Pilih Menu

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

Parigi Moutong, Sulteng Aktual- Tahun ini, puluhan PAUD di wilayah lokus stunting Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, jadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat. Data tentang fokus dinas tersebut diperoleh Berita Sulteng dari Bidang PAUD dan Dikmas Disdikbud.
ilustrasi PAUD. ist

“Fasilitas PAUD di wilayah lokus stunting yang jadi perhatian Disdikbud di tahun 2020 ini sebanyak 64 titik,” kata Kabid PAUD dan Dikmas Disdikbud Parimo, Nurlina Sani pada Senin, 15 Juni 2020.
Dia bilang, demi memastikan kondisi pelayanan pendidikan, 64 PAUD itu sudah ditinjau. Sebagian banyak terletak di Kecamatan Maoutong.

Nurlina merinci, dari 47 desa yang jadi lokus stunting di Kabupaten Parimo, terdapat 24 PAUD di Kecamatan Moutong yang sudah tertinjau. Tapi, dari hasil check on the spot, hampir dipastikan seluruhnya belum memenuhi. Tidak sedikit fasilitas PAUD ditemukan belum dilengkapi air bersih.

Selain tiada dukungan ketersediaan air bersih, lembaga pendidikan pembinaan anak usia dini juga masih banyak belum ditunjang sarana dan prasarana bermain yang belum memenuhi ketentuan.

Atas kondisi tersebut, Nurlina berharap dukungan pihak-pihak desa lokus stunting untuk bersinergi dengan Disdikbud Parimo, demi pemenuhan pelayanan pendidikan.


Dalam realisasi program tersebut, Disdikbud sudah merencanakan survei selanjutnya terhadap PAUD lain. "Dalam waktu dekat kami akan melakukan peninjauan kondisi PAUD di kecamatan lainnya," pungkasnya.
Reporter: Aksa Y
-
Parigi Moutong, Sultengaktual.com- Lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, lahir lagu daerah baru. Sebanyak enam lagu terpilih lewat lomba cipta lagu daerah tingkat kabupaten itu.

Peserta pemenang lomba cipta lagu daerah
foto bersama Wabup Parimo dan Kepala Disdikbud Parimo.
Foto Humas Pemda Parimo
Munculnya enam lagu dari lima bahasa dan lima suku yang mendiami Kabupaten Parimo, menambah kebanggan pemerintah setempat. Wujud gembiranya pemerintah ini terlihat dari keinginan Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai.

Di penyerahan bonus dan plakat kepada enam pencipta lagu daerah itu, Badrun mengajak seluruh masyarakat untuk memviralkan lagu yang masing-masing dari suku Lauje, Tialo, Tajio, Tara serta Rai.

Menurut Badrun, lewat lagu daerah adalah salah satu cara untuk mempromosikan suatu daerah khususnya kebudayaannya.

"Mari bersama-sama kita memperkenalkan, menyebarluaskan lagu daerah Parimo kepada publik. Ayo kita viralkan enam lagu yang sudah ada ini, agar bisa didengarkan seluruh masyarakat. Dengan munculnya enam lagu ini, kedepan  akan banyak lagi bermunculan pencipta lagu daerah di kabupaten ini," kata Badrun saat penyerahan bonus, Jumat 1 November 2019.

Selain Badrun, Kepala Disdikbud Kabupaten Parimo, Adrudin Nur, mengatakan bahwa para pemenang merupakan perwakilan setiap suku yang ada di Parimo.

Katanya, enam lagu terpilih akan direkam kembali serta legalitas dan hak cipta. Selanjutnya disebarluaskan di Kabupaten Parimo.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Parimo, Sri Nur Rahma, mengatakan para pemenang sesuai keputusan dewan juri lomba cipta lagu daerah berdasarkan kriteria tertuang dalam Juknis untuk pembuatan album Parimo dalam nada budaya tahun 2019.

Masing-masing lagu terpilih:
  1. 1. Suku Tajio, judul: Paimo Jijo ciptaan Piet Rumambi (alm). 
  2. 2. Suku Lauje, judul: Petuh Pine Mbu Ang Ngo e ciptaan Muh Ridwan Suqri.
  3. 3. Suku Tialo, judul: Apunane ciptaan Bobby M.
  4. 4. Suku Kaili Rai, judul: Lalampa Toboli ciptaan Taufan Muhammad.
  5. 5. Suku Kaili Tara, judul: Likunggavali ciptaan Haidir Ali 
  6. 6. Suku Kaili Tara, judul: Ino Tovea ciptaan Idham Panggagau. 


Sumber: Humas Pemda Parigi Moutong
Editor: Andi Sadam
- -

Didukung Dinas Pariwisata Parigi Moutong.

Parigi Moutong- Amanat sejumlah warga di Parigi Moutong untuk korban bencana Sulawesi Tengah, Jumat 31 Mei tersampaikan.

Pendistribusian bantuan oleh tim Ngamen Donasi di Desa Bangga
"Alhamdulillah, tanpa aral sedikit pun kami sudah menyerahkan hasil penggalangan dana kepada warga korban bencana di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi. Bantuan yang kami bawa diserahkan ke posko serta diterima Sekretaris desanya," ungkap Sofyan Oktafianto, Koordonator Ngamen Donasi untuk Bencana Sulteng kepada sejumlah media di Parigi.

Seperti diketahui bahwa sumbangan tersalurkan itu dari hasil penjualan menu termasuk kopi di Waroenk Kopi Paste Parigi, didukung sedekah oleh pengguna jalan.

Pria yang akrab dipanggil Pian itu menyebutkan, logistik mereka bawa berupa bahan dapur seperti cabe, bawang, minyak goreng, ikan kering dan air mineral. "Total seluruh kemasan masing-masing kebutuhan dapur terdistribusi sebanyak 401 bungkus," ungkapnya.

Selain hasil penggalangan, bantuan berupa pakaian bekas layak pakai turut disodorkan di desa Bangga. Pakaian bekas itu adalah bantuan dari KPA Santana. "Dalam pendistribusian kami berbarengan dengan KPA Santana. Selain memberi pakaian layak pakai sekitar tiga karung, KPA Santana juga nyumbang mie instan serta beras," jelas Pian.

Pria kelahiran 25 tahun silam itu juga meyebutkan kalau agenda penyerahan sedekah mereka mendapat dukungan dari dinas Pariwisata Parigi Moutong. OPD yang dinahkodai Zulfinachri itu membantu tim Ngamen Donasi berupa alat transportasi.

Pian berucap, sumbangan tersalurkan kemarin diharap bisa meringankan kebutuhan warga korban banjir di Bangga, walau jumlahnya terbilang sedikit.

"Dan kepada seluruh warga yang telah bersedekah melalui tim Ngamen Donasi, kami sampaikan terima kasih. Tanpa donatur sekalian tidak akan ada donasi di kami," ucap Pian.

Reporter/Editor: Andi Sadam

- -
Parigi Moutong- Hari ini, Jumat 31 Mei 2019, tim Ngamen Donasi akan distribusi hasil penggalangan dana ke salah satu titik bencana di Sulawesi Tengah. 

Sofyan Oktafianto,
Koordinator Ngamen Donasi untuk Bencana Sulteng.
Foto Istimewah
"Kalau tiada aral, usai sholat jumat kami menuju Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi," kata koordinator Ngamen Donasi untuk Bencana Sulteng, Sofyan Oktafianto pada Sabtu malam, 30 Mei. 

Katanya, bantuan yang nanti didistribusi berupa paketan berisi ikan kering, air mineral dan beberapa jenis bumbu dapur. 

"Untuk jumlahnya belum bisa kami pastikan karena sedang mengemas. Perkiraannya seratusan paket," ungkapnya. 

Menurut Sofyan, dana yang dibelanjakan bantuan tersebut merupakan hasil penjualan kopi dan sejumlah menu lainnya di Waroenk Kopi Paste Parigi. Dan didukung dengan kegiatan ngamen di jalanan selama tiga hari. 

"Walau terbilang sedikit, namun kami bersyukur sebab bisa membantu keluarga keluarga kita yang tertimpa bencana di Sigi," ujarnya.  

Sofyan menjelaskan kalau kegiatan yang mulanya digagas Karang Taruna Tunas Karya Bambalemo itu bekerjasama dengan Waroenk Kopi Paste serta mendapat dukungan dari sejumlah komunitas di Parigi. 

"Alhamdulillah kegiatan Ngamen Donasi ini mendapat dukungan teman teman dari Stand Up Indo Parigi, KFI Regional Sulteng dan Etno Gie. Kepada seluruh yang sudah mendukung, kami sampaikan apresiasi serta terima kasih yang sebesar besarnya. Berkat teman sekalian kegiatan Ngamen Donasi berjalan lancar," ucap Sofyan.  

Selanjutnya Sofyan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang mendukung, dan secara khusus bagi yang telah menyerahkan sedekahnya kepada tim disaat menggelar ngamen di jalanan. 

"Tanpa dukungan, baik moril maupun materi dari warga, kegiatan kami tidak akan berarti apa apa," kata Sofyan.

Reporter/Editor: Andi Sadam
- -
Parigi Moutong - Setelah tiga malam mangkal di Waroenk Kopi Paste, sore tadi Senin 27 Mei, tim Ngamen Donasi untuk Bencana Sulteng menyasar jalanan. Kali ini mereka mengamen di jalan Trans Sulawesi, Desa Bambalemo, Kabupaten Parigi Moutong.

Salah seorang anggota Karang Taruna Tunas Karya Bambalemo berdiri
di tengah  jalan memegang kertas bertuliskan Ngamen Donasi Bencana Sulteng.
Foto: Andi Sadam
Aksi sosial yang dimotori oleh Karang Taruna Tunas Karya Bambalemo ini membawa sejumlah manfaat, diantaranya mengumpulkan sedekah untuk korban bencana Sulteng serta ngabuburit sambil menghibur warga dan pengguna jalan sekitar.

“Ini adalah bagian dari konsep penggalangan dana dari kami yang Alhamdulillah mendapat dukungan dari sejumlah komunitas,” kata Koordinator Ngamen Donasi, Sofyan Oktafianto, di lokasi Ngamen. “Saat ngamen menggalang donasi hari ini kami melibatkan KFI Regional Sulteng. Komunitas juru potret itu membantu kami dalam penggalangan hingga dokumentasi,” sambung Sofyan.

Katanya, kegiatan serupa sudah digelar beberapa waktu lalu dengan tujuan yang sama, yaitu berharap sedekah dari pengguna jalan serta warga sekitar.

Dana hasil penggalangan kali, menurut Sofyan akan disalurkan kepada warga korban Bencana yang benar-benar mebutuhkan di Sulteng, termasuk di Kabupaten Sigi.

“Apalagi baru-baru ini kami mendapat info kalau wilayah Bangga, kembali dilanda banjir. Atas kondisi itu kami tergabung dari sejumlah komunitas semakin terpanggil untuk mengumpul rupiah,” ungkapnya.

Menurut Sofyan, donasi yang akan disumbangkan kepada warga korban bencana saat ini jauh lebih dibutukan karena bertepatan di bulan Ramadan, serta tidak lama lagi idul fitri.

“Kali ini bukan soal besaran atau nilai sumbangan tapi desakan kebutuhan di bulan puasa yang kemudian sepekan lagi diperhadapkan dengan idul fitri,” sebut Sofyan.

Kalau tidak ada aral melintang, kata Sofyan, waktu pengumpulan dana ini akan berakhir tanggal 29 Mei pekan ini. Dan selanjutnya hasil penggalangan akan didistribusi antara 30 atau 31 Mei.

“Bagi donatur yang akan menyumbangkan dananya melalui transfer bank, kami menyediakan rekening donasi bank BNI atas nama Ardiansyah 0356277252,” ujar Sofyan.

Katanya, penggunaan rekening atas nama panitia Ngamen Donasi ini karena terpaksa, sebab belum sempat melakukan pengurusan rekening atas nama Karang Taruna Tunas Karya.

“Namun sebagai pertanggungjawaban atau bukti, kami akan mengupload di media sosial dan media massa tentang hasil donasi yang diperoleh via rekening. Serta dukungan dokumentasi penyerahan bantuan turut kami publikasikan,” jelas Sofyan.

Reporter/Editor: Andi Sadam
- -

Bantu Korban Bencana Sulteng 

Parigi Moutong - Berkolaborasi dengan salah satu warung kopi, Karang Taruna Tunas Karya Bambalemo, gelar ngamen donasi di wilayah Parigi, Kabupaten Parigi Moutong. Aksi sosial yang telah dimulai sejak tanggal 24 Mei itu menggalang dana untuk korban bencana alam Sulawesi Tengah.

Penampilan etnik modern oleh Karang Taruna Tunas Karya Bambalemo
di Waroenk Kopi Paste, Parigi. Foto Istimewah.
Tindakan mengumpul dana oleh Karang Taruna Tunas Karya Bambalemo itu sudah yang kesekian kalinya. Dimana hasil penggalangan sebelumnya telah diserahkan ke warga korban bencana Sulteng, diantaranya korban banjir bandang di Kabupaten Sigi.

Kali ini, usaha mengumpul rupih untuk korban bencana Sulteng itu mereka namai dengan ‘Ngamen Donasi untuk Bencana Sulteng’.

Menurut Koordinator Ngamen Donasi, Sofyan Oktafianto, konsep yang mereka gagas kali ini lebih luas dengan melibatkan banyak komunitas, selain warung kopi.
“Sebagai organisasi sosial kemasyarakat, kami tidak pernah bosan atau jenuh terhadap tindakan kemanusiaan. Sekalipun mungkin ada yang merasa jenuh dengan aksi meminta-minta dari kami,” kata pria yang akrab disapa Pian itu, di sela kesibukan ngamennya di Waroenk Kopi Paste, Kelurahan Kampal, Parigi.

Di kegiatan kali ini, Karang Taruna Tunas Karya Bambalemo mengangkat hastage ‘Segelas Kopi Sama Dengan Tiga Bungkus Mie’. “Menyangkut musiknya, kami menampilkan musik religi, genre musik kekinian dan etnik,” ungkapnya.

Pian menuturkan, pasca ‘direntet’ bencana, tak sedikit warga di Provinsi Sulawesi Tengah kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian bahkan hingga kehilangan sanak saudara. Dengan begitu tak sedikit pula saat ini warga korban butuh bantuan. “Setidaknya melalui kerjasama lintas komunitas serta tempat-tempat komersil kita bisa membantu meski hanya dengan jumlah kecil,” sebut Sofyan.

Dia menguraikan, sejumlah komunitas yang turut berpartisipasi di Ngamen Donasi mereka, diantaranya Stand Up Indo Parigi, KFI Regional Sulteng dan Etno Gie.

Partisipasi dari Stand Up Indo Parigi yaitu dengan menampilkan stand up comedy. KFI Regional Sulteng menyumbang melalui hunting fun dan dokumentasi, serta Etno Gie menunjukan penampilan mereka melalui karya seni akustik.

Dalam rencana kegiatan yang akan berakhir pada 29 Mei ini, mengamen menggalang donasi juga akan dilakukan secara outdoor. “Rencananya kami juga akan mengamen di spot-spot keramaian. Temanya, berharap sedekah sambil ngabuburit,” ujar Pian.

Konsep penggalangan lainnya juga dilakukan Karang Taruna Tunas Bambalemo melalui rekening donasi.


Reporter/Editor: Andi Sadam
- -
PALU-  Bupati Kabupaten Parigi Moutong ( Parimo) Samsurizal Tombolotutu  melakukan pemaparan visi dan misi di hadapan Tim Seleksi Bakal Calon  (Balon)  Bupati DPD Partai Demokrat Sulteng, Minggu (10/9) di Sutan Raja Hotel.

Bupati  incumben ini menuturkan sejauh ini ia telah berhasil meletakkan pondasi pembangunan  Parimo di berbagai sektor. Indikatornya sangat jelas mulai dari menurunnya angka kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bahkan berdasarkan data Bank Indonesia, Kabupaten Parimo di urutan ke empat dalam tingkat pemerataan ekonomi. Memang diakui masih ada beberapa hal yang belum rampung, namun jika masyarakat masih memberikan amanah dan kepercayaan ia akan mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini, pihaknya tidak henti-hentinya membangun komunikasi serta lobi-lobi politik dengan partai  yang memiliki kursi di Parlemen seperti  Partai Gerindra, PAN, PKS  serta PBB. "  Sudah ada komunikasi politik dengan partai-partai  tinggal bagaimana komunikasi ini di matangkan, apalagi saya  mendaftar dan memasukan dokumen di semua partai,"tuturnya.

Ia juga menuturkan akan tetap komit dengan janji-janji politik termasuk dengan partai pengusung dan pendukung.

Yang jelas tambahnya  terkait dengan pendampingnya kedepan, ia menegaskan akan tetap berpasangan dengan petahana Wakil Bupati  Badrun Nggai. "   Ini sudah komitmen kami untuk terus melanjutkan roda pembangunan di Kabupaten Parimo,"pungkasnya.AGS/RB
- - -
ASMI Sulteng Dibentuk
(Foto:istimewa/jurnalsulawesi)
Palu – Asosiasi Seniman Musik Indonesia (ASMI) se-Sulawesi Tengah bertujuan sebagai wadah komunikasi para musisi lokal dideklarasikan di Palu.

Ketua ASMI Sulteng Ikbal Khan mengatakan, selain sebagai wadah komunikasi bagi para senimal lokal, asosiasi ini juga untuk mencari bakat para musisi muda yang bertalenta untuk menekuni seni yang digelutinya menjadi lebih profesional.

Menurut Ikbal, dengan terbentuknya ASMI Sulteng, para musisi lokal akan memiliki sandaran dalam menggeluti dunia musik dan lebih banyak belajar terutama bagi musisi muda tentang bagaimana dan apa yang perlu dilakukan para musisi lokal untuk bisa bersaing di Industri musik.

Alasan lain dideklarasikannya ASMI Sulteng karena selama ini para musisi yang ada di Sulteng pada umummnya masih jalan sendiri dalam upaya mengembangkan karier bermusiknya.

Sehingga para musisi lokal yang ingin mengembangkan karienya di industri musik Indonesia justru harus ke Jakarta. Hal itu terjadi karena tidak adanya organisasi atau badan yang bisa membantu para musisi lokal dalam berkiprah ditingkat nasional.

Namun, melalui ASMI yang baru dideklarasikan tersebut tentu akan membuat para musisi lokal lebih terbantu.
“Kami ingin hari ini menjadi awal kebangkitan musisi Sulawesi Tengah untuk bisa berkiprah lebih besar dalam industri musik,” ujar Ikbal.

Untuk Sulteng kata Ikbal, ASMI sudah terbentuk di beberapa kabupaten diantaranya Parigi Mautong, Tolitoli, Sigi, Poso, Donggala, Banggai dan Tojo Unauna.

Sebagai Ketua ASMI Sulteng, Ikbal mengaku sangat antusias dengan adanya asosiasi ini. Ia juga ingin mengembalikan makna dari musik itu dan tidak membeda-bedakan aliran musik. “Apapun alirannya, kami akan rangkul semuanya,” tegasnya.

Sebagai Ketua ASMI Sulteng, Ikbal berjanji tidak akan mengekang kebebasan anggotanya, baik dalam menyalurkan bakat seninya maupun bakat-bakat lainnya.

“Kalau ada seniman yang ingin terjun ke politik, silahkan saja. Itu hak masing-masing individu,” kata Ikbal yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palu ini.

Dengan adanya asosiasi kata Ikbal, para seniman juga akan lebih terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena kata Ikbal, tidak jarang para seniman yang sedang pentas di daerah-daerah mendapat intimidasi atau tekanan-tekanan lain. Misalnya, kontrak pentas hingga pukul 23.00, tetapi terkadang dipaksakan tetap tampil hingga dini hari.

ASMI juga siap memberikan bantuan hukum bagi musisi yang dirugikan oleh pihak lain setelah tampil dalam suatu acara.

Asosiasi ini juga akan memberikan bantuan hukum bagi musisi yang merasa dirugikan seperti tidak mendapat bayaran setelah tampil dalam sebuah acara.

“Ini yang akan kami advokasi. Jangan sampai ada seninam yang dirugikan dan harus pentas dengan keterpaksaan karena hal-hal seperti itu,” jelas Ikbal yang diamini Ketua Harian ASMI Sulteng, Munif Bachmid.

Sebenarnya kata Ikbal lagi, ASMI Sulteng ini sudah terbentuk sejak tiga tahun lalu. Tetapi karena beberapa hal, asosiasi ini tidak berjalan maksimal. Karena itu, melalui deklarasi kali ini semuanya kan dibenahi untuk berjalannya roda organisasi.

Dengan adanya pengurus ASMI Sulteng yang baru yang terdiri dari Ikbal Khan (Ketua Umum), Hamzah S Kundje (Sekretaris), Munif bachmid (Ketua Harian) dan Andi Nur Lamakarate (Bendahara) diyakini akan membangkitkan semangat para seniman musik di daerah ini.

Dari data yang dimiliki, saat ini ASMI sendiri telah memiliki anggota sekira 10 ribu orang, namun yang aktif hanya sekira dua ribu orang. “Kami akan membenahi dan kembali merangkul anggota kami di 13 kabupaten/kota se Sulteng,” tutup Ikbal. ONA/JS
- - -
PALU - Untuk menekan praktek korupsi, Komisi Pemebrantasa Korupsi (KPK) Republik Indonesia menggandeng Kepala-Kepala Daerah di Sulawesi tengah dalam membentuk rencana aksi penyusunan sistem tata kelolah keuangan Pemerintah.

Ketua Satgas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsup) KPK, Adian Syah M Nasution mengatakan, rencana aksi tersebut merupakan tindakan pencegahan penyalah gunaan uang negara. Dimana, kata dia, Pemerintah Daerah harus memulai sistem perencanaan, kemudian bajeting, dan sistem-sistem lainnya berbasis online.
“Rencana aksi ini kita mintakan kepada kepala daerah agar dijalankan, dan ini akan kami monitor bagimana tahapan-tahapan mereka dalam membangun sistem perencanaan, bajeting dan lain-lain. Nah, kalau ini berjalan maka tindakan korupsi bisa ditekan,” terang, Adian, di Palu, Kamis (2/2).
Papar dia, jika sitem pengelolaan anggaran sudah tersistematis berbasis online, bisa dipastikan pengalokasian keuangan pemerintah daerah dapat terkontrol dengan baik.
“Sudah saatnya pemerintah daerah melakukan sistematis anggaran menggunakan sistem online, dan rencana aksi ini harus terlaksana oleh pemerintah setempat,” ujarnya.
Lebih lanjut Adian menjelaskan, KPK sebetulnya sudah melakukan tahapan-tahapan ini di beberapa daerah di Indonesia. Setelah membangun rencana aksi di Palu, dirinya berkonsolidasi melakukan koordinasi hal yang sama kebeberapa daerah seperti Sulawesi barat, dan Papua.
“kita harapkan kedepan semua sudah menggunakan sistem elektronik,” pungkasnya.WN

- - -
PALU - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin meminta kepada seluruh pemuka pemuka agama diseluruh Indonesia agar tidak mencampur aduk kepentingan lain, sehingga perlu mengembalikan agama sesuai fungsinya.
Menag menyatakan, saat ini agama seolah olah dijadikan alat untuk menggolkan kepentingan tertentu, sehingga ini dinilai telah mengalami pergeseran nilai.

"Ini tugas tokoh masing masing agama, kedudukan agama harus dikembalikan sesuai fungsinya. Agama tidak boleh dijadikan sebagai alat untuk melakukan hal hal yang diluar kontes agama," bebernya, Lukman Hakim saat membuka sidang Sinode ke-46 Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), di Grand Hall Mercure Hotel Palu, Kamis (17/11).
    
Dikemukakannya, pemuka agama memegang peran yang sangat penting dan strategis dalam membina dan mendidik  masyarakat, untuk menjaga kualitas kerukunan antara sesama manusia dan antara sesama pemeluk agama.
    
saat ini Papar Lukman Hakim, kehidupan kerukunan keberagamaan terganggu dikarenakan adanya tindakan dan sikap yang memaksakan  pemahaman keagamaan untuk diterima oleh orang atau pemeluk agama lain, sehingga berdampak pada kulitas kerukunan.
    
"Para tokoh agama dan pemuka agama di masing-masing agama perlu menyatukan pandangan dan tindakan untuk merubah cara berpikir dan pemahaman masyarakat atau umat, agar dapat menerima dan memaknai perbedaan secara utuh," jelasnya.
    
"Setiap individu atau kelompok dari berbagai agama dalam bersikap, tindakan dan bertutur harus berpedoman pada agama atau menjadikan agama sebagai landasan yang kuat untuk diri pribadi agar tidak mudah di hasut oleh pemahaman lain," tambah Lukman Hakim, WN

- -