyek tersebut, kalau tanda tangan itu dilakukan kembali oleh karena khawatir akan pemeriksaan, Tegas Eko.

Sekali lagi, Besar Harapan Kami Agar persoalan ini segera Diusut dan jika memang terpenuhi unsur pelanggaran agar segera di proses, Pintanya.

Beberapa Waktu sebelumnya, Ketika ditemui diruang kerjanya, Kasatker PJN II BPJN Sulteng, Rhismono ST MT menuturkan kalo persoalan tersebut sudah didengar juga oleh Dirinya (Rhismono - Red) "Hal tersebut saya sudah dengar juga, Dan saya Tekankan agar persoalan tersebut segera dituntaskan" Ujar Rhis Sapaan Akrabnya. 

Pada Pemberitaan sebelumnya mengenai hal ini, Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK. 2.2) Ir Penil Dicky MM dan juga Koordinator Lapangan Ruas 2.2  di PJN II BPJN Sulteng Nimrot, Kompak untuk 'Bungkam' Terkait Dugaan Tanda Tangan palsu pada dokumen laporan progres pekerjaan proyek preservasi jalan Tinombo Sinei Ampibabo Toboli Tahun Anggaran 2021 yang dikerjakan oleh PT Mandava Putra Utama Dengan nilai kontrak sebesar Rp 9,3 Miliar.

Bungkamnya 2 figur pentolan dalam perproyekan di ruas 2.2 PJN II BPJN Sulteng itu disaat konfirmasi ulang ulang mengenai adanya dugaan pemalsuan Tanda Tangan Pada Ranah konsultan yang di lakukan bersentuhan progress pekerjaan dilapangan pada waktu itu.

Meskipun, Aplikasi Whatsapp kedua figur itu dalam keadaan online, tetapi seakan ogah atau tidak sama sekali menggubris chat masuk yang melayangkan konfirmasi, menyangkut tanda tangan yang dilakukan di dokumen administrasi bobot progres pekerjaan untuk melakukan termin penagihan di tanda tangani oleh bukan yang bersangkutan.

Penanda tanganan yang bukan dilakukan oleh orang yang semestinya ini terjadi karena mengejar waktu masuknya dokumen penagihan yang dilakukan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Erlangga, selaku salah satu anggota konsultan pada pekerjaan Preservasi jalan tinombo sinei ampibabo toboli tahun anggaran 2021 ketika dihubungi melalui pesan whatsaap menjelaskan " Kalau tanda tangan yang di anggap palsu itu tidak ada masalah,karena sebelumnya kami sudah meminta izin kepada yang bersangkutan dan tidak  keberatan" Ujarnya

Hal itu dilakukan karena posisi yang bersangkutan masih diluar kota, hal itu aman pak dan tidak ada masalah,Tambah Erlangga.

Ketika disinggung kalau hal itu tetap salah dan masuk ke ranah tanda tangan palsu, Erlangga kembali berkata " tetap dilakukan ttd kembali oleh yang bersangkutan, karena khawatir mengenai pemeriksaan"jelasnya.

"Tetap dilakukan tanda tangan kembali Pak, dan itu asli" Tambah Erlangga.*RB






- - -

Palu, sultengaktual.com - Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK. 2.2) Ir Penil Dicky MM dan juga Koordinator Lapangan Ruas 2.2  di PJN II BPJN Sulteng Nimrot, Kompak untuk 'Bungkam' Terkait Dugaan Tanda Tangan palsu pada dokumen laporan progres pekerjaan proyek preservasi jalan Tinombo Sinei Ampibabo Toboli Tahun Anggaran 2021 yang dikerjakan oleh PT Mandava Putra Utama Dengan nilai kontrak sebesar Rp 9,3 Miliar.

Bungkamnya 2 figur pentolan dalam perproyekan di ruas 2.2 PJN II BPJN Sulteng itu disaat konfirmasi ulang ulang mengenai adanya dugaan pemalsuan Tanda Tangan Pada Ranah konsultan yang di lakukan bersentuhan progress pekerjaan dilapangan pada waktu itu.

Meskipun, Aplikasi Whatsapp kedua figur itu dalam keadaan online, tetapi seakan ogah atau tidak sama sekali menggubris chat masuk yang melayangkan konfirmasi.

Konfirmasi itu menyangkut tanda tangan yang dilakukan di dokumen administrasi bobot progres pekerjaan untuk melakukan termin penagihan di tanda tangani oleh bukan yang bersangkutan.

Penanda tanganan yang bukan dilakukan oleh orang yang semestinya ini terjadi karena mengejar waktu masuknya dokumen penagihan yang dilakukan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Erlangga, selaku salah satu anggota konsultan pada pekerjaan Preservasi jalan tinombo sinei ampibabo toboli tahun anggaran 2021 ketika dihubungi melalui pesan whatsaap menjelaskan " Kalau tanda tangan yang di anggap palsu itu tidak ada masalah,karena sebelumnya kami sudah meminta izin kepada yang bersangkutan dan tidak  keberatan" Ujarnya

Hal itu dilakukan karena posisi yang bersangkutan masih diluar kota, hal itu aman pak dan tidak ada masalah,Tambah Erlangga.

Ketika disinggung kalau hal itu tetap salah dan masuk ke ranah tanda tangan palsu, Erlangga kembali berkata " tetap dilakukan ttd kembali oleh yang bersangkutan, karena khawatir mengenai pemeriksaan"jelasnya.

"Tetap dilakukan tanda tangan kembali Pak, dan itu asli" Tambah Erlangga.*RB





- -

Palu, sultengaktual.com - Dugaan Tanda Tangan palsu pada dokumen laporan progres pekerjaan proyek preservasi jalan Tinombo Sinei Ampibabo Toboli Tahun Anggaran 2021 Dengan nilai kontrak sebesar Rp 9,3 Miliar Terkuak.

Pasalnya, tanda tangan yang dilakukan di dokumen administrasi bobot progres pekerjaan untuk melakukan termin penagihan di tanda tangani oleh bukan yang bersangkutan.

Penanda tanganan yang bukan dilakukan oleh orang yang semestinya ini dilakukan karena mengejar waktu masuknya dokumen penagihan yang dilakukan.

Erlangga, selaku salah satu anggota konsultan pada pekerjaan Preservasi jalan tinombo sinei ampibabo toboli tahun anggaran 2021 ketika dihubungi melalui pesan whatsaap menjelaskan " Kalau tanda tangan yang di anggap palsu itu tidak ada masalah,karena sebelumnya kami sudah meminta izin kepada yang bersangkutan dan tidak  keberatan" Ujarnya

Hal itu dilakukan karena posisi yang bersangkutan masih diluar kota, hal itu aman pak dan tidak ada masalah,Tambah Erlangga.

Ketika disinggung kalau hal itu tetap salah dan masuk ke ranah tanda tangan palsu, Erlangga kembali berkata " tetap dilakukan ttd kembali oleh yang bersangkutan, karena khawatir mengenai pemeriksaan"jelasnya.

"Tetap dilakukan tanda tangan kembali Pak, dan itu asli" Tambah Erlangga.*RB




- -

Palu,Sultengaktual.com - Proses Lelang Pekerjaan Proyek Preservasi Jalan Ampana Balingara Bunta Pagimana Tahun Anggaran 2022 Nilai Pagu 29,4 Miliard Disoal.

Pasalnya, Proses lelang Yang di lakukan oleh Pihak Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Sulawesi Tengah Diduga terjadi suatu keputusan yang dianggap tidak sesuai dengan aturan sebagaimana mestinya.

Awalnya, proses lelang yang tayang di lpse.pu.go.id pada 29 Desember 2021 lalu itu sudah terlaksana dan berjalan dengan semestinya.

Terlaksananya tahapan tahapan yang ada dalam proses lelang pekerjaan tersebut pun sudah menghasilkan pemenang yang ditetapkan oleh pokja pada BP2JK Sulteng, Yakni PT Elim Jaya Pratama yang sebagai Pemenang Pertama Berbintang, di susul dengan PT Ramarfin Jaya Mandiri sebagai Urutan ke 2 dan PT Mari Bangun Nusantara sebagai urutan ke 3. pengumuman pemenang atas hal itu merupakan Pengumuman yang di tetapkan oleh pokja BP2JK sesuai yang di tayangkan pada lpse.pu.go.id.

Tahapan kemudian, pihak Pokja Di BP2JK sulteng Menyerahkan Hasil proses lelang tersebut ke ranah Pengguna untuk kemudian Melanjutkan tahapan Berikutnya.

Alhasil, pihak pengguna, dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) pada ruas jalan yang dilelangkan, mengembalikan dokumen Hasil Proses lelang yang dimaksud dengan meminta kepada pihak Pokja BP2JK sulteng agar melakukan Evaluasi ulang, sesuai dengan yang tayang pada Lpse.pu.go.id.

Acuan PPK meminta melakukan Proses evaluasi ulang itu dikarenakan ada bagian dokumen yang diragukan keabsahan kebenarannya, hal tersebut merupakan hal yang wajar dalam suatu proses pelelangan.

Pihak Pokja BP2JK sulteng pun melakukan evaluasi ulang atas hal itu, dengan kembali melakukan evaluasi atas apa yang dimaksudkan oleh pihak pengguna ( PPK- Red).

Disoalnya proses lelang pekerjaan itu diawali atas hasil evaluasi ulang  Dengan Hasil, kalau proyek ini dinyatakan tender gagal, sesuai yang ditayangkang pada lpse.pu.go.id Dengan alasan catatan dibatalkan paket proyek ini Dikarenakan Tidak Ada Peserta Yang Lulus Evaluasi Penawaran.

Kejanggalan Proses Lelang Paket pekerjaan itupun dipertanyakan atas konten yang ditayangkan Tender Gagal.

Mengenai proses lelang yang terjadi evaluasi ulang, Pihak Pokja BP2JK sulteng pada prinsipnya harus tetap melakukan hal itu, atas permintaan PPK yang bersangkutan dan diketahui oleh kasatkernya selaku pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran.

Seperti yang dilontarkan oleh Kepala BP2JK Sulteng Ronny Andriandi, ST. MT pada salah satu media Online Lokal, Yakni ' Kalau Pihak PPK menemukan dokumen yang diragukan, seharusnya tinggal memanggil kontraktor dan pemberi dukungan. Kalau benar tidak pernah memberi dukungan, maka PPK bisa menganulir dan pemenang cadangan kedua yang dipanggil berkontrak. ” Itulah sebabnya pokja membuat alternatif calon pemenang 1 hingga 2. Tapi adanya permintaan dari KPA untuk dilakukan evaluasii kembali, maka Pokja membongkar data lagi untuk dievaluasi' ujarnya ( Dikutip dari Media Logisnews.com - edisi tayang 8 maret 2022- Dengan Judul : Diragukan Dukungan…..)

Mengenai proses lelang paket pekerjaan Preservasi Jalan Ampana Balingara Bunta Pagimana tahun anggaran 2022 dengan Pagu 29,4 Miliard yang disoal Itu, Kepala BP2JK Sulteng, Ronny Andriandi, ST. MT yang didampingi langsung oleh Widyanto selaku KTU BP2JK Sulteng dan Yety W ketua Pokja 32 BP2JK sulteng Memaparkan jika proses lelang paket itu akhirnya dinyatakan gagal. Gagalnya juga sudah melewati beberapa tahapan, seperti melakukan evaluasi ulang sampai 2 kali karena permintaan dari pihak PPK.

Seyogyanya, ranah kerja di kami sudah selesai dan clear semuanya, tetapi ketika pihak PPK mengembalikan dokumen hasil lelang kepada kami dengan alasan adanya keraguan atas beberapa dokumen dari pemenang berbintang, maka tahapan itu kami lakoni. ungkap Ronny yang disahuti oleh Widyanto.

Kerja dengan maksimal, melakukan klarifikasi lagi atas apa yang menjadi catatan pihak PPK, bahkan klarifikasi itu benar adanya, lantas singkatnya, ada suatu hal yang mematahkan atas kinerja yang sudah pokja lakukan, yakni adanya surat pernyataan yang tidak benar atas apa yang sudah kami klarifikasi kebenarannya sampai dua kali.

Harusnya di tahap inilah, pihak PPK berhak mengundang para penyedia jasa yang menjadi pemenang berbintang dan pemenang cadangan 1 dan 2. 

Tahapan itu, PPK langsung melihat, jika penyedia yang berbintang bisa membuktikan secara langsung atas klarifikasi pembenaran atas apa yang dibutuhkan,maka hal itu tidak jadi masalah, tetapi jika hal tersebut tidak bisa dibuktikan kebenarannya, maka secara otomatis penyedia tersebut langsung gugur dan pemenang cadangan 1 dan cadangan 2 akan naik otomatis dengan sendirinya.

sampai itulah, pihak BP2JK dalam menetapkan pemenang yang berbintang, terdapat pemenang cadangan 1 dan 2, Ujar Ronny.

Prinsip kerjanya, masing masing sudah memiliki koridor rambu yang ditentukan, kami bekerja dengan domain aturan yang ada, memaksimalkan kinerja di tahapan kami. 

Dan mengenai proses lelang tersebut, kami sudah pada tahapan yang ada pada ranah kami, dan jika pada akhirnya penilaian terhadap kinerja kami sejauhmana, kiranya bisa dilihat dengan obyektif, kami sudah memberikan 2 pemenang cadangan, aturannya memang demikian, karena penetapan yang kami putuskan juga melalui tahapan SOP sesuai aturan dan domain kerja, Jelas Ronny.@RB






- - -

"Desa Dombu  sangat indah dan mengingatkan desa serupa saat saya menjabat kepala desa di pegunungan perbatasan Tanah Toraja, Sulawesi Selatan"

Sigi, sultengaktual.com - Desa Dombu kecamatan Marawola Barat Kabupaten Sigi yang berada di ketinggian 1.800 kaki di atas permukaan laut, merupakan desa indah dan potensial, namun tertinggal dari pembangunan khususnya infra struktur jalan. Demikian hal itu disampaikan Drs.H.Anwar Hafid, MSi, dihadapan  masyarakat desa Dombu saat reses, Kamis (10/3/2022). 
Kata anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah itu, desa Dombu  sangat indah dan mengingatkan desa serupa saat ia menjabat kepala desa di pegunungan perbatasan Tanah Toraja, Sulawesi Selatan. "Saya 6 tahun jadi kades di Bastem perbatasan Tator. 

Panorama pegunungannya juga seperti ini. Jadi saya enjoy saja saat perjalanan kesini walaupun harus menempuh perjalanan darat selama 2 jam,," kata mantan bupati Morowali 2 periode itu.
Dalam reses yang dilaksanakan di halaman sekolah Balai Keselamatan desa Dombu dan dihadiri sekitar 250 warga terungkap, warga sangat mengeluhkan lambannya pembangunan di desa Dombu dan Pinembani kabupaten Donggala. "Sejak dulu, jalan ke desa Dombu belum bagus.padahal di bawah sana ada destinasi internasional paralayang. Mohon bapak Anwar Hafid bisa meneruskan keluhan warga ini ke gubernur dan pemerintah pusat," kata salah seorang kepala desa di wilayah Pinembani.
Terungkap pula, ada permintaan salah seorang guru bahwa di dua wilayah Dombu dan Pinembani ada puluhan mahasiswa yang lagi menempuh pendidikan S1. "Mohon anak-anak kami para mahasiswa di perhatikan pemerintah dalam hal pemberian beasiswa" tutur warga Dombu.

Mendengar masukan dan keluhan warga Dombu dan Pinembani, Anwar Hafid berjanji untuk meneruskan ke Pemda Sulteng dan Pemkab Sigi agar memperhatikan infra struktur jalan kedua wilayah tersebut.

Sementara untuk beasiswa, Anwar Hafid lngsung meminta invetaris nama-nama mahasiswa asal Dombu dan Pinembani untuk diteruskan ke DPR RI untuk bisa diberikan beasiswa.

Setelah melakukan reses, Anwar Hafid langsung meninjau rumah produksi kopi Arabika Kamanuru yang sudah tembus di pasaran luar negeri. Anwar bahkan berjanji bersama partai Demokrat Sulteng dan petani kopi untuk melakukan kerjasama dalam hal pembangunan rumah produksi dan pemasaran kopi tersebut. @S14P
- - -

Palu,sultengaktual.com - Proyek Preservasi Jalan Tonggolobibi-Sabang-Tambu-Tompe Tahun Anggaran 2022 sudah On The Track pelaksanaannya dilapangan.

Pekerjaan Proyek yang dibiayai melalui APBN Murni ini dikerjakan oleh PT Karya Baru Makmur yang memenangkan proses lelang di Periode Desember 2021 Lalu.

Pekerjaan Yang dikontrakkan pada 31 Desember 2021 lalu atau tepatnya efektif Tanggal Mulai Kontrak 1 Januari 2022 ini menangani panjang jalan sepanjang kurang lebih 108 KM dengan durasi waktu pekerjaan selama 365 Hari, atau sampai pada 31 Desember 2022.

Item item Pekerjaan yang dilaksanakan oleh pelaksana dilapangan terdiri atas pekerjaan pasangan batu, pekerjaan rutin lainnya, karena pekerjaan ini kan Long Segment, ujar Sutarno.

Selain itu, pekerjaan penanganan badan jalan dengan melakukan pengaspalan Over Lay dikerjakan sepanjang 3,5 Km.

Adapun pekerjaan rehab rutin jembatan sebnyak 1 jembatan saja, dan 1 pekerjaan penggantian jembatan di daerah Ponggerang dengan panjang bentangan kurang lebih 9 Meter.

Sutarno Selaku PPK 1.5 di Satker PJN I BPJN Sulteng sangat optimis jika kontraktor pelaksana bisa menuntaskan pekerjaan dengan durasi waktu yang sudah ditentukan dalam dokumen kontrak.

Hal ini atas kinerja yang positif atas targetan progress dilapangan. Buktinya sampai sekarang, targetan pekerjaan progress dilapangang yang direncanakan sebesar 7,97 persen memberikan dampak positif. Karena realisasi atas target proggress yang direncanakan bisa menyentuh pada 15.93 persen, dan pekerjaan dilapangan kategori Deviasi plus sebesar 7,96 persen, Demikian Sutarno merincikan.

Semoga pekerjaan dilapangan akan lancar terus dan kondisi alam bersahabat, agar target pekerjaan selesai bisa sesuai dengan waktunya dan sesuai rencana PHO pada 31 Desember Nanti, Harapnya. Làà




- - -
Irfan : "Pekerjaan rekonstruksi jembatan ini akan dilakukan oleh kontraktor asal jepang yang saat ini dalam proses lelang, diperkirakan akan berkontrak di awal April 2022,"

Palu,sultengaktual.com -Pembangunan jembatan Ponulele atau  Palu IV segera dibangun kembali setelah porak-poranda akibat gempa bumi dan tsunami 28 September 2018 silam yang melanda kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala).
"Pembiayaan pembangunan kembali jembatan Palu IV itu sebesara Rp,320 miliyar yang merupakan Hibah dari Pemerintah Jepang yang diberikan sebagai respon positif atas bencana yang terjadi di Kota Palu, Sigi, dan Donggala,"demikian rilis yang dikirim ke media mitra Satuan Kerja (Satker) PJN 1 Balai Pelaksana jalan Nasional Palu Mohammad Syukur melai Kasatker PJN 1 Irfan Rifai Selasa malam (1/3-2022).

Menurutnya Jepang mempercayakan JICA untuk melakukan kerjasama dengan Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta Pemerintah Kota Palu. 
"Pekerjaan rekonstruksi jembatan ini akan dilakukan oleh kontraktor asal jepang yang saat ini dalam proses lelang, diperkirakan akan berkontrak di awal April 2022,"jelas Irfan.

Ia mengatakan Pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 24 bulan, sehingga akan tuntas pada akhir maret 2024. 

Irfan menjelaskan pemerintah Daerah telah turut serta dalam mewujudkan persiapan pekerjaan dengan menyediakan lahan, membebaskan seluruh utilitas, dan berbagai pendukung lainnya.

"Pada tanggal 25 Februari 2022, telah dilakukan peninjauan lapangan yang dihadiri oleh Konsultan dari Jepang, BPJN Sulawesi Tengah, dan Pemerintah Kota Palu,"jelas Irfan.

Ia menambahkan peninjauan tersebut merupakan bagian dari persiapan akhir menjelang pelaksanaan pekerjaan.***
- - -