Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Konon, Kalomba Dapat Dipelihara (part 2)
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Kalau sebelumnya terlansir bahwa makhluk misterius ini pernah dikonsumsi, walau mematikan. Nah, pada catatan bagian dua ini mengungkap kalau Kalomba bisa diternak. Berikut ulasannya

Catatan: Andi Sadam 

Menurut cerita rakyat, Kalomba dapat dipelihara. Hanya saja makhluk itu bisa diternak oleh orang-orang tertentu.

Ilustrasi
Tapi, katanya lagi, Kalomba dapat dipelihara oleh manusia yang siap menanggung resiko. Konsekwensi dari memelihara kalomba sangat berat. Jika Kalomba tidak diberi makan oleh majikan maka makhluk itu akan marah dan diyakini bisa menyantap majikannya sendiri. Waduhhh... Seram juga ya! 

Kepada sang majikan, Kalomba bersedia dan nurut jika diperintahkan. Mulai dari sebagai jimat kekayaan (pesugihan) hingga membunuh. Kalomba mampu melakukannya. Bisa dikata, konon, Kalomba merupakan makhluk multifungsi. 

Kalomba juga merupakan makhluk yang tidak bisa beralih majikan. Kemanapun majikannya pergi, Kalomba selalu ikut. Kecuali majikannya meninggal dunia.

Kabarnya, makhluk ini memiliki kemiripan dengan legenda di pulau Jawa, yaitu Babi Ngepet. Hanya saja sosok Kalomba menyerupai Kambing. Sedangkan babi ngepet mirip seekor Babi.

Semoga tidak ada yang berkeinginan memelihara makhluk menyeramkan ini. 


Sigbin

Menurut dongeng, di Philipina, terdapat kemiripan mengenai makhluk Kalomba. hanya saja warga negara Philipina menyebutnya dengan sebutan Sigbin.

Dilansir dari sebuah situs, Sigbin itu berbentuk Kambing, namun tidak bertanduk, mirip burung gagak reptile, atau sesuatu yang samar-samar yang mirip dengan makhluk legenda di Meksico yaitu Chupacabra.

Dimana sangat umum dengan semua gambaran bahwa kepalanya menggantung di antara kaki depannya yang lebih pendek dibandingkan kaki belakang.

Sigbin juga terkenal dengan cara berjalan mundur seperti Kepiting. Perbedaannya dengan Kalomba, Sigbin mempunyai ekor yang panjang seperti cambuk yang memancarkan bau busuk dan dua kaki seperti belalang di lehernya yang dapat membuatnya meloncat dengan jarak cukup jauh.

Mereka keluar pada malam hari untuk mencari anak-anak untuk dilahap, tetapi mereka menyimpan hati anak-anak itu untuk dijadikan jimat.

Kebanyakan cerita dan penampakan banyak berasal dari daerah Cebu, Philipina.

Pada tahun 2005 silam, seorang ilmuan dari Borneo (Kalimantan) menemukan seekor “Karnivora yang mirip dengan Kucing dan rubah” dengan kaki belakang lebih panjang daripada kaki depan yang memperlihatkan gaya berjalan yang aneh dan penampilan fisik yang cocok dengan beberapa penjelasan dari Sigbin (ekor yang panjang, kaki depan pendek, dapat melompat dengan jarak jauh, karnivora).

Sampai saat ini belum ditemukan bukti nyata yang menyatakan apakah Kalomba adalah makhluk halus atau makhluk hidup. Yang jelas, sosok Kalomba sudah tak asing di telinga kita. Apalagi yang berdomisili di Sulawesi Tengah. Pastinya, makhluk kalomba masih merupakan mitos dan legenda yang tetap hidup dan kerap menjadi selentingan cerita. (Tamat) 

dari berbagai sumber

---
Sejak 2013-2014, tulisan ini telah terbit disejumlah media di Sulawesi Tengah.
========note========
Cerita ini diangkat semata-mata untuk  menggali tentang kebenaran serta keberadaan makhluk misterius disebut Kalomba, yang kini masih diyakini sekelompok orang. 
Sesungguhnya keyakinan pada khurafat dan mitos ini pada hakehatnya adalah pemikiran musyrik jahiliyyah. "Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

========

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama