Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » Momen Tanding Inovasi, Parimo Gagal Masuk Nominasi
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


Parigi Moutong,Sultengaktual.com-Tanggal 22 Juni, Kementerian Dalam Negeri menyerahkan penghargaan kepada 84 daerah di Indonesia yang terpilih sebagai pemenang Lomba Inovasi Daerah New Normal. Tidak tanggung-tanggung, kompetisi ini memporsikan total hadiah sebanyak Rp168 miliar.
Foto Dok Berita Sulteng
Dari ramainya daerah yang turut dalam Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru ‘Produktif dan Aman Covid-19’, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah tercatat ikut mengisi barisan peserta. Tapi, keikutsertaan daerah yang pertama kali dinahkodai Longki Djanggola—sebagai bupati definitif, gagal masuk nominasi.
Empat rekaman inovasi daerah ‘ramuan’ Pemkab Parimo yang diusulkan ke kementerian ternyata tidak ‘ampuh’ membawa nama kabupaten tersebut masuk dalam daftar 84 penerima bonus, hari Senin lalu.
Ajang tanding inovasi daerah oleh Kemendagri, menunjuk tujuh sektor yang dominan menyentuh bidang perdagangan dan jasa. Menyangkut ketentuan klaster dari Kemendagri, yaitu empat klaster, masing-masing provinsi, kabupaten dan kota serta kabupaten tertinggal.
Tersiar melalui publikasi, dua kabupaten di Sulteng berhasil menembus posisi juara. Kabupaten Sigi dapat juara 1 di Klaster Kabupaten Tertinggal, Sektor Tempat Wisata. Di Sektor Hotel, Klaster Kabupaten Tertinggal diduduki Kabupaten Tojo Una-una sebagai juara 3. Sedangkan untuk Provinsi Sulteng sukses mengisi podium 1, Klaster Provinsi, Sektor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Tidak munculnya nama Parimo lewat pengumuman pemenang dari Kemendagri, diakui Sekretaris Bappelitbangda Kabupaten Parimo, Irwan. Meski begitu, katanya, Pemkab setempat tetap merasa bangga walau tidak menduduki posisi nominasi.
Keberhasilan bisa ikut dan tercatat dalam deretan peserta lomba video inovasi tersebut, dianggap Irwan sebagai salah satu keberhasilan luar biasa. Sebab menurutnya, kemenangan apalagi ambisi meraih juara, bukan prioritas utama Pemkab Parimo—melalui Bappelitbangda.
Alhamdulillah Parimo sudah ikut dan memasukan empat kategori dalam lomba. Bukan tentang dapat juara atau tidak, tapi menyangkut berhasil atau tidaknya daerah menciptakan sebuah karya inovasi sebagaiaman tema dalam konsep dari Kemendagri,” katanya.
Salah satu hasil positif yang dianggap Irwan berdampak langsung bagi daerah, ketika dilakukan penayangan alias publikasi tentang Kabupaten Parimo. Dibilang pria penyandang gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat, itu setidaknya nama kabupaten yang berusia 18 tahun—saat ini, makin orang kenal.
Tidak hanya perihal mujarab mempopulerkan nama Kabupaten Parimo, keikutsertaan di ajang persaingan inovasi daerah rancangan kementerian ini menurut Irwan, juga sebagai ‘jurus’ agar terhindar dari teguran kementerian. “Kami menyaksikan banyak daerah yang tidak mengikuti lomba inovasi tersebut. Ada kemungkinan kalau kabupaten dan kota yang tidak ikut lomba, akan mendapat penaltI,” ungkapnya.
Menyinggung video inovasi daerah yang jadi jualan Pemkab Parimo dalam lomba, menampilkan spot pasar tradisional, rumah makan, perhotelan, dan transportasi. Meski empat kategori yang ‘diramu’ Pemkab tidak berhasil ‘mencuri’ perhatian tim penilai  untuk memposisikan Kabupaten Parimo di barisan nominasi, disebut Irwan juga sebagai bekal pengalaman dalam konsep inovatif selanjutnya.
Irwan bahkan menaruh asa, meski tidak mampu merebut nominasi di ajang baru-baru ini, kedepannya kabupaten yang dipimpin Samsurizal Tombolotutu sebagai bupati, diharap bisa jadi bagian untuk momen Inovasi Gampermen Awal (IGA) nanti.

84 Pemda Pemenang Lomba New Normal
Dikutip dari Kompas.com, Kemendagri memberikan penghargaan kepada 84 daerah pemenang Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru "Produktif dan Aman Covid-19" pada Senin, 22 Juni 2020. Penghargaan tersebut diserahkan Mendagri Tito Karnavian kepada para kepala daerah atau yang mewakili di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat.
"Kami bersama Kemenkeu, Kemenkes, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kemen PANRB, Kemendag dan BNPP berinisiatif untuk mengadakan lomba antar daerah untuk membuat protokol kesehatan Covid-19," ujar Tito dalam pidatonya pada Senin, sebagaimana dilansir Kompas.com.
Selain protokol kesehatan, daerah juga diminta melakukan simulasi protokol tersebut. Lomba dibagi menjadi tujuh kategori berdasarkan tujuh sektor kehidupan, yakni pasar tradisional, pasar modern, hotel, restoran, tempat wisata, transportasi publik, dan PTSP. "Agar adil, maka lomba diadakan dengan membagi empat kluster pemda, yakni lomba antarprovinsi, antarkota, antarkabupaten dan antarkabupaten perbatasan," ungkap Tito.
Dalam lomba ini, semua Pemda diminta untuk membuat video dengan durasi maksimal dua menit yang menggambarkan protokol kesehatan dan simulasi di sektor yang dipertandingkan. Seluruh Pemda bebas untuk ikut dalam lomba di sektor-sektor yang dipertandingkan bahkan boleh mengirim video di tujuh sektor tersebut.
"Untuk membuat video tentunya Pemda harus menyusun protokol kesehatan, dengan melibatkan ahli kesehatan dan bekerjasama dengan stakeholder yang digarapnya di daerah masing-masing," kata Tito.

Sumber: Berita Sulteng, Kompas.com

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama