Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » Alirman Dituntut 4 Tahun Penjara
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Torate cs

Palu, sultengaktual.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU), Samuel Patandian dan rekanya, Andi Adriani membacakan tuntutan masing-masing dengan berkas terpisah, terhadap empat terdakwa dugaan korupsi pekerjaan proyek pengganti jembatan Torate Cs pada Satuan Kerja SKPD Kimpraswil Sulteng yang anggarannya berasal dari APBN murni pada tahun Anggaran 2018 Lalu, pada sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ernawati Anwar di Pengadilan Tindak pidana korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Palu, Kamis (12 maret 2020).
                    

                    Alirman M Nubi

Terdakwa Alirman M. Nubi sebagai pejabat pembuat komitmen(PPK) pada proyek tersebut dituntut pidana 4 tahun penjara, membayar denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti Rp 200 juta subsider 1 tahun penjara.

Sedangkan Mansur Asry (Direktur PT. Mitra Aiyangga Nusantara), dituntut 1 tahun dan 6 bulan penjara membayar denda Rp 50 juta, subsider 3 bulan membayar uang pengganti Rp 227 juta subsider 1 tahun penjara.

Sherly Assa (kuasa Direktur PT.Mitra Aiyangga Nusantara), dituntut pidana penjara 6 tahun membayar denda Rp 50 juta, subsider 3 bulan membayar uang pengganti Rp1,4 miliar subsider 1 tahun penjara. Adapun Ngo Jonny (konsultan pengawas), dituntut pidana 1 tahun dan 6 bulan penjara, membayar uang denda Rp100 juta, subsider 3 bulan kurungan.

“Terdakwa terbukti bersalah sebagaimana diancam dalam pasal 3 Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” kata JPU, Samuel Patandian dalam tuntutan yang dibacakannya, seperti dikutip media ini pada JurnalNews.id.

Mereka berempat merupakan terdakwa dugaan korupsi pekerjaan pengganti jembatan Torate Cs, merugikan keuangan negara Rp2, 8 miliar. Dalam tuntutannya, hal memberatkan bagi terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. “Hal meringankan para terdakwa berlaku sopan di persidangan dan bagi terdakwa Mas Nur menitipkan uang 227 juta sebagai pengembalian kerugian negara, ” kata Samuel.

Ia menyatakan, adapun barang bukti dokumen 1- 54 dikembalikan kepada penyidik kejaksaan untuk berkas lain bagi tersangka Rachmudin Loulembah dan Christian Andi Pela.

Usai pembacaan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Ernawati Anwar memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasehat hukumnya untuk mengajukan pembelaan pada Kamis (19/3/2020).

Dalam dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samuel Patandian, menguraikan, tahun 2018 pada Kemen PUPR Dirjen Binamarga BPN XIV Palu, Satker Dinas Kimpraswil, Dinas Bina Marga dan tata ruang wilayah Provinsi Sulteng, mendapat dana untuk pelaksanaan pekerjaan pengganti jembatan Torate Cs, pagu anggaran Rp 18 miliar.

Ia mengatakan, untuk pekerjaan Torate Cs, ruas jalan Tompe- Pantoloan yaitu , jembatan Torate panjang 9,60 meter, nominal Rp 3,6 miliar, jembatan Laiba panjang 6,80 meter, nominal Rp 3,2 miliar, jembatan Karumba V, panjang 6,80 meter, nominal Rp 2,9 miliar, jembatan Labuan II, panjang 6,80 meter nominal Rp 3,6 miliar.

Selanjutnya kata dia, Alirman Made Nubi menerima hasil penetapan Pokja dan Jasa Satker, perihal penunjukan PT. Mitra Aiyangga Nusantara sebagai penyedia pelaksanaan paket penggantian jembatan Torate Cs.

“Kenyataanya pelaksana pekerjaan penggantian jembatan Torate Cs dari PT. Mitra Aiyangga Nusantara Serly Assa, ” katanya.

Lalu Serly Assa meminta kepada Alirman Made Nubi untuk mencairkan uang muka 20 persen sejumlah Rp 2,9 miliar. Dia mengatakan, setelah menerima uang muka Sherly Assa menyerahkan uang kepada Alirman Rp 200 juta, Muhamad Asnur Rp 295 juta.

Sekitar bulan Agustus 2018, Alirman Made Nubi memberitahukan kepada Muhamad Masnur Asry bahwa pekerjaan tersebut terhenti. Selanjutnya Muhamad Asnur mengambil alih pekerjaan dari Sherly Assa, tanpa ada kontrak dan pengawasan. “Pelaksanaan proyek penggantian Torate Cs tidak diselesaikan 100 persen. Akibat perbuatan para terdakwa negara mengalami kerugian Rp2,8 miliar, ” ujarnya. [***]

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama