Pilih Menu

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Proyek RR1 Pasca Gempa Segera Tuntas
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Johanes : "Kendala Dan Hambatan Bisa Teratasi, Optimis Pekerjaan Bisa Tuntas"

Proyek penanganan infrastruktur Jalan pasca gempa bumi disertai Kejadian Tsunami di kota Palu, dan kabupaten Parigi Moutong, kabupaten Sigi serta kabupaten Donggala di 28 September 2018 silam tidak lama lagi akan terselesaikan.

Melalui pekerjaan proyek Rekonstruksi dan Rehabilitasi ruas jalan Tompe - Dalam Kota Palu - Surumana yang dilaksanakan oleh PT Nindya Karya - PT Passokorang KSO tidak lama lagi akan terselesaikan.


Proyek yang menerapkan kontrak multy years ( MYC) yang dimulai penandatanganan kontrak pada Oktober 2019 dan akan berakhir di Januari 2021 dikontrakkan dengan Nilai kurang lebih RP 165 Miliard dengan sumber anggaran dari Bank Dunia (World Bank).

Penanganan pekerjaan dengan sebutan RR1 merupakan pekerjaan atas perbaikan infrastruktur akibat gempa bumi itu ditangani dengan panjang penanganan ruas jalan sepanjang kurang lebih 55 KM. Panjang penanganan itu pun diklasifikasikan atas dua penanganan, yakni penanganan rekonstruksi dan rehabilitasi jalan sepanjang 48,39 KM dan pekerjaan penanganan Rutinnya sepanjang 6,72 KM.

Dengan Durasi waktu pekerjaan yang terbilang sangat panjang bahkan melegakan pihak pelaksana, tak semudah atau segampang dengan yang sudah terbayangkan, apalagi di periode awal 2020 di mana dunia dilanda atas wabah virus corona ( covid19) termasuk negara indonesia sendiri, sehingga atas dampak wabah virus tersebut, perencanaan schedule kerja benar benar terjadi perubahan serta pergeseran yang luar biasa dampaknya atas kenaikan progres bobot volume kerja kami dilapangan, Ujar Rismono ST selaku Pejabat Pembuat Komitmen untuk Paket pekerjaan ini yang didampingi Wakil dari kontraktor Pelaksana KSO, Johanes ST saat bincang santai Di Kantor proyek PPK di jalan Haryono kota Palu.

Paket pekerjaan yang dibawah naungan BPJN Sulteng dan melekat di satuan Kerja PJN II Sulawesi Tengah itu harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah tercantum dalàm nomenklatur Kontrak pekerjaan yakni; item pekerjaan Drainasse, trotoar, bahu jalan, dan badan jalan dengan metode kerja melakukan overlay badan jalan dengan ketebalan rata rata 4 CM.

Kontraktor pelaksana dalam pekerjaan paket ini, akan melakukan pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi sepanjang ruas yang ditangani dengan spot spot lokasi pekerjaan yang tersebar dalam ruas penanganan paket pekerjaan tersebut. adapun spot spot lokasi pekerjaan itu antara lain, area ruas watusampu, area ruas Ampera, area ruas surumana Donggala dan kemudian diArea ruas kebun sari, area ruas Tawaeli serta area ruas tersebar dalam kota Palu, urai Rismono Datar.

Overlay Aspal, Pembuatan Saluran Drainase, Pemeliharaan Rutin Jalan, Pemeliharaan Jembatan dan Penggantian Jembatan Rogo, merupakan uraian item pekerjaan kami selaku pelaksana dalam paket proyek tersebut, ujar Johanes ST.


Konsep pada pekerjaan ini sangat sangat ketat pelaksanaannya. mulai dari proses lelang saja yang masih berlangsung, pihak world bank dan tim konsultan CTC tetap saja melakukan peninjauan lapangan. Hal ini dikarenakan guna melihat kondisi dilapagan secara seksama agar sewaktu waktu jika ada ketambahan area lokasi yang layak untuk ditangani, bisa langsung di sesuaikan dilapangan oleh Pihak CTC, jelas Rismono ST.

Rismono juga memaparkan, jika Diawal kontrak saja, PT Nindya Karya - PT Passokorang KSO langsung melakukan action lapangan dengan melakukan survey survey lokasi kembali dilapangan dengan survey awal MC 0. Survey awal MC 0 ini bertujuan agar bisa kembali melakukan identifikasi kerusakan kerusakan pada permukaan Asphalt.

Dengan demikian, tahapan tahapan kerja yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana akan terarah sesuai dengan schedule pekerjaan, yang jika di telaah kembali, schedule pelaksanaan yang ada terjadi beberapa kali penyesuaian kondisi dilapangan atas hanbatan, kendala serta hal hal lainnya yang bisa mempengaruhi kinerja pelaksanaan dilapangan, jelas Rismono.

Gambaran sedikit dalam pelaksanaan, awalnya pekerjaan yang dilakukan Dua kontraktor joint operasional itu untuk item pekerjaan trotoar semaksimal mungkin akan dilakukan perbaikan perbaikan yang ada, bahkan jika memungkinkan dan sesuai dengan RAB yang ada, pihak kontraktor pelaksana akan membuat trotoar baru.

Secara Nyatanya, apa yang terjadi dilapangan, terjawab dengan sendirinya. dengan melakukan obsevasi serta survey kembali atas titik titik lokasi drainase yang ada, Maka kami selaku pengguna melengkapi administrasi pendukung, agar beberapa titik spot lokasi drainase dilakukan pembongkaran serta melancarkan kembali saluran saluran yang tersumbat dengan berbagai jenis material, serta tebalnya endapan pasir atau anah di areal saluran tersebut, karena perlu diketahui, di kota palu memiliki endapan sedimen yang sangat tinggi, urai Rismono.

Alhasil, dengan hasil melakukan pembongkaran serta menata kembali dasar daŕi beberapa spot titik drainase, bisa dilihat sementara hasil Drainase di seputaran jalan basuki rahmat, disitu juga sudah selesai dibuat trotoar, ini sangat fantastis, karena awalnya, konsep kerja tidak sampai ke arah sana,seiring waktu berjalan, dan hal tersebut merupakan rangkaian acuan teknis dalam menyempurnakan rangkaian kesinambungn pekerjaan fisik yang saling menunjang satu sama lainnya, papar Rismono dengan semangat.

Dititik spot lainnya, pembenahan Bahu jalan pun sudah dikerjakan oleh pelaksana, pembenahan atau mengerjakan areal bahu jalan dilakukan dengan cara cor Riggit beton dengan kemiringannya lansung ke arah drainase, sehingga kedepannya nanti dipastikan tidak akan ada lagi genangan air yang terjadi diatas badan jalan, karena kondisi badan jalan yang dikerjakan juga meski dengan pola overlay, dipastikan juga secara teknisnya mengenai kemiringannya bisa menghantar aliran air ke luar badan jalan, tambah Rismono.

Pada pekerjaan saluran/Drainase, pihak pelaksana melakukan galian pada spot spot area ruas yang sudah ditentukan, dengan pola pengerjaan pengecoran Uditch.

pekerjaan pengecoran itu mulai pada area ruas Surumana, Loli, watusampu, jalan ponegoro, jalan abdul rahman saleh, area ruas talise, area ruas tondo, area ruas kebun sari. dari titik titik spot pengerjaan pengecoran saluran itu, pihak pelaksana langsung juga menutup saluran itu dengan tutupannya sudah disiapkan dilokasi dengan hasil yang sudah tercor/pracetak.

saluran saluran yang bentangannya besar, tentu lebih besar pula pola pengerjaannya sehingga dari kedalaman galian pun serta penggunaan material pun pasti ada perbedaan. rata rata semua saluran digunakan pengecoran Uditch, kata Rismono.

Untuk pekerjaan pengaspalan, Rata rata dilakukan dengan Overlay, dengan rata rata ketebalannya bervariatif 4 Cm sampai 6 Cm, jika sekarang ini terlihat di area ruas Arah utara kota Palu tepatnya di tikungan Perikanan Mamboro, terdapat kondisi jalan yang belum teraspal, itu segera teraspal dalam waktu dekat ini, alat kami sementara menyelesaikan pengaspalan di area ruas lain, ujar Johanes ST selaku Manager Proyek dari pihak kontraktor pelaksana diruang kerjanya belum lama ini.__Ona...

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama