Pilih Menu

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

PARIMO, Sulteng Aktual - Lubang bekas galian mangais emas di lokasi pertambangan terlarang di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah kini direklamasi.




Penutupan lubang bekas mencari emas itu dilakukan sejumlah pihak—Pemerintah Kabupaten, kepolisian, TNI, serta Basarnas. Ini diungkap Kapolres Parigi Moutong Ajun Komisaris Besar Polis Andi Batara Purwacaraka kepada sejumlah pewarta di Polres setempat, Jumat, 12 Maret 2021.

Andi Batara bilang, selain mereklamasi, lokasi pertambangan emas di Buranga juga sudah ditutup permanen.

Diungkap Andi Batara, di lokasi itu juga sudah dipasangi spanduk warning yang bertuliskan ‘illegal mining’.

"Lokasi buranga sudah ditutup, kami juga telah memasang spanduk bertuliskan illegal mining serta menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan pertambangan," katanya.

Diketahui, pada tanggal 24 Februari 2021 telah terjadi longsor di lokasi pertambangan emas di Desa Buranga. Kejadian itu menelan 7 nyawa manusia serta puluhan orang luka-luka.

Dampak dari peristiwa tersebut, aparat keamanan dan pemerintah mengambil tindakan untuk menutup lokasi tambang emas yang katanya tidak legal. Dan dari peristiwa itu juga polisi melakukan penyelidikan. Hasilnya, satu orang tersangka sudah diamankan di Polres Parigi Moutong.

Baca beritanya berjudul: Operator Excavator Ditetapkan Tersangka Pasca Longsor Tambang Buranga

Moh Aksa

-
Palu, Sultengaktual.com - Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat ( PUPR ) Direktorat jenderal cipta karya mempunyai peran strategis mengenjot program Kota tanpa kumuh ( Kotaku ) pada tahun 2020 di Kota Palu. 

Program Kota Tanpa Kumuh ( Kotaku ) merupakan satu dari sekian program Padat Karya Tunai ( PKT ) cash for work yang di laksanakan Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat ( PUPR ) melalui Dirjen Cipta Karya serentak di seluruh Indonesia mencakup 34 Provinsi termasuk Sulawesi Tengah yang melekat pada Balai Prasarana Permukiman Wilayah ( BPPW ) Sulteng. Ujar Zubaidi di ruang kerjanya
Program ini terangnya, bersinergi dengan Pemerintah Daerah serta melibatkan langsung Kelompok Masyarakat. ini merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan tujuan melakukan pemberdayaan secara langsung kepada masyarakat dalam penanganan permukiman kumuh di perkotaan termasuk infrastruktur yang rusak akibat bencana alam gempa bumi beberapa tahun lalu masuk dalam agenda kerja program Kotaku pada tahun 2020 lalu di Kota Palu
" Di Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu, program Kotaku menyasar 45 Kelurahan dengan konsep pemberdayaan langsung ke masyarakat. Program ini berhasil terlaksana dan menyerap tenaga kerja 2.500 orang untuk padat karya tunai program Kotaku di Kota Palu. " Jelas Zubaidi ST 
Meski di tengah pandemik Kata dia, kegiatan ini tetap berjalan dan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Akunya

Program Kotaku yang di laksanakan di Kota Palu 
Program ini merupakan komitmen pemerintah terutama pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah ( BPPW ) Sulteng untuk mendukung gerakan 100-0-100 yakni 100 persen akses air minum layak, 0 persen permukiman kumuh serta 100 persen akses sanitasi layak.

Keberhasilan program Kotaku di Kota Palu tentu tidak lepas dari peran Kepala BPPW Sulteng, Satker dan juga PPK yang membawahinya.

Atas kerja keras ini, lingkungan permukiman yang dulunya kotor dan kumuh saat ini telah berubah menjadi layak huni, asri dan nyaman.

PPK Kotaku Zubaidi. ST mampu memberi warna baru bagi keberadaan permukiman kumuh di perkotaan. Saat ini, hasil upaya dan kerjanya bisa memberi arti terhadap permukiman kumuh di Kota Palu
 
Program Kotaku adalah kegiatan yang di lakukan melalui pembangunan infrastruktur skala lingkungan reguler dengan konsep kolaborasi antar pemerintah pusat, daerah yang melibatkan langsung Kelompok masyarakat. tim
- -
Palu,Sultengaktual.com - Kementeria PUPR melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BP2W) Provinsi Sulawesi Tengah Yang Dikepalai Oleh Ferdinan Kana’ lo, menyatakan bahwa pihaknya tetap melanjutkan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana alam 28 September 2018 silam.

Pihaknya ditugaskan oleh Wakil Presiden melalui Dirjen Perumahan Kementerian PUPR ketika itu, untuk membangun huntap sesegera mungkin bisa terbangun dengan data yang benar.

Diakuinya pembangunan huntap dibeberapa lokasi memang mengalami sedikit perseoalan sehingga memberikan dampak untuk percepatan pembangunan huntap itu sendiri. Namun hal ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait agar persoalan itu bisa terselesaikan.

“data yang diberikan pemerintah daerah sering berubah-rubah. Kadang besar dan kadang turun lagi, belum lagi persoalan lahan. Kami disarankan oleh KPK agar membangun Huntap sesuai data ril dan diatas lahan yang tidak menimbulkan masalah,” Jelas Ferdinan dihadapan sejumlah jurnalis dalam Konfrensi Pers Di Ruang Rapat Kantor BP2W.

Dia mengatakan pemerintah Kota Palu, Sigi dan Donggala masing-masing memberikan data gelondongan, sehingga butuh verifikasi data yang lebih ril agar pembangunannya tidak mubazir.

“Coba kalau kita bangun tidak sesui data ril, misalnya lebih banyak dibangun ketimbang data kebutuhan yang sebenarnya terus tidak ada yang huni, maka akan menimbulkan masalah dikita yang membangunnya, bukan yang menghuninya,”tegas Ferdinan.

Misalnya data gelondongan dari BPBD Kota Palu sebanyak 8.168, setelah diverifikasi BP2W hanya 1.206 kemudian berdasarkan SK walikota Palu datanya sebanyak 5.758, dan hasil verifikasi hanya 5.051. Sehingga terjadi selisih 707.

“Sedangkan kapasitas Huntap yang akan di bangun di Kota Palu sebanya 4.083 unit dan kita masih kekurangan lahan,”jelas Ferdinan.

Ferdinan yang didampingi Kasatker baru Sahabuddin dan sejumlah PPK menjelaskan bahwa proyek rehab rekon pasca bencana Pasigala termasuk pembangunan Huntap berasal dari dana pinjaman di Bank Dunia.

“Karena ini dana pinjaman di Bank Dunia oleh pemerintah Indonesia, maka kita harus hati-hati betul mempergunakannya sesuai kebutuhan dan tidak boleh ada masalah, termasuk masalah sengketa lahan.

Sebab Bank Dunia tidak mau membiayai jika ada masalah. Oleh sebab itu masalah rehab rekon terkhusus pembangunan Huntap bagi masyarakat korban bencana alam Pasigala adalah tanggungjawab kita bersama, termasuk kawan-kawan pers. Mari kita bersinergi demi membangun daerah ini, terkhusus membangun huntap untuk saudara-saudara kita yang kehilangan tempat tinggalnya,” Pintanya. @tlgi_rb

- -
Palu, sultengaktual.com - Proyek Penggantian Jembatan Provinsi Sulawesi Tengah Yang Melekat pada Satuan Kerja PJN III BPJN XIV Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2020 Belum Selesai sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan dalam kontrak pelaksanaan.
  
Terlambatnya pekerjaan ini ( Nampak foto, sesuai Kondisi lokasi proyek terkini 6 Januari 2021) menuai berbagai sorotan, pasalnya proyek Yang kontrak di akhir februari 2020 lalu ini belum tuntas dalam menyelesaikan beberapa item pekerjaan, sehingga Kontraktor pelaksana diberikan ketambahan waktu atau perpanjangan waktu pelaksanaan Yang sesuai dengan Aturan.
  
Sorotan atas Proyek Penggantian Jembatan Talise di Jalan Yos Sudarso sampai Sekarang Ini Belum Secara Nyata memberikan Naiknya progress bobot pekerjaan dalam penyelesaiannya. hal ini dikarenakan dengan melihat durasi kontrak pelaksanaannya yang telah berakhir di 31 Desember 2020 lalu belum juga Tuntas.

Seperti diketahui, Pekerjaan penggantian Jembatan Talise merupakan satu dari empat jembatan yang dikontrakkan oleh pelaksana yang penandatanganan kontraknya jika tidak salah pada akhir februari 2020 Lalu, Ungkap Eko Arianto Dari Tegak Sulteng salah satu Komunitas NGO yang memperhatikan Pembangunan infrastruktur Di sulawesi tengah.

Menurut Kami, Terlambatnya kontraktor dalam menyelesaikan pekerjaan ini hingga waktu pelaksanaan yang sudah ditentukan kami kelompokkan dalam 2 pokok pikiran, yang pertama adalah pihak pelaksana tidak menggunakan durasi waktu kontrak yang menurut hemat kami sangatlah panjang. Karena sepengetahuan kami, pekerjaan tersebut dikontrakkan di akhir Februari 2021, dan sangat disayangan, kontraktor pelaksana baru melakukan action lapangan nanti pada akhir agustus 2020 (24 Agustus 2020 - Red), jelas Eko.

Sikap kontraktor pelaksana kami anggap sangatlah membuang buang durasi waktu pelaksanaan yang menurut hemat kami adalah suatu langkah mengulur waktu dengan alasan yang tidak jelas, tambahnya.

Sedangkan yang kedua adalah, pihak Satker atau Satuan Kerja PJN III BPJN XIV Sulteng serta PPK 3.8 seakan memberikan suatu kelonggaran alias diam saja atas kinerja yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana. Seharusnya ada teguran Keras dan tegas dalam penyelesaian pekerjaan yang wajib dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana, Rincinya.

Terkait Atas belum selesainya proyek pekerjaan penggantian jembatan Talise, Kepala Satuan Kerja ( Kasatker ) PJN III BPJN XIV Sulteng, Agustinus Junianto ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pekerjaan itu tetap dilanjutkan penyelesaian pekerjaannya.

"Pekerjaan akan diselesaikan, olehnya kami selaku pengguna memberikan tambahan waktu pekerjaan selama 45 hari kedepan tanpa adanya Denda kepada pihak pelaksana" Ujar Agus.

Dengan waktu 45 hari yang akan selesai pada februari nanti, merupakan hasil keputusan Tim teknis yang melakukan Analisa teknis terhadap pekerjaan tersebut, tambahnya.

Sampai posisi di 31 Desember 2020, progres fisik yang sudah dikerjakan oleh pihak pelaksana sudah mencapai pada 87,84 persen, dan oleh itu, pihak kami menilai dan menyimpulkan kalau pihak pelaksana mampu untuk bisa menyelesaikan sisa pekerjaan itu, sehingga ada ketambahan waktu tersebut yang sudah melalui analisa tim teknis, Jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Andria selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.8 pada pekerjaan proyek jembatan talise,Kalau pihak pelaksana diyakini bisa menyelesaikan pekerjaan sampai pada bulan februari 2021.

" Pekerjaan itu tetap berlanjut dan akan bisa selesai sampai pada februari nanti" Kata Andria dengan singkat melalui pesan via Whatsap.

Sementara ini, pihak pelaksana masih menungg usia hasil pengecoran beton, yang kemudian akan melakukan pengaspalan, serta Raiiling dan pekerjaan kecil lainnya, Jelas Andria.

Ketika ditanyakan apakah dengan perpanjangan waktu yang diberikan, pihak pelaksana di berikan denda juga, Andria menjawab, tidak ada denda yang terjadi.
"Untuk Denda, pihak pelaksana tidak didenda dalam melanjutkan pekerjaan itu", ujarnya.

Dugaan Kejanggalan Atas tidak berlakunya Denda terhadap kontraktor pelaksana proyek penggantian jembatan Talise, Ditepis oleh Andria.
pekerjaan tersebut memang belum selesai, dan kami selaku pengguna berkesimpulan kalau pelaksana mampu menyelesaikan pekerjaan itu, tim teknis juga melakukan analisa dan kamipun memberikan perpanjangan waktu selama 45 Hari kerja.
jadi bisa dipahami perbedannya, kami memberikan perpanjangan waktu dengan istilah memberikan perpanjangan biasa, bukan memberikan perpanjangan waktu atau memberikan kesempatan, jadi persoalan mengenai denda itu tidak terjadi, jelas Andria.

Pihak pelaksana pekerjaan proyek penggantian jembatan ini mengerjakan 4 jembatan termasuk jembatan talise. Ketika ditanyakan apakah jembatan lainnya mengalami persoalan penyelesaian pekerjaan yang sama juga seperti jembatan talise, Andria hanya Diam saja dengan tidak membalas apa yang ditanyakan.

Perlu diketahui juga, seperti yang sudah diberitakan sebelumnya,
Pelaksana Proyek Penggantian Jembatan Yakni PT Siltro Putra Mandiri yang memenangkan proses lelang atas proyek tersebut dengan Nilai Kontrak kurang Lebih Rp 16 Miliar. Adapun Pekerjaan yang ditangani oleh pelaksana proyek ini sebanyak 4 buah Jembatan.

Bukan itu saja, meskipun kita ketahui bersama, secara nyata, pelaksana pekerjaan baru mulai action dilapangan pada lokasi jembatan talise ini di bulan agustus akhir ( 24 Agustus 2020 - Red ), Dengan durasi waktu kerja itu apakah mampu menuntaskan pekerjaan tersebut ( Sampai Akhir Desember 2020 ) kan kontraknya bukan di bulan agustus, kalau tidak salah proses kontraknya itu di bulan Februari 2020, sesuai dengan tahapan tahapan lelang yang termaktub di lpse.pu.go.Id Urai Eko.

Ditambahkan Lagi, kami berharap pihak PPK bahkan Pihak Satuan Kerja pada proyek pekerjaan ini harus lebih tegas lagi dilapangan, agar pelaksana bisa memanfaatkan sisa waktu pelaksanaan yang sudah semakin dekat batas waktunya. Jangan sampai ada pemikiran kalau batas waktu kontrak selesai bisa mendapatkan waktu perpanjangan meskipun proses denda berjalan, ini sangatlah tidak mendidik terhadap kedisiplinan serta tanggungjawab yang sebenarnya terhadap pelaksana. ini seakan memanjakan pihak pelaksana, meskipun tahapan dalam pelaksanaan perpanjangan waktu bisa terjadi. Seharusnya bisa dilihat serta menjadi pijakan bahwa, berapa banyak waktu yang sudah dibuang oleh pelaksana sejak penandatanganan kontrak sampai dengan action MC 0 dilapangan. Intinya Harapan kami agar perpanjangan waktu pelaksana janganlah terjadi, pelaksana harus benar benar memacu kerjanya untuk bisa selesai dengan waktu yang sudah ditentukan, Harap Eko.

Sementara itu, PPK 3.8 di Satuan Kerja PJN 3 Sulteng, Andrea yang sebelumnya di Hubungi Via Telepon Selular Aplikasi WhatsApp menguraikan Bahwa proyek Pekerjaan jembatan Talise memang jika dilihat mengenai progress bobotnya sekilas pasti memberikan asumsi, kok bagian atasnya belum dikerjakan, ujarnya.

Untuk pekerjaan ini, proyek jembatan talise ini yang memakan waktu diawal kerjanya yakni ketika dilakukan pekerjaan pemancangan cerucuk sebagai pondasi jembatan. di proses pekerjaan ini, curah hujan yang terjadi saat itu sangat intens, jelasnya.

Dengan pekerjaan pemancangan itu, pekerjaan lanjutannya juga sangatlah penuh dengan hitungan teknis yang akurat, karena membuat Box culvert dengan panjang kurang lebih 10 meter, memang untuk melihat bobot volume atas progres pekerjaan itu, di pekerjaan jembatan jika mau dikatakan, terbesar bobotnya itu ada pada pekerjaan dasarnya, kita optimis jika pelaksana bisa menuntaskan pekerjaan ini sesuai dengan batas waktunya, kita berharap cuaca bisa bersahabat dengan kami dilapangan serta dukungan dari semua pihak hingga pekerjaan ini bisa terselesaikan di batas waktu yg sudah ditentukan, Kata Andria penuh Harap.

Ketika disinggung mengenai pekerjaan Jembatan Talise apakah kategorinya padap tatanan minus atau plus dari realisasi target pekerjaan yang Di rencanakan, Andrea mengatakan bahwa pekerjaan Penggantian jembatan talise pada tatanan Deviasi Minus dari realisasi target yang ada, tetapi tidak terlalu signifikan, insyaallah hal itu bisa teratasi dan berjalan lancar sesuai dengan tahapan kerja dilapangan, Jelasnya.

Guna kelengkapan Berita, Andrea Yang Dihubungi Kembali untuk dikonfirmasi atas pekerjaan proyek jembatan Talise apakah bisa selesai diakhir desember nanti, Andrea Hanya Membalas dengan Berkata " Insyaallah Pekerjaan Bisa Selesai sesuai Kontrak" Tanpa merinci Selesainya itu Kapan. Dan ketika Ditanyakan Soal Realisasi Atas target bobot volume progres pekerjaan dilapangan Apakah menyentuh deviasi minus atau deviasi plus, Andrea Enggan Memberikan Jawaban.

Sementara itu, Iwan salah satu anggota Masyarakat di sekitar lokasi Proyek Menuturkan " Dengan Adanya Proyek ini sangatlah kami Apresiasi, karena bisa lakukan pergantian jembatan yang dulunya seakan rubuh akibat gempa bumi di dua tahun lalu, Ujarnya.

Akan tetapi, kami berharap pihak pelaksana bisa dengan segera menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan batas waktu, karena setahu kami, pekerjaan itu akan berakhir diujung desember 2020 ini, tambah iwan.

Harapan kami sangatlah besar jika pekerjaan bisa cepat selesai, " Jujur saja, perputaran ekonomi sejak adanya pekerjaan jembatan itu sangatlah mempengaruhi atas pelaku pelaku usaha disekitar sini, tambah iwan yang juga memiliki usaha warung atau kios kecil di sekitar lokasi proyek.

Bisa kita perhatikan saja, bagaimana suasana ramainya warung warung yang ada disekitar sini sebelum proyek ini dikerjakan, dibandingkan sejak proyek ini berlangsung, seakan sepi saja pengunjung atau pembeli, oleh karena itu kami sangat berharap agar pekerjaan itu bisa selesai tepat waktu sesuai jadwal kontraknya, tambah Iwan Penuh Harap.

Bukan Hanya Iwan, Ridwan juga yang merupakan masyarakat sekitar lokasi proyek sanģat berharap agar proyek ini bisa selesai di akhir desember ini sesuai waktu yang sudah ditentukan dalam kontrak, jangan terlambatlah penyelesaiannya, supaya kemacetan sudah tidak terjadi lagi dan perputaran ekonomi pada kios kios dan warung warung makan yang ada kembali normal seperti biasanya lagi, Jelasnya.

Sementara itu, Pihak pelaksana PT. Siltro Putra Mandiri, yang dihubungi melalui Pak Marten, mengatakan kalau pekerjaan akan diselesaikan pada tahun ini, hal itu dikarenakan adanya perpanjangang waktu pekerjaan yang diberikan oleh Pihak PU dalam Hal ini Satker PJN III Sulteng. sambil meminta agar lebih jelasnya tanyakan saja ke pihak Balai ( BPJN XIV SULTENG -Red ) RB










- - -

Bahodopi,sultengaktual.com - Dipenghujung Tahun 2020 Polsek Bahodopi Kembali melakukan Penangkapan Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu.

Polsek Bahodopi Polres Morowali, menangkap Pengedar Narkoba Jenis Sabu DP 32 Tahun bersama rekannya MT 23 Tahun, di kamar Kos yg disewa, di Desa Bahodopi Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (29/12/2020) Pukul 23.30 Wita.

Berdasarkan Release Kapolsek Bahodopi Iptu Zulfan,SH, bahwa pada hari Selasa tanggal 29 Desember 2020, sekitar Pukul 23.30 Wita, berdasarkan informasi dari Masyarakat perihal adanya Transaksi Narkoba di Salah Satu Kos-kosan yg terletak di Desa Bahodopi Kec. Bahodopi.

Berdasarkan informasi itu, Kapolsek Bahodopi Iptu Zulfan, SH bersama Kanit Reskrim Ipda Sumarlin serta 4 Personil Polsek Bahodopi, langsung menuju ke Kos-kosan yang dimaksud.

Pada saat dilakukan pemeriksaan di dalam Kamar Kos yg disewa/ditempati oleh DP, saat itu Petugas langsung melakukan Penggeledahan dan dari tangan Pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa 2 (Dua) Paket Besar Sabu-sabu dengan berat bruto 8,57 Gram, serta uang tunai Rp. 5.047.000,-

Dalam penggeledahan tersebut, petugas juga mengamankan 1 Buah timbangan digital, 3 Set alat hisap sabu/bong lengkap, 1 buah pirek, 3 buah korek api gas, 1 Pak Plastik Klip serta 2 buah Handphone.

”Petugas juga mengamankan 2 buah dompet, 1 Dompet warna Coklat milik DP yg berisikan 1 buah KTP, dan 3 Buah ATM, 1 Dompet wrna Hitam milik MT yg berisikan 1 buah KTP dan 1 Buah ATM .

"Selain itu, Petugas juga mengamankan 2 buah buku catatan yg diduga rekapan hasil penjualan sabu dari para pelanggan DP” terang Iptu Zulfan,SH.

" Pemuda dengan inisial DP dan rekannya MT berasal dari daeeah Palopo, Sulawesi Selatan.
Saat diamankan Petugas,
kedua Pelaku sedang mengkonsumsi sabu, dan kedua Pelaku berusaha untuk menghilangkan barang bukti sabu dengan cara membuang plastik berisi sabu kedalam saluran air kamar mandi, namun berkat kesigapan Petugas, Petugas masih berhasil menemukan 2 Bungkus Plastik yg berisi Sabu seberat bruto 8,57 Gram dari tangan DP.

Saat ini Kami Polsek Bahodopi telah berkoordinasi dengan Sat Narkoba Polres Morowali, untuk selanjutnya kasus Narkoba ini kami limpahkan penanganannya ke Sat Narkoba Polres Morowali untuk diproses lebih lanjut.

“Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 112 Ayat 2 Subsider 127 Ancaman 5 Tahun maksimal 20 tahun,” ungkapnya. Zf
- - -

Bahodopi, sultengaktual.com -Jajaran Polsek Bahodopi Di Kabupaten Morowali provinsi Sulawesi Tengah menangkap Pengedar Narkoba Jenis Sabu atas nama Tersangka Julman, di kamar Kost miliknya, di Desa Keurea Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, pada Jum'at (18/12/2020) sekitar Pukul 02.00 Wita dini hari.

Berdasarkan Release Kapolsek Bahodopi Iptu Zulfan,SH, bahwa pada hari Jumat tanggal 18 Desember 2020, sekitar Pukul 02.00 Wita. berdasarkan informasi dari Masyarakat perihal adanya Transaksi Narkoba di Salah Satu Kos-kosan yg terletak di Desa Keurea Kec. Bahodopi, selanjutnya Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Bahodopi yang di Pimpin Kanit Reskrim Ipda Sumarlin langsung menuju ke Kos-kosan tersebut.

kronologisnya pada saat dilakukan pemeriksaan di dalam Kamar Kos yg disewa/ditempati oleh terduga Pelaku, saat itu Petugas langsung melakukan Penggeledahan dan dari tangan Pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa 10 (Sepuluh) Paket Sabu-sabu dengan berat bruto 8,16 Gram, serta uang tunai Rp. 1.375.000,-

Selain itu petugas juga mengamankan 1 Buah timbangan digital, 1 Set alat hisap sabu/ bong 1 botol lengkap, 1 buah pirek, 1 buah korek api gas.

”Petugas juga mengamankan 1 buah dompet berisi 1 buah KTP an. Lk. Julman, 1 Buah ATM BRI, 1 Buah SIM C, 1 Buah HP merk Relmi warna Biru, 1 Buah HP merk Nokia warna Biru ,” terang Iptu Zulfan,SH.

"Pelaku yang berasal dari Pinrang Kab. Wajo Sulawesi Selatan", Saat diamankan sedang bersama dengan Pacarnya, Tambah Zulfan.

Saat ini Kami Polsek Bahodopi berkordinasi dengan Sat Narkoba Polres Morowali, untuk selanjutnya kasus Narkoba ini kami limpahkan penanganannya ke Sat Narkoba Polres Morowali untuk diproses lebih lanjut.

“Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika Pasal 112 Ayat 2 Subsider 127 dengan Ancaman 5 Tahun maksimal 20 tahun penjara,” ungkapnya. Zf.
- -
Johanes : "Kendala Dan Hambatan Bisa Teratasi, Optimis Pekerjaan Bisa Tuntas"

Proyek penanganan infrastruktur Jalan pasca gempa bumi disertai Kejadian Tsunami di kota Palu, dan kabupaten Parigi Moutong, kabupaten Sigi serta kabupaten Donggala di 28 September 2018 silam tidak lama lagi akan terselesaikan.

Melalui pekerjaan proyek Rekonstruksi dan Rehabilitasi ruas jalan Tompe - Dalam Kota Palu - Surumana yang dilaksanakan oleh PT Nindya Karya - PT Passokorang KSO tidak lama lagi akan terselesaikan.

Proyek yang menerapkan kontrak multy years ( MYC) yang dimulai penandatanganan kontrak pada Oktober 2019 dan akan berakhir di Januari 2021 dikontrakkan dengan Nilai kurang lebih RP 165 Miliard dengan sumber anggaran dari Bank Dunia (World Bank).

Penanganan pekerjaan dengan sebutan RR1 merupakan pekerjaan atas perbaikan infrastruktur akibat gempa bumi itu ditangani dengan panjang penanganan ruas jalan sepanjang kurang lebih 55 KM. Panjang penanganan itu pun diklasifikasikan atas dua penanganan, yakni penanganan rekonstruksi dan rehabilitasi jalan sepanjang 48,39 KM dan pekerjaan penanganan Rutinnya sepanjang 6,72 KM.

Dengan Durasi waktu pekerjaan yang terbilang sangat panjang bahkan melegakan pihak pelaksana, tak semudah atau segampang dengan yang sudah terbayangkan, apalagi di periode awal 2020 di mana dunia dilanda atas wabah virus corona ( covid19) termasuk negara indonesia sendiri, sehingga atas dampak wabah virus tersebut, perencanaan schedule kerja benar benar terjadi perubahan serta pergeseran yang luar biasa dampaknya atas kenaikan progres bobot volume kerja kami dilapangan, Ujar Rismono ST selaku Pejabat Pembuat Komitmen untuk Paket pekerjaan ini yang didampingi Wakil dari kontraktor Pelaksana KSO, Johanes ST saat bincang santai Di Kantor proyek PPK di jalan Haryono kota Palu.

Paket pekerjaan yang dibawah naungan BPJN Sulteng dan melekat di satuan Kerja PJN II Sulawesi Tengah itu harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah tercantum dalàm nomenklatur Kontrak pekerjaan yakni; item pekerjaan Drainasse, trotoar, bahu jalan, dan badan jalan dengan metode kerja melakukan overlay badan jalan dengan ketebalan rata rata 4 CM.

Kontraktor pelaksana dalam pekerjaan paket ini, akan melakukan pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi sepanjang ruas yang ditangani dengan spot spot lokasi pekerjaan yang tersebar dalam ruas penanganan paket pekerjaan tersebut. adapun spot spot lokasi pekerjaan itu antara lain, area ruas watusampu, area ruas Ampera, area ruas surumana Donggala dan kemudian diArea ruas kebun sari, area ruas Tawaeli serta area ruas tersebar dalam kota Palu, urai Rismono Datar.

Overlay Aspal, Pembuatan Saluran Drainase, Pemeliharaan Rutin Jalan, Pemeliharaan Jembatan dan Penggantian Jembatan Rogo, merupakan uraian item pekerjaan kami selaku pelaksana dalam paket proyek tersebut, ujar Johanes ST.


Konsep pada pekerjaan ini sangat sangat ketat pelaksanaannya. mulai dari proses lelang saja yang masih berlangsung, pihak world bank dan tim konsultan CTC tetap saja melakukan peninjauan lapangan. Hal ini dikarenakan guna melihat kondisi dilapagan secara seksama agar sewaktu waktu jika ada ketambahan area lokasi yang layak untuk ditangani, bisa langsung di sesuaikan dilapangan oleh Pihak CTC, jelas Rismono ST.

Rismono juga memaparkan, jika Diawal kontrak saja, PT Nindya Karya - PT Passokorang KSO langsung melakukan action lapangan dengan melakukan survey survey lokasi kembali dilapangan dengan survey awal MC 0. Survey awal MC 0 ini bertujuan agar bisa kembali melakukan identifikasi kerusakan kerusakan pada permukaan Asphalt.

Dengan demikian, tahapan tahapan kerja yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana akan terarah sesuai dengan schedule pekerjaan, yang jika di telaah kembali, schedule pelaksanaan yang ada terjadi beberapa kali penyesuaian kondisi dilapangan atas hanbatan, kendala serta hal hal lainnya yang bisa mempengaruhi kinerja pelaksanaan dilapangan, jelas Rismono.

Gambaran sedikit dalam pelaksanaan, awalnya pekerjaan yang dilakukan Dua kontraktor joint operasional itu untuk item pekerjaan trotoar semaksimal mungkin akan dilakukan perbaikan perbaikan yang ada, bahkan jika memungkinkan dan sesuai dengan RAB yang ada, pihak kontraktor pelaksana akan membuat trotoar baru.

Secara Nyatanya, apa yang terjadi dilapangan, terjawab dengan sendirinya. dengan melakukan obsevasi serta survey kembali atas titik titik lokasi drainase yang ada, Maka kami selaku pengguna melengkapi administrasi pendukung, agar beberapa titik spot lokasi drainase dilakukan pembongkaran serta melancarkan kembali saluran saluran yang tersumbat dengan berbagai jenis material, serta tebalnya endapan pasir atau anah di areal saluran tersebut, karena perlu diketahui, di kota palu memiliki endapan sedimen yang sangat tinggi, urai Rismono.

Alhasil, dengan hasil melakukan pembongkaran serta menata kembali dasar daŕi beberapa spot titik drainase, bisa dilihat sementara hasil Drainase di seputaran jalan basuki rahmat, disitu juga sudah selesai dibuat trotoar, ini sangat fantastis, karena awalnya, konsep kerja tidak sampai ke arah sana,seiring waktu berjalan, dan hal tersebut merupakan rangkaian acuan teknis dalam menyempurnakan rangkaian kesinambungn pekerjaan fisik yang saling menunjang satu sama lainnya, papar Rismono dengan semangat.

Dititik spot lainnya, pembenahan Bahu jalan pun sudah dikerjakan oleh pelaksana, pembenahan atau mengerjakan areal bahu jalan dilakukan dengan cara cor Riggit beton dengan kemiringannya lansung ke arah drainase, sehingga kedepannya nanti dipastikan tidak akan ada lagi genangan air yang terjadi diatas badan jalan, karena kondisi badan jalan yang dikerjakan juga meski dengan pola overlay, dipastikan juga secara teknisnya mengenai kemiringannya bisa menghantar aliran air ke luar badan jalan, tambah Rismono.

Pada pekerjaan saluran/Drainase, pihak pelaksana melakukan galian pada spot spot area ruas yang sudah ditentukan, dengan pola pengerjaan pengecoran Uditch.

pekerjaan pengecoran itu mulai pada area ruas Surumana, Loli, watusampu, jalan ponegoro, jalan abdul rahman saleh, area ruas talise, area ruas tondo, area ruas kebun sari. dari titik titik spot pengerjaan pengecoran saluran itu, pihak pelaksana langsung juga menutup saluran itu dengan tutupannya sudah disiapkan dilokasi dengan hasil yang sudah tercor/pracetak.

saluran saluran yang bentangannya besar, tentu lebih besar pula pola pengerjaannya sehingga dari kedalaman galian pun serta penggunaan material pun pasti ada perbedaan. rata rata semua saluran digunakan pengecoran Uditch, kata Rismono.

Untuk pekerjaan pengaspalan, Rata rata dilakukan dengan Overlay, dengan rata rata ketebalannya bervariatif 4 Cm sampai 6 Cm, jika sekarang ini terlihat di area ruas Arah utara kota Palu tepatnya di tikungan Perikanan Mamboro, terdapat kondisi jalan yang belum teraspal, itu segera teraspal dalam waktu dekat ini, alat kami sementara menyelesaikan pengaspalan di area ruas lain, ujar Johanes ST selaku Manager Proyek dari pihak kontraktor pelaksana diruang kerjanya belum lama ini.__Ona...
- -

Proyek Pengaman Pantai Yang ada di Teluk Palu, adalah kegiatan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana pada september 2018 silam di wilayah kota palu, kabupaten sigi dan Kabupaten Donggala yang dianggarkan melalui World Bank /Loan Asian Development Bank (ADB).

PT Adhi Karya (Persero) Tbk Merupakan salah satu Perusahaan Berlabel BUMN Yang menjadi Kontraktor Pelaksana Untuk Pŕoyek kegiatan penanganan pasca bencana dengan Bandrol Anggaran sebesar kurang lebih Rp 248 Miliard ini dengan menangani beberapa item kegiatan pembangunan tanggul pantai laut di teluk palu sepanjang 7,2 km, saluran drainase sepanjang 7,2 km, dan tidak ketinggalan juga, tambatan perahu dibuat sebanyak 4 buah.

Dalam penanganan kegiatan kegiatan proyek rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana di kota palu, kabupaten sigi dan kabupaten Donggala akibat gempa bumi dengan kekuatan 7,4 SR di 2018 silam, kegiatan proyek pembuatan tanggul pantai di teluk palu dengan nama Tanggul pantai SILEBETA merupakan Salah satu pekerjaan yang dinilai urgen untuk ditangani secepatnya untuk menyelamatkan infrastruktur lain dari abrasi akibat rob. Rusaknya pengaman pantai dan turunnya permukaan tanah akibat gempa menjadikan wilayah garis pantai Talise hingga Silae menjadi langganan rendaman akibat rob.

Ditemui beberapa waktu lalu, di Kantor Direksi Kit, seputaran Jalan Gunung Tinombala Kota Palu, Project Manager PT. Adhi Karya (Persero), Tbk. Adi Sucipto  mengatakan, prinsip pembangunan pengaman pantai pada dasarnya berfungsi untuk mengamankan garis pantai. Dikarenakan Bangunan tanggul penahan pantai ini akan melindungi terjadinya kerusakan akibat abrasi pantai, sehingga fungsi atas menjaga jangan sampai rusak garis pantai, maka proyek ini memiliki perencanaan teknis yang matang, ini kan anggaran besar, jadi pada prinsipnya output atas pekerjaan ini berfungsi semaksimal mungkin, Jelas Adi.
                 ADI SUCIPTO
Kita bisa lihat secara bersama,
adanya genangan air akibat Rob, di beberapa titik sepanjang areal penanganan, semenjak hal itu dibuatkan tanggul seperti yang dimaksudkan pada pembangu an pelaksanaan kegiatan ini, maka genangan genangan air yang dimaksud tidak lagi terjadi, urainya.

Secara Tekhnis Dalam kegiatan pekerjaan proyek ini, PT Adhi Karya telah memenuhi unsur unsur tekhnisnya terhadap sisi pekerjaan struktur bangunan pengaman pantai (Coastal Protection) yang berdasarkan pada terjadinya pasang surut air, perhitungan terhadap kecepatan angin serta tinggi serta besaran gelombang dalam menentukan elevasi bangunan dan juga pada volume beratnya batu yang akan digunakan dilapangan sesuai dengan spesifikasi tekhnis yang sesuai, Rincinya.

Kami selaku pelaksana yang bergiat dilapangan tidak main main dalam melakukan pengerjaan hal ini. mulai dari sisi teknis, yang menyangkut material, dudukan material serta posisi idealnya pemasangan batu batu di areal lokasi harus megacu pada prosedur yang sudah sesuai dengan perencanaannya dan sudah sesuai dengan spesifikasi yang sesuai dengan apa yang tertuang dalam kontrak, tambah Adi.

Dalam pelaksanaan dilapangan, bisa dilihat bagaimana hasil yang sudah ada, karena dalam pelaksanaannya di lapangan, teman teman yang bekerja sebagai mitra kerja kami sebagai subkontraktor tetap saja terpantau oleh kami setiap saatnya, karena tim tekhnis dari kami melakukan monitoring bahkan mengawasi langsung atas tahapan tahapan kerja lapangan yang dilakukan, hal ini dilakukan karena suatu hal lumrah dalam menjaga kualitas pekerjaan, karena hasil pekerjaan yang memiliki mutu hasil yang baik atas kualitas maksimal merupakan suatu keberhasilan kerja dan sempurnanya masyarakat dalam merasakan bahkan menikmati atas apa hasil kegiatan yang output intinya adalah ternikmati.

Dalam pelaksanaan kegiatan proyek ini, kami selaku pelaksana tak sedikit menemui kendala di lapangan, seperti halnya yang berkaitan langsung atas kemauan masyarakat yang ada di sekitar lokasi pekerjan. Hal itu bagi kami bukanlah suatu hambatan yang urgent atau mempengaruhi kinerja kami, melaikan suatu motivasi dengan secara aktif terus mensosialisasikan mengenai apa sebenarnya kegiatan proyek ini dikerjakan, agar maksud serta manfaat bagi masyarakat dengan terlaksananya pekerjaan ini hingga berakhir serta tujuan atas output proyek ini bisa langsung di dimengerti serta dipahami, beber Adi, meskipun padatnya aktifitas tetap menyempatkan diri menjelaskan dan merinci atas proyek kegiatan yang ditangani._RB#MultySumber-
- -