Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Bupati Parigi Moutong Terlilit Hutang Pilkada
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Tergugat Divonis Pulangkan Hampir Seperempat Miliar. 

  • Catatan: Andi Sadam
Belum separuh perjalanan kepemimpinan Samsurizal Tombolotutu sebagai bupati Parigi Moutong, sudah diterpa masalah. Tak tanggung-tanggung, perkara perdata dengan angka gugatan mencapai miliaran rupiah "melilit" bupati yang baru setahun menjabat di periode keduanya ini.

ilustrasi
Menariknya, urusan Pilkada tahun 2017 lalu dikait-kaitkan dalam gugatan yang dilayangkan pengusaha ternama di Sulawesi Tengah itu. Sejak didaftar di Pengadilan Negeri Parigi Agustus 2019, kini perkara hutang tersebut sudah melewati putusan hakim. Hampir seperempat miliar rupiah uang wajib dipulangkan oleh Samsurizal Tombolotutu bersama dua tergugat lain.

Adalah Hantje Yohanes penggugat dalam perkara perdata di pengadilan berlokasi di jalan Pakabata Bambalemo, Kecamatan Parigi. Lebih Rp3 miliar yang masuk jadi gugatan dari Rp5 miliar ajuan gugatan dalam persidangan.

Selain Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu sebagai tergugat I, beberapa nama-nama yang turut terseret hutang-piutang ini, diantaranya Nico Rantung sebagai tergugat II dan Arifin Amad tergugat III.

Seperti diketahui, Nico Rantung adalah kader partai Gerindra. Sedangkan Arifin Amad berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kini menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pemukiman Kabupaten Parigi Moutong.

Dalam amar putusan Nomor 26/Pdt G.S/PN Prg yang dibacakan Hakim Tunggal Jayadi Husain, Rabu 10 Oktober 2019, mengabulkan sebagian gugatan penggugat. Senilai Rp230 juta uang yang wajib dikembalikan tiga tergugat. Uang pinjaman tersebut dikembalikan secara seketika tanpa syarat. Kemudian menghukum kepada para tergugat secara tanggung renteng untuk membayar biaya perkara sebesar Rp806.000,-.

Dilansir JurnalNews.id, 24 Oktober 2019, Ketua Tim Kuasa Hukum Penggugat, Muslim Mamulai menegaskan, kalau para penggugat tidak melakukan upaya hukum keberatan terhadap putusan yang telah berkekuatan hukum tetap itu, maka selaku kuasa penggugat akan mengajukan permohonan eksekusi.

Menyangkut gugatan perkara pinjaman dana sekira Rp4,9 miliar untuk kepentingan Pilkada Parigi Moutong tahun 2017 lalu, proses perkaranya sedang dalam pemeriksaan.

Sementara Kuasa Hukum tergugat Samsurizal Tombolotutu, Syahrudin Ariestal Douw yang dikonfirmasi JurnalNews.id mengungkapkan, sesungguhnya ada perkara pertama perkara nomor 25 yang menuntut kliennya Samsurizal Tombolotutu Rp500 juta, namun gugatan ini ditolak majelis hakim.

Untuk gugatan Nomor 26 kata Syahrudin, pinjaman benar diakui oleh peminjam atas nama Arifin Amad, sebesar Rp230 juta. Namun hutang tersebut sudah dibayar karena terdapat temuan BPK atas pekerjaan perusahaan Tunggal Mandiri Jaya milik Hantje Yohenes sebesar Rp247 juta.

Karena uang belum dipakai, maka Arifin Amad menelepon kepada penggugat agar membayar, tetapi penggugat tidak mau tahu, akhirnya Arifin Amad berfikir positif, bahwa karena ada pinjaman yang belum dia pakai, maka dia pakailah uang yang ada untuk membayar temuan. Akan tetapi hakim berpendapat berbeda.***

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama